• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

PENERAPAN ASAS ITIKAD BAIK DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN KREDIT PERBANKAN (STUDI PADA

C. Upaya Pihak Bank Dalam Hal Debitur Tidak Beritikad Baik

Tindakan Bank Mandiri KCP Medan Sukaramai terhadap debitur yang menunggak yaitu menyampaikan surat peringatan pertama 15 hari setelah satu bulan menunggak dan selanjutnya jika tidak ditenggarai juga dilanjutkan surat peringatan kedua 15 hari setelah surat peringatan pertama. Begitu juga untuk selanjutnya sampai peringatan ketiga jika tidak direspon, maka pihak Bank Mandiri KCP Medan Sukaramai akan melakukan tindakan menyelenggarakan ke badan lelang yang ada di Medan.107

Upaya prefentif yang dilakukan oleh pihak Bank Mandiri KCP Medan Sukaramai dalam mendapatkan jaminan pembayaran pelunasan kredit, antara lain:

1. Meminta jaminan pengganti kepada debitur

Meminta jaminan pengganti kepada debitur tersebut dirasa perlu oleh kreditur dikarenakan pihak bank merasa bahwa dengan jaminan yang diberikan oleh pihak debitur tidak mencukupi ataupun, karena dengan alasan lain, sehingga diperlukan jaminan pengganti.

2. Meminta jaminan perorangan

Kreditur dapat meminta jaminan perorangan atau jamianan dari pihak ketiga

106 Ade Arthesa dan Edia Handiman., Op.Cit., hlm. 182-183.

107Hasil wawancara Ivan Yolessa Butar-Butar, selaku Analisis Kredit PT. Bank Mandiri KCP Sukaramai Medan, 14 Juli 2018

82

yang setuju untuk menjadi penjamin hutang bagi debitur. Pada prinsipnya pihak ketiga sebagai penjamin dapat dipakai dalam objek jaminan yang semula berada dalam penguasaan bank berpindah ke pihak lain, karena putusan pengadilan. Jaminan perorangan disini dapat berupa kerabat dekat seperti keluarga maupun anak-anak dari debitur.

3. Upaya negosiasi perjanjian kredit

Bank Mandiri KCP Medan Sukaramai tersebut sesuai dengan Pasal 1 ayat (25) Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/2/PBI/2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum yang lazim ditempuh dalam dunia perbankan sebagai upaya tindakan penyelamatan kredit atau lebih dikenal dengan istilah 3 (R) dan berkaitan penyelamatan kredit bermasalah dapat dilakukan dengan berpedoman kepada Surat Edaran Bank Indonesia No. 26/4/BPPP tanggal 29 Mei 1993 yang pada prinsipnya mengatur penyelamatan kredit bermasalah sebelum diselesaikan melalui lembaga hukum melalui alternatif penanganan secara penjadwalan kembali (rescheduling), persyaratan kembali (reconditioning), dan penataan kembali (restructuring). Dalam surat edaran

tersebut yang dimaksud dengan penyelamatan kredit bermasalah melalui rescheduling, reconditioning, dan restructuring.

4. Upaya paksa menjual aset (barang-barang) milik debitur

Untuk mendapatkan pengembalian kredit debitur. Upaya ini dapat dilakukan oleh kreditur apabila debitur tidak melakukan prestasinya atau kewajibannya (wanprestasi). Status Kreditur adalah kreditur konkuren, kreditur konkuren

adalah kreditur tanpa jaminan yang mengakibatkan kreditur tidak dapat melakukan sita jaminan dan melakukan lelang objek jaminan. Ini berbeda dengan status kreditur preferent yang memberikan bentuk perlindungan apabila debitur melakukan wanprestasi maka kreditur yang berstatus preferent dapat melakukan sita jamaminan dan melakukan eksekusi atas objek jaminan yang ada dalam penguasaan kreditur.

