• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

C. Pengujian Validitas dan Reliabilitas

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas menyangkut masalah ketepatan alat ukur yang dapat

dinilai dengan analisa statistik untuk mengetahui konsistensi alat ukur.

Suatu instrumen dianggap reliabel apabila instrumen atau alat ukur

yang digunakan tersebut dapat diandalkan dan tetap konsisten jika

pengukuran data penelitian diulang. Pengujian reliabilitas dapat

dikemukakan dengan rumus Cronbach’s Alpha sebagai berikut:

=

Keterangan:

: reliabilitas instrumen

k : banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

: jumlah varian butir

: varian total

Dalam pengukuran reliabilitas, jika reliabilitas kurang dari 0,6 berarti

kurang baik, sedangkan lebih dari 0,6 berarti baik dapat diterima.

L. Teknik Analisis Data

Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear antara dua

atau lebih variabel independen dalam penelitian ini yang meliputi motivasi

kerja (X1), usia (X2) dan faktor lingkungan kerja (X3) terhadap variabel

dependen kinerja karyawan (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah

digunakan biasanya berskala interval atau rasio. Persamaan regresi linear

berganda menggunakan rumus sebagai berikut:

Y= a + + +

Keterangan:

Y = kinerja karyawan

a = konstanta regresi

b1 = koefisien regresi motivasi kerja

b2 = koefisien regresi usia

b3 = koefisien regresi faktor lingkungan kerja

X1 = motivasi kerja

X2 = usia

X3 = faktor lingkungan kerja

M. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan untuk mendapatkan parameter-parameter

estimasi dari model dinamis yang dipakai, dalam penelitian ini digunakan

metode penaksiran OLS (Ordinary Least Square). Penggunaan metode ini

disertai dengan asumsi-asumsi yang mendasarinya. Asumsi-asumsi

tersebut yaitu :

1) Uji Normalitas

Uji normalitas berguna untuk menentukan data yang telah

dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal.

rumit. Berdasarkan pengalaman empiris beberapa pakar statistik, data

yang banyaknya lebih dari 30 angka (n > 30), maka sudah dapat

diasumsikan berdistribusi normal atau biasa dikatakan sebagai sampel

besar. Namun untuk memberikan kepastian, data yang dimiliki

berdistribusi normal atau tidak, sebaiknya digunakan uji statistik

normalitas karena belum tentu data yang lebih dari 30 bisa dipastikan

berdistribusi normal, demikian sebaliknya data yang banyaknya

kurang dari 30 belum tentu tidak berdistribusi normal, untuk itu perlu

suatu pembuktian. Peneliti menggunakan Kolmogorov-Smirnov

Goodness of Fit Test untuk melihat data berdistribusi normal atau

tidak, dan membandingkan dengan Normality Probability Plot

(Sulistyo, 2012:50).

2) Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya

penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas yaitu adanya hubungan

linear antar variabel independen dalam model regresi. Prasyarat yang

harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya

multikolinearitas. Ada beberapa metode pengujian yang bisa

digunakan diantaranya yaitu:

a) Melihat Variance Inflation Factor (VIF) pada model regresi.

b) Membandingkan nilai koefisien determinasi individual (r2) dengan

c) Melihat nilai eigenvalue dan condition index. Pada pembahasan ini

akan dilakukan uji multikolinearitas dengan melihat nilai inflation

factor (VIF) pada model regresi dan membandingkan nilai

koefisien determinasi individual (r2) dengan nilai determinasi

secara serentak (R2).

Pada umumnya jika VIF lebih besar dari 10 dan nilai Tolerance

kurang dari 0,10, maka variabel tersebut mempunyai persoalan

multikolinearitas dengan variabel bebas lainnya.

3) Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya

penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas yaitu adanya

ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada

model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi

adalah tidak adanya gejala heteroskedastisitas. Ada beberapa metode

pengujian yang bisa digunakan diantaranya yaitu uji park, uji glesjer,

uji koefisien korelasi spearman’s rho dan melihat pola grafik regresi.

