• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Instrumen Penelitian

4. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian dapat dikatakan baik apabila instrumen tersebut valid dan reliabel. Maka dari itu instrumen yang digunakan untuk penelitian dilakukan uji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu.

a. Validitas instrumen pembelajaran

Menurut Sugiyono(2010: 363), validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan daya yang dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data yang tidak berbeda antara data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian.

Dalam penelitian ini dilakukan validitas pada instrumen pembelajaran yaitu pada silabus, RPP, bahan ajar, LKS dan soal evaluasi untuk siswa.Pada validitas instrumen pembelajaran peneliti melakukan validasi kepada ahlidalam hal ini dosen bidang studi mata pelajaran Matematika sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.Instrumen pembelajaran divalidasi oleh dua dosen ahli matematika. Validasi dilakukan dengan memberikan penilaian terhadap aspek-aspek pada perangkat pembelajaran.Validasi diisi dengan pedoman yang telah disiapkan oleh peneliti.

Hasil perhitungan validasi instrumen pembelajaran adalah sebagai berikut.

Tabel 7.Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran

Berdasarkan tabel 7 terlihat bahwa hasil validasi perangkat pembelajaran yang telah dirancang oleh peneliti divalidasi oleh dua ahli matematika. Pada perangkat pembelajaran silabus memperoleh rata-rata 3,72, pada RPP memperoleh rata-rata 3,66, perangkat pembelajaran yang ketiga yaitu LKS memperoleh rata-rata 3,74, pada perangkat pembelajaran berupa bahan ajar memperoleh rata-rata 3,47 dan pada soal evaluasi memperoleh rata-rata 3,8.

Tabel 8Kriteria tingkat kualitas produk

Interval

skor rata-rata Kategori

3,25 - 4,00 Sangat baik 2,50 - 3,25 Baik 1,65 - 2,50 Kurang baik 0,00 - 1,75 Tidak baik (Sumber: Vetriyanto, 2012:34) No Perangkat Pembelajaran Ahli Hasil Penilaian Rata-rata

1 Silabus Dosen IIDosen I 3,673,78

Rata-rata 3,72

2 RPP Dosen IIDosen I 3,623,71

Rata-rata 3,66

3 LKS Dosen IIDosen I 3,873,62

Rata-rata 3,74

4 Bahan ajar Dosen IIDosen I 3,753,2

Rata-rata 3,47

5 Evaluasi Dosen IIDosen I 3,863,75

Pada tabel 8 menjelaskan bahwa terdapat kriteria tingkat kualitas produk yang digunakan oleh peneliti untuk menentukan perangkat pembelajaran yang telah dirancang. Ada 4 kategori dalam kriteria tingkat kualitas produk menurut Fatimah Setiani dalam Vetriyanto (2012:34) yaitu sangat baik, baik, kurang baik dan tidak baik.

Tabel 9.Hasil Validasi dan Kriteria

No Perangkat

pembelajaran Hasil Kriteria

1 Silabus 3,72 Sangat Baik

2 RPP 3,66 Sangat baik

3 LKS 3,74 Sangat baik

4 Bahan ajar 3,47 Sangat Baik

5 Evaluasi 3,8 Sangat Baik

Rata-rata 3,68 Sangat Baik

Berdasarkan tabel diatas terdapat lima perangkat pembelajaran yang dinilai oleh validator. Kelima perangkat tersebut dinilai dengan cara memberikan skor pada setiap komponen. Skor yang digunakan dalam penilaian menggunakan skalalikert. Riduwan (2002:12) menyatakan bahwa

skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Dalam penilaian setiap komponen pada silabus, skor dalam skala likert yang digunakan adalah 1, 2, 3 atau 4.

Berdasarkan pada tabel 9 perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, LKS, bahan ajar dan evaluasi berada pada kriteria sangat baik. Adapun hasil rata-rata dari seluruh perangkat pembelajaran memperoleh nilai 3,68 dan berada pada kriteria sangat baik. Jadi perangkat pembelajaran yang telah dibuat oleh peneliti layak untuk di uji cobakan dalam penelitian.

Perangkat pembelajaran tersebut yang telah selesai divalidasi kemudian diperbaiki kembali berdasarkan masukkan dari validator. Adapun revisi yang disarankan oleh para ahli adalah pada silabus perlu media yang harus dilengkapi sesuai dengan materi pembelajaran; pada RPP rumusan tujuan perlu memperhatikan aturan ABCD (Audience, Behavior, Condition, dan Degree) Condition pada tujuan pembelajaran kurang nampak, pada

LKS gambar dapat diganti dengan gambar-gambar yang lebih konkret, pada bahan ajar kurang mencantumkan sumber bahan dan yang terakhir pada soal evaluasi penulisan Rp 6.000,00 sebaiknya tanpa spasi (Rp6.000,00).

