• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian

4.1.4. Uji Hipotesis

4.1.4.3. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh seluruh variabel independen price earning ratio, earning per share, dan devidend per share terhadap harga saham yaitu Hasil uji F ditunjukkan pada tabel 4.8 berikut:

Tabel 4.8 Uji F ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 18582493.346 3 6194164.449 15.351 .000b Residual 14525877.629 36 403496.601 Total 33108370.975 39

a. Dependent Variable: SPRICE

b. Predictors: (Constant), DPS, PER, EPS

Berdasarkan hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa secara bersama-sama (simultan) variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Hal ini dapat dibuktikan dari nilai F hitung sebesar 15.351 dengan signifikansi sebesar 0.000. Nilai F hitung ini lebih besar dari F tabel sebesar 2.68. Apabila nilai signifikansi di bawah 0.05 atau 5% maka regresi dapat

digunakan untuk memprediksi harga saham atau dapat dikatakan bahwa price earning ratio, earning per share, dan dividend per share berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap harga saham.

4.2 Pembahasan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama atau simultan, variabel investasi yang diukur menggunakan price earning ratio, earning per share, dan dividend per share berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham pada Perusahaan Asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013, yang diperoleh melalui pengujian signifikansi simultan (Uji F) yang menunjukkan nilai F hitung sebesar 15.351 yang lebih besar dari F tabel sebesar 2.68, dan juga signifikansi sebesar 0.000 < 0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa apabila variabel price earning ratio, earning per share, dan dividend per share ditingkatkan, maka harga saham perusahaan asuransi dapat meningkat. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Priatinah dan Kusuma (2012) yang menyatakan bahwa EPS dan DPS berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham di perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Hasil pengujian koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0.525 yang berarti 52.5% harga saham dipengaruhi oleh variabel price earning ratio, earning per share, dan dividend per share, sedangkan sisanya sebesar 47.5% dipengaruhi oleh variabel lain seperti profitabilitas perusahaan, leverage, likuiditas dan lain sebagainya. Hasil penelitian ini juga didukung oleh teori yang diungkapkan oleh Brigham et al (1998) bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi harga saham, diantaranya adalah proyeksi laba per lembar

saham (EPS), tingkat resiko dari proyeksi laba, proporsi utang perusahaan terhadap ekuitas, serta kebijakan pembagian deviden (DPS).

Pengaruh Price Earning Ratio terhadap Harga Saham

Price Earning Ratio memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap harga saham, yang berarti bahwa apabila kita meningkatkan variabel price earning ratio, maka harga saham tidak akan meningkat. Hasil penelitian ini didapatkan melalui uji t dengan nilai t hitung 1.131 < t tabel 1.687 dan nilai sig sebesar 0.266 > 0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa price earning ratio yang tinggi maupun rendah tidak akan berpengaruh banyak terhadap harga saham, terutama pada harga saham perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013. Hasil penelitian ini berbeda dengan teori yang diungkapkan oleh Tjiptono (2006:140) bahwa price earning ratio yang semakin murah adalah semakin baik untuk diinvestasikan karena saham tersebut semakin murah, atau dengan kata lain, price earning ratio memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Walaupun demikian, hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Esti (2005) yang menyatakan bahwa price earning ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Trias Kusuma Hastuti (2004) menggunakan variabel bebas ROA, ROE, PER, dan BBV dalam penelitiannya. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa PER tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham.

Pengaruh Earning per Share terhadap Harga Saham

Earning per Share memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, yang berarti bahwa apabila kita meningkatkan variabel earning per share maka harga saham akan meningkat. Hasil penelitian ini didapatkan melalui uji t dengan nilai t hitung 5.795 > t tabel 1.678 dan nilai sig sebesar 0.000 < 0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel earning per share adalah variabel yang paling mendominasi harga saham. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Taranika Intan (2009) yang berjudul “Pengaruh Dividen Per Share dan Earning Per Share terhadap Harga Saham pada Perusahaan Go Public di Bursa Efek Indonesia”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa EPS berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan go public di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika earning per share suatu saham perusahaan adalah besar, tentu saja akan membuat harga saham yang diperdagangkan di bursa efek juga semakin tinggi. Apabila peningkatan earning per share cukup signifikan dari tahun ke tahun, tentu saja akan menciptakan harga saham yang terus meningkat dari tahun ke tahun berikutnya. Hasil penelitian ini juga didukung oleh teori yang diungkapkan oleh Tjiptono (2006:139), semakin tinggi nilai EPS suatu perusahaan, maka akan menggembirakan pemegang saham karena semakin besar laba yang disediakan untuk pemegang saham, yang kemudian juga akan berpengaruh terhadap harga saham yang diperdagangkan di pasar modal dikarenakan aktivitas jual beli yang meningkat.

Pengaruh Dividend per Share terhadap Harga Saham

Dividend per Share memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap harga saham perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013, yang berarti bahwa apabila variabel dividend per share meningkat, maka harga saham tidak akan meningkat. Hasil penelitian ini didapatkan melalui uji t dengan nilai t hitung 0.284 < t tabel 1.678 dan nilai sig sebesar 0.778 > 0.05. Hasil penelitian ini sedikit berbeda dengan teori yang diungkapkan oleh Brigham et al (1998) bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi harga saham, diantaranya adalah proyeksi laba per lembar saham (EPS), tingkat resiko dari proyeksi laba, proporsi utang perusahaan terhadap ekuitas, serta kebijakan pembagian deviden (DPS). Hasil penelitian yang tidak signifikan ini dikarenakan perusahaan asuransi yang menjadi sampel penelitian kali ini tidak begitu memperhatikan dividen yang diberikan kepada pemegang saham, yang diketahui dari rata-rata DPS hanya sebesar 35.9950, yang tergolong kecil dibandingkan rata-rata EPS sebesar 139.3345, sehingga investor dan calon investor lebih memilih untuk memperhatikan EPS sebelum menginvestasikan dananya, dikarenakan nilai DPS yang kecil. Kemudian, hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Taranika Intan (2009), bahwa DPS tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan go public di BEI, dan juga penelitian yang dilakukan oleh Miranda (2011) yang mengungkapkan bahwa dividend per share tidak berpengaruh terhadap harga saham perusahaan food and beverage yang terdaftar di BEI periode 2006-2009.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait