METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian
3.6. Teknik Pengumpulan Data
3.7.2. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengetahui sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan kepuasan dan loyalitas pemasang iklan. Untuk mengukur validitas dapat melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Menurut Ghozali (2011), bahwa uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel, jika r hitung > r tabel dan bernilai positif, maka variabel tersebut valid sedangkan jika r hitung < r tabel, maka variabel tersebut tidak valid.
Uji validitas dilakukan terhadap 30 orang perwakilan pemasang iklan yang hanya satu kali menggunakan Smart FM sebagai saluran komunikasi dan diluar sampel penelitian. Hasil uji validitas yang dilakukan pada saat prasurvei dengan
54
menggunakan jumlah sampel sebanyak 30 sampel diluar sampel penelitian dengan taraf Signifikan 5%, maka df = n-2, df = 30-2 = 28, dengan nilai r tabel = 0.361 selengkapnya dapat dilihat pada Tabel. 3.3 berikut ini:
Tabel 3.3
Sumber: Hasil Penelitian, 2017 (Data diolah)
Berdasarkan Tabel 3.3 di atas, diketahui bahwa pada kolom Corrected item-Total correlation terlihat nilai-nilai item atau indikator variabel kualitas program siaran, harga, pelayanan, kepuasan pemasang iklan dan loyalitas loyalitas pemasang iklan memiliki nilai lebih besar diatas nilai r tabel = 0.361 sehingga item pertanyaan pada setiap variabel dapat dikatakan valid.
55 3.7.3. Uji Reliabilitas
Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan one shot atau pengukuran sekali saja yaitu pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan yang lain. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha (α). Menurut Ghozali (2011), Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai (α) > 0.70. Uji validitas dilakukan terhadap 30 orang perwakilan pemasang iklan yang hanya satu kali menggunakan Smart FM Medan sebagai saluran komunikasi dan diluar sampel penelitian. Hasil uji reliabilitas prasurvei selengkapnya tersaji pada Tabel. 3.4 berikut ini:
Tabel 3.4
Nilai Uji Reliabilitas Prasurvei Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based
on Standardized Items Keterangan
Kualitas Program Siaran
.860 .940 Reliabel
Harga
.869 .963 Reliabel
Pelayanan
.790 .905 Reliabel
Kepauasan Pemasang Iklan
.855 .937 Reliabel
Loyalitas Pemasang Iklan
.832 .933 Reliabel
Sumber: Hasil Penelitian, 2017 (Data diolah)
Berdasarkan Tabel 3.4 di atas, diketahui bahwa hasil pengolahan data uji rebialitas untuk seluruh variabel penelitian dianggap reliabel karena jawaban terhadap pertanyaan selalu konsisten dengan nilai Cronbach’s Alpha seluruh variabel penelitian lebih besar dari (α) > 0.70 yang telah ditetapkan sebagai titik kritis dalam menentukan suatu variabel dapat dinilai reliabel atau tidak reliabel.
56 3.7.4. Uji Asumsi Klasik
Penggunaan model analisis regresi berganda harus memenuhi asumsi-asumsi klasik yang mendasari model tersebut sehingga persamaan regresi dapat digunakan dengan baik. Uji asumsi klasik yang digunakan adalah sebagai berikut:
3.7.4.1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Pengujian dilakukan dengan analisis grafik (scatterplot) yakni dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dengan distribusi normal. Distribusi normal membentuk satu garis lurus diagonal dan ploting data residual dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data residual normal maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya mengikuti garis diagonalnya diidentifikasi dengan analisis grafik melalui penyebaran titik pada sumbu diagonal P-Plot atau dengan melihat grafik histogram.
3.7.4.2. Uji Murtikolinearitas
Uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi atar variabel bebas (independen). Model korelasi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi maka variabel ini tidak ontogonal. Variebel ontogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen memiliki nilai nol (0). Untuk mendeteksi adanya multikolonieritas dengan membuat hipotesis:
1. Tolerance value < 0,10 atau VIF > 10 artinya terjadi multikolenearitas
57
2. Tolerance value > 0,10 atau VIF < 10 artinya tidak terjadi multikolenearitas
3.7.4.3. Uji Heteroskedastitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya gejala heteroskedastisitas. Metode yang digunakan pada penelitian ini untuk melihat terjadi atau tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan uji Glejser. Dasar pengambilan keputusan pada uji heteroskedasitas dengan menggunkan uji Glejser adalah sebagai berikut:
1. Jika nilai signifikan lebih besar dari 0,05 kesimpulannya tidak terjadi heteroskedasititas.
2. Jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 kesimpulannya terjadi heteroskedastitas.
3.7.5. Uji-t
Untuk menguji signifikan pengaruh X terhadap Y secara parsial dapat dilakukan dengan langkah-langkah pengujian sebagai berikut :
a. Membuat formulasi hipotesis
Ho : β = 0 (Tidak ada pengaruh antara X terhadap Y) Ha : β ≠ 0 (Ada pengaruh antara x terhadap y)
b. Menghitung t hitung, dengan menggunakan rumus:
58
c. Kriteria pengujian yang digunakan dalam uji t adalah sebagai berikut:
1. Tingkat keyakinan pada taraf Signifikan α = 0,05 2. Degree of freedom = n-2
3. thitung < ttabel Ho diterima dan jika thitung > ttabel Ho ditolak 3.7.6. Uji-F
Pada Uji-F, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:
a. Membuat formulasi hipotesis
Ho : β1 = β2 = 0, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3) terhadap variabel terikat (Y)
Ho β1 = β2 > 0, artinya ada pengaruh yang signifikan dari variabel bebas (X1, X2,
X3) terhadap variabel terikat (Y)
b. Menentukan lefel of significant dengan menggunakan nila F tabel c. Menghitung F hitung, dengan menggunakan rumus :
Keputusan:
Ho : Diterima apabila Fhitung < Ftabel
Apabila nilai Fhitung dari variabel bebas (X1, X2, X3) lebih kecil dari nilai Ftabel, maka tidak ada Signifikan pengaruh terhadap Y
Ho : Ditolak apabila Fhitung > Ftabel
Apabila nilai Fhitung dari variabel bebas (X1, X2, X3) lebih besar dari nilai Ftabel, maka akan signifikan mempengaruhi Y
59 3.7.7. Koefisien Determinasi
Uji ini bertujuan untuk menentukan proporsi atau persentase total variasi dalam variabel terikat yang diterangkan oleh variabel bebas. Rumus yang digunakan adalah :
Apabila analisis yang digunakan adalah regresi sederhana, maka yang digunakan adalah nilai R Square. Namun, apabila analisis yang digunakan adalah regresi bergenda, maka yang digunakan adalah Adjusted R Square. Hasil perhitungan Adjusted R2 dilihat pada output Model Summary. Pada kolom Adjusted R2 dapat diketahui berapa persentase yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian.