BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
B. VISI DAN MISI
Visi adalah gambaran kedepan yang ingin dicapai agar tercapainya tugas pokok dan fungsi Pengadilan Negeri Rote Ndao.
Adapun Visi dari Pengadilan Negeri Rote Ndao yaitu : “ Terwujudnya Pengadilan Negeri Rote Ndao yang Agung”.
Untuk mencapai Visi tersebut Pengadilan Negeri Rote Ndao mempunyai Misi : a. Menjaga Kemandirian Pengadilan Negeri Rote Ndao.
b. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan.
c. Meningkatkan kualitas kepemimpinan di Pengadilan Negeri Rote Ndao . d. Menigkatkan Kredibilitas dan Transparansi di Pengadilan Negeri Rote Ndao.
7 C. Tujuan dan Sasaran Strategis
1. Tujuan Strategis
Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam rangka mencapai visi dan misi Pengadilan Negeri Rote Ndao. Tujuan yang hendak dicapai Pengadilan Negeri Rote Ndao adalah sebagai berikut :
a. Terwujudnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan melalui proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel.
b. Terwujudnya penyederhanaan proses penanganan perkara melalui pemanfaatan teknologi informasi.
c. Meningkatkan akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan.
d. Terwujudnya pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan.
2. Sasaran Strategis
a. Terwujudnya proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel.
b. Meningkatkan penyederhanaan proses penanganan perkara melalui pemanfaatan teknologi informasi.
c. Meningkatnya askses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan.
d. Terwujudnya sistem manajemen informasi yang terintegrasi dan menunjang sistem peradilan yang sederhana, transparan dan akuntabel.
e. Terwujudnya pelaksanaan pengawasan kinerja aparat peradilan secara optimal baik internal maupun eksternal.
f. Terwujudnya transparansi pengelolaan SDM lembaga peradilan berdasarkan parameter obyektif.
g. Meningkatnya pengelolaan manajerial lembaga peradilan secara akuntabel, efektif dan efisien.
D. Program dan Kegiatan.
1. Indikator Kinerja Utama (IKU)
Indikator Kinerja Utama diperlukan sebagai tolak ukur atas keberhasilan Sasaran Strategis dalam mencapai tujuan. Indikator Kinerja Utama Pengadilan Negeri Rote Ndao digambarkan sebagai berikut :
8 NO Kinerja Utama Indikator
Kinerja Penjelasan
Sisa Perkara : sisa perkara tahun sebelumnya
b. Persentase
Jumlah Perkara yang diselesaikan tahun berjalan x 100 % Jumlah Perkara yang ada
Catatan :
- Perbandingan Jumlah Perkara yang diselesaikan dengan perkara yang harus diselesaikan
- Jumlah Perkara yang ada = jumalah perkara yang diterima tahun berjalan ditambah sisa perkara tahun sebelumnya
- Penyelesaian perkara tepat waktu=perkara yang diselesaikan tahun berjalan
Tn = Sisa perkara tahun berjalan Tn.1 =Sisa perkara tahun sebelumnya
Catatan :
Sisa Perkara adalah Perkara yang belum diputus pada tahun berjalan d. Persentase
Jumlah Perkara yang tidak mengajukan upaya hukum x 100%
Jumlah Putusan Perkara
Catatan :
- Upaya Hukum = Banding, Kasasi, PK
Secara Hukum semakin sedikit yang mengajukan upaya hukum, maka semakin puas atas putusan pengadilan
Jumlah Perkara Pidana Anak yang diselesaikan secara Diversi x 100%
Jumlah Perkara Pidana anak
Catatan :
Diversi : Anak Pelaku kejahatan tidak dianggap sebagai pelaku kejahatan, melainkan sebagai korban
PERMENPAN Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 tanggal 24 Februari 2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Index Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah sesuai Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap
Penyelenggaraan Pelayanan Publik
Jumlah isi Putusan yang diterima tepat waktu x 100%
Jumlah Putusan
b. Persentase Perkara yang diselesaikan melalui Mediasi
