BAB III METODOLOGI PENELITIAN
B. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di CU Ngudi Raharjo Gereja Paroki Administratif Maria Assumpta Cawas yang berdomisili di Dukuh Brangkal, Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Penelitian pada objek dilakukan selama empat bulan yaitu Bulan Desember 2017 hingga Maret 2018.
C. Subjek dan Objek Penelitian
Subjek Penelitian dalam penelitian ini adalah:
1. Ketua CU Ngudi Raharjo 2. Bendahara CU Ngudi Raharjo 3. Karyawan CU Ngudi Raharjo
4. Dewan Paroki Administratif Maria Assumpta Cawas 5. Anggota CU Ngudi Raharjo
Objek Penelitian dalam penelitian ini adalah:
1. Dokumen dan catatan terkait dengan kegiatan operasional tahun 2017 2. Penyajian catatan dan laporan keuangan tahun 2017
D. Data yang Diperlukan dalam Penelitian
Jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah:
1. Sejarah, visi, misi dan perkembangan CU Ngudi Raharjo 2. Struktur organisasi CU Ngudi Raharjo dan deskripsi pekerjaan.
3. Catatan tentang transaksi dan program-program yang telah dilaksanakan.
4. Dokumen dan laporan keuangan serta pelaporan-pelaporan terkait pelaksanaan kegiatan CU (laporan RAT, laporan bulanan, laporan pelaksanaan progam, data anggota dan pengurus berikut data simpan pinjam yang terjadi).
5. Proses akuntansi yang dijalankan CU Ngudi Raharjo.
6. Data mengenai kebutuhan pengguna laporan keuangan CU Ngudi Raharjo terhadap informasi yang diperoleh dari pencatatan dan pelaporan keuangan CU Ngudi Raharjo.
E. Metode dan Desain Penelitian
Metode penelitian untuk melaksanakan penelitian ini adalah dengan metode kualitatif. Dengan metode ini, peneliti akan melakukan analisis data dan mendeskripsikan hal-hal yang menjadi objek/subjek penelitian. Untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dirumuskan di dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif-komparatif yang dimudahkan dengan adanya tabel perbandingan dan tabel analisis. Menurut Nuryaman dan Veronica (2015), penelitian deskriptif adalah penelitian yang memiliki tujuan untuk memperoleh deskripsi atau gambaran mengenai
karakteristik subjek yang diteliti. Sedangkan penelitian komparatif adalah penelitian dengan tujuan untuk mengetahui atau menguji perbedaan antara satu kelompok dengan kelompok yang lainnya.
F. Teknik Pengumpulan Data
Untuk menunjang pengumpulan data yang lebih akurat dan sesuai dengan kebutuhan penelitian, peneliti melaksanakan tiga teknik pengumpulan data.
Penggunaan beberapa teknik pengumpulan data ini diharapkan dapat membantu peneliti untuk mendapatkan data yang lengkap dari objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
a. Wawancara
Wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara lisan dengan subjek penelitian. Data yang dikumpulkan melalui teknik wawancara ini adalah data mengenai gambaran umum CU, program kegiatan, sistem akuntansi yang dilaksanakan CU Ngudi Raharjo, wawancara kepada pengguna laporan keuangan CU Ngudi Raharjo mengenai kebutuhannya terhadap informasi yang didapatkan melalui laporan keuangan CU Ngudi Raharjo, dan wawancara konfirmasi atas hasil analisis data.
b. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan melihat berkas, dokumen, catatan, laporan yang
berkaitan dengan objek yang diteliti. Data yang ingin diperoleh meliputi laporan RAT dan laporan keuangan CUNR tahun 2017.
c. Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data dimana peneliti hadir secara langsung pada situasi yang diteliti dan secara sistematis mengamati berbagai dimensi yang ada. Melalui teknik observasi, peneliti akan terlibat langsung dalam kegiatan operasional CU Ngudi Raharjo untuk memahami lebih mendalam data-data yang diperlukan bagi penelitian dan melalui keikutsertaan penulis dalam rapat RAT penulis akan memilih salah satu anggota untuk dijadikan sebagai narasumber.
