Bab 2 Dupa, Altar, dan Sembahyang
A. Peta Konsep
4. Upacara sembahyang kepada Nabi Kongzi
Upacara sembahyang besar kepada Nabi Kongzi merupakan bagian penting dalam peribadahan umat Khonghucu di Indonasia. Ada tiga sembahyang besar kepada Nabi Kongzi yang dilaksanakan umat Khonghucu.
a. Upacara Sembahyang Besar Zhishengdan/Peringatan Hari Ke-lahiran Nabi Kongzi
Sembahyang kelahiran Nabi Kongzi dilaksanakan setiap tanggal 27 bulan VIII Kongzili. Upacara sembahyang peringatan kelahiran Nabi Kongzi dilaks-anakan di Litang-litang dan diikuti oleh pengurus dan umat. Pelaksanaan upacara sembahyang ini dibagi dalam tiga tahap, sebagai berikut:
1. Dianxiang 2. Prosesi 3. Perayaan
Dianxiang/sembahyang ucapan syukur
y Dilaksanakan pada petang hari menjelang tanggal 27 bulan VIII Kongzili oleh para rohaniwan pengurus dan panitia penyelenggara.
y Sajian cukup dengan Sanbao dan Chaliao.
Prosesi penaikan sajian sembahyang Susunan petugas upacara:
• Seorang Cucee atau pimpinan upacara
• Dua orang Pweecee atau pembantu pimpinan upacara
• Seorang protokol/pengerah acara
• Regu koor (bila ada) dan sejumlah Ciepsu (pembantu upacara) Jalannya upacara:
Waktu : Tanggal 27 bulan VIII Kongzili saat Bausi antara pukul 05.00-07.00 Perayaan
Umat Khonghucu memperingati dan melaksanakan penghormatan yang sangat mendalam pada waktu peringatan Hari Lahir Nabi Kongzi, yakni pada tanggal 27 bulan VIII Kongzili. Upacara perayaan Hari Lahir Nabi
dalam rangka perayaan ini dapat dilakukan pula sekitar tanggal 16 s/d 29 bulan VIII Kongzili.
Dalam perayaan memperingati Hari Lahir Nabi Kongzi banyak kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan oleh umat Khonghcu diberbagai daerah di Indonesia.
b. Sembahyang Dongzhi
Gambar 5.3 Ronde di mangkuk
Sumber : Kemendikbud/Erlangga Bagus Sulistyo (2021)
Bagi umat Khonghucu, hari raya Dongzhi mempunyai makna suci khusus, di-sebut hari Mudou atau rohani, dinamakan demikian karena pada saat Dongzhi, tatkala Nabi Kongzi berusia 56 tahun, beliau meninggalkan negeri Lu, tanah tumpah darah yang tercinta. Meninggalkan kedudukanya yang mulia, me-ninggalkan segala yang dimilikinya dan mulai mengembara dari satu negeri ke negeri lain selama kira-kira 13 tahun untuk menebarkan ajaran-ajaranNya dan membangkitkan kembali/menyempurnakan Rujiao.
Jalannya upacara:
• Dilaksanakan pada tanggal 21/22 Desember tiap tahun
• Saat Yinshi antara pukul 03.00-05.00
• Tempat di rumah masing-masing atau Litang
• Pelaksanaan seperti juga upacara Jing Tiangong
• Sebagai sajian khusus sembahyang Dongzhi 3 mangkuk ronde, yang isinya
@ 12 butir ronde kecil merah dan putih dan satu ronde besar merah.
c. Upacara Sembahyang Wafat Nabi Kongzi
Nabi Kongzi wafat pada usia 72 tahun, yaitu pada tanggal 18 bulan 2 Kongzili, tatkala Pangeran Ai dari negeri Lu memerintah 16 tahun (479 SM) dan di makamkan dengan sederhana di kota Qufu, di dekat Sungai Sishui.
Pelaksanaan upacara:
• Upacara dilaksanakan setiap tanggal 18 bulan 2 Kongzili
• Waktu pelaksanaan pukul 09.00
• Jalan upacara seperti Hari Lahir; hanya penyelenggaraannya lebih sederhana lebih ditekankan pada suasana khidmat.
• Surat doa ditulis pada kerta merah
• Nyanyian disesuaikan
E. Refleksi &
Penilaian Diri Tujuan
Lembar penilaian diri ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui sikap kalian dalam menerima dan memahami tentang Tianzhi Muduo Kongzi.
2. Menumbuhkan sikap keyakinan terhadap Tian dan meyakini Nabi Kongzi sebagai Genta Rohani umat manusia.
Petunjuk
Isilah lembar penilaian diri yang ditunjukkan dengan skala sikap berikut ini!
SS = Sangat Setuju ST = Setuju
RR = Ragu-ragu TS = Tidak Setuju
No. Pertanyaan Skor
STS TS N S SS
1.
