• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. GAMBARAN UMUM KETERLIBATAN KAUM AWAM

A. Gambaran Umum Paroki St. Yohanes Rasul, Pringwulung,

2. Visi dan Misi Paroki

Paroki St. Yoha nes Rasul Pringwulung memiliki visi dan misi paroki sebagai arah dan tujuan paroki agar menjadi seperti diharapkan oleh umat paroki setempat. Visi dan misi Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung (Tim Penyusun Buku Kenangan Ulang Tahun Paroki Pringwulung, 2007: 3) dirumuskan sebagai berikut:

Visi

Umat Allah Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung bercita-cita menjadi murid Yesus yang setia mewartakan sabda Tuhan, mengembangkan rahmat Allah, menghayati, mengungkapkan, dan mewujudkan iman dalam hidup menggereja dan hidup memasyarakat.

Misi

1. Menumbuh kembangkan iman dalam keluarga sebagai basis hidup beriman.

2. Membangun dan mengembangkan paguyuban-paguyuban yang berciri terbuka.

3. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan pemberdayaan umat dan masyarakat dengan mendayagunakan seluruh potensi dan aspirasi umat secara terkoordinasi.

4. Menyelenggarakan pelayanan sosial, pelayanan kesehatan, pendidikan dan pembinaan demi peningkatan kesejahteraan umat dan masyarakat sekitar.

5. Memberikan perhatian dan kepedulian kepada seluruh umat terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, dan tersingkir serta cacat.

6. Membangun habitus baru; mengangkat martabat pribadi manusia dan melestarikan keutuhan ciptaan.

3. Situasi Geografis Paroki

Gereja Santo Yohanes Rasul Pringwulung sejak 27 Desember 1996 telah berubah statusnya dari stasi Mrican menjadi Paroki Administratif dan menjadi paroki mandiri. Paroki Santo Yohanes Rasul beralamatkan di Jalan Panuluh no. 377 A, Pringwulung, Depok, Sleman, Yogyakarta. Sebelah barat bangunan gereja berbatasan langsung dengan Sungai Gajah Wong, yang memebatasi rumah penduduk dengan gereja, sebelah timur gereja merupakan tanah lapangan kosong milik desa yang biasa digunakan oleh masyarakat sekitar untuk sepak bola atau bola volley, akan tetapi bila hari besar seperti Natal dan Paskah digunakan sebagai lahan parkir kendaraan umat. Bagian utara gereja merupakan pemukiman penduduk dan terdapat juga Wisma keuskupan (Wisma Domus Pacis). Adapun batas-batas wilayah Paroki Santo Yohanes Pringwulung [Lampiran 5: (24)] adalah sebagai berikut:

Sebelah utara : Paroki Banteng dan Minomartani. Sebelah timur : Paroki Baciro (stasi Babarsari). Sebelah selatan : Paroki Baciro.

Sebelah barat : Paroki Kota Baru.

Jarak gereja Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung dengan jalan raya (Jala n Afandi dahulu Jalan Gejayan) lebih kurang 300 meter. Dengan jarak yang

demikian bagi umat yang mempunyai kendaraan pribadi bukan menjadi kendala, akan tetapi bagi umat yang tidak mempunyai kendaraan pribadi bukan hal yang mudah. Karena bagi yang menggunakan kendaraan bus umum harus berjalan kaki 10 sampai 15 menit untuk sampai ke gereja. Maka kadang ada umat yang merasa keberatan untuk pergi ke gereja Pringwulung terutama bagi orang-orang tua. Sebagai solusi dan alternatif lain mereka sebagian pergi ke gereja lain seperti gereja Kota Baru, kapel Mrican, kapel Santa Anna, kapel Panti Rapih dan biara Klaris yang lebih mudah di jangkau. [Lampiran 3:(15)].

