• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.11 Uji Hipotesis

3.11.2 Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model secara bersama-sama (simultan) dapat menjelaskan variabel dependen (Ghozali, 2018). Pengambilan keputusan pada uji F didasarkan oleh:

1. Apabila Fhitung > Ftabel maka variabel bebas (X) berpengaruh terhadap variabel terikat (Y), maka H0 ditolak. Begitu pula sebaliknya sehingga H0

diterima.

2. Apabila signifikansi (sig.) < 0.05 maka H0 ditolak atau signifikan,

sebaliknya H0 diterima.

3.11.3 Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien Determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel-variabel dependen amat terbatas.

Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali,2018).

50 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Umum Objek Penelitian 4.1.1 Profil Singkat Shopee

Shopee merupakan platform belanja online yang disesuaikan untuk memberikan pelanggan pengalaman belanja online yang mudah, aman, dan cepat melalui dukungan pembayaran yang kuat. Shopee adalah anak perusahaan Sea Group. Shopee didirikan oleh Chris Feng yang merupakan lulusan terbaik dari Universitas Singapura. Pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 secara serentak di 7 negara, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan, Indonesia, Vietnam dan Filipina. Sea Group memiliki misi untuk meningkatkan kualitas kehidupan para konsumen dan pengusaha kecil menjadi lebih baik dengan teknologi. Sea Group terdaftar di NYSE (Bursa Efek New York) dibawah symbol SE.

Shopee hadir di Indonesia pada tahun 2015 lalu, setelah peluncuran di beberapa negara Asia Tenggara sebelumnya, khususnya di Singapura. Awalnya, Shopee memiliki konsep bisnis C2C (Customer to Customer). Seiring perkembangan yang terus dilakukan, Shopee beralih menjadi Hibrid C2C dan juga B2C (Bisnis to Customer). Hal ini ditandai dengan hadirnya Shopee Mall, maka Shopee sudah tidak murni lagi menjadi bisnis C2C.

Shopee Indonesia beralamat di Wisma 77 Tower 2, Jalan Letjen S. Parman, Palmerah, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11410, Indonesia. Shopee dengan sistem barunya yaitu mobile online marketplace, dimana Shopee berperan sebagai aplikasi yang menyediakan wadah untuk bertemunya penjual dan pembeli. Shopee menarik perhatian konsumen sejak kemunculannya pertama kali di Indonesia karena memberikan berbagai jenis fitur yang dapat meningkatkan keterlibatan konsumen

dalam menggunakan aplikasi tersebut dan tidak hanya terbatas sebagai wadah yang mempertemukan penjual dan pembeli. Diantaranya adalah Shopee Games, Shopee Loyalty, Flash sale, Tabungan Emas, pembayaran berbagai jenis tagihan, Shopee Paylater, Shopee Pinjam dan lain- lain.

Shopee mengeluarkan fitur terbaru untuk meningkatkan keterlibatan konsumen dalam berbelanja online dengan merilis fitur “Shopee Live” pada Kamis, 6 Juni 2019 (Sumber: Business Insider,2019). Fitur ini memungkinkan pembeli dan penjual dapat berinteraksi secara langsung namun tidak bertemu secara langsung (Kontak Fisik).

Shopee memiliki berbagai variasi produk yang lengkap, mulai dari perlengkapan rumah tangga, perlengkapan ibu dan anak, peralatan elektronik, pakaian pria dan wanita, perlengkapan bayi, aksesoris, produk perawatan kesehatan dan kecantikan, dan lain sebagainya. Shopee juga memiliki fitur harga termurah yang memungkinkan konsumen mendapatkan harga termurah dari produk yang dicarinya. Selain itu Shopee juga dilengkapi dengan sistem Garansi Shopee, yaitu suatu perlindungan untuk pembeli dengan cara menahan dana pembeli sampai ada konfirmasi dari pembeli bahwa barang sudah diterima dengan baik atau pihak jasa kirim mengkonfirmasi bahwa pesanan sudah sampai ke lokasi pengiriman. Setelah sistem menerima konfirmasi tersebut, dana akan diteruskan ke rekening penjual. Hal ini membuat konsumen sangat percaya dan merasa aman saat berbelanja di Shopee.

Gambar 4.1 Logo Shopee

Sumber : Shopee.co.id (2021)

Logo Shopee diwarnai dengan warna orange yang diartikan sebagai warna yang hangat, mempunyai daya tarik dan meningkatkan daya minat pembeli. Gambar keranjang melambangkan keranjang belanjaan dan S adalah symbol dari Shopee.

