BAB III METODE PENELITIAN
3.7. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen
3.7.1 Uji Validitas Instrumen
Menurut Umar (2002), "Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mampu mengukur apa yang ingin diukur". Butir-butir pertanyaan dicobakan pada 30 orang responden di luar dari pada responden yang dijadikan sampel penelitian. Menurut Umar (2002), bahwa “sangat disarankan agar jumlah responden untuk di uji coba minimal 30 orang. Dengan jumlah minimal 30 orang ini distribusi skor (nilai) akan lebih mendekati kurva normal”.
Untuk menentukan validitas digunakan teknik korelasi product moment dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 17.0. ”Jika angka korelasi yang diperoleh lebih besar dari pada angka kritis maka pernyataan tersebut valid”, Jadi kalau data tidak valid berarti instrument harus segera direvisi, mau menambah item pertanyaan atau malah mengurangi, dilihat sesuai dengan keaadaan data (Kuncoro, 2003). Berdasarkan pengujian validitas instrumen dengan software Statistical Package for Social Science versi 17.0 nilai validitas terdapat pada kolom Corrected Item-Total Corelation.
Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh instrument (alat ukur) adalah validitas. Validitas alat ukur berkaitan dengan sejauhmana alat ukur mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Menurut Brown (1985:31) validitas adalah tingkat kecocokan alat ukur (butir) untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Kesahihan tidak sekedar mengukur apa yang seharusnya diukur, namun juga mengandung pengertian sejauhmana informasi yang diperoleh
dari pengukuran dapat diinterpretasikan sebagai capaian atau karakteristik yang akan diukur.
Tinggi rendahnya kesahihan suatu instrumen tergantung pada ketepatan dan kecermatan dalam mengukur apa yang hendak diukur. Azwar (2003:48) menyatakan bahwa validitas ditentukan oleh ketepatan dan kecermatan hasil pengukuran. Artinya sejauh mana skala mengukur atribut yang dirancang untuk diukur. Skala yang hanya mampu mengungkap sebagian atribut dari yang seharusnya atau justru mengukur atribut lain dikatakan sebagai skala yang .tidak sahih atau tidak valid .
Validitas konstruk menunjuk pada sejauh mana suatu instrumen mampu mengukur pengertian-pengertian yang terkandung dalam materi yang akan diukur (Uno, dkk. 2001:140) Jadi tujuan pengujian validitas konstruk adalah untuk mendapatkan bukti tentang sejauhmana hasil pengukuran memerikan konstruk variabel yang diukur. Menurut Ancok (2002:21) bila alat pengukur telah memiliki validitas konstruk berarti semua item (pertanyaan atau pernyataan) yang ada di dalam alat pengukur itu mengukur konsep yang ingin diukur. Suryabrata (2000:42) mengemukakan bahwa validitas konstruk mempersoalkan sejauh mana skor-skor hasil pengukuran dengan suatu instrumen merefleksikan konstruk teoritik yang mendasari penyusunan alat ukur tersebut.
Adapun hasil validitas setiap variabel dalam penelitian adalah sebagai berikut:
Tabel 3.3
Hasil Uji Validitas Konstruk Variabel Kehandalan/Reliability
Indikator r hitung r tabel Keputusan
Kehandalan-1 0,784 0,361 Valid Kehandalan-2 0,692 0,361 Valid Kehandalan-3 0,679 0,361 Valid
Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)
Untuk menentukan validitas digunakan teknik korelasi product moment dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 17.0. ”Jika angka korelasi yang diperoleh lebih besar dari pada angka kritis = 0,361 maka penyataan tersebut valid”. Berdasarkan hasil uji validitas yang terdapat kolom Corrected Item-Total Correlation, terlihat bahwa seluruh konstruk pada variabel kehandalan > 0,361.
Tabel 3.4
Hasil Uji Validitas Konstruk Variabel Responsiveness
Indikator r hitung r table Keputusan
Ketanggapan-1 0,707 0,361 Valid
Ketanggapan-2 0,814 0,361 Valid
Ketanggapan-3 0,681 0,361 Valid
Ketanggapan-4 0,774 0,361 Valid
Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)
Untuk validitas instrumen variabel ketanggapan/Responsiveness dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation yang semua nilainya > 0,361 sehingga konstruk variabel ketanggapan/Responsiveness dalam kuesioner ini valid.
