• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.1. Gambaran Umum CU Kridha Rahardja

4.1.2. Visi, Misi, dan Nilai-nilai CU Kridha Rahardja

1. Visi

Menjadi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang Aman, Terpercaya dan Berkelanjutan di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

a. Aman: Lembaga yang dikelola secara profesional dengan penuh kehati - hatian.

b. Terpercaya: Lembaga yang menjadi pilihan utama anggota c. Berkelanjutan:Lembaga yang berlangsung terus menerus;

berkesinambungan melayani anggota 2. Misi

Meningkatkan Kualitas Hidup Anggota Melalui Pemberdayaan Berbasis Komunitas dan Pelayanan Keuangan yang Bermutu.

a. Meningkatkan Kualitas hidup: mendorong perubahan kualitas hidup anggota agar menjadi lebih baik secara moral maupun fisik.

b. Melalui Pemberdayaan: Mengedepankan pendidikan dan pelatihan serta pendampingan kepada anggota.

47 3. Nilai-nilai

Nilai-nilai yang diterapkan di CU Kridha Rahardja adalah

“Handarbeni, Hangrungkebi dan Mulat Sarira Hangsara Wani”.

Berikut penjelasan nilai-nilai yang diterapakan pada CU Kridha Rahardja:

a. Handarbeni artinya memiliki. Kata ini bermakna terhadap tugas tanggung jawab anggota sebagai pemilik CU Kridha Rahardja, bahwa keberlangsungan CU Kridha Rahardja tergantung pada anggota sebagai pemilik melaksanakan kewajibannya secara bertanggung jawab dan tidak setengah hati.

b. Hangrungkebi. artinya melindungi. Kata ini bermakna bahwa setiap anggota sebagai pemilik siap berkorban, melindungi dan mengamankan CU Kridha Rahardja. Wajib ikut melindungi

c. Mulat Sarira Hangrasa Wani. Mulat artinya waspada, Sarira artinya badan atau tubuh, Hangrasa artinya sedang merasakan Wani artinya adalah berani. Kata ini bermakna bahwa setiap anggota dan pengelola harus bersedia melakukan introspeksi, berani mengakui kekurangan diri, sehingga ditemukan cara memperbaikinya dengan tepat dan cepat. Harus mampu mawas diri sebelum melangkah.

48 4.1.3. Struktur Organisasi

Gambar 4.1. Bagan Struktur Organisasi CU Kridha Rahardja

4.1.4. Uraian Tanggung Jawab Masing-Masing Jabatan terkait Pinjaman

1. Rapat Anggota

a. Menetapkan dan mengubah AD/ART b. Menetapkan kebijakan umum CU

c. Memilih/mengangkat/memberberhentikan Pengurus/Pengawas d. Menetapkan rencana kerja dan rencana anggaran pendapatan belanja tahunan dan pengesahan laporan keuangan.

e. Meminta keterangan dan mengesahkan LPJ Pengurus dan Pengawas.

49 f. Menetapkan pembagian SHU.

2. Pengurus

a. Memastikan tujuan pinjaman dipahami dengan jelas sesuai fungsinya melalui pada formulir / laporan pinjaman yang transparan.

b. Menguji risiko-risiko pada setiap pinjaman yang berdampak lembaga.

c. Meninjau, mengesahkan dan memperbaiki kebijakan pinjaman CU. Kridha Rahardja, serta memastikan pemberian pinjaman yang aman dan menciptakan administrasi yang sesuai.

3. Pengawas

a. Melakukan pengawasan dan audit terhadap lembaga CU Kridha Rahardja baik secara terjadwal (sekurang-kurangnya enam bulan sekali) maupun insidental berdasarkan notulen rapat pengawas.

b. Memeriksa apakah pemberian piutang telah sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

c. Memeriksa apakah petugas administrasi pinjaman terpisah dari tugas bagian pembukuan.

d. Memeriksa apakah pinjaman telah dibuat daftar umur piutangnya.

e. Memeriksa apakah prosedur pinjaman kepada pengurus/

pengawas/ pegawai sama dengan prosedur pinjaman kepada anggota.

