• Tidak ada hasil yang ditemukan

Urusan Kesehatan terdiri dari 5 program, jumlah seluruh kegiatan sebanyak 78 kegiatan, penanggung jawab kegiatan oleh Dinas Kesehatan, RS Jiwa, RS Paru, RSUD Al Ihsan, dan Biro Pelayanan Sosaial Dasar, dengan jumlah dana sebesar Rp. 274.117.893.834 yang terealisasi sebesar Rp. 137.880.856.388 atau 50,30% (data sementara), Kinerja program terendah mencapai 30% untuk Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan (data sementara), dan tertinggi mencapai 90,84% untuk Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular, rincian per program sebagai berikut :

1. Program Upaya kesehatan, jumlah 15 kegiatan, penanggung jawab kegiatan Dinas Kesehatan, RSUD Al Ihsan dan Biro Pelayanan Sosial Dasar, dengan jumlah dana

sebesar Rp, 18.824.310.000 dana yang terealisasi sebesar Rp. 13.455.715.741 atau 71%, terdiri dari 1 kegiatan tidak terealisai atau 0% yaitu untuk Kegiatan Persiapan Pelaksanaan Kegiatan PON XIX Tahun 2016, dan 1 kegiatan terealisasi 51% untuk kegiatan Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dasar, dan 8 kegiatan diatas 90 % salah satu kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi untuk Mendukung Peningkatan Akses Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) mencapai 99,9% dilaksanakan oleh Bagian Kesehatan Biro Pelayanan Sosial Dasar Setda, 1 kegiatan mencapai 100% untuk kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Penanggulangan Kesehatan.

Indikator Kinerja program ini antara lain 1) Meningkatnya perlindungan pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi, anak, dan masyarakat resiko tinggi, Tercapainya indikator Kesehatan Ibu dan Anak dan Lansia tahun 2014, 2) Meningkatnya Komitmen dan kemampuan kab/ kota untuk mencapai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Meningkatnya Keluarga Sadar Gizi, 3) Meningkatnya Penggunaan Obat Rasional, serta Pengedalian dan Pengawasan Peredaran Obat Sesuai dengan Undang–undang di Dinas Kesehatan 27 Kab/Kota, 4) Menjamin setiap orang miskin mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dan atau rujukan spesialistik yang bermutu, Meningkatnya pelayanan komprehensif gangguan mental sesuai standar, 5) Meningkatkan kualitas pelayanan dan pemahaman masyarakat akan kesehatan dasar dan terhadap rujukan spesialistik paru, 6) Meningkatnya Pelayanan terhadap Kesehatan Jiwa, Terbentuknya sistem pelayanan kesehatan jiwa yang terpadu di Jawa Barat (TPKJM).

2. Program Manajemen Pelayanan Kesehatan, jumlah kegiatan sebanyak 22 kegiatan, penangung jawab kegiatan dinas Kesehatan, RS Jiwa, RS Paru, RSUD Al Ihsan dan Biro Pelayanan Sosial Dasar dengan jumlah dana sebesar Rp. 16.814.355.212 dana yang sudah terealisasi sebesar Rp. 12.659.490.342 atau 75%, terdiri dari 1 kegiatan daya penyerapan yang rendah realisasinya sebesar 33% yaitu kegiatan Pembiayaan Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin Jawa Barat, dan ternyata hal itu terjadi bukan adanya permasalah dalam pelayanan namun masyarakat miskin Jawa Barat sudah banyak yang beralih ke BPJS; 9 kegiatan terealisasi diatas 90% salah satunya kegiatannya Koordinasi dan Fasilitasi Penguatan Kelembagaan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dalam rangka Pengendalian HIV & AIDS di Jawa Barat, dilaksanakan oleh Bagian Kesehatan Biro Pelayanan Sosial Dasar Setda; 2 kegiatan terealisasi 100% untuk kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi untuk Mendukung Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Posyandu Terpadu Provinsi Jawa Barat,

dan kegiatan Koordinasi, Fasilitasi TP-UKS Kab/Kota di Jawa Barat, ke duanya dilaksanakan oleh Bagian Kesehatan Biro Pelayanan Sosial Dasar Setda.

Indikator Kinerja program ini antara lain 1) Tersedianya berbagai kebijakan, standar pelayanan kesehatan Provinsi, SPPM Bidang Kesehatan, Pedoman dan Regulasi Kesehatan, 2) Terfasilitasinya Akreditasi Persalinan di 5 Kab/Kota, Meningkatkan kuantitas, kualitas dan fungsi sarana prasarana pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya, Tersedianya puskesmas berfungsi PONED yang optimal dan berkualitas, Optimalisasi Fungsi Puskesmas DTP dalam Pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), 3) Meningkatnya Kualitas dan Kuantitas Sarana dan Prasarana Kesehatan, Meningkatnya kualitas dan kuantitas pelayanan laboratorium, 4) terjadinya sinkronisasi bidang kesehatan, sehingga terwujudnya akuntabilitas, pencapaian kinerja program pembangunan kesehatan yang baik, meningkatnya koordinasi antar OPD Kabupaten/Kota anggota pokjanal posyandu dalam upaya pengintegrasian layanan social dasar di Posyandu, meningkatnya koordinasi antar OPD kabupaten/Kota dan OPD Provinsi dalam pengendalian penyakit tidak menular, 5) Meningkatnya sistem kewaspadaan dini terhadap peningkatan dan penyebaran penyakit akibat situasi global (Glonal Warning),Meningkatnya Peran Provinsi dalam upaya pengendalian, penemuan dan tatalaksana kasus HIV/AIDS, TB, DBD, Malaria, Penyakit Cardio Vasculer (struk,MI), penyakit metabolisme (DM) dan penyakit jiwa, penyakit gimul, penyakit mata dan telinga.

3. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular, jumlah kegiatan sebanyak 7 kegiatan, penanggung jawab kegiatan Dinas Kesehatan,dan Bagian Kesehatan Biro Pelayanan Sosial Dasar dengan jumlah dana sebesar Rp 2.132.000.000 dana yang sudah terealisasi sebesar Rp. 1.936.702.975 atau 91%, terdiri dari 1 kegiatan terealisasi paling rendah yaitu kegiatan Peningkatan Sistem Kewaspadaan Dini Bencana dan Kesehatan Matra, 4 kegiatan terealisasi diatas 90%

salah satu kegiatannya adalah Pencegahan Penyakit-Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) sebesar 98,57%, dan 1 kegiatan terealisasi 100% untuk kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular.

Indikator Kinerja program ini antara lain 1) Meningkatnya Jumlah Desa/Kelurahan yang mencapai target Universal Child Immunization (UCI), Terkendalinya pencemaran lingkungan sesuai dengan standar kesehatan, 2) Meningkatnya peran Provinis Jawa Barat melalui BKKM Provinis Jawa Barat dalam upaya pengendalian dan penemuan

Penyakit Akibat Kerja, dan dalam upaya pengendalian, penemuan dan tatalaksana kasus HIV/AIDS, TB, DBD, Malaria, Penyakit Cardio Vasculer (struk,MI), penyakit metabolisme (DM) dan penyakit jiwa, penyakit gimul, penyakit mata dan telinga, Meningkatnya sistem kewaspadaan dini terhadap peningkatan dan penyebaran penyakit akibat situasi global (Glonal Warning), dan meningkatnya koordinasi antar OPD kabupaten/Kota dan OPD Provinsi dalam pengendalian penyakit tidak menular.

4. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Pelayanan Kesehatan, jumlah kegiatan sebanyak 23 kegiatan, penanggung jawab kegiatan Dinas Kesehatan, RS Jiwa dan RSUD AlIhsan, dengan jumlah dana sebesar Rp.166.048.069.600 dana yang sudah terealisasi sebesar Rp. 48.987.155.592 atau 30%, terdiri dari 1 kegiatan daya serapnya paling rendah yaitu kegiatan Pengadaan pengembangan Sarana Dan Prasarana Rekam Medik RSUD Al Ihsan, dan 9 kegiatan terealisasi diatas 90% salah satunya adalah kegiatan Membangun Instalasi Pengolah Air Bersih yang dilaksanakan oleh RS Jiwa, serta 1 kegiatan yang terealisasi 100% yaitu kegiatan Peningkatan Kuantitas, Kualitas dan Fungsi sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dilaksanakan oleh RSUD Al Ihsan, dalam bentuk pengadaan obat, bahan dan alkes habis pakai, service cost darah, gas medis, bahan makanan basah dan kering untuk pasien.

Indikatior Kinerja program ini antara lain 1) Peningkatan Sarana dan Prasarana BKPM, BAPELKES Dinas Kesehatan dan UPT Kesehatan, Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana dalam pelayanan kesehatan kerja, Tersedianya Gedung Perawatan Anak Remaja, Terwujudnya Bangunan Fisik Konstruksi Gedung Maskin Lantai 3 (Tiga) (Pengembangan) di RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat, 2) Meningkatnya pelayanan penunjang terhadap pasien rawat inap dan rawat jalan secara berkesinambungan, Meningkatnya Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat, Meningkatnya Kualitas Dan Pelayanan Pasien Pada Pelayanan SIM Rumah Sakit, 3) Tersedianya pengadaan alat–alat kedokteran sebagai peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Al Ihsan, 4) Terpenuhinya asupan gizi yang memadai untuk pasien dan petugas yang dinas di unit beresiko shift malam, konselor napza, hari raya, bulan puasa, di rumah sakit.

5. Program Sumber Daya Kesehatan, jumlah kegiatan sebanyak 11 kegiatan, penanggung jawab Dinas Kesehatan, RS Paru, RS Jiwa dan RSUD Al Ihsan dengan jumlah dana sebesar Rp 70.299.159.022 dana yang sudah terealisasi sebesar Rp.

60.841.791.738 atau 87%, terdiri dari 1 kegiatan daya serapnya paling rendah adalah kegiatan Ketersediaan, Pemerataan Keterjangkauan dan Mutu Sediaan Farmasi, Kosalkes dan Mamin sebesar 48% dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, dan 5 kegiatan terealisasi diatas 90 % salah satu kegiatannya Peningkatan Mutu Kesehatan sebesar 97% yang dilaksanakan oleh RS Jiwa.

Indikator Kinerja program ini antara lain 1) Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Meningkatnya jumlah, jenis dan penyebaran tenaga kesehatan termasuk SDM Kesehatan (Meliputi Dokter/Dokter Gigi, Bidan, Perawat dan Tenaga kesehatan lainnya), Meningkatnya profesionalisme SDM Kesehatan dan Non Kesehatan RS. Jiwa Provinsi Jawa Barat, Rumah Sakit Paru Provinsi Jawa Barat, dan RSUD Al Ihsan, 2) Terlaksananya Pengadaan Obat Buffer Stok, 3) Meningkatnya Kualitas pelayanan Rumah Sakit terhadap Masyarakat, Terlayaninya tindakan pelayanan penunjang dignostik medik, Tersedianya Makanan dan Minuman Pasien dan makanan dan minuman penambah daya tahan tubuh pegawai, 4) Peningkatan kualitas Sarana dan Prasarana