• Tidak ada hasil yang ditemukan

30 Juni/ 31 Desember/

June December

2016 2015

Utang pokok: Principal:

Obligasi Berkelanjutan I Antam dengan Antam Continuation Bonds I with

Tingkat Bunga Tetap Tahap I Fixed Interest Rate Phase I

Tahun 2011 (“obligasi“) 3,000,000,000 3,000,000,000 Year 2011 (“bonds“)

Biaya emisi obligasi yang belum

diamortisasi (setelah dikurangi Unamortised bonds issuance costs

akumulasi amortisasi sebesar (net of accumulated amortisation

Rp3.245.480 pada tanggal 30 Juni 2016 of Rp3,245,480 as at June 30, 2016

dan Rp2.822.126 pada tanggal and Rp2,822,126 as at

31 Desember 2015) (4,545,874) (4,969,228) December 31, 2015)

Jumlah utang obligasi 2,995,454,126 2,995,030,772 Total bonds payable

Pada tanggal 2 Desember 2011, Perusahaan menerbitkan obligasi dengan nilai pokok sebesar Rp3.000.000.000. Bunga terutang setiap kuartal, yaitu setiap tanggal 14 Maret, 14 Juni, 14 September dan 14 Desember. Obligasi seri A dan seri B akan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 14 Desember 2018 dan 14 Desember 2021. Rincian obligasi adalah sebagai berikut:

On December 2, 2011, the Company issued the

bonds with a total principal amount of

Rp3,000,000,000. Interest is payable quarterly every March 14, June 14, September 14 and December 14. Bonds series A and series B will mature on December 14, 2018 and December 14, 2021, respectively. The breakdown of the bonds are as follows:

Seri/ Tingkat bunga/ Jangka waktu/ Utang pokok (Rp)/

Series Coupon rate Maturities Principal (Rp)

A 8.38% 7 tahun/years 900,000,000

B 9.05% 10 tahun/years 2,100,000,000

Jumlah/Total 3,000,000,000

Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi

Berkelanjutan, PT Bank Permata Tbk bertindak sebagai Wali Amanat atau badan yang diberi kepercayaan untuk mewakili kepentingan para pemegang Obligasi sesuai dengan ketentuan dalam Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi No. 48 tanggal 30 September 2011, Perubahan I Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi No. 49 tanggal 28 Oktober 2011 dan Perubahan II Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi No. 52 tanggal 28 November 2011 yang ketiganya dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, antara Perusahaan dengan Wali Amanat. Sebagai Wali Amanat, PT Bank Permata Tbk telah menyatakan dengan tegas bahwa tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perusahaan, baik langsung maupun tidak langsung.

With regard to the Public Offering of Continuation Bonds, PT Bank Permata Tbk acts as the Trustee or the institution that is entrusted to represent the interests of the bond holders following the provisions of the Bonds Trusteeship Agreement Deed No. 48 dated September 30, 2011, Amendment I of Bonds Trusteeship Agreement Deed No. 49 dated October 28, 2011 and Amendment II of Bonds Trusteeship Agreement Deed No. 52 dated November 28, 2011, of Fathiah Helmi, S.H., Notary in Jakarta, between the Company and the Trustee. As a Trustee, PT Bank Permata Tbk has stated firmly that it is not affiliated with the Company, either directly or indirectly.

Obligasi tersebut telah mendapatkan peringkat A- (Negative Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”) berdasarkan surat pemeringkat pada tanggal 10 September 2015.

The bonds have been rated A- (Negative Outlook) by PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”) in its rating report released on September 10, 2015.

Dana hasil obligasi digunakan untuk investasi rutin di unit-unit bisnis Perusahaan, renovasi dan modernisasi pabrik feronikel di Pomalaa serta untuk pembukaan tambang nikel di Maluku Utara dan/atau Sulawesi Tenggara dan/atau tambang bauksit di Kalimantan Barat.

The bonds proceeds are used for a routine investment in the Company's business units, renovation and modernisation of ferronickel plant in Pomalaa and for the opening of nickel mines in North Maluku and/or Southeast Sulawesi and/or a bauxite mine in West Kalimantan.

Obligasi tersebut dicatatkan di BEI. The bonds are listed on the IDX. Selama jangka waktu obligasi, Perusahaan

berkewajiban, antara lain, mempertahankan rasio keuangan tertentu, mempertahankan kepemilikan langsung dan/atau tidak langsung oleh Pemerintah Republik Indonesia di Perusahaan paling sedikit sebesar 51% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor Perusahaan. Tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat, Perusahaan tidak akan melakukan penggabungan atau peleburan dengan perusahaan lain yang tidak sesuai dengan

maksud dan tujuan dalam anggaran dasar

Perusahaan, kecuali disyaratkan oleh peraturan yang berlaku atau putusan pengadilan.

During the term of the bonds, the Company has the obligation to, among other things, meet certain financial ratios and maintain the direct and/or indirect shareholding in the Company by the Government of the Republic of Indonesia at not less than 51% of the number of shares that has been issued and fully paid. Without the written consent of the Trustee, the Company will not conduct a merger or acquisition with another company that does not comply with the intents and purposes of the Company's Articles of Association, unless this is required by applicable regulations or court decisions.

Perusahaan tidak akan: mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor; menjaminkan aset; memberikan pinjaman atau jaminan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat. Permohonan persetujuan tertulis kepada Wali Amanat tidak akan ditolak tanpa alasan yang jelas dan wajar.

The Company will not: reduce its authorised capital, issued capital and paid-up capital; pledge assets and provide loans or guarantees to third parties without the written consent of the Trustee. Application for written consent of the Trustee will not be rejected for no apparent or fair reason.

Rasio keuangan yang dipersyaratkan berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan adalah sebagai berikut:

The financial ratios required under the Trusteeship Agreement are as follows:

a. Rasio pinjaman yang dikenakan bunga (tidak termasuk utang usaha, namun mencakup pembiayaan bank syariah) terhadap total ekuitas tidak lebih dari tiga kali;

b. Rasio jumlah dari EBITDA ditambah dengan saldo kas dan bank terhadap pokok utang jatuh tempo ditambah beban bunga jatuh tempo tidak boleh kurang dari 1,25 kali;

c. Ekuitas lebih besar dari Rp7.000.000.000.

a. The ratio of total interest-bearing debts (excluding trade payables but including syariah funding) to total equity shall not exceed three times;

b. The ratio of the total of EBITDA plus cash on hand and cash in banks to total matured debt and interest shall not be less than 1.25 times;

c. The equity shall be greater than

Rp7,000,000,000.

Pada tanggal 30 Juni 2016 dan 31 Desember 2015, manajemen berkeyakinan bahwa Perusahaan telah

memenuhi semua pembatasan utang yang

diwajibkan.

As at June 30, 2016 and December 31, 2015, management believes that the Company has complied with all the debt covenants.

Nilai wajar atas utang obligasi pada 30 Juni 2016 dan

31 Desember 2015 adalah masing-masing

Rp2.958.489.000 dan Rp2.782.330.200.

The fair values of the bonds payable as at June 30

2016 and December 31, 2015 amounted to

Rp2,958,489,000 and Rp2,782,330,200,

respectively.

Nilai wajar ditentukan berdasarkan harga yang dikeluarkan oleh Indonesia Bonds Pricing Agency (“IBPA”) yang termasuk nilai wajar level 2 pada hirarki nilai wajar.

The fair values are based on price released by Indonesian Bonds Pricing Agency (“IBPA”) which are within level 2 of the fair value hierarchy.