• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Konsep Promosi

3. Variabel-variabel Bauran Promosi

Menurut Kotler dan Armstrong (2012:432), bauran promosi terdiri atas 5 (lima) alat-alat promosi, berikut pengertian dari berbagai ahli:

a. Periklanan (Advertising)

1. Pengertian Periklanan

Yaitu semua bentuk presentasi dan promosi nonpersonal yang dibayar oleh sponsor untuk mempresentasikan gagasan, barang atau jasa. Periklanan dianggap sebagai manajemen citra yang bertujuan menciptakan dan memelihara cipta dan makna dalam benak konsumen. Bentuk promosi yang digunakan mencakup broadcast, print, internet, outdoor, dan bentuk lainnya.

Menurut Moriarty, Mitchell, dan Wells (2011:6) iklan adalah jenis komunikasi pemasaran yang merupakan istilah umum yang mengacu

kepada semua bentuk teknik komunikasi yang digunakan pemasar untuk menjangkau dan menyampaikan pesan kepada konsumennya. Sedangkan menurut Kotler (2003:814) iklan adalah bentuk penyajian non personal dan promosi ide, barang atau jasa oleh seorang sponsor tertentu yang perlu dibayar. Periklanan merupakan salah satu alat yang paling umum digunakan perusahaan untuk mengarahkan komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan masyarakat. Periklanan pada dasarnya adalah bagian dari kehidupan industri modern. Kehidupan dunia modern saat ini sangat tergantung pada iklan.

Tanpa iklan para produsen dan distributor tidak akan dapat menjual produknya, sedangkan disisi lain para pembeli tidak akan memiliki informasi yang memadai mengenai produk barang dan jasa yang tersedia di pasar. Apabila hal itu terjadi maka industri dan perekonomian modern pasti akan lumpuh. Apabila sebuah perusahaan ingin mempertahankan tingkat keuntungannya, maka ia harus melangsungkan kegiatan periklanan secara memadai dan terus-menerus.

Menurut Suyanto (2007: 143) mendefinisikan “Periklanan adalah penggunaan media bauran oleh penjual untuk mengkomunikasikan informasi persuasif tentang produk, jasa atau pun organisasi dan merupakan alat promosi yang kuat”. Peranan periklanan dalam pemasaran suatu produk adalah untuk membangun kesadaran (awareness) terhadap keberadaan produk yang ditawarkan, menambah pengetahuan konsumen tentang produk yang ditawarkan, membujuk calon konsumen untuk membeli dan menggunakan produk tersebut dan untuk membedakan diri perusahaan satu dengan perusahaan yang lainnya.

Periklanan adalah komunikasi non pribadi melalui bermacam-macam media yang dibayar oleh sebuah perusahaan bisnis atau organisasi nirlaba atau individu yang dalam berbagai cara teridentifikasi dalam pesan periklanan dan berharap menginformasikan

atau membujuk anggota-anggota dari pemirsa tertentu. (Simamora, 2000: 756). Periklanan terfokus pada media massa seperti surat kabar, televisi, radio dan papan iklan. Periklanan menawarkan keunggulan signifikan diatas teknik promosional lainnya. Periklanan dapat menjangkau beribu-ribu pemirsa. Meskipun orang sering kaget saat mendengar harga iklan yang bernilai ratusan ribu rupiah per detik tayangan, tetapi sebenarnya dapat dibayangkan berapa jumlah pemirsa yang sanggup dijangkau lewat iklan tersebut.

Banyak konsumen yang menaruh kadar prestis kepada media massa yang digunakan dalam periklanan. Merupakan kenyataan sederhana bahwa sebuah produk yang di iklankan secara nasional dapat mengukur citra produk tersebut.