Saya yakin dengan doa yang tulus, ikhlas Tian akan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan.
2.
Ibunda Yan Zhengzai adalah ibu yang berbakti kepada suami dan taqwa kepada Tian.
3.
Nabi Kongzi diutus Tian untuk membimbing umat manusia ke jalan suci.
4.
Pada hari Dongzhi adalah hari yang tepat Nabi Kongzi memulai pengembaraan.
No. Pertanyaan Skor
STS TS N S SS
5.
Dalam hidup janganlah
mementingkan harta dan jabatan tetapi utamakanlah kepentingan Bersama.
6.
Manusia pada dasarnya baik, namun kebiasaan dan lingkungan yang mempengaruhi sehingga manusia ingkar dari jalan suci.
7.
Menghadapi masalah janganlah panik, tenangkan diri berdoa memohon petunjuk dari Tian.
8. Setiap Upacara Sembahyang kepada Nabi Kongzi saya ikut sembahyang.
Tabel 5.1 Lembar Penilaian Diri
F. Aku Tahu
9 Nabi Kongzi adalah putra bungsu dari Kong Sulianghe dan Yan Zhengzai.
9 Sebelum kelahiran Nabi Kongzi, Yan Zhengzai dan Kong Shulianghe sering melakukan sembahyang kehadirat Tian Yang Maha Esa di bukit Ni (Ni Qiu) memohon kepada Tian agar mendapat seorang lagi karena ibu Yan Zhengzai sangat khawatir tidak akan lagi mendapatkan seorang putera mengingat suaminya sudah lanjut.
9 Ketika ibunda Yan Zhengzai mengandung datang hewan suci Qilin.
9 Menjelang kelahiran Nabi Kongzi tampak tanda-tanda yang menakjubkan (Gansheng).
9 Negeri-negeri yang yang disinggahi Nabi Kongzi saat mengembara
y Negeri Wei y Negeri Kuang y Negeri Song
y Negeri Chai (Kota Xie)
y Dikepung pasukan Chen dan Chai
G. Hikmah Cerita
3 x 8 = 23
Yanhui adalah murid kesayangan Konfusius yang suka belajar, sifatnya sungguh baik. Ketika Yanhui sedang bertugas, ia melihat satu toko kain sedang dikerumuni banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual sedang berdebat. Pembeli berteriak, “3 x 8 = 23, kenapa kamu bilang 24?” Yan-hui mendekati pembeli kain dan berkata, “Sobat, 3 x 8 = 24, tidak usah diper-debatkan lagi!” Pembeli kain itu tidak senang lalu menunjuk hidung Yanhui dan berkata, “Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Konfusius. Benar atau salah Konfusius yang berhak mengatakan.”
“Baik, jika Konfusius bilang kamu salah, bagaimana?” Yanhui mengiyakan dan bertanya. Pembeli kain, “Kalau Konfusius bilang saya salah, aku akan potong kepalaku untuk kamu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?” Yanhui menerima tantangan, “Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu.” Keduanya lalu pergi mencari Konfusius.
Setelah Konfusius tahu permasalahannya, Konfusius berkata kepada Yan-hui sambil tertawa, “3 x 8 = 23. YanYan-hui, kamu kalah. Berikan jabatanmu kepada dia.” Selama ini Yanhui tidak pernah berdebat dengan gurunya. Ketika men-dengar Konfusius bilang ia salah, diturunkannya segera topinya lalu diberikan kepada pembeli lain itu. Orang itu mengambil topi Yanhui dan berlalu dengan rasa puas. Walaupun Yanhui menerima penilaian Konfusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Gurunya sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau belajar darinya lagi. Yanhui minta cuti dengan alasan ada urusan keluarga.
Konfusius mengerti isi hati Yanhui dan memberi cuti padanya. Sebelum be-rangkat, Yanhui pamitan dan Konfusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yanhui dua nasehat, “Bila hujan lebat, jang-anlah berteduh dibawah pohon dan jangan membunuh.” Yanhui mengangguk dalam hati penuh tanya.
Di dalam perjalanan tiba-tiba angin kencang disertai petir, sebagai tanda mau turun hujan lebat. Yanhui ingin berlindung dibawah pohon tapi ia ingat
sekali lagi. Dia menjauh dari pohon itu. Belum lama pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur berantakan. Yanhui terkejut, ternyata nasehat gurunya benar sekali dan terbukti. Apakah aku akan membunuh orang? Hal yang se-pertinya tak mungkin ia lakukan. Yanhui tiba di rumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedang yang dibawanya untuk membuka pintu. Sesampai di ranjang, dia meraba dan men-dapati ada seorang lain disisi istrinya. Dia sangat marah dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, ia ingat lagi nasehat gurunya, jangan membunuh.
Dia lalu menyalahkan lilin dan ternyata yang tidur di samping istrinya ada-lah adik istrinya. Pada keesokan harinya, Yanhui kembali ke Konfusius, berlutut dan berkata, “Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?” Konfusius menjawab, “Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung di bawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru menging-atkanmu agar jangan membunuh.” Yanhui berkata, “Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangat kagum.” Konfusius berkata lagi, “Aku tahu kamu minta cuti bukanlah ada urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar dariku lagi. Cobalah kamu pikir, kemarin guru bilang 3 x 8 = 23 adalah benar, kamu kalah dan kehi-langan jabatanmu saja. Tapi jikalau guru bilang 3x8 = 24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan kehilangan 1 nyawa.
Menurutmu , jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?” Yanhui sadar akan kesalahannya dan berkata, “Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar-benar merasa malu.” Sejak itu, kemana pun Konfusius pergi Yanhui selalu mengikuti.
H. Lagu Pujian
C= 1 Oleh: O.KI.
4/4
Menjelang Kelahiran Nabi Khongcu 1.2 j3 5 j6 ! | j5.6 5 . | 1 j.6
DI–HI–A–SI BINTANG U–TA–RA SU – NYI J1 2 J3 5 | 2 . . .| J@ # ! J6 5 % SENYAP SEMES–TA MU–SIK NAN MERDU J3.7 6 . | J7 6 J7 @ J6 7
BER–GEMA MENGA–GUNG–KAN PE–RIS – J. 6 | 5 . . . | J1.2 J3 5 J6 ! | J5.6 TI– WA LA–HIR NA–BI KHONGCU MU–
5 .| J1.y J1 2 J3 5 | 2. . .| J@ # ! A GEN–TA ROKHANI KI–TA PEMBAWA
jJ6 5 | J3.7 6 . | J7 6 J7 @ J6 5 J.6 |! . . .|
DAMAI BA–HA–GIA BAGI UMAT SEDU–NI–A J6.3 5 J6 ! | J5.2 3 . |J2.3 J1 |
BERGEMBIRALAH SE–MU–A TRANG HIDUP J 2 J3 5 | 6. . .|J @.6 @ J7 6 | J!.3 TELAH NYA–TA. BER–PU–JI SYUKUR SE–MU 5 . | J7.6 J7.@ J7 @ J6 7 | 5 . . .|
A JA–LAN TOO TLAH TER–BI–NA
JJ1. 2 J3 5 J6 ! | J5 .6 5 .| J1.y J 1 HENDAKLAH A–JA–RAN–MU NA–BI A–BADI J 2 J3 5 | 2. . .|@ J.# ! J6 5 | J3.7 SE–LA –MA –NYA. HENDAKLAH FIRMANMU TU–
6 . | J7 6 J7 @ J6 5 J.6 | ! . . ._
HAN BAWA DAMAI BA–HA–GI –A.
I. Evaluasi Pembelajaran A. Pilihan Ganda
Berilah tanda silang (x) di antara pilihan a, b, c, atau d, yang merupakan jawaban paling tepat dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Nama ayah Nabi Kongzi seorang perwira yang gagah perkasa dari negeri Lu adalah ….
a. Kong Fujia c. Kong Sulianghe b. Kong Fangsu d. Kong Boxia
2. Ketika ibunda Yan Zengzai mengandung muncul hewan suci seperti lembu kecil bertanduk tunggal dan bersisik seperti naga, yang bernama ….
a. naga c. qilin
b. kura-kura d. burung Hong
3. Dalam pengebaraan Nabi Kongzi dari satu negeri ke negeri lain pernah dikurung selama 5 hari. Di negeri apa Nabi Kongzi dikurung selama 5 hari ....
a. di Negeri Kuang c. di Negeri Chen b. di Negeri Wei d. di Negeri Lu
4. Perjalanan Nabi Kongzi sebagai Tian Zi Mudou dilakukan pada saat ....
a. Zhongqiu c. Duanyang
b. Dongzi d. Jing Tian Gong
5. Ketika Nabi Kongzi dan murid-muridnya melakukan upacara dan ibadah di bawah pohon, Huantui menyuruh orang-orangnya memotong pohon.
Di negeri apa Nabi Kong saat itu ….
a. negeri Kuang c. negeri Lu b. negeri Wei d. negeri Song
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan uraian yang jelas!
1. Jelaskan kapan dan dimana Nabi Kongzi dilahirkan!
2. Jelaskan tanda-tanda malam menjelang kelahiran Nabi Kongzi!
3. Jelaskan mengapa Nabi Kongzi meninggalakan negeri Lu!
4. Sebutkan negeri apa saja yang disinggahi Nabi Kongzi dalam pengembaraannya!
5. Sebutkan peribadahan kepada Nabi Kongzi!