Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hakekatnya adalah profesi bagi seluruh pegawai yang bekerja di birokrasi pemerintah, berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), bekerja pada instansi pusat ataupun instansi daerah.
Pegawai ASN berkedudukan sebagai unsur aparatur Negara dan berfungsi sebagai: pelaksana kebijakan public; pelayan public; dan perekat pemersatu bangsa. Tugas pegawai ASN adalah:
melaksanakan kebijakan public yang dibuat dibuat Pejabat Pembina Kepegawaian; memberi pelayanan public secara professional dan berkualitas; dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan demikian, pegawai ASN berperan sebagai perencana, pelaksana dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan. Untuk itu maka pegawai ASN harus professional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
Pengembangan profesi ASN didasarkan pada nilai dasar, kode etik dan kode perilaku ASN. Sementara itu, kebijakan dan manajemen ASN didasarkan pada prinsip merit. Untuk memastikan para pegawai ASN mentaati nilai dasar, kode etik dan kode perilaku ASN dan kebijakan serta manajemen ASN didasarkan pada prinsip merit maka Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 mengamanatkan pembentukan KASN.
Dalam rangka memberikan arah dan sasaran yang jelas serta sebagai pedoman dan tolok ukur kinerja dalam pelaksanaan tugas KASN, maka disusun rencana strategis KASN untuk 2015-2019. Rencana strategis KASN disusun dengan memperhatikan visi, misi dan program aksi pemerintahan Presiden-Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, yang telah dirumuskan dalam Sembilan Agenda Prioritas, atau yang dikenal sebagai NAWACITA. Salah satu agenda prioritasnya adalah membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.
Di dalam NAWACITA, salah satu agendanya adalah: memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya. Pemerintahan Bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla berkomitmen menjalankan agenda reformasi birokrasi secara berkelanjutan melalui restrukturisasi organisasi birokrasi pemerintah, meningkatkan kompetensi aparatur, memperkuat monitoring dan supervisi atas kinerja pelayanan publik, dan mendorong masyarakat untuk mengawasi kinerja pelayanan publik. Selain itu, Visi dan Misi KASN ini merupakan hal yang tidak dapat dilepas-pisahkan dengan implementasi Grand Design Reformasi Birokrasi
2.1. Visi KASN
Sebagaimana diuraikan terdahulu, tujuan pembangunan bidang SDM aparatur adalah untuk mewujudkan aparatur sipil Negara yang professional, netral, berintegritas dan berkinerja tinggi. Untuk memastikan tujuan tersebut terwujud maka dibentuk KASN, yaitu lembaga independen yang berfungsi mengawasi pelaksanaan nilai dasar, kode etik dan kode perilaku ASN serta penerapan prinsip merit dalam kebijakan dan manajemen ASN. Nilai dasar, kode etik dan kode perilaku merupakan dasar pengembangan profesi ASN. Sementara itu, sistem merit diharapkan dapat mendorong peningkatan profesionalisme dan kinerja pegawai ASN.
Dengan mempertimbangkan mandat yang diberikan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta kondisi lingkungan strategis internal maupun eksternal KASN, telah ditetapkan visi KASN untuk tahun 2015 s.d. 2019 sebagai berikut:
Menjadi lembaga pengawas pelaksanaan nilai dasar, kode etik dan kode perilaku serta sistem merit yang terpercaya dan berwibawa di Asia guna mewujudkan Aparatur Sipil Negara profesional yang berkinerja tinggi, berintegritas dan netral.
Adapun penjelasan tentang Visi tersebut diatas sebagai berikut:
Terpercaya : Menunjukkan sikap-sikap berdasarkan bukti, menerapkan prinsip-prinsip keadilan, netral dalam mengambil kebijakan, keterbukaan, akuntabilitas, serta taat aturan dan hukum.
Berwibawa : Memiliki peran penting untuk menegakkan nilai dasar, kode etik dan kode perilaku ASN serta penyelenggaraan sistem merit secara profesional dalam birokrasi nasional.
2.2. Misi KASN:
Untuk mewujudkan visi KASN, akan dilakukan tindakan-tindakan nyata sebagai misi KASN, sesuai dengan tugas, fungsi dan perannya. Misi KASN untuk tahun 2015 s.d.
