• Tidak ada hasil yang ditemukan

Validasi Skala Instrumen Skala Likert

Dalam dokumen Pengembangan Instrumen Spiritualitas pad D (Halaman 51-58)

INSTRUMEN SPIRITUALITAS

5. Validasi Skala Instrumen Skala Likert

5. Validasi Skala Instrumen Skala Likert

Adapun untuk Instrumen spiritualitas dengan skala likert, diperoleh melalui validasi skala melalui penilaian para ahli yang juga melibatkan 6 orang ahli (dosen sains, mahasiswa program doktor penelitian dan evaluasi pendidikan), sebelum diujikan pada sejumlah mahasiswa. Berdasarkan Validasi Skala, maka diperoleh bahwa sebagian besar skala pada instrument spiritualitas telah dapat digunakan untuk mengukur spiritualitas ma-hasiswa (tabel validasi skala terlampir). Adapun instrument yang divalidasi tersebut adalah sebagai berikut:

Validasi Skala Sikap Spiritualitas

NO Dimensi Pernyataan Skala Sikap

A Ideologis

1 Ideologis Saya bosan dengan ajaran agama

SS S R TS STS

2 Ideologis Saya jenuh dengan ajaran-ajaran Islam

SS S R TS STS

3 Ideologis Keadilan tuhan tidak

perlu saya pertanyakan SS S R TS STS 4 Ideologis Saya yakin bahwa

karunia Allah SWT amat luas

SS S R TS STS

5 Ideologis Ketika menghadapi masalah, saya yakin bahwa Tuhan akan membantu saya

SS S R TS STS

6 Ideologis Saya tidak memahami

hakekat tuhan SS S R TS STS 7 Ideologis Saya tidak dapat hidup

secara bermakna tanpa petunjuk dari Tuhan

SS S R TS STS

8 Ideologis Dalam kehidupan, saya tidak butuh petunjuk tuhan

9 Ideologis Saya tidak meyakini bahwa Tuhan ada dalam kehidupan saya

SS S R TS STS

10 Ideologis Saya meyakini tuhan ada dalam kehidupan saya

SS S R TS STS

11 Ideologis Ketika dalam kesusahan, saya meyakini bahwa Allah SWT akan memberikan jalan terbaiknya

SS S R TS STS

12 Ideologis Saya menggantungkan harapan-harapan saya kepada kasih sayang Allah SWT

SS S R TS STS

13 Ideologis Saya merasa bahwa kasih sayang Allah menyertai seluruh makhluk Nya

SS S R TS STS

14 Ideologis Saya meyakini

sepenuhnya kebenaran islam

SS S R TS STS

15 Ideologis Kebenaran agama menurut saya sangat relative

SS S R TS STS

16 Ideologis Agama saya adalah agama yang

kebenarannya mutlak

SS S R TS STS

B Eksperiensial

17 Eksperiensial Secara umum kehidupan spiritual saya cukup bermakna

SS S R TS STS

18 Eksperiensial Saya merasa kehidupan spiritual saya biasa-biasa saja

SS S R TS STS

19 Eksperiensial Saya merasa spiritualitas saya kering dan gersang

SS S R TS STS

20 Eksperiensial Secara umum, saya merasa dekat dengan Allah SWT

SS S R TS STS

21 Eksperiensial Saya tidak tahu apakah saya merasa dekat dengan Allah SWT

SS S R TS STS

spiritual saya

memberikan kekuatan dan dukungan dalam kehidupan saya sehari-hari

23 Eksperiensial Spiritualitas tidak berarti bagi kehidupan saya

SS S R TS STS

24 Eksperiensial Saya merasa kehidupan spiritual saya

memberikan kekuatan dan dukungan dalam kehidupan saya sehari-hari

SS S R TS STS

25 Eksperiensial Spiritualitas tidak berarti bagi kehidupan saya

SS S R TS STS

26 eksperiensial Saya tidak yakin dengan kedekatan Allah SWT

SS S R TS STS

27 Eksperiensial Saya sulit merasakan seberapa dekat saya dengan allah

SS S R TS STS

28 Eksperiensial Saya cenderung tidak mau tahu tentang kehidupan spiritual saya

SS S R TS STS

29 Eksperiensial Saya merasa Tuhan telah berlaku tidak adil dalam kehidupan saya

SS S R TS STS

30 Eksperiensial Saya tidak merakasan bantuan tuhan dalam permasalahan yang saya hadapi

SS S R TS STS

31 Eksperiensial Bagiku, doa-doa yang saya panjatkan

memberikan kekuatan tersendiri bagi hidup saya

SS S R TS STS

32 Eksperiensial Saya merasa Tuhan menyertai langkah-langkah hidup saya

SS S R TS STS

33 Eksperiensial Saya tidak merasakan tuhan menyertai langkah hidup saya

SS S R TS STS

34 Eksperiensial Saya merasa hidup saya penuh dosa

35 Eksperiensial Kedekatan saya dengan Tuhan telah memberikan banyak pencerahan dalam hidup saya

SS S R TS STS

36 Eksperiensial Kehidupan spiritual saya

terasa gersang SS S R TS STS 37 Eksperiensial Ketika disakiti orang lain,

saya biasanya mendoakan kebaikan untuk orang tersebut

SS S R TS STS

C Konsekuensial

38 Konsekuensial Saya tidak peduli dengan

ajaran-ajaran Islam SS S R TS STS 39 Konsekuensial Saya tidak dapat

menghayati kegiatan ibadah saya sendiri

SS S R TS STS

40 Konsekuensial Saya cenderung apatis terhadap spiritualitas

