66 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
15. UTANG BANK (lanjutan) BANK LOANS (continued)
88
15. UTANG BANK (lanjutan) 15. BANK LOANS (continued)
PT Bank CIMB Niaga Tbk (Niaga) (lanjutan) PT Bank CIMB Niaga Tbk (Niaga) (continued)
PT Nirvana Wastu Utama (NWU) PT Nirvana Wastu Utama (NWU)
Pada bulan November 2016, PT Nirvana Wastu Utama (“NWU”), entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman dari Niaga, dengan rincian sebagai berikut:
In November 2016, PT Nirvana Wastu Utama ("NWU"), a subsidiary, obtained loan facilities from Niaga, with details as follows:
a. Fasilitas pinjaman investasi dengan pagu kredit sebesar Rp84.000.000.000. Fasilitas ini dikenai bunga JIBOR + 4,75% per tahun dan digunakan untuk membayar pinjaman pemegang saham yang sebelumnya digunakan untuk mengakuisisi Supermall Sukabumi. Jangka waktu fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 30 November 2023 dan akan dilunasi melalui cicilan bulanan sesuai jadwal angsuran.
a. Investment loan facility with maximum credit amounting to Rp84,000,000,000. This facility bears interest rate at JIBOR + 4.75% per annum and is used to pay the shareholders loan that was previously used to acquire Sukabumi Supermall. This facility will expire on November 30, 2023, and shall be repaid through monthly installments in the accordance to the repayment schedule
b. Fasilitas pinjaman rekening koran dengan jumlah pagu kredit sebesar Rp1.000.000.000. Fasilitas ini dikenai bunga sebesar JIBOR+ 4,75 % per tahun dan digunakan untuk modal kerja. Jangka waktu fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 30 November 2017. Sampai dengan 31 Maret 2017, fasilitas pinjaman ini belum digunakan.
b. Overdraft loan facility with maximum credit amounting to Rp1,000,000,000. This facility bears interest rate at JIBOR + 4.75% per annum and is used for working capital. This facility will expire on November 30, 2017. Until March 31, 2017, this loan facility has not been utilized.
Berdasarkan perjanjian di atas, NWU harus mendapatkan persetujuan dari pihak CIMB Niaga sebelum melakukan transaksi tertentu, antara lain:
Based on above loan agreement, NWU must obtain written approval from CIMB Niaga before entering into certain transactions, among others:
a. Menurunkan permodalan atau mengubah kepemilikan saham mayoritas.
b. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain, kecuali dalam transaksi usaha yang normal. c. Menjadi penjamin terhadap pihak ketiga.
d. Membagi dividen dan/atau bentuk keuntungan usaha lainnya kepada pemegang saham.
a. Decrease its capital or change its majority ownership.
b. Obtain credit facility or loan from other parties, except in the normal business transaction. c. Become a guarantor to third parties.
d. Pay dividend and/or other form of operational benefit to shareholders.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan: The loans are secured by: a. Tanah dan bangunan beserta sarana dan prasarana
dengan nama Supermall Sukabumi. b. Jaminan fidusia atas piutang milik NWU
a. Land and building and the infrastructures under the name of Supermall Sukabumi.
b. Fiduciary on trade receivables owned by NWU. Selama jangka waktu pinjaman, NWU harus
mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut:
During the term of the loan, NWU must maintain the following financial ratios:
a. Gearing Ratio maksimum 0,8 kali b. Positif ekuitas dan kuasi ekuitas. c. Debt service coverage ratio minimum 1,1.
a. Gearing ratio of maximum 0.8 times. b. Positive equity and quasi equity.
c. Debt service coverage ratio of minimum 1.1. Pada tanggal 31 Maret 2017, NWU telah memenuhi semua
persyaratan sebagaimana diatur dalam perjanjian tersebut di atas.
As of March 31, 2017, NWU have complied with all covenants which were stated in the loan agreement above.
Pada bulan Desember 2016, DA memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank BNI sebesar Rp63.500.000.000. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan kembali pembangunan Borneo City Mall yang terletak di Sampit, Kalimantan Tengah. Jangka waktu fasilitas pinjaman adalah 108 bulan sampai dengan bulan November 2025. Pinjaman harus dikembalikan dengan cicilan bulanan dan tingkat suku bunga mengambang sebesar 11,25% per tahun.
