• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 KAJIAN TEORI

3.5 Uji Validitas Instrumen Penelitian

3.5.3 Uji Validitas Alat Ukur Dukungan Sosial

3.5.3 Uji validitas alat ukur dukungan sosial

Penulis menggunakan Alat ukur dukungan sosial Social Provisions Scale milik Cutrona (1984). Alat ukur ini terdiri atas enam dimensi yaitu kerekatan emosional (emotional attachment), integrasi sosial (social integration), adanya pengakuan (reanssurance of worth), ketergantungan yang dapat diandalkan (reliable reliance), bimbingan (guidance) dan kesempatan untuk mengasuh (opportunity for nurturance). Alat ukur ini terdiri atas 24 item yang tiap dimensi terdiri atas 4 item.

3.5.3.1 Dukungan sosial kerekatan emosional (emotional attachment)

Penulis menguji apakah keempat item yang ada bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur kerekatan emosional (emotional attachment). Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu

faktor, ternyata tidak fit, dengan Chi-square = 39.40, df = 2, P-value = 0.00000, dan nilai RMSEA = 0.286. Oleh sebab itu, penulis melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh

model fit dengan Chi-square =0.11, df = 1, P-value = 0.73647, RMSEA = 0.000.

P-value telah menghasilkan nilai > 0.05 sehingga dapat dinyatakan bahwa model dengan satu faktor dapat diterima. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor yaitu kerekatan emosional (emotional attachment). Kemudian penulis melihat apakah item tersebut mengukur

faktor yang hendak diukur secara signifikan dan sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu didrop atau tidak, pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan faktor, seperti tabel 3.12 di bawah ini:

Tabel 3.12

Muatan faktor kerekatan emosional (emotional attachment)

No Koefisien Standar Error Nilai t Signifikan 1 0.47 0.07 7.02 V 2 0.82 0.07 11.87 V 3 0.90 0.07 12.90 V 4 0.25 0.07 3.59 V

Keterangan : tanda V = Signifikan (t > 1.96)

Berdasarkan tabel 3.12, nilai t bagi koefisien muatan faktor semua item signifikan karena t > 1.96. selanjutnya melihat muatan faktor dari

item, apakah ada yang bermuatan negatif, maka diketahui tidak terdapat item yang muatan faktornya negatif.

Dari hasil korelasi kesalahan, diketahui hanya terdapat satu item yang berkorelasi dengan item lain yaitu item nomor 4, sementara item yang lain tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran. Artinya item yang tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran dengan item lainnya, item tersebut hanya mengukur apa yang hendak diukur. Dengan demikian secara keseluruhan tidak ada item yang akan didrop yang artinya semua item akan dianalisis dalam perhitungan faktor.

3.5.3.2 Dukungan sosial integrasi sosial (social integration)

Penulis menguji apakah keempat item yang ada bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur integrasi sosial (social integration). Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit, dengan Chi-square = 6.12, df = 2, P-value = 0.04696, dan nilai RMSEA = 0.095. Oleh sebab itu, penulis melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi-square =1.38, df = 1, P-value = 0.24072, RMSEA = 0.041.

P-value telah menghasilkan nilai > 0.05 sehingga dapat dinyatakan bahwa model dengan satu faktor dapat diterima. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor yaitu integrasi sosial (social integration). Kemudian penulis melihat apakah item tersebut mengukur faktor yang

hendak diukur secara signifikan dan sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu didrop atau tidak, pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan faktor, seperti tabel 3.13 dibawah ini:

Tabel 3.13

Muatan faktor integrasi sosial (social integration)

No Koefisien Standar Error Nilai t Signifikan 1 0.56 0.08 6.77 V 2 0.36 0.08 4.26 V 3 0.72 0.09 8.00 V 4 0.54 0.08 6.67 V

Keterangan : tanda V = Signifikan (t > 1.96)

Berdasarkan tabel 3.13, nilai t bagi koefisien muatan faktor semua item signifikan karena t > 1.96. selanjutnya melihat muatan faktor dari item, apakah ada yang bermuatan negatif, maka diketahui tidak terdapat item yang muatan faktornya negatif.

