V. KETERANGAN MENGENAI OBJEK TRANSAKSI
1. Herald Resources (“HR”)
1.1 Umum 21
HR didirikan berdasarkan Memorandum Article of Association sesuai dengan persyaratan Companies Act 1973 (WA). Sesuai dengan dokumen yang telah disampaikan kepada ASIC, saat ini HR terdaftar sebagai perusahaan publik.
HR adalah sebuah perusahaan pertambangan dan tercatat pada ASX untuk lebih dari 60 tahun berdasarkan hukum Australia . Pada awalnya HR melakukan pertambangan dan pemrosesan industrial clays. Pada pertengahan tahun 1980 dibawah pengendalian manajemen yang ada saat itu, HR telah melakukan diversifikasi eksplorasi emas dan pada tahun 1986, HR melakukan produksi pertambangan pertama kalinya .
HR berkedudukan di Australia dengan alamat level 3/50 Colin Street West Perth WA 6005.
1.2 Permodalan, Susunan Pemegang Saham dan Kepengurusan
Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Berdasarkan laporan tahunan tahun 2007, modal dasar, modal ditempatkan dan disetor HR adalah AUD 150.830.889 yang terbagi atas 195.581.622 lembar saham .
Berdasarkan informasi yang diberikan kepada ASX per tanggal 6 Maret 2008 , lima pemegang saham utama HR adalah sebagai berikut:
Keterangan Saham %
Calipso Investment Pte Ltd. 39.918.590 20,19
PT Antam Tbk. 21.200.000 10,72
Terrance M Allen 15.093.304 7,63
Quest Asset Partners 14.805.806 7,49
New Age World Ltd. 10.009.232 5,06
Susunan Pengurus dan Pengawas
Susunan Pengurus dan Pengawas HR sampai dengan Informasi Kepada Pemegang Saham ini diterbitkan, adalah sebagai berikut:
Executive Chairman : Terence M Allen
Executive Director : James Dracopoulos Executive Director : Michael P Wright Non-Executive Director : Brian J Hurl ey
1.3 Kegiatan Usaha
HR adalah perusahaan Australia yang bergerak di bidang eksplorasi dan pengembangan mineral. Kegiatan usaha HR meliputi evaluasi dan pengembangan logam dasar, emas dan investasi terkait, khususnya untuk wilayah Indonesia dan Australia.
Fokus utama HR saat ini adalah Proyek Dairi dengan kualitas unggul yang berlokasi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Indonesia. HR adalah pengelola kontrak kerja untuk
Proyek Dairi sejak tahun 1998 dan telah menyelesaikan studi kelayakan terhadap mutu cadangan pada tambang Anjing Hitam, yang merupakan satu dari beberapa cadangan yang telah diidentifikasi oleh HR pada Proyek Dairi .
Berikut adalah gambaran dari Proyek Dairi berdasarkan data dan informasi yang tersedia dalam Pernyataan dari Target :
Proyek Dairi adalah Kontrak Karya (“ contract of work ”) generasi ketujuh No. KW99PK0071. Kontrak Karya merupakan bentuk kepemilikan umum yang dimiliki oleh hampir seluruh pertambangan yang beroperasi di Indonesia. Kontrak Karya adalah kontrak hukum yang sah antara perusahaan pertambangan dengan pemerintah Republik Indonesia yang mengatur rincian hak dan kewajiban dari perusahaan pertambangan yang mencakup spesifikasi dari proyek beserta persentase kepemilikan masing-masing pemegang saham. Kontrak Karya Proyek Dairi bernama PT Dairi Prima Mineral, dengan komposisi kepemilikan HR sebesar 80% (melalui anak perusahaan asing) dan Antam sebesar 20%. Jangka waktu Kontrak Karya Proyek Dairi adalah 30 tahun terhitung sejak dimulainya produksi.
