• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kemampuan dan keterampilan kepemimpinan dalam pengarahan adalah faktor penting efektivitas manajer. Keberhasilan suatu organisasi baik sebagai

ANALISA DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Analisis

3) Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

Uji signifikansi simultan (Uji statistik F) dilakukan untuk melihat pengaruh variabel partisipasi anggaran secara simultan terhadap variabel kinerja manajerial. Pada dasarnya Uji F ini menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas (X) yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen/terikat (Y).

Tabel 4.20

Hasil Uji Statistik F Hipotesis 1 ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. Regression 963.564 3 963.564 30.162 .000a

Residual 2204.267 67 31.946 1

Total 3167.831 70 a. Predictors: (Constant), Partisipasi Anggaran b. Dependent Variable: Kinerja

Manajerial

Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik F hitung dengan kriteria pengambilan keputusan, apabila nilai F lebih besar daripada 4 maka Ho dapat ditolak pada derajat kepercayaan 5%. Dengan kata lain kita menerima hipotesis alternatif (Ha), yang menyatakan bahwa variabel independen secara signifikan mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen.

77 Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 4.18 menunjukkan nilai F hitung sebesar 30.162 dengan tingkat signifikansi 0.000. Karena probabilitas jauh lebih kecil dari 0.05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel kinerja manajerial. Hal ini berarti, variabel partisipasi anggaran secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi kinerja manajerial.

Melihat hasil pengujian diatas, dapat disimpulkan bahwa bahwa terhadap pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial, yaitu tingkat partisipasi anggaran yang tinggi akan meningkatkan kinerja manajerial dan sebaliknya tingkat partisipasi yang rendah maka akan dapat menurunkan tingkat kinerja manajerial. Partisipasi penyusunan anggaran merupakan keterlibatan seluruh manajer dan staf-stafnya dalam suatu instansi untuk melakukan kegiatan dalam pencapaian sasaran yang telah ditetapkan dalam anggaran. Dengan adanya keterlibatan tersebut akan mendorong masing-masing divisi untuk bertanggung jawab terhadap masing-masing tugas yang diembannya sehingga akan meningkatkan kinerjanya agar mereka dapat mencapai sasaran/target yang telah ditetapkan dalam anggaran.

Hasil penelitian yang berbeda menurut peneliti dikarenakan obyek penelitian yang digunakan berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Sumarno (2005). Pada penelitian ini obyek digunakan adalah instansi pemerintah sedangkan pada penelitian sebelumnya dilakukan terhadap perusahaan perbankan. Dengan demikian penelitian ini menjawab

78 pertanyaan penelitian, bahwa dengan jenis perusahaan/instansi yang berbeda memberikan indikasi kemungkinan hasil penelitian yang berbeda dilihat dari faktor kompleksitas perusahaan dalam penyusunan anggaran dari manajer perusahaan yang menjadi sampel penelitian.

b. Hasil Uji Hipotesis 2

Hipotesis kedua menyatakan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Pengujian hipotesis kedua dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda dengan uji interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regresion Analysis (MRA) melalui uji koefisien determinasi, uji statistik F dan uji statistik t

Tabel 4.21 Hasil Uji Hipotesis 2

Coefficientsa

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

(Constant) -57.383 16.492 -3.479 .001 Partisipasi Anggaran 1.857 .753 1.517 2.465 .016 Gaya Kepemimpinan 3.597 .791 1.418 4.548 .000 1

Moderat1 -.080 .036 1.858 -2.263 .027 a. Dependent Variable: Kinerja Manajerial

Bahwa persamaan regresi berganda untuk melihat besarnya pengaruh gaya kepemimpinan terhadap partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial, yaitu:

Persamaan: Y = a + b1XPA + b2XGK + b4 XPA XGK + e

79 Hasil analisis regresi pada hipotesis kedua yang dapat dilihat pada tabel 4.19 menunjukkan bahwa interaksi antara variabel partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan secara signifikan mempengaruhi kinerja manajerial dengan koefisien regresi sebesar - 0.080 pada tingkat signifikansi sebesar 0.027 lebih besar dari 0.05. Koefisien bernilai negatif, berarti terdapat hubungan yang negatif (hubungan berlawanan) antara interaksi partisipasi anggaran dengan gaya kepemimpinan terhadap kinerja manajerial.

Dengan demikian hipotesis alternatif kedua diterima. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Sumarno (2005) yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan tidak berpengaruh secara signifikan dengan partisipasi dalam penyusunan anggaran.

