• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Ukuran Instrumen Sasaran Strategis (Lags dan Lead) PT XYZ

Manajemen PT XYZ menyadari bahwa setiap perusahaan dan industri memiliki ukuran instrumen strategis tersendiri. Hal ini disebabkan tiap perusahaan sasaran strategis yang berbeda sehingga berdampak pada instrument pengukuran yang berbeda pula. Pentingnya menterjemahkan instrument ditujukan agar mencapai beberapa hal yaitu 1) performance improvement, 2) performance evaluation dan 3) management decision. Penjabaran ukuran instrument dikelompokan berdasarkan persepektif dalam balanced scorecard adapun informasi disajikan yaitu:

4.3.1 Instrumen (Lags dan Leads) Perspektif Keuangan

Instrumen pada persepektif keuangan memiliki beberapa instrument (lags dan leads) yang dikelompokan dari hasil penilaian terdahulu yang belum terintegrasi serta telah divalidasi oleh board of director. Diketahui bahwa dari sasaran strategis persepektif keuangan diturunkan menjadi beberapa lags dan leads, adapun penjabaran dijelaskan pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Sasaran Strategis, Lags dan Leads Persepektif Keuangan Sasaran Strategis Lags Leads

F1 Meningkatkan Pendapatan perusahaan

F1.1 Sales Melakukan updating cost secara berkala sehingga biaya yang tercapture selalu akurat,

F1.2 Gross Profit Margin

Melakukan updating pricing secara berkala sehingga harga yang tercapture selalu akurat,

F1.3 Operating Profit Margin

Melakukan verifikasi profit/loss statements dan balance sheets secara akurat dan tepat waktu

F1.4 Net Profit Margin

Rekonsiliasi bulanan untuk membandingkan ERP (AX) report dengan operating report.

F2 Meningkatkan Efektivitas perusahaan dari modal yang dimiliki

F2.1 ROE Meningkatkan efektivitas perusahaan dari modal yang dimiliki

F3 Monitoring Cash Flow

F2.1 A/P (%) Mereview secara berkala pembayaran tagihan kepada vendor agar sesuai dengan tempo yang disepakati.

F2.2 A/R (%) Mengklasifikasikan A/R dengan aging 1-30 hari, 31-60 hari, 61-90 hari dan > 90 hari

Mereview dan menindaklanjuti dengan penagihan terhadap piutang yang sudah jatuh tempo.

Tabel 4.3 hanya berfokus pada a) peningkatan pendapatan perusahaan dengan 4 indikator (pertumbuhan total penjualan, peningkatan gross profit margin, peningkatan operating profit margin, net profit margin) b) efektifitas investasi dengan 1 indikator (return on equity) dan c) monitoring cashflow dengan 2 indikator memproses piutang dan utang agar tepat waktu. Pespepektif keuangan memiliki beberapa lags yang secara umum telah digunakan dalam industri untuk mengukur keberhasilan aktifitas yang dilakukan. Adapun perhitungan seperti berikut :

1. Sales (Total Penjualan)

Sales atau penjualan dipandang oleh PT XYZ merupakan hal penting dalam bisnis. Hal ini disebabkan secara umum penjualan menjadi deskripsi terkait dengan kemajuan aktifitas yang dilakukan perusahaan. Peningkatan dan penurunan sales dari tahun ketahun dapat dijadikan informasi awal dan umum guna mengetahui kondisi perkembangan perusahaan. Diketahui bahwa sales perlu dikuatkan dengan pengukuran profitability lainnya, agar tidak menjadi kesalahan serta kerancuan dari informasi.

