• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Uji Validitas dan Reliabilitas

Dalam penelitian kuantitatif, uji coba instrumen menjadi sangat penting untuk dilakukan agar dapat memperoleh data yang akurat dari subyek penelitian sehingga data-data tersebut menjadi dapat dipertanggungjawabkan. Sugiyono (2010: 173) berpendapat bahwa dengan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel dalam pengumpulan data diharapkan hasil penelitian

90

akan menjadi valid dan reliabel, sehingga instrumen yang valid dan reliabel menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel.

1. Uji Validitas Instrumen

Jika ingin memperoleh data yang valid maka instrumennya pun harus valid (Suharsimi Arikunto, 2012: 79). Menurut Sugiyono (2010: 173) instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) tersebut valid, yang mengandung arti bahwa instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur, sehingga berdasarkan pendapat tersebut, perlu adanya ketepatan pengukuran atas apa yang hendak diukur.

Menurut Sugiyono (2010: 177), terdapat 3 (tiga) jenis validitas instrumen, yaitu validitas konstrak (construct validity), validitas isi (content validity), dan validitas eksternal. Penelitian ini menggunakan validitas konstrak yang menurut Sugiyono (2010: 178) yaitu instrumen dengan menggunakan analisis faktor (indikator). Analisis faktor dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor item dalam suatu faktor (indikator) dengan skor item total. Apabila korelasi tiap faktor tersebut positif dan besarnya lebih dari koefisien product moment maka item dalam suatu faktor tersebut merupakan konstrak yang kuat, sehingga berdasarkan analisis faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut memiliki validitas konstruksi yang baik.

91

Dalam validitas konstrak, instrumen yang telah dikonstruksikan untuk dikomunikasikan dengan para ahli (judgement experts) guna meminta pendapat ahli apakah instrumen tersebut sudah sesuai dengan definisi variabel dalam teori atau belum, apakah perlu perbaikan atau bahkan dirombak total.

Setelah pengujian intrumen dengan judgement expert, maka dilanjutkan dengan uji coba instrumen guna menguji karakteristik butir instrumen dengan mengambil sampel sekitar 30 orang (Sugiyono, 2010: 177). Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengambil jumlah sampel uji coba sebanyak 32 orang siswa kelas VII A dengan berdasar beberapa pertimbangan yaitu ketersediaan subyek yang akan diambil, kemampuan peneliti dalam hal waktu dan dana, serta tingkat kesulitan dalam pelaksanaan.

Selanjutnya, peneliti melakukan analisis butir yang dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows seri 16.0. Besarnya koefisien item total bergerak dari 0 sampai dengan 1,00 dengan tanda positif atau negatif. Kriteria pemilihan item berdasarkan korelasi item total, biasanya digunakan dengan melihat rhitung dan rtabel product moment yang ada, sehingga apabila rhitung > rtabel maka suatu item instrumen dapat dikatakan valid (Saifuddin Azwar, 2013: 86).

92 2. Uji Reliabilitas Instrumen

Sebuah penelitian harus dilakukan uji reliabilitas. Menurut Sugiyono (2010: 173), instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Berdasarkan pendapat tersebut, maka sebuah instrumen akan reliabel jika dapat secara konsisten digunakan pada obyek yang sama dari waktu ke waktu.

Saifuddin Azwar (2013: 112) berpendapat bahwa reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas yang memiliki rentang angka antara 0 sampai dengan 1,00. Dengan demikian, semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati 1,00 maka semakin tinggi pula reliabilitasnya. Sebaliknya apabila koefisien reliabilitasnya mendekati 0 maka semakin rendah pula reliabilitasnya.

Pada penelitian ini, uji relibilitas hanya dilakukan pada alat ukur tentang kecemasan sosial dengan Alpha Cronbach. Penghitungannya dilakukan dengan mengunakan SPSS for Windows seri 16.0.

3. Hasil Uji Coba Instrumen

Penelitian yang baik akan menggunakan instrumen yang telah diuji terlebih dahulu validitas dan reliabilitasnya. Sebelum instrumen digunakan untuk pengumpulan data, terlebih dahulu dilakukan uji coba guna pembakuannya yaitu dengan melakukan uji validitas dan uji

93

reliabilitas instrumen. Pada penelitian ini, sebagaimana penjelasan sebelumnya, uji validitas dan reliabilitas hanya dilakukan pada skala kecemasan sosial saja, dikarenakan skala kepercayaan diri menggunakan skala yang sudah valid dan reliabel.

Uji coba instrumen dilakukan kepada sebanyak 32 subyek, yaitu sebanyak 32 siswa kelas VII A di SMP Negeri 2 Kalasan yang bukan merupakan sampel penelitian. Dengan demikian, subyek uji coba instrumen tidak termasuk sampel penelitian, sehingga tidak terjadi peran ganda antara subyek uji coba yang menjadi sampel penelitian.