1) Uji Koefisien Determinasi

Pengujian koefisien determinasi dilakukan untuk Analisis ini dilakukan untuk melihat seberapa jauh variabel independen (X) yaitu variabel partisipasi anggaran, gaya kepemimpinan dan interaksi antara variabel partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan (moderat1) dalam menjelaskan variabel dependen (Y) yaitu variabel kinerja manajerial. Hasil uji koefisien dapat dilihat pada tabel dibawah ini

80 Tabel 4.22

Hasil Uji Koefisien Determinasi Hipotesis 2 Model Summaryb Change Statistics Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change Durbin Watson 1 .835a .698 .684 3.78074 .698 51.540 3 67 .000 2.489 a. Predictors: (Constant), Moderat1,

Gaya Kepemimpinan, Partisipasi Anggaran b Dependent Variable:Kinerja Manaje

Hasil penghitungan nilai R berdasarkan tabel 4.20 di atas diperoleh angka korelasi 0.835, artinya hubungan kedua variabel sangat kuat. Korelasi positif menunjukkan bahwa hubungan variabel bebas dan variabel terikat sangat kuat dan searah. Artinya semakin meningkat pengaruh variabel partisipasi anggaran, gaya kepemimpinan dan interaksi antara kedua variabel (moderat1), maka kinerja manajerial akan meningkat.

Besarnya nilai adjusted R2 Square adalah 0.684 artinya kemampuan variabel partisipasi anggaran dalam menjelaskan variabel kinerja manajerial hanya sebesar 68.4% sedangkan sisanya 31.6% (100% - 68.4%) dijelaskan oleh faktor lain di luar variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini. Standar Error of The Estimate (SEE) adalah suatu ukuran banyaknya kesalahan model regresi dalam memprediksi nilai Y. Hasil regesi menunjukkan angka sebesar 3.78074. Sebagai pedoman, jika nilai Standar Error of The Estimate (SEE) kurang dari standar deviasi Y, maka membuat model regresi semakin baik dalam memprediksi nilai Y (Priyatno, 2008:81).

81 Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap partisipasi penyusunan anggaran dan kinerja manajerial pada penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sumarno (2005) bahwa gaya kepemimpinan mempunyai hubungan yang kuat terhadap hubungan antara partisipasi penyusunan anggaran dan kinerja manajerial dijelaskan sebesar 34.8% sedangkan sisanya 65.2% (100% - 34.8%) dijelaskan oleh faktor lain di luar variabel bebas yang digunakan dalam penelitian tersebut.

2) Uji Signifikan Parameter Individual (Uji Statistik t)

Uji signifikan parameter individual (Uji Statistik t) dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh variabel partisipasi anggaran secara individual (parsial) terhadap variabel kinerja manajerial. Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Tabel 4.23

Hasil Uji Statistik T Hipotesis 2 Coefficientsa

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

(Constant) -57.383 16.492 -3.479 .001 Partisipasi Anggaran 1.857 .753 1.517 2.465 .016 Gaya Kepemimpinan 3.597 .791 1.418 4.548 .000 1

Moderat1 -.080 .036 1.858 -2.263 .027 a. Dependent Variable: Kinerja Manajerial

82 Untuk melakukan uji t digunakan uji nilai t hitung dengan kriteria, apabila jumlah degree of freedom (df) adalah 20 atau lebih, dan derajat kepercayaan sebesar 5%, maka Ho yang menyatakan hipotesis tidak berpengaruh secara signifikan dapat ditolak, bila nilai t lebih besar dari 2 (dalam nilai absolut). Dilihat dari hasil pengolahan data pada tabel 4.21 di atas, diperoleh nilai t hitung atas variabel partisipasi anggaran sebesar 2.465 pada tingkat signifikansi 0.016 yang berarti signifikan karena lebih kecil dari 0.05. Sehingga, dari hasil uji t dapat disimpulkan bahwa secara individual adanya partisipasi anggaran mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial. Nilai t hitung atas variabel gaya kepemimpinan sebesar 4.548 pada tingkat signifikansi 0.000 yang berarti signifikan karena lebih kecil dari 0.05. Sehingga, dari hasil uji t dapat disimpulkan bahwa secara individual gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.

