BAB III METODOLOGI PENELITIAN
G. Uji Validitas dan Reliabilitas
Sebelum digunakan untuk mengambil data penelitian, instrumen penelitian yang berupa tes objektif penguasaan tingkat tutur, tes lisan ketrampilan berbicara krama alus, dan angket sikap ekstrovert perlu diujicobakan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitasnya.
a. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya instrumen yang kurang valid memiliki validitas rendah. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. (Arikunto, 1998:160)
Azwar (2000: 5-6) mengatakan bahwa suatu tes atau instrumen pengukuran dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukan pengukuran tersebut. Tes yang menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah.
commit to user
Pengukuran validitas tes keterampilan berbicara krama alus tidak dilakukan secara empirik melalui perhitungan statistik tetapi menggunkan validitas konstruk yang mendasarkan pada teori atau konsep yang digunakan, seperti pada yang tercantum dalam indikator keterampilan berbicara krama alus. Indikator-indikator keterampilan berbicara krama alus adalah:
1) kesesuaian isi dengan topik pidato, 2) ketepatan struktur kalimat, 3) ketepatan berekspresi, 4) ketepatan pemilihan kata, 5) kejelasan suara, 6) ketepatan melafalkan.
Penghitungan tingkat validitas butir soal penguasaan tingkat tutur, menggunakan rumus korelasi biserial sebagai berikut.
Keterangan:
Mp: rata-rata skor total siswa yang menjawab benar pada butir soal Mt: rata-rata skor total seluruh siswa
St: standar deviasi skor total
p : proporsi siswa yang menjawab benar pada setiap butir soal q : proporsi siswa yang menjawab salah pada setiap butir soal
Untuk mengetahui tingkat validitas butir angket sikap ekstrovert, digunakan rumus korelasi product moment, yaitu mengkorelasikan skor item dengan skor total. Rumusnya sebagai berikut.
2 2
commit to user
Keterangan
r x y = koefisien korelasi variabel x dan y
= jumlah skor item soal
= jumlah skor total N = jumlah responden b. Uji Reliabilitas
Reliabel artinya dapat dipercaya. Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrumen tersebut sudah baik.
Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataan, maka beberapa kali pun diambil, tetap akan sama (Arikunto, 1998: 170).
Azwar (2000: 4) berpendapat bahwa
Reliabilitas menunjukkan hasil pengukuran dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum dirubah. Dalam hal ini, relatif sama berarti tetap adanya toleransi terhadap perbedaan-perbedaan kecil diantara hasil beberapa kali pengukuran.
Perhitungan reliabilitas keterampilan berbicara krama alus menggunakan analisis reliabilitas antarrater. Reliabilitas antarrater dihitung dengan menggunakan koefisiensi korelasi antar kelas (Intraclass Correlation Coefficients, ICC). Metode ini digunakan untuk melakukan estimasi reliabilitas antarpenilai jika ada beberapa orang penilai (Agusyana, 2011:
49). Rumus yang dimaksud adalah sebagai berikut.
Penghitungan reliabilitas butir tes penguasaan tingkat tutur menggunakan reliabilitas KR-20. Rumusnya adalah sebagai berikut.
commit to user
Keterangan:k : banyak butir pertanyaan yang valid
p : proporsi siswa yang menjawab benar pada setiap butir soal q : proporsi siswa yang menjawab salah pada setiap butir soal Spq : jumlah hasil antara perkalian s dan q
S2 : varian total
Perhitungan reliabilitas butir pernyataan angket sikap ekstrovert menggunakan rumus alfa cronbach. Rumusnya adalah sebagai berikut.
2
k = banyak butir pertanyaan yang valid
b2
= jumlah varians butir
t2 = varian total 2. Hasil Uji Coba Instrumen
a. Validitas
Perhitungan validitas variabel keterampilan berbicara krama alus tidak dilakukan secara empirik melalui perhitungan statistik, hanya digunakan validitas konstruk yang mendasarkan pada teori-teori atau konsep yang digunakan. Dalam hal ini tercantum pada indikator keterampilan berbicara krama alus.