Dari berbagai pengertian tentang periklanan diatas maka penulis dapat menyimpulkan inti dari periklanan itu sendiri merupakan suatu alat yang digunakan oleh pembeli/ penjual, setiap orang termasuk lembaga non laba atau dengan kata lain, periklanan dapat dipandang sebagai kegiatan pemasaran kepada suatu kelompok masyarakat baik secara lisan maupun dengan penglihatan suatu produk, jasa atau ide.

2. Dimensi Periklanan

Tujuan akhir dari beberapa promosi adalah untuk membuat seseorang dapat menggunakan sebuah produk atau jasa yang ditawarkan. Untuk itu terdapat model klasik yang dapat digunakan untuk menjangkau tujuan promosi tersebut yakni menggunakan konsep AIDA. AIDA sendiri merupakan singkatan dari Attention (perhatian), Interest (minat), Desire (keinginan), dan Action (tindakan) dimana ia merupakan tahapan keterlibatan konsumen dengan suatu pesan promosi. Kotler menjelaskan “Teori AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) merupakan suatu pesan yang harus mendapatkan perhatian, menjadi ketertarikan, menjadi minat, dan mengambil tindakan. Teori ini menyampaikan akan kualitas dari pesan yang baik”, sedangkan menurut Tjetjep Djatnika menjelaskan

“Teori AIDA merupakan pengambilan keputusan pembelian adalah suatu proses psikologis yang dilalui oleh konsumen atau pembeli, prosesnya yang diawali dengan tahap menaruh perhatian (Attention) terhadap barang atau jasa yang kemudian jika berkesan dia akan melangkah ke tahap ketertarikan (Interest) untuk mengetahui lebih jauh tentang keistimewaan produk atau jasa tersebut yang jika intensitas ketertarikannya (Djatnika, 2007: 204).

Menurut Kasali (2005: 83) Dalam pembuatan iklan, untuk menghasilkan iklan yang baik penting juga menggunakan elemen-elemen dalam sebuah rumus yang dikenal sebagai AIDA, yang terdiri atas :

a) Perhatian (Attention)

Iklan harus menarik perhatian khalayak sasarannya, baik pembaca, pendengar, atau pemirsa. Beberapa penulis naskah iklan mempergunakan trik-trik khusus untuk menimbulkan perhatian calon pembeli, seperti : (a) menggunakan headline yang mengarahkan, (b) menggunakan slogan yang mudah diingat, (c) menonjolkan atau menebalkan huruf-huruf tentang harga (bila harga merupakan unsur penting dalam mempengaruhi orang untuk membeli), (d) menonjolkan selling point suatu produk, (e) menggunakan sub-sub judul untuk membagi naskah dalam beberapa paragraf pendek, (f) menggunakan huruf tebal (bold) untuk menonjolkan kata-kata yang menjual.

b) Minat (Interest)

Setelah perhatian calon pembeli berhasil direbut, persoalan yang dihadapi selanjutnya adalah bagaimana agar konsumen berminat dan ingin tahu lebih lanjut. Untuk itu mereka dirangsang agar membaca dan mengikuti pesan-pesan yang disampaikan. Dengan demikian penggunaan kata-kata atau

kalimat-kalimat pembuka sebaiknya dapat merangsang orang untuk tahu lebih lanjut.

c) Kebutuhan/keinginan (Desire)

Iklan harus berhasil menggerakkan keinginan orang untuk memiliki atau menikmati produk. Kebutuhan atau keinginan mereka untuk memiliki, memakai, atau melakukan sesuatu harus dibangkitkan.

d) Tindakan (Action)

Upaya terakhir adalah untuk membujuk calon pembeli agar sesegera mungkin melakukan tindakan pembelian atau bagian dari itu. Memilih kata yang tepat agar calon pembeli melakukan respon sesuai dengan yang diharapkan adalah suatu pekerjaan yang sangat sulit. Harus dipergunakan kata perintah agar calon pembeli bergerak, akan tetapi juga diperkirakan dampak psikologis dari kata-kata perintah tersebut. Seberapa jauh kata-kata tersebut berkenalan dan tidak menyinggung perasaan calon pembeli.

