INSTRUMEN SPIRITUALITAS
5. Validasi Skala Instrumen Skala Likert
5. Validasi Skala Instrumen Skala Likert
Adapun untuk Instrumen spiritualitas dengan skala likert, diperoleh melalui validasi skala melalui penilaian para ahli yang juga melibatkan 6 orang ahli (dosen sains, mahasiswa program doktor penelitian dan evaluasi pendidikan), sebelum diujikan pada sejumlah mahasiswa. Berdasarkan Validasi Skala, maka diperoleh bahwa sebagian besar skala pada instrument spiritualitas telah dapat digunakan untuk mengukur spiritualitas ma-hasiswa (tabel validasi skala terlampir). Adapun instrument yang divalidasi tersebut adalah sebagai berikut:
Validasi Skala Sikap Spiritualitas
NO Dimensi Pernyataan Skala Sikap
A Ideologis
1 Ideologis Saya bosan dengan ajaran agama
SS S R TS STS
2 Ideologis Saya jenuh dengan ajaran-ajaran Islam
SS S R TS STS
3 Ideologis Keadilan tuhan tidak
perlu saya pertanyakan SS S R TS STS 4 Ideologis Saya yakin bahwa
karunia Allah SWT amat luas
SS S R TS STS
5 Ideologis Ketika menghadapi masalah, saya yakin bahwa Tuhan akan membantu saya
SS S R TS STS
6 Ideologis Saya tidak memahami
hakekat tuhan SS S R TS STS 7 Ideologis Saya tidak dapat hidup
secara bermakna tanpa petunjuk dari Tuhan
SS S R TS STS
8 Ideologis Dalam kehidupan, saya tidak butuh petunjuk tuhan
9 Ideologis Saya tidak meyakini bahwa Tuhan ada dalam kehidupan saya
SS S R TS STS
10 Ideologis Saya meyakini tuhan ada dalam kehidupan saya
SS S R TS STS
11 Ideologis Ketika dalam kesusahan, saya meyakini bahwa Allah SWT akan memberikan jalan terbaiknya
SS S R TS STS
12 Ideologis Saya menggantungkan harapan-harapan saya kepada kasih sayang Allah SWT
SS S R TS STS
13 Ideologis Saya merasa bahwa kasih sayang Allah menyertai seluruh makhluk Nya
SS S R TS STS
14 Ideologis Saya meyakini
sepenuhnya kebenaran islam
SS S R TS STS
15 Ideologis Kebenaran agama menurut saya sangat relative
SS S R TS STS
16 Ideologis Agama saya adalah agama yang
kebenarannya mutlak
SS S R TS STS
B Eksperiensial
17 Eksperiensial Secara umum kehidupan spiritual saya cukup bermakna
SS S R TS STS
18 Eksperiensial Saya merasa kehidupan spiritual saya biasa-biasa saja
SS S R TS STS
19 Eksperiensial Saya merasa spiritualitas saya kering dan gersang
SS S R TS STS
20 Eksperiensial Secara umum, saya merasa dekat dengan Allah SWT
SS S R TS STS
21 Eksperiensial Saya tidak tahu apakah saya merasa dekat dengan Allah SWT
SS S R TS STS
spiritual saya
memberikan kekuatan dan dukungan dalam kehidupan saya sehari-hari
23 Eksperiensial Spiritualitas tidak berarti bagi kehidupan saya
SS S R TS STS
24 Eksperiensial Saya merasa kehidupan spiritual saya
memberikan kekuatan dan dukungan dalam kehidupan saya sehari-hari
SS S R TS STS
25 Eksperiensial Spiritualitas tidak berarti bagi kehidupan saya
SS S R TS STS
26 eksperiensial Saya tidak yakin dengan kedekatan Allah SWT
SS S R TS STS
27 Eksperiensial Saya sulit merasakan seberapa dekat saya dengan allah
SS S R TS STS
28 Eksperiensial Saya cenderung tidak mau tahu tentang kehidupan spiritual saya
SS S R TS STS
29 Eksperiensial Saya merasa Tuhan telah berlaku tidak adil dalam kehidupan saya
SS S R TS STS
30 Eksperiensial Saya tidak merakasan bantuan tuhan dalam permasalahan yang saya hadapi
SS S R TS STS
31 Eksperiensial Bagiku, doa-doa yang saya panjatkan
memberikan kekuatan tersendiri bagi hidup saya
SS S R TS STS
32 Eksperiensial Saya merasa Tuhan menyertai langkah-langkah hidup saya
SS S R TS STS
33 Eksperiensial Saya tidak merasakan tuhan menyertai langkah hidup saya
SS S R TS STS
34 Eksperiensial Saya merasa hidup saya penuh dosa
35 Eksperiensial Kedekatan saya dengan Tuhan telah memberikan banyak pencerahan dalam hidup saya
SS S R TS STS
36 Eksperiensial Kehidupan spiritual saya
terasa gersang SS S R TS STS 37 Eksperiensial Ketika disakiti orang lain,
saya biasanya mendoakan kebaikan untuk orang tersebut
SS S R TS STS
C Konsekuensial
38 Konsekuensial Saya tidak peduli dengan
ajaran-ajaran Islam SS S R TS STS 39 Konsekuensial Saya tidak dapat
menghayati kegiatan ibadah saya sendiri
SS S R TS STS
40 Konsekuensial Saya cenderung apatis terhadap spiritualitas
SS S R TS STS