2. Gross Profit Margin

Gross profit margin merupakan pendapatan kotor perusahaan yang berfungsi sebagai informasi terkait dengan keberhasilan dalam pengelolaan biaya modal (HPP atau COGS) perusahaan. Adapun perhitungan seperti berikut :

πΊπ‘Ÿπ‘œπ‘ π‘  π‘ƒπ‘Ÿπ‘œπ‘“π‘–π‘‘ π‘€π‘Žπ‘Ÿπ‘”π‘–π‘› =πΊπ‘Ÿπ‘œπ‘ π‘  π‘ƒπ‘Ÿπ‘œπ‘“π‘–π‘‘ 𝑁𝑒𝑑 π‘†π‘Žπ‘™π‘’π‘  3. Operation Profit Margin

Operation profit margin adalah gambaran keberhasilan perusahaan dalam mengelola fungsi bisnis operasional perusahaan. Semakin tinggi rasio menandakan manajemen dapat mengordinasikan pegawai untuk melakukan kegiatan dengan efektif dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Adapun perhitungan seperti berikut :

π‘‚π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘–π‘œπ‘› π‘ƒπ‘Ÿπ‘œπ‘“π‘–π‘‘ π‘€π‘Žπ‘Ÿπ‘”π‘–π‘› =π‘‚π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘–π‘œπ‘› π‘ƒπ‘Ÿπ‘œπ‘“π‘–π‘‘ 𝑁𝑒𝑑 π‘†π‘Žπ‘™π‘’π‘  4. Net Profut Margin

Net profit margin adalah gambaran keuntungan sesungguhnya dari aktifitas bisnis perusahaan. Semakin tinggi nilai rasio NPM berdampak pada perusahaan dalam mengendalikan seluruh biaya serta keberhasilan dalam investasi. Adapun perhitungan seperti berikut :

𝑁𝑒𝑑 π‘ƒπ‘Ÿπ‘œπ‘“π‘–π‘‘ π‘€π‘Žπ‘Ÿπ‘”π‘–π‘› =𝑁𝑒𝑑 π‘ƒπ‘Ÿπ‘œπ‘“π‘–π‘‘ 𝑁𝑒𝑑 π‘†π‘Žπ‘™π‘’π‘  5. Return on Equity

Return on equity merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih dengan menggunakan modal sendiri dan menghasilkan laba bersih yang tersedia bagi pemilik atau investor. Semakin tinggi nilai menandakan kemampuan manajemen mengelola modal sendiri untuk mendapatkan keuntungan. Adapun informasi perhitungan menggunakan formula:

𝑅𝑂𝐸 =𝑁𝑒𝑑 π‘ƒπ‘Ÿπ‘œπ‘“π‘–π‘‘ πΈπ‘žπ‘’π‘–π‘‘π‘¦ 6. Account Payable

Account payable terkait dengan besaran utang PT XYZ dari kegiatan yang dilakukan. Dalam hal ini account payable terkait dengan utang dagang dengan pihak ketiga bukan dengan pinjaman bank. Dampak dari meningkat rasio ini adalah kepercayaan dari pihak ketiga ke PT XYZ. Adapun informasi perhitungan seperti berikut :

π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘› π‘‚π‘£π‘’π‘Ÿ π΄π‘π‘π‘œπ‘’π‘›π‘‘ π‘ƒπ‘Žπ‘¦π‘Žπ‘π‘™π‘’ = π‘π‘’π‘šπ‘π‘’π‘™π‘–π‘Žπ‘› π‘˜π‘Ÿπ‘’π‘‘π‘–π‘‘

(π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘Žπ‘€π‘Žπ‘™ + π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘Žπ‘˜β„Žπ‘–π‘Ÿ)/2

πΏπ‘Žπ‘šπ‘Ž π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” = π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘’π‘ π‘Žβ„Žπ‘Ž

π‘ƒπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘™π‘–π‘Žπ‘› π‘˜π‘Ÿπ‘’π‘‘π‘–π‘‘π‘‹ 365 7. Account Receivable

Account receivable juga dikenal dengan istilah piutang usaha. Account receivable merupakan jenis transaksi yang merupakan pengertian penagihan kepada konsumen yang telah berhutang. Pentingnya account receivable bagi PT XYZ terkait dengan upaya untuk terhindar dari bad debt dari para konsumen yang melakukan transaksi, selain itu tingginya piutang dapat

berdampak pada kesulitan pada cashflow perusahaan. Perhitungan account receivable didasarkan pada periode waktu tertentu dengan formula seperti berikut: 4.3.2 Instrumen (Lags dan Leads) Perspektif Konsumen