50 f. Memeriksa apakah sebelum realisasi pinjaman didahului dengan pembahasan dan usulan oleh bagian kredit dan adanya SPP serta dicatat dalam kartu pinjaman anggota.

g. Memeriksa apakah kegiatan penagihan angsuran dan bunga pinjaman dilakukan secara berkala dan selalu dievaluasi.

h. Memeriksa apakah piutang lalai sudah ditangani sesuai prosedur i. Menyampaikan hasil temuan sebagai bahan koreksi kepada Pengurus dan dalam bentuk laporan lengkap kepada Rapat Anggota Tahunan.

j. Mengadakan rapat rutin pengawas setiap bulan.

k. Melakukan survey lapangan untuk memastikan keberadaan aset-aset CU Kridha Rahardja.

4. Penasihat

a. Memberi saran/anjuran kepada Pengurus untuk kemajuan organisasi dan usaha CU Kridha Rahardja, baik diminta atau tidak diminta.

5. Manajer Utama

a. Meninjau dan menganalisis laporan kepala kantor untuk disampaikan kepada pengurus.

b. Memperbaiki berbagai risiko terkait dengan pinjaman beredar dan melaporkan temuan dan perbaikan untuk disampaikan kepada pengurus.

c. Meninjau dan menganalisis laporan kepala kantor, menetapkan/membuat strategi perbaikan dan mengarahkan segenap

51 kemampuannya agar pinjaman beredar sesuai atau mendekati rasio pinjaman yang ideal

d. Membuat laporan konsolidasi pinjaman seluruh tempat Pelayanan

e. Melakukan koordinasi dan memastikan pelaksanaan kebijakan pinjaman dilaksanakan dengan sungguh-sungguh diseluruh TP.

f. Merancang atau melakukan perbaikan prosedur operasional pinjaman yang tepat (lebih baik).

g. Memastikan laporan yang sesuai terselesaikan dan dilaporkan kepada pengurus.

h. Mengajukan, meninjau, mengawasi proses pinjaman internal (pinjaman pengurus/pengawas/staf).

6. Kepala Kantor

a. Mengupayakan dengan sungguh pelaksanaan kebijakan pinjaman dilaksanakan dengan baik di setiap TP.

b. Meninjau menyeluruh atau sebagian (sampling) setiap permohonan pinjaman termasuk membuat catatan perbaikan untuk disampaikan kepada manajer untuk disampaikan kepada pengurus.

c. Menemukan berbagai risiko terkait dengan pinjaman beredar dan melaporkan temuan-temuan kepada Manajer untuk disampaikan kepada pengurus.

d. Mengusulkan perbaikan prosedur pinjaman untuk keamanan kesehatan lembaga.

52 e. Meminimalisasi atau mengurangi risiko dengan memastikan bahwa formulir permohonan pinjaman diisi dengan lengkap, diisi sesuai prosedur penyelidikan dan analisis Pinjaman 5C.

f. Membuat laporan konsolidasi pinjaman di tempat Pelayanan.

7. Staf Pengembangan Usaha

a. Melaksanakan kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan dengan sungguh sungguh.

b. Menindaklanjuti dan meninjau semua pengajuan pinjaman.

c. Menyelesaikan surat permohonan pinjaman, melakukan penyelidikan yang menyeluruh, menganalisis seluruh pinjaman, termasuk membuat catatan kepada pihak yang lebih berwenang untuk mempermudah persetujuan pinjaman sesuai aturan yang ditetapkan dengan melaksanakan analisis 5C.

d. Mengambil langkah atau keputusan sesuai dengan kewenangan yang telah ditetapkan.

e. Membuat laporan pinjaman 8. Staf Keuangan dan Kasir

a. Mengeluarkan dan menerima uang yang akan digunakan untuk pinjaman berdasarkan persetujuan dari Kepala Kantor.

9. Komunitas Basis

a. Ikut berperan aktif dalam membantu proses kredit 10. Anggota

a. Membayar angsuran pokok dan angsuran bunga sesuai ketentuan jenis pinjaman.

53 4.1.5. Jenis Pinjaman dan Simpanan

a. Pinjaman CU Kridha Rahardja 1) Pinjaman Kawitan

Pinjaman Kawitan adalah pinjaman yang bertujuan guna penuhi modal sebagai anggota ataupun menambah simpanan anggota maupun pinjaman yang diberikan guna menolong anggota menyesuaikan diri mulai menabung. Apabila 3 bulan berturut- turut tidak membayar angsuran, hingga yang bersangkutan hendak dikeluarkan dari keanggotaan secara sepihak. Anggota bisa mengajukan pinjaman lagi (guna dibawa kembali) apabila telah 75% lunas. Pinjaman Kawitan untuk memenuhi modal menjadi Anggota tidak diperlukan penjamin atau jaminan. Masa pengembalian untuk Pinjaman Kawitan paling cepat 5 bulan dan paling lama 36 bulan.

2) Pinjaman Kridha

Pinjaman Kridha pinjaman guna menopang anggota mempunyai usaha produktif serta membantu menaikkan usaha yang telah dipunyai anggota. Peminjam harus memiliki/menjaminkan Simpanan Saham, Simpanan Agunan, Simpanan Utama, dan/atau Simpanan Pundi Rahardja, minimal 30% dari Pinjaman yang diajukan. Jangka waktu pinjaman minimal 3 bulan dan maksimal 60 bulan. Bisnis peminjam dikunjungi dan dipantau perkembangannya secara periodik oleh staf atau Aktivis CU minimal 3 bulan sekali untuk menilai kelayakan usaha.

54 3) Pinjaman Kinahardjan

Pinjaman Kinahardjan adalah pinjaman buat memenuhi kebutuhan dasar hidup anggota yang tak menambah pendapatan anggota. Tujuan pinjaman guna keperluan rumah tangga atau untuk menyampaikan solusi terhadap kebutuhan keluarga. Jangka waktu pinjaman minimal 3 bulan dan maksimal 60 bulan. Untuk mendapatkan pinjaman ini anggota harus menjaminkan Simpanan Saham, Simpanan Agunan, Simpanan Utama, dan/atau Simpanan Pundi Rahardja, minimal 30% dari Pinjaman yang diajukan.

4) Pinjaman Kreto

Pinjaman Kreto adalah pinjaman untuk memenuhi kebutuhan fasilitas anggota Credit union Kridha Rahardja untuk memiliki kendaraan motor maupun mobil yang tidak menambah pendapatan anggota. Jangka waktu pinjaman minimal 12 bulan maksimal 48 bulan untuk motor baru, dan anggota harus sudah menjadi anggota selama minimal 1 bulan. Jangka waktu pinjaman minimal 24 bulan, dengan maksimal 60 bulan untuk Mobil baru dan maksimal 48 bulan untuk Mobil bekas. Untuk mendapatkan pinjaman Kreto, anggota harus memiliki simpanan Agunan minimal 10% dari pinjaman yang diajukan. Pembelian kendaraan anggota mengacu pada instansi yang bekerja sama dengan CU Kridha Rahardja. BPKB kendaraan yang dibeli dijamin kepada CU Kridha Rahardja sampai dengan pinjaman dilunasi (setiap kali pajak kendaraan ditangguhkan, akan diperoleh sertifikat sebagai

55 pengganti persyaratan administrasi). Kendaraan harus diasuransikan, dan biaya asuransi ditanggung oleh anggota

5) Pinjaman Pagriyan

Pinjaman Pagriyan adalah adalah Pinjaman untuk mempromosikan anggota koperasi kredit Kridha Rahardja untuk memiliki rumah yang tidak akan meningkatkan pendapatan anggota. Selama total simpanan hipotek mencukupi atau total simpanan hipotek tertinggi digunakan, pinjaman perumahan akan diberikan. Lokasi pembelian rumah harus di kawasan pengembangan CU Kridha Rahardja. Jangka waktu pinjaman ini maksimal 180 bulan.

6) Pinjaman Kencana

Pinjaman Kencana adalah pinjaman khusus untuk anggota yang tidak memiliki pinjaman, dan bertujuan untuk mendorong mereka yang menikmati tabungan untuk berkontribusi pada pengembangan CU Kridha Rahardja. Jangka waktu pelunasan pinjaman ini ialah 36 bulan.

