PEMERINTAH KABUPATEN BARITO KUALA
Jl. PANGERAN ANTASARI, NO.1 TELP. (0511) 4799041, FAX (0511) 4799039, WEBSITE :www.baritokualakab.go.id, MARABAHAN
=======================================================
LAPORAN
KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN
BUPATI BARITO KUALA
TAHUN 2013
(LKPJ)
i
B U P A T I B A R I T O K U A L A
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan Puji dan Syukur Kehadirat Allah SWT, atas Rahmat dan Karunianya maka Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Barito Kuala Tahun 2013 dapat disusun dan disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Barito Kuala.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Barito Kuala pada akhir tahun anggaran 2013 disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Barito Kuala merupakan Implementasi pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2007, tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat.
Dengan tujuan sebagai laporan keterangan dari Bupati Barito Kuala kepada DPRD Kabupaten Barito Kuala, menyangkut pelaksanaan tugas-tugas desentralisasi, pembantuan, tugas umum pemerintahan yang berisi program atau kegiatan dan hasil yang dicapai, manfaat yang didapat dan kendala yang dihadapi dengan solusi yang direncanakan serta keberhasilan yang telah dicapai Pemerintah Kabupaten Barito Kuala selama tahun 2013.
Oleh karenanya Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Barito Kuala ini lebih merupakan progress report (laporan kemajuan) dalam bentuk laporan kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Barito Kuala yang dicapai selama tahun 2013, sekaligus bentuk nyata upaya menciptakan pemerintahan yang efektif dan akuntability (bertanggung jawab).
Demikian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah ini disampaikan, atas perhatian pimpinan dan para anggota Dewan yang terhormat, diucapkan terima kasih. Semoga Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Barito Kuala tahun 2013 bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan dalam usaha bersama membangun Daerah dan mensejahterakan masyarakat.
Marabahan, Maret 2014
BUPATI BARITO KUALA
DAFTAR ISI
Hal KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN ... 1 A. Dasar Hukum ……… 1B. Gambaran Umum Daerah ………. 3
1.Kondisi Geografis Kabupaten Barito Kuala ... 3
2.Gambaran Umum Demografis Daerah ………... 10
3.Kondisi Ekonomi Daerah ………... a. Aspek Kondisi Fisik Daerah b. Potensi Unggulan Daerah……… b. Pertumbuhan Ekonomi/PDRB……… 14 15 16 BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH ……… 19
A. Visi dan Misi ……….. 20
B. Strategi dan Arah Kebijakan Daerah (sesuai RPJMD) ……… 25
C. Prioritas Pembangunan Daerah Kabupaten Barito Kuala …. 30 BAB III KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH…… 36
A. Pengelolaan Pendapatan Daerah ……… 37
a. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah ….. 38
b.Target dan Realisasi Pendapatan Daerah ……….…………. 39
c. Permasalahan dan Solusi ………..……... 42
B. Pengelolaan Belanja Daerah ………... 43
1. Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah ……... 43
2. Target dan Realisasi Belanja Daerah ………..…….. 44
3. Permasalahan dan Solusi ……….. 46
BAB IV PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH 47 A. Urusan Wajib Yang Dilaksanakan... 47
1. Urusan Pendidikan ... 47
2. Urusan Kesehatan... 54
3. Urusan Lingkungan Hidup... 63
5. Urusan Penataan Ruang ... 72
6. Urusan Perencanaan Pembangunan ... 76
7. Urusan Perumahan ... 80
8. Urusan Kepemudaan Dan Olahraga ... 83
9. Urusan Penanaman Modal……….. 86
10. Urusan Koperasi Dan UKM ... 88
11. Urusan Kependudukan Dan Capil ... 91
12. Urusan Ketenaga Kerjaan ... 96
13. Urusan Ketahanan Pangan... 99
14 Urusan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak...103
15. Urusan KB Dan Keluarga Sejahtera... 107
16. Urusan Perhubungan...110
17. Urusan Komunikasi Dan Informatika... 113
18. Urusan Pertanahan ...117
19. Urusan Kesbang Dan Politik Dalam Negeri ...119
20. Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Kepegawaian Dan Persandian ... 124 21. Urusan Pemberdayaan Masyarakat... 148
22. Urusan Sosial ... 153
23. Urusan Kebudayaan ...156
24. Urusan Statistik ... 159
25. Urusan Kearsipan... 161
26. Urusan Perpustakaan ...164
B. Urusan Pilihan Yang Dilaksanakan ... 168
1. Urusan Kelautan Dan Perikanan... 168
2. Urusan Pertanian... 172
3. Urusan Kehutanan ... 182
4. Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral……… 185
5. Urusan Pariwisata... 188
6. Urusan Industri ... 190
7. Urusan Perdagangan... 193
8. Urusan Ketransmigrasian... 196
BAB V PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN ... 199
B. Tugas Pembantuan Yang Diberikan………. 210
BAB VI PENYELENGGARAAN TUGAS UMUM PEMERINTAHAN ... 211
A. Kerjasama Antar Daerah... 211
B. Kerjasama Daerah Dengan Pihak Ketiga... 213
C. Koordinasi Dengan Instansi Vertikal Di Daerah ... 228
D. Pembinaan Batas Wilayah ... 230
E. Pencegahan dan Penanggulangan Bencana ... 235
F. Pengelolaan Kawasan Khusus... 237
G. Penyelenggaraan Ketentraman Dan Ketertiban Umum... 241
B
B
A
A
B
B
I
I
P
PE
E
N
N
DA
D
AH
H
U
U
LU
L
UA
AN
N
Pemerintahan Daerah yang pada hakikatnya mengamanatkan bahwa kepala daerah mempunyai kewajiban menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada Pemerintah, dan memberikan laporan keterangan pertanggung jawaban kepada DPRD, serta menginformasikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada masyarakat sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 27 ayat (2), maka ketentuan ini lebih lanjut di atur pula di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggung jawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 dimaksudkan untuk mewujudkan pelaksanaan otonomi daerah yang sejalan dengan upaya menciptakan pemerintahan yang bersih (clean goverment), bertanggungjawab (akuntability) serta mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif dan efisien (responsibility up to date) sesuai dengan prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance).
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah yang disampaikan kepada DPRD pada prinsipnya adalah merupakan suatu progress report (laporan kemajuan) yang memuat keterangan mengenai penyelenggaraan urusan pemerintah daerah, penyelenggaraan tugas pembantuan dan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan, yang berisi program dan kegiatan serta hasil yang dicapai, manfaat yang di dapat dan juga kendala yang dihadapi serta solusi yang dicari. Sifat dari laporan keterangan tersebut merupakan informasi dari Kepala Daerah kepada DPRD dalam pelaksanaan tugas-tugasnya selama kurun waktu 1 (satu) tahun yang nantinya menjadi bahan pembahasan internal di DPRD guna mengkroscek kembali upaya-upaya pembangunan berkelanjutan, upaya memelihara dan mengembangkan terus pembangunan tersebut di daerah yang dipimpin untuk waktu ke depan.
LKPJ Kepala Daerah yang disampaikan itu selanjutnya akan di proses dalam pembahasan internal di DPRD. Dan ketika proses pembahasan itu berjalan tidak ada
implikasi penolakan maupun penerimaan yang dilakukan oleh DPRD terhadap
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah dimaksud. Hasil pembahasan internal itu kemudian lebih lanjut akan ditetapkan melalui suatu Keputusan DPRD (Rekomendasi DPRD) yang pada dasarnya memuat catatan-catatan yang sifatnya strategis berupa saran, masukan, dan koreksi terhadap penyelenggaraan pemerintah daerah selama 1 (satu) tahun berlalu untuk dipedomani dan diperbaiki Kepala Daerah yang bersangkutan dalam menyelenggarakan Pemerintahan di daerah berikutnya.
