1. Pendidikan Abad 21
Di abad ke-21 ini, pendidikan menjadi semakin penting untuk menjamin peserta didik memiliki (1) keterampilan belajar dan berinovasi (learning and inovation skills), (2) keterampilan menggunakan teknologi dan media informasi (media information and technology skills), serta (3) dapat bekerja dan bertahan dengan menggunakan kecakapan hidup (career and life skills).
Selanjutnya, konsep tersebut diadaptasi untuk mengembangkan pendidikan menuju Indonesia Kreatif tahun 2045. Indonesia Kreatif ini didukung oleh hasil penelitian yang menunjukkan adanya pergeseran pekerjaan di masa mendatang. Piramida pekerjaan di masa datang menunjukkan bahwa jenis pekerjaan tertinggi adalah pekerjaan kreatif
(creative work). Sedangkan pekerjaan yang bersifat rutin akan diambil alih oleh teknologi robot dan otomasi. Pekerjaan kreatif membutuhkan intelegensi dan daya kreativitas manusia untuk menghasilkan produk-produk kreatif dan inovatif. Para manajer perusahaan sering bertanya
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
PENDIDIKAN ABAD 21
Modul Guru Pembelajar Kompetensi Pedagogi KK E
6
“apakah tamatan sekolah siap bekerja?” dan jawabannya adalah “not really!” (Trilling dan Fadel, 2009: 7).
Studi yang dilakukan Trilling dan Fadel (2009) juga menunjukkan bahwa tamatan sekolah menengah, diploma dan perguruan tinggi masih kurang kompeten dalam hal-hal berikut ini:
1. komunikasi oral maupun tertulis, 2. berpikir kritis dan mengatasi masalah, 3. etika bekerja dan profesionalisme, 4. bekerja secara tim dan berkolaborasi, 5. bekerja di dalam kelompok yang berbeda, 6. menggunakan teknologi, dan
7. manajemen proyek dan kepemimpinan.
Pekerjaan di era pengetahuan ini membutuhkan keterampilan dengan kombinasi baru yaitu pemikiran tingkat tinggi dan komunikasi yang kompleks (Trilling dan Fadel, 2009). Keterampilan baru untuk mengisi pekerjaan abad 21 ditunjukkan oleh gambar 2 di bawah ini. Sedangkan, gambar 3 menunjukkan jenis pekerjaan abad 21.
Gambar 2. Keterampilan baru untuk abad 21 (Sumber: Trilling dan Fadel; 2009, hal. : 8)
untuk Pembelajaran
7
Gambar 3. Pekerjaan Abad 21 (Sumber: Trilling dan Fadel; 2009, hal. : 10)
Untuk mencapai keterampilan yang dipersyaratkan oleh dunia kerja, pendidikan abad 21 menyediakan kerangka kerja sederhana berbasis
writing (menulis), reading (membaca) dan arithmatic (berhitung). Berdasarkan kerangka kerja ini pembelajaran abad 21 dikembangkan. Pembelajaran abad 21 dirancang berdasar konsep keterampilan abad 21 (21st Century Skills) yang meliputi tiga keterampilan utama, yakni (1) keterampilan bekerja dan bertahan dengan menggunakan kecakapan hidup, (2) keterampilan belajar dan berinovasi, serta (3) keterampilan menggunakan media informasi dan teknologi. Ketiga keterampilan tersebut dirangkum dalam sebuah skema yang disebut dengan pelangi keterampilan-pengetahuan abad 21. Skema tersebut diadaptasi oleh organisasi nirlaba Partnership for 21st Century Learning atau P21 yang mengembangkan kerangka kerja pendidikan abad 21 ke seluruh dunia melalui situs www.p21.org berbasis di negara bagian Tuscon, Amerika
Modul Guru Pembelajar Kompetensi Pedagogi KK E
8
Serikat. Selanjutnya, gambar 4 berikut ini menunjukkan skema pelangi keterampilan-pengetahuan abad 21 tersebut.
Gambar 4. Pelangi keterampilan-pengetahuan abad 21 (Sumber: Trilling dan Fadel , 2009)
Adapun konsep keterampilan abad 21 dan subjek inti ( ore subject) yang lebih dikenal dengan 3R diilustrasikan melalui gambar 5 di bawah ini. Gambar tersebut menunjukkan skema cakupan keterampilan-pengetahuan abad 21 sebagaimana dikembangkan oleh P21.
