• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arah kebijakan strategis urusan tata ruang adalah : pengaturan melalui mewujudkan dokumen regulasi Rencana Tata Ruang Keistime-waan menjadi produk hukum yang mengikat, pembinaan melalui mewujudkan koordinasi yg ma-sif antar SKPD dan antar level pemerintahan serta mewujud-kan SDM yang siap untuk melaksanakan dan mewujudkan Tata Ruang Keistimewaan, pelaksanaan dengan membuat dan melengkapi perencanaan tata ruang seluruh ruang keistimewaan dan memperkuat pengendalian tata ruang pada seluruh ruang keistimewaan, pengawasan dengan mewujudkan pengawasan pelak-sanaan dan perwujudan tata ruang keistimewaan secara keseluruhan.

Gambar 1.3 Arah kebijakan Strategis Urusan Tata Ruang

Tujuan pengaturan Tata Ruang Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten untuk:

pengembangan kebudayaan; b. kepentingan sosial; dan c. kesejahteraan masyarakat, serta kelestarian lingkungan dan dipergunakan untuk membangun harmonisasi dengan Satuan Ruang lainnya.

Satuan Ruang Strategis Kasultanan terdiri atas:

a. Satuan Ruang Strategis Kasultanan pada Tanah Keprabon, mencakup antara lain:

a. Karaton; b. Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri; c. Sumbu Filosofi dari Tugu Pal Putih sampai dengan Panggung Krapyak; d. Masjid dan Makam Raja Mataram di Kotagede; e. Masjid Pathok Nagoro; f. Gunung Merapi; dan g. Pantai Samas – Parangtritis.

b. Satuan Ruang Strategis Kasultanan pada Tanah Bukan Keprabon, mencakup antara lain: a. Kerto – Pleret; b. Kotabaru; c. Candi Prambanan – Candi Ijo; d.

Sokoliman; e. Perbukitan Menoreh; f. Karst Gunungsewu; dan Pantai Selatan Gunungkidul.

Satuan Ruang Strategis Karaton berfungsi sebagai pusat sistem spasial dari aspek spiritual dan budaya.

Satuan Ruang Strategis Kadipaten terdiri atas: a. Satuan Ruang Strategis pada Tanah Keprabon; dan b. Satuan Ruang Strategis pada Tanah Bukan Keprabon. Satuan Ruang Strategis Kadipaten diusulkan oleh Kadipaten kepada Pemerintah Daerah. Satuan

Ruang Strategis Kadipaten pada Tanah Keprabon antara lain: Puro Pakualaman; dan Makam Girigondo. (4) Satuan Ruang Strategis Kadipaten pada Tanah Bukan Keprabon antara lain: a. pusat Kota Wates; dan b. Pantai Selatan Kulon Progo.

Ruang lingkup pengaturan Peraturan Daerah Istimewa ini meliputi:

a) kebijakan dan strategi mewujudkan Tata Ruang Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten;

b) arahan Struktur Ruang dan Pola Ruang;

c) arahan Tata Ruang pada Satuan Ruang Strategis Kasultanan dan Kadipaten;

d) arahan Tata Ruang pada Satuan Ruang bukan Strategis Kasultanan dan Kadipaten;

e) pelaksanaan Penataan Ruang;

f) pengendalian pemanfaatan Ruang;

g) pengawasan Penataan Ruang;

h) peran Pemerintah Daerah;

i) peran masyarakat;

j) pengelolaan Kawasan;

k) pendanaan; dan l) sanksi.

Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan tata ruang yang dilaksanakan oleh Kasultanan terdiri atas:

a. penyusunan kerangka umum kebijakan tata ruang tanah Kasultanan;

b. pengusulan satuan ruang tanah Kasultanan untuk menjadi satuan ruang strategis;

c. pemanfaatan ruang pada satuan ruang tanah Kasultanan;

d. pengendalian pemanfaatan ruang tanah Kasultanan;

e. penyusunan regulasi penataan ruang pada satuan ruang tanah Kasultanan; dan f. penanganan sengketa atas pemanfaatan ruang tanah Kasultanan.

Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan tata ruang yang dilaksanakan oleh Kadipaten terdiri atas:

a. penyusunan kerangka umum kebijakan tata ruang tanah Kadipaten;

b. pengusulan satuan ruang tanah Kadipaten untuk menjadi satuan ruang strategis;

c. pemanfaatan ruang pada satuan ruang tanah Kadipaten;

d. pengendalian pemanfaatan ruang tanah Kadipaten;

e. penyusunan regulasi penataan ruang pada satuan ruang tanah Kadipaten; dan f. penanganan sengketa atas pemanfaatan ruang tanah Kadipaten.

Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan tata ruang yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah DIY terdiri atas:

a. penyusunan rencana rinci tata ruang pada satuan ruang strategis Kasultanan dan satuan ruang strategis Kadipaten;

b. penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan pada satuan ruang strategis Kasultanan dan satuan ruang strategis Kadipaten;

c. penyusunan rencana induk pada satuan ruang strategis Kasultanan dan satuan ruang strategis Kadipaten;

d. pendanaan dalam rangka pemanfaatan ruang pada satuan ruang tanah Kasultanan atau tanah Kadipaten;

e. pemanfaatan ruang pada satuan ruang strategis;

f. pendanaan penanganan sengketa atas pemanfaatan ruang tanah Kasultanan atau tanah Kadipaten;

g. penyiapan bahan pertimbangan teknis izin pemanfaatan ruang;

h. pengendalian pemanfaatan ruang pada satuan ruang strategis;

i. pengawasan terhadap penyelenggaraan penataan ruang pada satuan ruang strategis; dan

j. penyusunan regulasi pengelolaan pemanfaatan ruang pada satuan ruang strategis.

