BAB 3 METODE dan PENELITIAN
3.5 Pengujian Validitas Konstruk
3.5.2 Uji validitas konstruk komunikasi interpersonal
1. Self concept
Peneliti menguji apakah tujuh item yang ada bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur komunikasi interpersonal terkait self concept. Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit, dengan Chi – Square = 78,76 , df = 14 , P-value = 0.00000 , RMSEA = 0.136. oleh sebab itu, peneliti melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi – Square = 13,35 , df = 9 , P-value = 0.14740 , RMSEA = 0.043. Nilai Chi – Square menghasilkan P-value > 0.05 (tidak signifikan), yang artinya model dengan satu faktor (unidimensional) bahwa seluruh item mengukur satu faktor saja yaitu komunikasi interpersonal terkait self concept.
Selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikan item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur, sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di drop atau tidak. Maka dilakukan pengujian hipotesis nihil tentang koefisien muatan faktor dari item. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan faktor, seperti pada tabel 3.5 berikut.
Tabel 3.5
Muatan Faktor Item Komunikasi Interpersonal Tterkait Self Concept
No Koefisien Standar error Nilai t Signifikan
1 0,46 0,07 6,34 V 2 0,36 0,07 5,17 V 3 0,78 0,10 8,16 V 4 0,37 0,07 5,35 V 5 0,40 0,08 5,16 V 6 0,73 0,12 6,20 V 7 0,21 0,08 2,70 V
Keterangan : tanda V = signifikan (t > 1,96) ; X = tidak signifikan
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa seluruh item signifikan dan semua koefisien bermuatan positif. Dengan demikian, pada tahapan ini tidak ada item yang di drop. Namun pada model pengukuran ini terdapat kesalahan pengukuran
item yang saling berkorelasi, artinya item-item tersebut bersifat multidimensional pada dirinya masiing-masing dan tidak hanya mengukur apa yang hendak diukur saja. Pada pengujian ini, didapatkan bahwa korelasi kesalahan item dari faktor komunikasi interpersonal terkait self concept tidaklah banyak.. Dengan demikian secara keseluruhan tidak ada item yang di drop, artinya semua item akan dianalisis dalam perhitungan skor faktor.
2. Ability
Peneliti menguji apakah sembilan item yang ada bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur komunikasi interpersonal terkait ability. Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit, dengan Chi – Square = 232,92 , df = 27 , P-value = 0.00000 , RMSEA = 0.175. oleh sebab itu, peneliti melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi – Square = 26,87 , df = 17 , P-value = 0.06000 , RMSEA = 0.048. Nilai Chi – Square menghasilkan P-value > 0.05 (tidak signifikan), yang artinya model dengan satu faktor (unidimensional) bahwa seluruh item mengukur satu faktor saja yaitu komunikasi interpersonal terkait ability.
Selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikan item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur, sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di drop atau tidak. Maka dilakukan pengujian hipotesis nihil tentang koefisien
muatan faktor dari item. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan faktor, seperti pada tabel 3.6 berikut.
Tabel 3.6
Muatan Faktor Item Komunikasi Interpersonal Tterkait Ability
No Koefisien Standar error Nilai t Signifikan
1 0,39 0,07 5,65 V 2 0,25 0,07 3,62 V 3 0,36 0,08 4,75 V 4 0,42 0,09 4,81 V 5 0,46 0,08 5,99 V 6 0,64 0,07 8,56 V 7 0,55 0,06 8,44 V 8 0,59 0,07 8,71 V 9 0,15 0,07 2,10 V
Keterangan : tanda V = signifikan (t > 1,96) ; X = tidak signifikan
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa seluruh item signifikan dan semua koefisien bermuatan positif. Dengan demikian, pada tahapan ini tidak ada item yang di drop. Namun pada model pengukuran ini terdapat kesalahan pengukuran item yang saling berkorelasi, artinya item-item tersebut bersifat multidimensional pada dirinya masiing-masing dan tidak hanya mengukur apa yang hendak diukur saja. Pada pengujian ini, didapatkan bahwa korelasi kesalahan item dari faktor komunikasi interpersonal terkait ability tidaklah banyak. Dengan demikian secara keseluruhan tidak ada item yang di drop, artinya semua item akan dianalisis dalam perhitungan skor faktor.
Peneliti menguji apakah enam item yang ada bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur komunikasi interpersonal terkait skill experience. Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit, dengan Chi – Square = 67,34 , df = 20, P-value = 0.00000 , RMSEA = 0.098. oleh sebab itu, peneliti melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi – Square = 13,71 , df = 9 , P-value = 0.13309 , RMSEA = 0.046. Nilai Chi – Square menghasilkan P-value > 0.05 (tidak signifikan), yang artinya model dengan satu faktor (unidimensional) bahwa seluruh item mengukur satu faktor saja yaitu komunikasi interpersonal terkait skill experience.
Selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikan item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur, sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di drop atau tidak. Maka dilakukan pengujian hipotesis nihil tentang koefisien muatan faktor dari item. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan faktor, seperti pada tabel 3.7 berikut.
