VOTING DAN REPRESENTASI DEMOKRASI
3) Ukuran Surat Suara yang Terlalu Besar
STUDI KASUS
Sumber :
http://sebuah-blog.blogspot.com/2009/04/masalah-masalah-pemilu 2009.html
PEMILU 2009 akhirnya berlangsung hari ini. Suara kita sangat penting untuk masa depan kita yang lebih baik. Kita semua pastinya berharap pemimpin yang kita pilih adalah sosok yang benar-benar bisa diandalkan, tidak korup dan benar-benar mengutamakan kesejahteraan rakyatnya.
Di tengah pelaksanaan PEMILU, ada beberapa masalah yang bermunculan. Kali ini SEBUAH BLOG akan membahas masalah-masalah yang kerap muncul pada saat pelaksanaan PEMILU. Masalah tersebut antara lain : 1) Kekurangan Surat Suara
Hal ini biasanya disebabkan karena kurangnya koordinasi antara pihak TPS dengan pihak penyelenggara PEMILU. Kekurangan surat suara cukup merepotkan, apalagi jika hal ini baru disadari pada saat hari dilaksanakannya PEMILU.
2) Pembagian Form C-4 Tidak Merata
Sehari sebelum pelaksanaan PEMILU, ada warga yang protes karena tidak mendapatkan Form C-4. Warga tersebut protes karena merasa tidak bisa menyalurkan hak pilihnya pada saat PEMILU. Sebenarnya, pemilih tidak diwajibkan membawa Form C-4 tersebut asalkan namanya sudah benar-benar terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap). Bagi warga yang tidak mendapatkan Form C-4, tetap bisa melakukan pencontrengan dengan menunjukkan kartu identitas diri, baik itu berupa KTP, SIM, dll.
3) Ukuran Surat Suara yang Terlalu Besar
Masalah ini saya rasakan sendiri. Saat membuka surat suara, ternyata ukurannya sangat besar dan lebar sehingga cukup menyulitkan pemilih dalam mencontreng karena biliknya cukup kecil. Mungkin masalah ini bisa diatasi dengan memperkecil surat suara atau memperbesar ukuran bilik. 4) Pemilih yang Buta Huruf
Masalah yang satu ini memang sulit untuk dihindari terutama untuk PEMILU yang diadakan di pelosok desa. Surat suara yang hanya dipenuhi nama-nama calon tanpa foto cukup menyulitkan para penyandang buta huruf. Hal ini tidak jarang membuat mereka memilih sembarang calon.
36 5) Teror
Masalah ini terjadi di Papua. Sebuah Bom meledak pada tanggal 9 April 2009 dinihari. Polisi langsung mengejar tersangka dan akhirnya salah satu dari tersangka tersebut tewas tertembak. Beberapa pelaku lainnya berhasil diamankan dan sisanya berhasil kabur. Selain teror Bom, Depo Pertamina pun dibakar. Salah satu Universitas juga tak luput dari aksi pembakaran. Inilah yang terjadi di Papua. Sebenarnya, apa motif para pelaku? Bukankah kedamaian itu lebih indah? Tewas tertembak polisi di dekat selokan, itukah yang mereka inginkan? Seandainya mereka tidak melakukan teror itu, tentunya si korban tewas tidak akan mati konyol hari ini. Masih banyak yang bisa dilakukan selain membuat onar. Semoga hal ini tidak terjadi lagi. Wujudkan PEMILU damai.
Demikianlah beberapa masalah yang muncul pada PEMILU yang dilaksanakan hari ini, Kamis 9 April 2009. Semoga para calon yang terpilih bisa mengemban amanah dengan baik.
ü Latar Belakang :
Seperti yang telah kita ketahui, voting adalah metode yang umum digunakan untuk menyelesaikan beragam pandangan atau untuk memunculkan ekspresi preferensi. Voting digunakan untuk mencapai tujuan. Tujuan yang dimaksud dapat berupa pencapaian kekuasaan tertinggi di sebuah Negara. Seperti di Indonesia, pemilihan umum presiden dan wakil presiden dilakukan dengan cara voting. Voting dilaksanakan agar masyarakat dapat memilih wakil mereka secara demokratis sesuai dengan keinginan mereka. Dengan adanya voting, pihak yang paling disukai oleh masyarakat yang akan terpilih menjadi wakil rakyat. Hal seperti ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, kebebasan dan keadilan demokrasi dalam membangun sebuah negara yang sejahtera.
ü Penetapan Masalah :
Pada tahun 2009 lalu, pemilihan umum Presiden Republik Indonesia dilaksanakan. Sebelum pemilu dilaksanakan tentu para calon Presiden dan Wakil Presiden sibuk untuk menggali dukungan dari masyarakat. Pencarian dukungan masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain menyebarkan pamflet dan poster-poster di jalan raya, iklan di berbagai media cetak dan
37
elektronik, memberikan bantuan sembako kepada warga miskin hingga memberikan hadiah berupa uang bagi yang mendukungnya.
