• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unit kerja magang

Dalam dokumen T1 232008158 Full text (Halaman 38-45)

Bab IV Analisis Dan Pembahasan

E. Unit kerja magang

Dalam proses magang, pemagang masuk pada Finance Office/ Departement. Yang didalamnya pemagang dimasukkan dalam bagian pajak. Bagian perpajakan dipimpin oleh Manager Pajak yang bertanggung jawab pada proses pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan pasal 23 PT. Coca Cola Amatil Indonesia Central Java Semarang.

Manajer pajak mempunyai fungsi utama dalam penentuan kebijakan atas perekapan invoice dan faktur pajak atas jasa yang digunakan terhadap perusahaan lain.

Tugas Tax Manager

Tugas dari bagian pajak terhadap semua yang telah dihitung dari pemungutan pajak sampai dengan pembayaran dan pelaporan pajak adalah:

 Melakukan rekonsiliasi data yaitu antara jumlah total yang harus dibayarkan dengan yang telah dibayarkan dengan data dari arsip pada setiap faktur pajak. Apabila terdapat selisih maka harus bisa menjelaskan selisih tersebut.dalam melakukan rekonsiliasi dokumen yang dibutuhkan adalah bukti penjualan dari system SAP 180 dan AS 400 yang berisi total penjualan, meminta data dari AP (Account Payable) yaitu pajak masukkan. Total penjualan dan pajak masukan ditotal dan di cek dengan jumlah total pada arsip faktur pajak.

Untuk melakukan fungsinya, Manager Pajak mempunyai tugas dan wewenang, dari situ pemagang membantu kegiatan-kegiatannya seperti :

1. Melakukan pengecekkan dan memisahkan antara faktur pajak dengan invoice tagihan, perusahaan mendapat kiriman invoice tagihan beserta faktur pajak

27

dari supplier yang kemudian invoice dan faktur pajak dipisahkan. Invoice tagihan diserahkan kepada AP officer sedangkan faktur pajak diserahkan pada Tax Manager untuk proses lebih lanjut. Faktur pajak ini digunakan untuk arsip pajak masukan.

Dokumen yang harus ada dalam proses ini adalah:

 Kuitansi/ invoice terdiri dari nomor kuitansi, stempel Bank yang telah ditunjuk, nama perusahaan pembayar dan penerima, kegunaan, jumlah tagihan dan PPN 10%, tempat dan tanggal, terbilang (rupiah), stempel dan tanda tangan yang bertanggung jawab dan materai dan juga telah di beri stempel oleh kasir. (Seperti pada lampiran 5)

 Purchase Order terdiri dari nomor PO, nama perusahaan pemberi PO, nama perusahaan penerima barang, nomor suplier, penjelasan, nomor item, tanggal PO, kuantitas, satuan, harga satuan, total harga, jumlah uang, syarat waktu pembayaran, nama pembeli atau yang bertanggung jawab, invoice dikirim ke, invoice atas nama, barang dikirim ke, tanggal approval dan catatan. (Seperti pada lampiran 6).

 Faktur pajak terdiri dari kode dan nomor seri faktur pajak, nama PKP, alamat PKP dan NPWP PKP,nama pembeli, alamat pembeli, NPWP pembeli, nomor kuitansi, nama barang/ jasa kena pajak, kuantum, harga satuan, jumlah, total harga jual, dikurangi potongan harga, dikurangi uang muka yang telah diterima, dasar pengenaan pajak (DPP), jumlah PPN 10%, pajak penjualan atas barang mewah, tempat dan tanggal, nama dan stempel perusahaan. (Seperti pada lampiran 7).  Surat pengantar barang/ surat jalan terdiri dari nama pengguna barang/

jasa, tempat dan tanggal, nomor PO, nama barang, keterangan, nama dan tanda tangan oleh bagian yang merima dan juga yang menjualatau memberikan jasa dan stempel kedua belah pihak. (Seperti pada lampiran 8).

28

2. Mengisi data faktur pajak keluaran dari MS. Excel setiap ada penjualan. Mencetak faktur pajak keluaran tersebut. Faktur pajak dibuat rangkap dua yaitu untuk arsip dan untuk suplier pembeli produk coca cola. Yang perlu dilakukan dalam pengisian faktur pajak adalah sebagai berikut: (lampiran 2)

a) Mengunduh data dari system, yang data tersebut telah disalurkan oleh bagian distribusi atau pemasaran produk. System akan langsung mengambil data yang dibutuhkan oleh bagian pajak. (Lampiran 11). b) Mengisikan data yang telah diunduh tersebut ke Ms. Excel.

c) Mencetak atau print faktur pajak yang telah diisi. d) Memintakan tanda tangan untuk faktur pajak.

e) Memisahkan faktur pajak sesuai dengan area distribusi. f) Mengirimkan faktur pajak ke suplier.

3. Mengelompokkan faktur pajak sesuai dengan nama outlet dan kode kota distribusi. Di sini pemagang melakukan:

 Pemisahan faktur pajak keluaran sesuai kode area. Kode area sesuai dengan abjad yang telah di tentukan. EA = Bawen/ Salatiga, EB = Kudus, EC = Tegal, ED = Purwokerto, EE = Yogyakarta, EF = Solo, EG = Madiun, EH = Kendal, EI = Semarang Barat, EJ = Semarang Timur, EK = Rembang, EL = Pekalongan, EM = Buntu, EN = Purworejo, EQ = Ponorogo, ER = Secang, ES = Klaten

 Melakukan pengecekan pada cetakan apakah sesuai dengan kolom yang disediakan.

 Memisahkan faktur pajak dengan arsipnya. Arsip digunakan untuk bukti pemotongan dan juga untuk arsip tahunan yang disimpan di gudang.

4. Mengirimkan faktur pajak kepada Sales Center Jawa Tengah. Faktur pajak yang telah tercetak dan ditandatangani oleh Tax Manager akan dikirim ke

29

outlet yang sesuai dengan order yang telah disepakati. Faktur pajak dikelompokkan sesuai dengan wilayah pemasaran yang dikirimkan dengan cara dititipkan kepada para driver yang bertugas pada wilayah yang bersangkutan. Kegiatan pemagang adalah:

 Mencetak alamat dan menempelkan pada amplop surat.  Cek faktur pajak yang dikirim dan dimasukkan dalam amplop.

 Mengirimkannya ke sales center bawen dan yang diluar jawa tengah di titipkan ke pos satpam untuk diberikan pada sopir yang akan mendatangi outlet-outlet. Faktur pajak dikirimkan bersamaan dengan sales invoice dalam satu amplop.

5. Mengisikan data sales invoice dengan MS. Excel. Sales invoice dibuat dengan order permintaan barang masing-masing outlet. Sales invoice yang telah tercetak kemudian akan ditandatangani oleh pihak yang berwenang yaitu manager bagian produksi, yang kemudian akan ditujukan kepada kantor distribusi PT. Coca Cola Amatil Distribusi Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah atas pembelian produk perusahaan.(seperti pada lampiran 9). Cara pengisian sales invoice:

a) Nama diisi dengan PT PT. COCA COLA DISTRIBUTION INDONESIA.

b) Address diisi dengan alamat PT. COCA COLA DISTRIBUTION INDONESIA sesuai dengan kode wilayah.

c) No. diisi dengan tanggal pengiriman invoice. d) Contact diisi dengan nama pihak yang berwenang. e) Kolom Article No. diisi dengan kode item barang.

f) Kolom Produk Description diisi dengan produk yang dipesan. g) Kolom Sales Quantity diisi dengan jumlah barang yang dipesan. h) Unit Price dan Sales Amount secara otomatis akan diketahui jumlah

30

i) Sub total diisi dengan jumlah total sales amount.

j) Discount diisi apabila jangka waktu pembayaran sesuai dengan tanggal yang ditentukan dan biasanya antara 2-10 % dari total sales amount.

k) VAT diisi jumlah PPN terutang(10% X sales amount). l) Grand total diisi jumlah PPN dan Sub Total.

6. Melakukan pengecekan terhadap konfirmasi suplier yang telah membeli produk. Cek dilakukan untuk mengetahui apakah suplier sudah membayarkan potongan pajak tersebut kepada perusahaan coca cola yang akan digunakan sebagai pajak masukan. Apabila belum ada konfirmasi maka pihak Tax Manager akan langsung menghubungi pihak suplier dengan telepon atau mendatangi suplier tersebut.