Jumlah Perkara yang diselesaikan melalui Mediasi x 100%
Jumlah perkara yang dilakukan Mediasi
Catatan :
Perma No.1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan c. Persentase
Jumlah berkas perkara yang diajukan banding,
_ ________ Kasasi dan Pk secara lengkap________ x 100%
Jumlah berkas perkara yang dimohonkan banding, Kasasi dan PK
d. Persentase
Jumlah Putusan perkara Tipikor yang di Upload dalam website x 100%
Jumlah perkara Tipikor yang diputus
3. Meningkatnya a. Persentase Jumlah perkara Prodeo yang diselesaikan x 100%
Index Kepuasan Pencari Keadilan
9
- Perma No. 1 tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum bagi masyaratkat tidak mampu di Pengadilan
- Diluar gedung pengadilan adalah perkara yang diselesaikan di luar kantor pengadilan (Zeeting Plaatz, sidang keliling maupun gedung-gedung lainnya)
Jumlah Perkara yang diselesaikan di di luar Gedung Pengadilan x 100%
Jumlah Perkara yang seharusnya diselesaikan di luar gedung pengadilan
c. Persentase
Jumlah pencari keadilan Golongan tertentu yang Mendapatkan Layanan Bantuan Hukum______ x100%
Jumlah Pencari Keadilan Golongan tertentu
Catatan :
- Perma No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum bagi Masyarakat tidak mampu di pengadilan
Golongan tertentu yakni masyarakat miskin dan terpinggirkan (marjinal)
4. Meningkatnya
Jumlah Putusan perkara yang ditindaklanjuti x 100%
Jumlah Putusan Perkara yang sudah BHT
Catatan :
BHT : Berkekuatan Hukum Tetap
9
2. Rencana Kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao Tahun 2017
NO Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program Kegiatan Indikator
Kegiatan
Target Anggaran/Rp
1 Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti,
Transparan dan
Akuntabel
a. Persentase Sisa Perkara yang diselesaikan : - Perdata
- Pidana
100% (005.01.01) Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung
b. Persentase Perkara : - Perdata - Pidana
Yang di selesaikan tepat waktu
100%
c. Persentase Penurunan Sisa Perkara - Perdata
- Pidana
80%
d. Persentase Perkara yang tidak Mengajukan Upaya Hukum :
- Banding - Kasasi
80%
10 - PK
e. Persentase Perkara Pidana Anak yang diselesaikan dengan Diversi
2%
f. Index Responden Pencari Keadilan yang Puas Terhadap Layanan Peradilan
80%
2 Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara
a. Persentase Isi Putusan yang di Terima oleh Para Pihak Tepat Waktu
100% (005.01.02) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung
c. Persentase Berkas Perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu
100%
d. Persentase Putusan Perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari
100%
11
3 Meningkatnya Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin dan
Terpinggirkan a. Persentase Perkara Prodeo yang diselesaikan
1% (005.03.07) Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum
(1049) Peningkatan Manajemen Peradilan
Umum
Terselengg aranya Peningkata
n Manajemen
Peradilan Umum
100% Rp. 75.504.000
b. Persentase Perkara yang diselesaikan di luar Gedung Pengadilan
2%
c. Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Pos Bakum)
100%
4 Meningkatnya Kepatuhan Terhadap Putusan Pengadilan
Persentase Putusan Perkara Perdata yang ditindaklanjuti (Dieksekusi)
100%
12 BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Pengukuran Kinerja
Pengukuran kinerja kegiatan yaitu mengukur tingkat capaian kinerja kegiatan yang dimulai dengan menetapkan indikator kinerja kegiatan berdasarkan kelompok input, output.
Menentukan satuan setiap kelompok indikator, menetapkan rencana tingkat capaian (target), mengetahui realisasi indikator kinerja kegiatan, mengitung rencana dan realisasi untuk mendapatkan presentasenya.
