KATA PENGANTAR
Sejak tahun 2013 Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta telah dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pendanaan pembangunan. Pemda DIY selain melaksanakan kewenangan urusan sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintah Daerah DIY juga memiliki kewenangan istimewa. Kewenangan Istimewa adalah wewenang tambahan tertentu yang dimiliki DIY selain wewenang sebagaimana ditentukan dalam undang-undang tentang pemerintahan daerah. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 Pasal 7 ayat (4) memberikan amanat bahwa kewenangan dalam urusan Keistimewaan yang mencakup: (a) tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas, dan kewenangan Gubernur dan Wakil Gubernur, (b) kelembagaan Pemerintah Daerah DIY, (c) kebudayaan, (d) pertanahan, dan (e) tata ruang, harus diatur dengan Peraturan Daerah Istimewa (Perdais).
Pencapaian lima tujuan pengaturan keistimewaan yaitu : mewujudkan pemerintahan yang demokratis; mewujudkan kesejahteraan dan ketenteraman masyarakat; mewujudkan tata pemerintahan dan tatanan sosial yang menjamin ke-bhinneka-tunggal-ika-an dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia; menciptakan pemerintahan yang baik; dan melembagakan peran dan tanggung jawab Kasultanan dan Kadipaten dalam menjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta yang merupakan warisan budaya bangsa diperlulan strategi perencanaan, pengendalian, pengoordinasia dan pengadministrasian yang berkualitas.
Berpijak pada asumsi diatas, Pangripta Titis didesan untuk peningkatan kualitas dan kapasitas dalam penyelenggaraan keistimewaan, utamanya dalam Program dan Kegiatan Urusan Keistimewaan. Pangripta Titis diharapkan dapat memberikan kaidah penuntun umum dalam perencanaan, implementasi dan pengendalian pembangunan daerah urusan keistimewaan, baik dari sisi normative, substantive maupun teknik perencanaan. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi gambaran umum fokus pendanaan urusan keistimewaan dan pedoman bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
PANIRADYA PATI
ARIS EKO NUGROHO, S.P.,M.Si.
ABSTRAKSI PANGRIPTA TITIS
PANGRIPTA, perencanaan atau perancang. Pekerjaan yang dilaksanakan dengan baik melalui perencanaan yang baik dengan menetapi kaidah perencanaan yang benar, PANGRIPTA, apresiasi tertinggi negara terhadap prestasi perencanaan daerah se Indoensoa
TITIS: Artinya tepat sasaran. Bagaimana anak panah ketika dilepaskan dari busurnya akan menuju sasaran secara tepat dengan semangat Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh . Kalau kita bicara tentang anggaran, maka anggaran yang digunakan tidak sekedar terserap melainkan sampai ke sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh sasaran.
TITIS 4 Tepat (Azas, Waktu, Target Sasaran, Fungsi)
PANGRIPTA TITIS
Sistem Perencanaan Program, Kegiatan, dan Sub Kegiatan Urusan Keistimewaan sebagai Pedoman Kelayakan Rencana Program Dan Kegiatan Keistimewaan Di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Jadilah Gunung sebagaimana fungsi gunung, jadikanlah sungai sebagaimana fungsi Sungai, jadikanlah laut sebagaimana fungsi
laut …………..”
iii DAFTAR ISI
Cover ……….
Kata Pengantar ………. i
Abstraksi ……… ii
Daftar Isi ……… iii
Daftar Tabel ….……… v
Daftar Gambar ………. vi
I Ruang Lingkup Penugasan Dan Pengelolaan Keistimewaan ... 1
1.1. Urusan Tata Cara Pengisian Jabatan, Kedudukan, Tugas Dan Wewenang Gubernur Dan Wakil Gubernur ... 4
1.2. Urusan Kelembagaan ... 5
1.3. Urusan Kebudayaan ... 6
1.4. Urusan Pertanahan ... 15
1.5. Urusan Tata Ruang ... 18
II Program dan Kegiatan Keistimewaan ... 23
2.1 Urusan Tata Cara Pengisian Jabatan, Kedudukan, Tugas Dan Wewenang Gubernur Dan Wakil Gubernur ... 23
2.2 Urusan Kelembagaan ... 24
2.3 Urusan Kebudayaan ... 26
2.4 Urusan Pertanahan ... 28
2.5 Urusan Tata Ruang ... 28
III Keselarasan Dokumen Perencanaan ... 31
IV Penghitungan Capaian Indikator Kinerja ... 36
V Mekanisme Pengusulan Dana Keistimewaan ………. 41
5.1 Kewenangan Pengelolaan Keistimewaan ………. 42
5.2 Perencanaan ………. 44
5.3 Pelaksanaan Dan Penatausahaan Keuangan ………. 46
5.4 Pengendalian dan Pengawasan ………. 48
iv 5.5 Pelaporan dan
Pertanggungjawaban
………. 49
5.6 Mekanisme Bantuan Keuangan Khusus Keistimewaan ………. 49
5.7 Mekanisme Bantuan Keuangan Khusus Keistimewaan ke Kalurahan ………. 51
5.7 Tata Kala Perencanaan Urusan Keistimewaan ... 55
VI Dokumen Kelengkapan Perangkat Pencermatan Dais ……….. 61
VII Verifikasi Usulan Dais ……….... 77
VIII Penutup ... 81
Daftar Pustaka ... 83
RUANG LINGKUP
PENUGASAN DAN PENGELOLAAN KEISTIMEWAAN
Rennaisans Yogyakarta merupakan gerakan kebudayaan menuju peradaban baru yang lebih berkarakter, berbudaya, maju, mandiri dan sejahtera hingga pelosok pedesaan dengan mengarusutamakan pembangunan di segala bidang yang digerakkan oleh semangat Hamemayu Hayuning Bawono, Manunggaling Kawulo Gusti, Dan Sangkan Paraning Dumadi. Arah kebijakan Rennaisans Yogyakarta yang menjadi pedoman bersama menitikberatkan pada sembilan pilar yang mencakup: 1) pendidikan; 2) pariwisata; 3) teknologi, 4) ekonomi, 5) energi, 6) pangan, 7) kesehatan, 8) keterlindungan warga, 9) Tata ruang dan lingkungan.
Cita-cita luhur tersebut sangat bertautan dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2012 Pasal 7 ayat 4 yang memberikan amanat bahwa kewenangan dalam urusan Keistimewaan yang mencakup: (a) tatacara pengisian jabatan, kedudukan, tugas, dan kewenangan Gubernur dan Wakil Gubernur, (b) kelembagaan Pemerintah Daerah DIY, (c) kebudayaan, (d) pertanahan, dan (e) tata ruang. Amanat undang-undang tersebut menegaskan secara substansial bahwa keistimewaan DIY harus dapat diwujudkan sebagai harmoni kekuatan-kekuatan nilai masa lalu, masa kini dan masa datang DIY.
Penyelenggaraan Keistimewaan berlandaskan pada Undang-Undang 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY yang diturunkan pertama kali dalam Peraturan Daerah Istimewa Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Kewenangan Dalam Urusan Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pengaturan Kewenangan Dalam Urusan Keistimewaan dilaksanakan berdasarkan asas: a pengakuan atas hak asal-usul; b. kerakyatan; c. demokrasi; d. ke-bhinneka- tunggal-ika-an; e. efektivitas pemerintahan; f. kepentingan nasional; dan g.
pendayagunaan kearifan lokal.
Adapun pengaturan Tujuan pengaturan keistimewaan adalah:
Tabel 1.1 Tujuan Pengaturan Keistimewaan
No Tujuan Cakupan
1 Pemerintahan yang demokratis a. pengisian jabatan Gubernur dan jabatan Wakil Gubernur;
No Tujuan Cakupan
b. pengisian keanggotaan DPRD melalui pemilihan umum;
c. pembagian kekuasaan antara Gubernur dan Wakil Gubernur dengan DPRD;
d. mekanisme penyeimbang antara Pemerintah Daerah dan DPRD; dan
e. partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan.
2 Kesejahteraan dan
ketenteraman masyarakat
kebijakan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dan pengembangan kemampuan masyarakat.
3 Tata pemerintahan dan tatanan sosial yang menjamin kebhinneka tunggal -ika-an dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia
a. pengayoman dan pembimbingan masyarakat oleh Pemerintahan Daerah; dan b. pemeliharaan dan pendayagunaan nilai-nilai
musyawarah, gotong royong, solidaritas, tenggang rasa, dan toleransi oleh Pemerintahan Daerah dan masyarakat.
4 Pemerintahan yang baik a. pelaksanaan prinsip efektivitas;
b. transparansi;
c. akuntabilitas;
d. partisipasi;
e. kesetaraan; dan f. penegakan hukum.
