• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uraian Singkat Struktur Dan Kegiatan

PANDUAN SISTEM KENDALI INTERNAL/ INTERNAL CONTROL SYSTEM (ICS)

DAFTAR ISI

1. Uraian Singkat Struktur Dan Kegiatan

1.1. Gambaran Umum Organisasi Program Sertifikasi Organik

Program sertifikasi pertanian ... di kelompok Tani ..., Desa ..., Kecamatan ... Kabupaten ..., untuk tahun pertama (... s/d ...) di fasilitasi oleh ...; Untuk kelancaran kegiatan di lapangan maka perlu dibentuk struktur internal control sistem (ICS) yang melibatkan petugas, pengurus dan anggota kelompok ... yang susunan Kepengurusannya sebagai berikut :

Untuk memudahkan Pengontrolan dan Administarsi maka Inspektor Internal akan dibari tanggung jawab terhadap petani peserta program yang lokasinya sesuai dengan wilayah domisili sebagai berikut :

Dusun/Domisili Inspektur Internal Luas Areal (ha) Petani Organik

Lokasi 1 Nama inspektor 1 ... ...

Nama inspektor 2 ... ... ... ... ... …. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... TOTAL ... ...

Struktur ini akan berkembang disesuaikan dengan perkembangan aktivitas dalam pengelolaan program sertifikasi organik ...

ICS Koordinator

Pembelian Pengolahan

n

Penyimpanan an

1.2. Gambaran Umum Pertanian

Masyarakat di desa ... bermata pencaharian pokoknya adalah bertani. Luas lahan untuk pertanian kurang lebih ... hektar dari ... hektar luas wilayah. Yang sudah dimanfaatkan sebanyak ... hektar sedangkan ... hektar yang sisa masih dalam berupa ... (belum dimanfaatkan).

Tanaman ... merupakan tanaman yang mendominasi luas pertanian yang sudah dimanfaatkan tersebut yakni kurang lebih ... hektar dan merupakan komoditi ungulan pertama, yang memberikan kontribusi pendapatan terbesar bagi masyarakat ... selain ...

Rata-rata luas pemilikan lahan ... hektar. Luas lahan yang paling sempit ... hektar dan yang paling luas ... hektar. Rata-rata produksi ... Pola tanam pada lahan ... . Tanaman ... ditanam setiap tahun ditempat yang sama sampai tanaman ... produksi hingga ...

Pemeliharaan tanaman ... yang dilakukan petani di Desa ..., baru pada tahap ...; sedangkan teknologi lain seperti ... Selain tanaman ... tanaman lain juga dibudidayakan adalah ...

1.3. Gambaran Umum Pembelian, Penanganan dan Ekspor

Kebiasaan petani di desa ... memanen ... dengan menunggu ... Musim ... di desa ... dan di daerah ... berlangsung mulai bulan ...; panen raya biasanya terjadi pada bulan ... Total Produksi ... di desa ... permusim panen mencapai rata-rata ... ton.

Sebelum ada pendampingan dari petugas lapangan, pada umumnya petani ... secara sendiri-sendiri langsung menjual ... pada pedagang pengumpul yang setiap hari datang membeli ... pada petani di desa ...

Namun setelah ada pendampingan dari petugas, petani dihimpun dalam kelompok dan menjualnya di kendalikan oleh satuan tugas (satgas) pemasaran ... .

Saat ini petani melalui kelompok sudah melakukan pemrosesan ... sehingga para petani di desa ... memasarkan produk dalam ... bentuk yakni :

... yang di jual kepada pedagang pengumpul; ... yang di jual ke ... selanjutnya diolah lebih lanjut atau langsung dikirim ke PT. ... untuk diolah sebelum di eksport sedangkan bentuk produk ... yang ke tiga adalah ...yang dijual ke pasaran Lokal.

Kedepan untuk pengolahan ... organik kelompok menyepakati untuk produk ... dalam dua bentuk dengan sistem dan mekanisme masing-masing bentuk sebagai berikut :

 Produk

... 2. Pengelolaan Resiko

2.1. Perkiraan Resiko Dasar

Kebijakan: Resiko yang bisa mengancam kualitas produk organik di setiap tahapan proses produksi, transportasi dan penyimpanan, pengolahan dan ekspor harus diketahui dan diperhitungkan/dicatat dalam prosedur-prosedur kontrol internal. Oleh karena itu identifikasi awal tentang resiko harus lengkap, identifikasi resiko harus dilakukan baik di lahan/teknik budidaya tanaman, pemanenan, pengolahan pasca-panen (penyortiran, penjemuran, penyimpanan dan pemrosesan), pengiriman/ transportasi bahkan kegiatan ekspor jika masih di bawah kontrol ICS. Setelah resiko diidentifikasi, ICS harus menetapkan cara-cara dan perlakuan untuk meminimalisir atau mengurangi timbulnya resiko. Selanjutnya perlu diketahui juga kemampuan petani maupun kelompok dalam mengelola resiko.