Pengukuran tingkat capaian kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao tahun 2017, dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan dengan realisasinya, sehingga terlihat apakah sasaran yang telah ditetapkan tercapai atau tidak.
Realisasi
Tingkat Capaian kinerja = --- x 100 Rencana/Target
Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian target kinerja, namun demikian terdapat juga beberapa target yang belum tercapai dalam tahun 2017 ini. Rincian tingkat capaian kinerja masing‐masing indikator kinerja tersebut diuraikan dalam tabel dibawah ini:
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN 1. Terwujudnya
b. Persentase Perkara : - Perdata
- Pidana
Yang di selesaikan tepat waktu
100% 97,5% 97,5%
c. Persentase Penurunan Sisa Perkara
- Perdata - Pidana
80% 80% 80%
d. Persentase Perkara yang tidak Mengajukan Upaya
80% 97,46% 97,46%
13 Hukum :
- Banding - Kasasi - PK
e. Persentase Perkara Pidana Anak yang diselesaikan dengan Diversi
2% 1% 50%
f. Index Responden Pencari Keadilan yang Puas
c. Persentase Berkas Perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu
100% 100% 100%
d. Persentase Putusan Perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari (perkara Tipikor)
100% 0% 0%
a. Persentase Perkara Prodeo yang diselesaikan
1% 0% 0%
b. Persentase Perkara yang diselesaikan di luar Gedung Pengadilan
2% 0% 0%
c. Persentase Pencari
Keadilan Golongan Tertentu
B. Analisis Akuntabilitas Kinerja
Sebagaimana telah dijelaskan pada Bab II dalam penjabaran Tujuan dan Sasaran Strategis, Pengadilan Negeri Rote Ndao menyatakan bahwa sasaran-sasaran yang direncanakan dan akan tercapai pada tahun 2017 terdiri dari 4 (empat) sasaran utama. Untuk
14
mengetahui keberhasilan dan kegagalan dalam mencapai sasaran-sasaran tersebut perlu dilakukan analisis akuntabilitas kinerja.
Hasil analisa akuntabilitas kinerja masing-masing sasaran akan diuraikan sebagai berikut.
1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel
Sasaran tersebut di atas mempunyai 6 (enam) indikator kinerja yakni :
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN
1. a. Persentase Sisa Perkara yang diselesaikan :
- Perdata - Pidana
100% 83% 83%
b. Persentase Perkara : - Perdata
- Pidana
Yang di selesaikan tepat waktu
100% 97,5% 97,5%
c. Persentase Penurunan Sisa Perkara
- Perdata - Pidana
80% 80% 100%
d. Persentase Perkara yang tidak Mengajukan Upaya Hukum :
- Banding - Kasasi - PK
80% 97,46% 97,46%
e. Persentase Perkara Pidana Anak yang diselesaikan dengan Diversi
2% 1% 50%
f. Index Responden Pencari Keadilan yang Puas Terhadap Layanan Peradilan
80% 80% 100%
a. Indikator kinerja Persentase Sisa Perkara yang diselesaikan
Penyelesaian sisa perkara tahun lalu Perkara Pidana dan Perdata berhasil dengan data sebagai berikut :
1. Penyelesaian sisa
Target Realisasi Capaian
100% 83% 83%
Pada tahun 2017, Pengadilan Negeri Rote Ndao menerima 21 perkara perdata gugatan dan 59 Perkara Pidana untuk perkara Pidana tidak ada sisa tahun lalu
b. Indikator kinerja Persentase perkara yang diselesaikan tepat waktu
Untuk penyelesaian perkara secara cepat (kurang dari 5 bulan), terutama perdata, pengadilan Negeri Rote Ndao menargetkan 100% dari perkara yang masuk.
15
Dalam kinerjanya, ternyata realisasinya mencapai 97,5%, sehingga tidak sesuai dengan target yang ditetapkan.