Berdasarkan perhitungan validitas pada variabel tingkat tutur menggunakan rumus korelasi biserial menunjukkan 37 butir soal
commit to user
validitasnya adalah apabila harga t hitung setelah dikonsultasikan dengan t tabel adalah lebih besar pada taraf signifikansi 5%. R tabel adalah 2,048.
Butir soal yang tidak valid adalah nomor 10, 14, 18, 20, 22, 23, 25, 27, 31, 42, 45, 47, 48. Butir soal yang tidak valid tidak digunakan dalam pengumpulan data penelitian. Sebaran tabel item yang valid dan tidak valid dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 10
Sebaran Item Penguasaan Tingkat Tutur No
Indikator
No Item Total Item
Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid 1 Jenis leksikon bahasa Jawa 1,2,3,4,5,26,2
8,29,30
27 9 1
2 Ragam ngoko lugu 6,7,8,9,32,33, 34,35
10,31 8 2
3 Ragam ngoko alus 11,12,13,15,3 6,37,38,39,40
Dari hasil perhitungan uji validitas terhadap 50 butir pernyataan menunjukkan bahwa terdapat 35 item dinyatakan valid karena r hitung > r tabel. R tabel adalah 0,361. Butir pernyataan yang tidak valid sebanyak 15 karena r hitung < r tabel. Butir pernyataan yang tidak valid adalah nomor 1, 3, 21, 24, 25, 26, 28, 29, 30, 31, 32, 37, 40, 41, 45. Item yang tidak valid,
commit to user
tidak digunakan dalam proses pengambilan data. Sebaran tabel item yang valid dan tidak valid dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 11
2 sociability 2,16,33 unsociability 9,23,43
3 risk taking 17,34,35 3 carefulness 10,42,44 24,29,45 4 impulsiveness 4,18,36 37 controlled 11,46,47 25,30,31
5 expressiveness 5,19,38 inhibition 12 26
6 practically 6,20 reflectiveness 13,27,48
7 irresponsibility 7,39 21,40, 41
responsibility 14,49 28
Jumlah 18 7 Jumlah 17 8
b. Reliabilitas
Penentuan reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan pendapat dari Ghozali (2001:42) bahwa suatu variabel dikatakan reliabel apabila nilainya lebih dari 0,60
Perhitungan reliabilitas keterampilan berbicara krama alus menggunakan analisis reliabilitas antarrater. Reliabilitas antarrater dihitung dengan menggunakan koefisiensi korelasi antar kelas (Intraclass Correlation Coefficients, ICC). Metode ini digunakan untuk melakukan estimasi reliabilitas antarpenilai jika ada beberapa orang penilai (Agusyana, 2011: 49). Berdasarkan perhitungan reliabilitas ICC menggunakanbantuan program SPSS versi 17 dihasilkan koefisiensi alpha adalah 0,915. Nilai koefeiensi tersebut jauh lebih tinggi daripada
commit to user
0,60 sehingga instrumen dinyatakan reliabel untuk dijadikan instrumen pengumpulan data.
. Berdasarkan penghitungan reliabilitas menggunakan rumus KR 20 diperoleh koefesien reliabilitas variabel penguasaan tingkat tutur adalah sebesar 0,904. Hal ini berarti 0,904 > 0,60, sehingga dinyatakan reliabel.
Perhitungan reliabilitas variabel sikap ekstrovert menggunakan rumus cronbach alpha dengan bantuan program SPSS versi 17. Hasilnya menunjukkan bahwa instrumen yang sudah diujicobakan memiliki reliabilitas yang cukup tinggi, dengan nilai koefisiensi alpha sebesar 0,960. Nilai koefisiensi tersebut jauh lebih tinggi daripada 0,60 sehingga instrumen dinyatakan reliabel untuk dijadikan instrumen pengumpulan data.