Nilai t hitung atas interaksi variabel partisipasi anggaran dan variabel gaya kepemimpinan sebesar -2.263 pada tingkat signifikansi 0.027 yang berarti signifikan karena berada di bawah nilai a=0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan berfungsi sebagai variabel moderatingnya. Dengan demikian, hasil penelitian ini mendukung Hipotesis kedua (Ha2) yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Hal ini berarti kombinasi kesesuaian

83 antara gaya kepemiminan dan partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial merupakan salah satu kesesuaian yang terbaik.

Penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Wahyudin Nor (2007) yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh secara signifikan dengan partisipasi dalam penyusunan anggaran. Namun, hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuniarti dkk. (2007) yang menyatakan bahwa pengaruh gaya kepemimpinan terhadap partisipasi penyusunan anggaran tidak signifikan terhadap kinerja manajerial dengan nilai t sebesar -0.290 dengan tingkat signifikasi p=0.775 lebih besar dari 0.05.

Tingkat signifikasi yang lebih besar (p=0,775) disebabkan oleh adanya faktor lain yang lebih dominan, faktor tersebut seperti budaya bangsa sehingga memungkinkan partisipasi yang diperankan sebenarnya merupakan pseudopatisipation, kelihatannya berpartisipasi, tetapi pada kenyataannya tidak berpartisipasi (Muslimah, 1998 dalam Wahyudin Nor, 2007). Partisipasi semu ini bisa terjadi apabila manajemen tingkat atas memegang kendali total atas proses penyusunan anggaran dan mencari dukungan bawahannya. Dukungan ini hanya merupakan penerimaan formal dari bawahannya atas anggaran yang disusun dan bukan mencari masukan dalam menyusun anggaran.

3) Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

Uji signifikansi simultan (Uji statistik F) dilakukan untuk melihat pengaruh variabel partisipasi anggaran secara simultan terhadap variabel

84 kinerja manajerial. Pada dasarnya Uji F ini menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas (X) yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen/terikat (Y).

Tabel 4.24

Hasil Uji Statistik F Hipotesis 2

ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. Regression 2210.134 3 736.711 51.540 .000a Residual 957.697 67 14.294 1 Total 3167.831 70

a. Predictors: (Constant), Moderat1, Gaya Kepemimpinan, Partisipasi Anggaran

b. Dependent Variable: Kinerja Manajerial

Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik F hitung dengan kriteria pengambilan keputusan, apabila nilai F lebih besar daripada 4 maka Ho dapat ditolak pada derajat kepercayaan 5%. Dengan kata lain penelitian ini menerima hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan mempunyai variabel dependen.

Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 4.22 menunjukkan nilai F hitung sebesar 51.540 dengan tingkat signifikansi 0.000. Karena probabilitas jauh lebih kecil dari 0.05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel kinerja manajerial. Hal ini berarti, variabel partisipasi anggaran, gaya kepemimpinan dan interaksi variabel

85 partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan (moderat1) secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi kinerja manajerial.

Hasil penelitian yang berbeda menurut peneliti dikarenakan obyek penelitian dan model regresi yang digunakan berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Muslimah (1998), J. Sumarno (2005). Pada penelitian ini objek yang digunakan adalah instansi pemerintah sedangkan pada penelitian sebelumnya dilakukan terhadap perusahaan perbankan, maupu perusahaan manufaktur. Dengan demikian, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi kesesuaian antara partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja manajerial bukanlah merupakan kesesuaian terbaik. Sekaligus juga menjawab menjawab pertanyaan penelitian, bahwa dengan jenis perusahaan/instansi yang berbeda memberikan indikasi kemungkinan hasil penelitian yang berbeda dilihat dari faktor kompleksitas perusahaan dalam penyusunan anggaran dari manajer perusahaan yang menjadi sampel penelitian.

c. Hasil Uji Hipotesis 3

Hipotesis ketiga menyatakan bahwa iklim organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Pengujian hipotesis ketiga dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda dengan uji interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regresion Analysis (MRA) melalui uji koefisien determinasi, uji statistik F dan uji statistik t.