Persepektif konsumen dalam pendekatan balanced scorecard dipandang oleh manajemen PT XYZ sebagai bagian penting terkait dengan keberlanjutan bisnis yang dilakukan. Manajemen melalui direktorat pemasaran telah memberikan informasi terkait dengan instrument yang digunakan sebagai indikator keberhasilan. Adapun informasi lags dan leads dari persepektif keuangan disajikan pada Tabel 4.2

Tabel 4.2 Sasaran Strategis, Lags dan Leads Persepektif Konsumen Sasaran Strategis Lags Lead

C1 Meningkatkan seperti Memberikan paket wisata keluar negeri ke konsumen sesuai jumlah pakan yang dibeli oleh konsumen

ο‚· Memberikan diskon terhadap pembelian pakan

ο‚· Memberikan tempo pembayaran yang lebih panjang untuk konsumen yang membeli dalam jumlah yang lebih besar C2 Meningkatkan perumusan harga berdasarkan jumlah pakan ternak yang dibeli dan lamanya konsumen tersebut. Kemudian harga tersebut dikomunikasikan sebagai diskon dari harga asli produk kepada konsumen.

ο‚· Memberikan after sales service berupa kunjungan rutin technical service untuk memberikan bimbingan peternakan kepada konsumen, serta memposisikan diri sebagai konsultan dari permasalahan ternak (kesehatan ternak).

ο‚· Memberikan hadiah berupa tour yang dikombinasikan dengan pemberian merchandise sebagai kenang-kenangan ketika tour tersebut.

Tabel 4.2 Sasaran Strategis, Lags dan Leads Persepektif Konsumen (Lanjutan)

Sasaran Strategis Lags Lead

C2.2 perusahaan, agar peternak baru dengan skala kecil dapat mengetahui tempat pembelian pakan PT XYZ.

ο‚· Bekerja sama dengan dinas peternakan dan Perikanan di suatu wilayah untuk mengadakan seminar dan pelatihan budidaya dengan menggunakan produk-produk pakan PT XYZ yang sesuai.

ο‚· Meningkatkan awareness dari masyarakat Indonesia yang ingin beternak unggas dan Ikan terhadap pakan dan produk PT XYZ lainnya dengan membuat channel peternakan disosial media

Tabel 4.2 diketahui memiliki 3 sasaran strategis yaitu a) Meningkatkan Kepuasan Konsumen dengan fokus pada persentase indeks kepuasan konsumen, dan b) meningkatkan retensi konsumen dengan fokus pada peningkatan persentase konsumen lama (loyal) dan peningkatan jumlah konsumen baru. Pada penelitian ini pendekatan yang dibangun dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun penjabaran dari tiap lags seperti berikut :

1. Indek kepuasan konsumen

Indek kepuasan konsumen merupakan bagian penting yang perlu diperhitungkan agar mengetahui keberhasilan aktifitas perusahaan dimata konsumen serta meningkatkan dan mempertahankan peran indikator yang penting. Perhitungan indek kepuasan pada dasarnya membandingkan antara harapan dan kinerja perusahaan. PT XYZ direkomendasikan menggunakan pendekatan costumer satisfaction index disebabkan kemampuan dalam menilai secara komprehensif. Adapun tahapan perhitungan yaitu :

- Membuat indikator dengan skala berurutan

Indek kepuasan direkomendasikan dengan standar sangat tidak setuju (1), tidak setuju (2), ragu-ragu (3), setuju (4) dan sangat setuju (5).