Persetujuan dari Departemen Kehutanan
Saat ini HR masih dalam proses mendapatkan persetujuan dari Departemen Kehutanan untuk dapat menggunakan sebagian lahan hutan untuk aktivitas Proyek Dairi, hal ini dikarenakan area konstruksi atau area penambangan Proyek Dairi berada pada kawasan hutan lindung. Proyek Dairi telah mengalami penundaan untuk jangka waktu lebih dari 2 tahun karena menunggu persetujuan dari Departemen Kehutanan ini. Persetujuan dari Departemen Kehutanan juga diperlukan untuk pengembangan Proyek Dairi tahapan selanjutnya hingga cadangan pada Anjing Hitam berproduksi. Direksi HR optimis bahwa persetujuan dari Departemen Kehutanan akan diperoleh dalam waktu dekat.
Kondisi Geologis Proyek Dairi
Pekerjaan eksplorasi HR pada wilayah Kontrak Karya telah dilakukan dimana unit yang memiliki prospektif untuk basis mineralisasi metal terletak pada bagian atas Palaeozoic marine carbonates dan argillites dari Grup Tapanuli, dengan mineralisasi interbedded sulphide exhalative (Sedex style) yang besar, yang berasal dari akhir jaman carboniferous (Late Carboniferous) sampai dengan awal jaman Permian (Early Permian age ), dari 325 sampai 270 juta tahun.
Dalam masa eksplorasi tersebut, penemuan yang relatif mudah oleh HR atas cadangan bedding conformable Sedex Style berbasis metal sulphide menjadi hal yang menekankan bahwa terdapat potensi lokal dan regional yang sangat baik untuk terjadinya penemuan cadangan-cadangan mineral penting lainnya.
Cadangan Sedex
Proyek Dairi berlokasi di Kabupaten Dairi, propinsi Sumatera Utara, Indonesia dan mengandung cadangan sulphide seng /timah hitam berkualitas unggul pada cadangan jenis mineralisasi Sedex. Cadangan seng/timah hitam jenis Sedex telah memenuhi hampir seluruh suplai dunia akan komoditas ini, termasuk di dalamnya cadangan yang sangat besar berbentuk tambang, banyak diantaranya yang sudah beroperasi lebih dari satu dekade. Beberapa contoh cadangan Sedex yang terkenal adalah:
- Red Dog di Alaska
- Broken Hill, Mount Isa, Macarthur River dan Century di Australia
- Meggen dan Rammelsburg di Jerman
- Navan, Tynagh dan Silvermines di Irlandia - Sullivan di Canada
Jenis cadangan Sedex berada diantara jaman pertengahan Proterozoic (1700 sampai 1400 juta tahun, contohnya Mount Isa) atau jaman Cambrian sampai Carboniferous (580 sampai 295 juta tahun, contohnya Red Dog dan Anjing Hitam). Karakterisik signifikan pada kebanyakkan cadangan ini adalah cakupan yang telah terlihat pada penemuan yang sangat penting untuk ditindaklanjuti pada lokasi yang sama.
HR telah melakukan kerjasama dalam mengupayakan potensi tambang bawah tanah pada cadangan Anjing Hitam dan Lae Jehe. Penelaahan terbatas juga telah dilakukan untuk menguji dan menemukan potensi jenis mineralisasi Sedex pada kedalaman tertentu.
Cadangan Anjing Hitam
Mineralisasi, sumber mineral dan cadangan bijih besi
Estimasi cadangan mineral pada Anjing Hitam telah dilakukan berdasarkan pada 20.953 meter pengeboran diamond ( diamond drilling) pada 87 lubang antara tahun 1998 dan 2002. Cadangan pertambangan awal (initial mining inventory) dan cadangan bijih besi lanjutan (a later ore reserve ) yang dapat diestimasi pada Anjing Hitam adalah sebagai berikut.
