• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wahab Bin Munabbih, salah seorang penulis utama yang mengarang sejarah Islam bagi umat Muslim

Dalam dokumen Menyingkap Sejarah Islam Sesungguhnya (Halaman 56-59)

Wahab Bin Munabbih adalah orang Yaman keturunan Persia yang memeluk Islam, dan dia adalah salah seorang dari para penulis utama sejarah Islam. Ibn Ishaq juga seringkali mengutip keterangannya. Wahab menulis tentang penyerangan² militer yang dilakukan Muhammad. Dia mati sekitar 114 tahun setelah Muhammad hijrah ke Medina, [72] dan Ibn Ishaq mati sekitar 40 tahun setelah Wahab mati.

[72] Tarikh al-Tabari, I, hal. 496

Sama seperti yang telah dilakukan Ibn Ishaq, Wahab juga mengarang banyak cerita yang belum pernah ditulis sebelumnya, atau pernah dibaca dari sumber sejarah lainnya. Semua sejarahnya hanyalah dongeng yang dibesar-besarkan belaka. Wahab tidak mengerti kejadian² sejarah dan kronologi Alkitab. Dia mengatakan bahwa Yehezkiel memimpin Israel seketika setelah kematian Yoshua, [73] tangan kanan Musa yang memimpin Israel ke Tanah Perjanjian Kanaan. Wahab rupanya tidak tahu bahwa terdapat senjang 1000 tahun antara jaman Yoshua dan jaman Nabi Yehezkiel, dan bahwa Yehezkiel itu adalah seorang Nabi yang tak pernah jadi pemimpin militer Israel.

57 |Islam Ditinjau dari Pengamatan Sejarah [http://www.buktidansaksi.com]

Wahab mengatakan bahwa Yehezkiel membangkitkan kembali pasukan bersenjata Israel dari kematian. Di Qur‟an, Sura 2:243, dinyatakan kejadian ini tanpa menyebut nama Yehezkiel. Wahab, sama seperti si Mamad SAW, tidak mengerti keterangan kitab Yehezkiel (Akitab Perjanjian Lama, buku 37), di mana Tuhan menunjukkan penglihatan pada Yehezkiel akan tulang belulang yang berserakan di sebuah lembah. Tuhan menunjukkan pada Yehezkiel bahwa daging dan pembuluh darah mulai keluar menutupi tulang belulang. Roh Tuhan berada bersama mereka, dan dalam penglihatan Yehezkiel, tulang belulang berubah menjadi sekumpulan pasukan besar. Penglihatan yang ditunjukkan Tuhan pada Yehezkiel ini merupakan ramalan simbolis masa depan yang akan digenapi di masa Perjanjian baru. Tuhan berjanji

membangkitkan kembali orang² yang mati dalam dosa, sama seperti Dia membangkitkan kembali tulang-belulang yang mati. Setelah menyelamatkan mereka melalui penebusan Kristus di kayu salib, Tuhan berjanji mengirimkan Roh Kudus dalam diri mereka. Bagi Muhammad tak mengerti pesan penglihatan yang ditunjukkan Tuhan pada Yehezkiel, sehingga dia mengira Yehezkiel-lah yang membangkitkan tentara Israel dari tulang-belulang kering. Tiada nabi manapun selain Yehezkiel yang melihat penglihatan ini, dan tak ada kitab Yudaisme mana pun yang menyatakan bahwa kejadian ini benar² terjadi di dunia nyata, dan bukan sekedar

penglihatan saja. Jika hal ini benar² terjadi di dunia, maka ini tentunya termasuk sebagai salah satu muzizat terbesar di Perjanjian Lama, setara dengan laut Merah terbelah di jaman Musa. Ibn Ishaq juga mengutip dongeng dari Wahab bin Muhabbih ketika dia menulis keterangan tentang Tabut Perjanjian di Perjanjian Lama:

Di dalam tabut itu terdapat kemuliaan “Shakinah” dan bentuknya berupa kepala mayat kucing. Tatkala kepala kucing mati itu mengeluarkan suara keras dari dalam Tabut, umat Israel mendapat jaminan kemenangan dan tahu bahwa mereka akan menguasai tanah² milik bangsa lain. [74] [74] Tarikh al-Tabari, I, hal. 274

Kita tahu tak ada mayat kucing dalam Tabut. Dongeng kacau ini tidak pernah disebut dalam Alkitab karena memang tak pernah terjadi.

