• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODA PENELITIAN

D. Variabel Penelitian dan Pengukuran

a. Variabel dependen

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan pemerintah daerah. Kinerja keuangan pemerintah daerah yang dimaksud adalah hasil kerja kegiatan pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang meliputi unsur input, output, dan outcome yang kemudian di ukur dengan efisiensi, efektivitas, dan ekonomis. Kinerja keuangan pemerintah daerah diukur dengan perspektif efisiensi, efektivitas dan ekonomis atau dengan pendekatan value for money. Efisiensi merupakan hubungan antara masukan sumberdaya oleh suatu unit organisasi (input) dan keluaran yang dihasilkan (output) yang memberikan informasi tentang konversi masukan menjadi keluaran (Mardiasmo, 2007). Efektivitas merupakan hubungan antara keluaran dengan tujuan atau sasaran yang harus dicapai (Mardiasmo, 2007). Penelitian ini menggunakan efisiensi dan efektivitas dalam pengukuran kinerja keuangan pemerintah daerah yang menurut Mahmudi (2007) dapat diformulasikan seperti berikut ini.

Rasio Efektivitas =

b. Variabel independen

Variabel independen adalah variabel yang dapat mempengaruhi perubahan variabel dependen dan mempunyai hubungan positif atau negatif bagi variabel dependen nantinya. Dalam hal ini variabel independen adalah angka dan rasio yang diambil dari komponen laporan keuangan pemerintah daerah di Indonesia. Variabel yang dimaksud adalah seperti berikut ini.

1) Return on Equity

Return on Equity merupakan perbandingan antara jumlah surplus atau defisit dalam laporan realisasi anggaran dengan jumlah total fund equity yang dilaporkan pada neraca pemerintah daerah. Variabel ini menggambarkan kemampuan pemerintah daerah dalam menghasilkan jumlah selisih antara pendapatan dengan belanja dari total dana ekuitas yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Untuk menentukan angka rasio ini, menurut Cohen (2006) formula yang dapat digunakan adalah seperti berikut ini. ROE= Equity Deficit Surplus Net ( ) 2. Return on Assets

Return on Assets merupakan rasio keuangan yang menggambarkan proporsi antara jumlah surplus atau defisit bersih dalam laporan realisasi anggaran dengan jumlah total asset yang tersaji dalam neraca pemerintah daerah. Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan dalam

menghasilkan selisih antara total pendapatan dengan total belanja yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam suatu periode tertentu. Untuk menghitung angka rasio ini, menurut Cohen (2006) formula yang digunakan adalah seperti berikut ini.

ROA= Assets Total Deficit Surplus Net ( ) 3. Profit Margin

Profit Margin merupakan angka rasio yang menggambarkan jumlah perbandingan antara surplus atau defisit anggaran dalam suatu periode dengan jumlah pendapatan asli daerah dalam satu periode akuntansi. Kedua angka dalam penghitungan rasio ini diambil dari laporan realisasi angaran pemerintah daerah. Untuk menentukan angka rasio ini, formula yang digunakan adalah seperti berikut ini (Cohen, 2006).

PR= venues Operating Total Deficit Surplus Net Re ) ( 4. Current Ratio

Merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan pemerintah daerah dalam menjamin pemenuhan kewajiban lancar dengan harta lancar yang dimiliki. Kedua angka dalam penghitungan rasio ini dihitung dengan menggunakan data dalam neraca pemerintah. Semakin tinggi angka rasio ini memberi penggambaran bahwa pemerintah daerah mempunyai sisa aktiva lancar yang cukup untuk menjamin pemenuhan kewajiban lancar.

Formula untuk menentukan angka rasio ini adalah seperti berikut ini (Meriawaty dan Setyani, 2005).

CR= s Liabilitie Current Assets Current

5. Debt to Equity Ratio

Debt to Equity Ratio merupakan perbandingan antara jumlah total hutang pemerintah dengan total ekuitas dana. Rasio ini menggambarkan kemampuan pemerintah dalam memberi jaminan pemenuhan seluruh jumlah hutang dengan jumlah ekuitas dana yang dimiliki oleh pemerintah pada tanggal tertentu. Kedua angka rasio ini ditentukan dengan menggunakan angka dalam neraca pemerintah. Untuk menentukan besarnya rasio ini, menurut Godsey dan Shulman (2001) formula yang dapat digunakan adalah seperti berikut ini.

DER=

Equity Debt

6. Long Terms Liabilities to Total Assets

Merupakan rasio yang menggambarkan perbandingan jumlah hutang jangka panjang dengan jumlah total asset pemerintah daerah. Angka rasio ini menunjukkan jaminan pada utang jangka panjang yang diberikan oleh pemerintah daerah dengan asset yang dimiliki. Menurut Plammer et al. (2007) formula untuk menghitung angka rasio ini adalah seperti berikut ini.

LTTA = Assets Total s Liabilitie Terms Long 7. Assets Turnover

Assets Turnover merupakan perbandingan jumlah pendapatan asli daerah dengan jumlah total asset yang dimiliki oleh Pemda. Angka rasio ini menggambarkan kemampuan pemerintah daerah dalam memperoleh pendapatan asli daerah dengan menggunakan total asset yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang bersangkutan, semakin tinggi angka rasio ini menandakan bahwa semakin baik kemampuan pemerintah dalam mengusahakan asset yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan bagi daerah. Menurut Cohen (2006) formula untuk menghitung angka rasio ini adalah seperti berikut ini.

AT = Assets Total venues Operating Total Re

8. Operating Revenues/Total Revenues

Operating Revenues/Total Revenues adalah perbandingan antara jumlah pendapatan asli daerah dengan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh pemerintah daerah yang bersangkutan. Kedua angka yang digunakan dalam penghitungan rasio ini diambil dari neraca pemerintah. Untuk menentukan jumlah angka rasio ini, formula yang digunakan adalah formula yang dinyatakan oleh Cohen (2006) seperti berikut ini.

ORTR = venues Operating Total Subsidies venues Operating Total Re Re -

9. Operating Revenues to Operating Expenses

Operating Revenues to Operating Expenses merupakan perbandingan antara jumlah pendapatan asli daerah dengan jumlah belanja operasi daerah dalam suatu periode tertentu. Untuk menentukan jumlah angka rasio ini angka yang digunakan adalah angka dalam laporan realisasi anggaran. Angka rasio ini menunjukkan kemampuan pemerintah dalam memperoleh pendapatan asli daerah dengan belanja operasi yang dikeluarkan dalam suatu periode tertentu. Untuk menentukan angka rasio ini formula yang digunakan oleh peneliti adalah formula yang digunakan oleh Cohen (2006) berikut ini.

OROE = Expenses Operating venues Operating Total Re

Dokumen terkait