86 Tabel 4.25

Hasil Uji Hipotesis 3 Coefficientsa

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

(Constant) -14.576 5.342 -2.729 .008 Partisipasi Anggaran .244 360 199 677 .500 Iklim Organisasi 1.578 .212 1.446 7.443 .000 1

Moderat2 -.023 .011 -.872 -2.104 .039 a. Dependent Variable: Kinerja Manajerial

Bahwa persamaan regresi berganda untuk melihat besarnya pengaruh iklim organisasi terhadap partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial, yaitu :

Persamaan: Y = a + b1XPA + b3XIO + b5 XPA XIO + e

Y = -14.576 + 0.244 XPA + 1.578 XIO - 0.023 XPA XGK + e

Hasil analisis regresi pada hipotesis ketiga, dapat dilihat pada tabel 4.23, menunjukkan bahwa interaksi antara variabel partisipasi anggaran dan iklim organisasi secara signifikan mempengaruhi kinerja manajerial dengan koefisien regresi sebesar - 0.023 pada tingkat signifikansi sebesar 0.39 lebih besar dari 0.05. Koefisien bernilai negatif, berarti terdapat hubungan yang negatif (hubungan berlawanan) antara interaksi partisipasi anggaran dengan iklim organisasi terhadap kinerja manajerial.

Dengan demikian hipotesis alternatif ketiga diterima. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Sumarno (2005) yang

87 menyatakan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh secara signifikan dengan partisipasi dalam penyusunan anggaran.

1) Uji Koefisien Determinasi

Pengujian koefisien determinasi dilakukan untuk Analisis ini dilakukan untuk melihat seberapa jauh variabel independen (X) yaitu variabel partisipasi anggaran, iklim organisasi dan interaksi antara variabel partisipasi anggaran dan iklim organisasi (moderat2) dalam menjelaskan variabel dependen (Y) yaitu variabel kinerja manajerial. Hasil uji koefisien dapat dilihat pada tabel dibawah ini

Tabel 4.26

Hasil Uji Koefisien Determinasi Hipotesis 3 Model Summaryb Change Statistics Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the

Estimate R Square Change Change df1 df2 F

Sig. F Change 1 .848a .719 .707 3.64415 .719 57.181 3 67 .000 a. Predictors: (Constant), Moderat2, Iklim Organisasi, Partisipasi Anggaran

b.Dependent Variable: Kinerja Manajer

Hasil penghitungan nilai R berdasarkan tabel tabel 4.24 di atas diperoleh angka korelasi 0.848, artinya hubungan kedua variabel kuat. Korelasi positif menunjukkan bahwa hubungan variabel bebas dan variabel terikat kuat dan searah. Artinya semakin meningkat pengaruh variabel partisipasi anggaran, iklim organisasi dan interaksi antara kedua variabel (moderat2), maka kinerja manajerial akan meningkat.

88 Besarnya nilai adjusted R2 Square adalah 0.707 artinya kemampuan variabel partisipasi anggaran dalam menjelaskan variabel kinerja manajerial hanya sebesar 70.7% sedangkan sisanya 29.3% (100% - 70.7%) dijelaskan oleh faktor lain di luar variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini. Standar Error of The Estimate (SEE) adalah suatu ukuran banyaknya kesalahan model regresi dalam memprediksi nilai Y. Hasil regesi menunjukkan angka sebesar 3.64415. Sebagai pedoman, jika nilai Standar Error of The Estimate (SEE) kurang dari standar deviasi Y, maka membuat model regresi semakin baik dalam memprediksi nilai Y (Priyatno, 2008:81).

2) Uji Signifikan Parameter Individual (Uji Statistik t)

Uji signifikan parameter individual (Uji Statistik t) dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh variabel partisipasi anggaran secara individual (parsial) terhadap variabel kinerja manajerial. Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.

89 Tabel 4.27

Hasil Uji Statistik T Hipotesis 3 Coefficientsa

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

(Constant) -14.576 5.342 -2.729 .008

Partisipasi Anggaran .244 360 199 677 .500 Iklim Organisasi 1.578 .212 1.446 7.443 .000 1

Moderat2 -.023 .011 -.872 -2.104 .039 a. Dependent Variable: Kinerja Manajerial

Untuk melakukan uji t digunakan uji statistik t hitung dengan kriteria, apabila jumlah degree of freedom (df) adalah 20 atau lebih, dan derajat kepercayaan sebesar 5%, maka Ho yang menyatakan hipotesis tidak berpengaruh secara positif dan signifikan dapat ditolak, bila nilai t lebih besar dari 2 (dalam nilai absolut). Dilihat dari hasil pengolahan data pada tabel 4.25 di atas, diperoleh nilai t hitung atas variabel partisipasi anggaran sebesar -.677 pada tingkat signifikansi 0.500 yang berarti tidak signifikan karena lebih besar dari 0.05. Sehingga, dari hasil uji t dapat disimpulkan bahwa secara individual adanya partisipasi anggaran tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja manajerial. Nilai t hitung atas variabel iklim organisasi sebesar 7.443 pada tingkat signifikansi 0.00 yang berarti signifikan karena lebih kecil dari 0.05. Sehingga, dari hasil uji t dapat disimpulkan bahwa secara individual iklim organisasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.