Berbagai cara dilakukan untuk memperoleh simpati masyarakat. Meskipun terkadang cara yang digunakan menyalahi aturan yang berlaku. Misalnya, kasus suap menyuap yang dilakukan oleh para calon presiden dan wakil presiden. Mereka memberikan sejumlah uang kepada masyarakat agar memilih mereka. Pemilih yang buta huruf juga menjadi salah satu masalah dalam pemilu, karena para pemilu yang buta huruf dapat dibodohi oleh para kaum yang curang. Hal inilah yang menodai demokrasi Negara kita. Disisi lain, masalah dalam pemilu terjadi akibat kesalahan teknis. Misalnya, jumlah surat suara yang kurang dan rusak.
Di Indonesia, ternyata masih banyak masyarakat yang acuh tak acuh terhadap pemerintahan. Hal ini terbukti dengan adanya golongan putih yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu. Hampir setiap diadakannya pemilihan umum masih ditemukannya golongan putih, begitu pula yang terjadi pada pemilu tahun 2009.
ü Analisis
Berdasarkan masalah-masalah yang terjadi pada pemilu pada tahun 2009, masalah-masalah tersebut tidak sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi dalam politik ekonomi yang baik. Kasus suap menyuap yang dilakukan para calon presiden dan wakil presiden merupakan kecurangan yang seharusnya tidak boleh terjadi. Dengan adanya kasus suap membuat demokrasi tidak berjalan sesuai dengan prosedurnya. Hal ini dikarenakan masyarakat memilih wakilnya tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan melainkan dari paksaan suap.
Pemilih yang buta huruf merupakan masalah yang paling sulit diatasi, mengingat rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia. Masyarakat buta huruf banyak ditemukan di daerah terpencil karena masih minimnya sarana pendidikan sehingga menyebabkan ketidaktahuan rasional mengenai masalah pemerintahan. Masyarakat yang buta huruf memilih wakilnya hanya berdasarkan pengaruh orang lain ataupun suap yang diperoleh dari calon wakil yang bertindak curang. Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi karena bagaimanapun juga demokrasi harus dilaksanakan dengan baik sesuai dengan prosedurnya agar tujuannya dapat tercapai.
38
Pemilu yang demokratif belum sepenuhnya terjadi di Indonesia karena terhambat masalah teknis. Surat suara yang kurang dan rusak membuat pemilu belum berjalan secara optimal. Keadaan ini bisa saja hanya berupa konspirasi politik dari sebuah partai politik yang ingin berbuat kecurangan. Hal ini perlu diselidiki lebih lanjut agar tidak merugikan masyarakat yang memiliki hak pilih.
Masyarakat Indonesia dirasa belum maksimal dalam berpartisi aktif terhadap pemilu pada tahun 2009 lalu. Masih banyak masyarakat yang memiliki hak pilih tetapi tidak menggunakannya secara optimal. Ini terbukti dengan adanya surat suara yang berlebih setelah pemilu dilaksanakan. Keadaan seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi karena ini hanya akan menguntungkan pihak-pihak politisi untuk melakukan sebuah kecurangan. Surat suara yang berlebih bisa diisi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk memenangkan pemilu. Hal ini merugikan masyarakat karena demokrasi tidak dilaksanakan dengan adil dan sesuai dengan pilihan masyarakat.
ü Kesimpulan dan Saran
Dari masalah pemilu 2009 lalu, masyarakat belum melaksanakan hak secara optimal sesuai dengan hati nurani dan keinginan sendiri dalam pemilihan umum. Terbukti dengan adanya masalah-masalah yang terjadi seperti penyuapan, penipuan terhadap masyarakat buta huruf serta banyaknya masyarakat yang acuh tak acuh terhadap pemilu. Dengan kata lain demokrasi di Indonesia masih belum berjalan secara optimal seperti yang diharapkan pemerintah.
Berdasarkan analisis masalah-masalah yang terjadi didalam pemilu 2009, seharusnya pemerintah lebih tegas dan ketat dalam mengawasi jalannya pemilu agar tidak terjadi kecurangan, ketidaktahuan rasional maupun kesalahan teknis yang menghambat jalannya pemilu yang demokratis. Pemerintah juga seharusnya lebih memperhatikan masyarakat yang buta huruf dengan memberikan informasi tentang calon presiden dan wakil presiden serta tata cara pemilihan umum yang benar sehingga tidak menjadi korban kecurangan pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebenarnya keberhasilan suatu demokrasi tidak hanya tergantung pada pemerintahan yang baik tetapi dukungan penuh dari masyarakat juga menjadi tolak ukur keberhasilannya. Dengan keberhasilan dalam demokrasi diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang sejahtera.
39 PERTANYAAN