Tabel 12
Rekapitulasi Hasil Uji Reliabilitas
No Variabel Nilai hitung Nilai Standar Kriteria
1 Penguasaan Tingkat Tutur 0,904 0,60 Reliabel
2 Sikap Ekstrovert 0,960 0,60 Reliabel
3 Berbicara Krama Alus 0,915 0,60 Reliabel
Berdasarkan hasil analisis uji validitas dan reliabilitas sebagaimana tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa seluruh item sudah teruji validitas dan reliabilitasnya sehingga memenuhi syarat sebagai instrumen yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian.
commit to user
H. Teknik Analisis DataTeknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik analisis korelasi dan regresi. Menurut pendapat Muhidin dan Abdulrahman (2007:187) secara umum ada dua macam hubungan antara dua variabel atau lebih, yaitu bentuk hubungan dan keeratan hubungan. Untuk mengetahui bentuk hubungan digunakan analisis regresi. Untuk keeratan hubungan dapat diketahui dengan analisis korelasi. Teknik analisis bertujuan untuk menguji tiga buah hipotesis yang telah dirumuskan pada bab II.
Sudjana (2005: 310) berpendapat bahwa jika mempunyai data yang terdiri atas dua atau lebih variabel, adalah sewajarnya untuk mempelajari cara bagaimana variabel-variabel itu berhubungan. Hubungan yang didapat pada umumnya dinyatakan dalam bentuk persamaan matematika yang menyatakan hubungan fungsional antara variabel-variabel. Studi yang menyangkut masalah ini dikenal dengan analisis regresi. Sedangkan sedangkan studi yang membahas tentang derajat hubungan antara variabel-variabel dikenal dikenal dengan nama analisis korelasi. Ukuran yang dipakai untuk mengetahui derajat hubungan dinamakan koefisien korelasi.
Ada dua langkah pokok yang dilakukan dalam analisis data penelitian, yaitu:
1. Uji persyaratan analisis, yang meliputi:
a. Uji normalitas
Uji normalitas data dalam penelitian dimaksudkan untuk mengetahui kondisi
commit to user
sebaran data, apakah sebaran data pada masing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak. Variabel yang diuji normalitas datanya adalah penguasaan tingkat tutur (X1), sikap ekstrovert (X2) dan keterampilan berbicara krama alus (Y). Pengujian normalitas menggunakan bantuan program SPSS 17 for windows.
Uji linieritas
Pengujian linieritas digunakan untuk mengetahui apakah data kedua variabel bebas dan variabel terikat berbentuk linier atau tidak.
Pengujian tersebut menggunakan uji linieritas garis regresi dengan menguji signifikansi nilai F.
2. Analisis data penelitian a. Analisis deskriptif
Deskripsi data yang disajikan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran secara umum mengenai penyebaran data yang diperoleh di lapangan. Data yang disajikan berupa data mentah yang diolah menggunakan teknik statistik deskriptif. Deskripsi data yang disajikan antara lain tendensi sentral dan dispersi.
b. Analisis inferensial
Analisis inferensial merupakan teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi.
Analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.
Pengujian hipotesis, meliputi pengujian hipotesis I, II dan III. Pengujian hipotesis I dan II menggunakan teknik analisis korelasi sederhana,
commit to user
sedangkan pengujian hipotesis III menggunakan teknik analisis regresi berganda. Perhitungan dalam pengujian hipotesis ini menggunakan bantuan komputer program SPSS (Statistik Program for Sosial Scientific) 17.0 for Windows.
I. Hipotesis Statistik
Hipotesis statistik penelitian ini dapat dituliskan sebagai berikut.
1. Hipotesis Pertama Ho : y1 = 0
H1 : y1 > 0 Keterangan : y1 = koefisien korelasi antara X1 dan Y 2. Hipotesis Kedua
Ho : y2 = 0
H1 : y2 > 0 Keterangan : y2 = koefisien korelasi antara X2 dan Y 3. Hipotesis Ketiga
Ho : y12 = 0
H1 : y12 > 0 Keterangan : y12 = koefisien korelasi antara X1, X2 dan Y
commit to user
77 BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Secara berurutan di dalam bab ini akan diuraikan beberapa hal yang berkaitan dengan hasil penelitian yang sudah dilakukan yang meliputi deskripsi data, pengujian hipotesis dan pembahasan hasil penelitian.