Tabel 3.7
Muatan Faktor Item Komunikasi InterpersonalTterkait Skill Experience
No Koefisien Standar error Nilai t Signifikan
1 0,87 0,06 14,74 V
2 0,39 0,07 5,82 V
3 0,60 0,06 9,46 V
5 0,59 0,06 9,37 V
6 0,46 0,07 7,04 V
Keterangan : tanda V = signifikan (t > 1,96) ; X = tidak signifikan
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa seluruh item signifikan dan semua koefisien bermuatan positif. Dengan demikian, pada tahapan ini tidak ada item yang di drop. Namun pada model pengukuran ini terdapat kesalahan pengukuran item yang saling berkorelasi, artinya item-item tersebut bersifat multidimensional pada dirinya masiing-masing dan tidak hanya mengukur apa yang hendak diukur saja. Pada pengujian ini, didapatkan bahwa korelasi kesalahan item dari faktor komunikasi interpersonal terkait skill experience tidaklah banyak. Dengan demikian secara keseluruhan tidak ada item yang di drop, artinya semua item akan dianalisis dalam perhitungan skor faktor.
4. Emotion
Peneliti menguji apakah tujuh item yang ada bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur komunikasi interpersonal terkait emotion. Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit, dengan Chi – Square = 28,31 , df = 14, P-value = 0.01293 , RMSEA = 0.064. oleh sebab itu, peneliti melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi – Square = 17,65, df = 12 , P-value = 0,12680 , RMSEA = 0,043. Nilai Chi – Square menghasilkan P-value > 0.05 (tidak signifikan), yang artinya model dengan satu faktor (unidimensional) bahwa
seluruh item mengukur satu faktor saja yaitu komunikasi interpersonal terkait emotion.
Selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikan item tersebut mengukur factor yang hendak diukur, sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di drop atau tidak. Maka dilakukan pengujian hipotesis nihil tentang koefisien muatan factor dari item. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan factor, seperti pada tabel 3.8 berikut.
Tabel 3.8
Muatan Faktor Item Komunikasi Interpersonal Tterkait Emotion
No Koefisien Standar error Nilai t Signifikan
1 0,61 0,13 4,55 V 2 0,22 0,09 2,37 V 3 0,22 0,09 2,34 V 4 0,21 0,09 2,28 V 5 0,38 0,10 3,71 V 6 0,12 0,09 1,27 X 7 0,16 0,09 1,68 X
Pada tabel diatas, nilai t bagi koefisien muatan faktor dari item 6,7 tidak signifikan. Dapat dilihat pula bahwa ternyata tidak terdapat item yang muatan faktor nya negative. Pada model pengukuran ini terdapat kesalahan pengukuran item yang saling berkorelasi, artinya item-item tersebut bersifat multidimensional pada dirinya masing-masing dan tidak hanya mengukur apa yang seharusnya diukur. Pada pengujian ini, didapatkan bahwa korelasi kesalahan item dari faktor komunikasi interpersonal terkait emotion tidaklah banyak. Dengan demikian secara keseluruhan, item yang akan di drop adalah item nomor 6,7 yang artinya item-item tersebut tidak akan ikut dianalisis dalam perhitungan skor faktor.
5. Self disclosure
Peneliti menguji apakah tujuh item yang ada bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur komunikasi interpersonal terkait Self disclosure. Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit, dengan Chi – Square = 57,73 , df = 14, P-value = 0,00000 , RMSEA = 0,112. oleh sebab itu, peneliti melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi – Square = 16,09, df = 11 , P-value = 0,13797 , RMSEA = 0,043. Nilai Chi – Square menghasilkan P-value > 0.05 (tidak signifikan), yang artinya model dengan satu faktor (unidimensional) bahwa seluruh item mengukur satu faktor saja yaitu komunikasi interpersonal terkait self disclosure.
Selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikan item tersebut mengukur factor yang hendak diukur, sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di drop atau tidak. Maka dilakukan pengujian hipotesis nihil tentang koefisien muatan factor dari item. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan factor, seperti pada tabel 3.9 berikut
Tabel 3.9
Muatan Faktor Item Komunikasi Interpersonal Tterkait Self disclosure
No Koefisien Standar error Nilai t Signifikan
1 0,25 0,07 3,64 V 2 -0,03 0,08 -0,31 X 3 0,68 0,06 10,44 V 4 0,28 0,07 4,05 V 5 0,46 0,07 6,95 V 6 0,35 0,07 5,23 V 7 0,89 0,07 13,43 V
Keterangan : tanda V = signifikan (t > 1,96) ; X = tidak signifikan
Pada tabel diatas, nilai t bagi koefisien muatan faktor dari item 2 tidak signifikan. Dapat dilihat pula bahwa ternyata tidak terdapat item yang muatan faktor nya negative. Pada model pengukuran ini terdapat kesalahan pengukuran item yang saling berkorelasi, artinya item-item tersebut bersifat multidimensional pada dirinya masing-masing dan tidak hanya mengukur apa yang seharusnya diukur. Pada pengujian ini, didapatkan bahwa korelasi kesalahan item dari faktor komunikasi interpersonal terkait Self disclosure tidaklah banyak. Dengan demikian secara keseluruhan, item yang akan di drop adalah item nomor 2 yang
artinya item-item tersebut tidak akan ikut dianalisis dalam perhitungan skor faktor.