BAB II URAIAN TEORI URAIAN TEORI
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
E. Pengujian Hipotesis
1. Uji Serempak (Uji-F)
Uji-F dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara bersamaan (serempak). Hipotesis: Ho : bi = 0, artinya Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio, Return on
Equity, Non Performing Loans dan Firm Size secara simultan tidak berpengaruh
terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar pada perbankan di Bursa Efek Indonesia. Ha : bi ≠ 0, Artinya Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio, Return on Equity, Non Performing Loans dan Firm Size secara simultan berpengaruh dan
signifikan terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar pada perbankan di Bursa Efek Indonesia.
Pada penelitian ini nilai Fhitung akan dibandingkan dengan Ftabel pada tingkat
signifikan (α) = 5%. Kriteria penelitian hipotesis pada uji-F ini adalah: Ho diterima jika Fhitung≤ Ftabel dan Ha diterima jika Fhitung > Ftabel
Tabel 4.12
Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 25.129 5 5.026 4.904 .001a
Residual 86.096 84 1.025
Total 111.225 89
a. Predictors: (Constant), LnSize, LnLDR, LnNPL, LnCAR, LnROE b. Dependent Variable: LnEksposur
Sumber: Hasil pengolahan data (SPSS versi 16.0, 2010)
Berdasarkan Tabel 4.12 diatas mengungkapkan bahwa nilai Fhitung adalah 4.904 dengan tingkat signifikan 0.001, sedangkan Ftabel pada tingkat kepercayaan
α = 5% adalah 2.33. Oleh karena itu pada kedua perhitungan Fhitung > Ftabel dan tingkat signifikannya 0.001 < 0.005 menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen (Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio, Return on Equity,
Non Performing Loans dan Firm Size) secara serempak atau bersama-sama adalah
signifikan terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar. 2. Uji secara parsial (Uji-t)
Uji-t dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Hipotesis:
H0 : bi = 0, artinya Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio, Return on
Equity, Non Performing Loans dan Firm Size secara parsial tidak berpengaruh
terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar pada perbankan di Bursa Efek Indonesia. Ha : bi ≠0, artinya Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio, Return on
signifikan terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar pada perbankan di Bursa Efek Indonesia.
Pada penelitian ini nilai thitung akan dibandingkan dengan ttabel pada tingkat signifikan (α) = 5%. Kriteria pengambilan keputusan pada uji-t ini adalah : Ha ditolak (H0 diterima) jika : - ttabel ≤thitung ≤ttabel
Ha diterima (H0 ditolak) jika : - ttabel > - thitung atau thitung > ttabel
Tabel 4.13 Hasil Uji Parsial (Uji-t)
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 21.939 7.098 3.091 .003 LnCAR -.741 .353 -.214 -2.099 .039 LnLDR -.902 .526 -.175 -1.715 .090 LnROE .143 .159 .111 .896 .373 LnNPL -.172 .125 -.155 -1.376 .173 LnSize -7.325 1.980 -.398 -3.699 .000
a. Dependent Variable: LnEksposur
Sumber: Hasil pengolahan data (SPSS versi 16.0, 2010)
Analisis Tabel 4.13 untuk mengetahui pengaruh secara parsial dari Capital
Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio, Return on Equity, Non Performing Loans
dan Firm Size terhadap terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar. a. Capital Adequacy Ratio (CAR)
Variabel Capital Adequacy Ratio memliliki nilai signifikan 0.039 < 0.05, artinya signifikan dan thitung < ttabel dimana thitung -2.099 < ttabel 1.990 berarti
terdapat pengaruh negatif. Secara parsial, variabel Capital Adequacy Ratio negatif dan signifikan terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar. Variabel Capital Adequacy
Ratio mempunyai nilai koefisien regresi sebesar -0.741 berarti bahwa antara
variabel Capital Adequacy Ratio adalah tidak searah. Hal tersebut diinterpretasikan jika Capital Adequacy Ratio meningkat 1% maka eksposur fluktuasi nilai tukar akan berkurang sebesar 0.741 dengan asumsi variabel bebas lainnya relatif konstan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Anggraeni yang menyatakan bahwa Capital Adequacy Ratio berdampak negatif terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar hanya saja secara statistik signifikan.