N. Uji F

Uji F dimaksudkan untuk menguji model regresi atas pengaruh variabel

independen meliputi motivasi kerja, usia dan faktor lingkungan kerja secara

bersama-sama terhadap variabel dependen yaitu kinerja karyawan.

1) Menentukan tingkat signifikansi

Tingkat signifikansi menggunakan α = 5% (signifikansi 5% atau 0,05

adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian).

2) Menentukan dengan menggunakan SPSS atau rumus

seperti berikut ini:

Keterangan:

: koefisien determinasi

: jumlah data atau kasus

: jumlah variabel independen

3) Menentukan

df1 = jumlah variabel-1

df2 = n-k-2

Keterangan:

n : jumlah sampel

k : jumlah variabel independen

df : degree of freedom / derajat kebebasan

4) Kriteria pengujian

ditolak dan diterima jika ≥

5) Menarik kesimpulan

Apabila diterima dan ditolak maka motivasi kerja, usia dan

faktor lingkungan kerja tidak berpengaruh secara simultan atau

bersama-sama terhadap kinerja karyawan. Jika ditolak dan

diterima maka motivasi kerja, usia dan factor lingkungan kerja

berpengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap kinerja

karyawan.

O. Uji t

Uji t digunakan untuk menguji apakah suatu variable bebas berpengaruh

atau tidak berpengaruh terhadap variabel tidak bebas. Suatu variable secara

parsial berpengaruh nyata atau tidak, digunakan uji t seperti berikut ini:

1) Menentukan tingkat signifikansi

Tingkat signifikansi menggunakan α = 5% (signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian).

2) Menentukan dengan menggunakan SPSS atau rumus hitung

sebagai berikut:

=

Keterangan:

r : koefisien korelasi parsial

k : jumlah variabel independen

3) Menentukan

Tabel distribusi t dicari pada α = 5% : 2 = 2,5% dengan derajat kebebasan (df) n-k-2 (n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah

variabel independen).

4) Kriteria pengujian

ditolak dan diterima jika ≥ diterima dan ditolak jika <

5) Menarik kesimpulan

Apabila ditolak dan diterima, maka dapat disimpulkan bahwa

motivasi kerja, usia dan faktor lingkungan kerja secara parsial

berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Jika diterima dan

ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja, usia dan faktor

lingkungan kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

P. Koefisien Determinasi ( )

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar

pengaruh variabel independen (motivasi kerja, usia dan lingkungan kerja)

terhadap variabel dependen (kinerja karyawan). Adapun rumus yang

digunakan seperti berikut ini:

=

: koefisien determinasi

: koefisien regresi motivasi kerja

: koefisien regresi usia

: koefisien regresi faktor lingkungan kerja

: variabel independen (motivasi kerja)

: variabel independen (usia)

: variabel independen (faktor lingkungan kerja)

BAB IV

GAMBARAN UMUM SEKOLAH

A. Sejarah dan Perkembangan Sekolah 1. Sejarah Singkat Sekolah

SMP Negeri 1 Jiwan menempati 2 lokasi yang berada di Jalan

Pangongangan (belakang Kantor Kecamatan Jiwan) yang digunakan untuk

kegiatan pembelajaran siswa-siswi kelas VII dan di Jalan Raya Solo Desa

Kincang yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran siswa-siswi kelas

VII dan IX sejak Tahun Ajaran 2013/2014. SMP Negeri 1 Jiwan

sebelumnya adalah Sekolah Teknik (ST 7) yang didirikan pada 26 Maret

1972. ST 7 kemudian beralih menjadi SMP Negeri Jiwan sejak tahun

1979. Pada tahun 1986, nama SMP Negeri Jiwan berubah menjadi SMP

Negeri 1 Jiwan karena pada tahun tersebut pemerintah mendirikan SMP

Negeri di Kecamatan Jiwan yang bertempat di Desa Wayut selanjutnya

diberi nama SMPN 2 Jiwan. Hal tersebut juga sehubungan dengan adanya

kebijakan pemekaran wilayah Kecamatan Jiwan dipecah menjadi dua yaitu

wilayah utara menjadi Kecamatan Sawahan sedangkan wilayah selatan

tetap Kecamatan Jiwan. Pada tahun 1994/1995 s.d. 2003/2004 nama SMP

Negeri 1 Jiwan diubah menjadi SLTP Negeri 1 Jiwan dan pada tahun 2004

sampai sekarang kembali dengan nama SMP Negeri 1 Jiwan.