5 Pelembagaan peran dan tanggung jawab Kasultanan dan Kadipaten dalam menjaga dan mengembangkan budaya yang merupakan warisan budaya bangsa
pemeliharaan, pendayagunaan, serta pengembangan dan penguatan nilai-nilai, norma, adat istiadat, dan tradisi luhur yang mengakar dalam masyarakat DIY
Sumber: UU Tahun 13 Tahun 2012
Ruang lingkup pengaturan Kewenangan Dalam Urusan Keistimewaan meliputi:
a. Tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas dan wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur (Peraturan Daerah Istimewa Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2
Tahun 2015 Tentang Tata Cara Pengisian Jabatan, Pelantikan, Kedudukan, Tugas, Dan Wewenang Gubernur Dan Wakil Gubernur);
b. Kelembagaan Pemerintah Daerah (Peraturan Daerah Istimewa Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Kelembagaan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta);
c. Kebudayaan (Peraturan Daerah Istimewa Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Pemeliharaan Dan Pengembangan Kebudayaan);
d. Pertanahan (Peraturan Daerah Istimewa Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Dan Pemanfaatan Tanah Kasultanan Dan Tanah Kadipaten)
e. Tata ruang (Peraturan Daerah Istimewa Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Tata Ruang Tanah Kasultanan Dan Tanah Kadipaten)
Masing-masing urusan telah memiliki batasan-batasan ruang lingkup yang diatur dalam Perdais induk dan Perdais per Urusan. Secara jelas ruang lingkup penugasan keistimewaan termuat dalam Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 131 Tahun 2018 Tentang Penugasan Urusan Keistimewaan.
Dasar filosofi yang menjadi semangat keistimewaan di DIY adalah:
a) Hamemayu Hayuning Bawana (konsep harmoni, keselamatan, kelestarian lingkungan, sosialbudaya,ekonomi,mikro-makro kosmos)
b) Rahayuning Bawana Kapurba Waskithaning Manungsa (konsep kelestarian alam dan kebijaksanaan manusia, teknologi ramah lingkungan).
c) Rahayuning Manungsa Dumadi Karana Kamanungsane (humanisme)
d) Dharmaning Satriya Mahanani Rahayuning Nagara(Konsep kepemimpinan dan Profesionalisme Kinerja)
e) Mangasah Mingising Budi (Konsep kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, dan sosial).
f) Memasuh Malaning Bumi (Konsep amar makruf nahi mungkar, pemberantasan yang merusak citra dan jati diri).
g) Sangkan Paraning Dumadi, Manunggaling Kawula-Gusti (Konsep spiritual, kepeimpinan, dan solidaritas sosial)
h) Tahta Untuk Rakyat (Konsep kepemimpinan pro rakyat)
i) Golong-Gilig, Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh (Konsep kesatu paduan komunitas, etos kerja, keteguhan hati, dan tanggung jawab sosial).
j) Catur Gatra Tunggal dengan Sumbu Filosofis Tugu-Kraton-Panggung Krapyak dan Sumbu Imaginer Gunung Merapi- Laut Selatan (Konsep Tata Ruang)
k) Pathok Negara (Konsep Tata Ruang dan Teritori Historis-Simbolis)
1.1. URUSAN TATA CARA PENGISIAN JABATAN, KEDUDUKAN, TUGAS DAN WEWENANG GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR
Tujuan dibentuknya Perdais Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Pengisian Jabatan, Pelantikan, Kedudukan, Tugas, Dan Wewenang Gubernur Dan Wakil Gubernur untuk mewujudkan:
a. kepastian hukum dalam pengisian jabatan, pelantikan, kedudukan, tugas, wewenang Gubernur dan/atau Wakil Gubernur;
b. mewujudkan pemerintahan yang demokratis;
c. mewujudkan tata pemerintahan dan tatanan sosial yang menjamin ke-bhineka- tunggal-ika-an dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia;
d. pemerintahan yang baik; dan
e. kesejahteraan dan ketenteraman masyarakat.
Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan tata cara pengisi jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur yang dilaksanakan oleh Kasultanan terdiri atas:
a. menyusun dan mengumumkan regulasi internal penyiapan calon Gubernur;
b. menyiapkan kelengkapan persyaratan calon Gubernur
c. mengajukan calon Gubernur kepada DPRD setelah DPRD memberitahukan kepada Kasultanan tentang berakhirnya masa jabatan Gubernur.
Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan tata cara pengisi jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur yang dilaksanakan oleh Kadipaten terdiri atas:
a. menyusun dan mengumumkan regulasi internal penyiapan calon Wakil Gubernur;
b. menyiapkan kelengkapan persyaratan calon Wakil Gubernur; dan
c. mengajukan calon Wakil Gubernur kepada DPRD setelah DPRD memberitahukan kepada Kasultanan tentang berakhirnya masa jabatan Wakil Gubernur
1.2. URUSAN KELEMBAGAAN
Arah kebijakan strategis adalah mengelaborasi aspek bentuk dan tata kelola kelembagaan pemerintahan asli, mengelaborasi aspek bentuk dan tata kelola pemerintahan berdasarkan regulasi nasional, mengelaborasi aspek bentuk dan tata kelola pemerintahan yang ideal, mengarusutamakan keistimewaan dalam kelembagaan, mengembangkan desain kelembagaan pemerintahan DIY yang pro kesejahteraan rakyat.
Gambar 1.1 Arah kebijakan strategis urusan kelembagaan
Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan kelembagaan Pemerintah Daerah DIY yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah DIY terdiri atas:
a. kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi, tata kerja, tata laksana, pola hubungan, eselon atau jabatan, beban kerja, nomenklatur unit kerja, serta
pembinaan dan pengendalian penyelenggaraan Urusan Keistimewaan di Pemerintah Daerah;
b. merumuskan kebijakan urusan kelembagaan;
c. mengelola sumber daya manusia;
d. meningkatan budaya pemerintahan; dan e. sarana dan prasarana.
Urusan Keistimewaan kelembagaan Pemerintah Daerah DIY yang dapat ditugaskan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota terdiri atas:
a. kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi, tata kerja, tata laksana, pola hubungan, beban kerja, nomenklatur untuk Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan), Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala sarta Tata Sasana), dan Kecamatan (Kapanewon/Kemantren);
b. menyusun regulasi untuk pelaksanaan tugas Urusan Keistimewaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a;
c. pengelolaan sumber daya manusia; dan d. peningkatan budaya pemerintahan.
Urusan kelembagaan Pemerintah Daerah DIY yang dapat ditugaskan kepada Pemerintah Desa terdiri atas:
a. kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi, tata kerja, tata laksana, pola hubungan, beban kerja, nomenklatur Desa;
b. penyusunan peraturan desa untuk pelaksanaan tugas Urusan Keistimewaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a;
c. pengelolaan sumber daya manusia;
d. peningkatan budaya pemerintahan.
Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman kelembagaan Pemerintah Kabupaten/Kota dan kelembagaan Pemerintah Desa diatur dengan Peraturan Gubernur.
1.3 URUSAN KEBUDAYAAN
Menurut Peraturan Daerah Istimewa Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan. Pengaturan Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan bertujuan untuk:
a. menguatkan karakter dan jati diri masyarakat;
b. mewujudkan pemeliharaan nilai-nilai budaya DIY dalam kehidupan masyarakat, lembaga, dan pemerintah;
c. mengembangkan kebudayaan DIY untuk meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya DIY di tengah peradaban dunia;
d. mewujudkan pemerataan akses aktivitas berkebudayaan dan peningkatan apresiasi seni dan kreativitas karya budaya; dan
e. meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Arah kebijakan strategis urusan kebudayaan adalah mewujudkan Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan yang berbasis pada pelestarian aset sejarah, asal usul, dan destinasi budaya demi peningkatan kualitas hidup penghidupan warga, meningkatkan kuantitas, kualitas layanan & tata kelola infrastruktur publik sebagai arena apresiasi pelaku budaya dalam rangka per-lindungan,pemeliharaan, & pengem-bangan, &
pemanfaatan budaya tangible & intangible, mewujudkan wilayah konservasi budaya &
lumbung budaya yang dapat menginspirasi pengem-bangan kebudayaan di tingkat nasional maupun globa.
Gambar 1.2 Arah kebijakan strategis urusan kebudayaan
Ruang lingkup pengaturan dalam Peraturan Daerah Istimewa ini meliputi:
a. Objek Kebudayaan;
b. perencanaan;
c. pemeliharaan;
d. pengembangan;
e. pengelolaan;
f. tugas dan wewenang;
g. penghargaan;
h. peran dan tanggung jawab Kasultanan dan Kadipaten; dan i. peran dan tanggung jawab masyarakat.
Objek Kebudayaan meliputi: a. nilai-nilai budaya, b. pengetahuan dan teknologi; c.
bahasa; d. adat istiadat; e. tradisi luhur; f. benda; dan g. seni.
Tabel 1.2 Objek Kebudayaan
NO OBJEK DESKRIPSI CAKUPAN
1 nilai-nilai budaya serangkaian kriteria nilai baik buruk yang diyakini oleh
suatu kelompok masyarakat yang terwujud dalam tata nilai budaya DIY.
tata nilai budaya norma
2 pengetahuan dan teknologi;
karya intelektual dalam
bidang ilmu
pengetahuan
dan teknologi yang mengandung unsur karakteristik nilai
budaya yang dihasilkan, dikembangkan,
dipelihara oleh
komunitas dan masyarakat DIY.
a. permainan rakyat;
b. olah raga;
c. penanggalan tradisional;
d. senjata;
e. alat kesenian;
f. pakaian dan tata rias;
g. kain;
h. kuliner;
i. jamu;
j. pertanian;
k. sistem irigasi;
l. sistem ekonomi;
m. arsitektur;
n. alat transportasi; dan o. kearifan tentang alam.
3 bahasa sarana tradisi lisan, ekspresi, lisan, dan
NO OBJEK DESKRIPSI CAKUPAN komunikasi antar
manusia baik berbentuk lisan, tulisan
maupun isyarat yang dapat membentuk karakter
masyarakat.
manuskrip.
4 adat istiadat kebiasaan
atau tradisi yang didasarkan pada nilai budaya DIY dan
dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat DIY secara terus-menerus dan diwariskan pada generasi berikutnya.
tata kelola lingkungan tata cara penyelesaian sengketa ritual; dan upacara adat,
5 tradisi luhur bersumber dari Kasultanan dan Kadipaten
nilai-nilai, pengetahuan dan teknologi, bahasa, adat istiadat, seni, dan benda yang dimiliki, dilakukan dan dikembangkan oleh Kasultanan dan Kadipaten yang mengakar dalam masyarakat DIY.
a. hamemayu hayuning bawana, sangkan paraning dumadi, manunggaling kawula gusti;
b. pawukon;
c. motif batik;
d. grebeg, labuhan, sekaten;
e. joglo, limasan; dan f. beksan serimpi, macapat.
6 benda hasil/produk
material dari cipta, rasa, dan karsa yang terwujud dalam
berbagai bentuk baik benda bernilai budaya DIY, maupun
kategori cagar budaya,
a.
objek benda kategori warisan budaya dan cagar budayab.
objek benda bukan kategoriwarisan budaya dan cagar budaya tetapi memiliki nilai budaya.
NO OBJEK DESKRIPSI CAKUPAN yang meliputi benda,
bangunan,
struktur, situs, dan kawasan serta koleksi museum yang
dimiliki oleh DIY.
7 seni ekspresi artistik
individu, kolektif, atau komunal, yang berbasis warisan
budaya DIY maupun berbasis kreativitas penciptaan baru
a. seni pertunjukan;
b. seni rupa;
c. seni sastra;
d. film;
e. seni musik; dan f. seni media.
Tabel 1.3 Ruang lingkup pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan
No Tindakan Rincian
1 Pemeliharaan pemberian legalitas;
dan/atau
register atau tanda daftar;
inventarisasi dan dokumentasi; pengkajian;
dan penetapan.
hak kekayaan intelektual.
diusulkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur hak kekayaan intelektual Pelindungan penyelamatan; rehabilitasi
(memulihkan);
restorasi;
rekonstruksi;
repatriasi
(mengembalikan dari negara lain)
pengamanan; pemutakhiran data secara berkelanjutan;
No Tindakan Rincian
pewarisan Objek Kebudayaan kepada generasi
penerus;
pemindahan Objek Kebudayaan;
penyimpanan Objek Kebudayaan.
perawatan. konservasi;
preservasi.
2 Pengembangan Penguatan; a. penyebarluasan;
b. penelitian;
c. pengayaan keberagaman;
d. revitalisasi;
e. adaptasi;
f. reaktualisasi;
g. rekayasa;
h. pembudayaan;
dan/atau i. internalisasi.
a. peningkatan pendidikan dan pelatihan di bidang Kebudayaan; dan
b. peningkatan kapasitas tata kelola lembaga Kebudayaan dan pranata Kebudayaan.
Pemanfaatan. perbanyakan dan/atau
pendayagunaan.
dilakukan untuk
memenuhi kepentingan meliputi:
a. agama;
b. sosial;
c. ekonomi;
d. pendidikan;
e. ilmu pengetahuan dan teknologi;
f. kebudayaan; dan g. pariwisata.
Syarat-syarat dalam pemeliharaan dan pengembangan:
1. Perencanaan Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan berpedoman pada:
a. Kerangka Umum Kebijakan Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan;
b. Rencana Induk Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan.
2. Pelindungan Objek Kebudayaan berpedoman pada pedoman teknis yang disusun oleh Pemerintah Daerah.
3. Pemerintah Daerah menyusun dokumen rencana Pelindungan Objek Kebudayaan.
4. Penyusunan dokumen rencana Pelindungan Objek Kebudayaan didahului dengan studi kelayakan dan studi teknis.
5. Studi kelayakan dan studi teknis pelindungan harus mempertimbangkan:
a. kondisi sosial, lingkungan, teknis, dan ekonomi;
b. nilai penting terhadap keistimewaan DIY; dan/atau c. manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
6. Pengembangan Objek Kebudayaan harus mempertimbangkan:
a. kemanfaatan untuk masyarakat;
b. partisipasi masyarakat;
c. presentasi masyarakat;
d. edukasi masyarakat; dan/atau e. resolusi konflik.
7. Pengembangan objek kebudayaan harus dilakukan melalui:
a. upaya menyajikan nilai-nilai penting warisan budaya benda dan tak benda yang menjadi bukti nyata nilai-nilai budaya DIY;
b. fasilitasi proses pembudayaan melalui pendidikan;
c. penguatan keteladanan;
d. fasilitasi kelembagaan budaya;
e. pemberian ruang bagi inovasi dan kreatifitas kebudayaan; dan
f. pemeliharaan dan pengembangan budaya Yogyakarta serta pelindungan dan pemberian fasilitasi berbagai budaya masyarakat daerah lainnya yang berada di DIY.
8. Bentuk fasilitasi kepada masyarakat antara lain:a. bantuan teknis dan tenaga ahli;
b. peningkatan kapasitas budaya bagi masyarakat; dan/atau c. subsidi budaya.
9. Fasilitasi kepada masyarakat yang memenuhi kriteria penilaian oleh Dewan Kebudayaan.
10. Pemerintah desa/kelurahan bertugas:
a. melaksanakan Pemeliharaan dan PengembanganObjek Kebudayaan pada tingkat desa/kelurahan;dan
b. mendorong, menumbuhkan, membina, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak, kewajiban, dan peran serta dalam Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan.
11. Dalam melaksanakan kewenangan Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan Pemerintah Daerah dapat mengikutsertakan Pemerintah Kabupaten/Kota.
Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan kebudayaan yang dilaksanakan oleh Kasultanan terdiri atas:
a. pemeliharaan dan pengembangan objek nilai-nilai, pengetahuan dan teknologi, adat istiadat, bahasa, seni, dan benda yang dimiliki;
b. penyusunan regulasi internal mekanisme pemanfaatan anggaran pemeliharaan dan pengembangan objek nilai-nilai, pengetahuan dan teknologi, adat istiadat, bahasa, seni, dan benda yang dimiliki;
c. pengadaan barang/jasa, yang diatur oleh Kasultanan jika pengadaan yang dimaksud tidak termasuk dalam kegiatan pemeliharaan dan pengembangan objek nilai-nilai, pengetahuan dan teknologi, adat istiadat, bahasa, seni, dan benda yang dimiliki oleh Kasultanan; dan
d. melakukan penyempurnaan dan penyesuaian peraturan di lingkungan Kasultanan.
Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan kebudayaan yang dilaksanakan oleh Kadipaten terdiri atas:
a. pemeliharaan dan pengembangan objek nilai-nilai, pengetahuan dan teknologi, adat istiadat, bahasa, seni dan benda yang dimiliki;
b. penyusunan regulasi internal mekanisme pemanfaatan anggaran pemeliharaan dan pengembangan objek nilai-nilai, pengetahuan dan teknologi, adat istiadat, bahasa, seni, dan benda yang dimiliki;
c. pengadaan barang/jasa, yang diatur oleh Kadipaten jika pengadaan yang dimaksud tidak termasuk dalam kegiatan pemeliharaan dan pengembangan objek nilai-nilai, pengetahuan dan teknologi, adat istiadat, bahasa, seni, dan benda yang dimiliki oleh Kadipaten; dan
d. melakukan penyempurnaan dan penyesuaian peraturan di lingkungan Kadipaten.
Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan kebudayaan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah DIY terdiri atas:
a. pendanaan pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan Kasultanan dan Kadipaten;
b. pendanaan program/kegiatan kebudayaan di Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya;
c. pelaksanaan pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan;
d. penyusunan regulasi, perencanaan, pembinaan, pengukuran, pengendalian dan pengawasan pelaksanaan wewenang urusan kebudayaan
e. pengadaan barang/jasa dalam rangka pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan.
Urusan Keistimewaan kebudayaan yang dapat ditugaskan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota terdiri atas:
a. penyusunan regulasi pelaksanaan tugas Urusan Keistimewaan;
b. pelaksanaan tugas pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan.
Urusan Keistimewaan kebudayaan yang dapat ditugaskan kepada Pemerintah Desa dan Kelurahan terdiri atas:
a. pelaksanaan tugas pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan yang diberikan oleh Pemda DIY;
b. peningkatan peran masyarakat desa terhadap pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan;
c. pendataan potensi budaya desa; dan
d. penyelenggaraan dan pengelolaan desa/kelurahan budaya dan/ kawasan budaya Pemerintah Daerah bertugas:
a. mengkoordinasikan kegiatan Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan dengan Kasultanan, Kadipaten, Pemerintah Kabupaten/Kota, pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya;
b. mendorong, menumbuhkan, membina, meningkatkan kesadaran terhadap hak, kewajiban, dan peran serta masyarakat dalam Pemeliharaan Dan Pengembangan Kebudayaan;
c. menyelenggarakan/melaksanakan Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan DIY;
d. melaksanakan pelindungan hukum terhadap kekayaan budaya;
e. memfasilitasi pengelolaan Kebudayaan oleh Setiap Orang.