A. DASAR HUKUM
Dasar konstitusional berdirinya Kabupaten Barito Kuala :
1. Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan (resmi) Daerah Otonom Kabupaten/Daerah Istimewa Tingkat Kabupaten dan Kota Besar dalam Lingkungan Daerah Propinsi Kalimantan Selatan. Dan Pada pasal 1 ayat (1) point 1 disebutkan bahwa Kabupaten Banjarmasin yang meliputi Kewedanaan-Kawedanaan : Bakumpai, Barito Kuala, Kayutangi dan Tanah laut;
2. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Noor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Tahun 1953 No. 9); dan disebutkan bahwa Daerah Tingkat II Barito Kuala berkedudukan di Marabahan;
3. Pada tanggal 4 Januari 1960, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan (H. Maksid), meresmikan Daerah Tingkat II Barito Kuala di Marabahan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1980 tanggal 10 Juli 1980 tentang
Pembentukan Kecamatan Bakarangan dan Kecamatan Piani di Kabupaten Daerah Tingkat II Tapin, Kecamatan Loksado dan Kecamatan Kalumpang di Kabupaten Daerah Tingkat II Hulu Sungai Selatan, Kecamatan Halong di Kabupaten Daerah tingkat II Hulu Sungai Utara, Kecamatan Murung Pudak di Kabupaten Daerah Tingkat II Tabalong, Kecamatan Tabukan di Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Kuala, Kecamatan Kintap dan Kecamatan Panyipatan di Kabupaten Daerah Tingkat II Tanah Laut, Kecamatan Hampang dan Kecamatan Sungai Durian di Kabupaten Daerah Tingkat II Kotabaru dalam Wilayah Propinsi Kalimantan Selatan;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1986 tanggal 18 September 1986 Tentang Pembentukan Kecamatan Aranio di Kabupaten Daerah Tingkat II Banjar, Kecamatan Mekarsari dan Kecamatan Barambai di Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Kuala, Kecamatan Bungur dan Kecamatan Lokpaikat di Kabupaten Daerah Tingkat II Tapin, Kecamatan Upau, Kecamatan Jaro, Kecamatan Muara Harus dan Kecamatan Pugaan di Kabupaten Daerah Tingkat II Tabalong Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan. Kecamatan Mekarsari sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Tamban dan Kecamatan Barambai sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Rantau Badauh;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1995 tanggal 23 Agustus 1995 Tentang Pembentukan 8 (delapan) Kecamatan di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Banjar, Hulu Sungai Tengah, Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, Tabalong dan Kotabaru dalam Wilayah Propinsi Kalimantan Selatan. Kecamatan Marabahan sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Bakumpai dan Kecamatan Wanaraya sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Belawang;
7. Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 23 Tahun 2004 tanggal 30 Maret 2004 tentang Pembentukan Kecamatan Jejangkit di Kabupaten Barito Kuala. Kecamatan Jejangkit sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Mandastana. Diresmikan oleh Bupati Barito Kuala pada tanggal 21 Nopember 2005;
8. Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pembentukan Desa Karya Maju di Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2011 Nomor 8).
Dan berikut tata urutan perundangan yang menjadi landasan / dasar hukum kewajiban membuat laporan keterangan pertanggungjawaban Kepala Daerah, yaitu :
1. Undang–Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
4. Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 2 Tahun 2008 tentang Kewenangan Daerah Kabupaten Barito Kuala;
5. Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 35 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Pemerintah Kabupaten Barito Kuala.
B. GAMBARAN UMUM DAERAH
1. Kondisi Geografis Kabupaten Barito Kuala a. Gambaran Geografik Wilayah
Kabupaten Barito Kuala merupakan salah satu dari 13 (tiga belas) Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan, Barito Kuala dengan nama ibukotanya Marabahan, secara geografik terletak paling barat dalam wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dan luas wilayah mencapai kurang lebih 2.966,96 Km2 atau sekitar 7,98% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, dengan posisi geografis berada pada 2 derajat 29’ 50” – 3 derajat 30’ 18” LS dan 114 derajat 20’ 50’ – 114 derajat 50’ 18” BT serta 2 derajat 29’ 50” – 3 derajat 30’ 18” LU dengan batas-batas wilayah meliputi :
1. Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Tapin.
2. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Laut Jawa.
3. Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.
4. Sebelah Timur : berbatasan dengan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.
Beberapa faktor yang dapat ditinjau di dalam konstelasi hubungan antar wilayah pada posisi geografis Kabupaten Barito Kuala, yakni:
Faktor Pertama, Kabupaten Barito Kuala dengan ibukotanya
Marabahan berbatasan langsung dengan Kota Banjarmasin yang merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Selatan.
Faktor Kedua, Kabupaten Barito Kuala berada pada jalur lalu
lintas perairan (sungai), sehingga kondisi tersebut menjadikan Kabupaten Barito Kuala sebagai jalur arus barang, orang dan jasa yang menuju ke Ibukota provinsi Kalimantan Selatan yakni Kota Banjarmasin, kemudian ke Provinsi Kalimantan Tengah hingga Laut Jawa, serta Kabupaten lain di
dalam wilayah provinsi Kalimantan Selatan yang berdekatan dengan Kabupaten Barito Kuala. Hal tersebut karena Kabupaten tersebut berada di posisi yang di apit oleh 2 (dua) buah sungai besar yang sama-sama bermuara di Laut Jawa melalui akses sarana langsung pelabuhan laut Trisakti, yaitu Sungai Barito dan Sungai Kapuas. Selain kedua sungai besar tersebut, terdapat pula 3 (tiga) buah terusan (anjir) buatan yang menghubungkan kedua sungai besar dimaksud (Sungai Barito dan Sungai Kapuas) yakni Anjir Talaran, Anjir Serapat, dan Anjir Tamban, dan disamping itu juga terdapat pula banyak sungai-sungai kecil (rei).
Faktor Ketiga, secara regional, wilayah Kabupaten Barito Kuala
dilalui dan berada pada jalur lalu lintas darat antar provinsi, yang menghubungkan langsung dengan kota Banjarmasin (ibukota Provinsi Kalimantan Selatan) dan Kota Palangkaraya (ibukota Provinsi Kalimantan Tengah).
Dan memang Kabupaten Barito Kuala minim akan Sumber Daya Alam di bidang Pertambangan, namun karena kondisi atau letak geografis sebagaimana faktor di atas, hal tersebut tetap dapat menjadikan dan mencirikan Kabupaten Barito Kuala sebagai :
1. Daerah Sentra Produksi Pertanian dan Perkebunan 2. Daerah Perdagangan Perairan dan Darat
3. Daerah Pariwisata
4. Daerah Lintas Barang, Orang, dan Jasa.
b. Gambaran Administratif Wilayah
Kabupaten Barito Kuala secara administratif wilayahnya memiliki 17 (tujuh belas) Kecamatan, 6 (enam) Kelurahan dan 195 (seratus sembilan puluh lima) Desa, dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 1 : Wilayah Administratif Kabupaten Barito Kuala :
No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km2)
1. TABUNGANEN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Kuala Lupak Sei Telan Besar Sei Telan Kecil Tabunganen Muara Tabunganen Tengah Karya Baru
Tabunganen Pemurus Sei Teras Dalam Sei Jingah Besar Tabunganen Kecil Sei Teras Luar Sei Teras Muara Beringin Kencana Tanggul Rejo 30,00 26,00 15,00 15,00 11,00 13,00 31,00 12,00 12,00 3,00 10,00 10,00 25,00 27,00 14 Desa 240,00
2. TAMBAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. Purwosari II Purwosari I Tamban Bangun Tamban Muara Tamban Kecil Tinggiran II Luar Jelapat I
Tamban Muara Baru Purwosari Baru Sekata Baru Koanda Damsari Sidorejo Jelapat Baru
Tamban Bangun Baru Tamban Sari Baru
9,00 15,75 3,40 20,00 5,40 11,00 18,00 15,00 8,50 8,50 8,00 8,50 5,25 18,00 3,50 6,50 16 Desa 164,30
No. Nama Kecamatan No Nama Desa Luas (Km2)
3. ANJIR PASAR 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Andaman Hilir Mesjid Anjir Pasar Kota Banyiur
Gandaraya Gandaria
Anjir Pasar Kota II Andaman II
Anjir Seberang Pasar II Anjir Seberang Pasar I Anjir Pasar Lama Pandan Sari Mentaren Barunai Baru Danau Karya 8,00 6,50 4,62 16,74 9,25 11,37 8,67 9,50 11,25 11,25 11,00 3,75 3,00 3,50 7,60 15 Desa 126,00
No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km2)
4. ANJIR MUARA 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.
Anjir Serapat Muara Anjir Muara Kota Patih Muhur Lama Anjir Muara Koteng Anjir Serapat Lama Anjir Serapat Baru Anjir Muara Lama Sungai Punggu Lama Anjir Serapat Baru I Patih Muhur Baru Sungai Pungu Baru Anjir Serapat Muara I Sepakat Bersama Marabahan Baru Beringin Jaya 4,00 5,00 7,50 7,00 10,00 12,00 6,00 4,00 12,00 7,50 6,00 15,00 9,50 5,00 6,25 15 Desa 116,75
Kelurahan/Desa 5. A L A L A K 1. 2. 3. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.