Urusan Keistimewaan tata ruang yang dapat ditugaskan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota terdiri atas:

a. penyusunan rencana rinci tata ruang pada satuan ruang strategis Kasultanan dan satuan ruang strategis Kadipaten;

b. penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan pada satuan ruang strategis Kasultanan dan satuan ruang strategis Kadipaten;

c. penyusunan rencana induk pada satuan ruang strategis Kasultanan dan satuan ruang strategis Kadipaten;

d. penyiapan bahan pertimbangan teknis izin pemanfaatan ruang;

e. pemanfaatan ruang pada satuan ruang strategis;

f. pengendalian pemanfaatan ruang pada satuan ruang strategis.

Urusan Keistimewaan tata ruang yang dapat ditugaskan kepada Pemerintah Desa terdiri atas:

a. penyebarluasan informasi rencana tata ruang pada satuan ruang strategis;

b. membantu pemantauan pemanfaatan ruang sesuai izin pada satuan ruang strategis;

c. melaporkan ketidaksesuaian pemanfaatan ruang pada satuan ruang strategis;

d. pengelolaan pemanfaatan ruang pada satuanruang strategis.

Dana Keistimewaan tidak boleh dipergunakan untuk:

a. pembayaran gaji dan tunjangan lainnya;

b. program pelayanan administrasi perkantoran;

c. program peningkatan sarana prasarana aparatur;

d. program peningkatan disiplin aparatur;

e. program fasilitasi pindah/purna tugas Pegawai Negeri Sipil;

f. program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur; dan

g. program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan.

Penataan Ruang Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan satuan-satuan Ruang lain yang memiliki nilai keistimewaan dalam satu Kawasan.

Gambar 1.4 18 Satuan Ruang Strategis Keistimewaan

PROGRAM DAN KEGIATAN KEISTIMEWAAN

Kode dan Nomenklatur program, kegiatan dan sub kegiatan haruslah selaras antara yang ada di Berita Acara, Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), Kerangka Acuan Kegiatan (KAK), Rencana Kerja Pemerintah Daerah, SIPD, Kepmendagri Nomor 050-3708 Tahun 2020 tentang Hasil Verifikasi, Validasi, dan Inventarisasi Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Daerah yang sudah ditata kembali dengan Kepmendagri Nomor 050-5889 Tahun 2021 tentang Hasil Verifikasi, Validasi, dan Inventarisasi Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Daerah Apabila ternyata yang ada di Kepmendagri tidak terakomodir di dalam SIPD, maka dicarikan nomenklatur yang senyampang, sesuai dengan output kegiatan. Pemilihan program dan kegiatan disesuaikan dengan output yang akan dihasilkan, tugas pokok fungsi OPD. Program, kegiatan dan sub kegiatan BKK Kalurahan disesuaikan program, kegiatan dan sub kegiatan yang ada di OPD yang mengelola program strategis.

2.1 URUSAN TATA CARA PENGISIAN JABATAN, KEDUDUKAN, TUGAS, DAN WEWENANG GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR

VISI JANGKA MENENGAH DIY

Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia Jogja MISI JANGKA

MENENGAH DIY

Mewujudkan Tata Pemerintahan yang Demokratis SASARAN

PEMDA

Meningkatnya Kapasitas Pengelolaan Keistimewaan

PROGRAM PENYELENGGARAAN KEISTIMEWAAN URUSAN TATA CARA PENGISIAN JABATAN KEDUDUKAN, TUGAS, DAN WEWENANG GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DIY

KEGIATAN Tata Cara Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY SUB KEGIATAN:

4 01 11 1.10 01 Koordinasi Pemberhentian, Penetapan dan Pengesahan Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY 4 01 11 1.10 02 Penyelenggaraan Penetapan dan Pengusulan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY

4 01 11 1.10 03 Penyelenggaraan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY

4 01 11 1.10 04 Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY

4.01.11 PROGRAM PENYELENGGARAAN KEISTIMEWAAN URUSAN TATA CARA

PENGISIAN JABATAN KEDUDUKAN, TUGAS, DAN WEWENANG GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DIY

4.01.11.1.01 Tata Cara Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY

4.01.11.1.01.01 Koordinasi Pemberhentian, Penetapan dan Pengesahan Jabatan

Gubernur dan Wakil Gubernur DIY

4.01.11.1.01.02 Penyelenggaraan Penetapan dan Pengusulan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY

4.01.11.1.01.03 Penyelenggaraan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY

4.01.11.1.01.04 Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY

2.2 URUSAN KELEMBAGAAN VISI JANGKA

MENENGAH DIY

Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia Jogja MISI JANGKA

MENENGAH DIY

Mewujudkan Tata Pemerintahan yang Demokratis SASARAN

PEMDA

Terwujudnya pelaksanaan Urusan Kelembagaan sesuai dengan perdais kelembagaan

PROGRAM, KEGIATAN, DAN SUB KEGIATAN SIPD 2022

4 UNSUR PENDUKUNG URUSAN PEMERINTAHAN 4.01 SEKRETARIAT DAERAH

4.01.10 PROGRAM PENYELENGGARAAN KEISTIMEWAAN URUSAN KELEMBAGAAN DAN KETATALAKSANAAN

4.01.10.1.01 Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan Urusan Kaistimewan 4.01.10.1.01.01 Perumusan Kebijakan Kelembagaan Perangkat Daerah

4.01.10.1.01.02 Perumusan Kebijakan Hubungan Kerja Perangkat Daerah DIY dan Pemerintah Asli

4.01.10.5.01.02 Perumusan Kebijakan Hubungan Kerja Perangkat Daerah DIY dan Kelembagaan Asli

4.01.10.1.01.03 Penataan Bentuk Kelembagaan Asli DIY

4.01.10.1.01.04 Penataan Bentuk Kelembagaan Asli Kota Yogyakarta 4.01.10.1.01.05 Penataan Bentuk Kelembagaan Asli Kabupaten Sleman 4.01.10.1.01.06 Penataan Bentuk Kelembagaan Asli Kabupaten Bantul

4.01.10.1.01.07 Penataan Bentuk Kelembagaan Asli Kabupaten Gunung Kidul 4.01.10.1.01.08 Penataan Bentuk Kelembagaan Asli Kabupaten Kulon Progo 4.01.10.1.01.09 Pembinaan Kelembagaan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.01.10.1.01.10 Pelaksanaan Kelembagaan Asli

