BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.5. Uji Hipotesis
4.5.1. Uji Signifikan Parsial (Uji T)
Uji-t dilakukan untuk menguji apakah word of mouth (X) secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian (Y).
Berdasarkan hasil yang diolah melalui software statistik maka uji-t yang diperoleh sebagai berikut: a. Dependent Variabel : Keputusan Pembelian
Sumber : Data diolah dengan statistic softwere
Berdasarkan tabel 4.13 di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai thitung word of moth adalah 12,070 dan nilai ttabel dengan sig < 0,05 dan df = n-k, yaitu 61-2 = 59, maka didapat ttabel satu sisi sebesar 1,671 sehingga thitung > ttabel (12,070 >
1,671, maka dapat disimpulkan bahwa word of mouth berpengaruh positif dan nilai signifikan (0,000 < 0,05) berarti word of mouth berpengaruh secara signifikan (nyata) terhadap keputusan pembelian. Hal ini berarti pada word of mouth, Ha diterima dan H0 ditolak.
2
Uji koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Nilai koefisien determinasi adalah di antara nol dan satu. Semakin kecil nilai R2 maka semakin terbatas kemampuan variabel-variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat.
Tabel 4.14
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,844a ,712 ,707 5,369
a. Predictors: (Constant), Word Of Mouth Sumber : Data diolah dengan statistic softwere
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan seberapa kuat hubungan antara kedua variabel dan untuk melihat seberapa besar variabel keputusan pembelian (Y) dipengaruhi oleh variabel word of mouth (X).
Berdasarkan tabel 4.2 dapat disimpulkan bahwa:
1. Dapat dilihat nilai R = 0,844 menunjukkan bahwa hubungan antara word of mouth (X) terhadap keputusan pembelian (Y) adalah sebesar 84,4 %. Hal ini berarti bahwa word of mouth (X) dan keputusan pembelian (Y) memiliki hubungan yang sangat erat.
2. Nilai R Square sebesar 0,712 menunjukkan bahwa word of mouth (X) mampu menjelaskan keputusan pembelian (Y) sebesar 71,2 %.
Sedangkan sisanya dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
4.6 Pembahasan
Pada bab ini peneliti membahas analisi data yang diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahsiswa FISIP USU 13 yang pernah berbelanja online di Shopee pada bulan Febuari 2017. Kuesioner ini membahas pengaruh word of mouth terhadap proses keputusan pembelian pada produk-produk online di Shopee. Kuesioner disebarkan secara online melalui Google Form. Data yang diperoleh dari hasil kuesioner terdiri dari dua macam yaitu data karakteristik responden dan data penelitian.
Berdasarkan hasil analisa terhadap hasil jawaban yang diberikan responden, dapat disimpulkan bahwa variabel word of mouth mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel keputusan pembelian produk-produk online di Shopee. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas yang dilakukan, dinyatakan bahwa 30 pernyataan pada setiap variabel adalah valid dan reliabel. Ini dibuktikan dari semua nilai indikator yang digunakan dalam penelitian ini lebih besar daro 0,3061yaitu nilai koefisien korelasi > 0,3061 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid. Dan untuk Uji Reliabilitas dapat dibuktikan dari nilai Cronbach’s Alpha >0,6 yaitu 0,851yaitu 0,851 > 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator pada word of mouth yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan Reliabel. Kemudian dibuktikan dari nilai Cronbach’s Alpha > 0,6 yaitu 0,901 > 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa
semua indikator pada Keputusan Pembelian yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan Reliabel.
Dari hasil analisis regresi linear sederhana, diperoleh persamaan regresi linear sederhana yaitu Keputusan Pembelian (Y) = 4,398 + 1.168X. interpretasi persamaan tersebut Konstanta (a) sebesar 4,398. Koefisien regresi varibel word of mouth sebesar 1,168 (positif) artinya menujukkan bahwa word of mouth berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk-produk online di Shopee.
Dari hasil analisa secara parsial, variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen yaitu keputusan Pembelian. Hal ini dapat dilihat pada tabel coefficient melalui pengujian hipotesis dan kemudian dibandingkan dengan nilai ttabel yaitu N = jumlah sampel 61 dengan a = 0,05 didapat ttabel sebesar 1,671. Maka dari hasil analisis SPSS diperoleh hasil dari tiap-tiap variabel dan dapat diketahui pengaruh word of mouth terhadap keputusan pembelian, sehingga dapat disimpulkan bahwa dari Uji Parsial (t) adalah pengaruh variabel word of mouth (X) terhadap keputusan pembelian (Y). Hasil perhitungan nilai thitung untuk variabel word of mouth (X) adalah 12,070 > 1,671. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa variabel word of mouth (X) secara parsial memiliki pengaruh dan nyata (signifikan) terhadap variabel keputusan pembelian. Maka Ho
yang menyatakan variabel yang menyatakan variabel word of mouth tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Ditolak, sedangkan Ha yang menyatakan variabel word of mouth memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian Diterima.