G. Teknik Analisis Data
1. Teknik analisis data untuk menjawab permasalahan pertama yaitu melalui proses wawancara dibantu dengan menggunakan tabel deskriptif-komparatif. Langkah-langkah yang dilakukan oleh penulis adalah sebagai berikut.
a. Menyusun daftar tujuan atau kepentingan pengguna laporan keuangan terhadap informasi yang tertera di dalam laporan keuangan CUNR, melalui tabel deskriptif-komparatif.
b. Melakukan wawancara dengan pengguna laporan keuangan CUNR untuk menggali informasi mengenai sejauh mana kebutuhan mereka dalam memanfaatkan informasi yang dipaparkan dalam Laporan Keuangan CUNR. Melalui proses wawancara penulis akan
mengetahui kebutuhan-kebutuhan pengguna yang sesungguhnya, atas informasi dari Laporan Keuangan CUNR.
c. Melakukan proses transkripsi hasil wawancara dengan pengguna laporan keuangan CUNR.
d. Menganalisis hasil wawancara yang telah dilaksanakan dengan para pengguna laporan keuangan CUNR dan mengelompokkan pada tabel deskriptif-komparatif. Artinya, data mengenai kebutuhan pengguna yang diperoleh melalui wawancara dikomparasikan dengan informasi keuangan pada laporan keuangan yang disusun oleh CUNR. Lalu peneliti akan melakukan deskripsi sebagai hasil analisis terhadap tabel komparasi.
e. Melakukan penarikan kesimpulan terhadap hasil analisis. Dasar penarikan kesimpulan untuk menyimpulkan laporan keuangan CUNR tahun 2017 dalam mencukupi kebutuhan penggunanya adalah sebagai berikut:
1) Laporan keuangan CUNR dikatakan cukup dalam memenuhi kebutuhan pengguna laporan keuangan apabila informasi keuangan yang dibutuhkan pengguna yang diperoleh melalui proses wawancara terdapat di dalam laporan keuangan yang telah disusun. Informasi dianggap dibutuhkan apabila membantu pengguna dalam menjalankan tugas, wewenang dan tanggungjawabnya di dalam CU. Dalam hal ini peneliti akan mengumpulkan data kebutuhan pengguna melalui wawancara
dan melakukan analisis atas data yang diperoleh mengacu pada pemaparan tugas, wewenang dan tanggung jawab pengguna menurut UU No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian.
2) Laporan keuangan CUNR dikatakan tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan pengguna laporan keuangan apabila informasi keuangan yang dibutuhkan pengguna (yang diperoleh melalui proses wawancara) dalam menjalankan tugas, wewenang dan tanggung jawab tidak terdapat di dalam laporan keuangan yang telah disusun. Dalam hal ini peneliti akan mengumpulkan data kebutuhan pengguna melalui wawancara dan melakukan analisis atas data yang diperoleh mengacu pada pemaparan tugas, wewenang dan tanggung jawab pengguna menurut UU No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian.
2. Teknik analisis data untuk menjawab permasalahan yang kedua ini peneliti menggunakan tabel deskriptif-komparatif yaitu dengan membandingkan teori dengan praktik yang terjadi pada CU, kemudian menarik kesimpulan dari perbandingan tersebut. Langkah-langkah yang akan dilakukan oleh penulis adalah sebagai berikut.
a. Mengumpulkan laporan keuangan yang disusun oleh CUNR tahun 2016 yang meliputi Neraca, Laporan Perhitungan Hasil Usaha, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan.
b. Memasukkan daftar informasi keuangan menurut SAK ETAP berdasarkan jenis laporan keuangannya ke dalam tabel deskriptif-komparatif.
c. Mengamati, memahami, membandingkan dan menganalisis laporan keuangan CUNR menurut SAK ETAP. Bagian ini bertujuan untuk melihat kecukupan laporan keuangan CUNR untuk menerapkan SAK ETAP, lalu mendeskripsikan analisis yang dilakukan. Pelaksanaan pembandingan penulis dibantu dengan tabel perbandingan yang mengacu pada SAK ETAP.
d. Menganalisis tabel perbandingan yang telah dibuat, lalu menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis tabel perbandingan Laporan Keuangan CUNR dengan ketentuan dari SAK ETAP tersebut.
Dasar penarikan kesimpulan untuk rumusan masalah kedua mengacu pada ketentuan di dalam SAK ETAP dan mempertimbangkan teori
laporan keuangan koperasi simpan pinjam menurut Rudianto (2010) dan Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 13/Per/M.KUKM/IX/2015 yang mengatur mengenai pedoman akuntansi usaha simpan pinjam oleh koperasi.
1) Laporan keuangan CUNR dikatakan cukup untuk menerapkan ketentuan dalam SAK ETAP apabila dari 5 jenis laporan keuangan yang dibandingkan telah mengandung informasi keuangan yang sama dengan ketentuan SAK ETAP mengenai informasi laporan keuangan .
2) Laporan keuangan CUNR dikatakan tidak cukup untuk menerapkan ketentuan dalam SAK ETAP apabila dari 5 jenis laporan keuangan yang dibandingkan tidak mengandung informasi keuangan yang sama dengan ketentuan SAK ETAP mengenai informasi laporan keuangan .
.
No. Jenis Laporan Keuangan
SAK ETAP Yang Dibandingkan Paragraf Laporan Keuangan CUNR tahun 2017 Cukup
Tidak Cukup 1.
Laporan Neraca
Pos-pos aset dalam neraca meliputi:
a. Kas dan setara kas
Paragraf 4.2
2. b. Piutang usaha dan piutang lainnya Paragraf 4.2
3. c. Aset tetap Paragraf 4.2
4. Pos-pos kewajiban dalam neraca meliputi:
a. Utang usaha dan utang lainnya
Paragraf 4.2
5. Terdapat pos ekuitas di dalam neraca. Paragraf 4.2
6. Entitas menyajikan pos, judul, dan sub jumlah lainnya dalam neraca.
Paragraf 4.3 7. Entitas harus menyajikan aset lancar dan aset
tidak lancar, kewajiban jangka panjang dan kewajiban jangka pendek.
Paragraf 4.5
Data diolah tahun 2018
(lanjutan)
No. Jenis Laporan Keuangan
SAK ETAP Yang Dibandingkan Paragraf Laporan Keuangan CUNR tahun 2017 Cukup
Tidak Cukup 8. Laporan Neraca Informasi harus diungkapkan secara
komparatif dengan periode sebelumnya kecuali dinyatakanlain oleh SAK ETAP (termasuk informasi dalam laporan keuangan). Entitas memasukkan informasi komparatif untuk informasi naratif dan deskriptif jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan.
Paragraf 3.9
9.
Laporan Laba Rugi
Laporan laba Rugi minimal mencakup pos-pos sebagai berikut: penyajian tersebut relevan untuk memahami kinerja keuangan entitas.
Paragraf 5.4
Data diolah tahun 2018
(lanjutan)
No. Jenis Laporan Keuangan
SAK ETAP Yang Dibandingkan Paragraf Laporan Keuangan CUNR tahun 2017
Informasi harus diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya kecuali dinyatakanlain oleh SAK ETAP (termasuk informasi dalam laporan keuangan). Entitas memasukkan informasi komparatif untuk informasi naratif dan deskriptif jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan.
Paragraf 3.9
14.
Laporan Perubahan Ekuitas
Entitas menyajikan laporan keuangan ekuitas yang menunjukkan :
a. Laba atau rugi untuk periode
Paragraf 6.3
15. b. Pendapatan dan beban yang diakui
langsung dalam ekuitas
Paragraf 6.3 Sumber : Data diolah tahun 2018
(lanjutan)
No. Jenis Laporan Keuangan
SAK ETAP Yang Dibandingkan Paragraf Laporan Keuangan CUNR tahun 2017 rekonsiliasi antara jumlah tercatat awal dan akhir periode, diungkapkan secara terpisah.