4.1.2 Visi dan Misi

Shopee hadir di Indonesia dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan e-commerce dengan berbagai jenis penawaran yang dihadirkan. Shopee hadir sebagai mobile marketplace dengan visi dan misi sebagai berikut:

a. Visi

“Menjadi mobile marketplace nomor 1 di Indonesia”

b. Misi

“Mengembangkan jiwa kewirausahaan bagi para penjual di Indonesia”

4.2 Penyajian Data

4.2.1 Deskripsi Identitas Responden

Identitas responden pada penelitian ini meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, penghasilan/ uang saku per bulan, intensitas responden melakukan

pembelian di Shopee dan intensitas responden melakukan pembelian di Shopee dengan fitur Shopee Live. Identitas responden yang diperoleh oleh peneliti sebagai berikut:

1. Jenis Kelamin

Berdasarkan jenis kelamin, responden dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu laki-laki dan perempuan. Hasil analisis data untuk jenis kelamin responden dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.1

Identitas Rresponden Berdasarkan Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin Jumlah Presentase (%)

1 Laki- Laki 15 15%

2 Perempuan 85 85%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer Peneliti (2021)

Berdasarkan tabel 4.1 dapat disimpulkan bahwa mayoritas pengguna Shopee di kota Medan yang menggunakan fitur Shopee Live adalah pengguna Shopee berjenis kelamin perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen perempuan memiliki minat yang lebih tinggi dalam berbelanja di Shopee dengan fitur Shopee Live karena umumnya perempuan memiliki kebutuhan yang lebih banyak, waktu lebih luang untuk menonton live streaming marketing yang menimbulkan rasa ingin tahu serta memiliki pertimbangan lebih detail atas produk yang akan dibeli seperti keandalan serta kualitas produk dibandingkan laki-laki sehingga lebih memungkinkan melakukan pembelian ulang.

2. Usia Responden

Berdasarkan karakteristik usia responden, dalam penelitian ini peneliti mengelompokkan jenjang usia responden menjadi 3 karakteristik, dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 4.2

Identitas Responden Berdasarkan Usia Responden

No. Usia Responden Jumlah Presentase (%)

1 17-25 Tahun 94 94%

2 26- 35 Tahun 4 4%

3 >35 Tahun 2 2%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer Peneliti (2021)

Berdasarkan data pada tabel 4.2, dapat dilihat bahwa responden terbanyak berada pada kategori usia 17-25 tahun. Hal ini dapat disebabkan bahwa pada usia 17-25 tahun merupakan usia konsumtif. Dimana kebutuhan semakin banyak dan untuk melengkapi kebutuhan tersebut konsumen pada usia 17-25 tahun biasanya lebih memilih berbelanja online karna lebih efisien dari segi waktu dan biaya dari pada berbelanja offline, serta lebih tanggap dalam mengikuti perkembangan teknologi khususnya dalam berbelanja online.

3. Pekerjaan

Data mengenai karakteristik responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.3

Identitas Responden Berdasarkan Pekerjaan

No. Pekerjaan Jumlah Presentase (%)

1 Pelajar/ Mahasiswa 86 86%

2 Wiraswasta 3 3%

3 Karyawan 7 7%

4 Lainnya 4 4%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer Peneliti (2021)

Berdasarkan data pada tabel 4.3, dapat dilihat bahwa 86% (86 Orang) responden pada penelitian ini berstatus pelajar/ mahasiswa. Perkembangan marketplace situs belanja online dapat mempengaruhi minat beli ulang dan gaya hidup pelajar/ mahasiswa. Dimana pelajar/ mahasiswa selalu peka dalam perkembangan zaman khususnya situs marketplace untuk mempermudah dalam pemenuhan kebutuhan secara efisien baik dari segi waktu dan biaya dengan kualitas yang baik.

4. Penghasilan/ Uang Saku Per Bulan

Data mengenai karakteristik responden berdasarkan penghasilan/ uang saku per bulan dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.4

Identitas Responden Berdasarkan Penghasilan/ Uang Saku No. Penghasilan/ Uang Saku Per Bulan Jumlah Presentase (%)

1 < Rp 1.000.000 59 59%

2 Rp 1.000.001- Rp 2.500.000 28 28%

3 Rp 2.500.001- Rp 3.500.000 5 5%

4 > Rp 3.500.001 8 8%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer Peneliti (2021)

Berdasarkan data pada tabel 4.4, dapat dilihat bahwa 59% (59 Orang) responden menjawab memiliki penghasilan/ uang saku kurang dari Rp 1.000.000/

bulan. Mayoritas responden menjawab demikian karena berdasarkan identitas pekerjaan responden, pekerjaan mayoritas adalah pelajar/ mahasiswa, dimana pada umumnya mereka belum memiliki penghasilan dan belum bekerja sehingga masih bergantung pada uang saku yang diperoleh dari orang tua .

