• Tidak ada hasil yang ditemukan

URUSAN KETENAGAKERJAAN

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN BARITO KUALA (Halaman 102-105)

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

INSTANSI PELAKSANA : DINAS PENDIDIKAN

12. URUSAN KETENAGAKERJAAN

Pelaksanaan Urusan Ketenaga kerjaan secara langsung menjadi kewenangan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dalam hal pelaksanaan kinerja terukur atas program dan kegiatan tahun 2013, Dinas Sosial, tenaga kerja dan transmigrasi mengacu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, khususnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tahun 2013.

Pada tahun 2013, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi melaksanakan sebanyak 16 Program kerja yang terdiri dari 43 jenis Kegiatan. Secara khusus untuk hasil capaian pelaksanaan program dan kegiatan fisik yang terkait langsung dengan pelaksanaan Urusan Ketenagakerjaan , meliputi :

a. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2013 :

1) Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja; dengan kegiatan : a) Pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja. Target tersedianya

lowongan kerja pada 20 perusahaan, dengan realisasi fisik 100 %. 2) Program Peningkatan Kesempatan Kerja, dengan kegiatan :

a) Kerjasama pendidikan dan pelatihan. Target terciptanya wira usaha baru menjahit pakaian 20 org dan bengkel sepeda motor 16 org total 36 orang, dengan realisasi fisik 5 (100% ).

b) Penyiapan tenaga kerja siap pakai. Target tersedianya calon tenaga kerja siap pakai yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya sebanyak 2892 (siswa/pekerja), dengan realisasi fisik 1950 siswa/pekerja (100%). 3) Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan, dengan

kegiatan :

a) Fasilitasi penyelesaian prosedur, penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Target diketahuinya kebutuhan hidup layak sebagai pekerja sebanyak 2 survey KHL, dengan realisasi fisik 2 survey KHL (100 %).

b) Fasilitasi penyelesaian prosedur pemberian perlindungan hukum dan jaminan sosial ketenagakerjaan. Target tersedianya perlindungan maksimal bagi tenaga kerja anak/dilaksanakan UU tentang Jamsostek perusahaan swasta sebanyak 34 org, dengan realisasi fisik 100 %.

c) Sosialisasi berbagai peraturan pelaksanaan tentang ketenagakerjaan. Target terlaksananya sosialisasi SK UMP 2013 kepada 40 perusahaan, dengan realisasi fisik 100 %.

d) Peningkatan pengawasan, perlindungan dan penegakkan hukum terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Target terwujudnya kesadaran masyarakat terhadap peraturan ketenagakerjaan dan terlaksananya peringatan hari K3 sebanyak 40 perusahaan, dengan realisasi 35 perusahaan (100%).

Untuk rata-rata realisasi fisik program dan kegiatan yang terkait langsung Urusan Ketenaga Kerjaan hingga bulan Desember sebesar 38,40 %, dengan realisasi keuangan sebesar 99,67%.

---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@

---Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah 97

Secara umum, untuk nilai rata-rata realisasi fisik ( berdasarkan jumlah prosentasi realisasi out put seluruh kegiatan ), Dinas Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebesar 99,67 %.

Dari total anggaran tahun 2013 yang dialokasikan sebesar Rp. 5.969.167.580 (APBDP),-,. telah direalisasikan anggaran belanja sebesar Rp.5.756.983.261.00.

b. Realisasi Kegiatan Urusan Ketenaga Kerjaan

Adapun hasil pelaksanaan kegiatan subtantif terkait kinerja Urusan Ketenaga Kerjaan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 dapat digambarkan pada tabel di bawah ini :