Upaya Bank Mandiri KCP Medan Sukaramai untuk mencegah terjadinya perjanjian kredit yang tidak dilaksanakan dengan itikad baik meliputi beberapa tindakan. Tindakan-tindakan tersebut antara lain: penerapan prinsip kehati-hatian (prudential principle) dalam setiap prosedur kredit, penerapan prinsip mengenal

debitur, penggunaan sistem BI-Checking untuk mengetahui informasi calon debitur, serta peningkatan peran aktif bank terhadap kelangsungan usaha debitur.108

108Hasil wawancara Ivan Yolessa Butar-Butar, selaku Analisis Kredit PT. Bank Mandiri KCP Sukaramai Medan, 14 Juli 2018

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Pelaksanaan perjanjian kredit pada Bank Mandiri KCP Medan Sukaramai telah memenuhi asas itikad baik sebelum dilaksanakannya perjanjian kredit, pihak Bank Mandiri KCP Medan Sukaramai, akan tetapi pihak bank melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk melihat apakah agunan yang dijaminkan itu bebas dari masalah dan dapat digunakan sebagai pengamandari perjanjian tersebut. Meskipun pihak kreditur telah melakukan, tetapi masih ditemukannya permasalahan dalam perjanjian kredit. Permasalahan yang dimaksud merupakan hambatan-hambatan yang didapat dari suatu pelaksanaan perjanjian kredit.

2. Penyebab terpenuhi atau tidak terpenuhinya asas itikad baik dalam pelaksanaan perjanjian kredit pada Bank Mandiri KCP Medan Sukaramai untuk mengetahui penyebab terpenuhi atau tidak terpenuhinya asas itikad baik dalam pelaksanaan perjanjian kredit pada Bank Mandiri KCP Medan Sukaramai yaitu mulai dari tahap awal perjanjian serta pencairan dana dan pembayaran cicilan kredit terpenuhi. Di mana masalah memiliki karakter baik untuk tujuan bersama dalam niat pelunasan utang yang telah tertera dengan angunan yang sesuai. Apabila usaha debitur pailit, hal ini adalah risiko yang

tidak terduga, maka tindakan yang dilakukan yaitu pihak Bank Mandiri KCP Medan Sukaramai melakukan perundingan kepada debitur dengan tujuan untuk memperjelas kembali apakah kredit masih tetap dilanjut ataupun dilakukannya lelang terhadap angunan yang sudah diberikan untuk pelunasan.

Salah satu hal kredit tidak dapat dicairkan yaitu terjadinya kredit fiktif yaitu pihak Bank Mandiri KCP Medan Sukaramai dapat mencairkan dana, akan tetapi debitur tidak jelas karena berkas-berkas tidak lengkap.

3. Upaya pihak bank dalam hal debitur tidak beritikad baik adalah menyampaikan surat peringatan pertama 15 hari setelah satu bulan menunggak dan selanjutnya jika tidak ditenggarai juga dilanjutkan surat peringatan kedua 15 hari setelah surat peringatan pertama. Begitu juga untuk selanjutnya sampai peringatan ketiga jika tidak direspon, maka pihak Bank Mandiri KCP Medan Sukaramai akan melakukan tindakan menyelenggarakan ke badan lelang yang ada di Medan.

B. Saran

Saran yang dapat diberikan kepada pihak-pihak terkait adalah sebagai berikut:

1. Itikad baik dalam tahap pra perjanjian kredit sangat penting, meskipun debitur sudah mempercayai Bank Mandiri KCP Medan Sukaramai, akan tetapi sebagai bentuk bahwa Bank Mandiri KCP Medan Sukaramai beritikad baik kepada debitur sebaiknya kreditur tetap menjelaskan isi Surat Pengakuan Hutang kepada calon debitur.

86

2. Apabila calon debitur yang tidak jujur dalam memberi keterangan kepada para Mantri dan ternyata sudah terjadi realisasi, pihak kreditur segera meminta pertanggungjawaban dari debitur atas ketidakjujurannya dengan membuat surat pernyataan kesanggupan membayar angsuran kredit sampai lunas.

3. Sebaikanya pihak Bank Mandiri KCP Medan Sukaramai, dalam melakukan tindak terhadap debitur yang tidak Itikad baik, pihak kreditur harus mempelajari dan mensurvey langsung objek yang dijaminkan debitur kepada kreditur guna gusaha maupun investor memahami isi kontrak yang telah disepakati bersama dan asas-asas dalam hukum kontrak terutama asas itikad baik, sehingga diharapkan tidak ada pihak yang dirugikan dalam kontrak kerjasama investasi tersebut.