Dari hasil korelasi kesalahan, diketahui hanya terdapat satu item yang berkorelasi dengan item lain yaitu item nomor 2, sementara item yang lain tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran. Artinya item yang tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran dengan item lainnya, item tersebut hanya mengukur apa yang hendak diukur. Dengan

demikian secara keseluruhan tidak ada item yang akan didrop yang artinya semua item akan dianalisis dalam perhitungan faktor.

3.5.3.3 Dukungan sosial adanya pengakuan (reanssurance of worth)

Penulis menguji apakah keempat item yang ada bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur adanya pengakuan (reanssurance of worth). Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu

faktor, ternyata didapatkan model fit, dengan Chi-square = 2.04, df = 2, P-value = 0.36019, dan nilai RMSEA = 0.010.

P-value telah menghasilkan nilai > 0.05 sehingga dapat dinyatakan bahwa model dengan satu faktor dapat diterima. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor yaitu adanya pengakuan (reanssurance of worth). Kemudian penulis melihat apakah item tersebut mengukur faktor

yang hendak diukur secara signifikan dan sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu didrop atau tidak, pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan faktor, seperti tabel 3.14 dibawah ini:

Tabel 3.14

Muatan faktor adanya pengakuan (reanssurance of worth)

No Koefisien Standar Error Nilai t Signifikan 1 0.11 0.07 1.49 X 2 0.37 0.07 5.21 V 3 0.83 0.09 9.59 V 4 0.80 0.09 9.39 V

Keterangan : tanda V = Signifikan (t > 1.96) ; X = tidak signifikan

Berdasarkan tabel 3.14, nilai t bagi koefisien muatan faktor semua item signifikan karena t > 1.96 kecuali item nomor 1 yang bernilai 1.49 (t < 1.96) yang tidak signifikan. Selanjutnya melihat muatan faktor dari item, apakah ada yang bermuatan negatif, maka diketahui tidak terdapat item yang muatan faktornya negatif.

Dari hasil korelasi kesalahan, diketahui seluruh item tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran. Artinya seluruh item yang tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran dengan item lainnya, item tersebut hanya mengukur apa yang hendak diukur. Dengan demikian secara keseluruhan hanya item nomor 1 lah yang akan didrop karena memiliki nilai t < 1.96. Artinya bobot nilai pada item tersebut tidak akan ikut dianalisis dalam perhitungan faktor skor.

3.5.3.4 Dukungan sosial ketergantungan yang dapat diandalkan (reliable reliance)

Penulis menguji apakah keempat item yang ada bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur ketergantungan yang dapat diandalkan (reliable reliance). Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit, dengan Chi-square = 34.25, df = 2, P-value = 0.00000, dan nilai RMSEA = 0.265. Oleh sebab itu, penulis melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi-square =0.00, df = 0, P-value = 1.00000, RMSEA = 0.000.

P-value telah menghasilkan nilai > 0.05 sehingga dapat dinyatakan bahwa model dengan satu faktor dapat diterima. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor yaitu ketergantungan yang dapat diandalkan (reliable reliance). Kemudian penulis melihat apakah item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur secara signifikan dan sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu didrop atau tidak, pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan faktor, seperti tabel 3.15 dibawah ini:

Tabel 3.15

Muatan faktor ketergantungan yang dapat diandalkan (reliable reliance)

No Koefisien Standar Error Nilai t Signifikan 1 0.27 0.10 2.79 V 2 0.63 0.08 7.60 V 3 0.91 0.10 9.29 V 4 0.44 0.07 5.84 V

Keterangan : tanda V = Signifikan (t > 1.96)

Berdasarkan tabel 3.15, nilai t bagi koefisien muatan faktor semua item signifikan karena t > 1.96. selanjutnya melihat muatan faktor dari item, apakah ada yang bermuatan negatif, maka diketahui tidak terdapat item yang muatan faktornya negatif.