2019 sebagai berikut:
1. Melakukan pengawasan pelaksanaan sistem merit dan nilai dasar kode etik serta kode perilaku pegawai pada semua instansi pemerintah di pusat dan daerah secara obyektif, independen dan profesional
2. Menjaga netralitas pegawai ASN dan pelaksanaan fungsi ASN sebagai pemersatu bangsa
Penjelasan tentang Misi KASN sebagai berikut:
1. Untuk memastikan pegawai ASN mentaati nilai dasar, kode etik dan kode perilaku ASN dan kebijakan serta manajemen ASN didasarkan pada prinsip merit KASN perlu melakukan pengawasan, dengan menerima laporan terhadap dugaan pelanggaran dan melakukan penelusuran data dan informasi atas prakarsa sendiri terhadap dugaan pelanggaran. Dalam melakukan pengawasan KASN bersikap independen, profesional, obyektif dan independen. Hasil pengawasan dilaporkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di masing-masing instansi dan Presiden RI sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam pembinaan aparatur sipil Negara untuk tujuan pemberian sanksi maupun penyempurnaan pembuatan kebijakan di bidang SDM aparatur. Misi pertama ini merupakan merupakan bagian dari peran yang diharapkan dari KASN sebagai pembina profesi ASN dan sebagai pelindung sistem merit.
2. Salah satu tujuan UU ASN adalah mewujudkan pegawai ASN yang netral dan bebas dari pengaruh politik. Sebagaimana disebut dalam Pasal 9 ayat (2) UU 5/2014, Pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Selanjutnya, dalam pasal 87 ayat (4) disebutkan bahwa PNS diberhentikan dengan tidak hormat karena menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik.
Menjaga netralitas pegawai ASN merupakan salah satu tugas KASN.
2.3. Nilai Dasar KASN
Nilai-nilai dasar adalah hal-hal yang diakui sebagai kebenaran dalam pandangan seseorang dan mempengaruhi orang tersebut dalam berpikir, menilai sesuatu dan bertindak. Untuk menjadikan KASN lembaga pengawas yang terpercaya dan berwibawa, nilai dasar sebagai berikut perlu dikembangkan di lingkungan KASN: integritas, profesionalisme, kerjasama tim (team work), dan melayani. Penjelasan tentang masing-masing nilai dasar tersebut sebagai berikut:
1. Integritas:
Penyelenggaran tugas pengawasan oleh KASN dilandasi dengan sikap pribadi yang utuh dan selaras antara tata nilai yang diyakini (values), dengan perkataan dan tindak perilaku dalam pelaksanaan tugas-tugas sehari-hari.
2. Profesionalisme:
Melakukan tugas pengawasan dan menjamin sistem merit dalam birokrasi secara sungguh-sungguh, disiplin dan konsekuen dalam menyelesaikan tugas secara tuntas sehingga dapat mencapai sasaran dan tujuan pekerjaan sesuai target yang ditetapkan.
3. Kerjasama Tim:
Untuk melaksanakan tugas secara optimal, anggota, asisten dan seluruh pegawai KASN harus selalu melakukan komunikasi, koordinasi, dalam masing-masing unit kerja maupun lintas unit kerja di lingkungan KASN.
4. Melayani:
Dalam melaksanakan tugasnya, para personil KASN memberikan respon secara cepat, ramah dan akurat terhadap permintaan dari mitra kerja dan para pemangku kepentingan (stakeholders).
2.4. Tujuan KASN
Untuk mewujudkan visi dan misi diatas, pada periode 2015-2019, ditetapkan tujuan KASN, adalah:
1. Peningkatan kualitas implementasi sistem merit dalam manajemen ASN (non diskriminatif, profesional dan kinerja)
2. Peningkatan kepatuhan ASN terhadap nilai dasar, kode etik dan kode perilaku ASN.
3. Penciptaan ASN yang netral, bebas dari pengaruh politik serta berfungsi sebagai perekat pemersatu bangsa
Tujuan tersebut di atas merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan sasaran reformasi birokrasi nasional pada periode 2015-2019, yakni untuk menciptakan: 1) birokrasi yang bersih dan akuntabel; b) birokrasi yang efektif dan efisien; dan 3) birokrasi yang melayani, sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2015-2019.
Indikator kinerja utama untuk mengukur keberhasilan diuraikan dalam Bab IV tentang Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan. Di bagian ini juga diuraikan indikator kinerja sebagai instrumen untuk mengukur keberhasilan program-program dan kegiatan yang telah dirancang.
BAB III
ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI