• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unit Usaha Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq .1 Unit Pendidikan

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 4.1 Sejarah Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq

4.4 Unit Usaha Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq .1 Unit Pendidikan

bumi ini untuk kepentingan umat manusia; 3) sanggup mempertahankan diri dari serangan luar dan dapat mengokohkan persatuan rakyat.

Sejak berdirinya usaha pertanian yang dilakukan Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq, visi, misi serta tujuan lembaga ini tidak secara khusus mengacu pada pengembangan agribisnis yang dilakukan oleh pondok pesantren. Penulis menyarankan visi, misi, serta tujuan saat ini diubah atau disesuaikan dengan model pesantren saat ini atau Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq membuat visi, misi serta tujuan yang secara khusus dibuat untuk unit Agribisnis Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq. Hal ini sesuai dengan pernyataan Susanto (2008) bahwa pernyataan tentang visi dan misi yang jelas harus sesuai dengan budaya dan kebutuhan perusahaan dan kebutuhan pasar, Sebuah visi berisi pernyataan yang singkat dan jelas mengenai tujuan organisasi dan bagaimana mencapainya pada suatu titik waktu dimasa depan, sering dinyatakan dalam kata-kata atau istilah yang bersifat kompetitif. Visi adalah sebuah gambaran mengenai tujuan dan cita-cita di masa depan yang harus dimiliki organisasi sebelum disusun rencana bagaimana mencapainya.

4.4 Unit Usaha Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq 4.4.1 Unit Pendidikan

Unit pendidikan di Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq dibagi menjadi dua kelompok, yaitu; (1) Salafiyah, pada unit ini santri khusus menimba ilmu keagamaan saja. Mereka ini datang dari berbagai pelosok nusantara dan mayoritas diantaranya berasal dari golongan ekonomi rendah, fakir miskin dan yatim piatu. Santri Salafiyah ini selama berada di pesantren tidak dipungut biaya, baik untuk

47 biaya pendidikan, pondokan, maupun makan dan minum. Biaya-biaya tersebut di penuhi santri dari usaha pertanian (agribisnis) yang dilakukan pondok pesantren. Santri Salafiyah merupakan tulang punggung kegiatan operasional dalam usaha pertanian yang dilakukan Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq, (2) Kholafiyah, yaitu lembaga pendidikan formal. Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq mendirikan lembaga pendidikan formal seperti TK, MI, MTs dan MA. Pada santri Kholafiyah ini pihak pondok pesantren mengenakan biaya pendidikan sesuai dengan tingkatan sekolah yang diikutinya. Bagi mereka tidak diwajibkan untuk terjun langsung mengikuti program pesantren dalam bidang ekonomi produktif. 4.4.2 Unit Agribisnis

Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq memiliki beberapa unit usaha yang dikelola secara terpadu untuk memenuhi kegiatan operasionalnya. Seperti yang telah disampaikan penulis di awal, kegiatan usaha yang dilakukan oleh pondok pesantren tidak hanya sebatas tahap penyediaan sarana produksi pertanian dan budidaya (on farm) saja akan tetapi sampai pada tahapan pengolahan, pemasaran serta kelembagaan penunjang.

Unit usaha yang dimiliki Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq yaitu: a. Unit Agribisnis Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq

Unit Agribisnis Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq adalah sebuah unit yang dimiliki oleh pesantren untuk mengurusi kegiatan usaha pertanian yang dimiliki pondok pesantren. Pada unit ini juga terdapat pelatihan wirausaha untuk kalangan santri dan berbagai instansi. Ada enam kegiatan utama yang dilakukan pada unit ini yang dilakukan oleh warga pesantren. Kegiatan pertama adalah

48 bercocok tanam. Dalam kegiatan ini warga pesantren terutama para santri diberdayakan untuk bekerja di kebun sayuran. Unit ini mengelola lahan pertanian yang dimiliki pesantren sekitar delapan hektar. Untuk memenuhi ketersediaan permintaan pasar yang rata-rata hingga 10 ton per harinya, unit ini berkerjasama dengan kelompok tani binaan pesantren. Diantara komoditi yang ditanam di lahan milik pesantren adalah, buncis, tomat, bawang daun, kol, wortel, stroberi, sawi putih, kacang merah, labu siam dan lain-lain. Semua sayuran itu dan juga diantaranya buah-buahan nantinya akan dikirimkan ke berbagai pasar. Sebagian dikirim ke pasar tradisional, sebagian lagi ke supermarket.

