• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAN HIPOTESIS PENELITIAN

4.3 Penguijian Prasyarat Statistik

4.3.1 Uji Validitas Instrument

Uji validitas digunakan untuk sah atau valid tidaknya suatu kuesioner.

Kevaliditasan instrumen menggambarkan bahwa suatu instrumen

benar-benar mampu mengukur variabel-variabel yang akan diukur dalam

penelitian serta mampu menunjukkan tingkat kesesuaian antar konsep dan

hasil pengukuran. Setelah kuesioner disiapkan, maka kuesioner disebar

kepada 30 responden untuk mengetahui apakah kuesioner itu valid atau

tidak. Rumus uji validitas menurut Sugiyono adalah:

Dimana :

r = Koefisien Korelasi Product Moment ΣX = Jumlah skor dalam sebaran X

ΣXY = Jumlah hasil kali skor X dan Y yang berpasangan ΣX2 = Jumlah skor yang dikuadratkan dalan sebaran X ΣY2 = Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran Y

n = Jumlah sampel

Hasil perhitungan uji validitas dapat dilihat pada bagian lampiran.

Sebuah item pernyataan dapat dikatakan valid apabila rHitung > rTabel

dengan taraf signifikasi 5%.

Berikut ini adalah hasil uji validitas kuesioner untuk komponen

Persepsi :

Tabel 4.7

Hasil Uji Validitas Kuesioner Komponen Persepsi

No r Hitung r Tabel Keputusan

1 0,505 0,361 Valid 2 0,532 0,361 Valid 3 0,561 0,361 Valid 4 0,466 0,361 Valid 5 0,673 0,361 Valid 6 0,456 0,361 Valid 7 0,423 0,361 Valid 8 0,378 0,361 Valid 9 0,531 0,361 Valid 10 0,603 0,361 Valid 11 0,680 0,361 Valid 12 0,643 0,361 Valid 13 0,675 0,361 Valid 14 0,369 0,361 Valid 15 0,598 0,361 Valid 16 0,473 0,361 Valid 17 0,667 0,361 Valid 18 0,554 0,361 Valid

20 0,633 0,361 Valid

21 0,599 0,361 Valid

22 0,629 0,361 Valid

Berikut ini adalah hasil uji validitas kuesioner untuk komponen

Harapan (Ekspektasi) :

Tabel 4.8

Hasil Uji Validitas Kuesioner Komponen Ekspetasi

No r Hitung r Tabel Keputusan

1 0,415 0,361 Valid 2 0,692 0,361 Valid 3 0,419 0,361 Valid 4 0,509 0,361 Valid 5 0,670 0,361 Valid 6 0,606 0,361 Valid 7 0,556 0,361 Valid 8 0,387 0,361 Valid 9 0,556 0,361 Valid 10 0,464 0,361 Valid 11 0,647 0,361 Valid 12 0,459 0,361 Valid 13 0,619 0,361 Valid 14 0,382 0,361 Valid 15 0,572 0,361 Valid 16 0,686 0,361 Valid 17 0,546 0,361 Valid 18 0,375 0,361 Valid 19 0,628 0,361 Valid 20 0,461 0,361 Valid 21 0,493 0,361 Valid 22 0,466 0,361 Valid

Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan internal konsistensi

dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach yaitu penghitungan yang

dilakukan dengan menghitung rata-rata interkolerasi di antara butir-butir

pertanyaan dalam kuesioner, variabel dikatakan reliabel jika nilai alphanya

lebih dari 0.30. Dengan dilakukan uji reliabilitas maka akan menghasilkan

suatu instrumen yang benar-benar tepat atau akurat dan mantap. Apabila

koefisien reliabilitas instumen yang dihasilkan lebih besar berarti instrumen

tersebut memiliki reliabilitas yang cukup baik.

