• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

4.3 Deskripsi Data

4.3.2 Variabel Komitmen Anggota Organisasi

Setelah menguraikan frekuensi jawaban responden terhadap pertanyaan yang menyangkut variabel iklim organisasi, selanjutnya adalah menguraiakan frekuensi jawaban responden menyangkut variabel komitmen anggota organisasi pada PII Wilayah Banten.

Variabel komitmen anggota organisasi dalam penelitian ini terdiri dari beberapa indikator diantaranya, identifikasi, keterlibatan dan loyalitas merupakan penjabaran dari faktor-faktor komitmen anggota organisasi.

Berikut ini adalah uraian frekuensi jawaban responden mengenai variabel komitmen anggota organisasi pada PII Wilayah Banten.

Tabel 4.13

Merasa ikut memiliki organisasi PII Wilayah Banten

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Setuju 30 27.5 50.0 50.0 sangat setuju 30 27.5 50.0 100.0 Total 60 55.0 100.0 63

Berdasarkan tabel diatas yang menyatakan setuju sebesar 30 (27,5%) bahwa anggota merasa ikut memiliki organisasi PII Wilayah Banten, dan responden yang menjawab sangat setuju sebesar 30 (27,5%). Hasil ini menunjukan bahwa mayoritas responden menyetujui dengan pertanyaan bahwa mereka merasa ikut memiliki PII Wilayah Banten, yang menjadi wadah tujuan mereka.

Rasa memiliki terhadap organisasi, sudah harus ditanamkan oleh setiap anggota. Pada dasarnya setiap anggota harus memiliki komitmen organisasi, untuk mempertahankan organisasinya agar tetap menjaga eksistensinya.64

Tabel 4.14

Saya merasa terikat secara emosional dengan organisasi PII Wilayah Banten

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Setuju 37 33.9 61.7 61.7

sangat setuju 23 21.1 38.3 100.0

Total 60 55.0 100.0

Pertanyaan no.13 Berhubungan dengan pertanyaan sebelumnya yaitu mengenai rasa memiliki PII Wilayah Banten kuatkan pertanyaan kali ini tentang merasa keterikatan emosional yang keduanya merupakan unsur pertanyaan dari identifikasi dan merupakan salah satu faktor dari komiten organisasi. Anggota memiliki adanya keinginan untuk terikat pada organisasi karena keinginan sendiri.65

64

Khaerul Umam.2010.Perilaku Organisasi. Bandung:Pustaka Setia Hal 257

65

Berdasarkan tabel diatas yang menyatakan setuju sebesar 37 (33,9%) dan responden yang menjawab sangat setuju sebesar 23 (21,1%) dengan pertanyaan anggota merasa terikat secara emosional dengan PII Wilayah Banten. Hasil data ini tidak jauh berbeda dengan data sebelumnya yang didominasi hasil positif.

Tabel 4.15

Saya percaya terhadap organisasi PII Wilayah Banten

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid tidak setuju 11 10.1 18.3 18.3

Setuju 32 29.4 53.3 71.7

sangat setuju 17 15.6 28.3 100.0

Total 60 55.0 100.0

Para anggota disetiap tingkat harus berusaha keras mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang ada didalamnya kepercayaan, keyakinan dan kredibiltas didukung oleh pernyataan dan tindakan.66 Berdasarkan tabel diatas yang menyatakan setuju sebesar 32 (29,4%) bahwa anggota percaya terhadap organisasi PII Wilayah Banten memberikan dukungan yang tinggi. Responden yang menjawab sangat setuju sebesar 17 (15,6%) dan responden yang menjawab tidak setuju sebesar 11 (10,1%). Ini dikarenakan kepercayaan anggota terhadap organisasi masih rendah.

66 Drs. Abdullah Masmuh, 2008. Komunikasi Organisasi dalam perspektif Teori dan Praktek. Malang:

Tabel 4.16

Saya ikut terlibat dalam semua kegiatan organisasi PII Wilayah Banten

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid tidak setuju 4 3.7 6.7 6.7

Setuju 31 28.4 51.7 58.3

sangat setuju 25 22.9 41.7 100.0

Total 60 55.0 100.0

Keterlibatan atau berpertisipasi anggota dalam setiap kegiatan atau aktivitas-aktivitas penting untuk diperhatikan karena adanya keterlibatan anggota dalam organisasi. Salah satu cara yang dapat dipakai untuk memancing keterlibatan anggota adalah mengajak partisipasi mereka dalam berbagai kesempatan pembuatan keputusan yang dapat menumbuhkan keyakinan pada anggota apa yang telah diputuskan adalah merupakan keputusan bersama.67 Berdasarkan tabel diatas yang menyatakan setuju sebesar 31 (28,4%) bahwa anggota terlibat dalam semua kegiatan organisasi PII Wilayah Banten. Responden yang menjawab sangat setuju sebesar 25 (22,9%) dan responden yang menjawab tidak setuju sebesar 4 (3,7%).

