BAB III METODE PENELITIAN
3.5 Variabel Penelitian dan Definisi Oprasional
3.5.2 Variabel Independen
Variabel independen atau sering disebut juga dengan variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen atau variabel terikat. Variabel independen dalam penelitian ini adalah corporate governance (kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komisaris independen dan komite audit), leverage, kualitas audit dan employee diff.
3.5.2.1 Kepemilikan Institusional
Kepemilikan institusional adalah kepemilikan saham perusahaan oleh institusi keuangan seperti perusahaan asuransi, bank, dana pensiun, dan investment banking (Siregar & Utama, 2005). Kepemilikan institusional diukur dengan menggunakan skala rasio melalui jumlah saham yang dimiliki oleh investor institusional dibandingkan dengan total saham perusahaan (Guna dan Herawaty, 2010: 60).
KINST = Jumlah Saham yang dimiliki investor institusi Total modal saham perusahaan yang beredar
3.5.2.2 Kepemilikan Manajemen
Kepemilikan manajemen merupakan saham yang dimiliki oleh manajemen secara pribadi maupun saham yang dimiliki oleh anak cabang perusahaan bersangkutan beserta afiliasinya (Susiana & Herawaty, 2007). Kepemilikan manajemen diukur dengan menggunakan skala rasio melalui
persentase jumlah saham yang dimiliki pihak manajemen dari seluruh modal saham perusahaan yang beredar (Guna dan Herawaty, 2010: 60).
KMJ = Jumlah Saham yang dimiliki pihak manajemen Total modal saham perusahaan yang beredar
3.5.2.3 Komisaris Independen
Komisaris independen mempunyai peran penting dalam aktivitas pengawasan perusahaan. Defenisi komisaris independen menurut ketentuan Bapepam dan LK Nomor Kep-643/BL/2012 adalah:
Anggota Dewan Komisaris yang berasal dari luar Emiten atau Perusahaan Publik, tidak memepunyai saham baik langsung maupun tidak langsung pada perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik, tidak mempunyai hubugan Afiliasi dengan Emiten atau Perusahaan Publik, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau pemegang saham utama Emiten atau Perusahaan Publik serta tidak memepunyai hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha Emiten atau Perusahaan Publik.
Komisaris independen diukur dengan menggunakan skala rasio. Komposisi dewan komisaris independen diukur dengan dengan persentase jumlah anggota komisaris yang berasal dari luar perusahaan terhadap seluruh komisaris perusahaan (Jao dan Pagalung, 2011:47).
KIN = Jumlah anggota dewan komisaris dari luar perusahaan Seluruh anggota dewan komisaris perusahaan
3.5.2.4 Komite audit
Komite audit menurut ketetuan Bapepam dan LK Nomor Kep-643/BL/2012 adalah “ komite yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dalam membantu melaksanakan tugas dan fungsi
Dewan Komisaris”. Berdasarkan ketentuan Bapepam dan LK Nomor Kep-643/BL/2012, keanggotaan komite audit terdiri dari sekurang-kurangnya tiga orang termasuk ketua komite audit. Anggota komite yang berasal dari komisaris hanya sebanyak satu orang, anggota komite yang berasal dari komisaris tersebut merupakan komisaris independen perusahaan tercatat sekaligus menjadi ketua komite audit. Anggota lain yang bukan merupakan komisaris independen harus berasal dari pihak eksternal yang independen
Komite audit dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala rasio melaui jumlah anggota komite audit yang berasal dari luar komite audit terhadap jumlah seluruh anggota komite audit.
KOA = Jumlah anggota komite audit dari luar Jumlah seluruh anggota komite audit
3.5.2.5 Leverage
Menurut Kasmir (2008:113) leverage merupakan “rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur sejauhmana aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang”. Rasio leverage yang digunakan dalam penelitian ini adalah debt to total asset (rasio hutang terhadap total aktiva). Variabel leverage dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
�������� = Total Hutang Total Aset
3.5.2.6 Kualitas Audit
Dalam penelitian ini kualitas audit diproksikan dengan ukuran KAP tempat auditor bekerja. Ukuran KAP dibedakan menjadi dua yaitu KAP Big Four dan KAP Non Big Four. Kualitas audit diukur dengan menggunakan skala nominal melalui variabel dummy. Jika laporan keuangan perusahaan diaudit oleh KAP Big Four, maka akan diberikan nilai 1, tetapi jika laporan keuangan perusahaan tidak diaudit oleh KAP Big Four ,maka akan diberikan nilai 0. Berikut adalah KAP yang termasuk dalam KAP Big four di Indonesia:
1) Osman Bing Satrio & Eny berafiliasi dengan Deloitte Touche Tohmatsu (DTT).
2) Purwantono, Suherman & Surja berafiliasi dengan Ernst &Young (E&Y). 3) Siddharta & Widjaja berafiliasi dengan Klynveld Peat Marwick
Goerdeler (KPMG).