1. Penyelesaian perkara yang diselesaikan tepat waktu
Persentase perkara perdata dan pidana yang diselesaikan tepat waktu
Target Realisasi Capaian
100% 97,5% 97,5%
Data perkara
Perkara Jumlah Selesai kurang 5 bulan Persentase Total
Pidana 59 59 100%
97,5 %
Perdata 21 20 95%
c. Indikator kinerja Persentase Penurunan sisa perkara
Indikator kinerja ini untuk menunjukkan penurunan sisa perkara tahun sebelumnya yang masih menjadi beban pada tahun 2017. Sisa perkara perdata sebanyak 1 dan pidana tahun 2016 tidak ada yang mana perkara tersebut mengalami penurunan mencapai 80%
Perkara sisa Jumlah Selesai tahun 2017 Persentase Total
Pidana 0 59 0%
100 %
Perdata 1 20 80%
d. Indikator kinerja Persentase perkara yang tidak mengajukan Upaya Hukum
Indikator Kinerja ini menunjukan perkara yang tidak mengajukan Upaya Hukum Banding, Kasasi dan PK dengan jumlah perkara yang ada.
Persentase perkara Pidana dan Perdata yang tidak mengajukan Upaya Hukum
Target Realisasi Capaian
80% 97,46% 97,46%
e. Indikator Kinerja Persentase Perkara Pidana Anak yang diselesaikan dengan Diversi Indikator Kinerja ini menunjukan jumlah perkara pidana anak yang diselesaikan secara Diversi dengan jumlah perkara pidana anak.
Persentase perkara pidana Anak yang diselesaikan secara Diversi
Target Realisasi Capaian
2% 1% 50%
16
f. Indikator Kinerja Index Responden Pencari Keadilan yang puas terhadap Layanan Peradilan
Indikator Kinerja ini menunjukan tingkat kepuasan masyarakat pencari keadilan terhadap penyelengaraan pelayanan publik di Pengadilan Negeri Rote Ndao Index ini di hitung berdasarkan PERMENPAN Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Idex Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah sesuai Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2014 tentang Pedoman Survey Kepuasan Masyarakat Terhadap Penyelengaraan Pelayanan Publik.
Index responden pencari keadilan yang puas terhadap layanan peradilan Index Kepuasan Masyarakat = Jumlah NRR Tertimbang per unsur x 25
Jumlah NRR Tertimbang per unsur = 3,210 x 25 = 80,25
Index Kepuasan Masyarakat Pengadilan Negeri Rote Ndao = 80,25 (sangat baik)
2. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara Sasaran tersebut diatas mempunyai 4 (empat) indikator
No. INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN
1.
a. Persentase Isi Putusan yang
c. Persentase Berkas Perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu
100% 100% 100%
d. Persentase Putusan Perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari (perkara Tipikor)
0% 0% 0%
a. Indikator Kinerja Persentase isi putusan yang di terima oleh para pihak tepat waktu Indikator kinerja ini menunjukan jumlah putusan yang di terima oleh para pihak tepat pada waktunya dengan jumlah isi putusan.