5. Frekuensi Pembelian di Shopee

Data mengenai karakteristik responden berdasarkan intensitas melakukan pembelian pada marketplace Shopee dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.5

Identitas Responden Berdasarkan Berapa Kali Melakukan Pembelian di Shopee

No. Frekuensi Pembelian Jumlah Presentase (%)

1 2 Kali 12 12%

2 3-6 Kali 21 21%

3 > 7 Kali 67 67%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer Peneliti (2021)

Berdasarkan data pada tabel 4.5, dapat dilihat bahwa mayoritas responden sebesar 67% menjawab pernah melakukan pembelian di Shopee lebih dari 7 kali.

Hal ini menunjukkan bahwa Shopee memberikan pelayanan serta kualitas produk yang baik dibenak konsumen Shopee yang ada di kota Medan sehingga dapat menimbulkan minat konsumen untuk melakukan pembelian ulang (Repurchase Intention). Peneliti menganggap responden yang melakukan pembelian lebih dari 2 kali memenuhi syarat untuk mengisi kuesioner karena telah melakukan pembelian lebih dari 1kali berbelanja di Shopee sehingga responden secara otomatis dianggap sudah melakukan pembelian berulang pada marketplace Shopee.

6. Frekuensi Pembelian di Shopee dengan Fitur Shopee Live

Data mengenai karakteristik responden berdasarkan intensitas melakukan pembelian pada marketplace Shopee dengan fitur Shopee Live dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.6

Identitas Responden Berdasarkan Berapa Kali Melakukan Pembelian di Shopee dengan Fitur Shopee Live

No. Frekuensi Pembelian Jumlah Presentase (%)

1 2 Kali 80 80%

2 3-6 Kali 18 18%

3 > 7 Kali 2 2%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer Peneliti (2021)

Berdasarkan data pada tabel 4.6, dapat dilihat bahwa mayoritas responden sebesar 80% menjawab melakukan pembelian di Shopee dengan fitur Shopee Live sebanyak 2 kali. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden yang merupakan pengguna Shopee di kota Medan sudah cukup aware terhadap fitur terbaru Shopee “ Shopee Live” yang dirilis pada tahun 2019 tersebut. Peneliti menganggap responden yang melakukan pembelian lebih dari 2 kali memenuhi syarat untuk mengisi kuesioner karena telah melakukan pembelian lebih dari 1kali berbelanja di Shopee dengan fitur Shopee Live sehingga responden secara otomatis dianggap sudah melakukan pembelian ulang pada fitur Shopee Live.

4.2.2 Variabel Directing Marketing (X1)

Dalam mengukur variabel Direct Marketing, peneliti menggunakan 3 indikator, yaitu target marketing, information access dan creativity. Berikut ini akan disajikan tabel-tabel pendistribusian dari pernyataan yang peneliti ajukan kepada 100 responden.

1. Target Marketing

Target Marketing menunjukkan seberapa baik perusahaan dalam menargetkan pasar untuk mempertahankan pelanggan serta mampu mengaktifkan kembali mantan pelanggan. Berikut ini merupakan tabel distribusi data untuk pernyataan mengenai target marketing.

Tabel 4.7

Jawaban Responden Tentang Rasa Suka Berbelanja Dengan Fitur Shopee Live No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju 2 2%

3 Netral 37 37%

4 Setuju 52 52%

5 Sangat Setuju 9 9%

Total 100 100%

Sumber : Hasil pengolahan data primer (2021)

Berdasarkan data dari jawaban responden pada tabel 4.7, dapat dilihat bahwa 9 responden (9%) menyatakan sangat setuju dan 52 responden (52%) menyatakan setuju atas pernyataan yang diberikan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas responden suka berbelanja dengan fitur Shopee Live yang merupakan bentuk direct marketing yang dilakukan penjual Shopee dalam memasarkan dan menjual produk nya. Hal ini dapat dikarenakan para penjual melakukan penjualan dengan baik saat melakukan Shopee Live, sehingga membuat para konsumen suka berbelanja dengan menggunakan fitur Shopee Live.

