• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2 Validitas dan Reliabilitas Rancangan Kuesioner e notifikas

Uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk menguji apakah daftar pertanyaan (kuesioner) layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Pengukuran validitas dan reliabilitas perlu dilakukan, karena jika instrumen yang digunakan sudah tidak valid dan tidak reliabel maka dapat dipastikan hasil penelitiannya pun tidak akan valid dan reliabel (Sugiyono 2007). Uji validitas adalah suatu langkah pengujian yang dilakukan terhadap isi dari suatu instrumen, dengan tujuan untuk mengukur ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut. Uji reliabilitas bertujuan untuk menunjukan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi dua kali atau lebih. Dengan kata lain, bahwa reliabilitas adalah suatu indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan, bila alat pengukur tersebut digunakan dua kali atau lebih untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten. Untuk pengujian validitas dan reliabilitas kuesioner, diambil 50 data kuesioner dari 747 kuesioner. Pengolahan data untuk uji validitas dan reliabilitas rancangan kuesioner e-notifikasi keamanan PJAS dilakukan dengan menggunakan software komputer untuk pengujian statistik, yaitu SPSS 20.

Validitas masing-masing pertanyaan ditunjukan dengan adanya korelasi atau dukungan terhadap skor keseluruhan (skor total). Pengujian validitas kuesioner dilakukan dengan teknik korelasi pearson, yaitu dengan cara mengkorelasikan skor masing-masing pertanyaan dengan skor total pertanyaan. Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan skor masing-masing pertanyaan. Dari hasil perhitungan korelasi akan didapat suatu koefisien korelasi yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas suatu item dan untuk menentukan apakah suatu item layak digunakan atau tidak. Dalam penentuan layak atau tidaknya suatu item yang akan digunakan, biasanya dilakukan uji signifikansi koefisien korelasi pada taraf signifikansi 0.05 atau 5% dengan pengujian 2 sisi. Menurut

30

Gunarto (2008) signifikansi atau probabilitas atau α memberikan gambaran mengenai bagaimana hasil penelitian itu mempunyai kesempatan untuk benar. Jika kita memilih signifikansi sebesar 0.05 artinya kita menentukan hasil penelitian nanti mempunyai kesempatan untuk benar sebesar 95% dan untuk salah sebsesar 5% (Gunarto 2008). Kriteria pengujian adalah sebagai berikut : (1) Jika r hitung ≥ r tabel (uji 2 sisi dengan signifikansi 0.05) maka instrumen atau masing-masing pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid); (2) Jika r hitung < r tabel (uji 2 sisi dengan signifikansi 0.05) maka instrumen atau masing-masing pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid) (Priyatno 2009). Untuk menentukan nilai r tabel product moment yang digunakan dapat dilihat di Lampiran 9. Penentuan nilai r tabel product moment yang digunakan tergantung pada jumlah responden serta nilai signifikansi yang digunakan. Huruf N pada tabel product moment menunjukan jumlah responden yang digunakan. Taraf signifikansi yang terdapat pada tabel ada 2 buah yaitu 5% dan 1%. Nilai-nilai yang tertera pada kolom taraf signifikansi 5% atau 1% merupakan nilai r tabel product moment yang digunakan. Pada penelitian ini responden yang digunakan untuk uji validitas sebanyak 50 orang dan taraf signifikansi yang digunakan adalah 5%. Dengan demikian, nilai r tabel product moment yang diperoleh adalah 0.279. Hasil pengujian validitas pertanyaan-pertanyaan pada kuesioner e-notifikasi Keamanan PJAS dapat dilihat pada Tabel 9 serta output SPSS pengujian validitas kuesioner e-notifikasi Keamanan PJAS dapat dilihat pada Lampiran 10, 11, 12, dan 13.

Pearson correlation merupakan koefisien korelasi yang menunjukan adanya kekuatan hubungan linier antara dua variabel secara acak (Anonim 2009). Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan adalah butir pertanyaan sebagai variabel X dan skor total sebagai variabel Y. Besarnya koefisien korelasi berkisar antara +1 sampai dengan -1. Jika koefisien korelasi positif, maka kedua variabel mempunyai hubungan searah. Artinya jika nilai variabel X tinggi, maka nilai variabel Y akan tinggi pula. Sebaliknya, jika koefisien korelasi negatif, maka kedua variabel mempunyai hubungan terbalik atau tidak searah. Artinya jika nilai variabel X tinggi, maka nilai variabel Y akan menjadi rendah. Terdapat beberapa krieria untuk melakukan interpretasi mengenai kekuatan hubungan antara dua variabel yaitu (Sarwono 2006) : 0 : tidak ada korelasi antara dua variabel; >0 – 0.25 : korelasi sangat lemah; >0.25 – 0.5 : korelasi cukup; >0.5 – 0.75 : korelasi kuat; >0.75 – 0.99 : korelasi sangat kuat; 1 : korelasi sempurna.