17 Persentase isi putusan yang diterima oleh para pihak tepat waktu.
Target Realisasi Capaian
100% 80% 100%
b. Indikator Kinerja Persentase Perkara yang diselesaikan melalui Mediasi
Indikator Kinerja ini menunjukan jumlah perkara perdata yang berhasil diselesaikan melalui Mediasi dengan jumlah perkara yang dilakukan mediasi
Persentase Perkara yang diselesaikan melalui mediasi
Target Realisasi Capaian
2% 0% 0%
c. Indikator Kinerja Persentase berkas perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK Indikator ini menujukan jumlah berkas perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK dengan jumlah berkas perkara yang di mohonkan Banding, Kasasi dan PK
Persentase berkas perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu
Target Realisasi Capaian
100% 100% 100%
d. Indikator Kinerja Persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah di putus
indikator ini menunjukan jumlah perkara Tipikor yang diupload dalam website dengan jumlah perkara tipikor yang di putus karena perkara Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) tidak lagi di tangani oleh Pengadilan Negeri Rote Ndao dan di alihkan ke Tipikor Kupang maka tidak ada hasil yang di capai
Persentase Putusan Perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari (perkara Tipikor)
Target Realisasi Capaian
0% 0% 0%
18
3. Meningkatnya Akses Peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan Sasaran tersebut diatas mempunyai 3 (tiga) indikator
No. INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN
1. a. Persentase Perkara Prodeo yang diselesaikan
1% 0% 0%
b. Persentase Perkara yang diselesaikan di luar Gedung Pengadilan
2% 0% 0%
c. Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Pos Bakum)
100% 50% 50%
a. Indikator Kinerja Persentase perkara prodeo yang diselesaikan
Indikator ini menunjukan jumlah perkara prodeo yang diselesaikan dengan jumlah perkara prodeo.
Persentase perkara prodeo yang diselesaikan
TARGET REALISASI CAPAIAN
1% 0% 0%
b. Indikator Kinerja Persentase Perkara yang diselesaikan di luar Gedung Pengadilan.
Indikator ini menunjukan jumlah perkara yang diselesaikan di luar gedung Pengadilan dengan jumlah perkara yang seharusnya diselesaikan di luar gedung pengadilan.
Persentase perkara yang diselesaikan di luar gedung Pengadilan
TARGET REALISASI CAPAIAN
2% 0% 0%
c. Indikator Kinerja Persentase pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan Bantuan Hukum (Pos Bakum)
indikator ini menunjukan jumlah pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan bantuan hukum dengan jumlah pencari keadilan golongan tertentu
Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Pos Bakum)
TARGET REALISASI CAPAIAN
19
100% 50% 50%
4. Meningkatnya Kepatuhan Terhadap Putusan Pengadilan
Sasaran tersebut diatas mempunya 1 (satu) indikator indikator ini menunjukan jumlah perkara yang ditindaklanjuti dengan jumlah putusan perkara yang sudah BHT
No. INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN
1. Persentase Putusan Perkara Perdata yang ditindaklanjuti (Dieksekusi)
100% 100% 100%
C. Akuntabilitas keuangan.
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya serta untuk mencapai target rencana kinerja juga ditentukan oleh penyediaan anggaran melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2017 yang terdiri dari :
1. DIPA (01) Badan Urusan Administrasi meliputi : Belanja Pegawai, Belanja Barang (Non Operasional dan Operasional) dan Belanja Modal.
2. DIPA (03) Badan Peradilan Umum meliputi : Belanja Barang (Non Operasional dan Operasional)
Berdasarkan alokasi anggaran Pengadilan Negeri Rote ndao tahun anggaran 2017, rincian pagu dan relisasi anggaran untuk DIPA (01) Badan Urusan Administrasi DIPA (03) Badan Peradilan Umum adalah sebagai berikut :
1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya (DIPA 01)
Pagu Realisasi Sisa Persentase(%)
Rp 3.006.660.000 Rp 2.925.557.772 Rp 81.102.228 97,30%
Dengan realisasi Belanja sebagai berikut :
Kegiatan Pagu Realisasi Sisa %
Belanja pegawai
Rp 2.112.848.000 Rp 2.080.281.496 Rp 32.566.504 98,46%
Belanja barang Rp 893.812.000 Rp 815.276.276 Rp 78.535.724 91,21%
20
eBelanja jasa Rp 45.600.000 Rp 35.763.619 Rp 9.836.381 78,43%
Belanja pemeliharaan
Rp 234.956.000 Rp 223.026.739 Rp 11.929.261 94,92%
Belanja perjalanan biasa
Rp 186.900.000 Rp186.891.210 Rp 8.790 100%
Pagu anggaran tidak terserap seluruhnya karena adanya mutasi Hakim dan Pegawai sehingga terjadinya penurunan realisasi belanja pegawai serta anggaran belanja barang yang belum terserap secara maksimal .
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung.
Dengan realisasi belanja sebagai berikut :
Pagu Realisasi Sisa %
Rp 232.500.000 Rp 232.500.000 Rp 95.000 99,96%
3. Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum.
Dengan realisasi belanja sebagai berikut :
Kegiatan Pagu Realisasi Sisa %
Layanan Pos Bantuan Hukum
Rp 19.200.000 Rp 19.200.000 Rp - 100%
Perkara yang diselesaikan ditingkat Pertama dan Banding yang tepat waktu
Rp 54.684.000 Rp 43.554.320 Rp 11.129.680 79,65%
Perkara Peradilan Umum yang
diselesaikan melalui Pembebasan Biaya Perkara/Prodeo
Rp 1.620. 000 Rp - Rp - 0%
Dalam tahun 2017 perkara prodeo tidak ada sehingga anggaran yang ada tidak terserap juga anggaran untuk perjalanan biasa terserap sangat minim karena jumlah perkara yang sedikit dan jumlah pemberitahuan putusan yang kecil.
21
Dalam melaksanakan tugas peradilannya dan demi kelancaran dalam upaya pelayanan publik Pengadilan Negeri Rote Ndao telah dilengkapi dengan perangkat IT.
Perangkat IT tersebut terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras.
1. Perangkat Keras
a) Personal Komputer (PC) : 14 unit b) Laptop (Notebook) : 7 unit
c) Printer : 12 unit
d) Scanner : 1 unit
e) Server SIPP/CTS : 3 unit
Dari 14 PC yang ada, 4 diantaranya sudah mengalami kerusakan, printer 10 unit juga mengalami kerusakan dan menunggu untuk dilakukan pengajuan penghapusan oleh petugas SIMAK BMN agar tahun berikutnya bisa dianggarkan untuk pengadaan.
2. Perangkat Lunak
a) Sistem Operasi Komputer
b) Aplikasi Umum yang terpasang dan digunakan
Web Browser : Mozilla Firefox, Google Chrome, Internet Explorer
PDF Reader : Adobe Reader 10
Office : Microsoft Office 2007, Microsoft Office 2010, Microsoft Office 2013
Antivirus : Smadav, Avast, Kaspersky, AVG
c) Aplikasi Khusus yang terpasang dan digunakan untuk mendukung penyelesaian pekerjaan di Pengadilan
Administrasi Perkara : SIPP/CTS versi 3.2.0-2
Administrasi Umum dan Keuangan : SAIBA, SAS, GPP
Administrasi Kepegawaian/SDM : SAPK, SIKEP, Komdanas
Administrasi Aset : SIMAK BMN, Persediaan, Simantap
Adminstrasi Perencanaan Anggaran : RKAKL, SIMAN, Simari, Monev Anggaran
Selain Perangkat Lunak yang disebutkan di atas Pengadilan Negeri Rote Ndao juga sudah mempunyai website dengan nama domain www.pn-rotendao.go.id, selain itu aplikasi
22
SIPP/CTS dapat diakses secara online melalui situs www.sipp.pn-rotendao.go.id untuk mempermudah akses informasi.
Dukungan teknologi dalam hal ini perangkat keras maupun perangkat lunak tersebut digunakan demi menunjang kelancaran pekerjaan sehari-hari dalam pelayanan administrasi terhadap masyarakat pencari keadilan maupun dalam sistem aplikasi seperti Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), Direktori Putusan, Informasi Panggilan Delegasi (verhoor delegatie), Transparansi Biaya Perkara, Aplikasi elektronik lainnya seperti: SIMAK-BMN, SIMAN, SIKEP, Komdanas, SAIBA, SIMARI, BAPENAS, RKAKL/DIPA dan lainnya sesuai dinamika kebutuhan yang setiap saat selalu berkembang. dan juga diharapkan dapat menjawab tuntutan akan keterbukaan informasi peradilan yang dapat diakses oleh pencari keadilan.