A. Deskripsi Data
Deskripsi data yang akan disajikan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran secara umum mengenai penyebaran data yang diperoleh di lapangan. Data yang disajikan berupa data mentah yang diolah menggunakan teknik statistik deskriptif.
Deskripsi data yang disajikan antara lain tendensi sentral dan dispersi.
Tendensi sentral adalah nilai rata-rata dari setiap distribusi data yang meliputi mean, mode, dan median. Dispersi adalah distribusi nilai. Kegunaan dispersi adalah untuk mengetahui bagaimana sebaran data di sekitar rata-rata atau untuk mengetahui keseragaman suatu data atau gejala. Contoh dispersi antara lain range, varian, dan standar deviasi (Sarwono, 2012: 113-116). Selain itu akan disajikan juga skor maksimum dan skor minimum yang disertai histogram.
Deskripsi data dari masing-masing variabel, hasilnya dapat dijelaskan sebagai berikut.
commit to user
1. Deskripsi Data Keterampilan Berbicara Krama Alus
Hasil penelitian untuk variabel terikat yaitu keterampilan berbicara krama alus yang dijaring melalui tes lisan, dengan jumlah responden sebanyak 30 mempunyai skor menyebar dari skor terendah 40 sampai skor tertinggi 51 , jumlah skor 1381 , mean 46, simpangan baku 3,5 modus 49, median 46, dan varian 12,2. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 13 berikut ini.
Tabel 13
Distribusi Frekuensi Skor Keterampilan Berbicara Krama Alus
Interval Frekuensi Persentase
40 42 5 16,7
43 45 8 26,7
46 48 7 23,3
49 52 10 33,3
Jumlah 30 100
Gambaran lebih jelas mengenai distribusi skor keterampilan berbicara krama alus dapat dilihat pada diagram batang di bawah ini.
commit to user
0 2 4 6 8 10
40-42 43-45 46-48 49-50
0
Gambar 2
Diagram Batang Frekuensi Nilai Keterampilan Berbicara Krama Alus
2. Deskripsi Data Penguasaan Tingkat Tutur
Hasil penelitian untuk variabel bebas penguasaan tingkat tutur yang dijaring melalui tes objektif, dengan jumlah pertanyaan sebanyak 35 butir instrumen mempunyai skor menyebar dari skor terendah 19 sampai skor tertinggi 31, jumlah skor 746, mean 24,87, simpangan baku 3,89, modus 30, median 25, dan varian 15,15. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 14 berikut ini.
commit to user
Tabel 14Distribusi Frekuensi Skor Penguasaan Tingkat Tutur
Interval Frekuensi Persentase
19 21 9 30
22 24 5 16,7
25 27 7 23,3
28 31 9 30
Jumlah 30 100
Gambaran lebih jelas mengenai distribusi skor data variabel penguasaan tingkat tutur dapat dilihat pada diagram batang di bawah ini.
0 2 4 6 8 10
19-21 22-24 25-27 28-31
0
Gambar 3
Diagram Batang Frekuensi Nilai Penguasaan Tingkat Tutur
3. Deskripsi Data Sikap Ekstrovert
Hasil penelitian untuk variabel bebas yaitu sikap ekstrovert yang dijaring melalui angket, dengan jumlah pernyataan sebanyak 35 butir instrumen mempunyai skor menyebar dari skor terendah 76 sampai skor tertinggi 98, dengan jumlah skor 2591, mean 86,37, simpangan baku 5,76, modus 87,
commit to user
median 87, dan varian 33,14. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 15 berikut ini.
Tabel 15
Distribusi Frekuensi Skor Sikap Ekstrovert
Interval Frekuensi Persentase
76 81 5 16,7
82 87 12 40
88 93 10 33,3
94 99 3 10
Jumlah 30 100
Gambaran lebih jelas mengenai distribusi skor data sikap ekstrovert dapat dilihat pada diagram batang di bawah ini.