Estimasi Cadangan Bijih Besi Anjing Hitam
Tanggal Ton Seng Timah Hitam Perak
2003 6.600.000 14,6% 8,8% 10,7 g/t
Desember 2007 6.500.000 14,4% 8,7% 10,5 g/t
Cadangan pada Anjing Hitam meliputi 6,5 Mt dengan kandungan 14,4% seng, 8,7% timah hitam, yang terdiri dari cadangan yang dapat dibuktikan (proven reserves) sebanyak 5,0 Mt dengan kandungan 15,0% seng, 9,1% timah hitam dan prediksi cadangan (probable reserves) sebanyak 1,5 Mt dengan kandungan 12,5% seng, 7,3% timah hitam (berdasarkan laporan tahunan HR 2007 dan pengumuman ASX 21 Desember 2007).
Berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan oleh HR, pada saat ini HR sedang melakukan penelaahan lebih lanjut untuk mengidenti fikasi metode penambangan yang lebih unggul pada cadangan deposit Anjing Hitam dibandingkan dengan studi kelayakan dari Dairi, yang khususnya berdasar pada metode Long Hole Stoping.
Studi Kelayakan dan Rencana Pengembangan
Setelah berhasil menyelesaikan studi kelayakan awal tahun 2002/2003, HR telah menyelesaikan DFS pada Pebruari 2005, berdasarkan ekstrasi di dalam tanah (underground extraction) dari 6,53 juta ton cadangan bijih besi dengan tingkat maksimum sejumlah 1 juta ton per tahun (“mtpa”) dari main mineralised horizon (“MMH”) memiliki kandungan rata-rata 14,4% seng, 8,7% timah hitam, dan 10,5 g/t perak.
HR berharap untuk dapat mencapai kapasitas penuh sebesar 1 mtpa pada tahun 2011. Umur tambang yang dijadwalkan adalah selama kurang lebih 7 tahun.
Kualitas Kandungan Seng dan Timah Hitam pada Tambang Anjing Hitam
Direksi dari HR berkeyakinan bahwa tes metalurgi (metallurgical test) untuk studi kelayakan awal dan DFS menunjukkan bahwa kandungan seng dan timah hitam (zinc and lead concentrates) yang berasal dari tambang bijih besi pada Anjing H itam akan siap dipasarkan. Cadangan Lae Jehe
Perkiraan Sumber Mineral
Kandungan mineralisasi pada tambang Lae Jehe serupa dengan kandungan mineralisasi pada tambang Anjing Hitam. Berdasarkan Laporan Tahunan HR 2007 sumber mineral pada cadangan Lae Jehe den gan estimasi cadangan sebanyak 6,5 Mt dengan kandungan 11,3% seng dan 6,1% timah hitam yang terdiri dari indicated resource sebanyak 4,6 Mt dengan kandungan 11,6% seng, 6,2% timah hitam dan cadangan terindikasi inferred resource sebanyak 1,9 Mt dengan kandungan 10,6% seng, 5,9% timah hitam. Selain itu berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan oleh HR, tambang Lae Jehe memiliki peningkatan 12% pada kombinasi cadangan menjadi 8,7Mt dengan kandungan 11,2% seng dan 6,1% timah hitam. Sehingga secara keseluruhan, total kombinasi cadangan (measured, indicated, inferred) untuk Proyek Dairi sebanyak 17,3Mt dengan kandungan 13,1% seng dan 7,6% timah hitam. Rencana Pengembangan Konseptual
Tidak terdapat rencana penambangan (mine plan) yang lengkap untuk tambang Lae Jehe, namun dengan asumsi terdapat perkembangan produksi pada Anjing Hitam, Direksi HR mempercayai bahwa produksi awal bawah tanah (underground) dapat direncanakan sejak sekitar tahan 2013 atau bahkan lebih awal, untuk mengimbangi rencana penurunan tingkat produksi dari cadangan Anjing Hitam pada waktu tersebut, juga untuk menjaga agar mill feed tetap dapat berjalan pada kapasitas terpasang sebesar 1 mtpa. Sebagai alternatif, rencana tersebut dapat dikombinasikan pada waktu yang lebih awal untuk menjaga kestabilan tingkat produksi pada Anjing Hitam.