Pemerintah Desa/Kelurahan membantu:
a. Pemerintah Daerah dalam tahapan inventarisasi Objek Kebudayaan di desa/kelurahan;
b. penyelenggaraan pengelolaan:
1. Desa/Kelurahan Budaya; dan/atau 2. kawasan cagar budaya.
1.4. URUSAN PERTANAHAN
Arah kebijakan strategis urusan pertanahan adalah : mewujudkan administrasi Pertanahan keistimewaan dan mewujudkan Sistem Informasi Pertanahan Keistimewaan.
Menurut Perdais Peraturan Daerah Istimewa Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Dan Pemanfaatan Tanah Kasultanan Dan Tanah Kadipaten pasal 4, Ruang lingkup Peraturan Daerah Istimewa dalam Urusan Pertanahan adalah meliputi pengelolaan dan pemanfaatan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten.
Ruang lingkup Peraturan Daerah Istimewa ini, meliputi:
a. pengelolaan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten, terdiri dari:
1. penatausahaan;
2. pemeliharaan dokumen; dan 3. pengawasan.
b. pemanfaatan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten, terdiri dari:
1. pelindungan;
2. penggunaan; dan 3. pelepasan.
Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan pertanahan yang dilaksanakan oleh Kasultanan terdiri atas:
a. pengadministrasian pertanahan tanah Kasultanan;
b. pengelolaan dan pemanfaatan tanah yang merupakan tanah Kasultanan;
c. pengelolaan dan pemanfaatan tanah desa.
Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan pertanahan yang dilaksanakan oleh Kadipaten terdiri atas:
a. pengadministrasian pertanahan yang merupakan tanah Kadipaten;
b. pengelolaan dan pemanfaatan tanah yang merupakan tanah Kadipaten.
Pengelolaan dan pemanfaatan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten ditujukan untuk:
a. pengembangan kebudayaan;
b. kepentingan sosial; dan/atau c. kesejahteraan masyarakat.
Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten terdiri dari a. Tanah Keprabon; dan
b. Tanah Bukan Keprabon atau Dede Keprabon, yang terdapat di seluruh kabupaten/kota dalam wilayah DIY.
Tabel 1.4 Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten
Tanah Keprabon Bukan Keprabon
Kasultanan Kadipaten
Karaton Pura Pakualaman a. tanah desa yang asal-usulnya dari Kasultanan dan Kadipaten dengan hak Anggaduh, keberadaannya
berdasarkan pada peta persil Desa atau Kelurahan dan data pendukungnya.
Alun-alun Lor Masjid Besar Pakualaman b. tanah yang telah digunakan oleh masyarakat /institusi dan telah memiliki Serat Kekancingan;
Alun-alun Kidul Alun-alun Sewandanan c. tanah yang telah digunakan oleh masyarakat/ institusi dan belum memiliki Serat Kekancingan yang berupa:
a. Magersari;
b. Ngindung;
c. Anganggo; dan d. Anggaduh.
Benteng Kepatihan Pakualaman d. tanah yang belum digunakan.
Jagang Labuhan Glagah Kulon
Progo
Panggung Krapyak Makam Girigondo Kulon Progo
Tugu Pal Putih Rumah Bintaran Wetan Tamansari Makam Gunung Ketur Pasar Beringharjo Rumah Dinas Kecamatan
Kepatihan Kompleks Pasareyan
Sosrobahu Pasareyan Imogiri
Ngayogyakarta
SD N Puro Pakualaman
Makam Sultan Agungan
Ngayogyakarta
Komplek Pasareyan dan Masjid Sonyaragi
Makam Kutho Gedhe Ngayogyakarta sarta Hastarenggo
Komplek LP Wirogunan
Pasareyan Giring Rumah Jabatan Kepala LP Wirogunan
Makam Giriloyo Makam Sentulrejo
Makam Wot Galeh Komplek Pasareyan dan Masjid Sonyaragi
Makam Pakuncen Makam Prajurit Warungboto Makam Banyu
Sumurup
Makam Gunung Buthak
Makam Widoro Manis
Petilasan-Petilasan Pasanggrahan- Pasanggrahan Masjid-Masjid Kagungan Dalem
Tanah Keprabon selain sebagaimana dimaksud di atas ditetapkan oleh Kasultanan
Tanah Keprabon selain sebagaimana dimaksud di atas ditetapkan oleh Kadipaten
Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan pertanahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah DIY, terdiri atas:
a. koordinasi penatausahaan pertanahan yang merupakan tanah desa yang asal usulnya dari tanah Kasultanan dan tanah Kadipaten;
b. penatausahaan pertanahan tanah Kasultanan dan tanah Kadipaten yang telah digunakan oleh Pemerintah Daerah DIY;
c. pengelolaan dan pemanfaatan tanah Kasultanan dan tanah Kadipaten yang telah digunakan oleh Pemerintah Daerah DIY;
d. pemberian izin pemanfaatan tanah desa; dan e. fasilitasi sistem informasi pertanahan.
Urusan Keistimewaan pertanahan yang dapat ditugaskan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota terdiri atas:
a. penatausahaan pertanahan tanah Kasultanan dan tanah Kadipaten bukan Keprabon, yang terdiri atas: tanah desa yang asal usulnya dari tanah Kasultanan dan tanah Kadipaten; dan tanah yang telah digunakan oleh Pemerintah Daerah DIY.
b. penelitian dokumen permohonan tanah Kasultanan dan Kadipaten; dan
c. rekomendasi kesesuaian pemanfaatan tanah Kasultanan dan tanah Kadipaten sesuai dengan rencana tata ruang.
Urusan Keistimewaan pertanahan yang dapat ditugaskan kepada Pemerintah Desa terdiri atas:
a. penyajian data pengelolaan dan pemanfaatan tanah Kasultanan dan tanah Kadipaten;
b. pengadministrasian tanah desa; dan
c. penyusunan Peraturan Desa terkait dengan tanah desa.
1.5 URUSAN TATA RUANG
Arah kebijakan strategis urusan tata ruang adalah : pengaturan melalui mewujudkan dokumen regulasi Rencana Tata Ruang Keistime-waan menjadi produk hukum yang mengikat, pembinaan melalui mewujudkan koordinasi yg ma-sif antar SKPD dan antar level pemerintahan serta mewujud-kan SDM yang siap untuk melaksanakan dan mewujudkan Tata Ruang Keistimewaan, pelaksanaan dengan membuat dan melengkapi perencanaan tata ruang seluruh ruang keistimewaan dan memperkuat pengendalian tata ruang pada seluruh ruang keistimewaan, pengawasan dengan mewujudkan pengawasan pelak-sanaan dan perwujudan tata ruang keistimewaan secara keseluruhan.
Gambar 1.3 Arah kebijakan Strategis Urusan Tata Ruang
Tujuan pengaturan Tata Ruang Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten untuk:
pengembangan kebudayaan; b. kepentingan sosial; dan c. kesejahteraan masyarakat, serta kelestarian lingkungan dan dipergunakan untuk membangun harmonisasi dengan Satuan Ruang lainnya.
Satuan Ruang Strategis Kasultanan terdiri atas:
a. Satuan Ruang Strategis Kasultanan pada Tanah Keprabon, mencakup antara lain:
a. Karaton; b. Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri; c. Sumbu Filosofi dari Tugu Pal Putih sampai dengan Panggung Krapyak; d. Masjid dan Makam Raja Mataram di Kotagede; e. Masjid Pathok Nagoro; f. Gunung Merapi; dan g. Pantai Samas – Parangtritis.
b. Satuan Ruang Strategis Kasultanan pada Tanah Bukan Keprabon, mencakup antara lain: a. Kerto – Pleret; b. Kotabaru; c. Candi Prambanan – Candi Ijo; d.
Sokoliman; e. Perbukitan Menoreh; f. Karst Gunungsewu; dan Pantai Selatan Gunungkidul.
Satuan Ruang Strategis Karaton berfungsi sebagai pusat sistem spasial dari aspek spiritual dan budaya.
Satuan Ruang Strategis Kadipaten terdiri atas: a. Satuan Ruang Strategis pada Tanah Keprabon; dan b. Satuan Ruang Strategis pada Tanah Bukan Keprabon. Satuan Ruang Strategis Kadipaten diusulkan oleh Kadipaten kepada Pemerintah Daerah. Satuan
Ruang Strategis Kadipaten pada Tanah Keprabon antara lain: Puro Pakualaman; dan Makam Girigondo. (4) Satuan Ruang Strategis Kadipaten pada Tanah Bukan Keprabon antara lain: a. pusat Kota Wates; dan b. Pantai Selatan Kulon Progo.