4.01.10.1.01.11 Perumusan Kebijakan Analisis Jabatan dan Pengembangan Kinerja Jabatan 4.01.10.1.01.12 Pengawasan Rancangan Produk Hukum dan Produk Hukum Kabupaten/Kota Tindak Lanjut Pelaksanaan Kewenangan Keistimewaan

4.01.10.1.01.13 Perencanaan dan Pengendalian Urusan Kelembagaan

4.01.10.5.01.09 Penyusunan Rancangan Produk Hukum Daerah Tindak Lanjut Pelaksanaan Keistimewaan

4.01.10.5.01.010 Pembinaan Penerapan Keistimewaan di Kapanewon/Kemantren dan

Kalurahan/Kelurahan

4.01.10.1.02 Peningkatan Budaya Pemerintahan

4.01.10.1.02.01 Implementasi Budaya Pemerintahan DIY

4.01.10.1.02.02 Implementasi Budaya Pemerintahan Kota Yogyakarta 4.01.10.1.02.03 Implementasi Budaya Pemerintahan Kabupaten Sleman 4.01.10.1.02.04 Implementasi Budaya Pemerintahan Kabupaten Bantul 4.01.10.1.02.05 Budaya Pemerintahan Kabupaten Gunung Kidul

4.01.10.1.02.06 Implementasi Budaya Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo 4.01.10.1.02.07 Pembekalan Keistimewaan bagi PNS Mutasi Luar Daerah 4.01.10.1.02.08 Penyelenggaraan Diklat Keistimewan

4.01.10.1.03 Perencanaan dan Pengendalian Keistimewaan Urusan Kelembagaan dan Tata Cara

4.01.10.5.03.01 Koordinasi Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Keistimewaan Urusan Kelembagaan dan Tata Cara

4.01.10.1.03.01 Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Keistimewaan Urusan Kelembagaan dan Tata Cara

4.01.10.1.03.02 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Dana Keistimewaan Urusan Kelembagaan dan Tata Cara

4.01.10.1.04 Perencanaan dan Pengendalian Keistimewaan Urusan Kebudayaan

4.01.10.1.04.01 Koordinasi Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Keistimewaan Urusan Kebudayaan

4.01.10.1.04.02 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Dana Keistimewaan Urusan Kebudayaan

4.01.10.1.05 Perencanaan dan Pengendalian Keistimewaan Urusan Pertanahan dan Tata Ruang

4.01.10.1.05.01 Koordinasi Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Keistimewaan Urusan Pertanahan dan Tata Ruang

4.01.10.1.05.02 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Dana Keistimewaan Urusan Pertanahan dan Tata Ruang

4.01.10.5.05.01 Koordinasi Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Keistimewaan Urusan Pertanahan

4.01.10.5.05.02 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Dana Keistimewaan Urusan Pertanahan 4.01.10.5.05.03 Koordinasi Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Keistimewaan Urusan Tata Ruang

4.01.10.5.05.04 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Dana Keistimewaan Urusan Tata Ruang 4.01.10.1.06 Perencanaan dan Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan Keistimewaan

4.01.10.1.06.01 Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Keistimewaan 4.01.10.1.06.02 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Dana Keistimewaan se-DIY 4.01.10.1.07 Sarana dan Prasarana Keistimewaan Urusan Kelembagaan

4.01.10.1.07.01 Pengadaan Sarana dan Prasarana Lembaga Pelaksana Urusan Keistimewaan 4.01.10.1.08 Peningkatan Pelayanan Parampara Praja

4.01.10.1.08.01 Penyusunan Rekomendasi Urusan Keistimewaan

4.01.10.1.09 Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Keistimewaan

4.01.10.1.09.01 Penyelenggaraan Diklat Keistimewaan bagi Aparatur

4.01.10.1.09.02 Pembinaan Kelembagaan Pelaksana Keistimewaan

2.3 URUSAN KEBUDAYAAN VISI JANGKA

MENENGAH DIY

Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia Jogja MISI JANGKA

MENENGAH DIY

Meningkatkan Kualitas Hidup, Kehidupan Dan Penghidupan Masyarakat Yang Berkeadilan dan Berkeadaban

SASARAN PEMDA

Terpelihara dan Berkembangnya Kebudayaan

PROGRAM, KEGIATAN, DAN SUB KEGIATAN SIPD 2022

2.22 URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEBUDAYAAN

2.22.08 PROGRAM PENYELENGGARAAN KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA URUSAN KEBUDAYAAN

2.22.08.1.01 Sejarah, Bahasa, Sastra dan Permuseuman 2.22.08.1.01.01 Pembinaan dan Pengembangan Kesejarahan 2.22.08.1.01.02 Pembinaan, Pengembangan Bahasa dan Sastra 2.22.08.1.01.03 Pembinaan dan Pengelolaan Permuseuman 2.22.08.1.01.04 Pengembangan Bahasa Sastra

2.22.08.1.02 Perlindungan dan Konservasi Arsip Kraton dan Kadipaten

2.22.08.1.02.01 Pengelolaan Koleksi Perpustakaan dan Arsip Bernilai Sejarah Kasultanan dan Kadipaten

2.22.08.1.02.02 Pengelolaan Arsip Bernilai Sejarah Kasultanan dan Kadipaten 2.22.08.1.02.03 Pengelolaan Koleksi dan Pengembangan Literasi Budaya 2.22.08.1.03 Penguatan Museum Sonobudoyo

2.22.08.1.03.01 Pengelolaan Museum Sonobudoyo 2.22.08.1.03.02 Pengembangan Museum Sonobudoyo 2.22.08.1.04 Pelestarian Cagar Budaya dan Warisan Budaya 2.22.08.1.04.01 Tata Kelola Cagar Budaya dan Warisan Budaya 2.22.08.1.04.02 Pengembangan Cagar Budaya dan Warisan Budaya 2.22.08.1.04.03 Nominasi Warisan Budaya Nasional dan Dunia 2.22.08.1.05 Pengelolaan Taman Budaya