Rumus untuk menghitung reliabilitas adalah sebagai berikut:

( ) ( )

Dimana :

n = jumlah butir

Si² = variasi butir St² = variasi total

Berikut ini adalah hasil uji Reliabilitas kuesioner untuk komponen

Hasil Uji Reliabilitas Komponen Persepsi

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 30 100.0

Excludeda 0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.894 22

Berikut ini adalah hasil uji Reliabilitas kuesioner untuk komponen

Harapan(Ekspektasi):

Tabel 4.10

Hasil Uji Reliabilitas Komponen Ekspetasi

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 30 100.0

Excludeda 0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Cronbach's

Alpha N of Items

.802 22

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahw rhitung untuk komponen Persepsi sebesar 0,894. Sedangkan untuk nilai rhitung untuk komponen Harapan (Ekspektasi) sebesar 0,802. Sehingga nilai Alpha pada

komponen persepsi dan ekspektasi melebihi 0,14. Maka dapat dikatakan

bahwa butir pernyataan yang terdapat pada kuesioner komponen Persepsi

dan Ekspektasi reliable.

4.4 Pembahasan

Berdasarkan hasil perhitungan dalam analisis data mengenai

kualitas pelayanan pembinaan dan bimbingan mantan penyandang

narkoba di panti sosial pamardi putra khusnul khotimah DKI Jakarta

diperoleh Skor SERVQUAL keseluruhan sebagai berikut:

Tabel 4.11 Skor SERVQUAL

Dimensi Skor SERVQUAL Tingkat Kesesuaian

Tangibles -1,67 51,03% Reliability -1,72 50% Responsivess -1,66 51,83% Assurance -1,64 51,92% Emphaty -1,67 52,23% Rata-rata -1,67 51,40% Sumber: Peneliti 2014

Berdasarkan tabel di atas maka dapat dilihat bahwa skor

Khusnul Khotimah untuk memenuhi harapan klien/penghuni panti sebesar

51,03% , skor SERVQUAL dimensi Reliability sebesar -1,72 dan tingkat

kesesuaiannya sebesar 50% atau presentase pencapaian Panti Sosial

Pamardi Putra Khusnul Khotimah untuk memenuhi harapan

klien/penghuni panti sebesar 50%, besarnya nilai SERVQUAL dimensi

Responsiveness sebesar -1,66 dan tingkat kesesuaiannya sebesar 51,83%

atau presentase pencapaian Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah

untuk memenuhi harapan klien/penghuni panti sebesar 51,83%, dimensi

Assurance mempunyai Skor SERVQUAL sebesar -1,64 dan tingkat

kesesuaiannya sebesar 51,92% atau presentase pencapaian Panti Sosial

Pamardi Putra Khusnul Khotimah untuk memenuhi harapan

klien/penghuni panti sebesar 51,92%, serta dimensi Emphaty mempunyai

Skor SERVQUAL sebesar -1,67 dan tingkat kesesuaiannya sebesar

52,23% atau presentase pencapaian Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul

Khotimah untuk memenuhi harapan klien/penghuni panti sebesar 52,23%.

Melihat Skor SERVQUAL yang didapatkan dari kelima dimensi tersebut,

maka pelayanan di Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah perlu

dilakukan beberapa upaya perbaikan. Hal tersebut juga dapat dilihat dari

rata-rata Skor SERVQUAL yang mempunyai nilai -1,67. Hal ini

menandakan bahwa pelayanan yang diberikan oleh pihak Panti Sosial

Pamardi Putra Khusnul Khotimah masih dipersepsikan kurang baik oleh

pengguna layanan Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah lebih

besar daripada persepsi yang didapat, maka pengguna layanan Panti Sosial

Pamardi Putra Khusnul Khotimah akan merasa tidak puas terhadap

pelayanan yang diberikan oleh pihak panti. Hal tersebut menyebabkan

ketidakpuasaan klien/penghuni panti terhadap pelayanan yang didapatkan.