Seiring pertumbuhan ekonomi iklan menjadi sangat penting karena konsumen potensial akan memperhatikan iklan dari produk yang dibelinya. Menurut Shimp (2003), secara umum periklanan mempunyai fungsi komunikasi yang paling penting bagi perusahaan bisnis dan organisasi lainnya yaitu:

a) Memberi Informasi (Informing) membuat konsumen sadar (aware) akan merek-merek baru, serta memfasilitasi penciptaan citra merek yang positif.

b) Mempersuasi (Persuading) iklan yang efektif akan mampu mempersuasi (membujuk) pelanggan untuk mencoba produk atau jasa yang diiklankan

c) Mengingatkan (Reminding) iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen. Periklanan yang efektif juga meningkatkan minat

konsumen terhadap merek yang sudah ada dan pembelian sebuah merek yang mungkin tidak akan dipilihnya.

d) Memberi Nilai Tambah (Adding Value) periklanan memberikan nilai tambah pada merek dengan mempengaruhi persepsi konsumen. Periklanan yang efektif menyebabkan merek dipandang lebih elegan, bergaya, bergengsi dan lebih unggul dari tawaran pesaing.

e) Mendampingi (Assisting) peran utama periklanan adalah sebagai pendamping yang memfasilitasi upaya-upaya lain dari perusahaan dalam proses komunikasi pemasaran. Sebagai contoh, periklanan mungkin digunakan sebagai alat komunikasi untuk meluncurkan promosi-promosi penjualan seperti kupon-kupon dan undian. Peran penting lain dari periklanan adalah membantu perwakilan dari perusahaan.

b. Promosi Penjualan (Sales Promotion)

1. Pengertian Promosi Penjualan

Menurut Kotler & Armstrong (2006: 441), Promosi Penjualan berkaitan dengan Insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan dari suatu produk atau jasa. Insentif ini berkaitan dengan imbalan, apakah itu berkaitan dengan pengembalian uang dalam bentuk diskon, jaminan atau dapat berupa sample produk dan sebagainya

Sedangkan menurut (Lubis, 2004) Promosi Penjualan (Sales Promotion) adalah suatu kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkan sedemikian rupa sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan.Sebagai salah satu bagian dari bauran promosi, kegiatan promosi penjualan sering dilakukan oleh banyak pemasar sebagai upaya mempetemukan produk dengan target pasarnya secara langsung (hardsell). Dalam program ini berbagai insentif diberikan untuk para

calon konsumen agar mereka dapat merasakan produk yang ditawarkan. Promosi penjualan ini biasa dilakukan dengan memberikan diskon besar-besaran, pemberian hadiah langsung, pemberian kupon belanja, bahkan sample produk yang bisa diberikan secara gratis.

Menurut Philip Kotler (2003:612) terdapat beberapa alat promosi penjualan bagi konsumen, bisnis dan wiraniaga, serta bagi perdagangan yang terdiri dari:

a) Sampel, sejumlah kecil produk yang ditawarkan kepada konsumen untuk dicoba

b) Kupon, sertifikat yang memberi pembeli potongan harga untuk pembelian produk tertentu

c) Tawaran pengembalian uang (rabat), tawaran untuk mengembalikan sebagian uang pembelian suatu produk kepada konsumen yang mengirimkan “bukti pembelian” ke perusahaan manufaktur.

d) Paket Harga (transaksi potongan harga/diskon), menawarkan kepada konsumen penghematan dari harga biasa suatu produk.

e) Premium (hadiah pemberian), barang yang ditawarkan secara cuma-cuma atau dengan harga sangat miring sebagai insentif untuk membeli suatu produk

f) Program frekuensi, program yang memberikan imbalan yang terkait dengan frekuensi dan intensif konsumen membeli produk atau jasa perusahaan tersebut.

