• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKJIP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKJIP)"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKJIP)

PENGADILAN NEGERI ROTE NDAO

TAHUN 20

(2)

i

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap Syukur Kepada Tuhan Yang Esa dengan telah tersusunnya Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) Pengadilan Negeri Rote Ndao. Selanjutnya pembuatan LKJIP adalah menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Permenpan & RB Nomor 53 tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Permenpan & RB Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi atas Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. yang kemudian ditindaklanjuti oleh Surat Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 1003A/SEK/OT.01.2/11/2017 tanggal 27 November 2016 Tentang Penyampaian LKJIP Tahun 2017 dan Dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2018.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah(LKJIP) Pengadilan Negeri Rote Ndao tahun 2017 juga menguraikan pencapaian kinerja tahun sebelumnya dan juga merupakan media pertanggung jawaban keberhasilan beberapa kinerja yang belum tercapai secara maksimal dalam mencapai tujuan dan sasaran strategis dalam pencapaian visi dan misi organisasi sesuai Rencana Kinerja yang telah di tetapkan. Substansi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah sebagai instrumen untuk menginformasikan pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao dalam tahun 2017 yang menyangkut tentang proses pencapaian tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam Rencana Kinerja tahun 2017, yang sekaligus merupakan Laporan Kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao dan merupakan mata rantai pencapaian kinerja yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Dengan dibuatnya Laporan Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2017 Pengadilan Negeri Rote Ndao kiranya dapat memberikan informasi yang akurat, tepat, relevan, transparan, sehingga pihak- pihak yang berkepentingan dapat mengambil manfaat dan menilai pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao dalam kurun waktu satu tahun di tahun 2017.

Kemudian dengan tersusunnya Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) Pengadilan Negeri Rote Ndao ini kami mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Pengadilan Negeri Rote

(3)

ii

Ndao dan Tim Penyusun LKJIP beserta semua pihak yang telah membantu hingga tersusunnya Laporan Kinerja InstansiPemerintah (LKJIP) tahun 2017.

Ba’a, 26 Februari 2018

KETUA PENGADILAN NEGERI ROTE NDAO

EMAN SULAEMAN, S.H.

NIP. 19750410200012 1 001

(4)

iii

IKHTISAR EKSEKUTIF

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) Pengadilan Negeri Rote Ndao tahun 2017 merupakan suatu bentuk pertanggung jawaban suatu instansi dalam melaksanakan tugas-tugas dan merupakan kewajiban untuk membuat Laporan Kinerja Instansi Pemerintah selama kurun waktu 1 (satu) tahun berjalan, yang juga sekaligus dalam rangka memenuhi amanat yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor : 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Permenpan Nomor : 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah

Dalam LKJIP ini tertuang Indikator Kinerja Utama Pengadilan Negeri Rote Ndao yang disinkronisasikan dengan Rencana Strategis 2015-2019, dan salah satu kegiatan yang merupakan tugas pokok dan fungsi serta pencapaian kinerja dari Pengadilan Negeri Rote Ndao, salah satu tugas pokoknya adalah menyelesaikan perkara yang diterima pada tingkat pertama, serta pembinaan dan pengawasan dari hakim pengawas bidang. Maka tugas-tugas yang menjadi kewenangan Pengadilan Negeri Rote Ndao merupakan sasaran strategis yang berpedoman pada Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan target yang di inginkan dan realisasi yang telah di capai. Adapun output dan outcome kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao dapat dipengaruhi oleh sumber daya manusia, sarana, prasarana serta anggaran yang tersedia dalam menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi kewenangan Pengadilan Negeri Rote Ndao.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) Pengadilan Negeri Rote Ndao tahun 2017 menyampaikan data-data keberhasilan kinerja tahun 2017 dengan berpedoman pada Indikator Kinerja Utama (IKU) serta disusun dalam pencapaian kinerja sebagai Pengadilan Tingkat Pertama selama kurun waktu dari bulan Januari s/d Desember 2017 serta perbandingan dengan tahun 2016 yang menyangkut dengan penyelesaian perkara dan tugas-tugas yang menjadi kewenangan Pengadilan Negeri Rote Ndao. Beberapa prioritas implementasi cetak biru pembaharuan tahun 2010- 2035 dan Rencana Strategis Pengadilan Negeri Rote Ndaoselama 5 (lima) tahun kedepan sebagaimana rencana strategis terutama dalam penyelesaian perkara, dan peningkatan akses masyarakat atas pengadilan, keterbukaan informasi, agar bisa diakses oleh masyarakat sehingga tercapainya penegakan hukum yang berkeadilan dan tercapainya kepastian hukum.

(5)

iv DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

IKHTISAR EKSEKUTIF ... iii

DAFTAR ISI ... iv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. LATAR BELAKANG ... 1

B. TUGAS DAN FUNGSI ... 2

C. POTENSI DAN PERMASALAHAN... 3

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 6

A. RENCANA STRATEGIS 2015-2019 ... 6

B. VISI DAN MISI ... 6

C. TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS ... 7

D. PROGRAM DAN KEGIATAN ... 8

1. INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) ... 8

2. RENCANA KINERJA ... 9

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 11

A. PENGUKURAN KINERJA ... 11

B. ANALISIS AKUNTABILITAS KINERJA ... 13

C. AKUNTABILITAS KEUANGAN ... 21

BAB IV PENUTUP ... 25

A. KESIMPULAN... 25

B. SARAN ... 26 LAMPIRAN : SK Tim Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP)

SK Tim Penyusun Rreviu Indikator Kinerja Utama (IKU) SK Penetapan Reviu Indikataor Kinerja Utama (IKU) Reviu Indikator Kinerja Utama (IKU)

Rencana Kinerja Tahun 2017, 2018 dan Tahun 2019 Revisi Dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2017 dan 2018 Struktur Organisasi Pengadilan Negeri Rote Ndao

(6)

v

(7)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan setiap tahun dan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban dan evaluasi semua rangkaian yang telah dilakukan selama 1 (satu) tahun anggaran. Kesemuanya harus terangkum dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP), selain sebagai bahan pijakan dalam menyusun langkah-langkah pada tahun berikutnya.