In December 2016, DA obtained credit loan facility from Bank BNI amounting to Rp63,500,000,000. This facility was used to refinance the construction of Borneo City Mall located in Sampit, Central Kalimantan. The credit loan period is 108 months up to November 2025. The credit loan must be repaid with monthly installments and floating interest rates of 11.25% per annum.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan: The loans are secured by: - Tanah dan bangunan proyek pembangunan “Borneo
Mall-Sampit” sebanyak dua puluh (20) sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama DA.
- Land and building on development project “Borneo Mall - Sampit” with twenty (20) certificates of Hak Guna Bangunan under the name of DA.
- Tanah sebanyak dua (2) sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama DA, seluas 7.984 m2.
- Land covered with two (2) certificates Building Usage Right under the name of of DA, for area of 7,984 m2.
- Saham DA. - Share capital of DA.
Selama jangka waktu pinjaman, DA harus
mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut: During the term of the loan, DA must maintain the following financial ratios: a. Current ratio minimal 1 kali.
b. Debt to equity ratio maksimal 2,5 kali c. Debt service coverage ratio minimum 1.
a. Current ratio minimum 1 time.
b. Debt to equity ratio maximum 2,5 times.. c. Debt service coverage ratio of minimum 1. Pada tanggal 31 Maret 2017, DA telah memenuhi semua
persyaratan sebagaimana diatur dalam perjanjian tersebut di atas.
As of March 31, 2017, DA have complied with all covenants which were stated in the loan agreement above.
PT Buana Baru Prima (BBP) PT Buana Baru Prima (BBP)
Pada bulan Desember 2016, BBP memperoleh fasilitas pinjaman angsuran berjangka dari Bank Negara Indonesia sebesar maksimal Rp24.500.000.000. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan pembangunan pusat perbelanjaan yang terletak di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Fasilitas pinjaman tersebut akan berakhir pada November 2025 dan dikenakan bunga tahunan sebesar 11,25% per tahun pada tahun 2016. Fasilitas pinjaman tersebut dijamin secara fidusia atas tanah sebanyak satu (1) sertifikat Hak Guna Bangunan dan satu (1) surat ijin Mendirikan Bangunan.
In December 2016, BBP obtained term installment loan facility from Bank Negara Indonesia amounting to maximum of Rp24,500,000,000. This facility was used to finance the construction of a shopping center located in Pangkalan Bun, Central Kalimantan. The loan facility will expire in November 2025 and bear annual interest of 11.25% per annum in 2016. The loan facility is secured by a fiduciary on the land with one (1) certificate of Building Usage Right and one (1) permit to establish building.
Selama jangka waktu pinjaman, BBP harus mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut:
During the term of the loan, BBP must maintain the following financial ratios:
a. Current ratio minimal 1 kali.
b. Debt to equity ratio maksimal 2,5 kali c. Debt service coverage ratio minimum 1.
a. Current ratio of minimum 1 time.
b. Debt to equity ratio of maximum 2,5 times. c. Debt service coverage ratio of minimum 1.
90
15. UTANG BANK (lanjutan) 15. BANK LOANS (continued)
PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin) PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin)
PT Tristar Land PT Tristar Land
Pada bulan September 2012, PT Tristar Land (“TL”), entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman dari Panin, dengan rincian sebagai berikut:
In September 2012, PT Tristar Land ("TL"), a subsidiary, obtained loan facilities from Panin, with details as follows:
- Fasilitas pinjaman jangka panjang dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp150.000.000.000. Fasilitas ini dikenai bunga 11,5% per tahun dan digunakan untuk membiayai proyek pusat perbelanjaan The Park Solo. Jangka waktu fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 17 Oktober 2020.
- Long-term loan facility with maximum credit limit amounting to Rp150,000,000,000. This facility bears annual interest rate 11.5% per annum and is used for financing of The Park Solo shopping mall. This facility will expire on October 17, 2020.
- Fasilitas rekening koran dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp10.000.000.000. Fasilitas ini dikenai bunga sebesar 12% per tahun dan digunakan untuk modal kerja. Jangka waktu fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 28 September 2013. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir pada bulan Februari 2016, pinjaman rekening koran diperpanjang jatuh temponya sampai dengan 17 Oktober 2016.
- Overdraft facility with maximum credit limit
amounting to Rp10,000,000,000. This facility bears interest rate of 12% per annum and is used for working capital. This facility will expire on September 28, 2013. This facility has been extended several times, most recently in February 2016, overdraft loan has been extended until October 17, 2016.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan: The loan facility are secured by: a. Tanah sebanyak satu (1) sertifikat Hak Guna
Bangunan atas nama PT Tristar Land Development (“TLD”), pihak berelasi, sebagai penjamin atas perjanjian fasilitas pinjaman.
b. Tanah sebanyak sembilan (9) sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama PT Semesta Dunia Usaha (“SDU”), pihak berelasi, sebagai penjamin atas perjanjian fasilitas pinjaman.
c. Piutang fidusia atas sewa mall.
d. Corporate guarantee dari PT Mega Inti Perdana Utama, pihak berelasi.
a. Land with one (1) certificate Hak Guna Bangunan under the name of of PT Tristar Land Development ("TLD"), related party, as guarantors of the loan facility agreement.
b. Land with nine (9) certificates Hak Guna Bangunan under the name of of PT Semesta Dunia Usaha ("SDU"), related party, as guarantors of the loan facility agreement.
c. Fiduciary receivable from rent of mall.
d. Corporate guarantee from PT Mega Inti Perdana Utama, related party.
Berdasarkan perjanjian di atas, TL harus mendapatkan persetujuan dari pihak Panin sebelum melakukan transaksi tertentu, antara lain:
Based on above loan agreement, TL must obtain written approval from Panin before entering into certain transactions, among others, as follows:
a. Menutup TL atau melakukan restrukturisasi yang mengubah bentuk dan kepemilikan saham.
b. Mengubah komposisi kepemilikan pemegang saham. c. Mengubah susunan direksi TL.
d. Menjadi penjamin terhadap pihak ketiga dan menjaminkan aset TL untuk kepentingan pihak lain, kecuali yang telah ada pada saat perjanjian kredit ditandatangani.
e. Mengajukan permohonan kepailitan atau penundaan pembayaran kepada pengadilan Niaga.
f. Mengalihkan hak dan kewajiban TL berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak lain.
g. Menjual atau menyewakan aset kecuali untuk transaksi-transaksi bisnis yang normal.
h. Memperoleh pinjaman dari pihak lain kecuali dalam rangka transaksi bisnis yang normal.
a. Close or restructure TL which changes form and ownership of share capital.
b. Change the composition of shareholders. c. Change the composition of TL’s directors.
d. Become a guarantor to third parties and collateralize TL’s assets for third parties, except already existing at the time loan agreement is signed.
e. Apply for bankruptcy or postponement of payments to the Commercial Court.
f. Transfer the rights and obligations of TL under the credit agreement to other parties.
g. Sell or lease assets except for transactions in normal business.
h. Obtain loans from other parties except in the context of normal business transactions.
i. Memberikan pinjaman kepada perusahaan afiliasi, entitas anak maupun pihak ketiga, kecuali dalam rangka kegiatan operasional TL sehari-hari. j. Membayar hutang pemegang saham, perusahaan
afiliasi, entitas anak maupun pihak ketiga kecuali dalam rangka kegiatan operasional TL sehari-hari. k. Melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo atas
setiap utang kecuali untuk transaksi-transaksi yang umum dalam TL.
l. Lalai atas setiap perjanjian utang dengan pihak ketiga.
m. Melakukan investasi atau menjalankan usaha yang tidak mempunyai hubungan dengan kegiatan usaha Perusahan yang normal.
n. Membayar atau membagikan dividen.
o. Menarik kembali modal ditempatkan dan disetor penuh.
i. Provide loans to affiliated companies, subsidiaries or third parties, except related to daily operations of TL.
j. Pay debts of shareholders, affiliated companies, subsidiaries or third parties except related to daily operations of TL.
k. Make payment before the maturity date on any debt except for common transactions of TL.
l. Breach on any loan agreement with a third party. m. Invest or conduct business that is not related to TL’s
normal business activities. n. Pay or distribute dividends.
o. Redempt the issued and fully paid capital.
Pada tanggal 31 Desember 2015, saldo terutang atas fasilitas pinjaman jangka panjang dan fasilitas pinjaman rekening koran masing-masing sebesar Rp137.750.000.000 dan Rp9.885.027.071. Pada bulan Mei 2016, fasilitas kredit ini telah dilunasi sepenuhnya.
As of December 31, 2015, outstanding balance of long-term loan facility and overdraft facility amounted Rp137,750,000,000 and Rp9,885,027,071, respectively. The credit facility has been fully paid in May 2016.
Beban bunga untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp28.651.783.994 dicatat sebagai bagian dari “Biaya Keuangan” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (Catatan 31)
Interest expenses for the year ended December 31, 2016 of Rp28,651,783,994 is recorded as part of “Finance Costs” in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income (Note 31).