Uji coba instrumen melalui analisis butir menggunakan korelasi

product moment, dan penghitungan dilakukan dengan menggunakan

SPSS for Windows seri 16.0. a. Uji Validitas

Pada skala kepercayaan diri, sebagaimana dipaparkan sebelumnya, validitas skala kepercayaan diri adalah bergerak dari 0,305 sampai dengan 0,698 dan dinyatakan valid, serta reliabilitasnya memiliki skor sebesar 0,929 dan mendekati angka 1 sehingga dinyatakan reliabel. Adapun proses validitas skala kepercayaan diri berdasarkan penelitian Ayu Lea Lailatussa’diyah (2014: 76) dapat dijelaskan sebagai berikut.

1) Validitas yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah validitas kontruk yaitu instrumen yang telah dikonstruksikan

94

kemudian dikonsultasikan kepada expert yang dilanjutkan dengan analisis butir.

2) Uji coba instrumen dilakukan kepada sebanyak 40 siswa kelas VII SMP Negeri 15 Yogyakarta, dan subyek tersebut bukan merupkan subyek dalam sampel penelitian.

3) Hasil dari uji validitas instrumen skala kepercayaan diri yang dilakukan oleh Ayu Lea Lailatussa’diyah (2014) adalah dari 61 item butir uji coba didapatkan hasil bahwa terdapat 45 item yang valid dengan validitas kepercayaan dirinya bergerak dari 0,305 sampai dengan 0,698 dan dinyatakan valid, serta reliabilitasnya memiliki skor sebesar 0,929 dan mendekati angka 1 sehingga dinyatakan reliabel

Sedangkan pada skala kecemasan sosial, rtabel product moment

dari skala ini adalah sebesar 0,349 sehingga apabila rhitung suatu item pernyataan kurang dari rtabel maka item tersebut dinyatakan tidak valid. Maka dari itu, rhitung skala kecemasan sosial ini adalah bergerak dari 0,354 sampai dengan 0,777 sehingga dikatakan valid. Adapun distribusi item valid dan tidak valid dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

95

Tabel 4. Distribusi Item Valid dan Tidak Valid Skala Kecemasan Sosial

Item Valid Item Tidak Valid

1; 2; 4; 6; 7; 9; 10; 12; 13; 14; 15; 16; 17; 18; 19; 20; 22; 23; 24; 25; 27; 28; 29; 31; 33; 34; 36; 37; 39; 41; dan 42 3; 5; 8; 11; 21; 26; 30; 32; 35; 38; dan 40 ∑31 ∑11

Butir-butir item yang valid masih mewakili indikator yang telah ditetapkan sehingga instrumen ini dapat digunakan untuk pengambilan data. Hasil penghitungan uji validitas skala kecemasan sosial dapat dilihat pada lampiran 3 halaman 145.

Kisi-kisi skala kecemasan sosial setelah uji coba dapat dilihat sebagai berikut.

Tabel 5. Kisi-kisi Skala Kecemasan Sosial Pasca-Uji Coba

No. Aspek Indikator Jumlah Item Nomor Item

f uf f uf

1. Ketakutan akan evaluasi negatif

Cemas akan penilaian negatif orang lain terhadap dirinya

4 3 17; 24; 27; 30

1; 11; 18 Cemas tidak dapat

memenuhi harapan sosial 2 2 2; 12 3; 19

2.

Penghindaran dan rasa tertekan terhadap situasi sosial baru atau asing

Tidak nyaman dalam situasi sosial yang baru atau asing

4 2 4; 13;

20; 25 28; 31 Menjauhi situasi sosial

yang baru atau asing 2 3 5; 14

6; 21; 29

3.

Penghindaran dan rasa tertekan terhadap situasi sosial yang umum dikenal

Tidak nyaman dalam situasi sosial yang sudah dikenal

2 3 7; 15 8; 22; 26 Menjauhi situasi sosial

yang umum terjadi dan sudah dikenal

3 1 9; 16; 23 10

96 b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas menggunakan SPSS for Windows Seri 16.0

diperoleh koefisien Alpha Cronbach yang sudah dikurangi dengan butir pernyataan yang tidak valid, diperoleh koefisien-koefisien kepercayaan diri sebesar 0,929 sehingga memang sudah reliabel karena mendekati angka 1. Sedangkan untuk skala kecemasan sosial, diperoleh koefisien sebesar 0,911 sehingga instrumen ini dinyatakan reliabel karena mendekati angka 1. Hasil penghitungan uji reliabilitas skala kecemasan sosial dapat dilihat pada lampiran 3 halaman 145.

Dokumen terkait