2. Riwayat Kepemimpinan Sekolah

Riwayat kepemimpinan di SMP Negeri 1 Jiwan, sejak tahun 1979 yang

menjabat sebagai Kepala Sekolah yaitu:

Tabel IV.1

Daftar Nama Kepala SMP Negeri 1 Jiwan No. Nama Kepala Sekolah Masa Bakti

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Harsono P. Saidi, BA Drs. Maryono Aris Istat, BA Drs. Padi Sumarto, MM Sudjarmo, S. Pd Parseno, BA Drs. Kasdi Drs. Muntoro W. A., M. Pd Drs. Sugiyo, M. Pd

Moh. Idham Choliq, S. Pd Drs. Didik Utomo, M. Pd 1979 s.d. 1987 1987 s.d. 1993 1993 s.d. 1996 1996 s.d. 1999 1999 s.d. 2002 2002 s.d. 2005 Pejabat Sementara 2006 s.d. 2009 2009 s.d.2010 2010 s.d. 2012 2012 s.d. 2014 2014 s.d. Sekarang

B. Visi dan Misi Sekolah 1. Visi

Visi SMP Negeri 1 Jiwan adalah mewujudkan siswa-siswi berwawasan

keunggulan, terdidik, berprestasi dan berbudaya dengan berlandaskan

keimanan dan sopan santun.

2. Misi

a. Membekali peserta didik dengan berbagai kompetensi penguasaan

IPTEK.

b. Membiasakan peserta didik untuk menjalankan kewajiban agama yang

c. Melatih peserta didik untuk berbudi pekerti yang luhur.

d. Memotivasi peserta didik untuk peduli terhadap kebersihan dan

kelestarian lingkungan.

e. Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif.

f. Menyelenggarakan program kegiatan penunjang kompetensi peserta

didik.

C. Struktur Organisasi Sekolah

Adapun job description dari masing-masing bagian dapat dijelaskan sebagai

berikut:

1. Kepala Sekolah:

a. Membimbing guru dalam hal menyusun dan melaksanakan program

pengajaran, mengevaluasi hasil belajar dan melaksanakan program

pengajaran dan remedial.

b. Membimbing karyawan dalam hal menyusun program kerja dan

melaksanakan tugas sehari-hari.

c. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler, OSIS dan

mengikuti lomba di luar sekolah.

d. Mengembangkan staf melalui pendidikan/pelatihan melalui pertemuan

seminar dan diskusi, menyediakan bahan bacaan, memperhatikan

kenaikan pangkat dan mengusulkan kenaikan jabatan.

e. Mengikuti perkembangan IPTEK melalui pendidikan/pelatihan

ataupun seminar dan diskusi.

2. Waka Urusan Kurikulum:

a. Menyusun program pembelajaran.

b. Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan.

c. Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran.

d. Menyusun jadwal evaluasi belajar dan pelaksanaan ujian akhir.

e. Menerapkan kriteria persyaratan kenaikan kelas dan ketamatan

sekolah.

g. Mengkoordinasikan, menyusun dan mengarahkan penyusunan

kelengkapan dalam proses belajar mengajar.

h. Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan.

i. Mengatur pengembangan MGMP/MGBP dan koordinator mata

pelajaran.

j. Melakukan supervisi administrasi akademis.

k. Melakukan pengarsipan program kurikulum.

l. Melakukan penyusunan laporan secara berkala.