Hal tersebut dapat dilihat pada nilai rata-rata Skor SERVQUAL. Dalam

hasil penelitian yang telah didapatkan, kita dapat melihat kembali teori

yang kita gunakan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, peneliti

menggunakan teori dari Parasuraman dkk yang menyebutkan bahwa

terdapat 5 (lima) Dimensi dari kualitas pelayanan, yaitu bukti langsung

(Tangibles), keandalan (Reliability), daya tanggap (Responsiveness),

jaminan (Assurance), dan empati (Emphaty) yang selanjutnya teori ini

digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan pembinaan dan bimbingan

mantan penyandang narkoba di Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul

Khotimah DKI Jakarta.

Menurut Parasuraman dkk terdapat 5 (lima) Dimensi kualitas

pelayanan, yaitu pertama adalah bukti langsung. Bukti langsung

(Tangibles) yang dimaksud disini adalah mencakup beberapa indikator

seperti kondisi fisik dari pelayanan, perlengkapan, serta pegawai yang

bertugas memberi pelayanan. Maksudnya adalah sejauhmana pihak Panti

Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah menyediakan fasilitas fisik serta

(Reliability) adalah kemampuan pihak Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul

Khotimah untuk memberikan pelayanan secara tepat dan akurat sesuai

sehingga klien/penghuni panti merasa nyaman dan puas terhadap

pelayanan yang diberikan.

Dimensi ketiga adalah daya tanggap (Responsiveness) yaitu daya

tanggap dari pihak Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah dalam

memberikan pelayanan yang dibutuhkan serta dapat menyelesaikan

dengan cepat dan kemauan petugas Panti dalam melayani kebutuhan

klien/penghuni panti.

Dimensi keempat adalah jaminan (Assurance) yaitu berkenaan

dengan pengetahuan dan kesopanan karyawan serta kemampuan mereka

dalam menumbuhkan rasa percaya (trust). Dimensi kelima adalah empati

(Empathy) yaitu kepedulian dan perhatian yang dilaksanakan secara

pribadi atau individu terhadap pelanggan dengan menempatkan dirinya

pada situasi pelanggan.

Melihat Dimensi bukti langsung (Tangibles) yang telah ditanggapi

klien/penghuni panti, dengan Skor SERVQUAL adalah -1,67 dengan

tingkat kesesuaiannya sebesar 51,03% atau presentase pencapaian Panti

Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah untuk memenuhi harapan

klien/penghuni panti sebesar 51,03% dan berada pada kuadran II. Hal ini

menunjukkan bahwa pada dimensi ini membutuhkan perbaikan dan

memerlukan prioritas utama dalam memperbaiki pelayanan adalah

pernyataan nomor 3 dan 5. Pernyataan nomor 3 indikator dari

perlengkapan yang pernyataannya adalah terdapat tempat parkir untuk

para pengunjung Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah. Tidak

tersedianya tempat parkir membuat pengunjung panti kurang nyaman.

Karena, pengunjung merasa bingung saat hendak memarkirkan

kendaraannya ketika ingin berkunjung. Panti Sosial Pamardi Putra

Khusnul Khotimah belum dapat menyediakan tempat parkir untuk para

pengunjung panti. Sehingga para pengunjung hanya memarkirkan

kendaraanya di lapangan Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah.

Untuk mengatasi masalah pada keberadaan tempat parkir, pihak Panti

Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah perlu menyediakan tempat parkir

di area panti agar pengunjung panti merasa nyaman ketika berkunjung.

Selain pernyataan nomor 3 yang harus mendapat prioritas utama

dalam memperbaiki pelayanan yang ada, pernyataan nomor 5 dari

indikator pegawai juga perlu mendapatkan perbaikan pelayanan.

