BAB III METODE PENELITIAN
A. Deskripsi Teori
5. Volume Penjualan
c) Positioning
Positioning adalah image atau citra yang terbentuk di benak konsumen dari sebuah nama perusahaan. Positioning menyangkut bagaimana sebuah produk dinilai dan dilihat di mata konsumen , serta apa yang bisa membuat konsumen mengingat produk tersebut dan bisa membedakannya dengan produk lainnya.
Positioning tidak hanya membangun image tetapi juga membangun kepercayaan konsumen dengan menanamkan berbagai informasi, identitas tentang produk di dalam benak konsumen perusahaan sehingga konsumen selalu ingat dengan produk kita.
Menurut Kotler & Keller (2008) bahwa, positioning merupakan suatu kegiatan merancang penawaran dan citra perusahaan untuk meduduki tempat khusus di benak target pasar yang dituju. Strategi STP merupakan salah satu strategi yang memiliki banyak manfaat bagi kemajuan perusahaan. Implementasi strategi STP digunakan untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Selain itu, implementasi strategi STP digunakan untuk menciptakan perusahaan yang berbeda dan mendapatkan jumlah jamaah yang tinggi setiap tahunnya. Oleh karena itu, penelitian ini hanya fokus pada implementasi strategi STP yang ada di PT Bosowa Berlian Motor Makassar.
penjualan untuk mendapatkan omzet. Kegiatan pemasaran yang berorientasi pada tujuan senantiasa menjadi akses kemajuan suatu pemasaran. Volume penjualan dalam berbagai pandangan para ahli, secara eksplisit memberikan pengertian bahwa pemasaran suatu produk sangat berkaitan dengan besarnya jumlah penawaran yang ditawarkan kepada konsumen sesuai tingkat kepuasan atas produk yang digunakannya. Konsep penjualan menekankan usaha untuk terlaksananya transaksi penjualan agar tujuan tentang target penjualan perusahaan dapat tercapai, dengan demikian diharapkan dapat dicapai laba yang direncanakan dalam tujuan jangka pendek. (Sofjan Assauri, 2014).
Pada setiap perusahaan tujuan yang hendak dicapai adalah memaksimumkan profit disamping perusahaan ingin tetap berkembang. Realisasi dari tujuan in adalah volume penjualan. Volume penjualan menurut Yusnizal Firdaus (2011) bahwa “Volume penjualan dapat dijabarkan sebagai umpan balik dari kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan. Volume penjualan adalah hasil penjualan yang dinyatakan dalam bentuk kualitatif, fiskal atau volume.” Hal ini sejalan dengan yang dinyatakan oleh Rachmawati (2011) bahwa
“Volume penjualan dapat dijabarkan sebagai umpan balik dari kegiatan pemasaran yang dilaksanakan oleh perusahaan”. Adapun beberapa usaha untuk meningkatkan volume penjualan, diantaranya adalah :
a. Menjajakan produk dengan sedemikian rupa sehingga konsumen melihatnya.
b. Menempatkan dan pengaturan yang teratur sehingga produk tersebut akan menarik perhatian konsumen.
c. Mengadakan analisa pasar.
d. Menentukan calon pembeli atau konsumen yang potensial.
e. Mengadakan pameran produk.
Volume penjualan merupakan komponen yang berpengaruh langsung terhadap laba pada perusahaan. Tingkat volume penjualan yang ditetapkan mempengaruhi kualitas yang terjual. Untuk itu volume penjualan harus ditetapkan sedemikian rupa yang selalu berhubungan dengan harga dan biaya. Adapun sembiln faktor yang mempengaruhi volume penjualan, yaitu :
a. Pengaruh keunikan. Dimana semakin unik sebuah produk, semakin berkurang kepekaan perusahaan dalam membuat suatu harga akhirnya berpengaruh terhadap volume penjualan.
b. Pengaruh kesadaran. Semakin rendah kesadaran pembeli tentang harga yang ada, maka volume penjualan ditarget perusahaan akan menurun.
c. Pengaruh sulitnya membandingkan. Semakin sulit membandingkan mutu produk pengganti, semakin berkurang penjualan oleh perusahaan.
d. Pengaruh jumlah total pengeluaran. Semakin rendah jumlah total pengeluaran untuk membeli sebuah produk, dalam rasio terhadap semua penghasilan pembeli, semakin berkuranglah kepekaan perusahaan terhadap volume penjualan.