Berdasarkan hasil Uji Koefisien Determinasi, nilai R pada word of mouth sebesar 0,844 menyatakan bahwa hubungan antara variabel independen (word of mouth terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian sebesar 8,44 yang berarti hubungan antar variabel tergolong Sangat Erat. Dan berdasarkan nilai adjusted R square sebesar 0,712 yang berarti 71,2 % keputusan pembelian dapat dipengaruhi oleh word of mouth, sedangkan sisanya 28,8 % dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sehingga dapat disimpulkan toko online (Shopee) sangat perlu memperhatikan word of mouth agar perusahaan lebih meningkat.
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini serta pembahasan yang telah diuraikan mengenai Pengaruh Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian, maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Dari hasil perhitungan Uji Instrumen yang menyatakan semua indikator yang digunakan untuk mengukur variabel yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai nilai koefisien korelasi > 0,3061. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semua pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Valid. Kemudian pada hasil pengujian Reliabilitas pada word of mouth dengan nilai Cronbach’s Alpha > 0,6 yaitu 0,851 > 0,6 hal ini membuktikan instrumen penelitian tersebut berupa kuesioner ini adalah Reliabel karena bernilai lebih besar dari 0,6. Dan hasil pengujian Reliabilitas pada Keputusan pembelian dengan nilai Cronbach’s Alpha >
0,6 yaitu 0,901 > 0,6 6 hal ini membuktikan instrumen penelitian tersebut berupa kuesioner ini adalah Reliabel karena bernilai lebih besar dari 0,6.
2. Terdapat pengaruh antara variabel word of mouth (independen) terhadap keputusan pembelian (dependen) pada Shopee sebesar 71,2%. Artinya penggunaan word of mouth dapat menjelaskan 71,2% proses keputusan pembelian produk-produk online di Shopee.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan diatas, maka penulis mencoba untuk memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Word Of Mouth sangat berpengaruh dalam meningkatkan Keputusan Pembelian pada konsumen, oleh karena itu Shopee sebaiknya mempertahankan keunggulannya dan menambah inovasi-inovasi yang baru untuk dapat meningkatkan minat beli konsumen dan dapat menjadi bahan perbincangan di kalangan konsumen.
2. Untuk memicu word of mouth pada konsumen, sebaiknya Shopee lebih sering mengadakan kuis yang dapat memicu timbulnya word of mouth, seperti mengadakan kuis atau lomba review produk oleh konsumen yang telah berbelanja di Shopee untuk memicu pencarian informasi oleh calon konsumen.
Daftar Pustaka
Alma, Buchari (2011). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung : Alfabeta.
Dewi, Sutrisna (2007). Komunikasi Bisnis . Yogyakarta :Andi.
Djohan, Agustinus Johanes (2016). Manajemen Strategi Pemebelian. Malang : Media Nusa Creative.
Hasan, Ali (2010). Marketing dari Mulut ke Mulut : Word of Mouth Marketing.
Yogyakarta : Media Pressindo.
Juliandi, Azuar (2013). Metodologi Penelitian Kuantatif untuk Ilmu-Ilmu Bisnis.
Bandung : Citapustaka Media Perintis.
Sangadji, Etta Mamang (2013) Perilaku Konsumen : Pendekatan Praktis.
Yogyakarta : Andi.
Sernovitz, Andy. 2009. Word Of Mouth Marketing. New York : Kaplan Inc Setiyaningrum, Ari (2015). Prinsip-Prinsip Pemasaran. Yogyakarta : Andi.
Sugiyono (2012). Metode Penelitian Bisnis . Bandung : Alfabeta.
Sumarwan, Ujang (2011). Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Bogor : Ghalia Indonesia.
Tjiptino, Fandy (2015). Strategi Pemasaran. Yogyakarta : Andi.
Jurnal dan Skripsi
Abizar Giffari, Jusni dan Andi Ratna Saridewi. Pengaruh Komunikasi Pemasaran Word Of Mouth Terhadap Keputusan Nasabah Dalam Mengambil Kredit Pada Al-Ghiffari Finance. Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin.
Asia Virani Bolang, Farah Oktafani. Pengaruh Word of Mouth dan Persepsi Nilai Terhadap Proses Keputusan Pembelian Pada Cafe Roti Gempol Dan Kopi Anjis Cabang Suryasumantri Bandung. Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Komuniaksi dan Bisnis, Universitas Telkom
Benazir, Kumala Octaviana. 2012. Pengaruh Word Of Mouth Communication Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Tunes Hotel Kuta Bali. Universitas Indonesia FISIP Ilmu Administrasi Niaga Depok.
Octaviantika Benazir Kumala. Pengaruh Word Of Mouth Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Tune Hotels Kuta-Bali. Program Studi Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia.
Puji Rahavu dan Muhammad Edward. Pengaruh Word Of Mouth Terhyadap Keputusan Konsumen Produk Smartfren Andromax. Pendidikan Ekonomi Tata Niaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negri Surabaya.
Rini Andari, dan Dela Maghfira Napu. Pengaruh Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Tiket Maskapai Penerbangan Domestik Di Davina Tour And Travel Gorontolo. Manajemen Pemasaran Pariwisata, FPIPS UPI.
Internet
www.liputan6.com(Diakses Pada Tanggal 11 November 2016)
www. Dirmahasiswa.usu.ac.id (Diakses Pada Tanggal 1 Desember 2016)