Pernyataan nomor 5 memiliki nilai SERVQUAL sebesar -1,75 dan

memiliki tingkat kesesuaian sebesar 49,12% atau presentase pencapaian

Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah untuk memenuhi harapan

klien/penghuni panti sebesar 49,12%. Pernyataan nomor 5 ini mengenai

petugas selalu tersenyum terhadap klien/penghuni panti. Kurang puasnya

melaksanakan kegiatan pelatihan atau pada saat bertemu dengan

klien/penghuni Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah. Sebaiknya

pihak Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah melakukan pelatihan

terhadap petugas, sehingga petugas terbiasa untuk selalu ramah terhadap

klien/penghuni panti. Sedangkan untuk pernyataan yang berada di kuadran

II adalah pernyataan nomor 1 dan 2. Pernyataan ini juga memerlukan

perbaikan pelayanan dikarenakan pada pernyataan nomor 1 dan 2

mempunyai Skor SERVQUAL negatif yang berarti klien/penghuni panti

masih mempersepsikan pelayanan untuk kondisi ruang pelatihan kurang

baik. Selain pernyataan nomor 1 tersebut, pernyataan nomor 2 dari

indikator perlengkapan. Pernyataan tersebut adalah mengenai terdapat

pendingin udara di setiap ruangan.

Pernyataan yang berada di kuadran III adalah pernyataan nomor 4

dari indikator pegawai. Pernyataan nomor 4 tersebut adalah mengenai

petugas selalu berpenampilan rapih. Rapihnya penampilan dari petugas

masih dipersepsikan oleh Klien/penghuni panti kurang baik. Sedangkan

pernyataan yang berada di kuadran IV adalah pernyataan nomor 6.

Pernyataan nomor 6 ini mengenai petugas memberikan informasi yang

akurat mengenai jadwal pelatihan terhadap klien/penghuni panti. pihak

Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah tidak memberikan

informasi mengenai jadwal pelatihan secara akurat. Terkadang pelatihan

Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah menyediakan petugas tetap untuk

melaksanakan pelatihan. Sehingga kegiatan pelatihan dapat berjalan sesuai

jadwal.

Melihat Dimensi bukti keandalan (Reliability) yang telah

ditanggapi klien/penghuni panti, dengan Skor SERVQUAL adalah -1,72

dengan tingkat kesesuaiannya sebesar 50% atau presentase pencapaian

Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah untuk memenuhi harapan

klien/penghuni panti sebesar 50% dan berada pada kuadran I. Hal ini

menunjukkan bahwa pada dimensi ini membutuhkan perbaikan dan

pembenahan di beberapa aspek meskipun dimensi ini secara keseluruhan

berada pada kuadran I. Hal tersebut dikarenakan dimensi ini memiliki

Skor SERVQUAL negatif yang mana klien/penghuni panti masih

mempersepsikan pelayanan pada dimensi ini kurang baik. Dalam dimensi

keandalan (Reliability), yang memerlukan penanganan dan menjadi

proritas utama perbaikan pelayanan adalah pernyataan nomor 8 . Hal ini

karena penyataan nomor 8 memiliki Skor SERVQUAL tertinggi pada

dimensi ini. Pernyataan nomor 8 ini mengenai klien/penghuni panti

mendapatkan pelayanan sesuai jadwal. Hal itu membuat klien/penghuni

panti tidak mendapatkan pelatihan sesuai dengan jadwal, banyak yang

tidak mengetahui perubahan dari informasi jadwal pelatihan yang

diberitahukan sebelumnya. Selain itu ada juga jadwal pelatihan yang

Khotimah menambah petugas, hal ini dimaksudkan supaya pada setiap

pelaksanaan kegiatan selalu terdapat petugas di lapangan.

Sedangkan untuk pernyataan yang berada di kuadran II adalah

pernyataan nomor 10 dan 11. Pernyataan nomor 10 mengenai keramahan

petugas, hal ini adalah keramahan dari petugas panti sosial pamardi putra

khusnul khotimah. Petugas panti baik dalam melakukan kegiatan pelatihan

ataupun bertemu dengan klien/penghuni panti tidak terlihat ramah.

Sehingga klien/penghuni panti tidak merasa puas dengan pelayanan dari

petugas panti sosial pamardi putra khusnul khotimah. Pernyataan nomor

11 mengenai klien/penghuni panti mendapatkan pelayanan sesuai

kebutuhan. klien/penghuni panti yang tidak mendapatkan pelatihan sesuai

dengan kebutuhannya. Karena ada beberapa klien/penghuni panti yang

memiliki daya tanggap lemah, tetapi mereka mendapatkan pelatihan sama

seperti klien/penghuni panti yang normal. Seharusnya klien/penghuni

panti yang memiliki daya tanggap lemah dibedakan atau diberikan

pelatihan khusus sesuai dengan kemampuan pola berfikirnya. Hal ini

menyebabkan dari beberapa klien/penghuni panti tidak mendapatkan

pelatihan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pernyataan yang berada di kuadran III adalah pernyataan nomor 9.