b. Simpanan CU Kridha Rahardja 1) Simpanan Pokok

 Aturan Setor : Setoran awal Rp.500.000,- hanya satu kali saat menjadi Anggota

 Aturan Tarik : Simpanan dapat ditarik jika anggota keluar

 Aturan Balas Jasa : BJS 5 % P.a

56

 Aturan Lain : Simpanan tidak dapat ditarik selama jadi

anggota 2) Simpanan Wajib

 Aturan Setor : Setoran per bulan Rp.10.000,-

 Aturan Tarik : Simpanan dapat ditarik jika keluar anggota

 Aturan Balas Jasa : BJS 5% P.a

 Aturan Lain : Anggota yang menunggak simmpanan wajib

dapat membayarkan tunggakannya 3) Simpanan Usaha

 Keterangan : Simpanan Hari Tua

 Aturan Setor : Setoran minimal Rp.5.000,- maksimal Rp.500.000,- Per bulan

 Aturan Tarik : Simpanan dapat ditarik selama tidak ada pinjaman

 Aturan Balas Jasa : BJS 7 % P.a jika ada setoran minimal Rp.5.000,-

 BJS 0% P.a jika ada penarikan dan tidak ada setoran pada

bulan bersangkutan 4) Simpanan Agunan

 Keterangan : Merupakan simpanan pengali pinjaman

 Aturan Setor : Setoran Awal Rp. 50.000,-

 Aturan Tarik : Saat penarikan simpanan berlaku penutupan rekening (tidak bisa ditarik sebagian)

 Aturan Balas Jasa : BJS 5 % P.a

57

 Aturan Lain : Biaya Administrasi penutupan Rekening

sebesar Rp. 20.000,- 5) Simpanan Padinan

 Keterangan : Simpanan bunga harian

 Aturan Setor : Setoran awal Rp.10.000,- dan dapat disetor setiap hari dengan setoran minimal Rp.100,-

 Aturan Tarik : Simpanan dapat ditarik sewaktu-waktu selama jam kerja

 Aturan Balas Jasa : BJS 1% P.a

 Aturan Lain : Biaya Penutupan Rekening Rp. 10.000,- 6) Simpanan Pawiyatan

 Keterangan : Simpanan pendidikan

 Aturan Setor : Setoran Awal Rp 50.000,- dan setoran bulanan sesuai kontrak

 Aturan Tarik : Penarikan dapat dilakukan setelah habis kontrak

 Aturan Balas Jasa : BJS 5 % P.a

4.2. Analisis dan Pembahasan 4.2.1. Penyaluran Kredit

CU Kridha Rahardja TP Yogyakarta memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat secara efisien dan terkendali. CU memberikan kredit kepada anggota masyarakat sebagai individu dan pengusaha kecil yang membutuhkan dana. Salah satu kegiatan CU adalah

58 melakukan redistribusi dana kepada masyarakat. Kredit adalah uang atau hutang yang diberikan sesuai dengan perjanjian pinjam meminjam antara koperasi dengan pihak lain. Dalam wawancara dengan staf kredit CU Kridha Rahardja ketika ditanyakan, apakah pihak CU memiliki peraturan khusus yang dibuat sendiri mengenai pemberian pinjaman ? Pada umumnya beliau menjawab:

“CU Kridha Rahardja TP-Yogyakarta punya yang namanya MPI Credit, yang dimana itu merupakan penjabar dari pengurus yang memmpunyai kebijakan yang diturunkan lewat prosedur pemberian kredit atau tata cara meminjam di CU dengan ketentuan seperti kredit wajib menerima persetujuan panitia kredit, Bendahara dan Ketua, petugas meminjamkan boleh diberi kewenangan guna memberikan dengan surat perjanjian pinjaman dengan pinjaman, pemeriksaan pinjaman harus dilakukan terhadap anggota buat mengecek kebenaran data tersebut.”

(wawancara, Staf Kredit CU Kridha Rahardja TP-Yogyakarta, 05 November 2020)

Proses pemberian kredit yang dilakukan oleh CU Kridha Rahardja TP-Yogyakarta dalam pemberian kredit kepada nasabahnya, pihak CU Kridha Rahardja TP-Yogyakarta harus membuat ketentuan – ketentuan, syarat – syarat maupun petunjuk tindakan yang harus dilakukan sejak diajukannya permohonan nasabah hingga saat pelunasan kredit tersebut. Tujuan dari prosedur kredit adalah untuk memastikan kelayakan penerimaan atau penolakan kredit. Dalam menentukan nilai kredit selalu dilakukan evaluasi secara mendalam pada setiap prosedurnya, jika dalam evaluasi tersebut mungkin terdapat kekurangan, maka pihak CU dapat meminta kembali kepada anggota atau bahkan langsung ditolak.