Kel. Berangas Barat Kel. Berangas Kel. Handil Bakti
Pulau Alalak Pulau Sewangi Pulau Sugara Sungai Lumbah Berangas Timur Semangat Bakti Sungai Pitung Balandean Muara Balandean Tanjung Harapan Semangat Dalam Beringin Semangat Karya Panca Karya Tatah Mesjid 6,51 6,61 8,00 1,21 0,55 0,56 7,00 4,00 3,50 11,92 8,63 16,86 7,00 7,50 5,50 3,50 4,50 8,50 3 Kel + 15 Desa 106,85
No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km2)
6. MANDASTANA 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Terantang Tanipah Puntik Luar Puntik Dalam Tabing Rimbah Pantai Hambawang Tatah Alayung Puntik Tengah Lokrawa Sei Ramania Bangkit Baru Antasan Segera Karang Bunga Karang Indah 8,00 6,50 10,50 12,05 18,00 11,00 12,00 10,00 8,00 5,00 12,00 10,00 8,03 4,92 14 Desa 136,00
No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km2)
7. RANTAU BADAUH 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Sungai Pantai Pindahan Baru Sungai Gampa Asahi Sungai Gampa Sungai Sahurai Simpang Arja Sinar Baru Sungai Bamban Danda Jaya 51,81 31,00 33,00 29,00 47,00 16,00 15,00 15,00 24,00 9 Desa 261,81
8. BELAWANG 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Murung Keramat Sungai Seluang Belawang Bambangin Sukaramai
Sungai Seluang Pasar Samuda Parimata Karang Dukuh Patih Salera Karang Buah Binaan Baru Rangga Surya 5,00 6,00 7,00 4,00 5,00 11,00 9,50 10,00 2,50 6,50 2,50 6,00 5,25 13 Desa 80,25
No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km2)
9. C E R B O N 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Sungai Kambat Sungai Rasau Simpang Nungki Sawahan Bantuil Badandan Sungai Tunjang Sungai Raya 32,00 28,00 19,50 59,05 17,65 20,15 17,50 12,50 8 Desa 206,00
No. Kecamatan No Kelurahan/DesaNama Luas (Km2)
10. BAKUMPAI 1. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kel. Lepasan Banua Anyar Murung Raya Palingkau Balukung Banitan Batik Bahalayung Sungai Lirik 22,00 21,00 14,00 55,00 45,00 8,00 59,00 19,00 18,00 1 Kel + 8 Desa 261,00
No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km2)
11. KURIPAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Jambu Baru Jambu Kabuau Jerenang Tabatan Kuripan Tabatan Baru Asia Baru Rimbun Tulang 36,00 84,00 24,00 25,00 35,00 22,50 70,50 24,00 22,50 9 Desa 343,50
12. TABUKAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Pantang Raya Tabukan Raya Teluk Tamba Rantau Bamban Tamba Jaya Muara Pulau Karya Indah Bandar Karya Karya makmur Karya Jadi Pantang Baru 14,00 0,13 12,10 12,00 35,50 31,00 5,56 1,58 24,65 15,30 14,00 11 Desa 166,00
No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km2)
13. MEKARSARI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Mekarsari Tamban Raya Tinggiran Tengah Tingiran Darat Jelapat II
Tamban Raya Baru Tinggiran Baru Karang Mekar Indah Sari 9,00 16,00 25,00 20,00 30,50 10,00 10,00 14,00 9,00 9 Desa 143,50
No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km2)
14. BARAMBAI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Barambai Sungai Kali Pendalaman Handil Barabai Bagagap
Barambai Karya Tani Pendalaman Baru Karya Baru
Barambai Kolam Kiri Barambai Kolam Kanan Kolam Kiri Dalam
20,00 30,00 9,00 10,00 32,00 8,00 7,00 7,00 33,00 27,00 17,00 11 Desa 183,00
No. Kecamatan No Nama Desa Luas (Km2)
15. MARABAHAN 1. 2. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
Kel. Marabahan Kota Kel. Ulu Benteng
Penghulu Bagus Baliuk Antar Baru Antar Jaya Antar Raya Sido Makmur Karya Maju 20,00 82,00 7,50 10,50 5,00 31,00 28,00 30,00 7,00 8,73 2 Kel + 8 Desa 221,00
16. WANARAYA 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Kolam Kiri Roham Raya Simpang Jaya Tumih Pinang Habang Waringin Kencana Babat Raya Kolam Kanan Sidomulyo Kolam Makmur Surya Kanta Sumber Rahayu Dwipasari 2,50 2,50 4,50 2,50 2,50 3,50 3,50 2,00 2,50 2,50 2,50 4,00 2,50 13 Desa 37,50
No. Kecamatan No Kelurahan/DesaNama Luas (Km2)
17. JEJANGKIT 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Jejangkit Pasar Jejangkit Muara Sampurna Jejangkit Barat Bahandang Jejangkit Timur Cahaya Baru 12,00 12,00 15,00 16,00 18,00 120,00 10,00 7 Desa 203,00
Total : 17 Kecamatan 6 Kelurahan +195
Desa 2.966,96 Km
2 Sumber : Bagian Pemerintahan Setda Kab. Barito Kuala Tahun 2013.
c. Gambaran Topografis, Geologis, dan Hidrografis Wilayah
Kabupaten Barito Kuala secara Topografi terletak pada dataran rendah yang berkisar antara 1 – 3 meter (dpl) di atas permukaan laut. Barito Kuala merupakan daerah hamparan tanah daratan dengan sifat datar sedikit landai pada kisaran kemiringan 0 % - 2 % dengan ketinggian lahan berkisar antara 1 – 3 m dpl.
Secara Geologi kondisi dominan tekstur tanahnya rawa lebak gambut (peat) dengan tingkat keasaman yang cukup tinggi (pH rendah 2 - 4), karena sebagian wilayahnya menjadi bagian dari apa yang disebut pulau petak yakni bentukan delta yang berasal dari endapan alluvial (lumpur tanah) yang terdiri dari Liat Kaolinit dan Debu bersisipan Pasir, Gambut, Kerakal dan Bongkahan Lepas endapan sungai di daratan muara yang berada di posisi pinggiran. Litologinya mempunyai struktur berupa pelapisan horizontal dan tersusun oleh endapan Alluvium Muda pada periode Kuarter dan Kala Holosen. Keberadaan tanggul-tanggul sungai dengan deposisi berangsur-angsur yang tidak seragam menyebabkan terbentuknya Cekungan/Depresi, dan pada kondisi ini sering terbentuk endapan gambut dengan ketebalan yang bervariasi sesuai dengan kedalaman cekungan, apalagi daerah ini diapit oleh 2 (dua) buah sungai, yaitu Sungai Barito yang merupakan salah satu sungai terluas dan terpanjang di Indonesia dan Sungai Kapuas.
Dari Jenis Tanah, Kabupaten Barito Kuala terdiri dari Organosol dan Alluvial. Tanah Organosol kebanyakan berwarna Coklat Hitam yang biasa disebut tanah gambut atau Peat. Tanah jenis ini biasanya terbentuk dari serat tumbuh-tumbuhan yang mengalami proses pembusukan sehingga memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi. Sebagian lain wilayah daerah Kabupaten Barito Kuala terbagi menjadi 16 (enam belas) Daerah Pengairan (DP) Pasang Surut guna mendukung sistem pertanian/ persawahan penduduk di daerah ini.
Pada gambaran Hidrografi Kabupaten Barito Kuala merupakan salah satu daerah yang terletak dibawah Garis Khatulistiwa dalam pemetaan dunia, dan termasuk daerah tropik. Menurut beberapa ahli/peneliti Meteorologi dan Geofisika berkebangsaan asing seperti Schmit dan Ferguson, menyatakan bahwa daerah di maksud termasuk klasifikasi daerah hujan Tipe B yaitu kriteria iklim yang mempunyai kisaran 1- 2 bulan kemarau dalam setahun dengan temperatur rata-rata berkisar antara 250 C – 270 C, dengan suhu
maksimum 27,500 C (sekitar bulan Oktober) dan suhu minimum 26,500 C
(sekitar bulan Juli), kelembaban udara rata - rata antara 64 - 81%, dan panjang penyinaran Matahari ratarata 36 81%. Sedangkan angka rata -rata curah hujan per tahunnya adalah sekitar 2,665 mm3dengan kisaran 107
hari hujan. Untuk kisaran Angin biasanya pada bulan Januari - Februari bertiup Angin Barat, sedangkan pada bulan Juli - September bertiup Angin Tenggara.
2. Gambaran Umum Demografis
a. Jumlah Penduduk Kabupaten Barito Kuala
Menurut Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Barito Kuala, penduduk Barito Kuala pada Tahun 2013 mengalami kenaikan angka perkembangan jumlah penduduk, dengan kenaikan sekitar 47.816 jiwa dibandingkan tahun lalu. Perbandingan jumlah penduduk tersebut dapat dilihat dari tabel berikut ini:
Tabel 2 : Perbandingan Jumlah Penduduk Kabupaten Barito Kuala Per Kecamatan Tahun 2012 dan 2013 :
No KECAMATAN 2012TAHUN (Jiwa) 2013
1 Tabunganen 21.730 22670 2 Tamban 30.307 39370 3 Anjir Pasar 16.928 19863 4 Anjir Muara 21.339 24271 5 Alalak 48.617 62443 6 Mandastana 15.004 17509 7 Rantau Badauh 15.306 16897 8 Belawang 13.552 14314 9 Cerbon 9.236 10697 10 Bakumpai 12.180 12483 11 Kuripan 5.920 6203 12 Tabukan 8.714 9432 13 Mekarsari 17.059 19772 14 Barambai 15.306 16.942 15 Marabahan 19.937 23743
16 Wanaraya 14.401 15842 17 Jejangkit 6.919 7814
JUMLAH (jiwa) 292.449 340.265
Sumber : Dinas Kependudukan dan Capil Kab. Barito Kuala (Data Aggregat Kependudukan SIAK, Januari 2014)
Tabel 3 : Jumlah Penduduk Kabupaten Barito Kuala Per Kecamatan Tahun 2013 :
No KECAMATAN Laki-LakiJenis Kelamin (jiwa)Perempuan JUMLAH(Jiwa)
1 Tabunganen 11477 11193 22670 2 Tamban 20114 19256 39370 3 Anjir Pasar 9919 9944 19863 4 Anjir Muara 12323 11948 24271 5 Alalak 31937 30506 62443 6 Mandastana 8861 8648 17509 7 Rantau Badauh 8523 8374 16897 8 Belawang 7277 7037 14314 9 Cerbon 5450 5247 10697 10 Bakumpai 6439 6044 12483 11 Kuripan 3130 3073 6203 12 Tabukan 4762 4670 9432 13 Mekarsari 10035 9737 19772 14 Barambai 8587 8355 16942 15 Marabahan 11906 11837 23743 16 Wanaraya 8174 7668 15842 17 Jejangkit 4040 3774 7814 JUMLAH (jiwa) 172.954 167.311 340.265 0 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 2012 2013 INDEKS T A H U N (P E R K E C .) JUMLAH PENDUDUK 2012 - 2013 Jejangkit Wanaraya Marabahan Barambai Mekar sari T abukan Kuripan Bakumpai Cer bon Belawang Rantau Badauh Mandastana Alalak Anjir Muara Anjir Pasar T amban T abunganen
Sumber : Dinas Kependudukan dan Capil Kab. Barito Kuala (Data Aggegat Kependudukan SIAK, Januari 2014).