Pernyataan nomor 9 mengenai tidak pernah terjadi kesalahan dalam

pemberitahuan jadwal pelatihan. Hal ini menunjukkan ketidakpuasaan

menyebabkan ketidakpuasan ini adalah Panti Sosial Pamardi Putra

Khusnul Khotimah tidak dapat memberikan informasi mengenai jadwal

pelatihan dengan tepat. Hal ini dikarenakan pihak panti kekurangan

petugas di lapangan sehingga ada beberapa pelatihan yang tidak

dilaksanakan setiap minggunya. Ketidakjelasan jadwal pelatihan

terkadang membuat klien/penghuni panti tidak mendapatkan pelatihan

setiap minggunya.

Pernyataan yang berada di kuadran IV adalah pernyataan nomor 7

dan 8. Pernyataan nomor 7 adalah informasi jadwal pelatihan. Masih ada

pelatihan yang tidak sesuai dengan jadwal. Hal itu membuat

klien/penghuni panti banyak yang tidak mengetahui perubahan dari

informasi jadwal pelatihan yang diberitahukan sebelumnya. Selain itu ada

juga jadwal pelatihan yang ditiadakan dari informasi jadwal yang telah

diberitahukan. Pernyataan nomor 8 ini mengenai klien/penghuni panti

mendapatkan pelayanan sesuai jadwal. Hal itu membuat klien/penghuni

panti tidak mendapatkan pelatihan sesuai dengan jadwal, banyak yang

tidak mengetahui perubahan dari informasi jadwal pelatihan yang

diberitahukan sebelumnya. Selain itu ada juga jadwal pelatihan yang

ditiadakan dari informasi jadwal yang telah diberitahukan. Untuk

mengatasi hal ini, sebaiknya pihak Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul

Khotimah menambah petugas, hal ini dimaksudkan supaya pada setiap

SERVQUAL sebesar -1,66 dengan tingkat kesesuaiannya sebesar 51,83%

atau presentase pencapaian Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah

untuk memenuhi harapan klien/penghuni panti sebesar 51,83% berada di

kuadran I. Hal ini menunjukkan bahwa pada dimensi ini membutuhkan

prioritas utama dalam perbaikan dan pembenahan karena Skor

SERVQUAL pada dimensi Responsiveness berada pada kuadran I dan

memiliki Skor SERVQUAL negatif. Hal ini mengakibatkan

klien/penghuni panti kurang puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh

pihak Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah. Item pernyataan

yang berada di kuadran I tidak ada. Sedangkan pernyataan yang berada di

kuadran II adalah pernyataan nomor 12 dan 13. Pernyataan no 12 adalah

pihak panti selalu tanggap terhadap keluhan klien/penghuni panti. dalam

hal ini adalah kesigapan pihak panti Sosial Pamardi Putra Khusnul

Khotimah dalam mendengarkan keluhan dari klien/penghuni panti. Salah

satu faktor yang menghambat kesigapan dari pihak Panti Sosial Pamardi

Putra Khusnul Khotimah dalam mengambil tindakan adalah kurangnya

petugas medis yang ada di dalam panti. Sedangkan untuk dokter yang

memeriksa hanya datang seminggu sekali setiap minggunya. Hal inilah

yang menyebabkan tidak tertanganinya keluhan dari klien/penghuni panti

oleh petugas Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah. Hal

tersebutlah yang menjadikan klien/penghuni panti kurang puas dengan

tanggap lemah. Ternyata kurangnya tenaga professional yang ada tidak

sebanding dengan jumlah klien/penghuni panti yang ada sehingga banyak

sekali klien/penghuni panti yang mempunyai daya tanggap lemah tidak

diperhatikan secara khusus oleh petugas panti. Selain itu, tidak adanya

psikolog setiap harinya mengakibatkan klien/penghuni panti yang

mempunyai daya tanggap lemah tidak tertangani secara baik. Seharusnya

pihak panti menyediakan psikolog tetap, sehingga beberapa

klien/penghuni panti yang mempunyai daya tanggap lemah tidak

mendapatkan perlakuan khusus dari petugas Panti Sosial Pamardi Putra

Khusnul Khotimah.