59 Sebelum menyalurkan kredit atau memberikan persetujuan kredit, bagian kredit perlu memberikan pertimbangan atau analisis kredit, yang menyangkut berbagai aspek serta seberapa besar anggota dapat diberikan kredit dan seberapa besar kemampuan anggota untuk mengembalikan pinjaman.

Kemudian menurut Mas Rudi perihal dalam memberikan kredit, perlunya melakukan analisis terhadap kemampuan debitur untuk membayar kembali kewajibannya hanya berdasarkan pada jaminannya, beliau menjawab :

“Ada, di dalam survei ditanyakan misalnya usaha ini modalnya berapa untungnya berapa kalau ada untungnya pasti bisa mengembalikan modal seperti apa yang diterapkan dalam salah satu dari analisis 5C yaitu Capital to pay dari kemampuan membayarnya.”

(Wawancara, Staf Kredit CU Kridha Rahardja, 05 November 2020) Tujuan dilakukannya analisis kredit adalah agar pihak CU merasa yakin bahwa kredit yang diberikan benar-benar aman, karena pemberian kredit tanpa dianalisis terlebih dahulu akan membahayakan usaha CU. Selanjutnya menurut staf kredit, analisis kredit sebelum memutuskan untuk menyetujui pinjaman sangat diperlukan, tanpa analisis kredit suatu permohonan tidak akan dicairkan atau disetujui.

Analisis kredit untuk memastikan bahwa pinjaman yang diberikan tidak memiliki kredit macet atau keterlambatan pembayaran, yang dapat menyebabkan kerugian usaha bagi CU.

Dalam menganalisis kredit ada beberapa prinsip yang selalu menjadi pertimbangan oleh CU Kridha Rahardja TP-Yogyakarta, dalam menganalisis kredit harus selalu memperhatikan prinsip-prinsip

60 perkreditan yang dikenal dengan istilah 5 C, yaitu melakukan penilaian terhadap watak atau karakter calon nasabah, kemampuan debitur dalam mengembalikan pinjaman pokok dan bunga, untuk mengetahui modal debitur, jaminan yang diberikan dan nilainya, serta bagaimana kondisi perekonomian debitur. Kemudian menurut staf Kredit, bahwa selain prinsip 5C yang dilakukan dalam menganalisis kredit, dalam penyaluran kredit kepada anggota senantiasa memperhatikan permohonan pinjaman, yaitu apa tujuan peminjaman, bagaimana keteraturan dalam menabung, kemampuan mengembalikan, prestasi masa lalu, dan partisipasi anggota atau kepedulian anggota terhadap CU sebagai milik bersama.

“Adapun langkah – langkah dalam prosedur pemberian kredit menurut Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia:

(Sumber dari : Peraturan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 35.2/Per/M.KUM/X. Jakarta, 2011) a) Pengajuan permohonan pinjaman

Langkah pertama yang harus dilakukan peminjam adalah mengajukan pinjaman ke CU. Dilengkapi dengan dokumen lain yang dipersyaratkan oleh koperasi, seperti status keanggotaan atau kuasi anggota, pengisian formulir pinjaman, penyerahan foto KTP pasangan dan penyerahan fotokopi KK, rekening listrik, gaji dan jaminan.

b) Analisis kelayakan pinjaman

61 Dalam menganalisis kelayakan pinjaman, pihak CU harus menilai apakah memenuhi syarat atau tidak. Apabila salah satu aspek tidak memenuhi syarat maka perlu dilakukan pertimbangan untuk mengambil keputusan. Adapun aspek yang dimaksud adalah dengan menerapkan prinsip 5C yaitu:

a. Character

Merupakan sifat atau watak seseorang. Sifat atau watak dari orang-orang yang akan diberikan kredit benar-benar harus dipercaya. Untuk itu, sifat dari calon debitur dapat dilihat dari latar belakang si nasabah, baik yang bersifat latar belakang pekerjaan maupun yang bersifat pribadi seperti gaya hidup.

b. Capacity

Hal ini dimaksud untuk mengetahui kemampuan calon debitur dalam memenuhi kewajibannya sesuai dengan waktu kredit. Dari penilaian terlihat kemampuan nasabah dalam mengelola bisnis. Kemampuan dihubungkan dengan latar belakang pendidikannya dan mengelola usaha.