90 Nilai t hitung atas interaksi variabel partisipasi anggaran dan iklim organisasi sebesar -2.104 pada tingkat signifikansi 0.039 yang berarti signifikan karena berada di bawah nilai a=0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel iklim organisasi berfungsi sebagai variabel moderatingnya. Dengan demikian, hasil penelitian ini mendukung hipotesis ketiga (Ha3) yang menyatakan bahwa iklim organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Hal ini berarti kombinasi kesesuaian antara iklim organisasi dan partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial merupakan salah satu kesesuaian yang terbaik.

3) Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

Uji signifikansi simultan (Uji statistik F) dilakukan untuk melihat pengaruh variabel partisipasi anggaran secara simultan terhadap variabel kinerja manajerial. Pada dasarnya Uji F ini menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas (X) yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen/terikat (Y).

Tabel 4.28

Hasil Uji Statistik F Hipotesis 3 ANOVAb

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig. Regression 2278.082 3 759.361 57.181 .000a Residual 889.749 67 13.280

1

Total 3167.831 70

a. Predictors: (Constant), Moderat2, Gaya Kepemimpinan, Partisipasi Anggaran b. Dependent Variable: Kinerja Manajerial

91 Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik F hitung dengan kriteria pengambilan keputusan, apabila nilai F lebih besar daripada 4 maka Ho dapat ditolak pada derajat kepercayaan 5%. Dengan kata lain penelitian ini menerima hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan mempunyai variabel dependen.

Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 4.26 menunjukkan nilai F hitung sebesar 57.181 dengan tingkat signifikansi 0.000. Karena probabilitas jauh lebih kecil dari 0.05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel kinerja manajerial. Hal ini berarti, variabel partisipasi anggaran, iklim organisasi dan interaksi variabel partisipasi anggaran dan iklim organisasi (moderat2) secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi kinerja manajerial.

Penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Hermawan (2003) yang menyatakan bahwa pengaruh iklim organisasi terhadap partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial. Terdapat hubungan linier antara variabel partisipasi anggaran, iklim organisasi dan interaksi antara variabel partisipasi anggaran dan iklim organisasi dengan kinerja manajerial, jika frekuensi variabel independen ditingkatkan, maka kinerja manajerial perusahaan akan meningkat.

92 5. Pembahasan

Penelitian ini merupakan studi mengenai pengaruh partisipasi peyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial. Partisipasi dalam penyusunan anggaran merupakan suatu keterlibatan antara atasan dan bawahan dalam meyusun atau membuat anggaran. Dalam hal ini, sangat dibutuhkan kerjasama antara atasan dan bawahan untuk menghasilkan susunan anggaran yang baik. Penelitian ini menggunakan 71 sampel yang terpilih dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Ringkasan hasil pengujian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.26 dibawah ini:

Tabel 4.29 Hasil Penelitian

No. Hipotesis Nilai

Uji T Sig.

Nilai

Uji F Sig. Hasil

1 Ha1: Partisipasi anggaran berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial 5.492 0.000 30.162 0.000 Signifikan Ha1 Diterima 2 Ha2: Gaya Kepemimpinan Berpengaruh secara Signifikan terhadap Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial - 2.263 0.027 51.540 0.000 Signifikan Ha2 Diterima 3 Ha3: Iklim Organisasi Berpengaruh secara Signifikan terhadap Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial - 2.104 0.039 57.181 0.000 Signifikan Ha3 Diterima

93 Hasil penelitian pada hipotesis I ini diperoleh hasil t hitung sebesar 5.492 pada tingkat signifikansi 0.000 yang berarti lebih kecil dari 0.05. Hasil dari penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Wahyudin Nor (2007) yang menyatakan bahwa partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh secara positif signifikan terhadap kinerja manajerial dengan nilai t sebesar 4,401 dengan tingkat signifikasi p=0.000 lebih besar dari 0.05. Penyusunan anggaran dengan melibatkan pihak atasan/pemegang kuasa dengan bawahan/pelaksana anggaran merupakan salah satu alat yang dapat digunakan sebagai tolak ukur dan meningkatkan kinerja manajerial. Maka, hipotesis I yang diajukan dalam penelitian ini diterima.