Kegiatan yang kedua adalah melakukan kegiatan pasca panen mulai dari proses pemilahan sayuran untuk bisa dijual ke supermarket, pengklasifikasian sayuran berdasarkan kelas untuk target pasar yang diinginkan, pengemasan atau menyusun dan menata berdasarkan berat dan ukuran, kemudian pemberian kode dan ciri dari pondok pesantren.

Kegiatan ketiga ialah mengembangkan usaha peternakan (penggemukan sapi dan domba, sapi perah, ternak kelinci, bebek). Dalam kegiatan penggemukan sapi dan domba, santri ditugaskan untuk memelihara bibit sapi dan domba yang masih kecil hingga besar dan gemuk. Setelah cukup besar dan gemuk hewan-hewan tersebut itu dijual. Masa penjualannya biasanya pada hari-hari menjelang Hari Raya Qurban atau Idul Adha.

Kegiatan keempat ialah mengembangkan usaha perikanan air tawar. Berbagai jenis ikan air tawar seperti ikan mas, mujair, nila, gabus, dan gurame dipelihara di kolam-kolam ikan yang tersebar di pondok pesantren. Kemudian

49 kegiatan yang kelima yang dilakukan ialah mengembangkan pembuatan pupuk kompos yang berbahan dasar Mikroorganisme Fermentasi Alami (MFA). Pabrik terbesarnya berada di Garut.

Kegiatan keenam yang juga dikerjakan oleh warga pondok pesantren adalah di bidang kerajinan furniture dan garmen. Berbagai macam produk furniture yang telah diproduksi pondok pesantren mulai dari kusen, lemari pakaian, lemari hias, meja dan kursi sekolah, meja tamu, bangku tamu dan lain-lain. Untuk produk garmen yaitu pakaian jadi seperti seragam sekolah, batik, pakaian kantor dan juga tas tangan.

b. Koperasi Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq

Koperasi Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq berdiri sejak tahun 1997. Selain menjadi sarana pemasaran produk pertanian di kawasan Kecamatan Rancabali, Bandung, Koperasi Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq berfungsi sebagai sarana penyedia modal bagi petani yang membutuhkan. Terdapat 5 kelompok tani yang masing-masing jumlah anggotanya sekitar 90 petani yang menjadi anggota dari Koperasi Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq. Selain modal untuk usahataninya, anggota juga diberikan pelatihan dan pengarahan dalam pengelolaan usahataninya. Koperasi Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq bekerjasama dengan berbagai pihak di antaranya Kementrian Pertanian, Kementrian Perdagaan, Kementrian Koperasi dan UKM serta Bank Syariah Mandiri.

c. Unit Klinik konsultasi Agribisnis

50 1. Pusat Inkubator Agribisnis yang merupakan tempat inkubasi untuk

meningkatkan kemandirian usaha kecil sebagai pemula menjadi usaha yang lebih mandiri.

2. Tempat pelatihan agribisnis bagi para santri dan masyarakat sekitar, Usaha Kecil Menegah (UKM), dinas pemerintahan dan lembaga pendidikan. 4.5 Struktur Organisasi Unit Agribisnis Pondok Pesantren Agribisnis

Al-Ittifaq

Pondok Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq dalam mencapai tujuannya mendirikan sebuah organisasi di luar lembaga yayasan Al-Ittifaq. Dalam perkembangannya organisasi tersebut diberi nama Pengurus Inti Unit Agribisnis. Pengurus Inti Unit Agribisnis ini berfungsi sebagai :

A. Lembaga resmi ponpes dalam pengembangan agribisnis yang berguna dan berfungsi untuk menjalin hubungan dengan pihak luar seperti; para stake holder, kelembagaan (pemerintah, BUMN, bank, perusahaan swasta, lembaga pendidikan dan penelitian)

B. Sosial kontrak, bahwa agribisnis yang dikembangkan oleh pondok pesantren dapat mengikutsertakan masyarakat sekitar untuk secara bersama-sama merubah kondisi ketertinggalan kepada pencapaian kemajuan-kemajuan baik dari segi ekonomi maupun buadaya.

C. Penyeimbang antara kepentingan masa depan kehidupan akhirat dan kepentingan masa kini semasa hidup di dunia.

D. Evaluasi terhadap keseluruhan kegiatan agribisnis (produksi, pengolahan hasil, pemasaran) yang dilaksanakan.

51

Gambar.3 Struktur Organisasi Pengurus Inti Unit Agribisnis Al-Ittifaq (Sumber : data administrasi Ponpes, 2010)