Gambar 5. Pelangi keterampilan-penegetahuan abad 21 diadaptasi oleh P12 (Sumber: www.p21.org)
untuk Pembelajaran
9 Dalam konteks pendidikan, 3R merupakan akronim dari reading, writing
dan (a)rithmatic. 3R dalam konteks ini mengambil lafal huruf “R” yang kuat dan muncul dari setiap kata. Dari subjek reading (membaca) dan writing
(menulis), muncul gagasan pendidikan modern mengenai konsep literasi yang digunakan sebagai pembelajaran untuk memahami gagasan melalui media kata-kata. Dari subjek aritmatika muncul pendidikan modern yang berkaitan dengan angka yang artinya bisa memahami angka melalui matematika.
Dalam pendidikan, tidak ada istilah tunggal yang relevan dengan literasi dan angka (numeracy) yang dapat digunakan untuk mengekspresikan kemampuan membuat sesuatu (writing). 3R yang diadaptasi dari abad 18 dan 19 tersebut, setara dengan keterampilan fungsional literasi, numerasi dan Teknologi Informasi dan Komunikasi atau TIK (Information and Communication Technology/ICT) yang ditemukan pada sistem pendidikan modern saat ini. Selanjutnya, untuk memperjelas fungsi subjek inti, 3R ini dikorelasikan dengan keterampilan abad 21 sebagaimana disebutkan di awal yakni (1) keterampilan bekerja dan bertahan dengan menggunakan kecakapan hidup, (2) keterampilan belajar dan berinovasi, serta (3) keterampilan menggunakan media informasi dan teknologi. Berikut ini akan dibahas lebih lanjut mengenai ketiga keterampilan tersebut.
2. Keterampilan bekerja dan bertahan dengan menggunakan kecakapan hidup
Keterampilan jenis ini meliputi (a) fleksibilitas dan adaptabilitas (flexibility and adaptability), (b) inisiatif dan mengatur diri sendiri (initiative and self-direction, (c) interaksi sosial dan budaya (social and cross-cultural interaction, (d) produktivitas dan akuntabilitas (productivity and accountability), dan (e) kepemimpinan dan tanggungjawab (leadership and responsibility).
Modul Guru Pembelajar Kompetensi Pedagogi KK E
10
Secara lebih lengkap, tabel berikut ini mendeskripsikan mengenai hal-hal tersebut di atas.
Tabel 2. Keterampilan hidup dan berkarir
(Sumber: Trilling dan Fadel, 2009) Keterampilan
Abad 21 Deskripsi
Keterampilan hidup dan bekerja/berkarir
1. Fleksibilitas dan adaptabilitas, yakni peserta didik mampu beradaptasi dengan perubahan dan fleksibel dalam belajar dan berkegiatan secara berkelompok.
2. Memiliki inisiatif dan dapat mengatur diri sendiri, yakni peserta didik mampu mengelola tujuan dan waktu, bekerja secara independen dan menjadi peserta didik yang dapat mengatur diri sendiri. 3. Interaksi sosial dan antar-budaya, yakni
peserta didik mampu berinteraksi dan bekerja secara efektif dengan kelompok yang beragam.
4. Produktivitas dan akuntabilitas, yakni peserta didik mampu mengelola proyek dan menghasilkan produk.
5. Kepemimpinan dan tanggungjawab yakni peserta didik mampu memimpin teman-temannya dan
bertanggungjawab kepada masyarakat luas.
3. Keterampilan Belajar dan Berinovasi
Keterampilan ini meliputi (1) berpikir kritis dan mengatasi masalah (ritical thinking and problem solving), (2) komunikasi dan kolaborasi (communication and collaboration), dan (3) kreativitas dan inovasi (creativity and innovation).
untuk Pembelajaran
11 Tabel 3 berikut menunjukkan deskripsi keterampilan belajar dan berinovasi.
Tabel 3. Keterampilan belajar dan berinovasi (Sumber: Trilling dan Fadel, 2009)
Keterampilan Abad 21 Deskripsi
Keterampilan Belajar dan Berinovasi
1. Berpikir kritis dan mengatasi masalah: peserta didik mampu mengunakan berbagai alasan (reason) seperti induktif atau deduktif untuk berbagai situasi; menggunaan cara berpikir sistem; membuat keputusan dan mengatasi masalah.
2. Komunikasi dan kolaborasi: peserta didik mampu berkomunikasi dengan jelas dan melakukan kolaborasi dengan anggota kelompok lainnya.
3. Kreativitas dan inovasi: peserta didik mampu berpikir kreatif, bekerja secara kreatif dan menciptakan inovasi baru.
4. Keterampilan Teknologi dan Media Informasi
Keterampilan ini meliputi (1) literasi informasi (information literacy), (2) literasi media (media literacy), dan (3) literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Tabel 4. Keterampilan teknologi dan media informasi (Sumber: Trilling dan Fadel, 2009)
Keterampilan Abad 21 Deskripsi
Keterampilan teknologi dan media informasi
1. Literasi informasi, yakni peserta didik mampu mengakses informasi secara efektif (sumber informasi tepat) dan efisien (waktu tepat); mengevaluasi informasi yang akan digunakan secara kritis dan kompeten; menggunakan dan
Modul Guru Pembelajar Kompetensi Pedagogi KK E
12
Keterampilan Abad 21 Deskripsi
mengelola informasi secara akurat dan efektif untuk mengatasi masalah. 2. Literasi media yakni peserta didik
mampu memilih dan mengembangkan media yang digunakan untuk
berkomunikasi.
3. Literasi TIK yakni peserta didik mampu menganalisis media informasi dan menciptakan media yang sesuai untuk melakukan komunikasi.
D. Aktifitas Pembelajaran
1. PengamatanSebelum melakukan pengamatan, komputer Anda harus terhubung dengan internet. Selanjutnya amati video berjudul Above and Beyond
yang disajikan pada tautan berikut ini.
https://www.youtube.com/watch?v=zTbuFN8_D_s#t=27
Gambar 6. Konsep 4C (Sumber: Fable Vision, 2011)
untuk Pembelajaran
13 Video tersebut menjabarkan kompetensi yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk menghadapi tantangan di abad 21, yaitu ommunication (komunikasi), collaboration (kolaborasi), critical thinking (berpikir kritis), dan creativity (kreativitas) disingkat menjadi 4C.
2. Pencarian Informasi
Carilah informasi berkaitan dengan pendidikan abad 21. Klik alamat situs
www.p21.org dan temukan beberapa artikel yang berkaitan dengan pendidikan global, serta konsep dan informasi berkaitan dengan 4C.
3. Diskusi
Diskusikan dalam kelompok, bagaimana memadukan konsep komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis dan kreativitas dalam proses pembelajaran. Buatlah diagram yang menunjukkan hubungan keempat konsep tersebut.
4. Presentasi
Buatlah kreasi diagram 4C secara individu dan mintalah respons kepada peserta lainnya untuk memperbaiki presentasi Anda.
E. Tugas
Guru abad 21 harus memiliki tiga atribut utama yaitu (1) sebagai kolaborator, (2) visioner, dan (3) memahami budaya (www.p21.org, 2014). Tiga atribut utama tersebut dijelaskan berikut ini.
1. Sebagai Kolaborator
Pendidik abad 21 adalah kolaborator yang efektif. Pelaksanaan Kurikulum 2013 telah memberikan peluang yang besar bagi guru untuk berkolaborasi. Dengan berkolaborasi satu sama lain, guru dapat menentukan metode terbaik untuk membantu peserta didik mencapai standar kompetensi lulusan. Namun, tetap mempertahankan gaya individu dan fleksibilitas. Ketika guru memiliki kesempatan untuk terlibat dalam wacana profesional, maka guru dapat mengembangkan segi
Modul Guru Pembelajar Kompetensi Pedagogi KK E
14
konten, pedagogi dan pengetahuan serta pengalaman mereka yang unik atau khas untuk meningkatkan kompetensi mengajar.