Tabel 4.8

Jawaban Responden Tentang Mudah Dalam Menggunakan Fitur Shopee Live No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - - responden (51%) menyatakan setuju atas pernyataan yang diberikan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fitur Shopee Live mudah untuk digunakan.

Berdasarkan idenditas responden yang mayoritas terdiri dari remaja dan memasuki usia dewasa (17-25 thn), dimana sangat peka terhadap perkembangan zaman dan penggunaan teknologi bukanlah hal yang awam dalam menjalani kegiatan sehari-hari termasuk penggunaan fitur Shopee Live yang merupakan trend baru dalam kegiatan belanja online pada marketplace.

Tabel 4.9

Jawaban responden Tentang Fitur Shopee Live Memberikan Program-Program Khusus untuk Menarik Perhatian Saya Dalam Berbelanja (Cth:

Promo dan Diskon)

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

Berdasarkan data pada tabel 4.9, dapat dilihat bahwa 29 responden dengan persentase 29% menyatakan sangat setuju serta 52 responden dengan persentase 52% menyatakan setuju atas pernyataan yang diberikan. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa seller yang melakukan penjualan dengan fitur Shopee Live sering memberikan potongan harga (diskon), give away produk dan program lainnya yang terbukti dapat menarik minat konsumen untuk berbelanja kembali pada toko tersebut.

2. Information Access

Information Access menunjukkan seberapa baik perusahaan memberikan akses informasi kepada konsumen. Berikut ini merupakan tabel distribusi data untuk pernyataan mengenai information access.

Tabel 4.10

Jawaban Responden Tentang Penjual Memberikan Informasi Produk Secara Jelas Saat Melakukan Siaran Langsung (Shopee Live)

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju - -

3 Netral 13 13%

4 Setuju 43 43%

5 Sangat Setuju 44 44%

Total 100 100%

Sumber : Hasil pengolahan data primer (2021)

Data tabel 4.10 menunjukkan bahwa 44 responden dengan persentase 44%

menyatakan sangat setuju dan 43 responden dengan persentase 43% menyatakan setuju atas pernyataan dalam bentuk kuesioner Google form yang diberikan . Berdasarkan hasil data pada tabel 4.10, dapat ditarik kesimpulkan bahwa seller berhasil dalam melakukan direct marketing dengan menyampaikan informasi

produk secara jelas dan dapat menarik perhatian konsumen untuk melakukan pembelian. Sehingga para konsumen memperoleh akses informasi yang mudah dan langsung dijawab oleh penjual yang melakukan direct marketing pada Shopee Live.

Tabel 4.11

Jawaban Responden Tentang Penjual Memiliki Pengetahuan Yang Baik Dalam Menjelaskan Informasi Produk

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju 1 1%

3 Netral 16 16%

4 Setuju 41 41%

5 Sangat Setuju 42 42%

Total 100 100%

Sumber: Hasil pengolahan data primer (2021)

Berdasarkan hasil data pada tabel 4.11, dapat dilihat bahwa 42 responden dengan persentase 42% menyatakan sangat setuju dan 41 responden dengan persentase 41% menyatakan setuju atas pernyataan yang diberikan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa para penjual yang melakukan direct marketing pada Shopee Live memiliki pengetahuan yang baik dalam menjelaskan informasi produk. Dengan begitu, konsumen akan memahami produk yang akan mereka beli guna meminimalisir ketidaksesuaian produk. Pada tabel 4.11 juga dapat dilihat bahwa 16 responden dengan persentase 16% menyatakan netral dan 1 responden dengan persentase 1% menyatakan sangat tidak setuju atas pernyataan yang diberikan. Hal ini dikarenakan seller/store yang melakukan penjualan dengan fitur Shopee Live pada marketplace Shopee banyak sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak semua penjual memiliki pengalaman yang sama atas produk yang ditawarkan.