b. Loan to Deposit Ratio (LDR)
Variabel Loan to Deposit Ratio berpengaruh secara negatif dan tidak signifikan terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar. Hal ini ditunjukkan nilai signifikan sebesar 0.090 < 0.05 dan nilai thitung -1.715 < ttabel 1.990. Hasilnya menunjukkan bahwa secara signifikan kemampuan bank untuk mengkomposisikan jumlah kredit dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri tidak mempengaruhi eksposur fluktuasi nilai tukar, artinya secara signifikan naik turunnya Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak mempengaruhi eksposur fluktuasi nilai tukar. Berdasarkan model regresi diperoleh koefisien variabel bebas LDR sebesar -0.902 yang secara statitistik tidak ada bukti bahwa setiap penambahan 1% Loan to Deposit Ratio (LDR), maka akan mengurangi eksposur fluktuasi nilai tukar sebesar 0.902.
Hasil penelitian ini memperkuat teori yang menyatakan bahwa salah satu indikator membaiknya kinerja keuangan perbankan adalah dengan membaiknya fungsi intermediasi bank (Anggraeni, 2003). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anggraeni, dimana ditemukan adanya pengaruh LDR yang negatif terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar, hanya saja secara statistik hasilnya tidak signifikan.
c. Return on Equity (ROE)
Variabel Return on Equity berpengaruh secara negatif dan tidak signifikan terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar. Hal ini ditunjukkan nilai signifikan sebesar 0.373 > 0.05 dan nilai thitung 0.896 < ttabel 1.990. Hasilnya menunjukkan bahwa secara signifikan kemampuan bank untuk memberikan tingkat pengembalian saham tidak berpengaruh signifikan terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar. Artinya secara signifikan naik turunnya Return on Equity (ROE) tidak mempengaruhi eksposur fluktuasi nilai tukar. Berdasarkan model regresi diperoleh koefisien variabel bebas ROE sebesar 0.143 yang secara statitistik tidak ada bukti bahwa setiap penambahan 1% Return on Equity (ROE), maka akan mengurangi eksposur fluktuasi nilai tukar sebesar 0.143. Hasil penelitian ini memperkuat teori yang menyatakan bahwa variabel ROE memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar (Anggraeni, 2003). d. Non Performing Loans (NPL)
Variabel Return on Equity berpengaruh secara negatif dan tidak signifikan terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar. Hal ini ditunjukkan nilai signifikan sebesar 0.373 > 0.05 dan nilai thitung -1.376 < ttabel 1.990. Hasilnya menunjukkan
bahwa secara signifikan resiko bank atas kredit yang tidak dibayar kembali oleh debiturnya tidak mempengaruhi eksposur fluktuasi nilai tukar, artinya secara signifikan naik turunnya Non Performing Loans tidak mempengaruhi eksposur fluktuasi nilai tukar. Berdasarkan model regresi diperoleh koefisien variabel bebas
Non Performing Loans sebesar -0.172 yang secara statistik tidak ada bukti bahwa
setiap penambahan 1% Firm Size, maka akan mengurangi eksposur fluktuasi nilai tukar sebesar 0.172.
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakkukan Anggraeni, yang menyatakan bahwa Non Performing Loans memberikan dampak positif dan signifikan terhadap eksposur flukutuasi nilai tukar.
e. Firm Size
Variabel Firm Size berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar. Hal ini ditunjukkan nilai signifikan sebesar 0.000 < 0.05 dan nilai thitung -3.699 < ttabel 1.990. Hasilnya menunjukkan bahwa secara signifikan ukuran atau skala ekonomi perusahaan perbankan mempengaruhi eksposur fluktuasi nilai tukar, artinya secara signifikan naik turunnya Firm Size mempengaruhi eksposur fluktuasi nilai tukar. Berdasarkan model regresi diperoleh koefisien variabel bebas Firm Size sebesar -7.325 yang secara statistik membuktikan bahwa setiap penambahan 1% Firm Size, maka akan menurunkan eksposur fluktuasi nilai tukar sebesar 7.325.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Anggraeni yang menyatakan bahwa Firm Size berdampak negatif terhadap eksposur fluktuasi
nilai tukar hanya saja secara statistik signifikan, ini berarti perusahaan-perusahaan dengan skala besar memiliki kepakaran dalam hal mengelola resiko yang diakibatkan oleh perubahan nilai tukar.
BAB V