23 BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao Tahun 2017 merupakan gambaran capaian kinerja yang akuntabel dan dapat dipertanggung jawabkan sekaligus sebagai alat ukur dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi melaksanakan amanah yang diberikan berdasarkan peraturan yang berlaku. Secara umum hasil capaian kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao Tahun 2017 telah dapat memenuhi target sesuai rencana kinerja yang ditetapkan, namun ada beberapa yang belummencapai target dan menjadi bahan perbaikan untuk tahun 2017.
Adapun keberhasilan maupun kendala atau hambatan dalam pencapaian kinerja diPengadilan Negeri Rote Ndao pada tahun 2017 diuraikan sebagai berikut:
1. Keberhasilan
Keberhasilan atas capaian target dari rencana kinerja tahun 2016 yang telah ditetapkan tidak dapat lepas dari peran serta semua pihak yang terlibat di dalamnya.
Keberhasilan suatu kinerja adalah cermin dari berjalannya suatu sistem yang telah diterapkan, yang kemudian secara konsisten dilaksanan oleh semua aparatur pengadilan.
Keberhasilan pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao di tahun 2017 antara lain :
Pelaksanaan tertib administrasi perkara di Pengadilan Negeri Rote Ndao yang pada umumnya sudah berjalan baik walaupun belum maksimal.
Proses penyelesaian perkara kurang dari 5 (lima) bulan.
Peningkatan sumber daya manusia melalui pegawai yang telah lulus diklat.
Peningkatan akses informasi para pencari keadilan melalui website Pengadilan Negeri Rote Ndao telah dilaksanakan.
Target penyediaan sarana dan prasarana sebagai pendukung tugas pokok dan fungsi yang ada dalam DIPA telah dapat direalisasikan.
24 2. Kendala/Hambatan
Dalam pelaksanaan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh satuan kerja tentunyaditemui sejumlah kendala atau hambatan yang dapat menghambat prosespelaksanaannya. Hal tersebut wajar apabila kendala atau hambatan tersebut dapatlangsung dicari jalan keluar atau solusinya. Kendala atau hambatan yang ditemui diPengadilan Negeri Rote Ndao diantaranya :
Dalam upaya mediasi, para pihak selalu bersikukuh dengan pendapatnya, sehingga sulit ditemukan jalan keluar.
Kurangnya advokad di Kabupaten Rote Ndao, menyebabkan kuasa hukum para pihak berasal dari luar Kabupaten Rote Ndao, hal ini mempengaruhi kehadiran para pihak di persidangan, karena moda transpotasi laut dan udara kadang tidak ada akibat cuaca buruk.
Tenaga Pegawai masih kurang sehingga banyak pegawai yang merangkap pekerjaan misalnya Jurusita merangkapBendahara, Panmud merangkap PP.
Cuaca buruk sering menjadi kendala dalam mengakses jaringan internet sehingga pekerjaan yang menggunakan sistem aplikasi jadi terganggu.
B. Saran
Setelah permasalahan dapat diidentifikasi maka perlu dicarikan jalan keluar atau solusi untuk mengatasi masalah atau kendala tersebut. Saran untuk mengatasi kendala atau hambatan seperti tersebut diatas adalah :
Perlunya penambahan SDM di Pengadilan Negeri Rote Ndao.
Perlunya penambahan anggaran pemeliharaan dan belanja modal
Dalam melaksanakan Tupoksinya harus sesuai dengan SOP
Perlunya Diklat Teknis dan non teknis untuk peningkatan kualitas SDM.
Perlu peningkatan komitmen bersama untuk menerapkan System Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), sebagai instrument control yang obyektif dan transparan dalam merencanakan, menetapkan dan mengukur kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao sesuai dengan ciri khas dari tugas dan funginya dan keterampilan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan penyelesaian perkara.
25