Paragraf 6.3
17. Informasi harus diungkapkan secara
komparatif dengan periode sebelumnya kecuali dinyatakanlain oleh SAK ETAP (termasuk informasi dalam laporan keuangan). Entitas memasukkan informasi komparatif untuk informasi naratif dan deskriptif jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan.
Paragraf 3.9
18.
Laporan Arus Kas
Entitas menyajikan Laporan Arus Kas yang melaporkan arus kas untuk suatu periode dan mengklasifikasikan menurut aktivitas operasi, aktivitas investasi, danaktivitas pendanaan.
Paragraf 7.3
Sumber : Data diolah tahun 2018
(lanjutan) No. Jenis Laporan
Keuangan
SAK ETAP Yang Dibandingkan Paragraf Laporan Keuangan CUNR tahun 2017
Arus kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas penghasil utama pendapatan entitas.
Paragraf 7.4
20. Arus kas dari investasi mencerminkan
pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan.
Paragraf 7.5
21. Arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan meliputi penerimaan kas, pembayaran kas, pelunasan pinjaman, dan pembayaran kas.
Paragraf 7.6
22. Informasi harus diungkapkan secara
komparatif dengan periode sebelumnya kecuali dinyatakanlain oleh SAK ETAP (termasuk informasi dalam laporan keuangan). Entitas memasukkan informasi komparatif untuk informasi naratif dan deskriptif jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan.
Paragraf 3.9
Sumber : Data diolah tahun 2018
(lanjutan)
No. Jenis Laporan Keuangan
SAK ETAP Yang Dibandingkan Paragraf Laporan Keuangan CUNR tahun 2017
Catatan atas Laporan Keuangan berisi informasi sebagai tambahan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan naratif atau rincian jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan dan informasi mengenai pos-pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.
Paragraf 8.1
24. Catatan atas laporan keuangan harus:
a. Menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi tertentu yang digunakan sesuai dengan paragraf 8.5 dan 8.6;
Paragraf 8.2
Sumber : Data diolah tahun 2018
(lanjutan) No. Jenis Laporan
Keuangan
SAK ETAP Yang Dibandingkan Paragraf Laporan Keuangan CUNR tahun 2017
b. Memberikan informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan, tetapi relevan untuk memahami laporan keuangan.
Paragraf 8.2
26. Secara nomal urutan penyajian catatan atas laporan keuangan adalah sebagai berikut:
a. Suatu pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK ETAP.
laporan keuangan sesuai dengan urutan penyajian setiap komponen laporan keuangan dan urutan penyajian pos-pos tresebut.
Paragraf 8.4
39. d. Pengungkapan lain Paragraf 8.4
Sumber : Data diolah tahun 2018
Perbandingan Laporan Keuangan CU Ngudi Raharjo dengan Ketentuan Berdasarkan SAK ETAP (lanjutan)
No. Jenis Laporan Keuangan
SAK ETAP Yang Dibandingkan Paragraf Laporan Keuangan CUNR tahun 2017
Dalam ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan harus diungkapkan:
a. Dasar pengukuran yang digunakan dalam penyususnan laporan keuangan.
Paragraf 8.5
31. b. Kebijakan akuntansi lain yang
digunakan yang relevan untuk memahami laporan keuangan.
Paragraf 8.5
32. Informasi harus diungkapkan secara
komparatif dengan periode sebelumnya kecuali dinyatakanlain oleh SAK ETAP (termasuk informasi dalam laporan keuangan). Entitas memasukkan informasi komparatif untuk informasi naratif dan deskriptif jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan.