Mandar Maju.

Ali, Zainuddin. 2009. Metode Penelitian Hukum, Jakarta, Sinar Grafika.

Arthesa, Ade dan Edia Handiman. 2006. Bank & Lembanga Keuangan Bukan Bank, Bandung, Indeks Kelompok Gramedia

Asikin, Zainal. 2015. Pengantar Hukum Perbankan Indonesia, Jakarta, Rajawali Pers.

Budiono, Herlien. 2010. Ajaran Umum Hukum Perjanjian dan Penerapannya di Bidang Kenotariata, Bandung, Citra Aditya Bakti.

Djumhana, Mohammad.2000. Hukum Perbankan di Indonesia, Bandung, Citra Aditya Bhakti.

Fuady, Munir.2002. Pengantar Hukum Bisnis,Bandung, Citra Aditya Bakti.

Hariyani, Iswi. 2010. Restrukturisasi & Penghapusan Kredit Macet, Jakarta, Elex Media Komputindo.

Hermansyah. 2009. Hukum Perbankan Nasional Indonesia, Edisi Revisi, Jakarta, Kencana.

Hernoko, Agus Yudha. 2011. Hukum Perjanjian, Asas Proporsionalitas dalam Kontrak Komersial, Jakarta, Kencana Prenada Media Group.

H.S., Salim, dkk. 2014. Perancangan Kontrak Memorandum of Understanding (MoU), Cet. Ke VI, Jakarta, Sinar Grafika.

H.S, Salim. 2009. Hukum Kontrak (Teori dan Teknik Penyusunan Kontrak), Jakarta, Sinar Grafika.

__________.2008. Perkembangan Hukum Kontrak di Luar KUHPerdata, Jakarta, Raja Grafindo Persada.

____________.2014. Perkembangan Hukum Kontrak Innominat di Indonesia, Jakarta, Sinar Grafika

Hutabarat, Samuel M. P. 2010. Penawaran dan Penerimaan Dalam Hukum Perjanjian, Jakarta, Grasindo.

88

Innaka, Antari, dkk. 2011 Penerapan Asas Itikad Baik Tahap Prakontraktual Pada Perjanjian Jual Beli Perumahaan, Yogyakarta, UII Press.

Kasmir. 2015. Manajemen Perbankan, Edisi Revisi, Jakarta, Rajagrafindo Persada.

______..2015. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi Revisi, Jakarta, Rajagrafindo Persada.

_________2009. Analisis Laporan Keuangan, Jakarta,Rajawali Pers.

Khairandy, Ridwan. 2004. Itikad Baik Dalam Kebebasan Berkontrak, Jakarta, Pascasarjana UI

________________.2014.Ridwan Khairandy, Hukum Kontrak Indonesia dalam Perspektif Perbandingan (Bagian Pertama), Yogyakarta, FH UII Press.

Mertokusumo, Sudikno.2003. Mengenal Hukum (Suatu Pengantar); Yogyakarta, Liberty.

Miru, Ahmadi. 2013. Hukum Kontrak dan Perancangan Kontrak , Jakarta, Rajawali Pers.

Muhammad, Abdulkadir. 2002. Hukum Perikatan, Bandung, Alumni.

____________________.2010. Hukum Perdata Indonesia, Bandung, Citra Aditya Bakti.

Muljono, Eugenia Liliawati.2003. Tinjauan Yuridis Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan dalam Kaitannya Denngan Pemberian Kredit Oleh Perbankan, Jakarta, Harvaindo.

Naja, H.R Daeng. 2005 Hukum Kredit dan Bank Garansi Bandung, Citra Aditya Bakti.

Prodjodikoro, R.Wirjono. 2002. Asas-asas Hukum Perjanjian, Bandung, Mandar Maju.

Raharjo, Handri. 2002. Hukum Perjanjian DiIndonesia, Yogyakarta, Pustaka Yustisia.