2.22.08.1.05.01 Pengelolaan dan Pengembangan Taman Budaya Yogyakarta 2.22.08.1.05.02 Pengelolaan dan Pengembangan Taman Budaya Kabupaten/Kota 2.22.08.1.06 Sarana Prasarana Keistimewan Urusan Kebudayaan

2.22.08.1.06.01 Pengadaan Sarana dan Prasarana Budaya

2.22.08.1.06.02 Pembangunan Ekosistem Kultural DIY Berbasis Digital

2.22.08.1.06.03 Pengadaan Sarana Publikasi dan Penanda Keistimewaan

2.22.08.1.06.04 Pengadaan Sarana dan Prasarana Lembaga Budaya

2.22.08.1.07 Perencanaan dan Pengendalian Urusan Kebudayaan

2.22.08.1.07.01 Perencanaan Program dan Kegiatan Urusan Kebudayaan

2.22.08.1.07.02 Monitoring dan Evaluasi Program dan Kegiatan Urusan Kebudayaan 2.22.08.1.07.03 Membangun Kemitraan dengan Lembaga Pelestari Budaya

2.22.08.1.08 Pengembangan Kearifan Lokal dan Potensi Budaya 2.22.08.1.08.01 Pengembangan Lumbung Mataraman

2.22.08.1.08.02 Pengembangan Atraksi Wisata Budaya 2.22.08.1.08.03 Pengembangan Industri Kreatif

2.22.08.1.08.04 Peningkatan Pelayanan Kesehatan Tradisional 2.22.08.1.08.05 Pengembangan Budaya Bahari

2.22.08.5.08.06 Pengembangan Wana Wisata Budaya Mataram 2.22.08.5.08.07 Pengembangan Sistem Pertanian Tradisional 2.22.08.1.09 Adat, Seni, Tradisi dan Lembaga Budaya

2.22.08.1.09.01 Pembinaan dan Pengembangan Desa Budaya

2.22.08.1.09.02 Pembinaan dan Pengembangan Rintisan Desa dan Kantong Budaya 2.22.08.1.09.03 Pembinaan Lembaga Penggiat Seni

2.22.08.1.09.04 Misi Kebudayaan ke Dalam dan Luar Negeri dalam rangka Diplomasi Budaya

2.22.08.1.09.05 Penghargaan Seniman dan Budayawan 2.22.08.1.09.06 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2.22.08.1.09.07 Gelar Budaya Yogyakarta

2.22.08.1.09.08 Publikasi Seni dan Budaya Daerah

2.22.08.1.09.09 Pembinaan Penghayat Kepercayaan, Adat dan Tradisi

2.22.08.1.09.10 Pengembangan dan Implementasi Nilai-nilai Luhur dalam Masyarakat 2.22.08.1.09.11 Selendang Sutera

2.22.08.1.09.12 Penyelenggaraan Even Penggiat Seni 2.22.08.1.09.13 Gelar Seni Budaya Daerah

2.22.08.1.09.14 Pembinaan dan Pelatihan Seni dan Budaya Tradisional Yogyakarta 2.22.08.1.09.15 Penguatan Lembaga Pelestari Budaya

2.22.08.1.09.16 Pembinaan Kelembagaan Adat dan Tradisi 2.22.08.1.09.17 Pembinaan Jagawarga

2.22.08.1.09.18 Pengembangan Kewirausahaan Desa 2.22.08.1.09.19 Peningkatan Lembaga Wisata Budaya 2.22.08.1.09.20 Pengembangan Ekonomi Perempuan

2.22.08.1.09.21 Pengelolaan dan Pengembangan Museum Gunungapi Merapi 2.22.08.1.09.22 Peningkatan Kapasitas SDM dan Kelembagaan Desa

2.22.08.1.09.23 Pembangunan Ketahanan Sosial Budaya

2.22.08.5.09.22 Revitalisasi Budaya Gotong Royong Untuk Pemberdayaan Ekonomi Desa 2.22.08.5.09.23 Penumbuhan Nilai-Nilai Kepahlawanan, Keperintisan, dan

Kesetiakawanan Sosial

2.22.08.1.10 Pendidikan Berbasis Budaya 2.22.08.1.10.01 Pembinaan Muatan Lokal

2.22.08.1.10.02 Sarana dan Prasarana Pendidikan Urusan Keistimewaan 2.22.08.1.10.03 Kependidikan Kepramukaan

2.22.08.1.10.04 Penyelenggaraan Akademi Komunitas Seni dan Budaya Yogyakarta

2.4 URUSAN PERTANAHAN VISI JANGKA

MENENGAH DIY

Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia Jogja MISI JANGKA

MENENGAH DIY

Mewujudkan Tata Pemerintahan yang Demokratis

SASARAN PEMDA Meningkatnya Pengelolaan dan pemanfaatan tanah Kasultanan, Kadipaten dan tanah desa

PROGRAM, KEGIATAN, DAN SUB KEGIATAN SIPD 2022

2 URUSAN PEMERINTAHAN WAJIB YANG TIDAK BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR

2.10 URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERTANAHAN

2.10.11 PROGRAM PENYELENGGARAAN KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA URUSAN PERTANAHAN

2.10.11.1.01 Pengelolaan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten 2.10.11.1.01.01 Penatausahaan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten 2.10.11.1.01.02 Pemeliharaan Dokumen Pertanahan

2.10.11.1.01.03 Peningkatan Kapasitas Lembaga Pertanahan Kasultanan dan Kadipaten 2.10.11.1.01.04 Pengawasan Tanah Kasultanan, Tanah Kadipaten, dan Tanah Desa 2.10.11.1.01.05 Perencanaan Program/Kegiatan Urusan Pertanahan

2.10.11.1.01.06 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program/Kegiatan Urusan Pertanahan

2.10.11.1.01.07 Pengembangan dan Pemanfaatan Sistem Informasi Pertanahan Pemanfaatan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten

2.10.11.1.01.08 Penyiapan Bahan Pertimbangan Teknis Ijin Penggunaan Tanah Kasultanan dan Kadipaten

2.10.11.1.01.09 Penanganan Keberatan dan Sengketa Pertanahan Tanah Kasultanan, Tanah Kadipaten dan Tanah Desa

2.10.11.1.01.10 Penyusunan dokumentasi Penanganan Permasalahan Hukum Pertanahan Sarana dan Prasarana Keistimewaan

2.10.11.1.01.11 Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendukung Pelaksanaan Kegiatan Keistimewaan Urusan Pertanahan

2.5 URUSAN TATA RUANG VISI JANGKA

MENENGAH DIY

Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia Jogja MISI JANGKA

MENENGAH DIY

Meningkatkan Kualitas Hidup, Kehidupan Dan Penghidupan Masyarakat Yang Berkeadilan dan Berkeadaban

SASARAN PEMDA Meningkatnya aktivitas perekonomian yang berkelanjutan

1.03 URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG 1.03.13 PROGRAM PENYELENGGARAAN KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA URUSAN TATA RUANG

1.03.13.1.01 Kegiatan Perencanaan Tata Ruang Satuan Ruang Strategis Kasultanan dan Kadipaten

1.03.13.1.01.01 Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang pada Satuan Ruang strategis Kasultanan dan Kadipaten

1.03.13.1.01.02 Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Satuan Ruang Strategis Kasultanan dan Kadipaten

1.03.13.1.01.03 Penyusunan Rencana Induk Satuan Ruang Strategis Kasultanan dan Kadipaten

1.03.13.1.01.04 Penetapan RTR KSP DIY

1.03.13.1.01.05 Perencanaan Program/Kegiatan Urusan Tata Ruang 1.03.13.1.01.06 Penyebarluasan Informasi Rencana Tata Ruang

1.03.13.1.02 Kegiatan Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Kasultanan dan Kadipaten

1.03.13.1.02.01 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Sumbu Filosofis 1.03.13.1.02.02 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Pantai Selatan 1.03.13.1.02.03 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Karst Gunung Sewu 1.03.13.1.02.04 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Perbukitan Menoreh 1.03.13.1.02.05 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Kawasan Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri

1.03.13.1.02.06 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Kawasan Candi Prambanan-Candi Ijo

1.03.13.1.02.07 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Kotabaru 1.03.13.1.02.08 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Merapi 1.03.13.1.02.09 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Kotagede

1.03.13.1.02.10 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Pantai Samas-Parangtritis 1.03.13.1.02.11 Pemanfaatan Ruang Kawasan Kiskendo-Sermo-Wates

1.03.13.1.02.12 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Kawasan Kerto-Pleret 1.03.13.1.02.13 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Pantai Selatan Kulon Progo 1.03.13.1.02.14 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Karaton

1.03.13.1.02.15 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Sokoliman

1.03.13.1.02.16 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Puro Pakualaman 1.03.13.1.02.17 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Makam Girindo

1.03.13.5.02.18 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Pantai Selatan Gunungkidul 1.03.13.5.02.19 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Masjid Pathok Nagoro 1.03.13.1.03 Kegiatan Pengendalian Pemanfaatan Penataan Ruang Satuan Ruang Strategis

1.03.13.1.03.01 Pengawasan Penyelenggaraan Penataan Ruang

1.03.13.1.04 Kegiatan Sarana dan Prasarana Keistimewaan Urusan Tata Ruang

1.03.13.1.04.01 Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendukung Pelaksanaan Kegiatan Keistimewaan Urusan Tata Ruang

Program-Program Prioritas DIY

1) Revitalisasi Kawasan Sumbu Filosofi dan Sumbu Imajiner 2) Pengembangan Potensi di Satuan Ruang Strategis Keistimewaan

3) Konektivitas Antar Satuan Ruang Strategis Keistimewaan Untuk Mengatasi Kesenjangan Wilayah

4) Penyediaan Ruang Ekspresi Kebudayaan

5) Jogja Kota Batik Dunia sebagai Bentuk Revitalisasi Warisan Budaya 6) Pengembangan Ekosistem Kultural Berbasis Digital

7) Mewujudkan Vision Driven Organization sebagai bentuk Reformasi Kelembagaan 8) Pemberdayaan Masyarakat melalui Peningkatan Potensi Kalurahan

9) Fasilitasi dan Penghargaan terhadap individu dan lembaga di Bidang Kebudayaan 10) SATRIYA” Sebagai Manifestasi Peningkatan Kapasitas Organisasi

11) Penyelesaian permasalahan dan sengketa pertanahan di DIY (termasuk penatausahaan pertanahan)

12) Pemanfaatan Tanah Kasultanan, Tanah Kadipaten dan Tanah Kalurahan di DIY

KESELARASAN DOKUMEN PERENCANAAN

Akuntabilitas Kinerja dapat dilihat dari antara lain: penetapan tujuan, sasaran, program dan kegiatan mengalir dan selaras ke semua unit organisasi. Keselarasan antar dokumen ini juga menjadi salah satu kriteria penilaian kelayakan usulan program dan kegiatan keistimewaan. Penilaian kelayakan usulan program dan kegiatan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta dilakukan berdasarkan:

1. Kesesuaian antara usulan dengan program prioritas nasional;

2. Kesesuaian antara usulan dengan Perdais;

3. Kewajaran nilai program dan kegiatan;

4. Asas efisiensi dan efektifitas;

5. Hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Dana Keistimewaan.

Arahan perencanaan pembangunan pemerintah pusat agar setiap Menteri dan Kepala Lembaga wajib mengendalikan anggaran di setiap K/L yang dipimpinnya.

Anggaran negara harus berorientasi manfaat untuk rakyat. Kebijakan anggaran berdasarkan money follow program, tidak semua Tusi harus dibiayai secara merata.

Pemangkasan program yang nomenklaturnya kurang jelas dan kurang bermanfaat bagi rakyat. Pemangkasan regulasi yang menghambat pengambilan keputusan dan tindakan.

