• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E. Variabel Penelitian dan Operasionalisasi

Variabel penelitian merupakan objek penelitian yang bervariasi

atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 1991:102).

Dalam penelitian ini ada lima variabel yang menjadi objek penelitian, yaitu :

a. Variabel Perilaku Penundaan (Procrastination)

Perilaku Penundaan (Procrastination) penyusunan skripsi

merupakan kegagalan seseorang dalam mengerjakan tugas berupa tindakan

menunda-nunda memulai atau menyelesaikan tugas sehingga menghambat

penyelesaian tugas dalam jangka waktu terbatas.

Variabel perilaku penundaan (procrastination) penyusunan skripsi

diukur berdasarkan teori yang diadaptasi dari empat komponen perilaku

penundaan oleh Schowenbur. Untuk mengukur penyebab perilaku

penundaan tersebut menggunakan skala likert.

Variabel Penyebab perilaku penundaan (procrastination)

untuk pertanyaan positif (mendukung) jawaban memiliki skor dengan

kategori sangat sesuai = 4, sesuai = 3, tidak sesuai = 2, sangat tidak sesuai

= 1. Sebaliknya untuk pertanyaan negatif (tidak mendukung) jawaban

memiliki skor dengan kategori sangat sesuai = 1, sesuai = 2, tidak sesuai =

3, sangat tidak sesuai = 4.

Tabel 3.1

Kriteria penyebab perilaku penundaan Untuk pertanyaan positif (Mendukung)

No Frekuensi Skor

1 Sangat tidak sesuai Skor 1

2 Tidak sesuai Skor 2

3 Sesuai Skor 3

4 Sangat sesuai Skor 4

Tabel 3.2

Kriteria penyebab perilaku penundaan Untuk pertanyaan Negatif (Tidak Mendukung)

Semakin tinggi skor total yang diperoleh menunjukkan tingginya

tingkat perilaku penundaan (procrastination) penyusunan skripsi,

sebaliknya jika skor total yang diperoleh semakin rendah maka semakin

rendah pula tingkat perilaku penundaan (procrastination) penyusunan

skripsi. Untuk mengetahui klasifikasi skor penyebab perilaku penundaan,

apakah masuk kriteria sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah, dan sangat

No Frekuensi Skor

1 Sangat tidak sesuai Skor 4

2 Tidak sesuai Skor 3

3 Sesuai Skor 2

rendah digunakan perhitungan Penilaian Acuan Norma tipe II sebagai

berikut:

Tabel 3.3

Penilaian Acuan Norma tipe II

Skor Nilai ¾ M + 2S Sangat tinggi ¾ M + 1 S dan M + 2 S Tinggi ¾ M – 1 S dan M + 1 S Cukup ¾ M – 2S dan M - 1S Rendah ¾ < M – 2S Sangat Rendah

Rumus Mean (M) dan standar deviasi sebagai berikut (Masidjo 1995:164) :

M =

α = ∑ ∑

Ket :

X = Jumlah skor dari penyebab perilaku penundaan N = Jumlah responden

α= Standar deviasi

Dalam perhitungan mean dan standar deviasi akan dilaksanakan dengan

Berikut merupakan indikator variabel perilaku penundaan

(procrastiantion) penyusunan skripsi pada mahasiswa.

Tabel 3.4

Kisi-kisi Penyebab Perilaku Penundaan (Procrastination) penyusunan skripsi

Variabel Sub Variabel

(Dimensi) Indikator Item Positif Item Negatif Perilaku penundaan (procrastiantion) 1. Penundaan terhadap tugas 2. Kelambanan dalam mengerjakan tugas 3. Kesenjangan waktu 4. Melakukan aktivitas lain

• Menunda mengerjakan bab selanjutnya

• Menunda bertemu dengan dosen pembimbing

• Terlambat dalam pengumpulan skripsi • Terlambat bertemu dosen

pembimbing

• Lambat dalam penyelesaian skripsi

• Kesenjangan antara pengerjaan skripsi dengan waktu penyelesaian

• Tidak menggunakan waktu secara maksimal

• Menonton acara televisi favorit

• Tidak bisa menolak ajakan teman

• Melamun

• Membaca majalah favorit

1 12 14 3 13 5 4 2 10 11 8,15 7 9 16 6

b. Variabel Jenis Kelamin.

Jenis kelamin yang di maksud dalam penelitian ini adalah jenis

kelamin laki-laki dan perempuan. Secara psikologis dan fisiologis

ternyata laki-laki dan perempuan mempunyai perkembangan yang

berbeda. Perbedaan ini menyebabkan adanya perbedaan sikap dan

perilaku.