1) Validitas soal

Uji validitas soal dilakukan untuk membuktikan valid atau tidaknya, soal harus sama dengan penyusunan kisi-kisi soal. Peneliti sebelumnya telah mengujicobakan kevalidan dari soal-soal yang akan digunakan pada tiap siklus untuk penilaian tes prestasi belajarnya. Soal diujikan kepada 30 siswa kelas VI.Dari hasil ujicoba tersebut, peneliti telah memilih 5 soal cerita yang benar-benar valid untuk tiap siklusnya. Untuk menganalisis data peneliti menggunakan rumus Product Moment (Sudijono, 2011:181).

= NΣ − ( ΣX) ( ΣY)

( ΣX − ( ΣX) ) ( NΣY − ( ΣY) )

Keterangan:

rxy : korelasi product moment X : tes formatif I

Y : tes formatif II N : jumlah responden

Hasil perhitungan validitas menggunakan rumus Product Moment dengan r tabel untuk 30 siswa sebesar 0,349 (Sugiyono, 2010). Suatu soal dikatakan valid jika r hitung ≥ r tabel. Berdasarkan analisis validitas soal uraian diperoleh hasil sebagai berikut.

a) Instrumen 1

Tabel 10.Hasil Uji Validitas Soal Instrumen 1

No Item r hitung r tabel Keputusan

1 0,444 0,349 Valid 2 0,427 0,349 Valid 3 0,548 0,349 Valid 4 0,444 0,349 Valid 5 0,553 0,349 Valid 6 0,617 0,349 Valid 7 0,655 0,349 Valid 8 0,402 0,349 Valid 9 0,319 0,349 Tidak Valid 10 0,329 0,349 Tidak Valid

Berdasakan tabel 10 terdapat hasil uji validitas soal instrumen 1 yang berjumlah 10 soal. Pada uji validitas instrumen 1 ada dua soal yang tidak valid dari 10 soal. Dua soal tersebut dinyatakan tidak valid karena r hitung lebih kecil daripada r tabel. Maka dari itu peneliti memperoleh 8 soal yang valid untuk digunakan sebagai tes (soal evaluasi).

b) Instrumen 2

Tabel 11.Hasil Uji Validitas Soal Instrumen 2

No Item r hitung r tabel Keputusan

1 0,065 0,349 Tidak Valid 2 0,669 0,349 Valid 3 0,665 0,349 Valid 4 0,504 0,349 Valid 5 0,577 0,349 Valid 6 0,669 0,349 Valid 7 0,398 0,349 Valid 8 0,392 0,349 Valid 9 0,496 0,349 Valid 10 0,599 0,349 Valid

Pada tabel 11 terdapat 1 soal yang tidak valid dari 10 soal. Soal yang tidak valid karena r hitung lebih kecil dibanding dengan r tabel. Peneliti memlilih 5 soal dari 9 soal yang valid untuk digunakan dalam tes.

2) Validitas Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data yang divalidasi adalah lembar kuesionerkedisiplinan siswa.Peneliti terlebih dahulu melakukan uji validasi kepada dosen ahli, kepada E Desiana M S.Psi.M.A.Validasi dilakukan dengan memberikan penilaian terhadap aspek-aspek pada perangkat pembelajaran. Validasi diisi dengan pedoman yang telah disiapkan oleh peneliti.Hasil validasi lembar kuesioner kedisiplinan oleh dosen ahli, terlampir dalam lampiran 3.

Tabel 12. Hasil Validasi Kuesioner No Ahli Hasil penilaian rata-rata Kategori

1 Dosen 4,00 Sangat baik

Berdasarkan pada tabel 12 hasil validasi kuesioner ke ahli memperoleh penilaian rata-rata 4,00 dan berada pada kriteria sangat baik. Sehingga kuesioner yang telah dibuat oleh peneliti layak untuk dibagikan pada siswa dalam penelitian.

b. Uji Reliabilitas

Menurut Sugiyono (2010:367) reliabilitas merupakan syarat untuk pengujian validitas instrumen. Dalam pengujian reliabilitas berupa tes yang diukur adalah aspek konsistensi. Pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan dengan teknik belah dua dari Spearman Brown (Split Half).

= 2.

Dimana:

ri = reliabilitas internal seluruh instrumen

rb = korelasi product moment antara belahan pertama dan kedua. Menurut Masidjo (2010: 209), terdapat taraf realibilitas sebagai berikut.

Tabel 13.Koefisien Reliabilitas

Koefisien Korelasi Kualifikasi

0,91 - 1,00 Sangat Tinggi

0,71 – 0,90 Tinggi

0,41 – 0,70 Cukup/Kurang

0,21 – 0,40 Rendah

Negatif – 0,20 Sangat Rendah (Sumber: Masidjo, 2010: 209)

Dari perhitungan reliabilitas soal instrumen 1 menggunakan Spearman Brown (Split Half), diketahui bahwa koefisiennya adalah 0,65 jadi termasuk

dalam kategori cukup atau kurang.

Dari perhitungan reliabilitas soal instrumen 1 menggunakan Spearman Brown (Split Half), diketahui bahwabesar korelasinya adalah 0,58 jadi

masuk dalam kategori cukup atau kurang.

Dokumen terkait