Untuk mencapai tujuan good governance diperlukan prinsip-prinsip partisipasi, penegakkan hukum, transparansi, kesetaraan, daya tanggap, wawasan kedepan, akuntabilitas, pengawasan, efisiensi dan efektifitas, serta profesionalisme. Kemudian prinsip akuntabilitas ditegaskan lagi dalam visi, misi dan program untuk membangun Indonesia yang aman, adil dan sejahtera melalui program meningkatan pengawasan untuk menjamin akuntabilitas, transparansi dan perbaikan kinerja aparatur Negara/ pemerintah.

Secara umum kebijakan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan peradilan umum, baik yang bersifat administratif, keuangan dan organisasi mengacu pada Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Nomor : MA/SEK/07/SK/III/2006. tentang Organisasi dan Tatakerja Negara Sekretariat Mahkamah Agung RI. Lembaga Mahkamah Agung RI sebagai salah satu institusi negara /pemerintahan sesuai dengan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor :XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Segala sesuatu yang dilakukan oleh jajaran Pengadilan tidak akan dapat berjalan maksimal apabila tidak didukung penuh oleh masyarakat maka sudah sewajarnya jika upaya pengembangan budaya hukum disemua lapisan masyarakat untuk terciptanya kesadaran dan kepatuhan hukum dalam kerangka supremasi hukum dan tegaknya Negara hukum perlu ditingkatkan, selain itu juga perlunya menegakkan hukum secara konsisten untuk lebih menjamin kepastian hukum, keadilan dan kebenaran, supremasi hukum dan menghargai Hak Asasi Manusia serta terwujudnya Lembaga Peradilan yang mandiri dan bebas dari pengaruh penguasa dan pihak manapun.

(8)

2 B. Tugas Dan Fungsi

1. Tugas

Pengadilan Negeri Rote Ndao merupakan Pengadilan di lingkungan peradilan umum di bawah Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan, Pengadilan Negeri Rote Ndao sebagai Pengadilan Tingkat Pertama di bawah Pengadilan Tinggi Kupang yang menjadi kawal depan Mahkamah Agung Republik Indonesia, bertugas dan berwenang menerima, memeriksa, memutus perkara yang masuk di tingkat pertama.

2. Fungsi

Adapun fungsi dari Pengadilan Negeri Rote Ndao :

 Fungsi mengadili (judicial power), yakni menerima, memeriksa, mengadili dan menyelesaikan perkara-perkara yang menjadi kewenangan pengadilan Negeri Rote Ndao.

 Fungsi pembinaan, yakni memberikan pengarahan, bimbingan dan petunjuk kepada pejabat struktural dan fungsional di bawah jajarannya, baik menyangkut teknis yudicial, administrasi peradilan,maupun administrasi umum dan keuangan, kepegawaian, ortala dan perencanaan.

 Fungsi pengawasan, yakni mengadakan pengawasan melekat atas pelaksanaan tugas dan tingkah laku Hakim, Panitera, Sekretaris,Panitera Pengganti dan Jurusita/Jurusita Pengganti di bawah jajarannya agar peradilan diselenggarakan dengan seksama dan sewajarnya dan terhadap pelaksanaan administrasi umum kesekretariatan.

 Fungsi nasehat, yakni memberikan pertimbangan dan nasehat tentang hukum kepada instansi pemerintah didaerah hukumnya, apabila diminta.

 Fungsi administratif, yakni menyelenggarakan administrasi peradilan (teknis dan persidangan), dan administrasi umum (kepegawaian, keuangan dan umum dan perencanaan).

 Fungsi lainnya, yakni dapat memberikan penyuluhan hukum, pelayanan riset/penelitian dan sebagainya serta memberikan akses yang seluas-luasnya bagi masyarakat dalam era keterbukaan dan transparansi informasi peradilan.

(9)

3 C. Potensi Dan Permasalahan

1. Potensi

Adapun Potensi yang dimiliki oleh Pengadilan Negeri Rote Ndao dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai lembaga peradilan di wilayah hukum Kabupaten Rote Ndao, yaitu potensi Internal dan Potensi Eksternal.

a. Potensi Internal.

Potensi Internal merupakan Potensi yang dimiliki oleh Pengadilan Negeri Rote Ndao yang berasal dari dalam yakni, Sumber Daya Manusia, Sumber Dana dan Asset. Berkaitan dengan Sumber Daya Manusia pada Pengadilan Negeri Rote Ndao maka dapat dijelaskan bahwa keadaan jumlah Hakim dan Pegawai pada Pengadilan Negeri Rote Ndao sampai Desember 2017 sebanyak adalah 19 (sembilan belas) orang yakni:

 Sumber Daya Manusia.

No Nama Jabatan Pangkat/ Gol

1. Eman Sulaeman, S.H. Ketua/Hakim Pembina (IV/a)

2. Cipto H.P.Nababan, S.H., M.H Wakil Ketua/Hakim Pembina (IV/a)

3. Rosihan Luthfi, S.H. Hakim Penata Tk. I (III/d)

4. Abdi Rahmansyah, S.H. Hakim Penata (III/c)

5. Junus W Marianan, S.H. Panitera Penata Tk. I (III/d)

6. Charles O. Finmeta Sekretaris Penata (III/c)

7. Andreas Nong, S.H. Kasubbag.

Perencanaan, TI dan Pelaporan

Penata Md Tk.I(III/b)

8. - Kasubbag.Kepegawaian

dan Ortala -

9. Enny M. Nale Kasubbag. Umum dan

Keuangan

Penata (III c)