67 Gibbson, James, L, Jhon M, Ivancevih dan James H. Donelly, 2000. Organisasi, Struktur, Proses. Jakarta:

Tabel 4.17

Saya sulit terikat dengan organisasi lain

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid tidak setuju 17 15.6 45.0 45.0

Setuju 27 24.8 45.0 90.0

sangat setuju 6 5.5 10.0 100.0

Total 60 55.0 100.0

Loyalitas anggota terhadap organisasi memilki makna kesediaan seseorang untuk melanggengkan hubungannya dengan organisasi, kalu perlu mengorbankan kepentingan pribadinya. Ini ditandai dengan sulitnya anggota terikat dengan organisasi lain.68 Berdasarkan tabel diatas yang menyatakan setuju sebesar 27 (24,8%) bahwa anggota sulit terikat dengan organisasi lain. Responden yang menjawab sangat setuju sebesar 6 (5,5%) dan responden yang menjawab tidak setuju sebesar 17 (15,6%).

Tabel 4.18

Saya merasa senang bekerjasama dengan pimpinan dan sesama anggota organisasi

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Setuju 24 22.0 40.0 40.0

sangat setuju 36 33.0 60.0 100.0

Total 60 55.0 100.0

Dalam membangun suatu organisasi hal yang paling utama adalah adanya loyalitas. Suatu organisasi akan terus maju bila ada orang yang bekerjasama

68

didalamnya secara kompak. Para anggota organisasi tidak segan untuk bekerjasama baik dengan pimpinan maupun dengan sesama anggota organisasi.69 Hal ini bisa dilihat dari tabel diatas yang menunjukan hasil positif karena yang menyatakan setuju sebesar 24 (22%) dan responden yang menjawab sangat setuju sebesar 36 (33%).

Tabel 4.19

Berusaha mempertahankan diri dalam organisasi PII Wilayah Banten

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid tidak setuju 6 5.5 10.0 10.0

Setuju 45 41.3 75.0 85.0

sangat setuju 9 8.3 15.0 100.0

Total 60 55.0 100.0

Berdasarkan tabel diatas, menunjukan sebagian besar responden setuju bahwa alasan utama mereka tetap berada di PII Wilayah Banten adalah karena loyalitas mereka terhadap organisasinya.Kesediaan anggota untuk mempertahankan diri bekerja dalam organisasi adalah hal yang penting dalam menunjang komitmen anggota terhadap organisasi.

Hal ini dilihat dari angka sebesar 45 (41,3%) menyatakan jawaban setuju dan responden yang menjawab sangat setuju sebesar 9 (8,3%) kuatkan jawaban negatif hanya ada sebesar 6 (5,5%) yaitu tidak setuju. Hal ini menunjukan bahwa anggota organisasi PII Wilayah Banten memiliki loyalitas terhadap organisasi.

69

Walaupun terlihat dari hasil negatif ada 6 orang yang memberikan jawaban tidak setuju.

Tabel 4.20

Saya berusaha mewujudkan visi dan misi PII Wilayah Banten

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Setuju 25 22.9 41.7 41.7

sangat setuju 35 32.1 58.3 100.0

Total 60 55.0 100.0

Wujud loyalitas terhadap organisasi dapat dilihat dari kerja keras, berdasarkan tabel diatas yang menunjukan hasil positif dengan frekuensi pernyataan sebesar 35 (32,1%) menjawab sangat setuju dan 22,9% menjawab setuju. Berdasarkan hasil diatas dapat dikatakan anggota PII Wilayah Banten memahami dan berusaha mewujudkan visi dan misi PII W ilayah Banten.

Dari hasil pengamatan dilapangan untuk mewujudkan visi dan misinya PII Wilayah Banten dengan terlibat dengan program-program yang sudah dibuat oleh PII Wilayah Banten.

Tabel 4.21

Saya berusaha keras memberikan waktu, tenaga dan pikiran untuk organisasi PII Wilayah Banten

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Setuju 38 34.9 63.3 63.3

sangat setuju 22 20.2 36.7 100.0

Loyalitas merupakan bagian dar faktor-faktor komitmen organisasi. Untuk membangun sebuah organisasi agar maju maka anggota organisasi memberikan waktu, tenaga dan pikirannya untuk organisasi PII Wilayah Banten. Berdasarkan tabel diatas yang menyatakan setuju sebesar 38 (34,9%) bahwa anggota berusaha keras memberikan waktu, tenaga dan pikiran untuk PII Wilayah Banten.

Responden yang menjawab sangat setuju sebesar 22 (20,2%).