Tabel 4.12

Jawaban Responden Tentang Fitur Shopee Live Memudahkan Saya Untuk Mengajukan Pertanyaan Kepada Penjual Secara Langsung

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju 5 5%

3 Netral 16 16%

4 Setuju 47 47%

5 Sangat Setuju 32 32%

Total 100 100%

Sumber: Hasil pengolahan data primer (2021)

Data pada tabel 4.12 menunjukkan bahwa 32 responden dengan persentase 32% menyatakan sangat setuju dan 47 responden dengan persentase 47%

menyatakan setuju atas pernyataan yang diajukan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa fitur Shopee Live yang dirilis oleh Shopee dapat memudahkan konsumen dalam mengajukan pertanyaan terkait produk kepada penjual secara langsung. Hal ini dikarenakan saat dilakukannya direct marketing, terjadi interaksi diantara penjual dan konsumen yang menonton live streaming marketing “Shopee Live” . Konsumen dapat mengajukan pertanyaan kepada penjual dan juga dapat berinteraksi dengan sesama konsumen terkait informasi produk pada kolom komentar selama Shopee Live berlangsung. Pada tabel 4.12 juga dapat dilihat bahwa 5 responden dengan persentase 5% menyatakan tidak setuju atas pernyataan yang diajukan. Hal ini dapat dikarenakan oleh banyak nya jumlah konsumen yang menonton Shopee Live, sehingga tidak semua pertanyaan konsumen dapat direspon atau dijawab oleh penjual.

3. Creativity

Creativity menunjukkan seberapa kreatif para penjual dalam melakukan penjualan pada Shopee Live. Berikut ini merupakan tabel distribusi data untuk pernyataan mengenai creativity.

Tabel 4.13

Jawaban Responden Tentang Tampilan Toko Pada Saat Siaran Langsung Membuat Saya Tertarik Untuk Berbelanja. Cth: Layout Barang, Kerapihan

Dan Estetika Toko Yang Terlihat Saat Live Streaming Berlangsung No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju 5 5%

3 Netral 21 21%

4 Setuju 41 41%

5 Sangat Setuju 33 33%

Total 100 100%

Sumber : Hasil pengolahan data primer (2021)

Data pada tabel 4.13 menunjukkan bahwa 33 responden dengan persentase 33% sangat sangat setuju dan 41 responden dengan persentase 41% menyatakan setuju atas pernyataan yang diberikan bahwa tampilan toko seperti store atmosphere pada saat siaran langsung mampu membuat konsumen tertarik untuk menonton dan berbelanja pada toko tersebut. Hal ini dikarenakan selain kualitas produk yang ditawarkan, konsumen juga memperhatikan kenyamanan saat berbelanja. Dengan tampilan toko yang good looking dan penataan produk yang baik, hal ini dapat menimbulkan minat konsumen untuk berbelanja bahkan melakukan pembelian ulang.

Tabel 4.14

Jawaban Responden Tentang Saya Merasa Senang Dan Nyaman Saat Berbelanja Dengan Shopee Live. Cth: Cara Penjual Menawarkan Produk

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - - dengen persentase 45% menyatakan setuju atas pernyataan yang diberikan.

Mayoritas responden menyetujui bahwa mereka merasa senang dan nyaman saat berbelanja dengan fitur Shopee Live karena cara penyampaian yang dilakukan oleh penjual dalam menawarkan produk. Seperti penyampaian yang interaktif, mudah dimengerti, informatif dan kreatif sehingga membuat konsumen merasa nyaman dan tidak bosan menonton direct marketing yang dilakukan.

Tabel 4.15

Jawaban Responden Tentang Saya Mengunjungi Kembali Toko Dengan Penyampaian Yang Kreatif Dan Inovatif

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - - dengan persentase 44% menyatakan setuju atas pernyataaan yang diberikan.

Mayoritas responden menyetujui bahwa mereka akan mengunjungi kembali toko dengan penyampaian yang kreatif dan inovatif saat melakukan direct marketing di Shopee Live. Dalam berbelanja, kualitas produk tidak hanya menjadi faktor yang diutamakan oleh pembeli, tetapi juga rasa nyaman dan keunikan yang dimiliki penjual dalam memasarkan dan menjual produk nya. Jika terjadi hubungan yang komunikatif diantara penjual dan pembeli, maka hal ini akan membuat pembeli betah untuk berbelanja kembali pada toko tersebut.

4.2.3 Variabel Product Quality (X2)

Dalam mengukur variabel Product Quality, peneliti menggunakan 8 indikator, yaitu Kinerja (Performance), Fitur (Feature), Kesesuaian dengan spesifikasi, Ketahanan (Durability), Keandalan (Reliability), Serviceability, Estetika (Esthetica), Kualitas yang dipersepsikan (Perceived Quality). Berikut ini akan disajikan tabel-tabel pendistribusian dari pernyataan yang peneliti ajukan kepada 100 responden:

1. Kinerja (Performance)

Kinerja menunjukkan seberapa baik kinerja atas suatu produk meliputi kecepatan, kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaan produk. Berikut ini akan disajikan tabel-tabel pendistribusian dari pernyataan yang peneliti ajukan kepada 100 responden.