c. Capital

Merupakan jumlah modal yang dimiliki oleh calon debitur atau berapa banyak dana yang akan diikutsertakan dalam proyek yang dibiayai oleh calon debitur.

d. Collateral

Merupakan jaminan/agunan yang akan diberikan oleh calon debitur atas kredit yang diajukan baik yang bersifat fisik maupun

62 nonfisik. Jaminan hendaknya melebihi jumlah kredit yang diberikan. Jaminan juga harus diteliti keabsahan dan kesempurnaannya sehingga jika terjadi masalah maka jaminan sebagai gantinya.

e. Condition of economy

Digunakan dalam menilai kredit, hendaknya juga dinilai kondisi ekonomi sekarang dan untuk di masa yang akan datang sesuai sektor masing – masing. Dalam kondisi perekonomian yang kurang stabil sebaiknya pemberian kredit untuk sektor tertentu jangan diberikan terlebih dahulu dan walaupun diberikan sebaiknya juga melihat prospek usaha tersebut di masa yang akan datang.

c) Keputusan pinjaman

Menentukan kredit akan diberikan atau ditolak, jika diterima, maka dipersiapkan administrasinya, biasanya keputusan kredit yang akan mencakup:

1) Jumlah uang yang diterima 2) Jangka waktu kredit

3) Biaya-biaya yang harus dibayar d) Pencairan pinjaman

Pencairan pinjaman juga harus melalui prosedur berikut:

1. Melengkapi pengajuan dana pinjaman dengan cara mengajukan proposal tujuan penggunaan dana, misalnya untuk modal usaha ,pembangunan atau pun biaya untuk sekolah/kuliah anak - anaknya.

63 2. Pengurus koperasi nantinya akan mempertimbangkan proposal pengajuan pinjaman anggota sesuai prosedur pinjaman yang sudah ditentukan sebelumnya.

3. Jika pengajuan pinjaman yang anggota ajukan disetujui, maka pencairan pinjaman dan lama pengembalian akan disesuaikan berdasarkan kesepakatan yang telah dituangkan dalam akad pinjaman koperasi.

e) Monitoring dan pembinaan

Selama anggota tersebut masih meminjam kepada pihak CU Kridha Rahardja, perlu dilakukan monitoring apakah pembayaran atas pinjaman dilakukan secara lancar atau tidak. Jika tidak, maka perlu dilakukan pembinaan agar peminjam dapat bekerjasama sama dengan baik.

4.2.1.1. Jaminan di CU Kridha Rahardja

Pada dasarnya pemberian kredit tentu menghendaki suatu jaminan yang mudah dijadikan uang bilamana pinjaman tersebut tidak dapat dilunasi tepat waktu oleh si penerima kredit. Dalam hal ini jaminan harus memadai untuk menjamin fasilitas kredit. Kegunaan jaminan antara lain:

1. Memberikan hak dan kuasa kepada bank untuk mendapatkan pelunasan, dengan menguangkan barang-barang jaminan tersebut, bilamana nasabah melakukan cedera janji, yang tidak membayar kembali hutangnya pada waktu yang telah ditetapkan dalam perjanjian sebelumnya.

64 2. Memberikan jaminan agar nasabah berperan dan turut serta dalam transaksi yang dibiayai dengan kredit bank, sehingga dengan demikian kemungkinan nasabah untuk meninggalkan usahanya yang akan merugikan nasabah tersebut kecil.

3. Memberikan dorongan kepada debitur untuk memenuhi syarat-syarat di dalam perjanjian kredit, khususnya pembayaran kembali kredit yang diberikan oleh kreditur agar debitur tidak kehilangan kekayaan yang telah dijanjikan.

Adapun bentuk-bentuk jaminan yang dapat diterima oleh bank sebagai jaminan kredit yang disalurkan yaitu:

1. Jaminan kebendaan, yang terdiri dari:

a. Jaminan benda berwujud

Yaitu barang-barang yang dapat dijadikan jaminan seperti:

tanah, bangunan, kendaraan bermotor, mesin-mesin, barang dagangan, tanaman/kebun.

b. Jaminan benda tidak berwujud

Yaitu benda-benda yang merupakan surat-surat berharga yang dijadikan jaminan, misalnya: sertifikat tanah, sertifikat rumah sertifikat obligasi, sertifikat saham, deposit rekening tabungan yang dibekukan, rekening giro yang dibekukan, wesel.