b. Jumlah Penduduk Kabupaten Barito Kuala Menurut Kelompok Umur (Struktur Usia), Pendidikan Akhir dan Jenis Pekerjaan.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Barito Kuala, komposisi penduduk menurut Kelompok Umur (struktur usia), tingkat Pendidikan Akhir dan keadaan penduduk menurut Jenis Pekerjaan masyarakat di Kabupaten Barito Kuala pada Tahun 2013, dapat dilihat pada tabulasi-tabulasi di bawah ini :
Tabel 4 : Komposisi Penduduk Kabupaten Barito Kuala Menurut Kelompok Umur Tahun 2013 Per Kecamatan :
Kelompok Umur (Tahun)
NAMA KECAMATAN (Jumlah/jiwa)
Tabunganen Tamban PasarAnjir MuaraAnjir Alalak Mandastana BadauhRantau Belawang
0-4 Thn 583 956 465 727 1747 571 472 446 5-9 Thn 1007 1760 835 1053 2997 788 751 659 10-14 Thn 1161 1988 942 1119 3138 833 784 692 15-19 Thn 926 1691 735 917 2477 656 648 672 20-24 Thn 1137 1814 958 1215 2796 821 798 703 25-29 Thn 1181 1860 901 1265 2964 845 759 664 30-34 Thn 1196 1964 997 1263 3190 915 830 715 35-39 Thn 1094 1843 865 1116 3119 787 763 565 40-44 Thn 870 1646 819 974 2817 657 660 558 45-49 Thn 731 1407 706 851 2356 546 606 506 50-54 Thn 570 1094 576 657 1613 410 463 398 55-59 Thn 387 712 395 460 1124 391 368 266 60-64 Thn 280 527 313 284 693 266 253 186 65-69 Thn 142 348 162 170 377 143 154 131 70-74 Thn 95 238 133 140 249 115 96 94
>74 Thn 124 256 129 116 242 101 113 76
Kelompok Umur (Tahun)
NAMA KECAMATAN (Jumlah/jiwa)
Cerbon Bakumpai Kuripan Tabukan Mekarsari Barambai Marabahan Wanaraya Jejangkit
0-4 Thn 292 326 153 250 517 480 646 456 203 5-9 Thn 456 508 248 383 744 753 1.007 632 320 10-14 Thn 450 567 320 443 470 734 1.047 663 387 15-19 Thn 396 450 283 392 748 678 961 560 304 20-24 Thn 538 651 304 456 967 758 1060 736 422 25-29 Thn 467 658 300 495 933 722 1.181 755 355 30-34 Thn 465 613 286 464 867 773 1.122 750 369 35-39 Thn 492 508 244 409 964 757 1.015 661 336 40-44 Thn 405 434 269 345 794 682 939 552 273 45-49 Thn 401 425 197 260 650 606 825 485 207 50-54 Thn 285 269 158 230 478 370 659 413 196 50-59 Thn 229 210 93 179 376 310 483 330 148 60-64 Thn 121 119 66 111 279 198 270 231 96 65-69 Thn 114 126 55 107 249 182 221 188 68 70-74 Thn 63 77 34 66 158 140 176 136 42 >74 Thn 78 110 72 72 155 210 213 122 49
Sumber : Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kab. Barito Kuala (Data Adminduk SIAK).
Tabel 5 : Komposisi Penduduk Kabupaten Barito Kuala Yang Tercatat Menurut Tingkat Pendidikan Pada Akhir Tahun 2013 :
No Klasifikasi Pendidikan Akhir Kabupaten (Jiwa)Jumlah Per
1 Tidak / Belum Sekolah 63.401
2 Tidak Tamat SD / Sederajat 46.606
3 Tamat SD / Sederajat 119.151
4 SLTP/ Sederajat 56.786
5 SLTA /Sederajat 43.487
6 Diploma I / II 1.622
7 Akademi / Diploma III / Sarjana Muda 1.810
8 Diploma IV / Strata I 7.074
9 Strata II 314
0 50 100 150 200 250 300 IN DE KS Jumlah (Jiwa) KLASIFIKASI
KOMPOSISI PENDUDUK KAB. BATOLA MENURUT PENDIDIKAN AKHIR
Tdk/Blm Sklh Tdk Tmt SD Tmt SD
Tmt SLTP Tmt SLTA Dplm I/II
Akdm/Dplm III/S.Muda Dplm IV/S.1 S.2
S.3
Sumber : Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kab. Barito Kuala (Data Adminduk SIAK 2013).
Tabel 6 : Komposisi Yang Termasuk Jenis Pekerjaan Penduduk Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013 :
No Jenis Pekerjaan Jumlah (Jiwa)
1 Belum / Tidak Bekerja 82.523 2 Mengurus Rumah Tangga 53.751 3 Pelajar / Mahasiswa 52.008 4 Pensiunan 882 5 Pekerja (PNS,TNI,Polri,Pedagang,Petani/
Pekebun,Peternak,Nelayan / Perikanan, Industri,Konstruksi,Karyawan Swasta, Buruh, Petani (pekebun),PRT,Tukang, Wartawan,Dosen,Guru,Pengacara, Notaris,Konsultan,Dokter,Bidan,Perawat, Wiraswasta, dll)
151.101
6 Lainnya 9
Sumber : Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kab. Barito Kuala.
3. Kondisi Ekonomi Daerah
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam mencari upaya dan solusi permasalahan perekonomian di daerah Kabupaten Barito Kuala, yakni :
a. Aspek Kondisi Fisik Daerah
Gambaran umum aspek kondisi fisik daerah Kabupaten Barito Kuala adalah sebagai berikut :
1) Luas wilayah Kabupaten Barito Kuala yang hampir seluruh wilayahnya diliputi lahan rawa gambut (peat), dengan topografi datar dan dengan tingkat keasaman tanah tinggi, serta tekstur tanah sesuai dengan kondisi tipe lahan rawa gambut mempunyai kondisi tekstur tanah poreus dengan agregasi yang labil.
2) Sistem hidrologis rawa yang alamiah merupakan struktur vegetasi hutan yang didominasi tegakan kayu galam.
3) Teridentifikasi potensi sumber daya gas metan (CBM) yang terbukti muncul di wilayah tertentu yang di dalam pemetaan termasuk pada jalur berbahaya semburan gas metan (gas Metan mentah yang saat ini masih pra eksplorasi).
4) Infrastruktur menyangkut prasarana jalan dan jembatan masih terus ditambah dan diperbaiki untuk bisa menghubungkan wilayah antar kecamatan, serta peningkatan ruas-ruas jalan.
5) Infrastruktur menyangkut prasarana pengairan (irigasi) persawahan, pengairan lahan perkebunan, jalan desa dan jembatan desa perlu pengembangan, pemeliharaan dan rehabilitasi lebih lanjut.
6) Infrastruktur dan fasilitas di bidang kependudukan, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan transmigrasi masih perlu peningkatan berbanding dengan gambaran terhadap luas lahan yang masih belum termanfaatkan secara proporsional dan optimal. 7) Sesuai dengan kondisi lingkungan alamnya, mayoritas
masyarakatnya bermata pencaharian disektor pertanian dan perkebunan.
b. Potensi Unggulan Daerah
Gambaran umum potensi unggulan daerah Kabupaten
Barito Kuala adalah sebagai berikut :
1) Letak wilayah yang strategis, sebagai penyangga Kota Banjarmasin (Ibukota Propinsi Kalimantan Selatan) dan menjadi lintasan Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah), serta merupakan bagian Kawasan Pengembangan Wilayah Kayutangi yang menjadi simpul hubungan dengan Kawasan Pengembangan Banua Lima Plus, baik melalui prasarana air maupun prasarana perhubungan darat.
2) Berada pada kawasan pelayanan Pelabuhan Laut Tri Sakti sehingga menjadi kawasan potensial bagi pengembangan industri dengan luasan pencadangan lahan yang masih cukup baik untuk pengembangan kawasan Industri sendiri maupun untuk pengembangan kawasan pemukiman, terutama pada wilayah kabupaten di bagian selatan yang berbatasan langsung dengan Kota Banjarmasin.
3) Memiliki DAS Sungai Barito, yang sangat fungsional dan ekonomis sebagai prasarana dan lintasan perdagangan dan lintasan angkutan hasil sumber daya alam.
4) Merupakan wilayah persawahan pasang surut dengan dengan dukungan 16 DP sehingga menempatkan Kabupaten Barito Kuala sebagai salah satu potensi lumbung pangan di Propinsi Kalimantan Selatan.