4. Situasi Umat Paroki

Gereja Pringwulung sebagai paroki mandiri baru berusia beberapa tahun dan dapat digolongkan sebagai paroki muda. Peningkatan dari Paroki Administratif menjadi paroki mandiri sudah seharusnya diikuti dengan mengetahui dan memperhitungkan keadaan lingkungan yang ada di paroki tersebut. Hal tersebut dikarenakan paroki terbentuk karena adanya lingkungan-lingkungan. Paroki St. Yohanes Pringwulung saat ini telah mempunyai 13 lingkungan. Nama-nama lingkungan yang ada di Paroki St. Yohanes Rasul, Pringwulung, Yogyakarta tersebut yakni [Lampiran 4: (23)]:

a. Lingkungan St. Albertus Magnus Deresan b. Lingkungan St. Stephanus Kepuh

c. Lingkungan St. Philipus Kuningan d. Lingkungan St. Stanislaus Karangasem e. Lingkungan Brayat Minulyo Nologaten f. Lingkungan Maria Carmel Kolombo g. Lingkungan St. Yusup Mrican

h. Lingkungan Santa Perawan Maria Ngropoh i. Lingk ungan Emmanuel Pringgondani j. Lingkungan St. Patricius Pringwulung I k. Lingkungan Angela Merici Pringwulung II

l. Lingkungan St. Margareta Maria Alacoque Pringwulung III m. Lingkungan St. Kristoforus Samirono.

Jumlah umat Katolik Paroki St. Yohanes Rasul, Pringwulung, Yogyakarta secara keseluruhan berdasarkan statistik 31 Desember 2007 berjumlah 3.946 jiwa (Tim Penyusun Buku Kenangan Ulang Tahun Paroki Pringwulung, 2007: 22). Jumlah tersebut tidak termasuk mahasiswa/pelajar dan biarawan/biarawati yang tinggal dan berdomisili di wilayah Paroki Pringwulung. Jumlah mahasiswa yang berdomisili dan kos di wilayah Paroki Pringwulung lebih kurang 1.000 orang, hal tersebut didukung dengan banyaknya Universitas dan sekolah yang berada di wilayah Paroki Pringwulung seperti Universitas Sanata Dharma, Universitas Atma Jaya, Universitas Negeri Yogyakarta, AKS Tarakanita, Akademi Pariwisata, Sekolah Tinggi Pertanian, Kolese De Brito, dan lain- lain.

Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung salah satu kekhasannya adalah mempunya i banyak kaum muda baik yang asli maupun pendatang. Jumlah kaum muda pendatang di paroki ini sangat banyak, hal ini disebabkan dengan adanya universitas- universitas besar yang ada di sekitar paroki. Dengan adanya kaum muda di Paroki Pringwulung ini tentu membawa warna yang khusus apalagi mereka berasal dari berbagai daerah yang ada di belahan Nusantara ini. Kehadiran kaum muda yang beraneka ragam dan beraneka budaya memberikan kekayaan tersendiri bagi Paroki St. Yohanes Rasul, Pringwulung, Yogyakarta. Menanggapi hal ini paroki memberikan perhatian kepada kaum muda dengan melibatkan dalam berbagai kegiatan. Salah satu bentuk perhatian paroki terhadap kaum muda seperti paduan suara mudika dan misa inovatif dengan gaya anak muda (Tim Penyusun Buku Kenangan Ula ng Tahun Paroki

Pringwulung, 2007: 22). Untuk tindakan lebih lanjut sampai saat ini pihak paroki belum mempunyai kebijakan berkaitan dengan banyaknya kaum muda yang kos di wilayah Paroki Pringwulung tetapi sudah menjadi sebuah wacana dan pemikiran kedepan [Lampiran 3: (16)].

Kekhasan lain yang dimiliki oleh Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung lainnya yaitu banyak komunitas imam biarawan biarawati yang berada di wilayah paroki ini. Ada lebih kurang 27 komunitas religius baik imam, Bruder, maupun komunitas suster (Tim Penyusun Buku Kenangan Ulang Tahun Paroki Pringwulung, 2007: 73-78; bdk. KAS, 2008: 163-174) yakni sebagai berikut:

• Tarekat Suster Cinta Kasih Santo Boromeus (C.B.)

• Kongregasi Pengikut Yesus (C.I.J. = Congregatio Imitationis Jesu)

• Kongregasi Frater Santa Perawan Maria Bunda Berbelaskasih (C.M.M. = Congregatio Fratrum Beatae Mariae Virginis Matris Misericoriae)

• Suster Pasionis Santo Paulus dari Salib (C.P.)

• Sahabat Setia Yesus (F.C.J. = Faithful Companis of Jesus)

• Putri Cintakasih Canossiana (F.d.C.C. = Figlie della Carita Canossiana) • Putri Bunda Hati Kudus (P.B.H.K.)

• Kongregasi Fransiskus Misionaris Maria (F.M.M.) • Fransiskanes Santa Elisabeth (F.S.E.)