Hasil uji validitas pada Tabel 9 memperlihatkan bahwa sebagian besar perason corelation untuk masing-masing pertanyaan dengan total skor adalah positif. Artinya sebagian besar pertanyaan memiiki hubungan yang searah dengan total skor. Hanya satu pertanyaan yang memiliki pearson corelation negatif, yaitu pertanyaan mengenai “penggunan es batu untuk minuman”. Artinya pertanyaan tersebut memiliki hubungan yang tidak searah dengan total skor. Jika dilihat dari besarnya nilai perason correlation, kekuatan hubungan antara masing-masing pertanyaan dengan skor total memiliki korelasi yang sangat beragam dari mulai memiliki korelasi sangat lemah hingga memiliki korelasi sangat kuat. Pertanyaan-pertanyaan yang memiliki korelasi sangat lemah dengan total skor yaitu pertanyaan mengenai “pangan dijual dibungkus atau tidak”, “penggunaan es batu untuk minuman”, dan “kebersihan meja penyajian”. Pertanyaan-pertanyaan yang memiliki korelasi cukup dengan total skor yaitu pertanyaan mengenai “penyajian makanan berkuah”, “keadaan stapler jika pangan dibungkus”, “kebersihan buah”, “kebersihan pisau pedagang buah”, “penggunaan alat untuk memegang makanan”, “keberadaan pangan basi ketika jajan”, dan “air yang digunakan untuk membuat minuman”. Pertanyaan-pertanyaan yang memiliki korelasi kuat dengan total skor yaitu pertanyaan mengenai “nama produk”, “komposisi”, “keterangan kedaluwarsa”, “penataan camilan”, “kebersihan wadah pangan”, “kebersihan meja penyajian”, “keberadaan alat pencegah binatang mendekati pangan”, “keberadaan kemasan pangan yang rusak”, “kebersihan lingkungan kantin”, dan

31

“kebersihan kantin/ gerobak tempat berjualan”. Pertanyaan-pertanyaan yang memiliki korelasi sangat kuat dengan total skor yaitu pertanyaan mengenai “alamat produsen/ importir”, “berat bersih/ isi bersih”, “tanggal dan/ atau kode produksi”, dan “tempat meletakan pangan yang dijual”.

Untuk hasil uji validitas pada Tabel 9 menunjukan bahwa sebagian besar pertanyaan yang diuji validitasnya memiliki nilai r hitung atau pearson correlation lebih besar dari r tabel (0.279) atau bisa dikatakan valid. Namun, untuk pertanyaan mengenai “pangan yang dijual dibungkus atau tidak”, “penggunaan es batu untuk minuman”, dan “pangan dijual jauh dari toilet”memiliki r hitung yang lebih kecil dari r tabel (0.279) yaitu 0.227, -0.075, dan 0.230 atau bisa dikatakan tidak valid. Dari Tabel 9 juga dapat dilihat pertanyaan mengenai “penyajian minuman dingin” tidak memiliki nilai perason correlation. Hal ini disebabkan karena jawaban dari setiap peserta yang mengisi kuesioner tidak berbeda sehingga nilai pearson correlation-nya tidak dapat dihitung. Dapat disimpulkan bahwa tidak semua pertanyaan pada bagian pangan siap saji yang diukur validitasnya adalah valid. Oleh karena itu, untuk pertanyaan mengenai pangan yang dijual dibungkus atau tidak”, “penggunaan es batu untuk minuman” dan “pangan dijual jauh dari toilet” harus diperbaiki atau dihilangkan.

Tabel 9. Hasil Uji Validitas Kuesioner e-notifikasi Keamanan PJAS

Butir Pertanyaan Korelasi Pearson dengan Skor Total

Nama produk .646**

Komposisi .709**

Keterangan kedaluwarsa .534**

Alamat produsen/ importir .914**

Berat bersih/ isi bersih 835**

Tanggal dan/ atau kode produksi .835**

penyajian makanan berkuah .333*

penataan camilan .705**

kebersihan wadah pangan .508**

pangan dijual dibungkus tidak .227

keberadaan stapler jika pangan dibungkus .461**

penyajian minuman dingin .b

penggunaan es batu untuk minuman - .075

kebersihan buah .436**

kebersihan pisau pedagang buah .476** pangan dijual jauh dari tempat sampah .761** pangan dijual jauh dari toilet .230

kebersihan meja penyajian .638**

keberadaan alat pencegah binatang mendekati pangan .649** penggunaan alat untuk memegang makanan .459** keberadaan pangan basi ketika jajan .475** keberadaan kemasan pangan yang rusak .625** Tempat Meletakan Pangan Yang Dijual .789** Air yang Digunakan untuk Membuat Minuman .289*

Kebersihan Lingkungan Kantin .575**

32

Untuk pengujian reliabilitas kuesioner e-notifikasi Kemanan PJAS, dilakukan dengan teknik split half dan teknik Cronbach’s Alpha. Hasil pengujian reliabilitas kuesioner e-notifikasi Keamanan PJAS dapat dilihat pada Lampiran 14, 15, 16 dan 17.

Berdasarkan hasil uji reliabilitas, untuk bagian pangan terkemas memiliki nilai korelasi antara bagian 1 dan bagian 2 sebesar 0.436 dan Guttman Split Half sebesar 0.571. Untuk bagian pangan siap saji memiliki nilai korelasi antara bagian 1 dan bagian 2 sebesar 0.556 dan Guttman Split Half sebesar 0.648. Untuk bagian lingkungan pangan dijual, sikap pedagang dan sudah amankah pangan yang kamu makan, memiliki nilai korelasi antara bagian 1 dan bagian 2 sebesar 0.380 dan Guttman Split Half sebesar 0.544. Untuk pertanyaan mengenai “tempat meletakan pangan yang dijual”, “air yang digunakan untuk membuat minuman”, “kebersihan lingkungan kantin”, dan “kebersihan kantin/ gerobak tempat berjualan” memiliki nilai Cronbach α sebesar 0.407. Dari hasil pengujian reliabilitas, diperoleh nilai korelasi antara bagian 1 dan bagian 2, nilai Guttman Split Half, serta nilai Cronbach α yang lebih besar dari r tabel (0.279) sehingga dapat disimpulkan bahwa pertanyaan pada kuesioner e- notifikasi Keamanan PJAS yang diuji reliabilitasnya adalah reliabel.

Dokumen terkait