0
commit to user
B. Pengujian Persyaratan AnalisisSebelum dilakukan uji hipotesis, terlebih dahulu diadakan pengujian persyaratan analisis variabel penguasaan tingkat tutur, sikap ekstrovert, dan keterampilan berbicara krama alus. Dalam analisis regresi ada beberapa asumsi yang harus dipenuhi sebelum melakukan pengujian hipotesis sehingga persamaan regresi yang dihasilkan akan valid, jika digunakan untuk memprediksi. Beberapa asumsi tersebut adalah uji normalitas, dan linieritas.
1. Uji Normalitas
Uji persyaratan pertama yang dilakukan untuk menguji apakah variabel bebas dan terikat mempunyai distribusi normal atau tidak, maka perlu dilakukan uji normalitas data. Uji normalitas dilakukan pada variabel penguasaan tingkat tutur, sikap ekstrovert dan keterampilan berbicara krama alus dengan menggunakan uji lilliefors.
Pengujian normalitas terhadap data keterampilan berbicara krama alus,
Y)-S(ZY
0,0857
harga Lt = 0.161. Dari perbandingan harga Lo dan Lt dapat dilihat bahwa harga Lo<Lt. Sehinggga dapat disimpulkan bahwa keterampilan berbicara krama alus (Y) berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
commit to user
Berdasarkan uji normalitas penguasaan tingkat tutur, didapat harga Lo
(harga pada kol
= 0.161.
Dari perbandingan harga Lo dan Lt dapat dilihat bahwa harga Lo<Lt.
Sehinggga dapat disimpulkan bahwa penguasaan tingkat tutur (X1) berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
Berdasarkan uji normalitas data sikap ekstrovert, didapat harga Lo (harga
- 151. Dengan n=30 dan
arga Lt = 0.161. Dari perbandingan harga Lo dan Lt dapat dilihat bahwa harga Lo<Lt. Sehinggga dapat disimpulkan bahwa sikap ekstrovert (X2) berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
2. Uji Linieritas
Uji linieritas bertujuan mencari linier tidaknya antara variabel bebas dan terikat. Jadi untuk menguji apakah hubungan antara keterampilan berbicara krama alus (Y) dengan penguasaan tingkat tutur (X1) dan sikap ekstrovert (X2) berbentuk linier.
commit to user
a) Uji Linieritas Hubungan antara Keterampilan Berbicara Krama Alus dan Penguasaan Tingkat Tutur
Pengujian linearitas hubungan antar variabel digunakan uji F.
Apabila F signifikan maka kedua variabel tersebut linier, dan sebaliknya apabila F tidak signifikan berarti hubungan kedua variabel tidak linier.
Dengan bantuan program SPSS versi 17 diketahui bahwa hubungan antara penguasaan tingkat tutur dengan keterampilan berbicara krama alus didapatkan hasil F sebesar 54.6 dengan signifikansi 0.000. Karena 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka hubungan tersebut adalah linier.
b) Uji Linieritas Hubungan antara Keterampilan Berbicara Krama Alus dan Sikap Ekstrovert
Pengujian linearitas hubungan antar variabel digunakan uji F.
Apabila F signifikan maka kedua variabel tersebut linier, dan sebaliknya apabila F tidak signifikan berarti hubungan kedua variabel tidak linier.
Dengan bantuan program SPSS versi 17 diketahui bahwa hubungan antara sikap ekstrovert dengan keterampilan berbicara krama alus didapatkan hasil F sebesar 46,7 dengan signifikansi 0.000. Karena 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka hubungan tersebut adalah linier.
commit to user
Diagram pencar regresi linier Y atas X1 dan Y atas X2 masing-masing dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Gambar 5
Diagram Pencar Y, X1
Gambar 6 Diagram Pencar Y, X2
commit to user
C. Pengujian HipotesisHasil pengujian persyaratan analisis tersebut menunjukkan bahwa skor setiap variabel penelitian telah memenuhi syarat untuk dilakukan pengujian statistik lebih lanjut, yaitu pengujian hipotesis.