4) Tanudiredja, Wibisana & Rekan berafiliasi dengan Pricewaterhouse (PwC)
3.5.2.7 Employee Diff
Employee Diff adalah variabel yang digunakan untuk mengukur perbedaan persentase perubahan dalam pendapatan dengan persentase perubahan jumlah karyawan (Brazel et al., 2009:1150). Cara perhitungan untuk mencari employee diff dilakukan dengan dua tahapan. Pertama, hitung persentase perubahan pendapatan (revenue growth). Kedua, hitung persentase perubahan jumlah karyawan (employee growth). Setelah itu, hasil employee diff diperoleh dari selisih perubahan persentase pendapatan (revenue growth)
dengan perubahan jumlah karyawan (employee growth). Perhitungan yang digunakan oleh Brazel et al., (2009) sebagai berikut:
Rumus Revenue Growth :
Revenue Growth = (Revenuet – Revenuet-1)/ Revenue Keteranggan:
t-1
Revenuet
Revenue
= pendapatan pada periode t
t-1
Rumus Employee Growth:
= pendapatan pada periode t-1
Employee Growth = (employeet – employeet-1)/employee
Keterangan:
t-1
Employeet
Employee
= jumlah karyawan pada periode t
t-1
Rumus Employee Diff:
= jumlah karyawan pada periode t-1
Employee Diff = Revenue Growth – Employee Growth
Keterangan:
Revenue Growth = (Revenuet – Revenuet-1)/ Revenue Employee Growth = (employee
t-1
Tabel 3.2
Defenisi Oprasional Variabel Nama
Variabel
Defenisi Oprasional Pengukuran Skala
Dependen (Y) Manajemen
Laba
Upaya manajer perusahaan untuk mempengaruhi informasi dalam laporan keuangan dengan tujuan untuk mengelabui stakeholder yang ingin mengetahui kinerja dan kondisi perusahaan. Manajemen laba dihitung berdasarkan Discretionary accruals (DA) menggunakan Modified Jones Model.
1) TAC = Nit – CFOit
2) TAit/Ait-1 = β1 (1 / Ait-1) + β2 (ΔRevt / Ait -1) + β3 (PPEt / Ait-1) + e
3) NDAit = β1 (1 / Ait-1) + β2 (ΔRevt / Ait-1 - ΔRect/ Ait-1) + β3 (PPEt / Ait-1)
4) DAit = TAit / Ait-1 – NDAit
Rasio Independen (X) Kepemilikan Institusional (X1)
Kepemilikan institusi adalah kepemilikan saham perusahaan oleh institusi keuangan seperti perusahaan asuransi, bank, dana pensiun, dan investment banking.
KINST = Jumlah Saham yang dimiliki investor institusi / Total modal saham perusahaan yang
beredar. Rasio
Kepemilikan Manajemen
(X2)
Kepemilikan manajemen merupakan saham yang dimiliki oleh manajemen secara pribadi maupun saham yang dimiliki oleh anak cabang perusahaan bersangkutan beserta afiliasinya.
KMJ = Jumlah saham yang dimiliki pihak manajemen/ Total modal saham perusahaan yang
beredar. Rasio
Komisaris Independen
(X3)
Anggota komisaris yang tidak terafiliasi dengan manajemen, anggota dewan komisaris lainnya, dan pemegang saham pengendali. Serta bebas dari hubungan bisnis dan hubungan lainnya yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen atau bertindak semata-mata demi kepentingan perusahaan.
KIN = Jumlah anggota dewan komisaris dari luar perusahaan / seluruh anggota dewan komisaris perusahaan
Nama Variabel
Defenisi Oprasional Pengukuran Skala
Komite Audit (X4)
Komite yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dalam membantu melaksanakan tugas dan fungsi Dewan Komisaris.
KOA = Jumlah anggota komite audit dari luar / Jumlah seluruh anggota komite audit
Rasio
Leverage (X5)
Perbandingan antara total utang dengan total aktiva perusahaan, yang menunjukkan seberapa besar aktiva yang dimiliki perusahaan yang dibiayai dengan utang.
LEV = Total Hutang / Total Aktiva
Rasio
Kualitas Audit (X6)
Kualitas audit diproksikan dengan ukuran KAP tempat auditor bekerja. Ukuran KAP dibedakan menjadi dua yaitu KAP Big Four dan KAP Non Big Four. Auditor big four adalah auditor yang memiliki keahlian dan reputasi tinggi dibanding dengan auditor non big four
Kualitas audit diukur dengan menggunakan skala nominal melalui variabel dummy. Jika laporan keuangan perusahaan diaudit oleh KAP Big Four, maka akan diberikan nilai 1, tetapi jika laporan keuangan perusahaan tidak diaudit oleh KAP Big Four ,maka akan diberikan nilai 0.
Nominal
Employee Diff (X7)
Variabel yang digunakan untuk mengukur perbedaan persentase perubahan dalam pendapatan dengan persentase perubahan jumlah karyawan.
1) Revenue Growth = (Revenuet – Revenuet-1)/ Revenue
2) Employee Growth = (employee
t-1
t – employee
t-1)/employee
3) Employee Diff = Revenue Growth– Employee Growth
t-1 Rasio