2. Visioner
Pendidik yang efektif harus visioner dan dapat menggabungkan pengalaman praktik terbaik untuk membuat ruang kelas menjadi lebih menyenangkan. Setiap guru harus memahami bagaimana membuat belajar menjadi relevan dan autentik. Kurikulum 2013 menjabarkan kebutuhan peserta didik untuk dapat bertahan dalam kehidupan dan lingkungan kerja yang kompleks di era informasi global yang kompetitif.
3. Memahami Budaya
Pendidik yang efektif adalah pendidik dengan pemahaman yang baik terhadap budaya secara luas (ahli budaya), peka terhadap isu-isu keadilan dan akses dalam kelas, lokasi sekolah dan kabupaten, serta menjadi pembimbing untuk mencapai kesetaraan dan akses kebijakan pemerintah. Pendidik yang ahli budaya harus memahami setiap peserta didik, terutama peserta didik miskin dan tergolong minoritas. Pendidik yang memahami budaya harus memberikan dukungan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mereka supaya menjadi peserta didik yang sukses di masa datang.
Dari uraian tersebut, buatlah sebuah esai, bagaimana Anda menciptakan lingkungan belajar yang baik, sehingga peserta didik mampu memandang masa depan sebagai harapan yang bisa diraih dengan sukses. Panjang esai 2.500 sampai 5.000 kata.
F. Rangkuman
Pendidikan abad 21 memiliki tiga dimensi yaitu (1) keterampilan bekerja dan bertahan dengan menggunakan kecakapan hidup, (2) keterampilan belajar dan berinovasi, dan (3) keterampilan menggunakan teknologi dan media informasi. Ketiga keterampilan tersebut menjadi dasar bagi setiap pendidik di abad 21 untuk mengembangkan pembelajaran efektif. Di samping itu, pendidik abad 21 juga harus menguasai tiga atribut utama yaitu mampu berkolaborasi dengan guru lain dan peserta didik, memiliki visi masa depan, dan memiliki pemahaman yang baik terhadap budaya secara luas. Ketiga
untuk Pembelajaran
15 atribut tersebut membangun citra guru menjadi pendidik yang mampu mengelola kesetaraan peserta didik, mengelola fleksibilitas kelas, sehingga peserta didik dapat mencapai standar kompetensi lulusan yang tinggi.
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
1. Umpan BalikJawablah pertanyaan berikut sebagai umpan balik atas pembelajaran tentang konsep Pendidikan Abad 21.
Apakah yang dimaksud dengan Pendidikan Abad 21? Jelaskan dengan singkat.
Sebutkan tiga dimensi Pendidikan Abad 21 dan jelaskan masing-masing dimensi dengan singkat.
Bagaimana guru mengelola tiga atribut utama yaitu mampu berkolaborasi, visioner dan sebagai ahli budaya.
Modul Guru Pembelajar Kompetensi Pedagogi KK E
16
2. Tindak Lanjut
Untuk menindaklanjuti kegiatan pembelajaran ini, Anda diminta untuk menjawab pertanyaan berikut.
Apakah yang akan Anda lakukan untuk memperluas pengetahuan terkait materi ini?
Sikap positif apa yang Anda rasakan setelah mempelajari materi ini?
Bagaimana Anda akan berbagi pengetahuan dengan teman guru setelah mempelajari materi ini?
untuk Pembelajaran
17
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
A. Tujuan
Setelah mempelajari topik ini, peserta mampu memahami efektifitas dan efisiensi mengakses informasi melalui media digital serta mengevaluasi informasi yang akan digunakan secara kritis dan kompeten.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Peserta mampu menyeleksi sumber informasi digital secara efektif dan mengakses informasi digital secara efisien untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran.
C. Uraian Materi
1. Sumber Informasi
Informasi didefinisikan sebagai (1) komunikasi atau penerimaan pengetahuan atau kecerdasan, (2) atribut yang melekat dan dikomunikasikan oleh salah satu dari dua atau lebih sekuens atau pengaturan dari sesuatu alternatif, (3) sinyal atau karakter (seperti dalam sistem komunikasi atau komputer) yang mewakili data, (4) sesuatu (sebagai pesan, data eksperimen, atau gambar) yang membenarkan adanya perubahan konstruksi (seperti rencana atau teori) yang mewakili pengalaman fisik atau mental, atau pun konstruksi yang lain (www.merriam-webster.com, 2016).