Ruang lingkup pengaturan Peraturan Daerah Istimewa ini meliputi:
a) kebijakan dan strategi mewujudkan Tata Ruang Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten;
b) arahan Struktur Ruang dan Pola Ruang;
c) arahan Tata Ruang pada Satuan Ruang Strategis Kasultanan dan Kadipaten;
d) arahan Tata Ruang pada Satuan Ruang bukan Strategis Kasultanan dan Kadipaten;
e) pelaksanaan Penataan Ruang;
f) pengendalian pemanfaatan Ruang;
g) pengawasan Penataan Ruang;
h) peran Pemerintah Daerah;
i) peran masyarakat;
j) pengelolaan Kawasan;
k) pendanaan; dan l) sanksi.
Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan tata ruang yang dilaksanakan oleh Kasultanan terdiri atas:
a. penyusunan kerangka umum kebijakan tata ruang tanah Kasultanan;
b. pengusulan satuan ruang tanah Kasultanan untuk menjadi satuan ruang strategis;
c. pemanfaatan ruang pada satuan ruang tanah Kasultanan;
d. pengendalian pemanfaatan ruang tanah Kasultanan;
e. penyusunan regulasi penataan ruang pada satuan ruang tanah Kasultanan; dan f. penanganan sengketa atas pemanfaatan ruang tanah Kasultanan.
Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan tata ruang yang dilaksanakan oleh Kadipaten terdiri atas:
a. penyusunan kerangka umum kebijakan tata ruang tanah Kadipaten;
b. pengusulan satuan ruang tanah Kadipaten untuk menjadi satuan ruang strategis;
c. pemanfaatan ruang pada satuan ruang tanah Kadipaten;
d. pengendalian pemanfaatan ruang tanah Kadipaten;
e. penyusunan regulasi penataan ruang pada satuan ruang tanah Kadipaten; dan f. penanganan sengketa atas pemanfaatan ruang tanah Kadipaten.
Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan tata ruang yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah DIY terdiri atas:
a. penyusunan rencana rinci tata ruang pada satuan ruang strategis Kasultanan dan satuan ruang strategis Kadipaten;
b. penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan pada satuan ruang strategis Kasultanan dan satuan ruang strategis Kadipaten;
c. penyusunan rencana induk pada satuan ruang strategis Kasultanan dan satuan ruang strategis Kadipaten;
d. pendanaan dalam rangka pemanfaatan ruang pada satuan ruang tanah Kasultanan atau tanah Kadipaten;
e. pemanfaatan ruang pada satuan ruang strategis;
f. pendanaan penanganan sengketa atas pemanfaatan ruang tanah Kasultanan atau tanah Kadipaten;
g. penyiapan bahan pertimbangan teknis izin pemanfaatan ruang;
h. pengendalian pemanfaatan ruang pada satuan ruang strategis;
i. pengawasan terhadap penyelenggaraan penataan ruang pada satuan ruang strategis; dan
j. penyusunan regulasi pengelolaan pemanfaatan ruang pada satuan ruang strategis.
Urusan Keistimewaan tata ruang yang dapat ditugaskan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota terdiri atas:
a. penyusunan rencana rinci tata ruang pada satuan ruang strategis Kasultanan dan satuan ruang strategis Kadipaten;
b. penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan pada satuan ruang strategis Kasultanan dan satuan ruang strategis Kadipaten;
c. penyusunan rencana induk pada satuan ruang strategis Kasultanan dan satuan ruang strategis Kadipaten;
d. penyiapan bahan pertimbangan teknis izin pemanfaatan ruang;
e. pemanfaatan ruang pada satuan ruang strategis;
f. pengendalian pemanfaatan ruang pada satuan ruang strategis.
Urusan Keistimewaan tata ruang yang dapat ditugaskan kepada Pemerintah Desa terdiri atas:
a. penyebarluasan informasi rencana tata ruang pada satuan ruang strategis;
b. membantu pemantauan pemanfaatan ruang sesuai izin pada satuan ruang strategis;
c. melaporkan ketidaksesuaian pemanfaatan ruang pada satuan ruang strategis;
d. pengelolaan pemanfaatan ruang pada satuanruang strategis.
Dana Keistimewaan tidak boleh dipergunakan untuk:
a. pembayaran gaji dan tunjangan lainnya;
b. program pelayanan administrasi perkantoran;
c. program peningkatan sarana prasarana aparatur;
d. program peningkatan disiplin aparatur;
e. program fasilitasi pindah/purna tugas Pegawai Negeri Sipil;
f. program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur; dan
g. program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan.
Penataan Ruang Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan satuan-satuan Ruang lain yang memiliki nilai keistimewaan dalam satu Kawasan.
Gambar 1.4 18 Satuan Ruang Strategis Keistimewaan
PROGRAM DAN KEGIATAN KEISTIMEWAAN
Kode dan Nomenklatur program, kegiatan dan sub kegiatan haruslah selaras antara yang ada di Berita Acara, Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), Kerangka Acuan Kegiatan (KAK), Rencana Kerja Pemerintah Daerah, SIPD, Kepmendagri Nomor 050-3708 Tahun 2020 tentang Hasil Verifikasi, Validasi, dan Inventarisasi Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Daerah yang sudah ditata kembali dengan Kepmendagri Nomor 050-5889 Tahun 2021 tentang Hasil Verifikasi, Validasi, dan Inventarisasi Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Daerah Apabila ternyata yang ada di Kepmendagri tidak terakomodir di dalam SIPD, maka dicarikan nomenklatur yang senyampang, sesuai dengan output kegiatan. Pemilihan program dan kegiatan disesuaikan dengan output yang akan dihasilkan, tugas pokok fungsi OPD. Program, kegiatan dan sub kegiatan BKK Kalurahan disesuaikan program, kegiatan dan sub kegiatan yang ada di OPD yang mengelola program strategis.
2.1 URUSAN TATA CARA PENGISIAN JABATAN, KEDUDUKAN, TUGAS, DAN WEWENANG GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR
VISI JANGKA MENENGAH DIY
Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia Jogja MISI JANGKA
MENENGAH DIY
Mewujudkan Tata Pemerintahan yang Demokratis SASARAN
PEMDA
Meningkatnya Kapasitas Pengelolaan Keistimewaan
PROGRAM PENYELENGGARAAN KEISTIMEWAAN URUSAN TATA CARA PENGISIAN JABATAN KEDUDUKAN, TUGAS, DAN WEWENANG GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DIY
KEGIATAN Tata Cara Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY SUB KEGIATAN:
4 01 11 1.10 01 Koordinasi Pemberhentian, Penetapan dan Pengesahan Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY 4 01 11 1.10 02 Penyelenggaraan Penetapan dan Pengusulan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY
4 01 11 1.10 03 Penyelenggaraan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY
4 01 11 1.10 04 Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY
4.01.11 PROGRAM PENYELENGGARAAN KEISTIMEWAAN URUSAN TATA CARA
PENGISIAN JABATAN KEDUDUKAN, TUGAS, DAN WEWENANG GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DIY
4.01.11.1.01 Tata Cara Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY
4.01.11.1.01.01 Koordinasi Pemberhentian, Penetapan dan Pengesahan Jabatan
Gubernur dan Wakil Gubernur DIY
4.01.11.1.01.02 Penyelenggaraan Penetapan dan Pengusulan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY
4.01.11.1.01.03 Penyelenggaraan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY
4.01.11.1.01.04 Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY
2.2 URUSAN KELEMBAGAAN VISI JANGKA
MENENGAH DIY
Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia Jogja MISI JANGKA
MENENGAH DIY
Mewujudkan Tata Pemerintahan yang Demokratis SASARAN
PEMDA
Terwujudnya pelaksanaan Urusan Kelembagaan sesuai dengan perdais kelembagaan
PROGRAM, KEGIATAN, DAN SUB KEGIATAN SIPD 2022
4 UNSUR PENDUKUNG URUSAN PEMERINTAHAN 4.01 SEKRETARIAT DAERAH
4.01.10 PROGRAM PENYELENGGARAAN KEISTIMEWAAN URUSAN KELEMBAGAAN DAN KETATALAKSANAAN
4.01.10.1.01 Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan Urusan Kaistimewan 4.01.10.1.01.01 Perumusan Kebijakan Kelembagaan Perangkat Daerah
4.01.10.1.01.02 Perumusan Kebijakan Hubungan Kerja Perangkat Daerah DIY dan Pemerintah Asli
4.01.10.5.01.02 Perumusan Kebijakan Hubungan Kerja Perangkat Daerah DIY dan Kelembagaan Asli
4.01.10.1.01.03 Penataan Bentuk Kelembagaan Asli DIY