5) Memiliki kompetensi masyarakat dan lahan potensial untuk perkebunan dan pengembangan ternak, pengembangan perikanan. Kedua bidang pembangunan ini sesuai sifat-sifat komoditas yang dikembangkannya.
6) Memiliki potensi ruang lahan sebagai kawasan obyek wisata yang memungkinkan peningkatan pengembangannya di masa depan.
Dengan berbagai potensi unggulan daerah ini Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dapat memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat Barito Kuala khususnya dengan meningkatkan produktivitas dan harga hasil-hasil pertanian.
c. Pertumbuhan Ekonomi/PDRB
Yang merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi di daerah/wilayah dapat di lihat melalui data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB menggambarkan kondisi ekonomi melalui besaran yang dihasilkan oleh nilai tambah seluruh sektor ekonomi pada tahun tertentu. Secara umum, semakin besar angka PDRB menunjukan semakin baiknya kondisi ekonomi disuatu wilayah.
Untuk Kabupaten Barito Kuala, Badan Pusat Statistik (BPS) Kantor Wilayah Kabupaten Barito Kuala memberikan gambaran melalui buku Barito Kuala dalam angka tahun 2013, di dalam Ulasan Ekonomi Regional menerangkan secara umum bahwa Perekonomian Kabupaten Barito Kuala selama beberapa tahun hingga tahun 2012 mengalami kenaikan yang cukup signifikan (estimasi), dibandingkan dengan keadaan pada tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan atau peningkatan beberapa sektor penting.
Tabel 7 : PDRB Kabupaten Barito Kuala Tahun 2005 – 2012 (Jutaan
rupiah) :
TAHUN Berlaku PDRB Konstan BerlakuPDRB Tanpa IBSKonstan
2005 2.792.751,56 2.010.139,44 1.476.843,07 1.085.509,19 2006 2.704.232,71 1.065.722,94 1.726.626,70 1.138.965,93 2007 2.837.032,22 1.811.671,29 1.962.224,37 1.234.750,45 2008 3.033.436,61 1.829.055,09 2.211.322,10 1.315.551,25 2009 3.264.825,84 1.882.482,94 2.472.047,02 1.390.376,33 2010 3.703.131,69 1.954.890,96 2.920.494,93 1.480.928,95 2011* 4.001.118,18 2.054.547,71 3.125.643,04 1.570.522,39 2012** 4.470.721,63 2.172.952,41 3.527.904,94 1.674.657,74 Keterangan : *) Angka Diperbaiki **) Angka Sementara
Sumber : PDRB Kabupaten Barito Kuala 2012, BPS Kab. Barito Kuala Tahun 2013.
Namun kenaikan atas dasar harga konstan tidaklah sebesar atas dasar harga berlaku. Dari angka PDRB atas dasar harga konstan inilah dapat diketahui kenaikan riil atas PDRB. Hal ini menunjukan pengaruh kenaikan harga sangat berperan dalam menentukan nilai PDRB atas dasar harga berlaku di Kabupaten Barito Kuala.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barito Kuala pada tahun ini sebesar 6,61 % terhadap tahun sebelumnya. Angka ini ditunjukan oleh kenaikan PDRB atas dasar harga konstan pada tahun 2012 dibandingkan tahun sebelumnya.
Fakta yang ditunjukan lewat angka pertumbuhan ekonomi ini cukup menggembirakan sekaligus menjanjikan bagi keberlangsungan perbaikan perekonomian Kabupaten Barito Kuala di masa mendatang mengingat merosotnya pertumbuhan ekonomi karena dampak yang cukup besar dari degradasi industry besar di beberapa tahun sebelumnya.
Tabel 8 : Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Barito Kuala Tahun
2005 – 2012 :
TAHUN Dengan IBSPertumbuhan Ekonomi (%)Tanpa IBS
2005 3,32 5,67 2006 10,18 6,22 2007 0,34 5,35 2008 0,96 6,54, 2009* 2,92 5,69 2010* 3,85 6,51 2011* 5,09 6,05 2012** 5,75 6,61 Keterangan : *) Angka Diperbaiki **) Angka Sementara
Sumber : Barito Kuala Dalam Angka 2013 (BPS).
Tabel 9 : Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Barito Kuala Tahun
Menurut Sektor Dari Tahun 2010 – 2012 :
No SEKTOR 2010 TAHUN2011 2012
1 Pertanian 4,68 5,90 6,80 2 Pertambangan dan Penggalian -- 3,55 6,21 3 Industri Pengolahan -3,69 2,12 2,95 4 Listrik dan Air Bersih 7,55 8,28 10,06 5 Bangunan 6,26 6,86 7,03 6 Perdagangan, Hotel, dan Restoran 8,86 2,98 3,49 7 Pengangkutan dan Komunikasi 2,20 5,86 6,56 8 Keuangan, Persewaan, dan jasa
Perusahaan 11,02 11,31 12,47 9 Jasa-jasa 9,20 9,17 8,41
Total PDRB 3,85 5,09 5,75
PDRB Tanpa IBS 6,52 6,05 6,61
Sektor Pertanian mempunyai peranan yang cukup besar terhadap perekonomian di Kabupaten barito Kuala dengan pertumbuhan 6,80 %, dan merupakan pertumbuhan yang cukup besar ditunjukan pada sub sektor tanaman bahan makanan (padi, jagung, palawija, Hortikultura, dan perkebunan kelapa sawit).
Untuk sektor industri pengolahan, sejak adanya regulasi terhadap eksploitasi kayu dan hasil hutan sebagai bahan baku utama mayoritas industri besar di Kabupaten Barito Kuala, pertumbuhan di sektor ini cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Fakta di lapangan hingga tahun ini menunjukan bahwa beberapa perusahaan pengolahan yang berbahan baku utama kayu masih collapse dan tidak berproduksi lagi.
Sektor industri mengalami pertumbuhan Positiv sebesar 2,95 %, sektor Air dan Listrik mengalami pertumbuhan sebesar 10,06 %. Pertumbuhan yang besar juga ditunjukkan oleh sektor bangunan yaitu sebesar 7,03 % yang masih disokong dari pembangunan infrastruktur jalan, perkantoran, kompleks transmigrasi dan perumahan baru di beberapa wilayah Kabupaten Barito Kuala seperti di Kecamatan Cerbon, Rantau Badauh, Mandastana, Jejangkit dan Alalak.
Sektor perdagangan, restoran dan hotel secara agregat tumbuh sebesar 3,49 %, sektor perdagangan merupakan sektor yang dibentuk oleh sektor pertanian, pertambangan penggalian dan sektor industri, dimana barang-barang yang dihasilkan oleh ketiga sektor tersebut merupakan komoditas utama dalam sektor perdagangan, sehingga kinerja sektor perdagangan ini dipengaruhi ketiga sektor di atas. Akan tetepi komoditas yang diperdagangkan di Barito Kuala masih didominasi komoditas dari luar daerah (commodities inflow), hal ini dapat ditangkap dari tidak balalance nya pertumbuhan antara sektor perdagangan, pertanian dan industri pengolahan.
Pertumbuhan positiv terjadi pada sektor pengangkutan dan komunikasi yaitu sebesar 6,56 %, sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan mencatat pertumbuhan sebesar 12,47 %. Sub sektor perbankan mengalami pertumbuhan yang baik, hal ini dikarenakan suku bunga kredit sudah menurun menyesuaikan SBI Rate yang turun.
---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@--- 19
B
B
A
A
B
B
I
I
I
I
K
K
E
E
B
B
I
I
J
J
A
A
K
K
A
A
N
N
P
P
E
E
M
M
E
E
R
R
I
I
N
N
T
T
A
A
H
H
A
A
N
N
D
D
A
A
E
E
R
R
A
A
H
H
Kabupaten Barito Kuala, sesuai letak lokasi, potensi dan hasil-hasil pembangunannya merupakan salah satu kabupaten yang memiliki peran penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di Propinsi Kalimantan Selatan. Pembangunan di Kabupaten Barito Kuala diorientasikan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di dalam wilayah kabupaten dan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan yang memungkinkan memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah lainnya. Peran Kabupaten Barito Kuala, yang selama ini dikenal sebagai penyangga utama kebutuhan pangan di Propinsi Kalimantan Selatan, merupakan titik kait yang sekaligus menjadi titik tolak dalam upaya merangkai kesinambungan serta meningkatkan pembangunan sehingga memberikan hasil kinerja yang lebih baik dan senantiasa lebih baik lagi, bagi kesejahteraan masyarakat. Langkah yang ditempuh adalah melalui upaya sistematik bertahap, yang direncanakan dan dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen, dengan memformulasikan setiap ( in put ) pembangunan, yang mencakup seluruh sumber daya, baik yang berasal sebagai dari dalam maupun dari luar wilayah kabupaten.
Periode Tahun 2012 – 2017 merupakan salah satu tahapan proses pembangunan jangka menengah yang memiliki spesifikasi perlakuan pembangunan, dengan jangkauan proyeksi berupa hasil kinerja tertentu. Oleh sebab itu dalam tahapan proses pembangunan diperlukan acuan yang membingkai setiap rincian langkah tahapan, yang menjamin ketepatan arah proses pembangunan. Dalam hal ini, visi dan misi pemerintah daerah merupakan piranti utama, yang memungkinkan menjadi acuan, pedoman ataupun sebagai dasar pijak dalam berpola pikir serta berpola sikap (perilaku) bagi setiap pemangku kepentingan pembangunan, untuk memproyeksikan perlakuan pembangunan pada perioditas dimaksud. Guna merealisasikan maksud tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala berketetapan merumuskan “Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun
2012 – 2017” yang dituangkan dalam dokumen legal formal agar memiliki
kekuatan mengikat dalam penjabarannya menjadi “Rencana
Pembangungan Jangka Menengah (RPJM) Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2012 – 2017”.
Untuk selanjutnya sebagai dokumen awal perencanaan kegiatan pembangunan dan pemerintahan , Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2012 – 2017 diupayakan dapat diketahui, dimengerti, dipahami dan untuk selanjutnya diwujudkan melalui setiap peran masing-masing para pihak pemangku kepentingan, termasuk seluruh masyarakat Kabupaten Barito Kuala sehingga masyarakat yang dicita-citakan sesuai visi dan misi yang ditetapkan, dapat diwujudkan.
A
A.. VVIISSII DDAANN MMIISSII PPEEMMEERRIINNTTAAHH KKAABBUUPPAATTEENN BBAARRIITTOO KKUUAALLAA TTAAHHUUNN
2
---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@--- 20 a. VVIISSII::BBAARRIITTOOKKUUAALLAASSAAMMAARRAASSAA
“ BARITO KUALA, SATU KATA UNTUK MAJU, MANDIRI MEWUJUDKAN RAKYAT BERDAYA SAING YANG SEJAHTERA “
b. MMIISSII::SSAAMMAARRAASSAA 1
1.. SSAA SATU SINERGITAS USAHA BERDA-YA SAING YANG DITUMBUHKEM-BANGKAN MELALUI PENINGKAT-AN AKTIFITAS PEREKONOMI-AN BERBASIS PERTANIAN INOVATIF.
2
2.. MMAA MASYARAKAT CERDAS, SEHAT DAN BERTAQWA YANG DIWU-JUDKAN DENGAN PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MA-NUSIA.
3
3.. RRAA RASA AMAN DAN ADIL YANG DIPENUHI DENGAN PENYELENG-GARAAN TATA PEMERINTAHAN DAN PENCIPTAAN TATA KEHIDU-PAN SOSIAL YANG BAIK.
4
4.. SSAA SARANA DAN PRASARANA WI-LAYAH YANG DITINGKATAN ME-LALUI PERBAIKKAN KUALITAS DAN KUANTITAS PEMBANGUNAN-NYA.
c. KATA-KATA KUNCI
1. SATU KATA
a. Dapat diartikan sebagai “Selidah” atau “Ije jela”
b. “Satu Kata” dimaknai sebagai kebulatan tekad pemimpin dan masyarakat Kabupaten Barito Kuala untuk melakukan usaha bersama, semaksimal mungkin guna mewujudkan tujuan pembangunan sesuai visi yang telah ditetapkan.
2. MAJU
a. Maju adalah usaha sebagai dinamika masyarakat yang senantiasa menunjukkan semangat, gairah yang selanjutnya menjadi ”budaya” dalam mewujudkan hidup dan kehidupan yang lebih baik.
b. Maju dapat diartikan sebagai suatu kondisi kehidupan masyarakat, yang pada titik tataran tertentu menjadi “lebih
baik” dari pada kondisi sebelumnya atau menjadi “lebih baik”
jika dibandingkan dengan kehidupan masyarakat di wilayah lainnya.
---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@--- 21 c. DDeennggaann ddeemmiikkiiaann ““mmaajjuu”” aaddaallaahh ““uussaahhaa”” PPeemmeerriinnttaahh K Kaabbuuppaatteenn BBaarriittoo KKuuaallaa;; ““kkoonnddiissiioonnaall”” mmaassyyaarraakkaatt ppaaddaa k kuurruunn wwaakkttuu tteerrtteennttuu ddaann ““ssiikkaapp ppeerriillaakkuu”” yyaanngg mmeennjjaaddii “ “bbuuddaayyaa””mmaassyyaarraakkaattKKaabbuuppaatteennBBaarriittooKKuuaallaa..
d. SSaallaahhssaattuu““iinnddiikkaattoorrmmaajjuu””aaddaallaah tingginya intensitas usahah masyarakat yang memungkinkan meningkatknya pendapatan masyarakat dan derajat hidup masyarakat yang berubah menjadi lebih baik.
3. MANDIRI a. MMaannddiirrii sseeccaarraa hhaarraaffiiaahh ddiimmaakknnaaii sseebbaaggaaii ““ttiiddaakk t teerrggaannttuunngg””ddeennggaannffiihhaakkllaaiinn.. b. DDaallaamm kkoonntteekkss ppeemmbbaanngguunnaann ddii KKaabbuuppaatteenn BBaarriittoo KKuuaallaa,, “ “mmaannddiirrii”” ddiiaarrttiikkaann bbaahhwwaa mmaassyyaarraakkaatt mmeemmiilliikkii “ “kkeebbeerrddaayyaaaann”” yyaaiittuu kkoonnddiissiioonnaall mmaassyyaarraakkaatt yyaanngg mmeennyyaaddaarrii k keemmaammppuuaannnnyyaa ddaann sseellaannjjuuttnnyyaa mmaammppuu ““mmeemmaannffaaaattkkaann”” d daann““mmeenniinnggkkaattkkaann””kkeemmaammppuuaanntteerrsseebbuutt.. c. DDeennggaann kkeebbeerrddaayyaaaannnnyyaa,, ddiihhaarraappkkaann mmaassyyaarraakkaatt ddaappaatt m meellaakkuuaann pprroosseess ppeemmbbaanngguunnaann yyaanngg lleebbiihh mmeemmbbeerriikkaann hhaassiill y yaannggddaappaattmmeenniinnggkkaattkkaannkkeesseejjaahhtteerraaaannhhiidduuppnnyyaa.. d. MMaannddiirrii aaddaallaahh ““kkoonnddiissiioonnaall”” mmaassyyaarraakkaatt ddaann ““ssiikkaapp p peerriillaakkuu”” yyaanngg jjuuggaa mmeennjjaaddii ““bbuuddaayyaa”” mmaassyyaarraakkaatt K KaabbuuppaatteennBBaarriittooKKuuaallaa.. e. DDaarrii ssiissii PPeemmeerriinnttaahh KKaabbuuppaatteenn BBaarriittoo KKuuaallaa ““mmaannddiirrii”” m meerruuppaakkaann ““kkoonnddiissiioonnaallmmaassyyaarraakkaatt”” yyaanngghhaarruuss ddiiffaassiilliittaassii u unnttuukksseennaannttiiaassaa ddiiwwuujjuuddkkaann..
f. Dengan demikian “mandiri” merupakan kondisional masyarakat yang tercipta akibat adanya perlakuan dan kebijakan pembangunan, yang diindikasikan antara lain adanya peningkatan usaha masyarakat, terbukanya kesempatan kerja, di sektor primer maupun sekunder pada berbagai bidang pembangunan.
4. BERDAYA SAING
a. Berdaya saing dimaknai sebagai suatu “kemampuan lebih” yang dimiliki masyarakat jika dibandingkan dengan kemampuan masyarakat lainnya. Hal ini disebut “keunggulan
---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@--- 22 komparatif”.
b. Berdaya saing juga dimaknai sebagai suatu “kemampuan
paling lebih” yang dimiliki masyarakat jika dibandingkan
dengan kemampuan masyarakat lainnya. Hal ini disebut “keunggulan kompetitif”.
c. Daya saing masyarakat dapat diwujudkan melalui proses pembangunan di berbagai bidang, memanfaatkan potensi daerah sehingga ada keunggulan. Keunggulan dimaksud adalah kemampuan masyarakat itu sendiri, keunggulan akan hasil-hasil pembangunan, termasuk keunggulan komoditas yang dihasilkan di Kabupaten Barito Kuala.
d. Daya saing, jika dikaitkan dengan “kemampuan” masyarakat adalah kualitas kemampuan masyarakat yang “lebih baik”, untuk mampu menye-diakan kebutuhan-kebutuhan hidupnya. e. Daya saing, jika dikaitkan dengan “komoditas” maka dapat
diartikan sebagai “keuntungan” optimal yang dihasilkan dari suatu proses usaha (budi daya), dalam rangka memperoleh “nilai tambah”.
5. SEJAHTERA
a. Sejahtera adalah kondisional “yang baik” untuk individu dan masyarakat yang bersifat “relatif”.
b. Sejahtera diindikasikan oleh “multi” indikator dan selalu bergerak menuju kondisional “lebih” sehingga sejahtera tidak pernah dicapai atau hanya didekati.
c. Namun demikian “sejahtera” merupakan situa-sional dan kondisional yang selalu harus dikejar untuk diwujudkan.
---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@--- 23 d d.. SSAASSAARRAANNSSTTRRAATTEEGGIISS ALUR PROYEKSI BARITO KUALA SATU KATA UNTUK MAJU MANDIRI MEWUJUDKAN RAKYAT BERDAYA SAING YANG SEJAHTERA SASARAN STRATEGIS NO.1 NO.2 NO.3 NO.4 NO.5 NO.6 NO.7 NO.8 SASARAN URUSAN WAJIB DAN SASARAN URUSAN PILIHAN PROGRAM DAN KEGIATAN TERPILIH
SATU SINERGITAS USAHA BERDAYA SAING YANG DI-TUMBUHKEMBANGAN MELA-LUI PENINGKATAN AKTIFI-TAS PEREKONOMIAN BERBA-SIS PERTANIAN INOVATIF. MASYARAKAT CERDAS, SE-HAT DAN BERTAQWA YANG DIWUJUDKAN DENGAN PE-NINGKATAN KUALITAS SUM-BER DAYA MANUSIA. RASA AMAN DAN ADIL YANG DIPENUHI DENGAN PENYE-LENGGARAAN TATA PEME-RINTAHAN DAN PENCIPTA-AN TATA KEHIDUPPENCIPTA-AN SOSI-AL YANG BAIK.
SARANA DAN PRASARANA WILAYAH YANG DITINGKAT-KAN MELALUI PERBAIKDITINGKAT-KAN KUALITAS DAN KUANTITAS PEMBANGUNANNYA.
VISI MISI STRATEGISSASARAN PROGRAMDAN
KEGIATAN
e. SASARAN STRATEGIS, YANG DIPROYEKSI-KAN PER “MISI” PEMBANGUNAN TAHUN 2012 – 2017.
SATU SINERGITAS USAHA BERDAYA SAING YANG
DITUM-BUHKEMBANGKAN MELALUI PENINGKATAN AKTIFITAS PER-EKONOMIAN BERBASIS PERTANIAN INOVATIF.
1. SASARAN STRATEGIS 1.
Terwujudnya peningkatan intensitas kegiatan perekonomian masyarakat yang semakin berdaya saing, yang diindikasikan bertambahnya jumlah serta jenis usaha, posisi tawar produk dan mandirinya lembaga usaha masyarakat, yang mendukung pendapatannya.
---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@--- 24 2. SASARAN STRATEGIS 2.
Terwujudnya peningkatan usaha masyarakat di bidang pertanian inovatif yang semakin ke hilir yang diindikasikan bertambahnya luas lahan usaha, ragam diversifikasi, produksi, produktifitas, posisi tawar komoditas yang bernilai tambah, yang mendukung kemampuan berketahanan pangan.
MASYARAKAT CERDAS, SEHAT DAN BERTAQWA YANG DIWUJUDKAN
DENGAN PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA.
3. SASARAN STRATEGIS 3.
Terwujudnya penyelenggaraan pendidikan bagi masyarakat yang profesional, terjangkau, merata dan berkualitas yang diindikasikan semakin beriman, bertaqwa dan unggulnya kompetensi masyarakat sehingga mampu bersaing dan memiliki semangat untuk berubah lebih baik.
4. SASARAN STRATEGIS 4.
Terwujudnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mudah, murah, merata serta memadai yang diindikasikan semakin mampu, berdaya dan mandirinya masyarakat dalam berpola hidup bersih dan sehat.
RASA AMAN DAN ADIL YANG DIPENUHI DENGAN PENYE-LENGGARAAN
TATA PEMERINTAHAN DAN PENCIPTAAN TATA KEHIDUPAN SOSIAL YANG BAIK.
5. SASARAN STRATEGIS 5.
Terwujudnya penyelenggaraan kepemerintahan dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, yang diindikasikan semakin dapat dipenuhinya pelayanan prima kepada masyarakat, yang mendukung kepuasan, rasa aman dan adil.
6. SASARAN STRATEGIS 6.
Terwujudnya pemenuhan hak sosial masyarakat berupa jaminan, pelayanan, kesempatan dan perlindungan yang diindikasikan semakin baiknya martabat masyarakat, dengan memiliki kebanggaan dan keberdayaan sehingga mampu mendukung terbentuknya rasa cinta tanah air serta hidup dalam lingkungan keluarga bahagia.
SARANA DAN PRASARANA WILAYAH YANG DITINGKATKAN MELALUI
PERBAIKKAN KUALITAS DAN KUANTITAS PEM-BANGUNANNYA.
---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@--- 25 Terwujudnya kemudahan mobilitas dalam beraktifitas usaha dan kegiatan lainnya yang diindikasikan semakin terpenuhi dan tersedianya sarana dan prasarana wilayah yang mencukupi, berupa jalan dan jembatan, yang menghubungkan sentra usaha masyarakat di perdesaan dan perkotaan.
8. SASARAN STRATEGIS 8.
Terwujudnya peningkatan kualitas permukiman dan lingkungan masyarakat yang sehat dan nyaman, yang diindikasikan semakin terpenuhinya kebutuhan air bersih, sanitasi, jalan permukiman, perumahan beserta ruang lingkungan yang mendukungnya.
SAMARASA adalah satu “pola sikap (perilaku)” ataupun sebagai basic “pola pikir” sebagai tuntunan pemenuhan tuntutan pelayanan dalam pembangunan di Kabupaten Barito Kuala, baik saat ini maupun unutk paling tidak 5 (lima) tahun yang akan datang. SAMARASA sebagai pola sikap perilaku sangat menempatkan para pemimpin dan aparatur pemerintah di Kabupaten Barito Kuala benar-benar sebagai pelayan masyarakat. Melayani tuntutan masyarakat, melayani kebutuhan masyarakat, melayani agar masyarakat dapat mengedepankan keberdayaan yang pada dasarnya sudah dimilikinya, agar taraf hidupnya menjadi semakin sejahtera. Dengan perilaku seperti ini maka para pemimpin dan aparatur pemerintah TIDAK harus dilayani (“pangreh praja”) namun justru sebaliknya para pemimpin dan aparatur pemerintah HARUS melayani masyarakat (“pamong praja”) dengan seluruh hak dan kewajibannya.
SAMARASA sebagai suatu pola pikir menempatkan seluruh kegiatan pemerintahan serta perlakuan program dan kegiatan pembangunan senantiasa diproyeksikan untuk kepentingan masyarakat. Perlakuan pembangunan adalah pembangunan masyarakat itu sendiri, yang ditempatkan pada posisi sebagai perwujudkan kepentingan umum yang luas. Dalam hal ini pembangunan TIDAK diperuntukkan bagi golongan masyarakat dan kelompok tertentu atau pembangunan hanya untuk kepentingan pemimpin atau aparatur belaka. SAMARASA menempatkan kepentingan masyarakat pada prioritas pertama dan utama dalam pembangunan di Kabupaten Barito Kuala. SAMARASA menempatkan masyarakat sebagai obyek dan sekaligus subyek pembangunan.
B. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN DAERAH (Sesuai RPJMD)
Perekonomian daerah pada tahun 2013 dirasakan terus membaik dan semakin kondusif karena didukung oleh semakin berkembangnya investasi baik pada sektor pertanian dalam arti luas baik pertanian bahan pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan. Disamping itu pertumbuhan sektor industri kecil dan menengah di Kabupaten Barito Kuala diharapkan mampu mendongkrak peningkatan PDRB per kapita penduduk.
---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@--- 26 Berdasarkan analisis terhadap indikator makro ekonomi Barito Kuala dengan memperhatikan kondisi ekonomi nasional dan global, kebijakan pembangunan ekonomi di Kabupaten Barito Kuala diprioritaskan kepada beberapa sektor yang dominan memberikan kontribusi terhadap PDRB dan memiliki berprospek yang baik untuk dikembangkan. Sektor pertaian sebagai sektor primer menjadi andalan bagi pertumbuhan ekonomi mendatang disamping sektor potensial lainnya seperti indistri dan pengolahan dan jasa.
1) Sektor pertanian : Dengan tantangan perubahan iklim yang semakin tidak menentu menyebabkan penurunan produksi pada beberapa komoditas pertanian Kabupaten Barito Kuala serta timbulnya hama-hama penyakit yang menyerang tanaman pertanian. Menghadapi tantangan tersebut, maka arah pembangunan pertanian perlu lebih ditekankan kepada peningkatan intensifikasi terutama proteksi tanaman dan hewan, peningkatan kapasitas penyediaan bibit/benih unggul bersertifikat, peningkatan diversifikasi usaha, pengolahan hasil dan peningkatan nilai tambah di tingkat petani yang didukung oleh fasilitasi pemasaran produk dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian pangan. Usaha budidaya ternak khususnya peternakan sapi bali dengan sentra pengembangannya di Kecamatan Wanaraya dan Barambai akan dipertahankan dan dikembangkan sebagai usaha diversifikasi usaha masyarakat untuk menghasilkan ternak yang berkualitas baik untuk konsumsi maupun pembibitan guna memenuhi kebutuhan lokal Barito Kuala dan daerah sekitar. Potensi perikanan budidaya yang saat ini mulai berkembang baik di kolam, karamba/KJA dan tambak akan dijadikan usaha lainnya yang dapat memberikan dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku utama dan keluarganya.
2) Sektor Industri Pengolahan : Kolaps-nya beberapa industri besar dan sedang di Kabupaten Barito Kuala menuntut terus ditumbuh kembangkannya industri kecil berbasis bahan baku lokal dengan perluasan produk olahan terutama produk agroindustri melalui pendekatan peningkatan rantai nilai dari hulu sampai hilir.