Paragraf 3.9
Jumlah
3. Teknik analisis data untuk menjawab permasalahan yang ketiga ini peneliti akan menggunakan seluruh laporan keuangan CUNR untuk dianalisis. Proses analisis yang dilakukan mengacu pada 13 rasio PEARLS yang dibandingkan. Agar lebih memudahkan peneliti dalam melakukan analisis, digunakan tabel checklist. Langkah-langkah kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut.
a. Memasukkan rasio yang dibandingkan beserta tujuan pengukuran dan komponen formulanya ke dalam tabel.
b. Mengidentifikasi keberadaan tiap komponen formula PEARLS di dalam seluruh laporan keuangan CUNR. Analisis dilakukan dengan membubuhkan tanda centang di dalam kolom keterangan dengan ketentuan berikut.
1) Centang dibubuhkan pada kolom “ada” bila seluruh komponen formula tiap rasio dapat ditemukan melalui laporan keuangan CUNR.
2) Centang dibubuhkan pada kolom dengan judul “tidak ada” bila rasio tidak dapat ditentukan karena informasi yang diperlukan untuk mengukur rasio terkait tidak terdapat atau tidak ditemukan di dalam laporan keuangan CUNR.
c. Menarik kesimpulan berdasarkan analisis pada tabel Checklist. Dasar penarikan kesimpulan untuk rumusan masalah yang ketiga mengacu pada teori sistem PEARLS dari buku Munaldus (2014). Munaldus
menuliskan sebanyak 13 rasio yang digunakan dalam menerapkan sistem PEARLS untuk menilai kinerja keuangan Credit Union.
1) Laporan keuangan CUNR dikatakan telah cukup untuk menerapkan sistem PEARLS apabila dari 13 rasio sistem PEARLS yang dibandingkan, komponen-komponen pembentuk masing-masing rasio dapat ditentukan melalui laporan keuangan yang telah disusun oleh CU Ngudi Raharjo.
2) Laporan keuangan CUNR dikatakan tidak cukup untuk menerapkan sistem PEARLS apabila dari 13 rasio sistem PEARLS yang dibandingkan masih terdapat komponen-komponen pembentuk rasio yang tidak dapat ditentukan melalui laporan keuangan yang telah disusun oleh CU Ngudi Raharjo.
Berikut ini merupakan tabel yang digunakan untuk menganalisis kecukupan informasi keuangan tahun 2017 untuk menentukan rasio-rasio dalam sistem PEARLS yang mewakili penilaian dalam penelitian ini.
Tabel 3
Analisis Kecukupan Laporan Keuangan untuk Menerapkan Sistem PEARLS
Aspek Rasio
Informasi yang Diperlukan Keterangan
Ada Tidak
Ada Protection
(P)
Cadangan Risiko
Kelalaian Piutang > 12 bulan Kelalaian Piutang 1-12 bulan
Total utang kepada pihak ke-3 Modal lembaga bersih
Asset Quality (A)
Total kelalaian piutang Pinjaman/ piutang beredar
Aset yang tidak menghasilkan/aset tidak produktif
Total dividen dibagikan kepada anggota
Total aset Rate of
Return and Cost (R)
Dividen yang dibagikan kepada anggota Liability (L) Total investasi likuid
Kewajiban Lancar
86 BAB IV
GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
A. Latar Belakang dan Sejarah Credit Union Ngudi Raharjo
Credit Union Ngudi Raharjo Cawas digagas pertama kali pada tahun 2009 oleh panitia khusus dari beberapa umat Paroki Administratif Gereja Maria Assumpta Cawas. Panitia khusus tersebut yaitu Bapak Robertus Sarmanta, Bapak YB Purwanto, Bapak Bonny Soenarto, Bapak Y Pamungkas, dan Bapak Priyatnoko. Pada mulanya, Bapak Robertus Sarmanta menjabat sebagai wakil ketua dewan paroki gereja Maria Assumpta Cawas menginginkan adanya program yang memfasilitasi umat dalam bidang peningkatan kesejahteraan jasmani. Lalu terbentuklah sebuah panitia khusus yang dipelopori oleh Bapak Robertus Sarmanta dengan mengajak beberapa umat gereja yang lebih berpengalaman. Panitia khusus tersebut melakukan rapat untuk merencanakan pembentukan CU.