SS S R TS STS

41 Konsekuensial Kehidupan spritual saya banyak mewanai

kehidupan saya sehari-hari

SS S R TS STS

42 Konsekuensial Saya mengamalkan ajaran islam yang saya perlukan saja

SS S R TS STS

43 Konsekuensial Saya berusaha mengamalkan ajaran-ajaran Islam secara konsisten

SS S R TS STS

44 Konsekuensial Saya mengamalkan ajaran agama semampu saya

SS S R TS STS

45 Konsekuensial Saya tidak perduli dengan ajaran agama

SS S R TS STS

46 Konsekuensial Ajaran agama tidak berpengaruh apa-apa bagi saya

SS S R TS STS

47 Konsekuensial Saya tidak biasa memanjatkan doa

SS S R TS STS

48 Konsekuensial Bagi saya, kasih sayang harus diberikan kepada setiap manusia

49 konsekuensial Saya mampu memaafkan kesalahan orang lain terhadap saya

SS S R TS STS

50 Konsekuensial Saya berusaha banyak berbuat kebajikan dalam hidup saya

SS S R TS STS

D Intelektual

51 Intelektual Saya memiliki pemahaman yang mendalam tentang kehidupan spiritual saya

SS S R TS STS

52 Intelektual Saya sulit memahami sipiritualitas saya sendiri

SS S R TS STS

53 Intelektual Saya memahami cukup baik tentang hakekat Tuhan

SS S R TS STS

E Ritualistik

54 Ritualistik Saya selalu

melaksanakan shalat fardlu

SS S R TS STS

55 Ritualistik Saya selalu

melaksanakan shalat sunnah rawatib

SS S R TS STS

56 Ritualistik Saya terbiasa

melaksanakan shalat dluha

SS S R TS STS

57 Ritualistik Saya terbiasa

melaksanakan shalat tahajjud

SS S R TS STS

58 Ritualistik Saya terbiasa

melaksanakan puasa Ramadlan

SS S R TS STS

59 Ritualistik Saya terbiasa

melaksanakan puasa sunnah

SS S R TS STS

60 Ritualistik Saya terbiasa membaca

alquran SS S R TS STS 61 Ritualistik Saya terbiasa membaca

buku agama SS S R TS STS 62 Ritualistik Saya terbiasa

berinfak/sedekah

63 Ritualistik Saya selalu melaksanakan silaturahmi

SS S R TS STS

6. Uji Coba Instrumen Spiritualitas Skala Thurstone

Berdasarkan hasil validasi skala yang telah dilakukan sebelumnya, maka butir-butir pernyataaan yang telah divalidasi tersebut kemudian diacak dan disusun ulang untuk diujicoba pada sejumlah mahasiswa. Hasil uji coba terhadap 40 mahasiswa dari 2 kelas yang diasumsikan memiliki kondisi setara menunjukkan bahwa instumen tersebut valid dan reliable (r=0,757).

Keterbatasan dan Kelemahan Instrumen Yang Dikembangkan

Dalam upaya mengembangkan instrument spiritualitas yang akan digunakan pada asesmen pembelajaran sains berbasis imtak, diakui adanya beberapa kelemahana, antara lain:

1. Cara-cara yang digunakan untuk menentukan validitas dan reliabilitas hasil pengukuran instrument didasarkan pada respon yang diberikan oleh sampel uji coba terhadap kuesioner, yang mungkin saja respons yang diberikan belum dapat secara mutlak dapat dipercaya sepenuhnya. Asumsi yang di-ambil oleh peneliti adalah bahwa responden telah mau dan mampu mem-berikan respons secara terbuka sehingga orang lain dapat mengetahui perasaan dan kondisi responden yang sebenarnya. Akan lebih baik lagi, bila pengukuran dengan kuesioner ini dilengkapi lagi dengan suatu observasi. 2. Uji coba instrument baru dilakukan sekali. Untuk memantapkan validitas

dan reliabilitas hasil pengukuran yang diperoleh, diperlukan replikasi/uji coba yang lebih luas.

BAB V KESIMPULAN

Karena berbagai keterbatasan, penelitian ini baru menyelesaikan tahap pengemban-gan instrumen dan uji coba terbatas asesmen pembelajaran sains berbasis imtak. Dari taha-pan penelitian tersebut diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:

Model pembelajaran sains berbasis imtak yang memadukan sains dengan imtak, unsur afektif dan humanis dalam pembelajaran, yang terdiri dari empat sintaks pembelajaran yang perlu diujicoba lebih luas.

Asesmen spiritualitas dalam pembelajaran sains berupa instrument spiritualitas yang terdiri instrument bentuk skala Thurstone dan instrumen bentuk Skala Likert. Kedua bentuk in-strument tersebut telah melalui proses validasi teoretik dan empirik. Dimensi spiritualitas dimaksud terdiri dari dimensi ideologis, eksperiensial, konsekuensial, intelektual dan ritual-istik.

Diperlukan ujicoba empirik yang lebih luas terhadap model pembelajaran dan bentuk ases-men spiritualitas yang diperlukan dalam pembelajaran sains berbasis imtak bagi mahasiswa calon guru biologi.

Dalam dokumen Pengembangan Instrumen Spiritualitas pad D (Halaman 51-58)

Dokumen terkait