Penelaahan yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa karakterisasi metalurgi (metallurgical characterisation) dan tanggapan pada tambang Lae Jehe adalah sama dengan tambang Anjing Hitam, untuk jenis Sedex ore bod ies seperti yang telah diantisipasi sebelumnya.
Direksi HR berkeyakinan bahwa pertambangan Lae Jehe akan lebih kompleks dibandingkan Anjing Hitam karena sumber mineral terjadi pada beberapa lenses dan lokasinya memiliki MMH yang lebih tipis daripada Anjing Hitam. Di sisi lain, juga terdapat kemungkinan terjadi dilusi lebih banyak pada tingkat (grade) bijih besi serta lebih rendahnya tingkat produktivitas dibandingkan dengan Anjing Hitam, oleh karenanya hal tersebut akan berdampak pada meningkatnya biaya operasi pertambangan bawah tanah.
Tambahan modal kerja akan dibutuhkan untuk pengembangan bawah tanah, namun tidak untuk pabrik dan infrastruktur terkait.
Cadangan Basecamp
Basecamp berlokasi diantara Anjing Hitam dan Lae Jehe, diantara garis batas 10.300 Utara dan 10.600 Utara.
Estimasi sumber mineral pada tambang Basecamp diperkirakan sebanyak 800.000 ton dimana seluruhnya dikategorikan sebagai Inferred Resources dengan kandungan 7,2% seng, 4,3% timah hitam, dan 5 g/t perak. Pengeboran lebih lanjut dapat meningkatkan jumlah cadangan, tetapi dengan lebar (width) dan kualitas terbatas. Tambang Basecamp memiliki sepertiga lebih sedikit kandungan kadar metal per ton dibandingkan pada Lae Jehe . Prospek Eksplorasi pada Proyek Dairi lainnya
Direksi HR menganggap prospek dari lokasi eksplorasi yang terdapat pada ketiga Kontrak Karya Proyek Dairi (sebagaimana terlihat pada gambar) memiliki prospek cadangan seng/timah hitam atau seng/timah hitam/perak dengan bentuk mineralisasi cadangan yang mirip dengan sumber mineral yang terdapat pada daerah cadangan Anjing Hitam, Lae Jehe, dan Basecamp.
i. Prospek Sopokomil Dome
Basuki Lode meliputi sejumlah gossan outcrop sepanjang kurang lebih 300 meter, berlokasi sekitar 500 meter di sebelah barat Lae Jehe yang memiliki hasil laporan yang baik berdasarkan sampling trench channel dan dua lubang pengeboran. Hasil terbaik berada pada 19 meter dengan tingkatan (grade) kandungan 25% seng, yang sebagian berasal dari oksidasi meneralisasi yang dangkal.
Oksidasi material tidak dapat diterapkan pada sulphide ore mill. Terdapat kemungkinan bahwa cadangan sulphides dapat diperoleh pada tempat yang dalam. Tidak ada pekerjaan lanjutan dilakukan sejak pengeboran tersebut.
Dua kandungan sulphide outcrops yang besar terdapat pada Bongkaras, berlokasi di barat laut dari Lae Jehe. Tujuh lubang yang telah dibor, telah diuji prospeknya, melewati tingkatan moderat massive sulphides yang terdapat pada Julu shale, contohnya 8,1 meter dengan kandungan 6,0% seng, 2,9% lead, dan 6 g/t perak dari kedalaman 140 meter. Sementara terdapat variasi pada kandungan mineralisasi, namun terdapat juga potensi yang signifikan untuk penemuan stronger grade-widths.
Pondok Gambir meliputi anomali tanah bullseye pada seng/timah hitam/perak, dengan dua dan tiga signifikan gossan outcrpops lainnya, dan dengan keberadaan Julu shale. Uji kadar logam gossan adalah sampai dengan 47,5% kandungan seng. Area seluas 150 meter x 50 meter telah ditelaah dan memiliki potensi cadangan metal oxide dengan tingkatan dan tonase yang signifikan. Empat buah drillhole pada kedalaman dangkal telah dibor secara keseluruhan 294 meter, dengan hasil zona oxide pada 5,2 meter dengan kandungan 9,9% seng,0,2% timah hitam dan 142,3 g/t perak.
Pada Lae Puncu, di sisi barat Sopokomil Dome, sampling pada endapan sungai dan tanah telah mengidentifikasi Julu shale, dengan contoh kepingan batu terbaik telah menghasilkan kandungan 24,8% seng, 11,0% timah hitam, dan 79 g/t perak.
ii. Prospek Blok Tiga Lingga
Setelah pengambilan pada sampling endapan sungai (stream sediment sampling), survei geophysical electromagnetic (“EM”) mendeteksi adanya daerah dengan strong linear konduktor sepanjang 14 kilometer , penemuan tersebut mencakup prospek Lubuk Raya dan Sinar Pagi. Garis melintang yang melalui area EM telah mengidentifikasi pyritic carbonaceous shale.
Pada Lubuk Raya, 59 lubang dangkal di bor sepanjang main carbonate-hosted base metal soil anomalies , uji kadar logam terbaik pada tanah tersebut memiliki kandungan 2,5% seng, 2,5% timah hitam dan 25,3g/t perak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat potensi mineralisasi suplhide yang besar melalui identifikasi pada carbonaceous shales. Sinar Pagi terletak pada 8 kilometer sebelah barat daya dari Lubuk Raya. Dapat diperhitungkan adanya potensi mineralisas i sulphide base metal yang besar yang terkandung dalam carbonaceous shale sequence. Sebanyak 17 lubang telah dibor, menunjukkan hasil kandungan seng dan perak yang baik, tetapi dengan tingkat oksidasi lebih tinggi pada tingkatan yang lebih dalam. Hasil te rbaik pada 27,5 meter dengan kandungan 6,3% timah hitam dan 18 g/t perak dan 27,2 meter dengan kandungan 5,0% timah hitam dan 39 g/t perak.
iii. Blok Juhar
Prospek Bululaga berlokasi pada daerah tambang yang sebelumnya telah terdapat pengerjaan tambang open pit untuk seng/timah hitam/perak. Berdasarkan interpretasi lokal, anomali seng/timah hitam/perak dan kepingan batu diasosiasikan dengan brecciated carbonate.
Selain yang telah diungkapkan di atas, HR juga memiliki proyek tambang sebagai berikut: a) Proyek Sarkea yang berlokasi di Sumatera Utara
b) Proyek tambang emas Maluak di Sumatera Utara ( kepemilikan saham sebesar 26%) c) Proyek tambang emas Montague di Australia Barat (kepemilikan saham sebesar 15%) d) Proyek tambang emas Crater di Australia Barat (kepemilikan saham sebesar 20%)
HR juga memiliki 42% kepemilikan pada Jaguar Minerals Ltd, sebuah perusahaan eksplorasi yang didirikan sejak 2003 dan telah tercatat pada ASX, Jaguar dan HR telah menandatangi perjanjian penjualan dimana Jaguar mengambil alih kepemilikan HR pada 5 proyek di Australia. Sejak pencatatan pada ASX pada Juli 2004, Jaguar telah melanjutkan untuk memodifikasi gabungan dari proyek-proyek yang dimilikinya. Saat ini, 5 proyek tersebut masih dalam tahap eksplorasi. Sampai dengan 11 Desember 2007, kapitalisasi pasar Jaguar adalah sebesar AUD 6,9 juta.
Berikut dibawah ini merupakan anak-anak perusahaan yang diambil dari laporan keuangan HR per 30 Juni 2007, sebagai berikut:
1. Goldfan Limited 2. Herald Finance Pty Ltd 3. Hereos Pt Ltd
4. PT Herald Mining Services 5. Gain & Win (Pte) Ltd
Hingga saat ini, tidak terdapat Informasi yang lebih rinci mengenai anak-anak perusahanaan HR yang tersedia di publik.