Mencari data dari suplier yang telah dikirimkan ke PT. Coca Cola Amatil dan melakukan pengecekan terhadap semua yang berhubungan dengan pembelian produk. Hal hal yang harus dilakukan adalah:

a) Mengunduh data dari email yang telah dikirimkan oleh suplier

b) Melakukan cek konfirmasi dengan Ms. Excel , biasanya berisi tahun pajak, NPWP dan Nama wajib pajak yang dipotong, alamat kode atau nomor bukti potong, tanggal bukti potong, objek, tarif, PPh, jenis objek, kode MAP, penandatanganan, nomor komersial invoice, KPP (area).

7. Melakukan pengecekkan terhadap bukti potong pajak. Bukti potong ini digunakan sebagai dasar perusahaan untuk memungut pajak dari suplier. Bukti potong dikopi dua (2) kali untuk arsip perusahaan dan satu untuk suplier. Setelah dicek kebenarannya salah satu bukti potong tersebut dikirimkan ke supplier lewat resepsionis.resepsionis akan melakukan

31

pengecekan terhadap data seperti alamat pengirim dan alamat yang dikirim. (Seperti pada lampiran 10).

Data data yang terdapat dalam bukti potong pajak adalah sebagai berikut:  Nama, NPWP, alamat suplier

 Nama jenis potongan pajak  Jumlah potongan pajak  Tanggal

 Tanda tangan, stampel, dan nama yang bertanggung jawab.

 Selain itu juga melakukan pengecekan nomor bukti potong pajak pada MS. Excel yang data datanya telah dikirimkan oleh suplier.

8. Melakukan pengecekan arsip faktur pajak untuk setiap bulannya. Arsip disimpan kurang lebih 10 tahun sebelumnya. Agar tidak terjadi kehilangan data pajak keluaran maupun masukan. Arsip diurutkan sesuai tanggal dan nomor seri faktur pajak.

9. Mengisi nota retur pajak dengan MS. Excel. Nota retur hanya dibuat apabila ada pengembalian barang dari suplier, biasanya karena barang rusak. Tugas pemagang dalam membuat nota retur adalah sebagai berikut: (seperti pada lampiran 3).

 Nama pembeli, alamat dan NPWP

 Nama penjual, alamat dan NPWP

 Nomor faktur pajak yang akan diambil kembali

 Nomor dan tanggal invoice

 Nama barang yang dikembalikan

 Kuantum

 Harga satuan

32

 Jumlah harga jual yang dikembalikan

 PPN yang diminta

 Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Yang Diminta Kembali

 Tempat dan tangal

 Nama yang bertanggung jawab terhadap pajak

10.Merekap data untuk pajak air ABT (air bawah tanah). Air pada PT. Coca Cola Amatil merupakan bahan utama yang terkandung dalam produk minuman Coca Cola. Karena air adalah bahan utama bukan bahan pendukung maka penggunaan air di kenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pajak air diatur dalam Keputusan Bupati Semarang nomor 903/0053/2013 tentang PENETAPAN HARGA DASAR AIR TANAH DI KABUPATEN SEMARANG. Pajak ini di rekap selama setahun dibuat dalam tiap bulannya. (Seperti pada lampiran 12 A - E).

Dalam mengecek pajak air yang perlu diperhatikan adalah:

 Masa pajak,

 Tahun,

 Nama alamat NPWP perusahaan (PT.Coca Cola Amatil),

 Tanggal jatuh tempo,

 Nomor urut harian,

 Nomor sumur,

 Kode rekening,

 Jenis pajak daerah,

 Jumlah PPN tertanggung,

 Tempat, tanggal, nama, dan stempel.

11.Melakukan perhitungan barang bekas seperti beling dan karton. Perhitungan ini dilakukan dengan:

33

 Cek dokumen (receipt voucher) yang membuktikan penjualan barang bekas. (Lampiran 14).

 Selanjutnya mengisi sales invoice terkait dengan penjualan barang bekas. (Lampiran 14 a sampai c)

Dalam dokumen T1 232008158 Full text (Halaman 38-45)

Dokumen terkait