58 |Islam Ditinjau dari Pengamatan Sejarah [http://www.buktidansaksi.com] Replika Tabut Perjanjian

Ibn Ishaq mengutip keterangan Wahab Bin Muhabbih tentang kisah lain yang juga sama ngawurnya. Dia mengatakan bahwa Ratu Sheba datang menemui Raja Salomo dengan pasukan yang terdiri dari 12000 raja² Yaman. Di bawah setiap raja, terdapat 12000 prajurit. [75] Ini berarti Yaman memiliki 12000 raja dan sekitar 50 juta prajurit di jaman itu, ketika penduduk seluruh dunia saja tidak mencapai jumlah sebesar itu. Kita mengetahui (dari keterangan sejarah Romawi tentang Sheba) bahwa tentara Shabaia berjumlah kecil dibandingkan tentara Ethiopia atau Mesir. Ibn Ishaq, yang mencontek keterangan Wahab begitu saja, mengatakan bahwa Raja Salomo menyebabkan Ratu Sheba menikah dengan “Tubb‟a, Raja Hamdan,” dan bahwa Tubb‟a menjadi Raja Yaman melalui pernikahan. [76] Tulisan ini menunjukkan betapa butanya Wahab akan sejarah Yaman, negara asalnya sendiri. Gelar Tubb‟a hanya diberikan kepada Raja² Yaman dinasti Himyarit yang muncul di sekitar tahun 115 SM dan menguasai Sheba di sekitar tahun 275 M. Dengan begitu, gelar “Tubb‟a” merupakan gelar raja² Himyarit di Yaman di jaman 275 M, tapi Raja Salomo hidup di abad ke 10 SM. Ini berarti pernyataan Wahab bahwa Tubb‟a menikahi Ratu Sheba, dan jadi Raja Yaman di jaman Salomo, hanya menunjukkan bahwa Wahab dan Ishaq tidak tahu akan data dan kronologi sejarah.

[75] Tarikh al-Tabari, I, hal. 292 [76] Tarikh al-Tabari, I, hal. 292

Wahab mengatakan bahwa Raseh dari Ethiopia yang berperang melawan Asa, Raja Yudea, adalah Raja dari India. Dia juga mengatakan bahwa dalam peperangan ini dibantu oleh masyarakat Gog dan Magog. [77]

59 |Islam Ditinjau dari Pengamatan Sejarah [http://www.buktidansaksi.com]

Masih mengutip dari Wahab, Ibn Ishaq juga mengatakan bahwa Ayub adalah warga Romawi dan dia (Ibn Ishaq) menciptakan silsilah keturunan baginya yang menghubungkannya dengan Ishak, putra Abraham. [78] Wahab mengatakan bahwa Samson berasal dari dusun Romawi, dan dia adalah Muslim. [79] Tapi kita tahu bahwa Samson adalah Hakim Israel yang lahir di abad ke 13 SM, jauh sebelum kota Romawi didirikan di tahun 753-748 SM. Wahab, sama seperti pengarang Muslim lainnya, ingin mendukung pernyataan Muhammad di Qur‟an. Wahab

berusaha membuat agama Muhammad, yakni Islam, tampak berakar dari peradaban kuno. Dalam Qur‟an, Muhammad mengatakan bahwa Islam merupakan agama kuno yang dianut berbagai figur penting sejarah, seperti Alexander Agung dan Ratu Syeba yang mengunjungi Raja Salomo. Dia juga menyebut bahwa para tukang sihir yang menentang Musa, Firaun dan istrinya Assia, sebagai Muslim. Dia juga mengatakan bahwa Allah akan menikahkannya dengan Assia dan Maria ibu Yesus di surga. [80]

[78] Tarikh al-Tabari, I, hal. 194 [79] Tarikh al-Tabari, I, hal. 381 [80] Halabiyah, hal. 106.

Wahab bin Munabbih dengan ngawurnya menulis sejarah guna membenarkan kesalahan sejarah di Qur‟an. Dia juga ingin mendukung keterangan Qur‟an bahwa Maria ibu Yesus melahirkan Yesus di bawah pohon kurma. Sayangnya, tak ada pohon kurma di Betlehem karena pohon kurma hanya tumbuh di daerah yang sangat panas. Tapi Wahab tak menggubris fakta itu dan menulis: Yesus lahir di perbatasan Mesir “dekat sebuah pohon kurma.” [81]

[78] Tarikh al-Tabari, I, hal. 194 [79] Tarikh al-Tabari, I, hal. 381 [80] Halabiyah, hal. 106 [81] Tarikh al-Tabari, I, hal. 350

Hisham bin Mohammed

Hisham bin Mohammed juga melanjutkan kekacauan sejarah dalam literatur

Dalam dokumen Menyingkap Sejarah Islam Sesungguhnya (Halaman 56-59)

Garis besar

Dokumen terkait