3. Waka Urusan Kesiswaan:

a. Menyusun program pembinaan kesiswaan (OSIS) yang meliputi

Kepramukaan, PM, KIR, UKS, PKS, Paskibraka dan pesantren kilat.

b. Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan

kesiswaan/OSIS dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib

sekolah serta pemilihan pengurus OSIS.

c. Membina pengurus OSIS dalam berorganisasi.

d. Menyusun jadwal dan pembinaan secara berkala dan insidental.

e. Membina dan melaksanakan koordinasi 9K.

f. Melaksanakan pemilihan calon siswa berprestasi dan penerimaan

beasiswa.

g. Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan

di luar sekolah.

i. Menyusun dan membuat kepanitiaan Penerimaan Siswa Baru dan

pelaksanaan MOS.

j. Menyusun dan membuat jadwal kegiatan akhir tahun sekolah.

k. Menyelenggarakan cerdas cermat dan olah raga.

l. Membuat laporan kegiatan kesiswaan secara berkala.

4. Waka Urusan Humas dan Sarpras:

a. Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan dewan

sekolah.

b. Membina hubungan antara sekolah dengan wali murid.

c. Membina pengembangan antar sekolah dengan lembaga pemerintah,

dunia usaha dan lembaga sosial lainnya.

d. Membuat dan menyusun program kebutuhan sekolah secara

keseluruhan.

e. Berkoordinasi dengan semua staf untuk kelancaran kegiatan sekolah.

f. Menciptakan hubungan yang kondusif di antara warga sekolah.

g. Melakukan koordinasi dengan semua staf dan bertanggung jawab

untuk mewujudkan 9K.

h. Menyusun program kegiatan bakti sosial, karya wisata dan pameran

hasil pendidikan.

i. Mewakili Kepala Sekolah apabila berhalangan untuk menghadiri rapat

yang bersifat umum.

5. Kepala Tata Usaha.

a. Melakukan penyusunan program kerja tata usaha sekolah.

b. Mengurus administrasi ketenagaan dan kesiswaan.

c. Melakukan pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha

sekolah.

d. Penyusunan administrasi perlengkapan sekolah.

e. Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah.

f. Mengkoordinasikan dan melaksanakan 9K.

g. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketata usahaan

secara berkala.

6. Operator DAPODIK:

a. Membuat jadwal pendataan (Formulir Data PTK dan Siswa).

b. Menginstal Aplikasi DAPODIK.

c. Mengentry data yang telah diisi oleh PTK dan Siswa sesuai dengan

isian formulir data yang berdasarkan petunjuk dari buku manual

DAPODIK.

d. Mengirim data valid.

e. Mencetak/Print Out profil sekolah sebagai laporan pengerjaan.

f. Mengkoreksi jika ada kesalahan (perbaikan data sesuai dengan jadwal

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan hasil pengumpulan data dan pengolahan data beserta

pembahasannya. Untuk memperoleh data yang diperlukan, digunakan kuesioner

sebanyak 40 responden kepada para guru di SMP Negeri 1 Jiwan. Berdasarkan

informasi yang diperoleh dari kuesioner yang diberikan, responden digolongkan

ke dalam beberapa kelompok berdasarkan atas jenis kelamin, usia, pendidikan

terakhir, pangkat/golongan dan masa kerja/lama kerja.

A. Analisis Deskriptif Responden

1. Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil jawaban kuesioner yang diberikan oleh responden

diperoleh data sebagai berikut:

Tabel V.1

Presentase Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Presentase

Pria Wanita 15 25 37,5% 62,5% Total 40 100%

Sumber: Data Primer, diolah 2015

Berdasarkan tabel V.1 di atas, dapat diketahui bahwa responden berjenis

kelamin pria berjumlah 15 responden (37,5%) dan berjenis kelamin wanita

sebesar 25 responden (62,5%).

2. Usia

Berdasarkan hasil jawaban kuesioner yang diberikan oleh responden

diperoleh data sebagai berikut:

Tabel V.2

Presentase Responden Berdasarkan Usia Usia Jumlah Presentase ≤ 25 26-30 31-35 36-40 ≥ 40 0 0 0 7 33 0% 0% 0% 17,5% 82,5% Total 40 100%

Sumber: Data Primer, diolah 2015

Berdasarkan tabel V.2 di atas, dapat diketahui bahwa paling banyak

responden berusia ≥ 40 tahun yaitu sebanyak 33 responden (82,5%), lalu responden berusia 36-40 tahun sebanyak 7 responden (17,5%) dan tidak

adanya responden dengan rentang usia 31-35, 26-30 serta ≤ 25 tahun (0%).