4.01.10.1.01.04 Penataan Bentuk Kelembagaan Asli Kota Yogyakarta 4.01.10.1.01.05 Penataan Bentuk Kelembagaan Asli Kabupaten Sleman 4.01.10.1.01.06 Penataan Bentuk Kelembagaan Asli Kabupaten Bantul
4.01.10.1.01.07 Penataan Bentuk Kelembagaan Asli Kabupaten Gunung Kidul 4.01.10.1.01.08 Penataan Bentuk Kelembagaan Asli Kabupaten Kulon Progo 4.01.10.1.01.09 Pembinaan Kelembagaan Pemerintah Kabupaten/Kota 4.01.10.1.01.10 Pelaksanaan Kelembagaan Asli
4.01.10.1.01.11 Perumusan Kebijakan Analisis Jabatan dan Pengembangan Kinerja Jabatan 4.01.10.1.01.12 Pengawasan Rancangan Produk Hukum dan Produk Hukum Kabupaten/Kota Tindak Lanjut Pelaksanaan Kewenangan Keistimewaan
4.01.10.1.01.13 Perencanaan dan Pengendalian Urusan Kelembagaan
4.01.10.5.01.09 Penyusunan Rancangan Produk Hukum Daerah Tindak Lanjut Pelaksanaan Keistimewaan
4.01.10.5.01.010 Pembinaan Penerapan Keistimewaan di Kapanewon/Kemantren dan
Kalurahan/Kelurahan
4.01.10.1.02 Peningkatan Budaya Pemerintahan
4.01.10.1.02.01 Implementasi Budaya Pemerintahan DIY
4.01.10.1.02.02 Implementasi Budaya Pemerintahan Kota Yogyakarta 4.01.10.1.02.03 Implementasi Budaya Pemerintahan Kabupaten Sleman 4.01.10.1.02.04 Implementasi Budaya Pemerintahan Kabupaten Bantul 4.01.10.1.02.05 Budaya Pemerintahan Kabupaten Gunung Kidul
4.01.10.1.02.06 Implementasi Budaya Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo 4.01.10.1.02.07 Pembekalan Keistimewaan bagi PNS Mutasi Luar Daerah 4.01.10.1.02.08 Penyelenggaraan Diklat Keistimewan
4.01.10.1.03 Perencanaan dan Pengendalian Keistimewaan Urusan Kelembagaan dan Tata Cara
4.01.10.5.03.01 Koordinasi Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Keistimewaan Urusan Kelembagaan dan Tata Cara
4.01.10.1.03.01 Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Keistimewaan Urusan Kelembagaan dan Tata Cara
4.01.10.1.03.02 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Dana Keistimewaan Urusan Kelembagaan dan Tata Cara
4.01.10.1.04 Perencanaan dan Pengendalian Keistimewaan Urusan Kebudayaan
4.01.10.1.04.01 Koordinasi Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Keistimewaan Urusan Kebudayaan
4.01.10.1.04.02 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Dana Keistimewaan Urusan Kebudayaan
4.01.10.1.05 Perencanaan dan Pengendalian Keistimewaan Urusan Pertanahan dan Tata Ruang
4.01.10.1.05.01 Koordinasi Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Keistimewaan Urusan Pertanahan dan Tata Ruang
4.01.10.1.05.02 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Dana Keistimewaan Urusan Pertanahan dan Tata Ruang
4.01.10.5.05.01 Koordinasi Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Keistimewaan Urusan Pertanahan
4.01.10.5.05.02 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Dana Keistimewaan Urusan Pertanahan 4.01.10.5.05.03 Koordinasi Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Keistimewaan Urusan Tata Ruang
4.01.10.5.05.04 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Dana Keistimewaan Urusan Tata Ruang 4.01.10.1.06 Perencanaan dan Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan Keistimewaan
4.01.10.1.06.01 Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Keistimewaan 4.01.10.1.06.02 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Dana Keistimewaan se-DIY 4.01.10.1.07 Sarana dan Prasarana Keistimewaan Urusan Kelembagaan
4.01.10.1.07.01 Pengadaan Sarana dan Prasarana Lembaga Pelaksana Urusan Keistimewaan 4.01.10.1.08 Peningkatan Pelayanan Parampara Praja
4.01.10.1.08.01 Penyusunan Rekomendasi Urusan Keistimewaan
4.01.10.1.09 Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Keistimewaan
4.01.10.1.09.01 Penyelenggaraan Diklat Keistimewaan bagi Aparatur
4.01.10.1.09.02 Pembinaan Kelembagaan Pelaksana Keistimewaan
2.3 URUSAN KEBUDAYAAN VISI JANGKA
MENENGAH DIY
Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia Jogja MISI JANGKA
MENENGAH DIY
Meningkatkan Kualitas Hidup, Kehidupan Dan Penghidupan Masyarakat Yang Berkeadilan dan Berkeadaban
SASARAN PEMDA
Terpelihara dan Berkembangnya Kebudayaan
PROGRAM, KEGIATAN, DAN SUB KEGIATAN SIPD 2022
2.22 URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEBUDAYAAN
2.22.08 PROGRAM PENYELENGGARAAN KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA URUSAN KEBUDAYAAN
2.22.08.1.01 Sejarah, Bahasa, Sastra dan Permuseuman 2.22.08.1.01.01 Pembinaan dan Pengembangan Kesejarahan 2.22.08.1.01.02 Pembinaan, Pengembangan Bahasa dan Sastra 2.22.08.1.01.03 Pembinaan dan Pengelolaan Permuseuman 2.22.08.1.01.04 Pengembangan Bahasa Sastra
2.22.08.1.02 Perlindungan dan Konservasi Arsip Kraton dan Kadipaten
2.22.08.1.02.01 Pengelolaan Koleksi Perpustakaan dan Arsip Bernilai Sejarah Kasultanan dan Kadipaten
2.22.08.1.02.02 Pengelolaan Arsip Bernilai Sejarah Kasultanan dan Kadipaten 2.22.08.1.02.03 Pengelolaan Koleksi dan Pengembangan Literasi Budaya 2.22.08.1.03 Penguatan Museum Sonobudoyo
2.22.08.1.03.01 Pengelolaan Museum Sonobudoyo 2.22.08.1.03.02 Pengembangan Museum Sonobudoyo 2.22.08.1.04 Pelestarian Cagar Budaya dan Warisan Budaya 2.22.08.1.04.01 Tata Kelola Cagar Budaya dan Warisan Budaya 2.22.08.1.04.02 Pengembangan Cagar Budaya dan Warisan Budaya 2.22.08.1.04.03 Nominasi Warisan Budaya Nasional dan Dunia 2.22.08.1.05 Pengelolaan Taman Budaya
2.22.08.1.05.01 Pengelolaan dan Pengembangan Taman Budaya Yogyakarta 2.22.08.1.05.02 Pengelolaan dan Pengembangan Taman Budaya Kabupaten/Kota 2.22.08.1.06 Sarana Prasarana Keistimewan Urusan Kebudayaan
2.22.08.1.06.01 Pengadaan Sarana dan Prasarana Budaya
2.22.08.1.06.02 Pembangunan Ekosistem Kultural DIY Berbasis Digital
2.22.08.1.06.03 Pengadaan Sarana Publikasi dan Penanda Keistimewaan
2.22.08.1.06.04 Pengadaan Sarana dan Prasarana Lembaga Budaya
2.22.08.1.07 Perencanaan dan Pengendalian Urusan Kebudayaan
2.22.08.1.07.01 Perencanaan Program dan Kegiatan Urusan Kebudayaan
2.22.08.1.07.02 Monitoring dan Evaluasi Program dan Kegiatan Urusan Kebudayaan 2.22.08.1.07.03 Membangun Kemitraan dengan Lembaga Pelestari Budaya
2.22.08.1.08 Pengembangan Kearifan Lokal dan Potensi Budaya 2.22.08.1.08.01 Pengembangan Lumbung Mataraman
2.22.08.1.08.02 Pengembangan Atraksi Wisata Budaya 2.22.08.1.08.03 Pengembangan Industri Kreatif
2.22.08.1.08.04 Peningkatan Pelayanan Kesehatan Tradisional 2.22.08.1.08.05 Pengembangan Budaya Bahari
2.22.08.5.08.06 Pengembangan Wana Wisata Budaya Mataram 2.22.08.5.08.07 Pengembangan Sistem Pertanian Tradisional 2.22.08.1.09 Adat, Seni, Tradisi dan Lembaga Budaya
2.22.08.1.09.01 Pembinaan dan Pengembangan Desa Budaya
2.22.08.1.09.02 Pembinaan dan Pengembangan Rintisan Desa dan Kantong Budaya 2.22.08.1.09.03 Pembinaan Lembaga Penggiat Seni
2.22.08.1.09.04 Misi Kebudayaan ke Dalam dan Luar Negeri dalam rangka Diplomasi Budaya
2.22.08.1.09.05 Penghargaan Seniman dan Budayawan 2.22.08.1.09.06 Festival Kebudayaan Yogyakarta 2.22.08.1.09.07 Gelar Budaya Yogyakarta
2.22.08.1.09.08 Publikasi Seni dan Budaya Daerah
2.22.08.1.09.09 Pembinaan Penghayat Kepercayaan, Adat dan Tradisi
2.22.08.1.09.10 Pengembangan dan Implementasi Nilai-nilai Luhur dalam Masyarakat 2.22.08.1.09.11 Selendang Sutera
2.22.08.1.09.12 Penyelenggaraan Even Penggiat Seni 2.22.08.1.09.13 Gelar Seni Budaya Daerah
2.22.08.1.09.14 Pembinaan dan Pelatihan Seni dan Budaya Tradisional Yogyakarta 2.22.08.1.09.15 Penguatan Lembaga Pelestari Budaya
2.22.08.1.09.16 Pembinaan Kelembagaan Adat dan Tradisi 2.22.08.1.09.17 Pembinaan Jagawarga
2.22.08.1.09.18 Pengembangan Kewirausahaan Desa 2.22.08.1.09.19 Peningkatan Lembaga Wisata Budaya 2.22.08.1.09.20 Pengembangan Ekonomi Perempuan
2.22.08.1.09.21 Pengelolaan dan Pengembangan Museum Gunungapi Merapi 2.22.08.1.09.22 Peningkatan Kapasitas SDM dan Kelembagaan Desa
2.22.08.1.09.23 Pembangunan Ketahanan Sosial Budaya
2.22.08.5.09.22 Revitalisasi Budaya Gotong Royong Untuk Pemberdayaan Ekonomi Desa 2.22.08.5.09.23 Penumbuhan Nilai-Nilai Kepahlawanan, Keperintisan, dan
Kesetiakawanan Sosial
2.22.08.1.10 Pendidikan Berbasis Budaya 2.22.08.1.10.01 Pembinaan Muatan Lokal