10. Moses E. Dethan Panmud Hukum Penata Md Tk.I (III b)

11. Adriani Karolina, S.H.M.M Panmud Pidana Penata (III c)

12. Antonia L.Ola, S.H. Panmud Perdata Penata Md Tk. I (III b) 13. Febriyanti M. Jehalu, S.H. Panitera Pengganti Penata Md. Tk. I (III/b) 14. Lea Yuliana Odja Lanoe, S.H. Staf Bagian Perdata Penata Md. Tk. I (III/b)

(10)

4

15. Herlinda Taolin, S.H. Staf Bagian Perdata Penata Muda. (III/a)

16. Olfis E. Pono Jurusita Penata Muda (III/a)

17. I Putu Agus Adiwijaya, S.kom Staf Bagian Perencanaan, TI dan

Pelaporan

Penata muda (III/a)

18. Indra R.R Nunuhitu Jurusita Pengatur (II/c)

19. Simson A. Djara Staf Bagian Umum dan Keuangan

Pengatur Md. Tk. I (II/b)

20. Marna Mangeke Staf Bagian Perdata Pengatur Muda (II/a)

Dengan keterbatasan jumlah pegawai dan Hakim di Pengadilan Negeri Rote Ndao, maka pimpinan memanfaatkan keterbatasan ini dengan potensi yang ada guna bermanfaat dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dalam penegakan hukum dan keadilan.

 Peluang-peluang untuk peningkatan kinerja.

a. Adanya website Pengadilan Negeri Rote Ndao yang memberikan informasi kepada masyarakat tentang alur proses berperkara.

b. Adanya tunjangan kinerja/ remunerasi sebagai motivasi dalam peningkatan kinerja.

c. Adanya sosialisasi, bimbingan teknis, pelatihan yang dilaksanakan Pengadilan Tinggi Kupang maupun Mahkamah Agung untuk meningkatkan kualitas sumber daya Manusia.

d. Adanya kegiatan pengawasan yang dilaksanakan secara berkala baik untuk internal maupun eksternal di Pengadilan Negeri Rote Ndao.

e. Dukungan dan koordinasi yang baik antar pengadilan di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Kupang.

2. Permasalahan.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi di Pengadilan Negeri Rote Ndao banyak sekali di temukan permasalahan yang terjadi baik itu masalah dari dalam (Internal) dan masalah dari luar (Eksternal).

1) Masalah dari dalam (Internal) :

a. Kurangnya tenaga pegawai di Pengadilan Negeri Rote Ndao sehingga masih ada yang merangkap jabatan dan tupoksi.

(11)

5

b. Terbatasnya tenaga Panitera Pengganti sehingga Panitera dan Panmud masih merangkap sebagai Panitera Pengganti.

c. Minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang menguasai teknologi /IT.

d. Kurangnya pemahaman pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan Job Description dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

e. Anggaran yang diterima Pengadilan Negeri Rote Ndao dari pusat belum sesuai dengan kebutuhan dan rencana yang diajukan.

f. Rekrutmen PNS yang ditempatkan belum sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kerja yang dibutuhkan di Pengadilan Negeri Rote Ndao.

g. Belum memiliki mekanisme evaluasi yang dapat mengukur kepuasan masyarakat pencari keadilan di wilayah hukum Pengadilan Negeri Rote Ndao.

h. Jaringan internet yang sering terganggu dan lambat di Pengadilan Negeri Rote Ndao sehingga belum memenuhi kebutuhan kerja karena banyak pekerjaan yang menggunakan sistim berbasis Aplikasi.

2) Masalah dari luar (Eksternal) :

a. Masih kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap Pengadilan dalam penegakan hukum.

b. Rote adalah Kabupaten dengan banyak pulau dengan cuaca/iklim yang kurang bersahabat sehingga sering melumpuhkan transportasi laut dan udara yang menyebabkan sidang yang menggunakan jasa advokat yang berasal dari Kupang tertunda-tunda.

(12)

6 BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

A. Rencana Strategis 2015-2019

Rencana Strategis Pengadilan Negeri Rote Ndao 2015 - 2019 merupakan komitmen bersama dalam menetapkan kinerja dengan tahapan-tahapan yang terencana dan terprogram secara sistematis melalui penataan, penertiban, perbaikan pengkajian, pengelolaan terhadap sistem kebijakan dan peraturan perundangan-undangan untuk mencapai efektivas dan efesiensi.

Selanjutnya untuk memberikan arah dan sasaran yang jelas serta sebagai pedoman dan tolak ukur kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao diselaraskan dengan arah kebijakan dan program Mahkamah Agung yang disesuaikan dengan rencana pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Nasional Jangka Panjang (RPNJP) 2005 – 2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010 – 2014 dan 2015 - 2019, sebagai pedoman dan pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Pengadilan dalam mencapai visi dan misi serta tujuan organisasi pada tahun 2010 – 2014 dan 2015 - 2019.

B. Visi Dan Misi

Visi adalah gambaran kedepan yang ingin dicapai agar tercapainya tugas pokok dan fungsi Pengadilan Negeri Rote Ndao.

Adapun Visi dari Pengadilan Negeri Rote Ndao yaitu : “ Terwujudnya Pengadilan Negeri Rote Ndao yang Agung”.

Untuk mencapai Visi tersebut Pengadilan Negeri Rote Ndao mempunyai Misi : a. Menjaga Kemandirian Pengadilan Negeri Rote Ndao.

b. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan.

c. Meningkatkan kualitas kepemimpinan di Pengadilan Negeri Rote Ndao . d. Menigkatkan Kredibilitas dan Transparansi di Pengadilan Negeri Rote Ndao.

(13)

7 C. Tujuan dan Sasaran Strategis

1. Tujuan Strategis

Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam rangka mencapai visi dan misi Pengadilan Negeri Rote Ndao. Tujuan yang hendak dicapai Pengadilan Negeri Rote Ndao adalah sebagai berikut :

a. Terwujudnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan melalui proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel.

b. Terwujudnya penyederhanaan proses penanganan perkara melalui pemanfaatan teknologi informasi.

c. Meningkatkan akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan.

d. Terwujudnya pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan.

