ETR = Beban Pajak Penghasilan
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Uji Asumsi Klasik 1 Uji Normalitas
4.4.4 Uji Signifikan Parsial (uji t)
Untuk menentukan pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen di gunakan uji t. Dari hasil pengujian analisis regresi sebagaimana pada lampiran diketahuinilai t hitung sebagai berikut :
Tabel 4.9
Tabel Uji Signifikan Parsial (uji t) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.020 .040 -.493 .624 INST .065 .036 .297 1.810 .077 DK .008 .004 .336 1.921 .062 AUDIT .012 .016 .129 .735 .466 TOBIN .003 .004 .109 .787 .436 ETR -.124 .115 -.157 -1.083 .285 a. Dependent Variable: BTG
Sumber : data sekunder yang diolah, 2016
Hasil pengolahan uji signifikan parsial antara variabel independen yaitu kepemilikan institusi, dewan komisaris, kualitas audit, rasio tobin’s Q dan tarif efektif pajak terhadap variabel dependen yaitu penghindaran pajak adalah sebagai berikut :
1. Pengujian hipotesis 1
Dari hasil pengujian hipotesis variabel INST diperoleh nilai t = 1,810 dengan probabilitas sebesar 0,077. Nilai signifikansi di atas 0,05 (0,077 > 0,05) menunjukkan bahwa variabel INST memiliki pengaruh positif dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penghindaran pajak. Dengan demikian berarti bahwa Hipotesis 1 ditolak.
2. Pengujian Hipotesis 2
Dari hasil pengujian hipotesis variabel DK diperoleh nilai t = 1,921 dengan probabilitas sebesar 0,062. Nilai signifikansi di atas 0,05 (0,062 > 0,05) menunjukkan bahwa variabel DK memiliki pengaruh positif dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penghindaran pajak. Dengan demikian berarti bahwa Hipotesis 2 ditolak.
3. Pengujian Hipotesis 3
Dari hasil pengujian hipotesis variabel AUDIT diperoleh nilai t = 0,735 dengan probabilitas sebesar 0,466. Nilai signifikansi di atas 0,05 (0,466 > 0,05) menunjukkan bahwa variabel AUDIT memiliki pengaruh positif dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penghindaran pajak pada. Dengan demikian berarti bahwa Hipotesis 3 ditolak.
4. Pengujian Hipotesis 4
Dari hasil pengujian hipotesis variabel Tobin’s Q diperoleh nilai t = 0,787 dengan probabilitas sebesar 0,436. Nilai signifikansi di atas 0,05 (0,436 > 0,05) menunjukkan bahwa variabel Tobin’s Q memiliki pengaruh positif dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penghindaran pajak pada. Dengan demikian berarti bahwa Hipotesis 4 ditolak.
5. Pengujian Hipotesis 5
Dari hasil pengujian hipotesis variabel ETR diperoleh nilai t = -1,083 dengan probabilitas sebesar 0,285. Nilai signifikansi di atas 0,05 (0,285 > 0,05) menunjukkan bahwa variabel ETR memiliki pengaruh negatif dan tidak
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penghindaran pajak pada. Dengan demikian berarti bahwa Hipotesis 5 ditolak.
4.5 Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa variabel kepemilikan institusi, dewan komisaris, kualitas audit, rasio tobin’s Q dan tarif efektif pajak berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel penghindaran pajak. Namun, untuk uji pengaruh secara parsial variabel kepemilikan institusi, dewan komisaris, kualitas audit dan rasio tobin’s Q memiliki pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap variabel penghindaran pajak. Sedangkan, variabel tarif efektif pajak memiliki pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap variabel penghindaran pajak.
1. Kepemilikan Institusi
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa jumlah kepemilikan saham oleh institusi berpengaruh psitif dan tidak signifikan terhadap penghindaran pajak. keberadaan pemilik institusi tersebut mengindikasikan adanya tekanan dari pihak institusi kepada manajemen perusahaan untuk melakukan kebijakan pajak yang agresif untuk memaksimalkan perolehan laba. Hal ini sesuai dengan penelitian-penelitian terdahulu seperti yang dipaparkan oleh Pohan (2008) dan Annisa (2012) yang menghasilkan kesimpulan bahwa saham yang dimiliki institusi mempengaruhi secara signifikan terhadap penghindaran pajak.
2. Dewan Komisaris
Berdasarkan hasil penelitian struktur dewan komisaris dalam perusahaan berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap penghindaran pajak. Semakin besar dewan komisaris dari luar perusahaan menuntut manajemen bekerja lebih efektif dalam pengawasan dan pengendalian pengelolaan perusahaan oleh direksi dan manajer. Banyak sedikitnya jumlah dewan komisaris dalam suatu perusahaan tidak secara signifikan mempengaruhi penurunan aktivitas penghindaran pajak. dewan komisaris yang berperan sebagai pemegang saham cenderung menginginkan hasil yang lebih besar, dengan kewajiban pajak yang lebih kecil. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Annisa (2012) yang menghasilakan kesimpulan bahwa jumlah dewan komisaris tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penghindaran pajak.
3. Kualitas Audit
Berdasarkan hasil penelitian kualitas audit dalam perusahaan berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap penghindaran pajak. Apabila suatu perusahaan diaudit oleh KAP The Big Four akan semakin sulit melakukan kebijakan pajak yang agresif sehingga manajemen sulit untuk melakukan manipulasi laba. Karena jika pajak yang dibayarkan terlalu tinggi memaksa perusahaan untuk melakukan penghindaran pajak. Tidak menutup kemungkinan bahwa KAP yang bereputasi baik tidak melakukan suatu tindakan kecurangan. Hanya saja perusahaan yang menggunakan KAP The Big Four mudah untuk menarik investor dan kepercayaan dari masyarakat
umum. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Maharani dan Suardana (2014) yang menghasilkan kesimpulan bahwa kualitas audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penghindaran pajak.
4. Rasio Tobin’s Q
Bedasarkan hasil penelitian rasio tobin’s Q dalam penelitian ini berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penghindaran pajak. Rasio tobin’s Q pada umumnya untuk mengukur kinerja manajemen, disamping dipakai sebagai proxy untuk ukuran perusahaan, kinerja saham perusahaan di pasar modal atau nilai perusahaan (firm value), perusahaan yang mempunyai nilai kurang dari satu adalah target take over dikarenakan harga jual perusahaan yang cenderung murah, sebaliknya perusahaan yang mempunyai nilai lebih dari satu adalah perusahaan yang mempunyai kinerja yang relatif baik, artinya perusahaan dengan kinerja dan nilai perusahaan baik lebih banyak menarik minat investor. Perusahaan yang memiliki nilai tobin’s Q yang baik belum tentu tidak melakukan penghindaran pajak. Hasil penelitian ini berbeda dengan yang dilakukan oleh Pohan (2008) yang menghasilkan kesimpulan bahwa rasio tobin’s Q menunjukkan signifikan yang nyata dan koefisien negatif terhadap penghindaran pajak.
5. Tarif Effektif Pajak
Bedasarkan hasil penelitian tarif efektif pajak berpengaruh negatif dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penghindaran pajak. Tarif efektif pajak merupakan proxy dari perencanaan pajak. Perencanaan pajak bertujuan untuk memperkecil pembayaran kewajiban perpajakan, keberhasilan suatu
manajemen pajak diukur dari keberhasilan perusahaan tersebut menurunkan tarif efektif pajaknya. Hasil penelitian ini berbeda dengan dilakukan oleh Pohan (2008) yang menyimpulkan bahwa signifikansi tarif pajak efektif nyata berpengaruh secara positif terhadap penghindaran pajak. Namun, hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian sibarani (2012) yang menyimpulkan bahwa tarif efektif pajak tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kegiatan penghindaran pajak.
BAB V