2.22.08.1.10.02 Sarana dan Prasarana Pendidikan Urusan Keistimewaan 2.22.08.1.10.03 Kependidikan Kepramukaan
2.22.08.1.10.04 Penyelenggaraan Akademi Komunitas Seni dan Budaya Yogyakarta
2.4 URUSAN PERTANAHAN VISI JANGKA
MENENGAH DIY
Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia Jogja MISI JANGKA
MENENGAH DIY
Mewujudkan Tata Pemerintahan yang Demokratis
SASARAN PEMDA Meningkatnya Pengelolaan dan pemanfaatan tanah Kasultanan, Kadipaten dan tanah desa
PROGRAM, KEGIATAN, DAN SUB KEGIATAN SIPD 2022
2 URUSAN PEMERINTAHAN WAJIB YANG TIDAK BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR
2.10 URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERTANAHAN
2.10.11 PROGRAM PENYELENGGARAAN KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA URUSAN PERTANAHAN
2.10.11.1.01 Pengelolaan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten 2.10.11.1.01.01 Penatausahaan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten 2.10.11.1.01.02 Pemeliharaan Dokumen Pertanahan
2.10.11.1.01.03 Peningkatan Kapasitas Lembaga Pertanahan Kasultanan dan Kadipaten 2.10.11.1.01.04 Pengawasan Tanah Kasultanan, Tanah Kadipaten, dan Tanah Desa 2.10.11.1.01.05 Perencanaan Program/Kegiatan Urusan Pertanahan
2.10.11.1.01.06 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program/Kegiatan Urusan Pertanahan
2.10.11.1.01.07 Pengembangan dan Pemanfaatan Sistem Informasi Pertanahan Pemanfaatan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten
2.10.11.1.01.08 Penyiapan Bahan Pertimbangan Teknis Ijin Penggunaan Tanah Kasultanan dan Kadipaten
2.10.11.1.01.09 Penanganan Keberatan dan Sengketa Pertanahan Tanah Kasultanan, Tanah Kadipaten dan Tanah Desa
2.10.11.1.01.10 Penyusunan dokumentasi Penanganan Permasalahan Hukum Pertanahan Sarana dan Prasarana Keistimewaan
2.10.11.1.01.11 Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendukung Pelaksanaan Kegiatan Keistimewaan Urusan Pertanahan
2.5 URUSAN TATA RUANG VISI JANGKA
MENENGAH DIY
Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia Jogja MISI JANGKA
MENENGAH DIY
Meningkatkan Kualitas Hidup, Kehidupan Dan Penghidupan Masyarakat Yang Berkeadilan dan Berkeadaban
SASARAN PEMDA Meningkatnya aktivitas perekonomian yang berkelanjutan
1.03 URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG 1.03.13 PROGRAM PENYELENGGARAAN KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA URUSAN TATA RUANG
1.03.13.1.01 Kegiatan Perencanaan Tata Ruang Satuan Ruang Strategis Kasultanan dan Kadipaten
1.03.13.1.01.01 Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang pada Satuan Ruang strategis Kasultanan dan Kadipaten
1.03.13.1.01.02 Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Satuan Ruang Strategis Kasultanan dan Kadipaten
1.03.13.1.01.03 Penyusunan Rencana Induk Satuan Ruang Strategis Kasultanan dan Kadipaten
1.03.13.1.01.04 Penetapan RTR KSP DIY
1.03.13.1.01.05 Perencanaan Program/Kegiatan Urusan Tata Ruang 1.03.13.1.01.06 Penyebarluasan Informasi Rencana Tata Ruang
1.03.13.1.02 Kegiatan Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Kasultanan dan Kadipaten
1.03.13.1.02.01 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Sumbu Filosofis 1.03.13.1.02.02 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Pantai Selatan 1.03.13.1.02.03 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Karst Gunung Sewu 1.03.13.1.02.04 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Perbukitan Menoreh 1.03.13.1.02.05 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Kawasan Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri
1.03.13.1.02.06 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Kawasan Candi Prambanan- Candi Ijo
1.03.13.1.02.07 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Kotabaru 1.03.13.1.02.08 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Merapi 1.03.13.1.02.09 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Kotagede
1.03.13.1.02.10 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Pantai Samas-Parangtritis 1.03.13.1.02.11 Pemanfaatan Ruang Kawasan Kiskendo-Sermo-Wates
1.03.13.1.02.12 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Kawasan Kerto-Pleret 1.03.13.1.02.13 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Pantai Selatan Kulon Progo 1.03.13.1.02.14 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Karaton
1.03.13.1.02.15 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Sokoliman
1.03.13.1.02.16 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Puro Pakualaman 1.03.13.1.02.17 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Makam Girindo
1.03.13.5.02.18 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Pantai Selatan Gunungkidul 1.03.13.5.02.19 Pemanfaatan Ruang Satuan Ruang Strategis Masjid Pathok Nagoro 1.03.13.1.03 Kegiatan Pengendalian Pemanfaatan Penataan Ruang Satuan Ruang Strategis
1.03.13.1.03.01 Pengawasan Penyelenggaraan Penataan Ruang
1.03.13.1.04 Kegiatan Sarana dan Prasarana Keistimewaan Urusan Tata Ruang
1.03.13.1.04.01 Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendukung Pelaksanaan Kegiatan Keistimewaan Urusan Tata Ruang
Program-Program Prioritas DIY
1) Revitalisasi Kawasan Sumbu Filosofi dan Sumbu Imajiner 2) Pengembangan Potensi di Satuan Ruang Strategis Keistimewaan
3) Konektivitas Antar Satuan Ruang Strategis Keistimewaan Untuk Mengatasi Kesenjangan Wilayah
4) Penyediaan Ruang Ekspresi Kebudayaan
5) Jogja Kota Batik Dunia sebagai Bentuk Revitalisasi Warisan Budaya 6) Pengembangan Ekosistem Kultural Berbasis Digital
7) Mewujudkan Vision Driven Organization sebagai bentuk Reformasi Kelembagaan 8) Pemberdayaan Masyarakat melalui Peningkatan Potensi Kalurahan
9) Fasilitasi dan Penghargaan terhadap individu dan lembaga di Bidang Kebudayaan 10) SATRIYA” Sebagai Manifestasi Peningkatan Kapasitas Organisasi
11) Penyelesaian permasalahan dan sengketa pertanahan di DIY (termasuk penatausahaan pertanahan)
12) Pemanfaatan Tanah Kasultanan, Tanah Kadipaten dan Tanah Kalurahan di DIY
KESELARASAN DOKUMEN PERENCANAAN
Akuntabilitas Kinerja dapat dilihat dari antara lain: penetapan tujuan, sasaran, program dan kegiatan mengalir dan selaras ke semua unit organisasi. Keselarasan antar dokumen ini juga menjadi salah satu kriteria penilaian kelayakan usulan program dan kegiatan keistimewaan. Penilaian kelayakan usulan program dan kegiatan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta dilakukan berdasarkan:
1. Kesesuaian antara usulan dengan program prioritas nasional;
2. Kesesuaian antara usulan dengan Perdais;
3. Kewajaran nilai program dan kegiatan;
4. Asas efisiensi dan efektifitas;
5. Hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Dana Keistimewaan.
Arahan perencanaan pembangunan pemerintah pusat agar setiap Menteri dan Kepala Lembaga wajib mengendalikan anggaran di setiap K/L yang dipimpinnya.
Anggaran negara harus berorientasi manfaat untuk rakyat. Kebijakan anggaran berdasarkan money follow program, tidak semua Tusi harus dibiayai secara merata.
Pemangkasan program yang nomenklaturnya kurang jelas dan kurang bermanfaat bagi rakyat. Pemangkasan regulasi yang menghambat pengambilan keputusan dan tindakan.
Peningkatan belanja modal dan fokus pada pembangunan infrastruktur. Penyediaan SDM berkualitas dalam percepatan pembangunan.
Permasalahan dan tantangan pembangunan daerah: Melakukan sinergi perencanaan pusat dan daerah untuk menjamin efektivitas pelaksanaan pembangunan, Pembangunan tidak hanya sebatas pada pengembangan potensi daerah, namun dalam juga mempertimbangkan seberapa cepat suatu pembangunan dapat dilaksanakan serta berkualitas, Segregasi waktu perencanaan yang belum selaras antara proses perencanaan lingkup pusat dengan daerah, Harmonisasi antara prioritas pembangunan nasional dan pembangunan daerah tidak hanya memperhatikan prioritas nasional, namun juga terdapat prioritas kepala daerah dalam penentuannya.