2. Sasaran Strategis

a. Terwujudnya proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel.

b. Meningkatkan penyederhanaan proses penanganan perkara melalui pemanfaatan teknologi informasi.

c. Meningkatnya askses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan.

d. Terwujudnya sistem manajemen informasi yang terintegrasi dan menunjang sistem peradilan yang sederhana, transparan dan akuntabel.

e. Terwujudnya pelaksanaan pengawasan kinerja aparat peradilan secara optimal baik internal maupun eksternal.

f. Terwujudnya transparansi pengelolaan SDM lembaga peradilan berdasarkan parameter obyektif.

g. Meningkatnya pengelolaan manajerial lembaga peradilan secara akuntabel, efektif dan efisien.

D. Program dan Kegiatan.

1. Indikator Kinerja Utama (IKU)

Indikator Kinerja Utama diperlukan sebagai tolak ukur atas keberhasilan Sasaran Strategis dalam mencapai tujuan. Indikator Kinerja Utama Pengadilan Negeri Rote Ndao digambarkan sebagai berikut :

(14)

8 NO Kinerja Utama Indikator

Kinerja Penjelasan

1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel

a. Persentase Sisa Perkara yang

diselesaikan : - Perdata - Pidana

Jumlah Sisa Perkara yang diselesaika x 100 % Jumlah Sisa Perkara yang Harus diselesaikan

Catatan :

Sisa Perkara : sisa perkara tahun sebelumnya

b. Persentase Perkara : - Perdata - Pidana

Yang di selesaikan tepat waktu

Jumlah Perkara yang diselesaikan tahun berjalan x 100 % Jumlah Perkara yang ada

Catatan :

- Perbandingan Jumlah Perkara yang diselesaikan dengan perkara yang harus diselesaikan

- Jumlah Perkara yang ada = jumalah perkara yang diterima tahun berjalan ditambah sisa perkara tahun sebelumnya

- Penyelesaian perkara tepat waktu=perkara yang diselesaikan tahun berjalan

c. Persentase Penurunan Sisa Perkara - Perdata

- Pidana

Tn.1-Tn x 100%

Tn.1

Tn = Sisa perkara tahun berjalan Tn.1 =Sisa perkara tahun sebelumnya

Catatan :

Sisa Perkara adalah Perkara yang belum diputus pada tahun berjalan d. Persentase

Perkara yang tidak

Mengajukan Upaya Hukum : - Banding - Kasasi

- PK

Jumlah Perkara yang tidak mengajukan upaya hukum x 100%

Jumlah Putusan Perkara

Catatan :

- Upaya Hukum = Banding, Kasasi, PK

Secara Hukum semakin sedikit yang mengajukan upaya hukum, maka semakin puas atas putusan pengadilan

e. Persentase Perkara Pidana Anak yang diselesaikan dengan Diversi

Jumlah Perkara Pidana Anak yang diselesaikan secara Diversi x 100%

Jumlah Perkara Pidana anak

Catatan :

Diversi : Anak Pelaku kejahatan tidak dianggap sebagai pelaku kejahatan, melainkan sebagai korban

f. Index Responden Pencari Keadilan yang Puas Terhadap Layanan Peradilan

Catatan:

PERMENPAN Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 tanggal 24 Februari 2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Index Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah sesuai Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap

Penyelenggaraan Pelayanan Publik 2. Peningkatan

Efektifitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara

a. Persentase Isi Putusan yang di Terima oleh Para Pihak Tepat Waktu

Jumlah isi Putusan yang diterima tepat waktu x 100%

Jumlah Putusan

b. Persentase Perkara yang diselesaikan melalui Mediasi

Jumlah Perkara yang diselesaikan melalui Mediasi x 100%

Jumlah perkara yang dilakukan Mediasi

Catatan :

Perma No.1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan c. Persentase

Berkas Perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu

Jumlah berkas perkara yang diajukan banding,

_ ________ Kasasi dan Pk secara lengkap________ x 100%

Jumlah berkas perkara yang dimohonkan banding, Kasasi dan PK

d. Persentase Putusan Perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari

Jumlah Putusan perkara Tipikor yang di Upload dalam website x 100%

Jumlah perkara Tipikor yang diputus

3. Meningkatnya a. Persentase Jumlah perkara Prodeo yang diselesaikan x 100%

Index Kepuasan Pencari Keadilan

(15)

9

Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan

Perkara Prodeo yang

diselesaikan

Jumlah perkara Prodeo

Catatan :

- Perma No. 1 tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum bagi masyaratkat tidak mampu di Pengadilan

- Diluar gedung pengadilan adalah perkara yang diselesaikan di luar kantor pengadilan (Zeeting Plaatz, sidang keliling maupun gedung- gedung lainnya)

b. Persentase Perkara yang diselesaikan di luar Gedung Pengadilan

Jumlah Perkara yang diselesaikan di di luar Gedung Pengadilan x 100%

Jumlah Perkara yang seharusnya diselesaikan di luar gedung pengadilan

c. Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Pos Bakum)

Jumlah pencari keadilan Golongan tertentu yang Mendapatkan Layanan Bantuan Hukum______ x100%

Jumlah Pencari Keadilan Golongan tertentu

Catatan :

- Perma No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum bagi Masyarakat tidak mampu di pengadilan

Golongan tertentu yakni masyarakat miskin dan terpinggirkan (marjinal)

4. Meningkatnya Kepatuhan

Terhadap Putusan Pengadilan

Persentase Putusan Perkara Perdata yang ditindaklanjuti (Dieksekusi)

Jumlah Putusan perkara yang ditindaklanjuti x 100%

Jumlah Putusan Perkara yang sudah BHT

Catatan :

BHT : Berkekuatan Hukum Tetap

(16)

9

2. Rencana Kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao Tahun 2017

NO Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program Kegiatan Indikator

Kegiatan

Target Anggaran/Rp

1 Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti,

Transparan dan

Akuntabel

a. Persentase Sisa Perkara yang diselesaikan : - Perdata

- Pidana

100% (005.01.01) Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung

(1066) Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Keuangan Badan Urusan Administrasi