Tabel 4.16

Jawaban Responden Tentang Produk Yang Saya Beli Melalui Fitur Shopee Live Memiliki Kinerja Yang Baik

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju 1 1%

3 Netral 18 18%

4 Setuju 57 57%

5 Sangat Setuju 24 24%

Total 100 100%

Sumber: Hasil pengolahan data primer (2021)

Berdasarkan data pada tabel 4.16, dapat diketahui bahwa 57 responden dengan persentase 57 % menyetujui pernyataan yang diberikan. Mayoritas responden menyatakan setuju bahwa produk yang mereka beli melalui fitur Shopee Live memiliki kinerja yang baik. Dalam berbelanja online, hal yang menjadi kekhawatiran konsumen adalah ketidaksesuaian kualitas produk saat ditampilkan pada etalase online shop dengan produk yang diterima oleh konsumen. Dengan adanya fitur Shopee Live, konsumen dapat melihat secara realtime kinerja produk yang akan mereka beli. Dan berdasarkan hasil penelitian pada pernyataan ini, mayoritas responden menyetujui bahwa produk yang mereka beli melalui fitur Shopee Live memiliki kinerja yang baik.

Tabel 4.17

Jawaban Responden Tentang Saya Memperoleh Informasi Pemakaian Produk Saat Toko Melakukan Shopee Live

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju 2 2%

3 Netral 16 16%

4 Setuju 45 45%

5 Sangat Setuju 37 37%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahan data primer (2021)

Berdasarkan data pada tabel 4.17, dapat diketahui bahwa 45 responden dengan persentase 45% menyatakan setuju atas pernyataan yang diajukan. Mayoritas responden menyetujui bahwa mereka memperoleh informasi pemakaian produk saat toko melakukan direct marketing dengan Shopee Live. Pada saat pembelian barang secara online khususnya produk fashion seperti pakaian, informasi pemakaian

produk sangat dibutuhkan oleh konsumen terkhusus pada produk pakaian tertentu yang membutuhkan tata cara pemakaian dalam penggunaannya. Oleh karena itu, hal ini sangat dibutuhkan oleh konsumen, sehingga produk yang dibeli dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

2. Fitur (Feature)

Fitur (Feature) Menunjukkan bahwa karakteristrik produk yang di tawarkan saat Shopee Live dapat menambah ketertarikan konsumen terhadap produk. Berikut disajikan tabel distribusi mengenai indikator Fitur (Feature).

Tabel 4.18

Jawaban Responden Tentang Saya Dapat Melihat Fitur Dan Wujud Produk Secara Langsung Pada Fitur Shopee Live

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - -

2 Tidak Setuju - -

3 Netral 14 14%

4 Setuju 41 41%

5 Sangat Setuju 45 45%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahan data primer (2021)

Berdasarkan data pada tabel 4.18, dapat diketahui bahwa 45 responden dengan persentase 45% menyatakan setuju atas pernyataan yang diajukan. Mayoritas responden menyatakan sangat setuju karena saat penjual melakukan direct marketing, penjual akan menunjukkan detail produk yang ditawarkan, sehingga konsumen akan melihat secara langsung detail fitur dan wujud produk secara realtime sebelum melakukan pembelian.

Tabel 4.19

Jawaban Responden Tentang Saya Membeli Produk Pada Shopee Live Karena Motifnya Yang Menarik

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju - - dengan persentase 43% menyatakan setuju atas pernyataan yang diberikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas konsumen membeli produk pada Shopee Live karena tergiur pada motif produk yang menarik hanya untuk memuaskan rasa ketertarikan walaupun tidak terlalu membutuhkan fungsi pakai atas produk tersebut.

Tabel 4.20

Jawaban Responden Tentang Keragaman Produk Yang Dijual Pada Shopee Live Sesuai Dengan Kebutuhan Saya

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju 1 1% dengan persentase 46% menyatakan setuju atas pernyataan yang diajukan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden setuju kalau keragaman produk yang dijual dengan fitur Shopee Live sesuai dengan kebutuhan mereka. Produk pakaian

merupakan kebutuhan sandang manusia. Produk pakaian juga sangat bervariasi bentuk dan model nya sesuai dengan kebutuhan si pemakai. Pada fitur Shopee Live,

merupakan kebutuhan sandang manusia. Produk pakaian juga sangat bervariasi bentuk dan model nya sesuai dengan kebutuhan si pemakai. Pada fitur Shopee Live,