Dari hasil korelasi kesalahan, diketahui hanya terdapat dua item yang berkorelasi dengan item lain yaitu item nomor 3 dan 4, sementara item yang lain tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran. Artinya item yang tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran dengan item lainnya, item tersebut hanya mengukur apa yang hendak diukur. Dengan demikian secara keseluruhan tidak ada item yang akan didrop yang artinya semua item akan dianalisis dalam perhitungan faktor.

3.5.3.5 Dukungan sosial bimbingan (guidance)

Penulis menguji apakah keempat item yang ada bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur bimbingan (guidance). Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit, dengan Chi-square = 8.09, df = 2, P-value = 0.01748, dan nilai RMSEA = 0.115. Oleh sebab itu, penulis melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi-square =1.30, df = 1, P-value = 0.25506, RMSEA = 0.036.

P-value telah menghasilkan nilai > 0.05 sehingga dapat dinyatakan bahwa model dengan satu faktor dapat diterima. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor yaitu bimbingan (guidance). Kemudian penulis melihat apakah item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur secara signifikan dan sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu didrop atau tidak, pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan faktor, seperti tabel 3.16 dibawah ini:

Tabel 3.16

Muatan faktor bimbingan (guidance)

No Koefisien Standar Error Nilai t Signifikan 1 0.65 0.07 8.91 V 2 0.71 0.06 11.22 V 3 0.88 0.06 13.83 V 4 0.69 0.06 10.82 V

Keterangan : tanda V = Signifikan (t > 1.96)

Berdasarkan tabel 3.16, nilai t bagi koefisien muatan faktor semua item signifikan karena t > 1.96. selanjutnya melihat muatan faktor dari item, apakah ada yang bermuatan negatif, maka diketahui tidak terdapat item yang muatan faktornya negatif.

Dari hasil korelasi kesalahan, diketahui hanya terdapat satu item yang berkorelasi dengan item lain yaitu item nomor 3, sementara item yang lain tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran. Artinya item yang tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran dengan item lainnya, item tersebut hanya mengukur apa yang hendak diukur. Dengan demikian secara keseluruhan tidak ada item yang akan didrop yang artinya semua item akan dianalisis dalam perhitungan faktor.

3.5.3.6 Dukungan sosial kesempatan untuk mengasuh (opportunity for nurturance)

Penulis menguji apakah keempat item yang ada bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur kesempatan untuk mengasuh (opportunity for nurturance). Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model

satu faktor, ternyata diperoleh model fit, dengan Chi-square = 2.22, df = 2, P-value = 0.32967, dan nilai RMSEA = 0.022.

P-value telah menghasilkan nilai > 0.05 sehingga dapat dinyatakan bahwa model dengan satu faktor dapat diterima. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor yaitu kesempatan untuk mengasuh (opportunity for nurturance). Kemudian penulis melihat apakah item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur secara signifikan dan sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu didrop atau tidak, pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap koefisien muatan faktor, seperti tabel 3.17 di bawah ini:

Tabel 3.17

Muatan faktor kesempatan untuk mengasuh (opportunity for nurturance) No Koefisien Standar Error Nilai t Signifikan 1 0.44 0.09 5.09 V 2 0.22 0.09 2.56 V 3 0.62 0.10 6.26 V 4 0.59 0.10 6.10 V

Keterangan : tanda V = Signifikan (t > 1.96)

Berdasarkan tabel 3.17, nilai t bagi koefisien muatan faktor semua item signifikan karena t > 1.96. Selanjutnya melihat muatan faktor dari item, apakah ada yang bermuatan negatif, maka diketahui tidak terdapat item yang muatan faktornya negatif.

Dari hasil korelasi kesalahan, diketahui tidak terdapat satu item pun memiliki korelasi kesalahan pengukuran. Artinya item yang tidak memiliki korelasi kesalahan pengukuran dengan item lainnya, item tersebut hanya mengukur apa yang hendak diukur. Dengan demikian secara keseluruhan tidak ada item yang akan didrop yang artinya semua item akan dianalisis dalam perhitungan faktor.

Dokumen terkait