Terselengg aranya Pembinaan Administras

i dan Pengelolaa

n Keuangan

Badan Urusan Administras

i

100% Rp. 3.007.290.000

b. Persentase Perkara : - Perdata - Pidana

Yang di selesaikan tepat waktu

100%

c. Persentase Penurunan Sisa Perkara - Perdata

- Pidana

80%

d. Persentase Perkara yang tidak Mengajukan Upaya Hukum :

- Banding - Kasasi

80%

(17)

10 - PK

e. Persentase Perkara Pidana Anak yang diselesaikan dengan Diversi

2%

f. Index Responden Pencari Keadilan yang Puas Terhadap Layanan Peradilan

80%

2 Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara

a. Persentase Isi Putusan yang di Terima oleh Para Pihak Tepat Waktu

100% (005.01.02) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung

(1071) Pengadaan Sarana dan Prasarana di Lingkungan Mahkamah Agung

Terselengg aranya Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendukung

yang menunjang

Kegiatan Pengadilan berupa Alat Pengolah Data dan Komunikasi

100% Rp. 232.500.000

b. Persentase Perkara yang diselesaikan melalui Mediasi

2%

c. Persentase Berkas Perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu

100%

d. Persentase Putusan Perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari

100%

(18)

11

3 Meningkatnya Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin dan

Terpinggirkan a. Persentase Perkara Prodeo yang diselesaikan

1% (005.03.07) Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum

(1049) Peningkatan Manajemen Peradilan

Umum

Terselengg aranya Peningkata

n Manajemen

Peradilan Umum

100% Rp. 75.504.000

b. Persentase Perkara yang diselesaikan di luar Gedung Pengadilan

2%

c. Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Pos Bakum)

100%

4 Meningkatnya Kepatuhan Terhadap Putusan Pengadilan

Persentase Putusan Perkara Perdata yang ditindaklanjuti (Dieksekusi)

100%

(19)

12 BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. Pengukuran Kinerja

Pengukuran kinerja kegiatan yaitu mengukur tingkat capaian kinerja kegiatan yang dimulai dengan menetapkan indikator kinerja kegiatan berdasarkan kelompok input, output.

Menentukan satuan setiap kelompok indikator, menetapkan rencana tingkat capaian (target), mengetahui realisasi indikator kinerja kegiatan, mengitung rencana dan realisasi untuk mendapatkan presentasenya.

Pengukuran tingkat capaian kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao tahun 2017, dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan dengan realisasinya, sehingga terlihat apakah sasaran yang telah ditetapkan tercapai atau tidak.

Realisasi

Tingkat Capaian kinerja = --- x 100 Rencana/Target

Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian target kinerja, namun demikian terdapat juga beberapa target yang belum tercapai dalam tahun 2017 ini. Rincian tingkat capaian kinerja masing‐masing indikator kinerja tersebut diuraikan dalam tabel dibawah ini:

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN 1. Terwujudnya

Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel

a. Persentase Sisa Perkara yang diselesaikan :

- Perdata - Pidana

100% 83% 83%

b. Persentase Perkara : - Perdata

- Pidana

Yang di selesaikan tepat waktu

100% 97,5% 97,5%

c. Persentase Penurunan Sisa Perkara

- Perdata - Pidana

80% 80% 80%

d. Persentase Perkara yang tidak Mengajukan Upaya

80% 97,46% 97,46%

(20)

13 Hukum :

- Banding - Kasasi - PK

e. Persentase Perkara Pidana Anak yang diselesaikan dengan Diversi

2% 1% 50%

f. Index Responden Pencari Keadilan yang Puas Terhadap Layanan Peradilan

80% 80% 80%

2. Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara

a. Persentase Isi Putusan yang di Terima oleh Para Pihak Tepat Waktu

100% 80% 100%

b. Persentase Perkara yang diselesaikan melalui Mediasi

2% 0% 0%

c. Persentase Berkas Perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu

100% 100% 100%

d. Persentase Putusan Perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari (perkara Tipikor)

100% 0% 0%

3. Meningkatnya Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan

a. Persentase Perkara Prodeo yang diselesaikan

1% 0% 0%

b. Persentase Perkara yang diselesaikan di luar Gedung Pengadilan

2% 0% 0%

c. Persentase Pencari

Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Pos Bakum)

100% 50% 50%

4. Meningkatnya Kepatuhan Terhadap Putusan Pengadilan

Persentase Putusan Perkara Perdata yang ditindaklanjuti (Dieksekusi)

100% 100% 100%

B. Analisis Akuntabilitas Kinerja

Sebagaimana telah dijelaskan pada Bab II dalam penjabaran Tujuan dan Sasaran Strategis, Pengadilan Negeri Rote Ndao menyatakan bahwa sasaran-sasaran yang direncanakan dan akan tercapai pada tahun 2017 terdiri dari 4 (empat) sasaran utama. Untuk

(21)

14

mengetahui keberhasilan dan kegagalan dalam mencapai sasaran-sasaran tersebut perlu dilakukan analisis akuntabilitas kinerja.

Hasil analisa akuntabilitas kinerja masing-masing sasaran akan diuraikan sebagai berikut.