Pernyataan yang berada di kuadran III tidak ada. Sedangkan

pernyataan yang berada di kuadran IV adalah pernyataan nomor 14.

Pernyataan nomor 14 adalah petugas memahami kebutuhan

klien/penghuni panti. Tidak adanya petugas yang professional dalam

bidangnya menyebabkan petugas sulit untuk memahami kebutuhan dari

klien/penghuni panti. Hal ini disebabkan karena petugas yang

mendampingi klien/penghuni panti berasal dari warga binaan disebuah

Lembaga Pemasyarakatan. Seharusnya petugas yang mendampingi

klien/penghuni panti merupakan seseorang yang berpendidikan tinggi,

sehingga mereka bisa lebih memahami kebutuhan dari klien/penghuni

(Assurance) dengan skor SERVQUAL sebesar -1,64 dan mempunyai

tingkat kesesuaian sebesar 51,92%. Hal ini menunjukkan bahwa pada

dimensi ini penumpang masih mempersepsikan pelayanan mengenai

dimensi Assurance kurang baik hal itu dapat dilihat dari Skor

SERVQUAL dimensi Assurance yang bernilai negatif.

Dalam dimensi Assurance ini pernyataan yang berada pada

kuadran I adalah Pernyataan nomor 15 dan 16. Pernyataan no 15 berasal

dari indikator pengetahuan yang pernyataanya adalah petugas dapat

menjawab setiap pertanyaan dari klien/penghuni panti. salah satu faktor

yang membuat petugas tidak dapat menjawab setiap pertanyaan dari

klien/penghuni panti adalah kurangnya pelatihan yang diberikan. Selain

itu juga, kurangnya jumlah petugas dan banyaknya jumlah klien/penghuni

panti membuat petugas menjadi malas untuk melayani setiap pertanyaan

dari klien/penghuni panti. Sehingga hal tersebut membuat klien/penghuni

panti kurang puas dengan pelayanan yang diberikan. Untuk mengatasi hal

tersebut, sebaiknya pihak Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah

memberikan pelatihan pengetahuan terhadap petugas. Sehingga petugas

memilki pengetahuan lebih dan tidak berdasarkan hanya dari pengalaman.

Pernyataan nomor 16 adalah petugas mampu menumbuhkan kepercayaan

diri klien/penghuni panti.

Pernyataan yang berada pada kuadran II adalah pernyataan nomor

pernyataan nomor 18. Pernyataan nomor 18 adalah petugas bersikap

ramah terhadap klien/penghuni panti. Hal ini menunjukkan bahwa

pelayanan mengenai sikap sopan petugas Panti Sosial Pamardi Putra

Khusnul Khotimah terhadap klien/penghuni panti, sikap ramah petugas

Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah dalam melayani

klien/penghuni panti dan keamanan klien/penghuni panti ketika berada dip

anti juga harus mendapatkan perbaikan pelayanan karena masih memiliki

Skor SERVQUAL negatif. Sedangkan untuk pernyataan yang berada oada

kuadran IV tidak ada.

Dimensi Empati (Emphaty) berada pada kuadran IV dengan skor

SERVQUAL sebesar -1,67 dan mempunyai tingkat kesesuaian sebesar

52,23% atau presentase pencapaian Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul

Khotimah untuk memenuhi harapan klien/penghuni panti sebesar 52,23%.