Selanjutnya, sumber informasi adalah apapun yang mungkin untuk memberikan informasi dan juga pengetahuan tentang sesuatu hal (www.lib.vt.edu, 2016). Berbagai jenis pertanyaan memerlukan ragam jenis sumber informasi yang berbeda. Sumber informasi bisa berupa hasil
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
Modul Guru Pembelajar Kompetensi Pedagogi KK E
18
pengamatan, seseorang, pidato, dokumen, gambar, organisasi, dan situs internet. Sumber informasi tersebut bisa menjadi sumber primer, sekunder
pun tersier. Informasi bisa datang darimana saja, misalnya: media, blog,
pengalaman pribadi, buku, jurnal dan majalah, artikel, pendapat ahli, ensiklopedia dan situs internet. Jenis informasi yang dibutuhkan akan mengalami perubahan, tergantung pada pertanyaan dan jawaban yang diberikan. Sumber informasi dipaparkan pada tabel berikut ini.
Tabel 5. Sumber informasi (Sumber: http://www.lib.vt.edu, 2016)
Tipe Informasi Penggunaan Contoh
Majalah Majalah adalah kumpulan artikel dan gambar tentang beragam topik populer dan kejadian terkini. Artikel ditulis oleh wartawan atau
cendekiawan dan diarahkan untuk pembaca dewasa. Majalah dapat juga berisi bahasan serius. Namun, untuk menemukan informasi ilmiah yang konsisten, disarankan untuk menggunakan jurnal. Untuk mencari informasi atau opini terkait budaya populer, untuk menemukan informasi terkait peristiwa terkini, untuk menemukan artikel umum untuk orang-orang yang belum tentu spesialis di bidangnya. National Geographic
untuk Pembelajaran
19
Tipe Informasi Penggunaan Contoh
Jurnal akademik Jurnal adalah kumpulan artikel yang ditulis oleh para ilmuwan di bidang akademik atau
profesional. Artikel-artikel tersebut sebelum dimuat diseleksi dan diulas terlebih dahulu oleh dewan redaksi. Artikel dalam jurnal dapat mencakup topik yang sangat spesifik atau penelitian yang sangat terfokus bidang kajiannya. Bermanfaat ketika melakukan penelitian ilmiah, untuk mengetahui apa yang telah dipelajari, dan untuk menemukan bibliografi yang mengarah ke penelitian lain yang relevan. Journal of Communicati on
Basis data (database)
Basis data berisi kutipan artikel di majalah, jurnal, dan koran. Basis data juga mungkin berisi kutipan podcast, blog, video dan jenis media lainnya. Beberapa basis data menyajikan abstrak atau ringkasan singkat dari artikel, namun ada juga yang berisi artikel lengkap. Ketika ingin mencari artikel tentang topik tertentu di majalah, jurnal atau koran. Academic Search Complete (basis data di perpustakaan )
Modul Guru Pembelajar Kompetensi Pedagogi KK E
20
Tipe Informasi Penggunaan Contoh
Surat kabar/koran Surat kabar adalah kumpulan artikel tentang kejadian terkini dan umumnya diterbitkan setiap hari. Biasanya, ada satu surat kabar di setiap kota. Surat kabar merupakan sumber untuk informasi lokal. Untuk menemukan informasi terkini tentang peristiwa internasional, nasional dan lokal, dan untuk menemukan editorial, komentar, ahli atau pendapat populer. Koran Kompas
Katalog perpustakaan Katalog perpustakaan adalah daftar koleksi terorganisasi untuk mencari catatan dari setiap perihal yang bisa ditemukan di
perpustakaan. Katalog akan mengarahkan ke lokasi atau kelompok sumber informasi tertentu. Untuk mengetahui apakah perpustakaan memiliki informasi yang dicari, dan untuk menemukan di mana informasi tertentu terletak di perpustakaan. Katalog Virginia Tech's library disebut Addison.
untuk Pembelajaran
21
Tipe Informasi Penggunaan Contoh
Buku Buku hampir memiliki
semua topik, baik fakta maupun fiksi. Untuk tujuan penelitian, mungkin akan dibutuhkan buku-buku yang
menyintesis semua informasi pada satu topik untuk mendukung argumen atau tesis tertentu. Ketika mencari banyak informasi tentang suatu topik, untuk menempatkan topik dalam konteks dengan isu-isu penting lainnya, untuk menemukan informasi sejarah, dan untuk menemukan ringkasan dari penelitian untuk mendukung argumen. De Bono, Edward. 1992. Sur/Petition: Going Beyond Competition, London: Harper Collins Publisher.