- Menghitung rentang skala

Perhitungan rentang skala ditujukan untuk mengetahui jarak dalam rangka mengelompokan posisi capaian atas evaluasi konsumen. Adapun rumus yang digunakan untuk mendapatkan rentang dari skala yang digunakan yaitu:

𝑅𝑆 =π‘π‘–π‘™π‘Žπ‘– π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘– βˆ’ π‘π‘–π‘™π‘Žπ‘– π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘›π‘‘π‘Žβ„Ž π΅π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜ π‘†π‘˜π‘Žπ‘™π‘Ž

0.8 =5 βˆ’ 1 5

Perhitungan mendapatkan 0.8 merupakan rentang dari satu kelompok dengan kelompok lainnya. Pada tahap selanjutnya adalah

membandingkan antara capaian kinerja dengan harapan. Ketika capaian kinerja melebihi dari harapan memberikan interpretasi untuk dipertahankan sementara ketika harapan lebih besar dari kinerja maka manajemen PTP XYZ perlu meningkatkan kinerja.

2. Retensi konsumen

Retensi konsumen adalah hal penting, yang mampu memberikan deskripsi terkait persentase konsumen lama yang tetap bertahan pada periode tertentu.

Rekomendasi perhitungan dapat dengan mengintegrasikan dan mengkalkulasikan (i) jumlah customer awal periode(S), (ii) jumlah customer akhir periode (E) dan (iii) jumlah customer baru yang didapatkan (N).Adapun perhitungan seperti berikut :

πΆπ‘’π‘ π‘‘π‘œπ‘šπ‘’π‘Ÿ π‘…π‘’π‘‘π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘œπ‘› π‘…π‘Žπ‘‘π‘’ = (𝐸 βˆ’ 𝑁)

𝑆 𝑋100

3. Penambahan konsumen baru

Penambahan konsumen baru bagi tiap perusahaan adalah hal penting hal ini terkait dengan efektifitas promosi dan aktifitas pemasaran. Konsumen baru memberikan deskripsi terkait dengan peningkatan market share dan atau market size secara umum dalam perusahaan di industri. Dalam hal ini perhitungan lebih diarahkan kepada ketepatan target perusahaan.

4.3.3 Instrumen (Lags dan Leads) Perspektif Proses Bisnis Internal

Sasaran strategis proses bisnis internal berfokus pada pengelolaan aktifitas inti bisnis dari perusahaan. PT XYZ memiliki proses bisnis internal yaitu terkait dengan proses produksi pakan dan pengelolaan aset manufaktur (pabrikasi).

Aktifitas wawancara berhasil mengumpulkan instrumen (lags dan leads) dari persepektif proses bisnis internal, adapun informasi disajikan pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3 Sasaran Strategis, Lags dan Leads Persepektif Proses Bisnis internal

Sasaran Strategis Lags Lead

I1 Menjaga dan

ο‚· Menjalankan program sertifikasi food dan feed safety seperti CPPB, CPIB, GMP+, ISO 9001, HACCP dan BAP pada seluruh proses produksi pakan mulai dari pembelian, penerimaan, penyimpanan bahan baku, proses produksi, QA/QC dan penyimpanan serta pengiriman pakan kepada konsumen standar kualitas dan harga yang kompetitif

ο‚· Mengatur dan memastikan ketersediaan space gudang/ silo untuk bahan baku

ο‚· Mengukur kecepatan proses bongkar bahan baku dipabrik

ο‚· Memastikan tidak terjadi stock out bahan baku

ο‚· Memastikan kualitas bahan baku yang masuk sesuai standar kualitas bahan baku yag sudah ditetapkan

Tabel 4.3 Sasaran Strategis, Lags dan Leads Persepektif Proses Bisnis internal (Lanjutan)

Sasaran Strategis Lags Lead

ο‚· Mengukur secara reguler kualitas bahan baku yang disimpan digudang

ο‚· Evaluasi supplier melalui supplier audit.

ο‚· Menjaga hubungan baik dengan pemerintah terkait perizinan import bahan baku

ο‚· Memanfaatkan asosiasi (GPMT) untuk memecahkan permasalahan bersama dengan stakeholders terkait

ο‚· Menurunkan durasi machine downtime dengan melakukan perawatan dan perbaikan yang sesuai dengan SOP I3.2 Manufacturing

Cost (%)

ο‚· Memastikan system komputerisasi SCADA up to date dengan tehnology terbaru yang mengedepankan efisiensi

ο‚· Melakukan preventive maintenance program sesuai jadual yang sudah ditentukan

ο‚· Mencari source lokal untuk supply spare part dan wear part untuk mesin mesin pakan ternak

ο‚· Melakukan upaya untuk konservasi energi di pabrik

I3.3 Susut / Shrink (%)

ο‚· Menurunkan quality defect dan menaikkan yield produksi pakan yang memenuhi standar kualitas yang sudah ditentukan.