Pelayanan mengenai dimensi Emphaty masih dipersepsikan

klien/penghuni panti kurang baik, hal itu dapat dilihat dari Skor

SERVQUAL dimensi Emphaty yang mempunyai nilai negatif. Dalam

dimensi ini, terlihat pernyataan yang berada pada kuadran I yaitu nomor

21. Pernyataan nomor 21 adalah petugas meberikan dorongan/motivasi

terhadap klien/penghuni panti. Klien/penghuni panti merasa tidak ada

motivasi/dorongan dari petugas ketika melaksanakan pelatihan pembinaan

dan bimbingan. Hal tersebut dikarenakan karena banyak petugas yang

mengajarkan saja tanpa memperhatikan klien/penghuni panti dapat

menjalankan pelatihan dengan baik atau tidak. Hal itu dapat dilihat dari

Skor SERVQUAL yang masih memiliki nilai negatif.

Pernyataan yang berada di kuadran II adalah pernyataan nomor 22.

Pernyataan nomor 22 adalah petugas memperlakukan klien/penghuni panti

dengan penuh perhatian. Pelayanan mengenai petugas memperlakukan

klien/penghuni panti dengan penuh perhatian dipersepsikan kurang baik

oleh klien/penghuni panti. Hal ini dapat dilihat dari Skor SERVQUAL

yang masih bernilai negatif. Pernyataan yang berada pada kuadran III

adalah pernyataan nomor 19. Pernyataan nomor 19 adalah mengenai

petugas Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah mudah untuk

ditemui. Pelayanan mengenai kemudahan klien/penghuni panti bertemu

petugas Panti Sosial Pmardi Putra Khusnul Khotimah memerlukan

prioritas utama untuk diperbaiki. Hal itu dikarenakan pelayanan mengenai

kemudahan klien/penghuni panti menghubungi petugas mempunyai Skor

SERVQUAL negatif di dalam dimensi Emphaty. Sehingga klien/penghuni

mempersepsikan pelayanan yang diberikan kurang baik.

Pernyataan yang berada pada kuadran IV adalah pernyataan nomor

20. Pernyataan nomor 20 adalah mengenai petugas Panti Sosial Pamardi

Putra Khusnul Khotimah meluangkan waktu berkomunikasi dengan

klien/penghuni panti. Hal yang membuat klien/penghuni panti kurang puas

terlalu diperhatikan oleh petugas. Hal tersebut dikarenakan karena banyak

petugas yang tidak pernah berkomunikasi dengan klien/penghuni panti

untuk menanyakan kondisi dan keadaan mereka. Sehingga klien/penghuni

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari proses pengumpulan

dan analisis data yang diterangkan pada Bab IV maka dapat dinyatakan bahwa

Kualitas Pelayanan Pembinaan dan Bimbingan Mantan Penyandang Narkoba

di Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah DKI Jakarta yang dianalisis

dari aspek dimensi Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan

Emphaty dinyatakan bahwa harapan (Ekspektasi) klien/penghuni Panti Sosial

Pamardi Putra Khusnul Khotimah lebih besar dari persepsi klien/penghuni

Panti Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah maka klien/penhuni Panti

Sosial Pamardi Putra Khusnul Khotimah menjadi tidak puas atas layanan yang

diberikan. Hal tersebut dapat terlihat dari Skor SERVQUAL di bawah ini:

1. Untuk indikator Tangibles memiliki Skor SERVQUAL sebesar -1,67

dengan tingkat kesesuaian sebesar 51,03% dan berada pada kuadran II.

Hal ini menunjukan bahwa dalam melaksanakan pembinaan dan

bimbingan khususnya pada aspek fisik Panti Sosial Pamardi Putra

Khusnul Khotimah belum menyediakan sarana dan prasarana secara baik,

tidak adanya fasilitas tempat penyimpanan alat-alat keterampilan dan

kurangnya alat keterampilan, sehingga pelaksanaan pembinaan terhadap

tingkat kesesuaian sebesar 50% dan berada pada kuadran I. Hal ini

menunjukan bahwa dalam melaksanakan pembinaan dan bimbingan

Dokumen terkait