• Frater Hamba- hamba Kristus (H.H.K.)

• Suster-suster Belaskasih dari Hati Kudus Yang Maha Kudus (H.K.) • Kongregasi Suster Fransiskan Santa Lusia (K.S.F.L.)

• Ordo Saudara-saudara Hina Fransiskan (O.F.M. = Ordo Fratrum Minorum)

• Ordo Santa Ursula (O.S.U.)

• Kongregasi Imam- imam Hati Kudus Yesus (S.C.J. = Congregatio Sacerdotum a Sacro Corde Jesu)

• Serikat Jesus (S.J. = Societas Jesu)

• Kongregasi Suster Cintakasih dari Maria Bunda yang Berbelaskasih (S.C.M.M. = Congregatio Sororum Caritatis a Nostra Domina Matre Misericordiae)

• Suster Dina Santo Yosef (S.M.S.J. = Sorores Minores Sancti Josephi) • Serikat Sabda Allah (S.V.D. = Societas Verbi Divini)

• Kongregasi Suster Fransiskus Dina (S.F.D. = Congregatie Zusters Franciscanessen van Dongen)

• Wisma Imam Projo Keuskupan Ruteng • Wisma Imam Projo Atambua

• Kongregasi Suster Cintakasih dari Yesus dan Maria Bunda Pertolongan Baik (K.Y.M.)

• Kongregasi Suster Santa Perawan Maria (S.P.M. = Zusters van Onze Lieve Vrouw)

• Ordo Suster Santa Klara (OSC = Ordo Sanctae Clarae) • Kongregasi Suster Fransiskanes Sambas (K.F.S.)

Dengan banyaknya komunitas tarekat religius maupun imam yang berada di Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung ini membawa warna tersendiri dalam kehidupan menggereja umat setempat. Kehadiran komunitas religius dan imam banyak membantu kegiatan rohani maupun kegiatan yang lain di Paroki Pringwulung. Romo paroki menyadari bahwa selama ini kurang menyapa komunitas-komunitas religius yang bedomisili di paroki Pringwulung. Untuk kembali menjalin komunikasi dengan komunitas religius seperti yang pernah diadakan oleh romo paroki sebelumnya, romo paroki mempunyai program untuk mengadakan kunjungan dan menjalin komunikasi dengan komunitas-komunitas religius yang berada di paroki Pringwulung. [Lampiran 3: (16-17)].

Sebagai usaha meningkatkan perkembangan iman, Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung memberikan kesempatan kepada umat untuk membentuk dan bergabung ke dalam kelompok komunitas-komunitas dan paguyuban-paguyuban. Adapun kelompok komunitas dan paguyuban yang ada di Paroki Pringwulung antara lain Putra-Putri Altar St. Dominicus Savio, mudika paroki, paduan suara mudika paroki Cantemus, komunitas lektor St. Yohanes Krisostomus, persekutuan doa karismatik, paguyuban kasepuhan Yuswa Adi, paguyuban Santa Monika, paguyuban seni gerak badan pernafasan Cokro Kembang Indonesia, dan komunitas Sant’Egidio. Beberapa komunitas dan paguyuban yang ada tersebut (kemungkinan masih banyak lagi bentuk kegiatan yang lain) sebagai wujud peran serta umat paroki dalam mengembangkan bakat dan iman melalui berbagai kegiatan. Gereja juga membuka kemungkinan adanya kegiatan umat demi pengembangan umat (Tim Penyusun Buku Kenangan Ulang Tahun Paroki Pringwulung, 2007: 18).

B. Keterlibatan Kaum Awam dalam Kerasulan Gereja Sebagai Pengurus Dewan Paroki di Paroki St. Yohanes Rasul, Pringwulung, Yogyakarta

Kepemimpinan dalam Gereja Vatikan II bukanlah kepemimpinan hierarkis, tetapi kepemimpinan partisipatif. Seluruh umat terlibat dalam membangun dan mengembangkan Gereja umat Allah. Seluruh umat dipanggil untuk menghadirkan dan mengaktifkan Gereja di tempat-tempat dan keadaan-keadaan manapun yang menuntut keterlibatan seluruh umat. Kristus menghendaki agar kesaksian dan pelayanan-Nya dilanjutkan oleh Gereja; maka Kristus menganugerahkan tugas imamat, kenabian dan rajawi Kristus kepada Gereja.

Dokumen terkait