Dasar keinginan pansus (panitia khusus) membentuk suatu CU di lingkup umat Paroki Administratif Gereja Maria Assumpta Cawas ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan umat Cawas melalui penyediaan jasa simpan pinjam. Selain itu, pansus menginginkan adanya pelayanan khusus yang berhubungan dengan keuangan bagi umat gereja.
Credit Union Ngudi Raharjo diresmikan pada tanggal 19 Oktober 2014. Kegiatan utama dari CU ini yaitu simpan pinjam dengan satu jenis simpanan non-saham yaitu SISUKA. Pemilihan nama CU ini dilakukan secara spontan oleh para penggagas CUNR. Harapan mereka terhadap CU
yang telah terbentuk ini adalah terbantunya umat dalam mengusahakan kesejahteraan di dalam keluarganya.
B. Visi dan Misi CU Ngudi Raharjo 2. Visi CU Ngudi Raharjo
Credit Union Ngudi Raharjo Cawas bekerja dengan semangat melayani dan saling rasa percaya yang dilandasi cinta kasih untuk mewujudkan kesejahteraaan bersama.
3. Misi CU Ngudi Raharjo
a. Menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab secara pribadi maupun bersama.
b. Berpikir positif dan setia akan kewajiban.
c. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan dalam diri anggota, guna meningkatkan perekonomian keluarga.
d. Toleransi dan saling percaya.
e. Memberikan pelayanan yang simpatik dilandasi cinta kasih.
f. Meningkatkan pengetahuan anggota tentang CU dan menolong anggota untuk mengontrol sendiri penggunaan keuangannya serta memampukan anggota untuk berkembang (lebih berdaya) melalui pendidikan yang berkelanjutan.
C. Profil CU Ngudi Raharjo 1. Struktur Organisasi
a. Pelindung : Ketua Dewan Paroki b. Penasehat : Ketua Bidang Pelayanan
c. Pengurus :
2. Syarat Menjadi Anggota
a. Calon anggota baru membayar simpanan pokok sebesar Rp10.000,00;
b. Calon anggota baru membayar simpanan wajib sebesar Rp10.000,00;
atau kelipatannya.
c. Bila ingin menyamakan kekayaan anggota lama dapat diangsur maksimal tiga bulan.
d. Memiliki pemikiran yang positif dan konstruktif terhadap pelaksanaan pola kebijakan CU Ngudi Raharjo.
3. Produk Credit Union Ngudi Raharjo Cawas a. Simpanan
1) Simpanan Wajib adalah simpanan yang wajib disetorkan anggota setiap bulan, sebesar Rp10.000;
2) Simpanan Pokok simpanan sebesarnya Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah).
3) SISUKA (Simpanan Suka Rela) adalah simpanan yang besarnya Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah) atau kelipatannya, dengan biaya jasa sebesar 6% per tahun
b. Pinjaman
1) Jenis Pinjaman
a) Pinjaman Umum
Adalah jenis pinjaman yang cara pelunasannya diangsur setiap bulan, dengan jangka waktu pelunasannya maksimal 10 bulan. Jasa 1% per bulan.
b) Pinjaman Khusus
Adalah jenis pinjaman yang sifatnya khusus dan cara pelunasannya dibayar satu kali sesuai perjanjian,
jangka waktu maksimal 4 bulan. Suku bunga tetap sebesar 1% per bulan.
2) Aturan Umum Peminjaman
a) Pinjaman diangsur 10 kali dengan bunga 1% per bulan.
b) Peminjam dikenakan beban 1% dari jumlah pinjaman untuk dana gedung
c) Peminjam yang ingin melunasi pinjamannya sebelum jatuh tempo, penghitungan jasanya 25%
(1/4) dari sisa jasa.
3) Batas Peminjaman
Batas peminjaman yang ditetapkan yaitu sebesar 5 kali lipat jumlah kekayaan calon peminjam yang berada di CUNR, kecuali ada kebijakan khusus dari pengurus.