g) Kontes, undian, dan permainan, kegiatan promosi yang memberikan konsumen peluang untuk memenangkan sesuatu seperti uang tunai, perjalanan atau barang entah dengan keberuntungan atau dengan usaha ekstra.

h) Imbalan berlangganan, uang tunai atau hadiah lain yang ditawarkan bagi penggunaan suatu produk atau jasa perusahaan.

i) Pengujian gratis, mengundang calon pembeli menguji-coba produk tanpa biaya dengan harapan mereka akan membeli. j) Garansi produk, janji eksplisit atau implisit penjual bahwa

produk tersebut akan bekerja sebagaimana telah ditentukan k) Promosi bersama, dua atau lebih merk perusahaan bekerja

sama dengan kupon, pengembalian uanga, dan kontes untuk meningkatkan daya tarik.

l) Promosi-silang, Menggunakan suatu merk untuk mengiklankan merk lain yang tidak bersaing.

m) Point of purchase, display atau peragaan yang berlangsung ditempat pembayaran atau penjualan.

Dari berbagai pengertian para ahli diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa Promosi Penjualan adalah berbagai insentif-insentif jangka pendek yang ditawarkan oleh pihak penjual kepada konsumen agar mendorong keinginan seseorang untuk menggunakan barang maupun jasa tersebut.

Meskipun dilakukan dalam waktu yang relatif pendek, dalam melakukan promosi penjualan pihak perusahaan biasanya perlu mengeluarkan biaya yang cukup besar. Meski demikian dampak yang ditimbulkan juga besar karena konsumen sebagai pengambil keputusan dapat mencoba, merasakan dan membeli produk yang ditawarkan. Pengalaman penggunaan produk saat promosi penjualan inilah yang kedepannya para konsumen baru bisa diharapkan mau kembali melakukan pembelian. Selain itu juga dapat digunakan sebagai sarana membangun hubungan konsumen untuk jangka panjang. Tujuan promosi penjualan bersumber pada tujuan komunikasi pemasaran. Tujuan ini dijabarkan dengan tujuan pemasaran yang lebih mendasar, yang dirancang untuk produk tertentu.

2. Dimensi Promosi Penjualan

Menurut Belch & Belch (2004: 526) promosi penjualan meliputi bujukan memberikan dorongan lebih kepada konsumen agar membeli. Misalnya dengan memberikan potongan harga, kupon, atau bonus. Promosi penjualan didesain untuk mempercepat proses penjualan dan memaksimalkan penjualan. Teknik sales promotion dapat memotivasi konsumen untuk membeli produk dengan kuantitas lebih banyak dan mempercepat siklus pembelian.

Promosi penjualan dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu: a) Promosi Konsumen (Consumer-oriented promotion)

Aktifitas yang termasuk consumer-oriented promotion antara lain: menyediakan sample, kupon, undian, potongan harga, bonus, event pemasaran, dan lain-lain.Tujuannya meliputi: mendapatkan lebih banyak dukungan armada penjualan untuk produk sekarang atau produk baru atau mendaptkan wiraniaga untuk mencari langganan baru. b) Promosi Dagang (Trade-oriented promotion)

Aktifitas yang termasuk trade-oriented promotion antara lain: memberikan diskon, merchandise, bantuan peralatan, speciality advertising atau insentif lain untuk memotivasi distributor agar berusaha lebih baik untuk memasarkan produk kepada konsumen.

c) Promosi Wiraniaga (Salesforce promotion)

Akttfitas seperti kontes penjualan memamerkan produk.

c. Penjualan Perseorangan (Personal Selling)

1. Pengertian Penjualan Perseorangan

Menurut Phillip Kotler (1993: 376) Penjualan perseorangan adalah potensi lisan dalam pembicaraan dengan salah satu atau lebih calon pembeli untuk tujuan melakukan penjualan. Terdapat banyak definisi tentang penjualan perseorangan yang dikemukakan para ahli, namun pada prinsipnya hampir sama yakni kegiatan promosi yang dilakukan

dengan cara berinteraksi secara langsung dengan calon pembeli. Para pemasar dapat berinteraksi secara langsung secara pribadi maupun kelompok dengan target pasarnya. Sedangkan Menurut Hart & Stapleton, dalam kutipan Komarudin (2003:194) penjualan perseorangan adalah proses penyajian komersial secara lisan selama pembeli atau penjual dalam situasi wawancara.