Sembiring, Sentosa. 2000. Hukum Perbankan, Bandung, Mandar Maju.

Simorangkir, O.P. 2000. Pengantar Lembaga Keuangan Bank dan Nonbank, Jakarta, Ghalia Indonesia.

Sjahdeini, Sutan Remy. 2003. Kebebasan Berkontrak dan Perlindungan Seimbang bagi Para Pihak dalam Perjanjian Kredit di Indonesia, Jakarta, Institut Bankir Indonesia.

Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji. 2013. Penelitian Hukum Normatif SuatuTinjauan Singkat., Jakarta, Rajawali Pers..

Subekti, R. dan R. Tjitrosudibio. 2006. Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Jakarta, Pradnya Paramita

Suharnoko. 2014. Hukum Perjanjian Teori dan Analisa Kasus, Jakarta, Prenada Media.

Suhardi, Gunarto. 2003. Usaha Perbankan Dalam Perspektif Hukum, Yogyakarta, Kansius.

Supramono, Gatot. 1996. Perbankan dan Permasalahan Kredit : Suatu Tinjauan Yuridis, Jakarta, Djambatan.

Sutarno. 2003. Aspek-aspek Hukum Perkreditan Bank, Bandung, Alfabeta.

Suyanto, H.R.M. Anton. 2016. Kepastian Hukum Dalam Penyelesaian Kredit Macet (Melalui Eksekusi Jaminan Hak Tanggungan Tanpa Proses Gugatan Pengadilan), Jakarta, Prenamedia Group.

Tobing, G.H.S. Lumban. 1999. Peraturan Jabatan Notaris, Cetakan ke-5, Jakarta, Erlangga.

Usman, Rachmadi. 2009. Aspek-aspek Hukum Perbankan Di Indonesia, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama.

Untung, Budi.2012. Kredit Perbankan di Indonesia, Edisi Kedua, Yogyakarta, Andi.

Widjaja, Gunawan. 2003. Hukum Tentang Perlindungan Konsumen, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama.

__________________2003. Seri Hukum Perikatan (Perikatan yang Lahir dari Perjanjian), Jakarta, Raja Grafindo Persada.

_________________2006, Memahami Prinsip Keterbukaan dalam Hukum Perdata, Jakarta, RajaGrafindo.

Yahman. 2014. Karakteristik Wanprestasi dan Tindak Pidana Penipuan, (Yang Lahir dari Hubungan Kontraktual, Jakarta, Kencana.

90

Zimmermann, Reinhard and Simon Whittaker. 2000. Good Faith in European Contract Law, Cambridge, Cambridge University Press.

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undng-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Peraturan OJK Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).

Jurnal/Artikel/Skripsi

Ery Agus Priyono, Peranan Asas Itikad Baik Dalam Kontrak Baku (Upaya Menjaga Keseimbangan bagi Para Pihak), Diponegoro Private Law Review•

Vol. 1 No. 1 November 2017.

I Gusti Agung Wisudawan. Prinsip Itikad Baik Para Pihak Dalam Perjanjian Kredit Sebagai Upaya Meminimalisasi Terjadinya Kredit Bermasalah Pada Lembaga Keuangan Koperasi GaneÇ Swara Vol. 7 No.2 September 201 Jeany Anita Kermite, tanggung jawab kontraktual bank Dalam perjanjian kredit

dihubungkan dengan upaya pencegahan Kredit Macet. Lex Privatum, Vol.II/No. 2/April/2014.

Novalia Arnita Simamora, Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pendahuluan (Voor Overeenkomst) Pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli Rumah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Simalungun No. 37/PDT/PLW/2012/SIM), USU Law Journal, Vol.3.No.3 (November 2015), hlm 89.90.

Yunus Husein, “Penerapan Prinsip Pengenal Nasabah oleh Bank dalam Rangka Menanggulangi Kejahatan Money Loundering”, Jurnal Hukum Bisnis, Volume 16 tahun 2001.

Wawancara

Hasil wawancara Ivan Yolessa Butar-Butar, selaku Analisis Kredit PT. Bank Mandiri KCP Sukaramai Medan, 14 Juli 2018