3. Pendidikan Terakhir

Berdasarkan hasil jawaban kuesioner yang diberikan oleh responden

diperoleh data sebagai berikut:

Tabel V.3

Presentase Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Jumlah Presentase

Sarjana Muda (D3) / Diploma II atau setingkat Sarjana (S1) / Diploma IV Pasca Sarjana (S2) 0 40 0 0% 100% 0% Total 40 100%

Sumber: Data Primer, diolah 2015

Berdasarkan tabel V.3 di atas, dapat diketahui bahwa responden dengan

pendidikan terakhir sebagai Sarjana (S1) / Diploma IV berjumlah 40

Sarjana Muda (D3) / Diploma II atau setingkat dan Pasca Sarjana (S2)

dengan presentase masing-masing sebesar 0%.

4. Pangkat / Golongan

Berdasarkan hasil jawaban kuesioner yang diberikan oleh responden

diperoleh data sebagai berikut:

Tabel V.4

Presentase Responden Berdasarkan Pangkat/Golongan Pangkat / Golongan Jumlah Presentase

Pembina Tingkat I/IVb Pembina/IVa

Guru Madya/IVb Penata/IIIc

Penata Tingkat I/IIId - 28 5 2 3 1 1 70,0% 12,5% 5,0% 7,5% 2,5% 2,5% Total 40 100%

Sumber: Data Primer, diolah 2015

Berdasarkan tabel V.4 di atas, dapat diketahui bahwa sesuai dengan

sampel penelitian, mayoritas responden adalah guru di SMP Negeri 1

Jiwan dengan pangkat atau golongan sebagai Pembina Tingkat I/IVb

sebanyak 28 responden (70,0%), diikuti Pembina/IVa sebanyak 5

responden (12,5%), lalu Guru Madya/IVb sebanyak 2 responden (5,0%),

Penata/IIIc sebanyak 3 responden (7,5%), Penata Tingkat I/IIId sejumlah 1

responden (2,5%) dan ada 1 responden yang tidak menyertakan pangkat

5. Masa Kerja / Lama Kerja

Berdasarkan hasil jawaban kuesioner yang diberikan oleh responden

diperoleh data sebagai berikut:

Tabel V.5

Presentase Responden Berdasarkan Masa Kerja / Lama Kerja Masa Kerja / Lama Kerja Jumlah Presentase ≤ 15 16-20 21-25 26-30 ≥ 30 - 1 9 10 6 11 3 2,5% 22,5% 25,0% 15,0% 27,5% 7,5% Total 40 100%

Sumber: Data Primer, diolah 2015

Berdasarkan tabel V.5 di atas, dapat diketahui bahwa paling banyak

responden dengan masa kerja atau lama kerja ≥ 30 tahun yaitu sebanyak 11 responden (27,5%), lalu responden dengan masa kerja 21-25 tahun

sebanyak 10 responden (25,0%), responden dengan lama kerja 16-20 tahun

sebanyak 9 responden (22,5%), responden dengan masa kerja 26-30 tahun

sebanyak 6 responden (15,0%), responden dengan lama kerja ≤ 15 tahun hanya 1 responden (2,5%) dan ada 3 responden yang tidak menyertakan

masa kerja atau lama kerjanya sebagai guru dalam kuesioner yang

dibagikan.

B. Deskripsi Data Penelitian

Deskripsi data penelitian menunjukkan rekapitulasi tanggapan-tanggapan

responden terhadap pertanyaan dari motivasi kerja, usia, faktor lingkungan

skala sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.