Hipotesis adalah dugaan jawaban sementara dari permasalahan penelitian yang telah dirumuskan. Oleh karena sifat jawaban sementara, maka perlu pengujian atau pembuktian terhadap hipotesis yang telah diajukan. Dalam penelitian ini ada dua macam hipotesis yaitu hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (Ha). Hipotesis nol adalah hipotesis yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara variabel X dengan variabel Y, sedangkan hipotesis alternatif adalah hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan antara variabel X dengan Y.
1. Pengujian Hipotesis Pertama
Hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara penguasaan tingkat tutur dan keterampilan berbicara krama alus. Hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan analisis korelasi sederhana. Perhitungan statistik dibantu dengan program SPSS versi 17.
commit to user
a. Koefisiensi Korelasi Keterampilan Berbicara Krama Alus (Y) dengan Penguasaan Tingkat Tutur (X1)
Berdasarkan output korelasi diketahui bahwa korelasi antara variabel penguasaan tingkat tutur (X1) dan keterampilan berbicara krama alus didapatkan nilai koefisiensi korelasi sebesar 0,823. Angka positif pada koefisien korelasi mempunyai arti jika variabel penguasaan tingkat tutur meningkat maka keterampilan berbicara krama alus juga akan meningkat.
Besar kecilnya koefisien korelasi yang telah dihitung tidak berarti apa-apa sebelum dilakukan pengujian keberartian hubungan tersebut.
Untuk mengetahui keberartian (signifikansi korelasi) melalui prosedur pengujian yang dikutip dari pendapat Priyatno (2012: 45) sebagai berikut.
1) Menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif
H0 : artinya tidak ada hubungan antara penguasaan tingkat tutur dan keterampilan berbicara krama alus.
Ha : artinya ada hubungan penguasaan tingkat tutur dan keterampilan berbicara krama alus.
2) Menentukan signifikansi yaitu 0,05.
3) Pengambilan keputusan
Signifikansi > 0,05 jadi H0 diterima Signifikansi < 0,05 jadi H0 ditolak
commit to user
Berdasarkan output korelasi diketahui bahwa nilai signifikansi adalah 0,00. (0,00 < 0,05) maka H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara penguasaan tingkat tutur dan keterampilan berbicara krama alus.
b. Koefisien Regresi Keterampilan Berbicara Krama Alus (Y) dengan Penguasaan Tingkat Tutur (X1)
Persamaan regresi dipergunakan untuk menggambarkan hubungan antarvariabel. Dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 17 diperoleh hasil arah regresi b sebesar 0,740 dan konstanta a sebesar 27,636. Dengan demikian bentuk bentuk hubungan antara kedua variabel tersebut dapat digambarkan oleh persamaan regresi = a + bX
= 27,636 + 0,74 X1.
a = konstantan sebesar 27,636. Artinya jika penguasaan tingkat tutur nol, maka keterampilan berbicara krama alus adalah 27,636.
b = koefisien regresi sebesar 0,74. Artinya bahwa setiap tambahan satu satuan penguasaan tingkat tutur maka keterampilan berbicara krama alus akan meningkat sebesar 0,74.
commit to user
2. Pengujian Hipotesis KeduaHipotesis kedua yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara sikap ekstrovert dan keterampilan berbicara krama alus. Hipotesis kedua yang diajukan dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan analisis korelasi sederhana. Perhitungan statistik dibantu dengan program SPSS versi 17 diperoleh hasil sebagai berikut.
a. Perhitungan Koefisiensi Korelasi Keterampilan Berbicara Krama Alus (Y) dengan Sikap Ekstrovert (X2)
Berdasarkan output korelasi diketahui bahwa korelasi antara variabel sikap ekstrovert (X2) dan keterampilan berbicara krama alus didapatkan nilai koefisiensi korelasi sebesar 0,784. Angka positif pada koefisien korelasi mempunyai arti jika variabel sikap ekstrovert meningkat maka keterampilan berbicara krama alus juga akan meningkat.