1.4 Ikhtisar Data Keuangan Penting HR
Tabel di bawah ini adalah ringkasan dari data keuangan penting untuk 6 bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 yang telah dilakukan penelaahan terbatas (limited review) oleh Stantons International . Berdasarkan penelaahan terbatas atas laporan keuangan tengah tahunan HR Resources yang dilakukan oleh Stanton International, laporan keuangan HR’s Resources telah sesuai dengan Corporation Act 2001 termasuk didalamnya:
a. menyajikan secara benar dan wajar (true and fair view) posisi keuangan konsolidasi perusahaan pada tanggal 31 Desember dan kinerjanya selama setengah tahun tersebut dan ;
b. mematuhi Accounting Standard AASB 134 Interim Financial Reporting and
Corporation Regulations 2001.
Sedangkan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2007 dan 2006 yang telah diaudit oleh Stantons International dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.
NERACA
dalam ribuan AUD
31 Desember 30 Juni Keterangan
2007 2007 2006
AKTIVA
Jumlah Aktiva Lancar 64.384 82.670 124.297
Jumlah Aktiva Tidak Lancar 86.350 62.366 21.596
Jumlah Aktiva 150.734 145.037 145.893
KEWAJIBAN
Jumlah Kewajiban Lancar 11.549 7.090 5.793
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 350 - -
Jumlah Kewajiban 11.899 7.090 5.793
EKUITAS 138.835 137.947 140.100
LAPORAN LABA (RUGI)
dalam ribuan AUD
31 Desember 30 Juni Keterangan
2007 2007 2006
PENJUALAN BERSIH 2.021 6.311 2.269
Beban Pokok Penjualan - - (42)
Laba Sebelum Pajak 128 (1.230) (3.223)
LABA BERSIH 128 (1.230) (2.593)
Catatan: data keuangan diperoleh dari laporan tahunan HR tahun 2007, sedangkan data keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 diperoleh dari website HR.
1.5 Informasi yang Tersedia untuk Publik
Herald adalah perusahaan terdaftar di Australian Stock Exchange. Berdasarkan Corporations Act and Listing Rules yang berlaku di Australia, Herald diwajibkan untuk menyampaikan keterbukaan informasi secara periodik. Laporan Keuangan Tengah Tahunan Herald yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 telah disampaikan kepada ASX pada tanggal 28 Pebruari 2008 . Keterbukaan Informasi HR (termasuk salinan dari laporan keuan gan) dan informasi mengenai penawaran dari Calipso dan penawaran dari Tango juga dapat diperoleh dari w ebsite Herald www.herald.net.au dan dari Website ASX www.asx.com.au .
VI. DAMPAK KEUANGAN ATAS DILAKUKANNYA TRANSAKSI
PENGAMBILALIHAN
Dampak Keuangan Atas Dilakukannya Transaksi Pengambilalihan adalah sama dengan yang telah diungkapkan dalam Informas i Kepada Pemegang Saham yaitu berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh auditor independen tertanggal 23 Januari 2008 dampak keuangan Transaksi terhadap posisi keuangan perseroan, dalam bentu k Neraca Proforma, belum dapat disajikan dalam Surat Edaran ini, mengingat terdapat per bedaan yang signifikan antara prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia (PSAK) dan prinsip akuntansi yang berlaku di Australia (GAAP) untuk akun -akun tertentu dalam laporan keuangan. Sejak 1 Januari 2005 Australia telah menerapkan Australian equivalents International Financial Reporting Standard (AIFRS), yang sebagian besar merupakan adopsi atas International Financial Reporting Standards (IFRS). Sebagaimana diketahui, sampai saat ini Indonesia masih belum menerapkan IFRS, sehingga oleh karena itu perbedaaan antara prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dengan yang berlaku umum di Australia pada dasarnya merupakan perbedaan antara PSAK dengan IFRS. Ikhtisar di bawah ini merupakan penjabaran secara umum perbedaan-perbedaan antara Perbedaan Antara Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (“PABU”) di Indonesia dengan Australia dan tidak dimaksudkan untuk menyajikan perbedaan-perbedaan tersebut secara lengkap. Ikhtisar tersebut juga tidak menyajikan perbedaan yang mungkin ada pada laporan HR.