Tabel 3.5
Hasil Uji Validitas Konstruk Variabel Jaminan/Assurances
Indikator r hitung r table Keputusan
Jaminan-1 0,647 0,361 Valid
Jaminan-2 0,852 0,361 Valid
Jaminan-3 0,602 0,361 Valid
Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)
Untuk validitas instrumen variabel Jaminan/Assurances dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation yang semua nilainya > 0,361 sehingga konstruk variabel Jaminan/Assurances dalam kuesioner ini valid.
Tabel 3.6
Hasil Uji Validitas Konstruk Variabel Empathy
Indikator r hitung r table Keputusan
Empati-1 0,592 0,361 Valid
Empati-2 0,644 0,361 Valid
Empati-3 0,780 0,361 Valid
Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)
Untuk validitas instrumen variabel Empathy dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation yang semua nilainya > 0,361 sehingga konstruk variabel Empathy dalam kuesioner ini valid.
Tabel 3.7
Hasil Uji Validitas Konstruk Variabel Tangibility
Indikator r hitung r table Keputusan
Berwujud-1 0,683 0,361 Valid
Berwujud-2 0,837 0,361 Valid
Berwujud-3 0,851 0,361 Valid
Berwujud-4 0,633 0,361 Valid
Untuk validitas instrumen variabel Berwujud/Tangibility dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation yang semua nilainya > 0,361 sehingga konstruk variabel Berwujud/Tangibility dalam kuesioner ini valid.
Tabel 3.8
Hasil Uji Validitas Konstruk Variabel Kepuasan
Indikator r hitung r table Keputusan
Kepuasan-1 0,675 0,361 Valid
Kepuasan-2 0,751 0,361 Valid
Kepuasan-3 0,537 0,361 Valid
Kepuasan-4 0,443 0,361 Valid
Kepuasan-5 0,529 0,361 Valid
Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)
Untuk validitas instrumen variabel Kepuasan dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation yang semua nilainya > 0,361 sehingga konstruk variabel Kepuasan dalam kuesioner ini valid.
Tabel 3.9
Hasil Uji Validitas Konstruk Variabel Loyalitas
Indikator r hitung r table Keputusan
Loyalitas-1 0,450 0,361 Valid Loyalitas-2 0,617 0,361 Valid Loyalitas-3 0,684 0,361 Valid Loyalitas-4 0,710 0,361 Valid Loyalitas-5 0,697 0,361 Valid Loyalitas-6 0,654 0,361 Valid
Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)
Untuk validitas instrumen variabel Loyalitas dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation yang semua nilainya > 0,361 sehingga konstruk variabel Loyalitas dalam kuesioner ini valid.
3.7.2 Uji Reliabilitas Instrumen
Uji Reliabilitas bertujuan untuk mengukur suatu kestabilan dan konsistensi skala pengukuran. ”Instrumen yang dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Berapa kalipun diambil, datanya tetap sama” (Ghozali, 2005). Pengujian reliabilitas dengan internal konsistensi dengan cara mencoba instrumen sekali saja dan dianalisis dengan teknik Alpha Cronbach. Untuk pengujian reliabilitas penelitian, maka variabel akan reliabel jika nilai Alpha Cronbach diatas nilai batas reliabilitas yaitu 0,6. Jika nilai reliabilitasnya dibawah 0,6 maka variabel penelitian dinyatakan tidak reliabel demikian sebaliknya jika diatas 0,6 maka variabel penelitian dikatakan reliabel.
Hasil pengolahan data dapat dilihat pada Tabel 3.10. berikut ini.
Tabel 3.10.
Hasil Uji Reliabilitas Konstruk Variabel
Variabel Cronbach's Alpha Batas Reliabilitas Keterangan Kehandalan/Reliability 0,848 0,6 Reliabel Ketanggapan/Responsiveness 0,881 0,6 Reliabel Jaminan/Assurances 0,821 0,6 Reliabel Empati/Empathy 0,817 0,6 Reliabel Berwujud/Tangibility 0,877 0,6 Reliabel Kepuasan 0,784 0,6 Reliabel Loyalitas/Loyality 0,841 0,6 Reliabel
Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)
Sekaran (2000) menyatakan bahwa, reliabilitas yang kurang dari 0,6 kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan di atas 0,8 dikatakan baik. Dengan demikian apabila dilihat dari tingkat reliabilitas instrumen penelitian yang berada diatas angka 0,8 dimiliki oleh baik konstruk untuk variebel endogen maupun konstruk untuk variabel eksogen, maka dapat disimpulkan bahwa instrumen yang
digunakan reliabel. Artinya variabel konsisten dengan apa yang ingin diperoleh untuk mengukur obyek yang sama walaupun beberapa kali digunakan, sehingga memunculkan hasil yang konsisten.