3) Sektor Listrik dan Air Bersih : Optimalisasi pemanfaatan energi listrik bagi masyarakat akan terus diupayakan untuk ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya. Jumlah penduduk yang mendapatkan pelayanan listrik akan ditingkatkan sehingga pada saatnya nanti seluruh rumah tangga di Kabupaten Barito Kuala akan mendapatkan pelayanan listrik secara memadai. Pelayanan air bersih oleh PDAM Marabahan juga akan terus ditingkatkan. Jumlah rumah tangga yang mendapatkan pelayanan air bersih di beberapa kecamatan yang saat ini sudah dan belum memiliki instalasi pelayanan air bersih tetap menjadi prioritas untuk pengembangan sektor listrik dan air bersih di Kabupaten Barito Kuala. Upaya tersrebut diperlukan guna mewujudkan kemandirian energi dan mendukung berkembangnya perekonomian lokal Barito Kuala dengan berbasis kepada potensi lokal.
---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@--- 27 Rencana utama penguatan sektor pertanian adalah penambahan kegiatan ekonomi produktif di sektor pertanian atau perdesaan termasuk perluasan produk agroindustri dalam rangka peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani khususnya dan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat pada umumnya yang sekaligus terus ditingkatkan usaha untuk konservasi lingkungan.
Pembangunan ekonomi Kabupaten Barito Kuala perlu didukung oleh peningkatan daya saing industri manufaktur, peningkatan investasi, meningkatkan ketersediaan infrastruktur yang memadai baik jalan, irigasi, listrik, dan pusat pemasaran secara bertahap. Disamping itu diperlukan perluasan akses pasar bagi produk unggulan daerah, peningkatanketerampilan pelaku ekonomi melalui berbagai strata UMKM, industri dan perdagangan, peningkatan kelembagaan (regulasi dan kebijakan yang tepat, fokus dan tepat sasaran, transparan, keberpihakan, koordinasi dan sinergitas, serta peningkatan interpreneurshif sumberdaya manusia melalui lingkage antara dunia bisnis dan dunia edukasi diantaranya melalui pemberdayaan sekolah kejuruan.
Penguatan sektor industri pengolahan diarahkan pada penguatan kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB melalui upaya menumbuhkan kembali sektor industri yang ada dengan melakukan perbaikan iklim usaha, product development, perluasan pasar, aliansi startegi usaha dan pembenahan terhadap hambatan-hambatan untuk memperkuat struktur industri kecil yang saat ini mulai tumbuh.
Dalam kaitannya dengan penguatan kelembagaan, implementasi kebijakan diharapkan mampu memberikan berbagai manfaat terhadap pelaksanaan pembangunan ke depan, antara lain: (i) Mengintegrasikan berbagai kegiatan secara sinergis sehingga tujuan masing-masing kegiatan dapat lebih terlihat kontribusinya terhadap tujuan utama yang ditetapkan dalam setiap program; (ii) output kegiatan dapat lebih diarahkan untuk secara tegas mendukung masing-masing program pembangunan Kabupaten Barito Kuala; (iii) Pelaksanaan pembangunan dapat lebih mendorong kerjasama tim dari SKPD terkait dan antar Bidang di setiap SKPD; (iv) Mengefektifkan fungsi pelayanan yang harus dilakukan oleh setiap SKPD; (v) Mengefisienkan penggunaan anggaran yang relatif terbatas jumlahnya; (vi) Mengefisienkan dan mengefektifkan penggunaan sarana dan prasarana; dan (vii) Memudahkan dan mengefisienkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan.
Untuk operasionalnya arah pembangunan tersebut memerlukan dana yang tidak sedikit, sedangkan ketersediaan pendanaan pada pemerintah relatif terbatas. Sinergitas pendanaan dari berbagai sumber baik dari masyarakat, sektor swasta, maupun pemerintah (daerah dan pusat) memerlukan pengorganisasian yang lebih kuat untuk mencapai hasil pembangunan yang lebih baik.
---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@--- 28 Arah kebijakan ekonomi tersebut diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan, mengurangi jumlah penganguran, serta dapat meningkatkan IPM di Kabupaten Barito Kuala sesuai dengan yang telah ditargetkan sehingga dapat meningkatkan rangking Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Barito Kuala di dalam lingkup Provinsi Kalimantan Selatan.
Beberapa langkah strategi dalam proses memproyeksikan Visi dan Misi sebagai bentuk awal memulai arah perencanaan pembangunan daerah adalah sebagai berikut :
1. Strategi Tahap I, menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang
berkualitas dan mampu berpartisipasi dalam pembangunan yang dilaksanakan sebagai wujud dari upaya pembangunan masyarakat Kabupaten Barito Kuala seutuhnya.
2. Strategi Tahap II, Melakukan Mapping (Pemetaan) terhadap berbagai
permasalahan pembangunan, mulai dari geografis, ekonomi, budaya, dan infrastruktur dengan mengacu pada pengembangan peluang dan kesempatan bekerja dan berusaha bagi masyarakat Kabupaten Barito Kuala.
3. Strategi Tahap III, menyusun desain tata kelola penyelenggaraan
pemerintahan yang baik dan bersih dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN). Menumbuhkan rasa memiliki terhadap kesempatan, peluang, ancaman dan tantangan pembangunan menuju peningkatan kemampuan pembangunan yang bertumpu pada kesadaran akan tanggungjawab dan tugas sebagai khalifah di muka bumi.
Penjelasan lain dari Kebijakan Umum Pemerintah Kabupaten Barito Kuala pada hakikatnya merupakan penjabaran dari suatu manajemen (proses) kemana dan akan sampai sejauh mana arah pembangunan daerah dan masyarakat Kabupaten Barito Kuala nantinya akan di bawa. Arah pembangunan itu juga nantinya akan terakumulasi ke dalam apa yang dimaksud Sasaran Pembangunan.
Kemudian Kebijakan Umum Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dapat dikelompokkan ke dalam beberapa rumusan Agenda Pembangunan Daerah yaitu sebagai berikut :
1. AGENDA I, Mewujudkan percepatan pembangunan ekonomi, infrastruktur perdesaan dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi kawasan terpilih secara komprehensif dan terpadu sehingga menjadi kabupaten yang maju dan mandiri.
2. AGENDA II, Mewujudkan revitalisasi pertanian, sarana, dan
prasarana pendidikan, kesehatan yang berkualitas, kehidupan umat beragama, koperasi, iklim dunia usaha yang kondusif dan kompetitif untuk menyerap lapangan kerja baru guna mengatasi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan.
3. AGENDA III, Membangun sistem pemerintahan yang kuat, menjunjung tinggi supremasi hukum, maju, modern, bersih dan berwibawa sesuai dengan prinsip-prinsip penyelenggaraan otonomi daerah.
---raih wtp (wajar tanpa pengecualian)---@@@--- 29 Tiga Agenda pembangunan daerah di atas secara konseptual dan berjenjang politik, diharapkan nantinya dapat melahirkan perumusan, implementasi, dan realisasi arah kebijakan program dan kegiatan pembangunan pada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup pemerintahan Kabupaten Barito Kuala.
Tataran berikutnya dari arah pembangunan yang ingin di capai itu akan diakumulasikan sebagai sasaran pembangunan. Dan sasaran pembangunan itu di mulai dari jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang yang tentu mengacu kepada arah pembangunan.
Garis besar sasaran pembangunan yang akan diimplementasikan yaitu :
1. Terwujudnya peningkatan intensitas aktifitas perekonomian masyarakat yang diindikasikan oleh bertambahnya sentra – sentra usaha masyarakat.
2. Terwujudnya kemudahan mobilitas usaha bagi masyarakat yang diindikasikan oleh tersedianya prasarana usaha, jaringan jalan dan jembatan yang menghubungkan sentra ekonomi dan wilayah perdesaan dengan perkotaan.
3. Terwujudnya peningkatan kualitas permukiman masyarakat yang diindikasikan oleh semakin lengkapnya penyediaan sarana dan prasarana lingkungan pemukiman sehat.
4. Terwujudnya peningkatan usaha msyarakat di bidang
pertanian yang ditunjukan oleh bertambah banyaknya komoditas dan luasnya lahan usaha, diversifikasi, produksi dan produktivitas komoditas pertanian.
5. Terwujudnya keberdayaan masyarakat dalam berketahanan pangan yang ditunjukan dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat dan lestarinya kemampuan kabupaten barito kuala sebagai basis penyangga pangan.
6. Terwujudnya penyelenggaraan pendidikan bagi masyarakat yang ditunjukan dengan semakin terjangkaunya dan meratanya akses guna memperoleh pendidikan yang berkualitas.
7. Terwujudnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang diidentifikasi oleh semakin mudah, murah, memadai dan meratanya penyelenggaraan layanan kesehatan, yang mendorong kemandirian kemanpuan masyarakat dalam berpola hidup sehat.
8. Terwujudnya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang diidentifikasikan oleh kompetensinya yang semakin bertaqwa, profesional, unggul dan mampu bersaing serta memiliki semangat untuk senantiasa berubah ke arah yang lebih baik.
9. Terwujudnya kondisi masyarakat yang lebih berdaya dan bermartabat yang ditunjukan oleh kondusifnya iklim usaha dan aktifitas perekonomian masyarakat sehingga tercipta lapangan kerja mandiri dan berdampak semakin berkurangnya jumlah keluarga miskin.