1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel

Sasaran tersebut di atas mempunyai 6 (enam) indikator kinerja yakni :

NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

1. a. Persentase Sisa Perkara yang diselesaikan :

- Perdata - Pidana

100% 83% 83%

b. Persentase Perkara : - Perdata

- Pidana

Yang di selesaikan tepat waktu

100% 97,5% 97,5%

c. Persentase Penurunan Sisa Perkara

- Perdata - Pidana

80% 80% 100%

d. Persentase Perkara yang tidak Mengajukan Upaya Hukum :

- Banding - Kasasi - PK

80% 97,46% 97,46%

e. Persentase Perkara Pidana Anak yang diselesaikan dengan Diversi

2% 1% 50%

f. Index Responden Pencari Keadilan yang Puas Terhadap Layanan Peradilan

80% 80% 100%

a. Indikator kinerja Persentase Sisa Perkara yang diselesaikan

Penyelesaian sisa perkara tahun lalu Perkara Pidana dan Perdata berhasil dengan data sebagai berikut :

1. Penyelesaian sisa perkara Pidana dan Perdata

Persentase sisa perkara tahun sebelumnya

Target Realisasi Capaian

100% 83% 83%

Pada tahun 2017, Pengadilan Negeri Rote Ndao menerima 21 perkara perdata gugatan dan 59 Perkara Pidana untuk perkara Pidana tidak ada sisa tahun lalu

b. Indikator kinerja Persentase perkara yang diselesaikan tepat waktu

Untuk penyelesaian perkara secara cepat (kurang dari 5 bulan), terutama perdata, pengadilan Negeri Rote Ndao menargetkan 100% dari perkara yang masuk.

(22)

15

Dalam kinerjanya, ternyata realisasinya mencapai 97,5%, sehingga tidak sesuai dengan target yang ditetapkan.

1. Penyelesaian perkara yang diselesaikan tepat waktu

Persentase perkara perdata dan pidana yang diselesaikan tepat waktu

Target Realisasi Capaian

100% 97,5% 97,5%

Data perkara

Perkara Jumlah Selesai kurang 5 bulan Persentase Total

Pidana 59 59 100%

97,5 %

Perdata 21 20 95%

c. Indikator kinerja Persentase Penurunan sisa perkara

Indikator kinerja ini untuk menunjukkan penurunan sisa perkara tahun sebelumnya yang masih menjadi beban pada tahun 2017. Sisa perkara perdata sebanyak 1 dan pidana tahun 2016 tidak ada yang mana perkara tersebut mengalami penurunan mencapai 80%

Perkara sisa Jumlah Selesai tahun 2017 Persentase Total

Pidana 0 59 0%

100 %

Perdata 1 20 80%

d. Indikator kinerja Persentase perkara yang tidak mengajukan Upaya Hukum

Indikator Kinerja ini menunjukan perkara yang tidak mengajukan Upaya Hukum Banding, Kasasi dan PK dengan jumlah perkara yang ada.

Persentase perkara Pidana dan Perdata yang tidak mengajukan Upaya Hukum

Target Realisasi Capaian

80% 97,46% 97,46%

e. Indikator Kinerja Persentase Perkara Pidana Anak yang diselesaikan dengan Diversi Indikator Kinerja ini menunjukan jumlah perkara pidana anak yang diselesaikan secara Diversi dengan jumlah perkara pidana anak.

Persentase perkara pidana Anak yang diselesaikan secara Diversi

Target Realisasi Capaian

2% 1% 50%

(23)

16

f. Indikator Kinerja Index Responden Pencari Keadilan yang puas terhadap Layanan Peradilan

Indikator Kinerja ini menunjukan tingkat kepuasan masyarakat pencari keadilan terhadap penyelengaraan pelayanan publik di Pengadilan Negeri Rote Ndao Index ini di hitung berdasarkan PERMENPAN Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Idex Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah sesuai Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2014 tentang Pedoman Survey Kepuasan Masyarakat Terhadap Penyelengaraan Pelayanan Publik.

Index responden pencari keadilan yang puas terhadap layanan peradilan Index Kepuasan Masyarakat = Jumlah NRR Tertimbang per unsur x 25

Jumlah NRR Tertimbang per unsur = 3,210 x 25 = 80,25

Index Kepuasan Masyarakat Pengadilan Negeri Rote Ndao = 80,25 (sangat baik)

2. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara Sasaran tersebut diatas mempunyai 4 (empat) indikator

No. INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

1.

a. Persentase Isi Putusan yang di Terima oleh Para Pihak Tepat Waktu

100% 80% 100%

b. Persentase Perkara yang diselesaikan melalui Mediasi

2% 0% 0%

c. Persentase Berkas Perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu

100% 100% 100%

d. Persentase Putusan Perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari (perkara Tipikor)

0% 0% 0%

a. Indikator Kinerja Persentase isi putusan yang di terima oleh para pihak tepat waktu Indikator kinerja ini menunjukan jumlah putusan yang di terima oleh para pihak tepat pada waktunya dengan jumlah isi putusan.

(24)

17 Persentase isi putusan yang diterima oleh para pihak tepat waktu.

Target Realisasi Capaian

100% 80% 100%

b. Indikator Kinerja Persentase Perkara yang diselesaikan melalui Mediasi

Indikator Kinerja ini menunjukan jumlah perkara perdata yang berhasil diselesaikan melalui Mediasi dengan jumlah perkara yang dilakukan mediasi

Persentase Perkara yang diselesaikan melalui mediasi

Target Realisasi Capaian

2% 0% 0%

c. Indikator Kinerja Persentase berkas perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK Indikator ini menujukan jumlah berkas perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK dengan jumlah berkas perkara yang di mohonkan Banding, Kasasi dan PK

Persentase berkas perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu

Target Realisasi Capaian

100% 100% 100%

d. Indikator Kinerja Persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah di putus

indikator ini menunjukan jumlah perkara Tipikor yang diupload dalam website dengan jumlah perkara tipikor yang di putus karena perkara Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) tidak lagi di tangani oleh Pengadilan Negeri Rote Ndao dan di alihkan ke Tipikor Kupang maka tidak ada hasil yang di capai

Persentase Putusan Perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari (perkara Tipikor)

Target Realisasi Capaian

0% 0% 0%

(25)

18

3. Meningkatnya Akses Peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan Sasaran tersebut diatas mempunyai 3 (tiga) indikator

No. INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

1. a. Persentase Perkara Prodeo yang diselesaikan

1% 0% 0%

b. Persentase Perkara yang diselesaikan di luar Gedung Pengadilan

2% 0% 0%

c. Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Pos Bakum)

100% 50% 50%

a. Indikator Kinerja Persentase perkara prodeo yang diselesaikan

Indikator ini menunjukan jumlah perkara prodeo yang diselesaikan dengan jumlah perkara prodeo.