I3.4 OTIF (%) ο‚· Memastikan minimum stok pakan terpenuhi dengan mengikuti kaidah production planning Make to Order dan Make to Stock

ο‚· Memastikan system ERP real time I4 Melakukan

peningkatan Kapasitas produksi

I4.1 Realisasi Capex (%)

ο‚· Melakukan peremajaan pada mesin mesin produksi pakan agar tetap bisa berjalan sesuai design capacity

ο‚· Melakukan Continues Improvement untuk menghilangkan bottleneck dan meningkatkan kapasitas produksi

ο‚· Menambah kapasitas produksi dengan cara menambah line produksi

ο‚· Mendirikan feedmill baru.

I5 Menciptakan

ο‚· Melakukan produk development untuk pakan ikan reguler, pakan benih ikan, pakan unggas, pakan kucing dan pakan ruminan

ο‚· Membuat farm penelitian pakan Ikan

ο‚· Membuat farm Penelitian Pakan unggas

ο‚· Membuat farm Penelitian Pakan Kucing

ο‚· Membuat farm penelitian pakan ruminan.

Tabel 4.3 membahas 5 sasaran dari bisnis internal yaitu a) Menjaga dan meningkatkan kepercayaan Konsumen dengan memberikan service dan produk pakan berkualitas tinggi, b) Penguatan jaringan rantai supply bahan baku lokal dan impor agar didapat kontinyuitas bahan baku lokal dan import dengan kualitas yang baik dan harga yang bersaing, c) Efisiensi terhadap biaya variabel agar harga akhir produk pakan ternak lebih murah, d) Melakukan peningkatan Kapasitas produksi. dan e) Menciptakan diversifikasi produk baru sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pada persepektif ini tiap indikator memiliki suatu pendekatan yang diharapkan dapat menjadi dasar untuk menghitung ketetapan kinerjanya, adapun informasi disajikan seperti berikut :

1. Pass external feed safety audit

a. Indikator pass external feed safety audit terkait dengan aktifitas manajemen yang berfokus pada menjaga kualitas serta pembuktian dari aktifitas produksi telah memenuhi standard yang ditetapkan oleh industri manufaktur secara umum dan khusus. Hal ini umumnya dilakukan dengan mengikuti kegiatan sertifikasi seperti GMP, Best aquaculture practices , ISO 9001:2015, HACCP,CPPIB,CPPB.

b. Kemampuan PT XYZ dalam mengelola perusahaan dengan memenuhi standard audit yang sudah ditentukan dalam industri pakan akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas pakan PT XYZ.

2. Penguatan jaringan rantai supply bahan baku lokal dan impor.

Sasaran strategis penguatan jaringan rantai supply bahan baku lokal dan import agar didapat kontinyuitas bahan baku lokal dan import dengan kualitas yang baik dan harga yang bersaing sangat krusial dalam industri pakan karena biaya bahan baku mencapai 80% sampai dengan 85 % dari cost structure pakan, oleh karena itu positioning biaya bahan baku sangat menentukan biaya formulasi pakan yang pada akhirnya menentukan harga jual pakan dan profit margin yang akan dihasilkan oleh perusahaan, sementara itu lags indikator yang ditetapkan adalah rasio harga formula terhadap harga jual pakan, indikator ini bertujuan untuk melihat posisi harga pokok produksi pakan terhadap harga jual pakan, Departemen Feed &

Technology PT XYZ sudah mengukur indikator rasio harga formula terhadap harga jual akan tetapi belum terintegrasi dengan indikator lain dalam balanced scorecard.