Variabel jenis kelamin merupakan variabel kategorik yang

dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok jenis

kelamin perempuan dan jenis kelamin laki-laki.

Tabel 3.5

Skor untuk variabel jenis kelamin

Jenis Kelamin Skor

Perempuan Laki-laki

1 2

c. Variabel usia.

Yang dimaksud usia adalah lamanya rentang waktu dalam

tahun yang dihitung mulai seseorang lahir kedunia sampai saat

penelitian tersebut diadakan. Usia dikelompokan menjadi dua yaitu

muda dan tua. Pengelompokan ini berdasarkan pembagian tahap-

tahap pembagian sekolah berdasarkan umur yang dianut oleh sistem

pendidikan di Indonesia (Sarwono,2005 :41).

Untuk mengukur variabel usia, dalam penelitian ini peneliti

menggunakan skala likert, yaitu sebagai berikut :

Tabel 3.6 Kriteria usia Kriteria jawaban Skor Keterangan 18-25 th > 25 th 1 2 Muda Tua

d. Variabel program studi.

Program studi merupakan bagian dari fakultas dan jurusan

ilmu tertentu, di mana di dalamnya lebih menunjukkan kekhususan

disiplin ilmu. Dalam penelitian ini, program studi yang diteliti

adalah program studi yang ada dibawah naungan Jurusan

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.

Tabel 3.7 Program Studi

No Program studi Skor

1 Pendidikan Sejarah 1

2 Pendidikan Ekonomi 2

3 Pendidikan Akuntansi 3

e. Variabel status sosial ekonomi orang tua.

Status sosial ekonomi mencakup tiga faktor yaitu tingkat

pendidikan, jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan. Ketiga faktor

tersebut merupakan faktor dari luar responden yang sangat dekat

dengan responden. Pengukuran variabel status sosial ekonomi

1) Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan yang telah diselesaikan orang tua

responden (ayah dan ibu) hingga memperoleh ijasah. Dalam hal

ini tingkat pendidikan dikelompokkan dan diberi skor sebagai

berikut.

Tabel 3.8 Skor Untuk Tingkat Pendidikan

Tingkat Pendidikan Skor

Tidak tamat SD Tamat SD Tamat SMP

Tamat SMA/sederajat

Tamat Akademi/Perguruan Tinggi 1 2 3 4 5 2) Jenis Pekerjaan

Jenis pekerjaan dalam hal ini jenis pekerjaan orang tua

(ayah dan ibu) adalah pekerjaan pokok yang ditekuninya setiap

hari. Penggolongan pekerjaan berdasarkan dari penggolongan

Spillane (1982:14) yang telah disesuaikan, pekerjaan dibagi

menjadi enam golongan dan diberi skor sebagai berikut .

Tabel 3.9

Skor Untuk Jenis Pekerjaan

Jenis Pekerjaan Skor

Buruh/Ibu Rumah Tangga Petani/Pengrajin Pedagang/Wiraswasta Pegawai Swasta Pegawai Negeri ABRI 1 2 3 4 5 6

3) Tingkat Pendapatan

Merupakan pendapatan yang diterima orang tua (ayah dan

ibu) setiap bulan, baik dari pekerjaan pokok maupun dari pekerjaan

sampingan. Berdasarkan Upah Minimum Propinsi Tahun (UMP)

2009 untuk kota Yogyakarta sebesar Rp 700.000,-, maka tingkat

pendapatan dikelompokkan sebagai berikut.

Tabel 3.10

Skor Untuk Tingkat Pendapatan

Tingkat Pendapatan Skor

a. < Rp 700.000,00 b. Rp701.000,00-Rp 1.401.000,00 c. Rp 1.402.000,00-Rp 2.102.000,00 d. Rp 2.103.000,00-Rp 2.803.000,00 e. Rp 2.804.000,00-Rp 3.504.000,00 f. > Rp 3.505.000,00 1 2 3 4 5 6

Untuk perhitungan ukuran status sosial ekonomi orang tua, dilakukan dengan

cara menjumlahkan skor-skor ukuran tersebut dengan Penilaian Acuan

Norma Tipe II (PAN II) sebagai berikut :

Tabel 3.11

Penilaian Acuan Norma Tipe II

Skor Nilai

> M + S Tinggi

M-1S dan M+1S Menengah

< M-1S Rendah

Perhitungan mean dan standar deviasi akan dihitung dengan bantuan program

spss versi 13.

Dokumen terkait