Modul Guru Pembelajar Kompetensi Pedagogi KK E
22
Tipe Informasi Penggunaan Contoh
Ensiklopedia Ensiklopedia adalah koleksi pendek dengan entri faktual. Ditulis oleh kontributor yang berbeda yang memiliki
pengetahuan tentang sebuah topik. Ada dua jenis
ensiklopedia, yakni (1) ensiklopedia umum; memberikan ikhtisar singkat tentang berbagai topik umum dan subjek, dan (2) ensiklopedia subjek; berisi entri yang lebih fokus pada satu bidang studi. Ketika mencari informasi latar belakang tentang suatu topik, dan ketika mencoba untuk menemukan ide-ide kunci, tanggal penting atau konsep. Ensiklopedia Americana (ensiklopedia umum) African-American Encyclopedia (ensiklopedia subjek)
untuk Pembelajaran
23
Tipe Informasi Penggunaan Contoh
Situs internet Situs internet memungkinkan Anda untuk mengakses sebagian besar jenis informasi di internet melalui browser. Salah satu fitur utama dari situs internet adalah
kemampuan untuk dengan cepat terhubung ke informasi terkait lainnya. Situs berisi informasi yang luar biasa; teks, termasuk suara, gambar, dan video. Hal penting yang harus
dilakukan ketika menggunakan informasi di internet adalah mengetahui bagaimana mengevaluasi informasi tersebut. Untuk menemukan informasi saat ini, untuk mencari informasi tentang perusahaan, untuk menemukan informasi dari semua tingkat pemerintahan, untuk menemukan ahli dan opini populer, dan untuk mencari informasi tentang hobi dan minat pribadi http://www.lib. vt.edu/
2. Akses Informasi Digital
Akses informasi adalah suatu ide bahwa masyarakat dapat memperoleh informasi publik (www.lib.vt.edu, 2016). Di beberapa negara, informasi milik swasta juga dipublikasikan untuk kepentingan masyarakat luas. Akses informasi memiliki keterbatasan yakni sifatnya yang tergantung pada sejauh mana masyarakat bisa mengakses beberapa jenis dokumen dan informasi. Namun demikian, pemangku kebijakan harus selalu mendorong budaya keterbukaan untuk mengakses informasi.
Hak atas informasi merupakan hak asasi manusia yang diatur dalam Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik. Hak atas informasi merupakan komponen
Modul Guru Pembelajar Kompetensi Pedagogi KK E
24
dari hak yang lebih luas yakni kebebasan berekspresi. Dengan kata lain, akses terhadap informasi adalah implementasi praktis dari hak atas informasi. Pada akhirnya, kebebasan berpendapat dan berekspresi hanya bisa diwujudkan ketika hak mengakses informasi tercapai, sehingga kebutuhan informasi yang dibutuhkan untuk beropini terpenuhi (www.parliamentarystrengthening.org). Seorang individu hanya mampu mendapatkan manfaat dari hak atas informasi ketika ada kebebasan yang disediakan mengarah pada kebebasan untuk mengakses informasi yang relevan.
Selanjutnya, interaksi dengan sistem komputer merupakan sarana untuk
bisa melakukan masukan (input) atau keluaran (output) data dari sumber
informasi. Akses informasi membutuhkan otoritas atau kewenangan yang tepat dan legal. Interaksi dengan sistem komputer atau informasi tanpa otorisasi yang benar berakibat pada penyalahgunaan informasi. Beberapa di antaranya akan bersinggungan dengan tindak kejahatan misalnya
tindakan meretas (hacking) atau cracking, dan merupakan tindak pidana
di banyak negara (www.businessdictionary.com).
Akses terhadap informasi digital dari internet misalnya, harus disahkan oleh badan otoritas atau lembaga yang berwenang melakukan otorisasi akses informasi tersebut. Di Indonesia, badan otoritas akses informasi dari internet merupakan tanggung jawab Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo). Informasi yang tidak layak akses akan diblokir oleh Kemkominfo untuk keselamatan pengguna internet, terutama anak-anak di bawah usia 18 tahun.