PT XYZ menjelaskan bahwa sasaran strategis dan lags indikator berupaya untuk memperoleh beberapa capaian diantaranya:

ο‚· Harga bahan baku yang kompetitif dengan melakukan beberapa hal untuk memastikan proses yang terkait dengan pengadaan bisa berjalan dengan lancar.

ο‚· Ketersediaan space gudang atau silo untuk penyimpanan bahan baku curah dan bahan baku in bags,

ο‚· Ketersediaan space gudang terkait dengan kemampuan perusahaan untuk bisa menyimpan persedian bahan baku lebih banyak ketika harga murah.

ο‚· Indikator mengukur kecepatan proses bongkar bahan baku di pabrik agar supplier merasa nyaman dan efisien ketika bertransaksi dengan PT

XYZ juga berhubungan dengan harga bahan baku, semakin cepat proses bongkar akan membuat supplier bahan baku bisa beroperasi lebih efisien karena bisa mensupply beberapa kali dalam satu hari.

ο‚· PT XYZ juga melakukan kontrol inventory bahan baku dan menentukan minimum stock level agar tidak terjadi stock out pada bahan baku, stock out mengakibatkan perubahan pada formulasi dan dapat menyebabkan rasio harga formula menjadi terlalu tinggi

ο‚· Memastikan kualitas bahan baku yang diterima sangat penting dalam aktivitas penerimaan bahan baku dan proses penyimpanan didalam gudang, kualitas bahan baku yang tidak memenuhi standard mengakibatkan nutrisi pakan yang sudah dirancang oleh system formulasi menjadi tidak tepat sehingga akan membuat kualitas pakan menurun sehingga untuk mengejar nilai nutrisi yang sudah ditetapkan akan berakibat pada kenaikan harga formula pakan. Untuk bahan import.

ο‚· PT XYZ berupaya untuk menjaga hubungan baik dengan regulator dan memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan agar proses import bahan baku dapat dilakukan dengan baik, permasalahan pada proses import akan mengakibatkan terhambatnya supply bahan baku dan menyebabkan biaya yang sangat tinggi terutama jika terjadi demmurage sehingga akan menyebabkan biaya bahan baku meningkat dan pada akhirnya menyebabkan rasio harga formula menjadi tinggi.

3. Overall Equipment Effectiveness / Overall Factory Effectiveness (Efektifitas)

Overall Equipment Effectiveness / Overall Factory Effectiveness terkait dengan upaya untuk menggunakan peralatan dan mengevaluasi penggunaan pada suatu titik terbaik. Hal ini ditujukann agar perusahaan dapat mengetahui dan mengelola peralatan pendukung pada suatu ukuran terbaik.

4. Manufacturing cost

Indikator manufacturing cost dipandang sebagai bagian penting dalam aktifitas bisnis internal. Hal ini disebabkan secara langsung terkait dengan upaya manajemen untuk mengelola bahan baku (raw material), biaya langsung (direct labour) dan biaya produksi tidak langsung (factory overhead cost). Manajemen PT XYZ menyadari bahwa dalam proses mendapatkan persentase biaya terbaik perlu melakukan aktifitas seperti 1) preventive maintenance program, 2) supply sparepart dan warepart untuk mesin produksi dan 3) pengelolaan sumberdaya energi yang diarahkan pada konservasi energi. Pada akhirnya semakin tinggi persentase manufacturing cost menandakan semakin besarya biaya pabrikasi begitupun sebaliknya dimana yang menandakan perusahaan mampu mengelola biaya dengan efektif dan efisien Firmansyah dan Venusita (2013).

5. Susut / Shrink

Manajemen PT XYZ menyadari bahwa susut yang dihasilkan dari aktifitas produksi dapat berpengaruh terhadap kegiatan perusahaan dan peningkatan biaya produksi. Dalam hal ini susut dari kegiatan dapat dikelompokan menjadi a) gagal produksi dan (b) kehilangan massa. Aktifitas gagal produksi dapat dikelola dengan melakukan pengolahan kembali, namun hal ini berdampak pada peningkatan biaya penggunaan mesin. Sementara

kehilangan massa terkait dengan upaya menggunakan raw material dengan kadar air terendah.