Berdasarkan hasil identifikasi awal terhadap resiko, resiko-resiko yang mungkin timbul adalah:

LAHAN (Resiko apa yang mungkin timbul berkaitan dengan lahan?):

 Apakah kepemilikan lahan jelas? Kepemilikan lahan di Desa ... jelas, tetapi letak lahan jauh dari pemukiman dan terpencar.

 Apakah petani melakukan ladang berpindah? Petani Desa ... melakukan perladangan berpindah hanya untuk tanaman ..., tidak melakukan perladangan berpindah untuk tanaman...

 Apakah petani memanfaatkan lahan dengan sistem tumpangsari? Saat tanaman ..., petani menanam tanaman sela berupa tanaman ...

 Apakah lahan tanaman ... bisa tercemari melalui irigasi dari lahan non-organik? Lahan tanaman ... di Desa ... umumnya berada di dataran tinggi (upland).

TEKNIK BUDIDAYA (Resiko apa yang mungkin timbul berkaitan dengan teknis budidaya?):

 Apakah bibit yang digunakan adalah bibit an-organik, rekayasa genetik? Sumber bibit berasal dari ... milik ... yang berkualitas bagus dan tidak terkontaminasi bahan agrokimia.

 Apakah mudah untuk memperoleh agrokimia (pestisida, herbisida dan pupuk)? Jarak dengan pusat perdagangan ... km, tetapi masih relatif mudah untuk memperoleh bahan agrokimia.

 Apakah penanggulangan hama dan penyakit untuk tanaman lain masih menggunakan bahan-bahan kimia? Petani di Desa ... sudah tidak menggunakan bahan kimia, tetapi petani di desa tetangga masih menggunakan pestisida dan insektisida.

 Apakah penanggulangan hama dan penyakit untuk ... secara tradisional? Petani Desa ... menggunakan cara-cara tradisional dalam penanganan hama dan penyakit ... (cara pengasapan).  Apakah untuk penyiangan masih ada yang menggunakan bahan kimia?

Petani di Desa ... sudah tidak menggunakan bahan kimia, tetapi petani di desa tetangga masih menggunakan herbisida untuk penyiangan di lahan ... .

 Jika harga ... naik, apakah akan mendorong petani menggunakan bahan-bahan kimia? Tidak, sebab petani sudah terbiasa tidak menggunakan bahan kimia.

 Adakah program yang mendorong penggunaan bahan-bahan kimia? Meskipun sudah terhenti di Desa ... , tetapi Proyek ... dari Dinas Perkebunan Kabupaten ... masih mengintrodusir bahan-bahan non-organik.

 Apakah petani telah memahami teknik budidaya ... organik? Pemahaman petani tentang pertanian organik masih terbatas pelarangan penggunaan in-put agrokimia. Petani belum mempunyai sikap sebagai petani organik yang mempunyai orientasi pada pertanian lestari, pertanian yang aman bagi lingkungan dan pertanian yang aman bagi kesehatan.

PANEN DAN PENGELOLAAN PASCA-PANEN (Resiko apa yang mungkin timbul saat panen dan pengelolaan paska-panen?):

 Apakah ada kemungkinan bercampur antara ... organik & non-organik saat pemanenan, penjemuran maupun penyimpanan? Ada tetapi kecil sebab selama ini petani melakukan pemanenan, penjemuran maupun penyimpanan milik sendiri dan hampir semua petani (... dari ...) ikut program sertifikasi organik.

 Apakah ada kemungkinan ... organik terkontaminasi bahan an-organik saat penyimpanan, pemrosesan maupun pengiriman? Ada tetapi kecil, sebab bahan agrokimia telah dilarang di Desa Punaliput tetapi bisa terkontaminasi bahan-bahan kimia yang bukan agrokimia.  Apakah ada kemungkinan petani yang tidak ikut program menjual

... non-organik melalui peserta program? Ada karena harga ... organik lebih tinggi dari ... non-organik.

 Apakah petani maupun kelompok sudah memahami cara-cara panen dan pengelolaan pasca-panen ... organik? Petani belum memahami secara baik cara pengelolaan pasca-panen ... organik.

2.2. Titik Kritis dalam Pengkontrolan dan Mengatasi Resiko

Berdasarkan hasil analsisis terdapat resiko-resiko penting (titik kritis) dan saran-saran dalam penanganannya. Contoh resiko yang sering terjadi :