Besar kecilnya koefisien korelasi yang telah dihitung tidak berarti apa-apa sebelum dilakukan pengujian keberartian hubungan tersebut.
Untuk mengetahui keberartian (signifikansi korelasi) melalui prosedur pengujian yang dikutip dari pendapat Priyatno (2012: 45) sebagai berikut.
commit to user
1) Menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif H0 : artinya tidak ada hubungan antara sikap ekstrovert dan keterampilan berbicara krama alus.
Ha : artinya ada hubungan sikap ekstrovert dan keterampilan berbicara krama alus.
2) Menentukan signifikansi yaitu 0,05.
3) Pengambilan keputusan
Signifikansi > 0,05 jadi H0 diterima Signifikansi < 0,05 jadi H0 ditolak
Berdasarkan output korelasi diketahui bahwa nilai signifikansi adalah 0,00 (0,00 < 0,05) maka H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara sikap ekstrovert dan keterampilan berbicara krama alus.
b. Koefisien Regresi Keterampilan Berbicara Krama Alus (Y) dengan Sikap Ekstrovert (X2)
Persamaan regresi dipergunakan untuk menggambarkan hubungan antarvariabel. Dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 17 diperoleh hasil arah regresi b sebesar 0,476 dan konstanta a sebesar 4,904. Dengan demikian bentuk bentuk hubungan antara kedua variabel tersebut dapat digambarkan oleh persamaan regresi
commit to user
= a + bX,= 4,904 + 0,476 X2.
a = konstantan sebesar 4,904. Artinya jika sikap ekstrovert nol, maka keterampilan berbicara krama alus adalah 4,904 b = koefisien regresi sebesar 0,476. Artinya bahwa setiap tambahan satu satuan sikap ekstrovert maka keterampilan berbicara krama alus akan meningkat sebesar 0,476.
3. Pengujian Hipotesis Ketiga
Hipotesis ketiga yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara penguasaan tingkat tutur dan sikap ekstrovert secara bersama-sama dengan keterampilan berbicara krama alus. Hipotesis ketiga yang diajukan dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan analisis regresi ganda. Perhitungan statistik dibantu dengan program SPSS versi 17 diperoleh hasil sebagai berikut.
a. Perhitungan Koefisiensi Korelasi Keterampilan Berbicara Krama Alus (Y) dengan Penguasaan Tingkat Tutur (X1), dan Sikap Ekstrovert (X2)
Hasil analisis antara variabel sikap ekstrovert dan keterampilan berbicara krama alus diperoleh nilai R sebesar 0,867. Nilai R (koefisien korelasi) merupakan hubungan antara penguasaan tingkat tutur, sikap ekstrovert dan keterampilan berbicara krama alus.
commit to user
Besar kecilnya koefisien korelasi yang telah dihitung tidak berarti apa-apa sebelum dilakukan pengujian keberartian hubungan tersebut.
Untuk mengetahui keberartian (signifikansi regresi) dapat diketahui melalui aplikasi program SPSS. Uji yang dilakukan adalah Uji F. Kriteria yang digunakan adalah apabila nilai r lebih besar dari nilai a tertentu (0,05) maka H0 diterima. Sebaliknya apabila nilai r lebih kecil dari nilai a tertentu (0,05) maka H0 ditolak (Muhidin dan Abdulrahman, 2007: 198).
Berdasarkan hasil output anova tampak nilai r lebih kecil pada tingkat a yang digunakan yaitu 0,05 atau 0,00<0,05, sehingga H0 ditolak.
Artinya terdapat hubungan yang berarti (signifikan) antara penguasaan tingkat tutur, sikap ekstrovert dan keterampilan berbicara krama alus.
Persamaan regresi dipergunakan untuk menggambarkan hubungan antarvariabel. Dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 17 diperoleh hasil bo : 13,365, b1 : 0,483, b2: 0,239.
Persamaan regresi linier berganda dengan tiga variabel independen
Persamaan regresi linier berganda dengan tiga variabel independen