Berikut deskripsi penilaian responden terhadap masing-masing item variabel

penelitian:

Tabel V.6

Analisis Deskriptif Variabel Motivasi Kerja (X1)

No. Item Pertanyaan Rata-rata Kategori

1

Saya merasa sangat senang menerima tanggung jawab pekerjaan yang lebih besar

4,1 Motivasi kerja baik

2

Saya memiliki komitmen untuk memberikan yang terbaik dalam menjalankan pekerjaan

4,75 Motivasi kerja sangat baik

3

Saya selalu tertarik untuk melakukan pekerjaan yang menantang di tempat kerja saya

3,825 Motivasi kerja baik

4 Berprestasi sudah merupakan

kebutuhan saya dalam bekerja 3,875

Motivasi kerja baik

5 Saya memiliki keinginan untuk

memiliki jabatan yang lebih tinggi 3,225 Cukup

6

Saya memiliki keinginan memperoleh penghargaan dari pekerjaan yang dijalani

3,4 Cukup

Rata-rata 3,8625 Motivasi kerja baik

Berdasarkan perhitungan di atas, diperoleh nilai rata-rata item variabel

motivasi kerja sebesar 3,8625 (motivasi kerja baik), menunjukkan bahwa

motivasi kerja Guru di SMP Negeri 1 Jiwan memiliki motivasi kerja yang

terbilang baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan rata-rata yang mempunyai

angka tertinggi pada item nomor 2 yaitu “Saya memiliki komitmen untuk memberikan yang terbaik dalam menjalankan pekerjaan” sebesar 4,75

(motivasi kerja sangat baik). Rata-rata terendah pada item nomor 5 yaitu

“Saya memiliki keinginan untuk memiliki jabatan yang lebih tinggi” dengan

Tabel V.7

Analisis Deskriptif Variabel Usia (X2)

No. Item Pertanyaan Rata-rata Kategori

1 Identitas responden: Rentang

Usia Produktif 4,825

Usia sangat produktif Rata-rata 4,825 Usia sangat

produktif

Berdasarkan perhitungan di atas, diperoleh nilai rata-rata item variabel usia

sebesar 4,825 (usia sangat produktif). Item pertanyaan variabel usia hanya

berjumlah 1 yang tertera pada identitas responden yang menginformasikan

mengenai rentang usia para guru di SMP Negeri 1 Jiwan sebagai responden

dalam penelitian ini. Dari informasi tersebut diketahui bahwa seluruh

responden yang berjumlah 40 berusia antara 36-40 tahun ke atas atau dapat

dikatakan memiliki usia produktif seperti yang dijelaskan pada Bab II

mengenai indikator usia produktif yang menggolongkan rentang usia antara

15-64 tahun tergolong sebagai usia produktif dan seluruh responden termasuk

Tabel V.8

Analisis Deskriptif Variabel Faktor Lingkungan Kerja (X3) No. Item Pertanyaan Rata-rata Kategori

1 Penerangan di ruang kerja saya

sudah baik 4,2 Nyaman 2 Suhu udara di ruang kerja saya

selalu sejuk 3,475 Nyaman

3

Lingkungan kerja saya relatif tenang dan jauh dari suara bising

3,55 Nyaman

4

Warna yang digunakan di ruangan saya membuat saya nyaman saat bekerja

3,85 Nyaman

5

Adanya tanggung jawab atas keamanan (fisik) karyawan saat bekerja

3,8 Nyaman

6

Luas ruang kerja saya sudah sesuai sehingga tidak

mengganggu gerak saya ketika bekerja

4,1 Nyaman

Rata-rata 3,83 Nyaman

Berdasarkan perhitungan di atas, diperoleh nilai rata-rata item variabel faktor

lingkungan kerja sebesar 3,83 (lingkungan kerja nyaman), menunjukkan

bahwa lingkungan kerja Guru di SMP Negeri 1 Jiwan dapat terbilang

nyaman. Hal ini dapat dibuktikan dengan rata-rata yang mempunyai angka

tertinggi pada item nomor 1 yaitu “Penerangan di ruang kerja saya sudah baik” sebesar 4,2 (lingkungan kerja nyaman). Rata-rata terendah pada item nomor 2 yaitu “Suhu udara di ruang kerja saya selalu sejuk” dengan rata-rata sebesar 3,475 (lingkungan kerja nyaman).