Persentase perkara prodeo yang diselesaikan

TARGET REALISASI CAPAIAN

1% 0% 0%

b. Indikator Kinerja Persentase Perkara yang diselesaikan di luar Gedung Pengadilan.

Indikator ini menunjukan jumlah perkara yang diselesaikan di luar gedung Pengadilan dengan jumlah perkara yang seharusnya diselesaikan di luar gedung pengadilan.

Persentase perkara yang diselesaikan di luar gedung Pengadilan

TARGET REALISASI CAPAIAN

2% 0% 0%

c. Indikator Kinerja Persentase pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan Bantuan Hukum (Pos Bakum)

indikator ini menunjukan jumlah pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan bantuan hukum dengan jumlah pencari keadilan golongan tertentu

Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Pos Bakum)

TARGET REALISASI CAPAIAN

(26)

19

100% 50% 50%

4. Meningkatnya Kepatuhan Terhadap Putusan Pengadilan

Sasaran tersebut diatas mempunya 1 (satu) indikator indikator ini menunjukan jumlah perkara yang ditindaklanjuti dengan jumlah putusan perkara yang sudah BHT

No. INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

1. Persentase Putusan Perkara Perdata yang ditindaklanjuti (Dieksekusi)

100% 100% 100%

C. Akuntabilitas keuangan.

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya serta untuk mencapai target rencana kinerja juga ditentukan oleh penyediaan anggaran melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2017 yang terdiri dari :

1. DIPA (01) Badan Urusan Administrasi meliputi : Belanja Pegawai, Belanja Barang (Non Operasional dan Operasional) dan Belanja Modal.

2. DIPA (03) Badan Peradilan Umum meliputi : Belanja Barang (Non Operasional dan Operasional)

Berdasarkan alokasi anggaran Pengadilan Negeri Rote ndao tahun anggaran 2017, rincian pagu dan relisasi anggaran untuk DIPA (01) Badan Urusan Administrasi DIPA (03) Badan Peradilan Umum adalah sebagai berikut :

1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya (DIPA 01)

Pagu Realisasi Sisa Persentase(%)

Rp 3.006.660.000 Rp 2.925.557.772 Rp 81.102.228 97,30%

Dengan realisasi Belanja sebagai berikut :

Kegiatan Pagu Realisasi Sisa %

Belanja pegawai

Rp 2.112.848.000 Rp 2.080.281.496 Rp 32.566.504 98,46%

Belanja barang Rp 893.812.000 Rp 815.276.276 Rp 78.535.724 91,21%

(27)

20

eBelanja jasa Rp 45.600.000 Rp 35.763.619 Rp 9.836.381 78,43%

Belanja pemeliharaan

Rp 234.956.000 Rp 223.026.739 Rp 11.929.261 94,92%

Belanja perjalanan biasa

Rp 186.900.000 Rp186.891.210 Rp 8.790 100%

Pagu anggaran tidak terserap seluruhnya karena adanya mutasi Hakim dan Pegawai sehingga terjadinya penurunan realisasi belanja pegawai serta anggaran belanja barang yang belum terserap secara maksimal .

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung.

Dengan realisasi belanja sebagai berikut :

Pagu Realisasi Sisa %

Rp 232.500.000 Rp 232.500.000 Rp 95.000 99,96%

3. Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum.

Dengan realisasi belanja sebagai berikut :

Kegiatan Pagu Realisasi Sisa %

Layanan Pos Bantuan Hukum

Rp 19.200.000 Rp 19.200.000 Rp - 100%

Perkara yang diselesaikan ditingkat Pertama dan Banding yang tepat waktu

Rp 54.684.000 Rp 43.554.320 Rp 11.129.680 79,65%

Perkara Peradilan Umum yang

diselesaikan melalui Pembebasan Biaya Perkara/Prodeo

Rp 1.620. 000 Rp - Rp - 0%

Dalam tahun 2017 perkara prodeo tidak ada sehingga anggaran yang ada tidak terserap juga anggaran untuk perjalanan biasa terserap sangat minim karena jumlah perkara yang sedikit dan jumlah pemberitahuan putusan yang kecil.

(28)

21

Dalam melaksanakan tugas peradilannya dan demi kelancaran dalam upaya pelayanan publik Pengadilan Negeri Rote Ndao telah dilengkapi dengan perangkat IT.

Perangkat IT tersebut terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras.

1. Perangkat Keras

a) Personal Komputer (PC) : 14 unit b) Laptop (Notebook) : 7 unit

c) Printer : 12 unit

d) Scanner : 1 unit

e) Server SIPP/CTS : 3 unit

Dari 14 PC yang ada, 4 diantaranya sudah mengalami kerusakan, printer 10 unit juga mengalami kerusakan dan menunggu untuk dilakukan pengajuan penghapusan oleh petugas SIMAK BMN agar tahun berikutnya bisa dianggarkan untuk pengadaan.

2. Perangkat Lunak

a) Sistem Operasi Komputer

b) Aplikasi Umum yang terpasang dan digunakan

 Web Browser : Mozilla Firefox, Google Chrome, Internet Explorer

 PDF Reader : Adobe Reader 10

 Office : Microsoft Office 2007, Microsoft Office 2010, Microsoft Office 2013

 Antivirus : Smadav, Avast, Kaspersky, AVG

c) Aplikasi Khusus yang terpasang dan digunakan untuk mendukung penyelesaian pekerjaan di Pengadilan

 Administrasi Perkara : SIPP/CTS versi 3.2.0-2

 Administrasi Umum dan Keuangan : SAIBA, SAS, GPP

 Administrasi Kepegawaian/SDM : SAPK, SIKEP, Komdanas

 Administrasi Aset : SIMAK BMN, Persediaan, Simantap

 Adminstrasi Perencanaan Anggaran : RKAKL, SIMAN, Simari, Monev Anggaran

Selain Perangkat Lunak yang disebutkan di atas Pengadilan Negeri Rote Ndao juga sudah mempunyai website dengan nama domain www.pn-rotendao.go.id, selain itu aplikasi

(29)

22

SIPP/CTS dapat diakses secara online melalui situs www.sipp.pn-rotendao.go.id untuk mempermudah akses informasi.

