PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
PENANGGULANGAN BENCANA
B. PRIORITAS URUSAN PILIHAN YANG DILAKSANAKAN 1. URUSAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
3. URUSAN KEHUTANAN
Selain melaksanakan kewenangan urusan perkebunan. Dinas Kehutanan dan Perkebunan berdasarkan tugas pokok dan fungsinya juga melaksanakan kewenangan Urusan Pilihan Kehutanan, dengan tetap berpedoman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan DPPA Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tahun 2013.
Secara khusus untuk capaian pelaksanaan program dan kegiatan prioritas yang terkait langsung dengan pelaksanaan Urusan Pilihan Kehutanan yang dilaksanakan Dinas Kehutanan dan Perkebunan, antara lain :
a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 :
1) Program rehabilitasi hutan dan lahan ; dengan kegiatan :
a) Pembangunan hutan kota (DAK). Target terpeliharanya hutan kota seluas 2,42 ha (180 batang bibit pohon), dengan realisasi fisik seluas 2,42 ha (100 %).
b) Pengembangan hutan rakyat (APBD Kab. dan DAK). Target terlaksananya pengembangan hutan rakyat seluas 150 ha (Barambai dan Tabukan), dengan realisasi fisik seluas 150 ha (100 %).
c) Pemeliharaan hutan rakyat (DAK). Target terlaksananya Pemeliharaan hutan rakyat (DAK) seluas 150 ha, dengan realisasi fisik seluas 150 ha (100 %). d) Gerakan penanaman pohon (APBD Kab. dan DAK). Target terlaksananya
gerakan penanaman pohon melalui penanaman pohon dan pembuatan kotak kayu kandang pohon sebanyak 5000 batang, dengan realisasi fisik 100 %.
e) Pengembangan sarana dan prasarana penyuluh kehutanan (APBD Kab. dan DAK). Target terlaksananya kegiatan demplot tanaman galam seluas 2 ha, dengan realisasi fisik seluas 2 ha (100 %).
f) Pengembangan sarana dan prasarana pengamanan kehutanan. Target terlaksananya pengadaan peralatan dan perlengkapan pemadam kebakaran, sebanyak 82 unit, dengan realisasi fisik 100 %.
g) Penyelenggaraan rehabilitasi hutan dan lahan dan reklamasi hutan di DAS prioritas. Target tersedianya sharing dengan provinsi pengembangan komoditi rotan seluas 20 ha, dengan realisasi fisik seluas 20 ha (100 %). h) Pengembangan sarana dan prasarana pengamanan kehutanan (DAK).
Target terlaksananya pengadaan peralatan dan perlengkapan pemadam kebakaran, sebanyak 137 unit/buah, dengan realisasi fisik 137 unit/buah (100 %).
2) Program perlindungan dan konservasi sumberdaya hutan ; dengan kegiatan : a) Pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Target
terlaksananya penyuluhan kebakaran hutan pada 2 kecamatan sebanyak 3 kali kegiatan, dengan realisasi fisik sebanyak 3 kali kegiatan (100%).
3) Program pembinaan dan penertiban industri hasil hutan; dengan kegiatan :
a) Monitoring, evaluasi dan pelaporan. Target terlaksananya pengelolaan administrasi TUK, penertiban peredaran hasil hutan dan rekonsiliasi setoran PNBP dan DBH SDA kehutanan PSDH-DR, sebanyak 14 laporan rekonsiliasi PSDH-DR. dengan realisasi fisik 14 laporan (100%).
---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@
---Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah 188
b) Patroli peredaran dan pengawasan hasil hutan. Target terlaksananya patroli peredaran dan pengawasan hasil hutan, sebanyak 3 laporan rekonsiliasi PSDH-DR. dengan realisasi fisik sebanyak 3 laporan (100%).
b. Realisasi Kegiatan Subtantif Urusan Kehutanan
Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Kehutanan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini :
Tabel 41 Data Subtantif
Penyelenggaraan Urusan Pilihan Kehutanan
No. Data Subtantif Data Indikatif CapaianTotal
1 2 3 4
1. Hutan 1. Luas hutan (ha) 6720,79
2. Luas hutan produksi konservasi
(ha) 2.878,2
3. Luas hutan dan lahan kritis (Ha) 27.527,28 4. Luas kerusakan hutan (ha) 1200 5. Luas hutan dan lahan yg
direhabilitasi (ha) 6545,42 6. Komoditas kehutanan 7
2. Petugas 1. Jumlah petugas (jagawana) 11 3. Prasarana 1. Posko pengawasan peredaran
hasil hutan 5
Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Berdasarkan tabel pelaksanaan urusan kehutanan di atas, terlihat bahwa beberapa data indikatif untuk urusan kehutanan, sebagai berikut ;
1) Dalam hal pengawasan dan perlindungan hutan, dengan mencermati ketersediaan prasarana posko pengawasan peredaran hasil hutan dan petugas polisi hutan (Jagawana) dibandingkan dengan luasnya hutan di Kabupaten Barito Kuala yang seluas 6720,79 ha, maka sangat tidak sebanding. Sebagai contoh jika dibandingkan antara jumlah polisi hutan dengan luas hutan produksi maka 1 orang petugas polisi hutan (jagawana) harus mengawasi area hutan seluas 610,98 ha.