Piutang dan Pinjaman Yang Diberikan
AIFRS Disajikan sebesar amortized costs dengan menggunakan effective interets method.
PSAK Pada prakteknya disajikan sebesar jumlah yang dapat direalisasikan dikurangi dengan cadangan tidak tertagih piutang. Revaluasi Aktiva Tetap
AIFRS Revaluasi aktiva tetap diperbolehkan. Revaluasi harus dievaluasi secara berkala sehingga nilai tercatat aktiva tetap tidak jaug berbeda dengan nilai wajarnya. Dengan demikian revaluasi harus dilakukan secara berkala pula jika kebijakan revaluasi dijalankan. Manajemen harus meyakini bahwa nilai wajar tidak berbeda jauh dengan nilai tercatat. PSAK Revaluasi diperbolehkan berdasarkan Peraturan Pemerintah.
Impairment atas Aktiva Tetap
AIFRS Biaya Impairment di offset dengan surplus revaluasi atas aktiva yang bersangkutan. Kelebihan impairment atas surplus revaluasi dilakukan sebagai biaya.
PSAK Biaya impairment lost harus dibukukan sebagai biaya. Pajak Tangguhan
AIFRS Pajak tangguhan dicatat berdasarkan metode liability, dimana aktiva dan kewajiban tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban yang bersangkutan, kecuali atas business combination dimana tidak ada efek atas laba kena pajak berdasarkan akuntansi dan pajak. Pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarip pajak yang diharapkan berlaku pada saat aktiva terealisasi atau kewajiban dibayar. Pajak tangguhan dikredit ke laporan laba rugi, kecuali jika item yang bersangkutan di kreditkan langsung ke ekuitas. Aktiva pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aktiva pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa akan datang.
PSAK Secara umum, perhitungan pajak tangguhan berdasarkan PSAK tidak berbeda dengan AIFRS. Namun atas masalah tertentu terdapat beberapa perbedaan, termasuk untuk hal-hal di bawa h ini:
• Tidak ada pajak tangguhan menurut PSAK atas perbedaan antara nilai tercatat akibat penggunaan kurs historis dengan kurs tanggal neraca sehubungan dengan penjabaran laporan keuangan.
• Tidak ada pajak tangguhan menurut PSAK atas laba yang belum dibagi atas anak perusahan dan perusahaan asosiasi.
Cadangan Kewajiban Imbalan Kerja
AIFRS Cadangan atas kewajiban imbalan kerja dihitung berdasarkan pembayaran yang akan dilakukan selama jangka waktu satu tahun yang akan datang ditambah dengan biaya-biaya terkait dengan pembayaran tersebut. Kewajiban kepada karyawan yang melebihi satu tahun dihitung berdasarkan nilai kini dari estimasi pembayaran yang akan dilakukan. PSAK Perhitungan imbalan kerja menggunakan metode Projected Unit Credit secara aktuarial. Akumulasi keuntungan dan
kerugian aktrual bersih yang belum diakui yang melebihi jumlah yang lebih besar diantara 10% dari nilai kini imbalan pasti dan nilai wajar aktiva program diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diperkirakan dari para pekerja yang ikut dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested maka akan diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested.
Financial Lease
AIFRS Aktiva leasing dicatat pada awal transaksi sebesar nilai terendah antara nilai wajar aktiva dengan nilai kini dari pembayaran lease minimum.
Goodwill
AIFRS Goodwill yang timbul dari business combination sehubungan dengan metode pembelian tidak diamortisasi, tapi di evaluasi secara berkala (tahunan) untuk menentukan apakah nilainya perlu di impair berdasarkan evaluasi perolehan kas (cash generating unit).
PSAK Goodwill harus diamortisasi sepanjang periode yang tidak melebihi 20 tahun. Impairment juga harus dievaluasi.