Tabel V.9

Analisis Deskriptif Variabel Kinerja Karyawan (Y)

No. Item Pertanyaan Rata-rata Kategori

1

Saya dapat menyelesaikan semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawab saya dengan tepat waktu

3,475 Kinerja baik

2

Saya sangat mengutamakan ketelitian untuk menunjang kualitas pekerjaan saya

3,55 Kinerja baik

3

Saya mampu menyelesaikan pekerjaan yang lebih baik dibandingkan rekan kerja yang lain

3,85 Kinerja baik

4

Saya mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan standar kerja yang diberlakukan

3,8 Kinerja baik

5

Saya mampu untuk

bekerjasama dengan rekan kerja yang lain demi terselesainya pekerjaan

4,1 Kinerja baik

Rata-rata 3,755 Kinerja baik

Berdasarkan perhitungan di atas, diperoleh nilai rata-rata item variabel kinerja

karyawan sebesar 3,755 (kinerja baik), menunjukkan bahwa kinerja Guru di

SMP Negeri 1 Jiwan dapat terbilang baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan

rata-rata yang mempunyai angka tertinggi pada item nomor 5 yaitu “Saya mampu untuk bekerjasama dengan rekan kerja yang lain demi terselesainya

pekerjaan” sebesar 4,1 (kinerja baik). Rata-rata terendah pada item nomor 1 yaitu “Saya dapat menyelesaikan semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawab saya dengan tepat waktu” dengan rata-rata sebesar 3,475 (kinerja baik).

C. Pengujian Validitas dan Realibilitas

Dalam penelitian ini digunakan program perhitungan komputer untuk

melakukan uji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh selama penelitian.

Program yang digunakan yaitu SPSS 16. Data yang digunakan sebanyak 40

responden yang kemudian layak untuk diukur kevalidan datanya yang

selanjutnya dapat dianalisis lebih lanjut.

1. Uji Validitas

Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan

menggunakan teknik korelasi product moment pearson. Dikatakan valid

Tabel V.10 Hasil Uji Validitas

Sumber: Data Primer, diolah 2015

Berdasarkan tabel V.10 di atas, dapat diketahui bahwa hasil uji

validitas masing-masing variabel motivasi kerja, usia, faktor lingkungan

kerja dan kinerja karyawan menunjukkan butir pernyataan memiliki nilai

rhitung > rtabel (0,312) maka dapat disimpulkan, hasil uji validitas pada

semua butir pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik

analisis Cronbach Alpha. Suatu kuesioner dapat dikatakan reliabel apabila

mempunyai alpha ≥ 0,6. Hasil uji reliabilitas disajikan pada tabel V.2 seperti berikut ini:

Variabel Butir rhitung rtabel Status Motivasi Kerja (X1) 1 2 3 4 5 6 0,782** 0,444** 0,796** 0,398** 0,573** 0,570** 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Usia (X2) 7 1,000** 0,312 Valid Faktor Lingkungan Kerja (X3) 8

9 10 11 12 13 0,679** 0,825** 0,635** 0,752** 0,415** 0,560** 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Kinerja Karyawan (Y) 14

15 16 17 18 0,673** 0,499** 0,729** 0,661** 0,472** 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 Valid Valid Valid Valid Valid

Tabel V.11 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Alpha Keterangan

Motivasi Kerja (X1) Usia (X2)

Faktor Lingkungan Kerja (X3) Kinerja Karyawan (Y)

0,693 1,000 0,721 0,704 Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel

Sumber: Data Primer, diolah 2015

Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada tabel V.11 tersebut, dapat

dilihat bahwa tiap instrumen variabel meliputi motivasi kerja, usia, faktor

lingkungan kerja dan kinerja karyawan memiliki nilai Cronbach’s Alpha

lebih besar dari 0,6 dan layak dinyatakan reliabel.

Dokumen terkait