2) Berdasarkan SK Dirjen RPLS Nomor 167/V-SET/2004 luasan hutan dan lahan kritis di Kab. Barito Kuala meliputi ;
a) Lahan potensial kritis seluas 92,701,76 Ha b) Lahan agak kritis seluas 55.951,65 ha
---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@
---Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah 189
c) Lahan kritis seluas 27.527,28 Ha
Sedangkan untuk luas kerusakan hutan hingga data tahun 2012 seluas 1.200 Ha dan telah dilakukan rehabilitasi seluas 300 ha pada tahun 2012.
3) Hingga tahun 2012 luas lahan dan hutan yang telah direhabilitasi (2001 s.d 2012) seluas 6545,42 Ha, terdiri dari luas lahan 6.145,42 Ha dan luas hutan direhabilitasi 400 Ha. Pada tahun 2013 dianggarkan rehabilitasi kerusakan hutan Suaka Margawatwa Kuala Lupak seluas 500 ha.
c. Permasalahan dan Solusi : a). Permasalahan
1. Pada program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan, identifikasi masalah terkait DAK-Kehutanan. Harga bibit yang mengalami fluktuasi pada saat pelaksanaan proyek (kegiatan). Misalnya ketika akan di laksanakan kegiatan “Penanaman Pohon Massal” dalam mengikut sertakan peran masyarakat banyak guna memupuk kesadaran akan pentingnya tanaman dan kelestarian hutan dan lahan.
2. Pada Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Hutan kegiatannya adalah sosialisasi pencegahan dan dampak kebakaran hutan dan lahan, sampai tahun 2012 sudah terealisasi 9 lokasi (9 desa pada kecamatan berbeda). Namun masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman tentang dampak kebakaran hutan dan lahan dimaksud, sehingga masih diperlukan sosialisasi guna menumbuhkan kesadaran dan pemahaman tentang dampak tersebut.
3. Program Pembinaan dan Penertiban Industri Hasil Hutan, kegiatan pengawasan dan penertiban pelaksanaan peraturan daerah mengenai pengelolaan industri hasil hutan :
Masih adanya beberapa kecamatan belum ada permintaan penerbitan dokumen (SKAU) maupun SKSKB hal ini disebabkan pada kecamtan dimaksud belum ada permohonan ijin untuk pemanfaatan hasil hutannya (SKSKB dan SKAU adalah dokumen untuk mengangkut hasil hutan)
Adanya beberapa industry hasil hutan yang berskala besar yang hampir seluruh bahan bakunya berasal dari luar daerah memerlukan pembinaan dan pengawasan baik dari tertib administrasi maupun asal usul kayunya (berkaitan dengan pemberantasan illegal logging).
4. Terdapatnya Hama pengganggu (Kera/monyet) di areal kegiatan pengembangan tanaman sawit di Desa Jejangkit Timur Kec. Jejangkit seluas 50 % dari tanaman yang ditanam sehingga petani yang menanam cukup kecewa karena bibit sawit untuk pengganti tidak tersedia dan biaya pembelian dengan cara swadaya cukup memberatkan petani solusi yang berikan adalah menyiapkan proposal /permohonan yang dibuat oleh petani untuk tanaman pengganti melewati Dana sharing dan dana TP pada kegiatan kegiatan lain ditahun yang akan datang, secara teknis hama pengganggu tanaman dapat diusir atau di buru/ diumpan
---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@
---Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah 190
b). Solusi
1. Lebih memperhatikan tataran perencanaan dengan menganalisa terhadap lokasi pelaksanaan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan permohonan masyarakat serta meningkatkan efisiensi anggaran pada tahun berikutnya.
2. Menganalisa lokasi pelaksanaan kegiatan yang disesuaikan kebutuhan dan permohonan masyarakat agar kegiatan berjalan efektif dan efisien,
3. Meningkatkan pembinaan kepada pelaku usaha disektor kehutanan agar terwujud tertib administrasi, manajemen kehutanan dan penatausahaan hasilhutan.
---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@
---Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah 191