Peningkatan belanja modal dan fokus pada pembangunan infrastruktur. Penyediaan SDM berkualitas dalam percepatan pembangunan.

Permasalahan dan tantangan pembangunan daerah: Melakukan sinergi perencanaan pusat dan daerah untuk menjamin efektivitas pelaksanaan pembangunan, Pembangunan tidak hanya sebatas pada pengembangan potensi daerah, namun dalam juga mempertimbangkan seberapa cepat suatu pembangunan dapat dilaksanakan serta berkualitas, Segregasi waktu perencanaan yang belum selaras antara proses perencanaan lingkup pusat dengan daerah, Harmonisasi antara prioritas pembangunan nasional dan pembangunan daerah tidak hanya memperhatikan prioritas nasional, namun juga terdapat prioritas kepala daerah dalam penentuannya.

Perencanaan program dan kegiatan keistimewaan semestinya memiliki keterkaitan dan berkontribusi pada cita-cita pembangunan nasional.

Tabel 3.1 Keselarasan cita-cita pembangunan nasional dan daerah Visi Nasional Indonesia Yang Mandiri, Maju, Adil Dan Makmur Visi Jangka Menengah

Pembangunan

Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri, Dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong

Nasional Republik Indonesia

Misi Pembangunan Nasional Republik Indonesia

1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.

2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokratis berlandaskan negara hukum.

3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera.

5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.

6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.

7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Visi Jangka Panjang DIY

Daerah Istimewa Yogyakarta pada Tahun 2025 sebagai Pusat Pendidikan, Budaya dan Daerah Tujuan Wisata Terkemuka di Asia Tenggara dalam lingkungan Masyarakat yang Maju, Mandiri dan Sejahtera

Misi Jangka Panjang 1. Mewujudkan pendidikan berkualitas, berdaya saing, dan akuntabel yang didukung oleh sumber daya pendidikan yang handal.

2. Mewujudkan budaya adiluhung yang didukung dengan konsep, pengetahuan budaya, pelestarian dan pengembangan hasil budaya, serta nilai-nilai budaya secara berkesinambungan.

3. Mewujudkan kepariwisataan yang kreatif dan inovatif.

4. Mewujudkan sosiokultural dan sosioekonomi yang inovatif, berbasis pada kearifan budaya lokal, ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan rakyat.

Visi Jangka Menengah Gubernur

Menyongsong "Abad Samudera Hindia" untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja

Misi Gubernur 1. terwujudnya peningkatan kualitas hidup-kehidupan-penghidupan masyarakat yang berkeadilan dan berkeadaban, melalui peningkatan kemampuan dan peningkatan ketrampilan sumberdaya manusia Jogja yang berdaya saing,

2. terwujudnya peningkatan kualitas dan keragaman kegiatan perekonomian masyarakat, serta penguatan ekonomi yang berbasis pada sumberdaya lokal (keunikan teritori ekonomi) untuk pertumbuhan pendapatan masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,

3. terwujudnya peningkatan harmoni kehidupan bersama baik pada lingkup masyarakat maupun pada lingkup birokrasi atas dasar toleransi, tenggang rasa, kesantunan, dan kebersamaan,

4. terwujudnya tata dan perilaku penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis

5. terwujudnya perilaku bermartabat dari para aparatur sipil penyelenggara pemerintahan atas dasar tegaknya nilai-nilai

integritas yang menjunjung tinggi kejujuran, nurani rasa malu, nurani rasa bersalah dan berdosa apabila melakukan penyimpanganpenyimpangan yang berupa korupsi, kolusi, dan nepotisme.

VISI Pemda DIY Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia Jogja MISI Pemda DIY 1. Meningkatkan Kualitas Hidup, Kehidupan dan Penghidupan

Masyarakat yang Berkeadilan dan Berkeadaban 2. Mewujudkan Tata Pemerintahan yang Demokratis

Tujuan Pemda 1. Meningkatnya kualitas hidup, kehidupan, dan penghidupan Arah Pembangunan

Daerah Istimewa Yogyakarta

1. Yogyakarta akan bertindak secara aktif mengisi kesepakatan kesepakatan yang telah dibuat oleh Pemerintah Indonesia dalam Kerangka Perjanjian IORA (Indian Ocean Rim Association), untuk mengembangkan Wilayah Yogyakarta Bagian Selatan

2. Semangat "Perjumpaan" dan "Silang Ekonomi" akan diletakkan sebagai strategi kebudayaan untuk mengatasi kesenjangan dan kemiskinan yang masih menggelayut di Wilayah Yogyakarta secara keseluruhan, dalam kerangka meningkatkan harkat dan martabat manusia Jogja.

3. Semangat "Perjumpaan" dan "Silang Keruangan Wilayah"

akan diletakkan sebagai strategi untuk memajukan wilayah-wilayah pinggiran melalui silang infrastruktur wilayah-wilayah, sehingga interkoneksi antara permukiman-permukiman terpencil dengan pusat-pusat pelayanan masyarakat akan terbangun secara baik

4. Semangat "Perjumpaan" dan "Silang Birokrasi" akan diletakkan sebagai strategi untuk menciptakan program-program besar yang memiliki kapasitas dan dampak besar bagi perubahan-perubahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

5. Semangat "Perjumpaan" dan "Silang Birokrasi" akan diletakkan sebagai strategi untuk menciptakan tatakelola pemerintahan yang demokratis, baik melalui "strategi silang vertikal" (keterbukaan di internal SKPD), "strategi silang horisontal" (keterbukaan antar SKPD), dan "strategi silang heterarki" (gabungan keterbukaan vertikal dan horisontal antar SKPD).

6. Semangat "Perjumpaan" dan "Silang Kelembagaan" akan diletakkan sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas SDM aparatur sipil negara, melalui "silang belajar" ke lembaga lembaga lain dalam menciptakan "Trilogi SDM-DIY" atau "E2-K" yakni: ETOS, ETIKA, dan KUALITAS.

7. Semangat "Perjumpaan" dan "Silang Budaya" akan diletakkan sebagai strategi untuk meningkatkan harmoni kehidupan bersama masyarakat Yogyakarta.

Muara penyelenggaraan keistimewaan adalah kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut sangat selaras dengan visi misi pembangunan nasional dan daerah. Kelima tujuan pengaturan keistimewaan sangat sinergis dengan dua misi pembangunan jangka menengah DIY 2017-2022

Tabel 3.2 Keselarasan regulasi dalam tujuan keistimewaan

Regulasi Tujuan pengaturan Keistimewaan 1. UU 13 Tahun 2012 tentang

Keistimewaan Yogyakarta Pasal 5 2. Perdais DIY No 1 Tahun 2013 tentang

Kewenangan dalam Urusan keistimewaan DIY Pasal 3

3. Perdais DIY No 3 Tahun 2017 tentang pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan, Pasal 3 Ayat 5 ayat e meningkatkan kesejahteraan masyarakat

4. Perdais DIY No 2 Tahun 2017 tentang Tata Ruang Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten Pasal ayat c kesejahteraan masyarakat

5. Perdais DIY No 2 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan, Pelantikan, Kedudukan, Tugas dan Wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur Pasal 2 ayat b. Mewujudkan pemerintahan yang demokratis, c.

Mewujudkan Tata pemerintahan dan tatanan sosial yang menjamin kebhinnekatunggalikaan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, d Menciptakan pemerintahan yang baik, e.

Kesejahteraan dan ketentraman masyarakat

Mewujudkan pemerintahan yang demokratis

Mewujudkan kesejahteraan dan ketentraman masyarakat

Mewujudkan Tata pemerintahan dan tatanan sosial yang menjamin kebhinnekatunggalikaan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia Menciptakan pemerintahan yang baik Melembagakan peran dan tanggungjawab Kasultanan dan Kadipaten dalam menjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta yang merupakan warisan budaya bangsa

PENGHITUNGAN CAPAIAN INDIKATOR KINERJA

RPJMD DIY 2017-2022 sudah menentukan 14 Indikator Kinerja Utama Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengukur keberhasilan pembangunan. Lima diantaranya sangat terkait dalam pengukuran keberhasilan pembangunan urusan keistimewaan.

Keberhasilan dalam pembangunan urusan keistimewaan akan berkontribusi pada pencapaian pembangunan daerah. Secara tidak langsung pembangunan urusan keistimewaan berdampak positif bagi indicator lainnya. Misalnya pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan telah menghubungan satuan-satuan ruang strategis keistimewaan yang membuka peluang ekonomi baru di kabupaten kabupaten di DIY bagian selatan, sehingga mengurangi ketimpangan wilayah dan kemiskinan.

Tabel 4.1 Indikator Kinerja Utama Pembangunan DIY

No Indikator

Baseline Target

2017 2018 2019 2020 2021 2022 1 Indeks Pembangunan

Manusia (IPM)

78,38 80,29 80,72 81,08 81,40 81,68 2 Indeks Gini 0,4400 0,3917 0,3846 0,3776 0,3705 0,3635 3 Persentase Angka

Kemiskinan

4 Indeks Pemberdayaan gender

68,75 % 69,91 70,02 70,12 70,22 70,32 5 Persentase Peningkatan

Jumlah Budaya Benda dan Tak benda yang diapresiasi

10,98 % 11.46

7 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

56,65 58,58 60,51 62,44 64,18 66,15 8 Persentase Kesesuaian

Pemanfaatan Ruang

75% 76.5% 78% 79.5% 81% 82.5%

9 Capaian Penataan Ruang Pada Satuan Ruang 10 Indeks Williamson

0.4662 0,4559 0,4542 0,4524 0,4506 0,4489

11 Opini BPK WTP WTP WTP WTP WTP WTP

12 Nilai Akuntabilitas Pemerintah

A A A A A A

No Indikator

Baseline Target

2017 2018 2019 2020 2021 2022 13 Persentase capaian

program urusan keistimewaan

N/A 65.22 73.91 82.61 86.96 91.30

14 Bidang tanah kasultanan, kadipaten dan tanah desa yang terfasilitasi untuk dikelola serta dimanfaatkan

5.369 7.919 9.419 13.419 17.619 21.877

Sumber : RPJMD DIY 2017-2022

Dari 14 Indikator Kinerja tersebut, program dan kegiatan keistimewaan berkontribusi dalam pencapaiannya, yaitu antara lain:

Point 5) Persentase Peningkatan Jumlah Budaya Benda dan Tak benda yang diapresiasi

Indikator ini digunakan untuk mengukur sasaran terpelihara dan Berkembangnya Kebudayaan. Persentase Peningkatan Jumlah Budaya Benda dan Tak benda yang diapresiasi (nasional dan internasional) diukur dengan formula:

Persentase Peningkatan Jumlah Budaya Benda dan Tak benda yang diapresiasi (nasional dan internasional)

Misalnya: budaya benda yang diapresiasi pusat pada tahun n-1 terdapat 153 dan budaya tak benda 64, sedangkan budaya benda yang diapresiasi tahun n terdapat 155 dan budaya tak benda terdapat 94, maka penghitungannya adalah:

Capaian tahun lalu= 153 ditambah 64 =217 Capaian tahun ini= 155 ditambah 94= 249

Maka peningkatan budaya yang diapresiasi adalah 249-217=32 item atau 32 /217

*100%=14,75%

Target 4 tahun ke depan yang hendak dicapai:

Indikator

Target

2019 2020 2021 2022

Persentase Peningkatan Jumlah Budaya

11.68% 11.72% 11.99% 12.04%

Benda dan Tak benda yang diapresiasi (nasional dan internasional)

Point 8) Persentase Kesesuaian Pemanfaatan Ruang

Persentase Kesesuaian Pemanfaatan Ruang digunakan untuk mengukur capaian tingkat kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap RTRW, sehingga penyimpangan pemanfaatan ruang dapat tercapai. Formulasi kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap RTRW:

Persentase kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap RTRW

Indikator

Target

2019 2020 2021 2022

Persentase Kesesuaian Pemanfaatan Ruang

78% 79.5% 81% 82.5%

Point 9) Capaian Penataan Ruang Pada Satuan Ruang Strategis Keistimewaan Kinerja penataan ruang pada satuan ruang strategis keistimewaan dilihat dari:

Persentase Penataan Ruang Pada Satuan Ruang Strategis Keistimewaan

Target capaian penataan ruang pada satuan ruang strategis 4 tahun ke depan adalah:

Indikator Target

2019 2020 2021 2022 Capaian Penataan Ruang Pada

Satuan Ruang Strategis Keistimewaan

30,42% 40,69% 49,03% 54,44%

Point 13) Persentase capaian program urusan keistimewaan

Persentase capaian program urusan keistimewaan digunakan untuk mengukur capaian meningkatnya kapasitas pengelolaan keistimewaan diukur dengan formula:

jumlah program urusan keistimewaan yang targetnya tercapai dibagi jumlah seluruh program urusan keistimewaan kali 100%

Target yang akan dicapai:

Indikator Target

2019 2020 2021 2022 Persentase capaian program urusan

keistimewaan

73.91 82.61 86.96 91.30

Point 14) Bidang tanah kasultanan, kadipaten dan tanah desa yang terfasilitasi untuk dikelola serta dimanfaatkan

Indikator ini digunakan untuk mengukur sasaran meningkatnya Fasilitasi Pengelolaan dan pemanfaatan tanah Kasultanan, Kadipaten dan tanah desa diukur dengan formula:

jumlah bidang tanah kasultanan, kadipaten dan tanah desa yang terfasilitasi untuk dikelola serta dimanfaatkan

Berikut target yang akan dicapai 4 tahun mendatang?

Indikator Target

2019 2020 2021 2022 Bidang tanah kasultanan, kadipaten dan

tanah desa yang terfasilitasi untuk dikelola serta dimanfaatkan

9.419 13.419 17.619 21.877

Tabel 4.2 Rekapitulasi Data Tanah Kasultanan Dan Tanah Kadipaten Per Januari 2019

No Kabupaten / Kota

Hasil Inventarisasi Inventarisasi

Data Spasial Belum Didaftar kan BPN

Didaftar kan Di BPN

Terbit Sertifikat

Belum Terbit Sertifikat SG PAG

Jml Bid

SG PAG

Bid Bid Bid Bid

1 Yogyakarta 438 68 506 34 12 50 456 327 129

2 Bantul 3.432 - 3.432 2,569 - 885 2.547 1.867 680

3 Kulon Progo 1.286 288 1.574 1,458 290 192 1.382 418 964

4 Gunungkidul 4.046 - 4.046 4770 - 2.392 1.654 808 846

5 Sleman 4.486 - 4.486 4,073 - 2.597 1.889 346 1543

Jumlah 13.688 356 14.044 10.144 302 6.116 7.928 3.766 4.162

MEKANISME PENGUSULAN DANA KEISTIMEWAAN

Sebagai upaya di dalam menyelaraskan usulan program dan kegiatan keistimewaan di tingkat SKPD/Unit Kerja di lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarata, maka di dalam pengusulan program dan kegiatan harus mengacu pada tata kala waktu dan teknik perencanaan sebagaimana yang telah diatur di dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.07/2020 Tentang Pengelolaan Dana Keistimewaan dan Peraturan Gubernur No 85 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Dana Keistimewaan.

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 15/PMK.07 /2020 Tentang Pengelolaan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan Gubernur DIY mengajukan usulan rencana kebutuhan Dana Keistimewaan kepada Menteri Keuangan c.q.Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan dengan tembusan kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian / lembaga pemerintah nonkementerian terkait.

Dana Keistimewaan adalah dana yang berasal dari bagian anggaran bendahara umum negara yang dialokasikan untuk mendanai kewenangan istimewa dan merupakan belanja transfer pada bagian transfer lainnya.

Bantuan Keuangan Khusus Dana Keistimewaan ( BKK Dana Keistimewaan ) adalah bantuan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dan/atau Pemerintah Kalurahan dalam bentuk uang yang dialokasikan pada belanja tidak langsung, bersumber dari Dana Keistimewaan untuk mendukung pencapaian target kinerja urusan keistimewaan melalui mekanisme anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota dan/atau anggaran pendapatan dan belanja kalurahan.

Dasar-dasar pengelolaan dana keistimewaan :

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.07/2020 Tentang Pengelolaan Dana Keistimewaan dan Peraturan Gubernur No 85 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Dana Keistimewaan.

Dalam rangka optimalisasi Penggunaan Dana Keistimewaan, Gubernur DIY dapat mengajukan usulan perubahan program dan Dana kegiatan Keistimewaan. Usulan perubahan program dan kegiatan Dana Keistimewaan dapat dilakukan sepanjang tidak mengubah pagu Dana Keistimewaan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang mengenai APBN. Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan menyampaikan hasil penilaian atas usulan perubahan program dan kegiatan kepada Gubernur (Pasal 7).

Kemudian Pasal 9 menyatakan bahwa : Penyaluran Dana Keistimewaan dilakukan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu: a. tahap I, sebesar 15% (lima belas persen); b.

tahap II, sebesar 65% (enam puluh lima persen); dan c. tahap III, sebesar 20% (dua puluh persen). Penyaluran Dana Keistimewaan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. tahap I paling cepat bulan Februari dan paling lambat bulan Maret; b. tahap II paling cepat bulan April dan paling lambat bulan September; dan c. tahap III paling cepat

tahap II, sebesar 65% (enam puluh lima persen); dan c. tahap III, sebesar 20% (dua puluh persen). Penyaluran Dana Keistimewaan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. tahap I paling cepat bulan Februari dan paling lambat bulan Maret; b. tahap II paling cepat bulan April dan paling lambat bulan September; dan c. tahap III paling cepat

Dokumen terkait