4. Peraturan Pembagian Sisa Hasil Usaha Credit Union Ngudi Raharjo
a Dibagikan kepada anggota sebesar 60% dari SHU tiap tahun b Dana pembangunan gedung sebesar 10% dari SHU tiap tahun c Dana pendidikan sebesar 5% dari SHU tiap tahun
d Dana sosial sebesar 5% dari SHU tiap tahun
e Dana cadangan / anggota sebesar 10% dari SHU tiap tahun f Dana pengawas dan pengurus sebesar 10% dari SHU tiap tahun
7. Sistem Pencatatan dan Pelaporan Keuangan Credit Union Ngudi Raharjo
a. Pencatatan Akuntansi
Pencatatan dilakukan oleh karyawan (staff) CU secara manual di dalam form pencatatan bulanan, yang disesuaikan dengan buku keanggotaan CU milik anggota. Tidak ada proses penjurnalan yang dilakukan setelah terjadi transaksi. Tidak ada pula kuitansi atau slip pembayaran yang diberikan anggota sebagai bukti transaksi bila anggota menyetorkan uang simpanan maupun angsuran kredit.
Kecuali saat penyerahan uang pinjaman dari CUNR kepada anggota CU yang mengambil kredit, karyawan CU akan menyertakan kuitansi. Catatan dari form bulanan akan membantu karyawan dalam menyusun pelaporan keuangan bulanan dan tahunan.
b. Pelaporan Keuangan
Karyawan CU Ngudi Raharjo adalah pihak yang memiliki tanggung jawab untuk menyusun laporan keuangan bulanan maupun tahunan.
Berdasarkan hasil wawancara kepada karyawan CU Ngudi Raharjo dan observasi penulis pada CU Ngudi Raharjo, berikut ini merupakan proses dari pelaporan keuangan yang dilakukan.
1. Mengidentifikasi form setoran bulanan dan buku angsuran pinjaman.
2. Mengidentifikasi bukti-bukti transaksi yang diperoleh dari bendahara.
3. Melakukan rekapitulasi catatan akuntansi secara manual
4. Menyusun laporan keuangan dengan mengisi form laporan dalam bentuk soft file.
5. Menyajikan laporan keuangan yaitu mencetak laporan keuangan yang telah selesai disusun.
6. Meminta otorisasi kepada pihak-pihak yang ikut bertanggung-jawab terhadap pelaporan keuangan.
7. Menyerahkan laporan keuangan kepada pengguna laporan keuangan.
133 BAB V
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Laporan Keuangan CU Ngudi Raharjo Tahun 2017
Untuk memperoleh data laporan keuangan CU Ngudi Raharjo tahun 2017, peneliti melakukan mengumpulkan data melalui laporan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun 2017, melalui beberapa laporan yang hanya disajikan untuk ketua dan pengurus, serta melakukan observasi langsung pada kegiatan operasional Credit Union Ngudi Raharjo. Secara umum Credit Union Ngudi Raharjo telah melakukan penyusunan laporan keuangan yang dijalankan oleh karyawan. Laporan-laporan keuangan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Laporan Perubahan Modal tahun 2017
Di dalam laporan perubahan ekuitas 2017, Credit Union Ngudi Raharjo menyajikan adanya perubahan (penambahan dan pengurangan) simpanan pokok dan simpanan wajib dari tahun sebelumnya hingga tahun berjalan. Selain penyajian penambahan dan pengurangan modal anggota, terdapat pula informasi mengenai jumlah kekayaan seluruh anggota dan perhitungan SHU. Penyajian penghitungan SHU disajikan secara komparatif dari tahun sebelumnya hingga tahun berjalan.
Penyajian modal dan SHU tahun sebelumnya tersebut dijadikan sebagai pembanding sehingga dapat dijadikan acuan untuk menyimpulkan
Penyajian modal dan SHU tahun sebelumnya tersebut dijadikan sebagai pembanding sehingga dapat dijadikan acuan untuk menyimpulkan