Dukungan teknologi dalam hal ini perangkat keras maupun perangkat lunak tersebut digunakan demi menunjang kelancaran pekerjaan sehari-hari dalam pelayanan administrasi terhadap masyarakat pencari keadilan maupun dalam sistem aplikasi seperti Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), Direktori Putusan, Informasi Panggilan Delegasi (verhoor delegatie), Transparansi Biaya Perkara, Aplikasi elektronik lainnya seperti: SIMAK- BMN, SIMAN, SIKEP, Komdanas, SAIBA, SIMARI, BAPENAS, RKAKL/DIPA dan lainnya sesuai dinamika kebutuhan yang setiap saat selalu berkembang. dan juga diharapkan dapat menjawab tuntutan akan keterbukaan informasi peradilan yang dapat diakses oleh pencari keadilan.

(30)

23 BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao Tahun 2017 merupakan gambaran capaian kinerja yang akuntabel dan dapat dipertanggung jawabkan sekaligus sebagai alat ukur dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi melaksanakan amanah yang diberikan berdasarkan peraturan yang berlaku. Secara umum hasil capaian kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao Tahun 2017 telah dapat memenuhi target sesuai rencana kinerja yang ditetapkan, namun ada beberapa yang belummencapai target dan menjadi bahan perbaikan untuk tahun 2017.

Adapun keberhasilan maupun kendala atau hambatan dalam pencapaian kinerja diPengadilan Negeri Rote Ndao pada tahun 2017 diuraikan sebagai berikut:

1. Keberhasilan

Keberhasilan atas capaian target dari rencana kinerja tahun 2016 yang telah ditetapkan tidak dapat lepas dari peran serta semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Keberhasilan suatu kinerja adalah cermin dari berjalannya suatu sistem yang telah diterapkan, yang kemudian secara konsisten dilaksanan oleh semua aparatur pengadilan.

Keberhasilan pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao di tahun 2017 antara lain :

 Pelaksanaan tertib administrasi perkara di Pengadilan Negeri Rote Ndao yang pada umumnya sudah berjalan baik walaupun belum maksimal.

 Proses penyelesaian perkara kurang dari 5 (lima) bulan.

 Peningkatan sumber daya manusia melalui pegawai yang telah lulus diklat.

 Peningkatan akses informasi para pencari keadilan melalui website Pengadilan Negeri Rote Ndao telah dilaksanakan.

 Target penyediaan sarana dan prasarana sebagai pendukung tugas pokok dan fungsi yang ada dalam DIPA telah dapat direalisasikan.

(31)

24 2. Kendala/Hambatan

Dalam pelaksanaan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh satuan kerja tentunyaditemui sejumlah kendala atau hambatan yang dapat menghambat prosespelaksanaannya. Hal tersebut wajar apabila kendala atau hambatan tersebut dapatlangsung dicari jalan keluar atau solusinya. Kendala atau hambatan yang ditemui diPengadilan Negeri Rote Ndao diantaranya :

 Dalam upaya mediasi, para pihak selalu bersikukuh dengan pendapatnya, sehingga sulit ditemukan jalan keluar.

 Kurangnya advokad di Kabupaten Rote Ndao, menyebabkan kuasa hukum para pihak berasal dari luar Kabupaten Rote Ndao, hal ini mempengaruhi kehadiran para pihak di persidangan, karena moda transpotasi laut dan udara kadang tidak ada akibat cuaca buruk.

 Tenaga Pegawai masih kurang sehingga banyak pegawai yang merangkap pekerjaan misalnya Jurusita merangkapBendahara, Panmud merangkap PP.

 Cuaca buruk sering menjadi kendala dalam mengakses jaringan internet sehingga pekerjaan yang menggunakan sistem aplikasi jadi terganggu.

B. Saran

Setelah permasalahan dapat diidentifikasi maka perlu dicarikan jalan keluar atau solusi untuk mengatasi masalah atau kendala tersebut. Saran untuk mengatasi kendala atau hambatan seperti tersebut diatas adalah :

 Perlunya penambahan SDM di Pengadilan Negeri Rote Ndao.

 Perlunya penambahan anggaran pemeliharaan dan belanja modal

 Dalam melaksanakan Tupoksinya harus sesuai dengan SOP

 Perlunya Diklat Teknis dan non teknis untuk peningkatan kualitas SDM.

 Perlu peningkatan komitmen bersama untuk menerapkan System Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), sebagai instrument control yang obyektif dan transparan dalam merencanakan, menetapkan dan mengukur kinerja Pengadilan Negeri Rote Ndao sesuai dengan ciri khas dari tugas dan funginya dan keterampilan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan penyelesaian perkara.

(32)

25

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) merupakan wujud pertanggungjawaban Kinerja selama satu tahun anggaran pada Pengadilan Agama Sentani, dengan melakukan

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Kota Blitar Tahun 2016 ini merupakan tahap awal pelaporan kinerja periode Renstra

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2020 PENGADILAN NEGERI MUARO JLN PROF M YAMIN, SH NO 51 MUARO SIJUNJUNG SUMATERA BARAT WEBSITE www pn muaro go id EMAIL pnmuaro@gmail

Dengan landasan pemikiran tersebut, Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LKjIP) Satuan Kerja Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Tahun 2020 ini disusun. LKjIP

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) merupakan amanat dari Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJiP) Kecamatan Pagu tahun 2018 disusun sebagai media untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyuasin Tahun 2019 memuat gambaran

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) tahun 2020 ini menggambarkan tentang jati diri sebuah instansi pemerintahan dalam hal ini sebagai lembaga peradilan yang