Kegiatan penjualan secara face-to-face banyak manfaatnya bagi perusahaan maupun calon konsumen. Dari cara ini pihak penjual dapat secara langsung mendemonstrasikan produknya, memberikan petunjuk tentang produk, serta dapat menjelasan atas berbagai keluhan calon konsumen. Melakukan promosi dengan penjualan perseorangan bisa menjadi salah satu cara unuk mencapai tujuan menghasilkan transaksi penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan. Meski biaya juga cukup tinggi karena membutuhkan salesman/girl yang banyak, keuntungan dengan menggunakan cara ini adalah para pemasar dapat langsung menuju target pasar potensial.

Dari berbagai pengertian diatas maka penulis dapat menyimpulkan Penjualan Perseorangan (personal selling) yaitu presentasi personal oleh tenaga penjualan dengan tujuan menghasilkan penjualan atau agar konsumen mau menggunakan jasa yang kita jual dan membangun hubungan dengan konsumen. Bentuk promosi yang digunakan mencakup presentations, trade shows, dan incentive programs.

2. Dimensi Penjualan Perseorangan

Penjualan perseorangan memiliki peran yang sangat besar terhadap purchase intention konsumen, dimana persepsi konsumen terhadap sales person termasuk kemampuannya dalam menarik perhatian konsumen telah mempengaruhi niat konsumen untuk melakukan pembelian. Mengenai hal tersebut, Gunasekharan et al, (2015) menggunakan 4 indikator/dimensi untuk mengukur efektivitas penjualan perseorangan dalam meningkatkan minat konsumen untuk melakukan pembelian, yaitu:

a) Communication ability adalah kemampuan komunikasi yang menunjukkan kemampuan tenaga penjual untuk menjalin komunikasi yang baik dengan konsumen, memiliki sikap yang sopan, mampu mengendalikan emosi. b) Product knowledge adalah kemampuan tenaga penjual

dalam menjelaskan karakteristik produk, manfaat produk, serta mampu menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh konsumen mengenai produk yang ditawarkan.

c) Creativity adalah Keterampilan tenaga penjual dalam memasarkan produk, menggunakan berbagai metode komunikasi dalam menarik perhatian konsumen.

d) Emphaty adalah merujuk pada kemampuan sales personal untuk memberikan perhatian individual terhadap konsumen, sungguh – sungguh mengutamakan kepentingan konsumen dan pemahaman tenaga penjual terhadap kebutuhan konsumen.

d. Hubungan Masyarakat (Public Relations)

1. Pengertian Hubungan Masyarakat

Menurut Kotler (2008, 117) hubungan masyarakat yaitu membangun hubungan yang baik dengan berbagai publik perusahaan supaya memperoleh publisitas yang menguntungkan, membangun citra perusahaan yang bagus, dan menangani atau meluruskan rumor, cerita, serta event yang tidak menguntungkan. Bentuk promosi yang digunakan mencakup press releases, sponsorships, special events, dan web pages.

Sedangkan menurut Cutlip, Center & Broom (2005:25) hubungan masyarakat adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut. Menurut Jefkins (1998: 2), hubungan masayarakat adalah bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke

dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.

Dari berbagai definisi diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa Hubungan Masyarakat adalah berbagai program untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan agar tetap baik atau produk individualnya dengan cara berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan masyarakat publik melalui siaran pers, sponsor, acara khusus dan halaman web. Dalam perusahaan maupun organisasi, hubungan masayarakat memiliki peranan penting untuk membangun citra yang baik di masyarakat mengenai produk, perusahaan maupun organisasi. Dengan memiliki citra yang baik di mata masyarakat luas tentu akan semakin memperkuat nilai tawar sekaligus dapat memperpanjang kelangsungan hidup produk, perusahaan maupun organisasi. Ada banyak fungsi hubungan masayarakat dalam perusahaan, baik untuk internal maupun eksternal. Para PR inilah yang menciptakan pemahaman (Mutual Understanding), sekaligus menjadi jembatan antara kepentingan antara perusahaan dan publiknya, membangun opini publik tentang produk dan perusahaan, dan mendukung berbagai agenda acara kegiatan perusahaan dalam rangka meningkatkan citra.

2. Dimensi Hubungan Masayrakat

Dalam mempertimbangkan kapan dan bagaimana menggunakan hubungan masayarakat, manajemen harus menentapkan tujuan pemasaran, memilih pesan dan sarana atau alat hubungan masayarakat, menerapkan rencana tersebut dengan hati-hati, serta mengevaluasi hasilnya. Sarana-sarana utama dalam hubungan masayarakat (Philip Kotler, 2005:665), adalah:

a) Publikasi (Publications). Perusahaan-perusahaan sangat tergantung pada materi yang dipublikasikan untuk menjangkau dan mempengaruhi pasar sasaran mereka. Materi publikasi itu

mencakup laporan, brosur, artikel, laporan berkala dan majalah perusahaan, serta materi audiovisual.

b) Peristiwa Khusus (Special Events). Perusahaan dapat menarik perhatian terhadap produk baru atau kegiatan pemasaran lainnya dengan meyelenggarakan peristiwa khusus seperti konferensi berita, seminar, tamasya, kontes dan kompetisi, peringatan hari jadi, serta pemberian sponsor olahraga dan budaya yang akan menjangkau masyarakat sasaran.

c) Berita (News). Salah satu tugas utama profesional dari public relations adalah menemukan atau menciptakan berita yang mendukung perusahaan, produk, dan orang-orangnya. Penciptaan berita membutuhkan keahlian pengembangan konsep cerita, pelaksanaan riset, dan penulisan siaran pers. Namun keahlian seorang public relations harus lebih dari sekedar penyiapan naskah cerita. Membuat media bersedia menerima siaran pres dan menghadiri konferensi pers membutuhkan keahlian pemasaran dan antar pribadi.

d) Sponsor (Sponsorship). Perusahaan dapat mempromosikan merek produk dan nama perusahaan mereka dengan mensponsori peristiwa-peristiwa atau acara-acara seperti acara olahraga dan acara kebudayaan.

e) Pidato (Speeches). Pidato merupakan alat lain untuk menciptakan publisitas perusahaan dan produknya. Semakin banyak eksekutif perusahaan yang harus menjawab pertanyaan dari media, atau memberi ceramah di asosiasi perdagangan atau rapat penjualan, dan penampilan-penampilan itu dapat membangun citra perusahaan.

f) Kegiatan Pelayanan Masyarakat (Social Activities). Perusahaan dapat meningkatkan citra baik di masyarakat dengan memberikan uang dan waktu dengan niat baik. Perusahaan-perusahaan besar biasanya akan meminta para eksekutif untuk

mendukung peristiwa kemasyarakatan di daerah kantor atau lokasi tempat mereka berlokasi. Dalam kesempatan lain perusahaan akan menyumbangkan sejumlah uang tertentu untuk sebab tertentu. Biasanya jumlah uang yang disumbangkan berhubungan dengan banyaknya konsumen yang membeli produk dari perusahaannya.

g) Media Identitas (Identity Media). Dalam masyarakat dengan komunikasi yang berlebihan, perusahaan harus bersaing untuk mendapatkan perhatian. Mereka harus berjuang untuk menciptakan identitas visual yang dapat segera dikenali masyarakat. Identitas visual diberikan oleh logo perusahaan, alat tulis, brosur, tanda, formulir bisnis, bangunan dan cara berpakaian.

e. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)

1. Pengertian Pemasaran Langsung

Menurut Kotler & Armstrong (2008: 117) pemasaran langsung berhubungan langsung dengan konsumen individual yang ditargetkan secara cermat untuk memperoleh respons segera dan membangun hubungan pelanggan yang langgeng- penggunaan surat langsung, telepon, televisi respons langsung, e-mail, internet dan sarana lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan konsumen tertentu

Sedangkan menurut Duncan (2002: 573) pemasaran langsung adalah ketika perusahaan ingin menjalin komunikasi langsung dengan pelanggan, mereka mengguanakan strategi komunikasi langsung, dimana lebih bisa berinteraksi, database yang memicu proses komunikasi pemasaran menggunakan media untuk mendorong respon pelanggan.

Pemasaran langsung bisa menjadi salah satu sistem pemasaran interaktif yang dapat dikembangkann perusahaan untuk menghasilkan tanggapan langsung dari pelanggan yang ditargetkan. Dengan melakukan dengan teknik promosi ini, pihak perusahaan akan mampu

menciptakan hubungan baik dengan pelanggan. Beberapa contoh bentuk promosi pemasaran langsung menurut Saladin (2006:1193) diantaranya adalah penjualan tatap muka, pemasaran direct mail, telemarketing, pemasaran melalui katalog (Catalog Marketing), dan Saluran Online (Online Channel) dan lain-lain.

Dari berbagai pengertian diatas maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa pemasaran langsung (direct marketing) adalah hubungan langsung dengan sasaran konsumen dengan tujuan untuk memperoleh tanggapan segera dan membina hubungan yang abadi dengan konsumen. Bentuk promosi yang digunakan mencakup catalogs, telephone marketing, kiosks, internet, mobile marketing, dan lainnya.

2. Dimensi Pemasaran Langsung

Dimensi pemasaran langsung yang dikutip dari Kotler & Armstrong dalam Saladin (2006:1193), antara lain:

a) Penjualan Tatap Muka (Direct Selling)

Bentuk asli dan tertua pemasaran langsung ialah kunjungan penjualan seperti halnya personal selling.Sebagian besar pemasar dari bisnis ke bisnis sangat tergantung pada armada penjualan profesional untuk menentukan tempat prospek, mengubah mereka menjadi pelanggan, membangun hubungan yang kekal, dan menumbuhkan bisnis. Banyak perusahaan konsumen menggunakan armada penjualan langsung untuk meraih konsumen akhir.

b) Pemasaran Pengeposan Langsung (Direct Mail Marketing) Adalah pemasaran langsung yang melibatkan pengiriman penawaran, pengumuman, peringatan atau barang lain kepada seseorang di alamat tertentu. Dengan menggunakan daftar pengeposan yang terpilih, para pemasar langsung mengirim jutaan lembaran surat setiap tahun (surat, iklan, sampel, surat edaran, dan, „wiraniaga bersayap‟ lain).

Contoh lain pemasaran pengeposan langsung antara lain menggunakan surat fax, e-mail dan surat suara.

c) Pemasaran Katalog (Catalogue Marketing)

Melibatkan penjualan melalui katalog yang diposkan ke daftar pelanggan terpilih atau disediakan di toko-toko. d) Pemasaran Telepon (Telemarketing)

Menggunakan telepon untuk menjual langsung kepada konsumen. Telemarketing yang didesain dengan baik dan bersasaran memberi banyak manfaat, terrmasuk kemudahan pembelian dan informasi produk dan jasa yang meningkat. e) Pemasaran Televisi Tanggapan Langsung (Direct Response

Television Marketing)

Pemasaran melalui acara yang diadakan di televisi f) Pemasaran Kios (Kiosk)

Sebagian perusahaan memasarkan produknya dengan cara

Dokumen terkait