Hasil penelitian pada hipotesis yang ke-2 ini diperoleh nilai t hitung atas atas interaksi variabel partisipasi anggaran dan variabel gaya kepemimpinan sebesar -2.263 pada tingkat signifikansi 0.027 yang berarti signifikan karena berada di bawah nilai a=0,05. Hasil dari penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Wahyudin Nor (2007) yang menyatakan bahwa partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh secara positif signifikan terhadap kinerja manajerial dengan tingkat signifikasi p=0.029 lebih besar dari 0.05. Maka, hipotesis ke-2 yang diajukan dalam penelitian ini diterima.

Kepemimpinan dalam suatu organisasi adalah faktor penting. Keberhasilan suatu organisasi baik sebagai keseluruhan maupun berbagai kelompok dalam suatu organisasi tertentu, sangat tergantung pada mutu kepemimpinan yang terdapat dalam organisasi yang bersangkutan. Dengan

94 gaya kepemimpinan yang benar, atasan dapat mengerahkan para bawahnnya untuk ikut serta terlibat berpartisipasi dalam penyusunan anggaran sehingga nantinya akan meningkatkan kinerja manajerial.

Hasil penelitian pada hipotesis yang ke-3 ini diperoleh nilai t hitung atas interaksi variabel partisipasi anggaran dan iklim organisasi sebesar -2.104 pada tingkat signifikansi 0.039 yang berarti signifikan karena berada di bawah nilai a=0,05. Faktor iklim organisasi yang diberikan perusahaan kepada para karyawannya seperti sarana kerja yang nyaman dan aman, prasarana kerja yang memadai, adanya komunikasi antara pimpinan dan bawahan serta pemberian imbalan yang realistis diharapkan dapat mendukung proses kegiatan penyusunan anggaran tersebut sehingga tugas penyusunan anggaran dapat dilaksanakan secara optimal. Maka, hipotesis ke-2 dan 3 yang diajukan dalam penelitian ini diterima.

95 BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial dengan gaya kepemimpinan dan iklim organisasi sebagai variabel moderating. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda dengan uji interaksi (Moderated Regression Analysis) menggunakan bantuan pemrograman SPSS version 16.00. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis terhadap data, dapat diperoleh simpulan sebagai berikut:

1. Penelitian ini menerima hipotesis pertama (Ha1) yang menyatakan bahwa

partisipasi anggaran berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Budi Susetyo (2001), Vivi Ani Susanti (2004), J. Sumarno (2005), Yusfaningrum dan Ghozali (2005), Wahyudin Nor (2007), Yamin (2008).

2. Penelitian ini menerima hipotesis kedua (Ha2) yang menyatakan bahwa

gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Berdasarkan hasil uji t menunujukkan bahwa gaya kepemimpinan berfungsi sebagai variabel moderating. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Wahyudin Nor (2007).

3. Penelitian ini menerima hipotesis kedua (Ha3) yang menyatakan bahwa iklim organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap partisipasi

96 anggaran dan kinerja manajerial. Berdasarkan hasil uji t menunujukkan bahwa iklim organisasi berfungsi sebagai variabel moderating. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Hermawan (2003).

B. Implikasi

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka implikasi yang dapat dikemukakan dari penelitian ini adalah bahwa partisipasi anggaran berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial. Gaya kepemimpinan dan iklim organisasi juga berpengaruh secara signifikan dan juga dapat berfungsi sebagai variabel moderating terhadap partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wahyudin Noor (2007) bahwa dengan adanya keterlibatan seluruh manajer dan staf-stafnya dalam suatu instansi untuk melakukan kegiatan dalam pencapaian sasaran yang telah ditetapkan dalam penyusunan anggaran. Dengan begitu, masing-masing divisi bertanggung jawab terhadap masing-masing tugas yang diembannya sehingga kinerja akan meningkat dan sasaran/target yang telah ditetapkan dalam anggaran dapat tercapai.

Gaya kepemimpinan merupakan faktor yang dominan dan menentukan dalam pembentukan karakter dalam sebuah organisasi yang dapat meningkatkan kinerja manajerial. Sementara itu, iklim organisasi yang ada

Dokumen terkait