Kecepatan akses informasi digital sangat tergantung pada kecepatan
koneksi internet. Semakin lebar bandwidth yang digunakan, akses
informasi akan semakin cepat. Masyarakat pengguna internet paling banyak menggunakan mesin pencari Google untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Selain sangat populer, Google sangat cepat memberikan informasi tentang topik yang dicari. Misalnya, dicari topik
untuk Pembelajaran
25
berkaitan dengan pendidikan abad 21, seketika muncul 486.000 hasil dalam waktu 0,50 detik.
Gambar 1. Hasil pencarian informasi di internet dengan kata Kunci Bahasa Indonesia
(Sumber: www.google.com)
Namun, jika memasukkan kata kunci dalam bahasa Inggris, misalnya 21st
Century Education, maka akan muncul 118.000.000 hasil dalam waktu 0,52 detik. Dengan demikian, kata kunci memiliki peran penting dalam pencarian informasi di internet.
Gambar 2. Hasil pencarian informasi di internet dengan kata Kunci Bahasa Inggris
(Sumber: www.google.com)
Dari kata kunci yang dimasukkan di mesin pencari Google, ditemukan informasi yang dicari yaitu konsep pendidikan abad 21, berikut ini.
Modul Guru Pembelajar Kompetensi Pedagogi KK E
26
Gambar 3. Informasi tentang pendidikan abad 21 (Sumber: www.p21.org)
Informasi yang telah diperoleh harus dievaluasi, apakah semua informasi layak digunakan atau tidak. Evaluasi informasi dipaparkan berikut ini.
3. Evaluasi Informasi Digital
Informasi yang akan digunakan sebagai acuan untuk pengambilan keputusan harus dievaluasi keakuratannya. Evaluasi informasi digital perlu memperhatikan enam aspek, yaitu (1) penulis, (2) akurasi, (3) kekinian, (4) penerbit, (5) kecenderungan pendapat yang bias, dan (6) daftar pustaka yang digunakan (http://guides.library.jhu.edu/).
a. Penulis
Penulis merupakan kriteria utama yang digunakan untuk mengevaluasi informasi. Penulis disarankan telah dikenal di bidangnya dan terdeteksi secara baik oleh pencari informasi. Jika ditemukan penulis yang tidak terdeteksi atau tidak dikenal oleh pencari informasi, maka verifikasi terkait penulis tersebut dapat dilakukan dengan menidentifikasi hal-hal berikut:
1) penulis disebutkan secara positif oleh penulis lain atau orang lain yang dipercaya memiliki otoritas,
2) ditemukan dokumen lain dari situs internet yang ditulis oleh penulis lain yang terkenal,
untuk Pembelajaran
27
3) ditemukan dokumen pada situs internet yang memberikan informasi biografis, termasuk posisi penulis, afiliasi institusional dan alamat,
4) informasi biografis penulis tersedia dengan menghubungkan ke dokumen lain, dan hal ini memungkinkan untuk menilai apakah penulis memberikan mandat kepada pengguna untuk berbicara dengan otoritas pada topik tertentu,
5) jika tidak ditemukan informasi yang tercantum sebelumnya, maka dibutuhkan alamat dan nomor telepon serta alamat surat elektronik penulis untuk meminta informasi lebih lanjut tentang pekerjaan dan latar belakang profesional. Dengan demikian, akurasi penulis dapat diketahui.
b. Akurasi
Akurasi data adalah bagian penting dari proses evaluasi, terutama ketika membaca karya penulis asing yang disajikan oleh sebuah organisasi asing. Kriteria untuk mengevaluasi akurasi dipaparkan berikut ini.
1) Untuk berkas penelitian, disertakan data yang dikumpulkan dan penjelasan tentang metode penelitian digunakan untuk mengumpulkan dan menginterpretasikan data dalam penelitian. 2) Metodologi yang diuraikan dalam dokumen sesuai dengan topik
dan memungkinkan replikasi penelitian untuk tujuan verifikasi. 3) Dokumen terhubung dengan sumber-sumber lain yang tercantum