4) Jaminan pihak ketiga, yaitu jaminan yang diberikan oleh seseorang dan apabila kredit tersebut macet, maka orang yang memberikan jaminan itulah yang menanggung resiko, misalnya

65 jika pihak debitur menunggak dalam hal pembayaran kredit yang telah ditentukan, maka kekurangan tersebut dapat ditagih ke penjamin kredit atau jika ada pinjaman lainnya maka utang tersebut dibagi-bagi diantara penjamin.

4.2.1.2. Ketentuan Umum Pinjaman di CU Kridha Rahardja : 1. Syarat Pinjaman

a) Pinjaman baru bisa diproses jika seluruh data persyaratan dinyatakan lengkap dan benar.

b) Pinjaman dapat diproses jika sudah resmi menjadi anggota selama minimal 3 bulan dan sudah mengikuti Pendidikan Wajib, kecuali pinjaman yang tidak melebihi jumlah Total Simpanan (Utama, Agunan dan Saham).

c) Pinjaman wajib diketahui oleh pihak suami/isteri (bertanda tangan pada surat pernyataan bermaterai), apabila anggota telah menikah; atau orangtua/keluarga terdekat, bila anggota belum menikah.

d) Pinjaman Anggota yang melebihi tabungan bisa diajukan oleh anggota yang telah resmi menjadi anggota lebih dari 3 (tiga) bulan dan telah mengikuti Pendidikan Wajib dan Literasi Keuangan.

e) Simpanan yang dijadikan jaminan, akan diblokir (tidak dapat ditarik) sampai dengan pinjaman anggota sebesar tabungan.

66 f) Pinjaman yang jumlahnya dibawah atau sebanyak simpanan saat menunggak dalam bulan bersangkutan maka langsung ditarik habis guna membayar pinjaman.

g) Jika pinjaman melebihi simpanan maka anggota harus menyerahkan jaminan tambahan selain agunan tabungan yang ada.

h) Agunan yang dapat diterima oleh CU Kridha Rahardja adalah Sertifikat tanah (SHM, HGB) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dengan nilai taksir ditentukan oleh lembaga.

i) Jaminan berupa sertifikat tanah harus atas nama sendiri atau atas nama suami/istri atau orangtua yang dilengkapi surat kuasa menjaminkan ditandatangani di atas materai dan sertifikat jaminan tersebut diikat di notaris.

j) Biaya pengikatan oleh notaris dibebankan ke anggota.

k) Tanggung jawab pelunasan pinjaman melekat pada nama anggota yang mengajukan pinjaman, dan tidak dapat dialihkan kepada pihak lain dengan alasan apapun.

l) Anggota yang berusia di atas 65 tahun tidak diwajibkan meminjam.

2. Proses Pengajuan Pinjaman

a) Konsultasi atau wawancara kredit atas rencana pinjaman dilakukan pada hari Senin & Selasa (diluar hari tersebut digunakan untuk analisis pinjaman dan penagihan.

67 b) Pinjaman diberikan kepada anggota yang memiliki kemampuan membayar sesuai analisis kredit (analisis 5C) dan plafon pinjaman yang berlaku

c) Pinjaman sepenuhnya dilayani oleh Staf Kredit, mulai dari Pengambilan Formulir, Konsultasi, Survey, dan diputuskan dalam rapat kredit. Informasi keputusan kredit segera disampaikan ke Anggota.

d) Analisis kelayakan pinjaman diutamakan dari TP dibuat oleh staf kredit, diperiksa oleh Kepala Kantor dan diketahui oleh Komite TP/KK.

e) Apabila analisis kredit anggota tidak sesuai standar, maka Kepala Kantor TP berhak untuk tidak melanjutkan proses perkreditan, atau menawarkan solusi berupa penurunan pinjaman sesuai kemampuan.

f) Proses verifikasi yang dilakukan oleh bagian Kredit dalam waktu maksimal 7 hari kerja untuk pinjaman yang menjadi kewenangan Tempat Pelayanan dan maksimal 21 hari untuk pinjaman yang

f) Proses verifikasi yang dilakukan oleh bagian Kredit dalam waktu maksimal 7 hari kerja untuk pinjaman yang menjadi kewenangan Tempat Pelayanan dan maksimal 21 hari untuk pinjaman yang

Dokumen terkait