6. OTIF (On Time and In Full Delivery)

PT XYZ diharuskan untuk berproduksi dengan efektif dan efisien, dimana kinerja harus (i) sesuai produk yang diharapkan, (ii) sesuai jumlah yang dipesan, (iii) ditempat yang disepakati dan (iv) waktu yang ditetapkan. PT XYZ sebaikanya melakukan perhitungan agar implementasi kegiatan dapat sesuai dengan menggunakan formula OTIF yaitu :

a. OTIF (%) = (Jumlah pengiriman OTIF / Jumlah Total Pengiriman) X 100%

7. Realisasi Capex

Realisasi capex terkait dengan ketepatan dalam mengalokasikan rencana untuk melakukan pembelian / pengantian / perbaikan segala hal untuk aset perusahaan. Dalam hal ini aktifitas tersebut berperan besar terhadap kinerja keuangan perusahaan, dikarenakan ketika terjadi kesalahan berdampak a) meningkatnya beban perusahaan sehingga laba akan terganggu dan b) kurangnya modal untuk mengimplementasikan target perusahaan. Maka dari itu perhitungan tersebut biasanya dihubungkan dengan capital structure dan working capital.

8. Produk pakan baru

Produk pakan baru sangat terkait dengan product development dimana dalam hal ini research and development harus berjalan dengan kuat.

Akselerasi implementasi indikator ini dapat dilakukan dengan a) kerjamasa dengan universitas, b) penggunaan lembaga 3 untuk percepatan penemuan produk baru dan c) pembelian formula pakan dari ahli.

4.3.4 Instrumen (Lags dan Leads) Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Instrumemn (lags dan leads) pada persepektif pembelaljaran dan pertumbuhan didapat dari hasil wawancara dengan board of director dimana instrument tersebut telah digunakan namun belum diintegrasikan dalam pendekatan balanced scorecard. Informasi ditujukan terkait dengan instrument dalam persepektif pembelajaran dan perumbuhan. Adapun informasi disajikan pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4 Sasaran Strategis, Lags dan Leads Persepektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

Sasaran Strategis Lags Leads

G1 Integrasi HRIS

ο‚· Instalasi performance management system, succesion, learning system, payroll, tax, reimbursements.ο€ 

ο‚· Melakukan assesment dan mengukur kebutuhan training karyawanο€ 

ο‚· Membuat rencana strategis untuk training dan development karyawanο€ 

ο‚· Membuat Pengukuran untuk mengevaluasi efektifitas trainingο€ 

Tabel 4.4 memberikan gambaran pada pembelajaran dan pertumbuhan yang memiliki dua sasaran strategis yaitu a) Integrasi HRIS (human resources information system) yang dapat diakses semua karyawan dan real time melalui indikator pembaharuan HRIS (human resources information system) dan b) fokus pada training dan development dengan indikator competency gap index.

Pada persepektif pembelajaran dan pertumbuhan PT XYZ berfokus pada pengelolaan karyawan dengan penjabaran seperti berikut :

1. Pembaharuan Human resources Information system

Sistem Human resources Information system adalah sistem informasi sumber daya manusia, pembaharuan sistem HRIS berfokus pada integrasi seluruh sistem yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya manusia. Hal ini ditujukan agar kegiatan interaksi karyawan, manajemen dan perusahaan dapat berjalan dengan baik dan tidak menganggui proses pencapaian visi perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan dan mengembangkan aplikasi dan atau sistem manajemen Human Resource yang disosialisasikan dengan baik kepada seluruh pegawai.

2. Competency Gap Index

Kompetensi karyawan merupakan hal penting yang dapat berguna untuk efektifitas dan efisiensi proses bisnis berjalan dengan lebih baik. Dalam hal ini implementasi harus dilakukan secara berkelanjutan dari mulai perekrutan, pelatihan dan pengorganisasian sehingga dimasa depan didapatkan pegawai yang tangguh dan siap untuk bersaing dalam rangka mencapai visi perusahaan.

4.4 Rancangan Penilaian Kinerja Perusahaan dan Simulasi