Perencanaan program dan kegiatan keistimewaan semestinya memiliki keterkaitan dan berkontribusi pada cita-cita pembangunan nasional.
Tabel 3.1 Keselarasan cita-cita pembangunan nasional dan daerah Visi Nasional Indonesia Yang Mandiri, Maju, Adil Dan Makmur Visi Jangka Menengah
Pembangunan
Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri, Dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong
Nasional Republik Indonesia
Misi Pembangunan Nasional Republik Indonesia
1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokratis berlandaskan negara hukum.
3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera.
5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.
7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.
Visi Jangka Panjang DIY
Daerah Istimewa Yogyakarta pada Tahun 2025 sebagai Pusat Pendidikan, Budaya dan Daerah Tujuan Wisata Terkemuka di Asia Tenggara dalam lingkungan Masyarakat yang Maju, Mandiri dan Sejahtera
Misi Jangka Panjang 1. Mewujudkan pendidikan berkualitas, berdaya saing, dan akuntabel yang didukung oleh sumber daya pendidikan yang handal.
2. Mewujudkan budaya adiluhung yang didukung dengan konsep, pengetahuan budaya, pelestarian dan pengembangan hasil budaya, serta nilai-nilai budaya secara berkesinambungan.
3. Mewujudkan kepariwisataan yang kreatif dan inovatif.
4. Mewujudkan sosiokultural dan sosioekonomi yang inovatif, berbasis pada kearifan budaya lokal, ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan rakyat.
Visi Jangka Menengah Gubernur
Menyongsong "Abad Samudera Hindia" untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja
Misi Gubernur 1. terwujudnya peningkatan kualitas hidup-kehidupan- penghidupan masyarakat yang berkeadilan dan berkeadaban, melalui peningkatan kemampuan dan peningkatan ketrampilan sumberdaya manusia Jogja yang berdaya saing,
2. terwujudnya peningkatan kualitas dan keragaman kegiatan perekonomian masyarakat, serta penguatan ekonomi yang berbasis pada sumberdaya lokal (keunikan teritori ekonomi) untuk pertumbuhan pendapatan masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,
3. terwujudnya peningkatan harmoni kehidupan bersama baik pada lingkup masyarakat maupun pada lingkup birokrasi atas dasar toleransi, tenggang rasa, kesantunan, dan kebersamaan,
4. terwujudnya tata dan perilaku penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis
5. terwujudnya perilaku bermartabat dari para aparatur sipil penyelenggara pemerintahan atas dasar tegaknya nilai-nilai
integritas yang menjunjung tinggi kejujuran, nurani rasa malu, nurani rasa bersalah dan berdosa apabila melakukan penyimpanganpenyimpangan yang berupa korupsi, kolusi, dan nepotisme.
VISI Pemda DIY Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia Jogja MISI Pemda DIY 1. Meningkatkan Kualitas Hidup, Kehidupan dan Penghidupan
Masyarakat yang Berkeadilan dan Berkeadaban 2. Mewujudkan Tata Pemerintahan yang Demokratis
Tujuan Pemda 1. Meningkatnya kualitas hidup, kehidupan, dan penghidupan Arah Pembangunan
Daerah Istimewa Yogyakarta
1. Yogyakarta akan bertindak secara aktif mengisi kesepakatan kesepakatan yang telah dibuat oleh Pemerintah Indonesia dalam Kerangka Perjanjian IORA (Indian Ocean Rim Association), untuk mengembangkan Wilayah Yogyakarta Bagian Selatan
2. Semangat "Perjumpaan" dan "Silang Ekonomi" akan diletakkan sebagai strategi kebudayaan untuk mengatasi kesenjangan dan kemiskinan yang masih menggelayut di Wilayah Yogyakarta secara keseluruhan, dalam kerangka meningkatkan harkat dan martabat manusia Jogja.
3. Semangat "Perjumpaan" dan "Silang Keruangan Wilayah"
akan diletakkan sebagai strategi untuk memajukan wilayah- wilayah pinggiran melalui silang infrastruktur wilayah, sehingga interkoneksi antara permukiman-permukiman terpencil dengan pusat-pusat pelayanan masyarakat akan terbangun secara baik
4. Semangat "Perjumpaan" dan "Silang Birokrasi" akan diletakkan sebagai strategi untuk menciptakan program- program besar yang memiliki kapasitas dan dampak besar bagi perubahan-perubahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
5. Semangat "Perjumpaan" dan "Silang Birokrasi" akan diletakkan sebagai strategi untuk menciptakan tatakelola pemerintahan yang demokratis, baik melalui "strategi silang vertikal" (keterbukaan di internal SKPD), "strategi silang horisontal" (keterbukaan antar SKPD), dan "strategi silang heterarki" (gabungan keterbukaan vertikal dan horisontal antar SKPD).
6. Semangat "Perjumpaan" dan "Silang Kelembagaan" akan diletakkan sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas SDM aparatur sipil negara, melalui "silang belajar" ke lembaga lembaga lain dalam menciptakan "Trilogi SDM-DIY" atau "E2- K" yakni: ETOS, ETIKA, dan KUALITAS.
7. Semangat "Perjumpaan" dan "Silang Budaya" akan diletakkan sebagai strategi untuk meningkatkan harmoni kehidupan bersama masyarakat Yogyakarta.
Muara penyelenggaraan keistimewaan adalah kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut sangat selaras dengan visi misi pembangunan nasional dan daerah. Kelima tujuan pengaturan keistimewaan sangat sinergis dengan dua misi pembangunan jangka menengah DIY 2017-2022
Tabel 3.2 Keselarasan regulasi dalam tujuan keistimewaan
Regulasi Tujuan pengaturan Keistimewaan 1. UU 13 Tahun 2012 tentang
Keistimewaan Yogyakarta Pasal 5 2. Perdais DIY No 1 Tahun 2013 tentang
Kewenangan dalam Urusan keistimewaan DIY Pasal 3
3. Perdais DIY No 3 Tahun 2017 tentang pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan, Pasal 3 Ayat 5 ayat e meningkatkan kesejahteraan masyarakat
4. Perdais DIY No 2 Tahun 2017 tentang Tata Ruang Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten Pasal ayat c kesejahteraan masyarakat
5. Perdais DIY No 2 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan, Pelantikan, Kedudukan, Tugas dan Wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur Pasal 2 ayat b. Mewujudkan pemerintahan yang demokratis, c.
Mewujudkan Tata pemerintahan dan tatanan sosial yang menjamin kebhinnekatunggalikaan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, d Menciptakan pemerintahan yang baik, e.
Kesejahteraan dan ketentraman masyarakat
Mewujudkan pemerintahan yang demokratis
Mewujudkan kesejahteraan dan ketentraman masyarakat
Mewujudkan Tata pemerintahan dan tatanan sosial yang menjamin kebhinnekatunggalikaan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia Menciptakan pemerintahan yang baik Melembagakan peran dan tanggungjawab Kasultanan dan Kadipaten dalam menjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta yang merupakan warisan budaya bangsa
PENGHITUNGAN CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
RPJMD DIY 2017-2022 sudah menentukan 14 Indikator Kinerja Utama Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengukur keberhasilan pembangunan. Lima diantaranya sangat terkait dalam pengukuran keberhasilan pembangunan urusan keistimewaan.
Keberhasilan dalam pembangunan urusan keistimewaan akan berkontribusi pada pencapaian pembangunan daerah. Secara tidak langsung pembangunan urusan keistimewaan berdampak positif bagi indicator lainnya. Misalnya pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan telah menghubungan satuan-satuan ruang strategis keistimewaan yang membuka peluang ekonomi baru di kabupaten kabupaten di DIY bagian selatan, sehingga mengurangi ketimpangan wilayah dan kemiskinan.
Tabel 4.1 Indikator Kinerja Utama Pembangunan DIY
No Indikator
Baseline Target
2017 2018 2019 2020 2021 2022 1 Indeks Pembangunan
Manusia (IPM)
78,38 80,29 80,72 81,08 81,40 81,68 2 Indeks Gini 0,4400 0,3917 0,3846 0,3776 0,3705 0,3635 3 Persentase Angka
Kemiskinan
12,36 % 11,23
%
10,99
%
9,11% 8,07% 7,00%
4 Indeks Pemberdayaan gender
68,75 % 69,91 70,02 70,12 70,22 70,32 5 Persentase Peningkatan
Jumlah Budaya Benda dan Tak benda yang diapresiasi
10,98 % 11.46
%
11.68
%
11.72
%
11.99
%
12.04
% 6 Pertumbuhan Ekonomi 5,21% 5,24% 5,26% 5,29% 5,31% 5,34%
7 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
56,65 58,58 60,51 62,44 64,18 66,15 8 Persentase Kesesuaian
Pemanfaatan Ruang
75% 76.5% 78% 79.5% 81% 82.5%
9 Capaian Penataan Ruang Pada Satuan Ruang Strategis Keistimewaan
11.11% 21,11
%
30,42
%
40,69
%
49,03
%
54,44
% 10 Indeks Williamson
0.4662 0,4559 0,4542 0,4524 0,4506 0,4489
11 Opini BPK WTP WTP WTP WTP WTP WTP
12 Nilai Akuntabilitas Pemerintah
A A A A A A