Tabel 15 Data Subtantif

Penyelenggaraan Urusan Wajib Ketenaga Kerjaan

No. Data Subtantif Data Indikatif CapaianTotal

1 2 3 4

1. Tenaga Kerja 1. Jumlah pencari kerja 1.078 2. Jumlah tenaga kerja

(perempuan /laki-laki) 8.573 3. Jumlah angka kecelakaan

kerja 34

4. Jumlah asosiasi serikat

pekerja 20

5. Jumlah masyarakat yg mengikuti pelatihan kerja -Sumber : Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Berdasarkan tabel di atas dapat digambarkan beberapa capaian hasil pelaksanaan urusan Ketenagakerjaan yang menjadi kegiatan subtantif Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, meliputi :

1) Dicermati jumlah pemohon Kartu Pencari Kerja hingga bulan Desember tahun 2013 terdapat sebanyak 1078 orang pencari kerja yang terdiri dari 572 orang laki-laki dan 506 orang perempuan. Peningkatan permohonan surat pencari kerja terjadi pada bulan Desember dimana ada 473 orang pencari kerja.

2) Hingga bulan Desember 2013 jumlah tenaga kerja di Kabupaten Barito Kuala sebanyak 8.573 orang ( 5.402 orang laki-laki dan 3.171 orang perempuan ), jumlah ini meningkat dari bulan Agustus sebanyak 79 orang, dari total 8.494 tenaga kerja. Sedangkan jika dibandingkan dengan kondisi tenaga kerja pada

---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@

---Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah 98

akhir tahun 2012 sebanyak 8.494 orang maka telah terjadi peningkatan tenaga kerja sebesar 0,0093 % pada bulan Desember 2013.

3) Selama tahun 2013, hingga bulan Desember 2013, telah terjadi kecelakaan kerja sebanyak 34 orang terdiri dari 25 orang laki-laki dan 9 orang perempuan.

4) Dalam rangka penyiapan tenaga kerja siap pakai pada tahun 2013 telah dilaksanakan penyuluhan lowongan kerja bagi siswa SMA/sederajat sebanyak 120 orang dan 2.772 orang anggota masyarakat di Desa Panca Karya, Kec. Alalak. 5) Dalam rangka pemenuhan kebutuhan layak pekerja di Kab. Barito Kuala pada

tahun 2013 hingga bulan Desember telah dilaksanakan Survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) bagi para pekerja, survei ini ditujukan untuk pekerja pada pasar-pasar yang ada di kecamatan Tamban, Kecamatan Anjir Muara dan Kecamatan Anjir Pasar sementara sebanyak 16 pasar yang telah di survey.

c. Permasalahan dan Solusi : a).Permasalahan

1. Secara umum, pertumbuhan penduduk produktif yang telah bekerja pada sektor Ketenagakerjaan dapat menjadi sumber permasalahan, dimana peningkatan angkatan kerja relatif tinggi yang terkadang tidak dibarengi dengan keterampilan, keahlian dan rendahnya produktivitas tenaga kerja, serta tidak berimbangnya dengan kesempatan/lowongan kerja yang tersedia, sehingga hal ini mengakibatkan bertambahnya jumlah pengangguran.

2. Pada tataran kinerja, program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja dengan kegiatan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja dinilai cukup baik dan sudah tercapai, hal tersebut direalisasikan dengan di didik dan dilatihnya 36 orang pencari kerja, namun belum sebanding dengan banyaknya jumlah pencari kerja yang belum memiliki keterampilan dan keahlian yang didinginkan pasar kerja/pelaku usaha (perusahaan).

b).Solusi

1. Penanganan pengangguran, pada dasarnya merupakan tanggungjawab dan menjadi bagian peran antara Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Sehingga perlupenambahan kegiatan/materi pelatihan keterampilan/keahlian yang dibutuhkan pasar kerja/pengusaha. 2. Pada tataran kinerja, pada permasalahan point 2, ada beberapa hal yang

mungkin dapat menjadi perhatian untuk tahun berikutnya yakni bahwa dari semakin banyaknya masyarakat pencari kerja, diperlukan tambahan materi lain yang dibutuhkan pasar kerja/pelaku usaha, disamping dari diklat-diklat yang sudah ada.

---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@

---Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah 99

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN BARITO KUALA (Halaman 102-105)