BAB 5: KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN
3.5. Uji Validitas Konstruk
3.5.4. Uji validitas konstruk trait kepribadian
Skala ini memiliki lima dimensi, yaitu tipe kepribadian neuroticsm, extraversion, agreeableness, openness to experience dan conscientiousness. Dimana masing-masing dimensi memiliki 8 sampai 10 item.
3.5.4.1. Traitkepribadianneuroticsm
Peneliti menguji apakah 8 item yang bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur variabelneurotisme. Dari hasil CFA yang dilakukan, model satu faktor tidak fit, dengan Chi-Square=68.15 df=20 P-value=0,00000 RMSEA=0,105. Namun, setelah dilakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran ada pada beberapa item dibebaskan untuk berkorelasi satu sama lain, maka diperoleh model fit dengan Chi-Square=20,35 df=16 P-value=0,20496 RMSEA=0,035 seperti terlihat pada gambar 3.4 berikut:
Gambar 3.4
Path diagram variabel kepribadian neuroticsm
Terlihat dari model fit tersebut bahwa nilai Chi-Square menghasilkan p>0,05 (tidak signifikan). Dengan demikian model dengan satu faktor dapat
diterima, yang berarti bahwa seluruh item terbukti mengukur satu hal saja, yaitu kepribadianneuroticsm.
Selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikansi item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur, sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di drop atau tidak. Maka dilakukan pengujian hipotesis nihil tentang koefisien muatan faktor item. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan faktor, melihat koefisien muatan faktor yang positif dan melihat jumlah korelasi kesalahan item yang lebih dari lima (>5), seperti terlihat pada tabel 3.9 berikut:
Tabel 3.9
Analisis faktor item kepribadian neuroticsm No. Item Koefisien Standar Error Nilai T
Signifikan Muatan Korelasi Kesalahan Keterangan 4 0.31 0.08 3.89 V + 1 9 - 0.28 0.08 - 3.45 V - 2 * 14 0.45 0.07 6.03 V + 0 19 0.74 0.07 9.94 V + 0 24 -0.19 0.08 -2.45 V - 2 * 29 0.43 0.08 5.66 V + 0 34 -0.25 0.08 -3.26 V - 0 * 39 0.61 0.08 8.03 V + 1
Keterangan : tanda V = signifikan (t>1,96) ; X = tidak signifikan; * = di-drop
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa tidak terdapat item yang memiliki nilai (t<1,96). Selanjutnya dilihat muatan faktor dari item, pada tabel diatas terdapat item yang muatan faktornya negatif yaitu item nomor 9, 24 dan 34. Terakhir yang dilihat adalah korelasi kesalahan, diketahui seluruh item tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran >5. Hal ini menunjukkan bahwa hanya item nomor 9, 24 dan 34 yang di-drop. Artinya item tersebut tidak dapat diikutsertakan dalam perhitungan skor faktor.
3.5.4.2.Traitkepribadianextraversion
Peneliti menguji apakah 8 item yang bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur variabel extraversion. Dari hasil CFA yang dilakukan, model satu faktor tidak fit, dengan Chi-Square=173,57 df=20 P-value=0,00000 RMSEA=0,187. Namun, setelah dilakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran ada pada beberapa item dibebaskan untuk berkorelasi satu sama lain, maka diperoleh model fit dengan Chi-Square=25,57 df=17 P-value=0,08262 RMSEA=0,048 seperti terlihat pada gambar 3.5 berikut:
Gambar 3.5
Path diagram variabel kepribadian extraversion
Terlihat dari model fit tersebut bahwa nilai Chi-Square menghasilkan p>0,05 (tidak signifikan). Dengan demikian model dengan satu faktor dapat diterima, yang berarti bahwa seluruh item terbukti mengukur satu hal saja, yaitu kepribadianextraversion.
Selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikansi item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur, sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di drop atau tidak. Maka dilakukan pengujian hipotesis nihil tentang koefisien muatan faktor item. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan faktor, melihat koefisien muatan faktor yang positif dan melihat jumlah korelasi kesalahan item yang lebih dari lima (>5), seperti terlihat pada tabel 3.10 berikut:
Tabel 3.10
Analisis faktor item kepribadian extraversion No. Item Koefisien Standar Error Nilai T
Signifikan Muatan Korelasi Kesalahan Keterangan 1 0.33 0.08 4.09 V + 0 6 - 0.13 0.08 -1.52 X - 2 * 11 0.49 0.08 6.20 V + 0 16 0.13 0.08 1.53 X + 0 * 21 0.10 0.08 1.14 X + 0 * 26 0.53 0.08 6.68 V + 0 31 0.42 0.08 5.24 V + 0 36 0.68 0.08 8.51 V + 0
Keterangan : tanda V = signifikan (t>1,96) ; X = tidak signifikan; * = di-drop
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa terdapat 3 item yang memiliki nilai (t<1,96) yaitu item nomor 6, 16 dan 21. Selanjutnya dilihat muatan faktor dari item, pada tabel diatas terdapat item yang muatan faktornya negatif yaitu item nomor 6. Terakhir yang dilihat adalah korelasi kesalahan, diketahui seluruh item tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran >5. Hal ini menunjukkan bahwa hanya item nomor 6, 16 dan 24 yang di-drop. Artinya item tersebut tidak dapat diikutsertakan dalam perhitungan skor faktor.
3.5.4.3. Traitkepribadianagreeableness
Peneliti menguji apakah 9 item yang bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur variabel agreeableness. Dari hasil CFA yang dilakukan, model satu
faktor tidak fit, dengan Chi-Square=88,36 df=27 P-value=0,00000 RMSEA=0,102. Namun, setelah dilakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran ada pada beberapa item dibebaskan untuk berkorelasi satu sama lain, maka diperoleh model fit dengan Chi-Square=33,69 df=17 P-value=0,06975 RMSEA=0,046 seperti terlihat pada gambar 3.6 berikut:
Gambar 3.6
Path diagram variabel kepribadian agreeableness
Terlihat dari model fit tersebut bahwa nilai Chi-Square menghasilkan p>0,05 (tidak signifikan). Dengan demikian model dengan satu faktor dapat diterima, yang berarti bahwa seluruh item terbukti mengukur satu hal saja, yaitu kepribadianagreeableness.
Selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikansi item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur, sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di drop atau tidak. Maka dilakukan pengujian hipotesis nihil tentang koefisien muatan faktor item. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan faktor, melihat koefisien muatan faktor yang positif dan melihat
jumlah korelasi kesalahan item yang lebih dari lima (>5), seperti terlihat pada tabel 3.11 berikut:
Tabel 3.11
Analisis faktor item kepribadian agreeableness No. Item Koefisien Standar Error Nilai T
Signifikan Muatan Korelasi Kesalahan Keterangan 2 0.47 0.09 5.09 V + 1 7 -0.15 0.10 -1.58 X - 3 * 12 0.62 0.10 6.19 V + 0 17 -0.34 0.09 -3.81 V - 0 * 22 -0.17 0.09 -1.92 X - 0 * 27 0.23 0.09 2.59 V + 0 32 -0.28 0.09 -3.13 V - 0 * 37 0.24 0.09 2.73 V + 0 42 -0.22 0.09 -2.45 V - 0 *
Keterangan : tanda V = signifikan (t>1,96) ; X = tidak signifikan; * = di-drop
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa terdapat 2 item yang memiliki nilai (t<1,96) yaitu item nomor 7 dan 22. Selanjutnya dilihat muatan faktor dari item, pada tabel diatas terdapat item yang muatan faktornya negatif yaitu item nomor 7, 17, 22, 32 dan 42. Terakhir yang dilihat adalah korelasi kesalahan, diketahui seluruh item tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran >5. Hal ini menunjukkan bahwa hanya item nomor 7, 17, 22, 32 dan 42 yang di-drop. Artinya item tersebut tidak dapat diikutsertakan dalam perhitungan skor faktor.
3.5.4.4. Traitkepribadianopenness
Peneliti menguji apakah 10 item yang bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur variabel openness. Dari hasil CFA yang dilakukan, model satu faktor tidak fit, dengan Chi-Square=107,17 df=35 P-value=0,00000 RMSEA=0,097. Namun, setelah dilakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran ada pada beberapa item dibebaskan untuk berkorelasi satu sama lain, maka diperoleh model fit dengan Chi-Square=46,26 df=29 P-value=0,02211 RMSEA=0,054 seperti terlihat pada gambar 3.7 berikut:
Gambar 3.7
Path diagram variabel kepribadian openness
Terlihat dari model fit tersebut bahwa nilai Chi-Square menghasilkan p>0,05 (tidak signifikan). Dengan demikian model dengan satu faktor dapat diterima, yang berarti bahwa seluruh item terbukti mengukur satu hal saja, yaitu kepribadianopenness.
Selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikansi item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur, sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di drop atau tidak. Maka dilakukan pengujian hipotesis nihil tentang koefisien muatan faktor item. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan faktor, melihat koefisien muatan faktor yang positif dan melihat jumlah korelasi kesalahan item yang lebih dari lima (>5), seperti terlihat pada tabel 3.12 berikut:
Tabel 3.12
Analisis faktor item kepribadian openness No. Item Koefisien Standar Error Nilai T
Signifikan Muatan Korelasi Kesalahan Keterangan 5 0.56 0.07 7.76 V + 1 10 0.47 0.07 6.70 V + 1 15 0.60 0.07 8.99 V + 0 20 0.50 0.07 6.74 V + 3 25 0.56 0.07 8.31 V + 0 30 0.68 0.06 10.63 V + 0 35 -0.28 0.07 -3.99 V - 0 * 40 0.73 0.07 10.87 V + 2 41 0.33 0.07 4.42 V + 3 44 0.42 0.07 6.59 V + 1
Keterangan : tanda V = signifikan (t>1,96) ; X = tidak signifikan; * = di-drop
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa tidak terdapatitem yang memiliki nilai (t<1,96). Selanjutnya dilihat muatan faktor dari item, pada tabel diatas terdapat item yang muatan faktornya negatif yaitu item nomor 35. Terakhir yang dilihat adalah korelasi kesalahan, diketahui seluruh item tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran >5. Hal ini menunjukkan bahwa hanya item nomor 35 yang di-drop. Artinya item tersebut tidak dapat diikutsertakan dalam perhitungan skor faktor.
3.5.4.5. Traitkepribadianconscientiousness
Peneliti menguji apakah 9 item yang bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur variabelconscientiousness. Dari hasil CFA yang dilakukan, model satu faktor tidak fit, dengan Chi-Square=224,49 df=27 P-value=0,00000 RMSEA=0,183. Namun, setelah dilakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran ada pada beberapa item dibebaskan untuk berkorelasi satu sama lain, maka diperoleh model fit dengan Chi-Square=25,91 df=18 P-value=0,10191 RMSEA=0,045 seperti terlihat pada gambar 3.8 berikut:
Gambar 3.8
Path variabel kepribadian conscientiousness
Terlihat dari model fit tersebut bahwa nilai Chi-Square menghasilkan p>0,05 (tidak signifikan). Dengan demikian model dengan satu faktor dapat diterima, yang berarti bahwa seluruh item terbukti mengukur satu hal saja, yaitu kepribadianconscientiousness.
Selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikansi item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur, sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di drop atau tidak. Maka dilakukan pengujian hipotesis nihil tentang koefisien muatan faktor item. Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan faktor, melihat koefisien muatan faktor yang positif dan melihat jumlah korelasi kesalahan item yang lebih dari lima (>5), seperti terlihat pada tabel 3.13 berikut:
Tabel 3.13
Analisis faktor item kepribadian conscientiousness No. Item Koefisien Standar Error Nilai T
Signifikan Muatan Korelasi Kesalahan Keterangan 3 0.55 0.07 7.68 V + 1 8 0.15 0.08 1.98 V + 4 13 0.58 0.07 8.20 V + 0 18 0.29 0.08 3.82 V + 0 23 0.11 0.08 1.40 X + 4 * 28 0.69 0.07 9.95 V + 0 33 0.73 0.07 10.65 V + 0 38 0.24 0.08 3.10 V + 2 43 -0.02 0.08 -0.31 X - 3 *
Keterangan : tanda V = signifikan (t>1,96) ; X = tidak signifikan; * = di-drop
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa terdapat item yang memiliki nilai (t<1,96) yaitu item nomor 23 dan 43. Selanjutnya dilihat muatan faktor dari item, pada tabel diatas terdapat item yang muatan faktornya negatif yaitu item nomor 43. Terakhir yang dilihat adalah korelasi kesalahan, diketahui seluruh item tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran >5. Hal ini menunjukkan bahwa hanya item nomor 23 dan 43 yang di-drop. Artinya item tersebut tidak dapat diikutsertakan dalam perhitungan skor faktor.