e. Pengaruh manfaat akhir. Semakin rendah pengeluaran dibandingkan dengan biaya total produk akhir, semakin berkuranglah kepekaan perusahaan terhadap volume penjualan.
f. Pengaruh biaya bersama. Jika sebagian biaya untuk membeli sebuah produk ditanggung oleh pihak lain, kepekaan pembeli terhadap volume penjualan akan berkurang.
g. Pengaruh investasi bergabung. Kepekaan pembeli terhadap harga berkurang apabila produk tadi digunakan dalam hubungannya dengan aktiva yang telah ditanamkan oleh perusahaan.
h. Pengaruh harga. Kepekaan pembeli terhadap harga berkurang, jika produk dianggap lebih bermutu, lebih bergengsi dan lebih eksklusif.
i. Pengaruh persediaan barang. Kepekaan pembeli terhadap harga berkurang jika mereka tidak dapat menyimpan produk yang akan terjual tersebut.
Volume penjulan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan.
Laba dapat diperoleh dengan melalui pemuasan konsumen. Dengan laba tersebut, maka perusahaan dapat tumbuh, berkembang dan dapat mempertahankan kelansungan hidup usahanya. Menurut Fandy Gregorius Chandra Tjiptono (2012) mengenai definisi volume penjualan, “esensinya diterapkan dalam tiga apresiasi yaitu : pertama, tingkat volume penjualan yang ingin dicapai, kedua, pasar yang ingin dikembangkan sebagai kegiatan transaksi atau tempat melakukan transaksi dan ketiga, adalah keuntungan atas volume penjualan. Ketiga esensi tersebut pada dasarnya memberikan batasan bahwa volume penjualan diartikan sebagai penambahan nilai ekonomi yang ditimbulkan melalui aktivitas penawaran produk dari berbagai perusahaan industri yang menawarkan pembelian kepada konsumen”. Menurut Andriyani Kusumawati (2011) memberikan definisi
“volume penjualan yang berorientasi pada pertambahan omzet adalah hasil
keuntungan yang diperoleh atau dicapai sesuai dengan banyaknya produk yang ditawarkan dan dibutuhkan oleh konsumen, banyaknya jumlah transaksi yang terjadi dan banyaknya penawaran yang dilakukan sehingga menghasilkan keuntungan”. Tentu peningkatan volume penjualan akan terjadi apabila jasa yang ditawarkan tersebut didistribusikan oleh pihak – pihak yang melakukan transaksi volume penjualan produk. Banyaknya perusahaan menerapkan tingkat penawaran optimal (omzet yang menguntungkan) apabila memahami tiga hal yaitu penerapan segmentasi volume penjualan, targeting volume penjualan dan positioning volume penjualan. Ketiga hal ini merupakan bentuk yang sangat diperlukan dalam melakukan proses aktivitas volume penjualan suatu produk yang dipromosikan.
Kebanyakan manajer perusahaan selalu berharap agar perusahaan yang dipimpinnya mengalami peningkatan dalam peningkatan omzet volume penjualan dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Harapan tersebut tidak akan menjadi kenyataan apabila para manajer tidak bertindak dengan jeli dan konsisten dalam memecahkan persoalan strategi pemasaran yang harus diterapkannya, agar omzet volume penjualan ditingkatkan (Reni Damayanti, 2010).
Peningkatan volume penjualan bagi perusahaan sangat penting untuk mengukur keberhasilan para manajer atau merupakan indikasi berhasil tidaknya perusahaan dalam persaingannya. Karena iu, menjadi suatu tujuan dari setiap perusahaan dalam meningkatkan volume penjualannya. Dan salah satu yang sangat berpengaruh terhadap volume penjualan adalah adanya faktor – faktor distribusi yang mempengaruhi peningkatan volume penjualan produk perusahaan
dalam melakukan suatu pengambilan keputusan. Terdapat beberapa indikator dari volume penjualan menurut Basu Swastha (2008:404) yaitu :
a. Mencapai volume penjualan.
b. Mendapatkan laba.
c. Menunjang pertumbuhan perusahaan.
Mengukur peningkatan volume penjualan dengan menggunakan metode aplikasi terhadap total volume penjualan yang diterima adalah total volume penjualan yang diterima oleh peusahaan berbanding dengan total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam proses pengoperasian produk tersebut sampai ke tangan konsumen. Hasil akumulasi antara total penerimaan berbanding dengan pengeluaran × 100% merupakan nilai volume penjualan yang diterima oleh perusahaan.