41 Konsekuensial Kehidupan spritual saya banyak mewanai
kehidupan saya sehari-hari
SS S R TS STS
42 Konsekuensial Saya mengamalkan ajaran islam yang saya perlukan saja
SS S R TS STS
43 Konsekuensial Saya berusaha mengamalkan ajaran-ajaran Islam secara konsisten
SS S R TS STS
44 Konsekuensial Saya mengamalkan ajaran agama semampu saya
SS S R TS STS
45 Konsekuensial Saya tidak perduli dengan ajaran agama
SS S R TS STS
46 Konsekuensial Ajaran agama tidak berpengaruh apa-apa bagi saya
SS S R TS STS
47 Konsekuensial Saya tidak biasa memanjatkan doa
SS S R TS STS
48 Konsekuensial Bagi saya, kasih sayang harus diberikan kepada setiap manusia
49 konsekuensial Saya mampu memaafkan kesalahan orang lain terhadap saya
SS S R TS STS
50 Konsekuensial Saya berusaha banyak berbuat kebajikan dalam hidup saya
SS S R TS STS
D Intelektual
51 Intelektual Saya memiliki pemahaman yang mendalam tentang kehidupan spiritual saya
SS S R TS STS
52 Intelektual Saya sulit memahami sipiritualitas saya sendiri
SS S R TS STS
53 Intelektual Saya memahami cukup baik tentang hakekat Tuhan
SS S R TS STS
E Ritualistik
54 Ritualistik Saya selalu
melaksanakan shalat fardlu
SS S R TS STS
55 Ritualistik Saya selalu
melaksanakan shalat sunnah rawatib
SS S R TS STS
56 Ritualistik Saya terbiasa
melaksanakan shalat dluha
SS S R TS STS
57 Ritualistik Saya terbiasa
melaksanakan shalat tahajjud
SS S R TS STS
58 Ritualistik Saya terbiasa
melaksanakan puasa Ramadlan
SS S R TS STS
59 Ritualistik Saya terbiasa
melaksanakan puasa sunnah
SS S R TS STS
60 Ritualistik Saya terbiasa membaca
alquran SS S R TS STS 61 Ritualistik Saya terbiasa membaca
buku agama SS S R TS STS 62 Ritualistik Saya terbiasa
berinfak/sedekah
63 Ritualistik Saya selalu melaksanakan silaturahmi
SS S R TS STS
6. Uji Coba Instrumen Spiritualitas Skala Thurstone
Berdasarkan hasil validasi skala yang telah dilakukan sebelumnya, maka butir-butir pernyataaan yang telah divalidasi tersebut kemudian diacak dan disusun ulang untuk diujicoba pada sejumlah mahasiswa. Hasil uji coba terhadap 40 mahasiswa dari 2 kelas yang diasumsikan memiliki kondisi setara menunjukkan bahwa instumen tersebut valid dan reliable (r=0,757).
Keterbatasan dan Kelemahan Instrumen Yang Dikembangkan
Dalam upaya mengembangkan instrument spiritualitas yang akan digunakan pada asesmen pembelajaran sains berbasis imtak, diakui adanya beberapa kelemahana, antara lain:
1. Cara-cara yang digunakan untuk menentukan validitas dan reliabilitas hasil pengukuran instrument didasarkan pada respon yang diberikan oleh sampel uji coba terhadap kuesioner, yang mungkin saja respons yang diberikan belum dapat secara mutlak dapat dipercaya sepenuhnya. Asumsi yang di-ambil oleh peneliti adalah bahwa responden telah mau dan mampu mem-berikan respons secara terbuka sehingga orang lain dapat mengetahui perasaan dan kondisi responden yang sebenarnya. Akan lebih baik lagi, bila pengukuran dengan kuesioner ini dilengkapi lagi dengan suatu observasi. 2. Uji coba instrument baru dilakukan sekali. Untuk memantapkan validitas
dan reliabilitas hasil pengukuran yang diperoleh, diperlukan replikasi/uji coba yang lebih luas.
BAB V KESIMPULAN
Karena berbagai keterbatasan, penelitian ini baru menyelesaikan tahap pengemban-gan instrumen dan uji coba terbatas asesmen pembelajaran sains berbasis imtak. Dari taha-pan penelitian tersebut diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:
Model pembelajaran sains berbasis imtak yang memadukan sains dengan imtak, unsur afektif dan humanis dalam pembelajaran, yang terdiri dari empat sintaks pembelajaran yang perlu diujicoba lebih luas.
Asesmen spiritualitas dalam pembelajaran sains berupa instrument spiritualitas yang terdiri instrument bentuk skala Thurstone dan instrumen bentuk Skala Likert. Kedua bentuk in-strument tersebut telah melalui proses validasi teoretik dan empirik. Dimensi spiritualitas dimaksud terdiri dari dimensi ideologis, eksperiensial, konsekuensial, intelektual dan ritual-istik.
Diperlukan ujicoba empirik yang lebih luas terhadap model pembelajaran dan bentuk ases-men spiritualitas yang diperlukan dalam pembelajaran sains berbasis imtak bagi mahasiswa calon guru biologi.