• Tidak ada hasil yang ditemukan

Waktu Salat Dalam Nalar Ayat Ayat Semesta

Dalam dokumen Laporan Penelitian 2021 (Halaman 68-75)

BAB III ARAH KIBLAT DAN WAKTU SALAT DALAM NALAR NALAR AYAT AYAT

D. Waktu Salat Dalam Nalar Ayat Ayat Semesta

Terkait dengan waktu salat dalam nalar nalar ayat semesta yang membahasnya secara khusus sebgaimana dalam pembahasan kiblat sejauh penelususraan penulis tidak ada.

Waktu salat yang secara langsung disebut dalam buku tersebut yaitu zuhur, sedangkan empat waktu yang lain tidak ada pembahasannya. Namun, jika ditelaah secara teliti ada beberapa pembahasan yang tidak secara langsung terkait dengan waktu salat.

Pembahasan dalam buku nalar – nalar ayat semesta yang memiliki relevansi dengan waktu salat yaitu terkait pembagian fase-fase waktu siang dan malam. Selain itu ada pula pembahasan dalam buku tersebut yang sangat erat dengan waktu salat yaitu terkait dengan pembahasan waktu ub normal. Pembahasan waktu salat dalam buku tersebut bisa dilihat mulai pembasan spin bumi.

Pembahasan pada bab spin Bumi dimulai dengan pembahsan al – Qur’an surat Hud ayat 11 permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).

Selaras dengan dua ujung siang yaitu pagi dan petang, dalam buku nalar nalar ayat semesta dijelaskan bahwa pembatasan tersebut sangat erat berhubungan dengan keberadaan horizon yang menjadi pembatas antara siang dan malam. Islam menandai dua tepi siang dengan ibadah salat. Salat shubuh menjelang Matahari terbit di tepi pagi dan salat maghrib di tepi petang. Di balik dua tepi ini ada malam. Dengan demikian ada dua waktu yang di rasakan

manusia, yaitu siang dan malam. Pada siang yang terang umum nya manusia beraktifitas dan pada malam hari manusia beritirahat.16

Selaras dengan siang dan malam, maka durasi siang terbagi dalam beberapa bagian, diantara bagian siang, ada yang disebut dengan pagi, siang, dan petang. Bagian siang ini sebagaimana firman Allah dalam al – Qur’an Surat al Ihsan ayat 25

ِرُكْذا و مْسا كِ ب ر ًة رْكُب ًۚلّْي ِص ا و

Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.

Sebagaimana siang, malam juga terbagi dalam penggalan penggalan waktu.

Tepatnya terbagi dalam tiga penggalan. Dalam setiap penggalan tersebut menjadi moment waktu untuk melakukan komunikasi dengan Allah. Sebagaimana firman Allah dalam al – Qur’an Surat al Muzammil ayat 20

نِا

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang.

Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an;

Secara astronomi penggalan penggalan waktu dalam dan siang tersebut sangat erat berhubungan dengan posisi Matahari dalam gerak semunya. Secara sederhana bagian Bumi yang mendapatkan pancaran sinar Matahari akan mengalami siang, dan sebaliknya bagian yang tidak mendapatkan pancaran sinar Matahari tersbut akan mengalami malam.

16 Ibid 335 - 336

Pada saat yang sama, orang orang yang di posisi A, B, C dan seterusnya akan mengalami keadaan alam yang berbeda. Keadaan alam ini, terkait waktu setempat. A sedang berada tepat di bawah Matahari yang berartu pada pukul 12.000 siang waktu daerah tersebut.

Sedangkan di belahan Bumi lain, waktu di tempat E menunjukkan pukul 00.00 (tengah malam). Misalkan di setiap titik A, B, dan seteruysnya terdapat orang yang mengamati Matahari atau bintang. Setiap orang melihat langit di atas kepalanya. Penampakan Matahari atau bintang kita gambarkan pada gambar 5. Orang di A melihat Matahari berada di atas kepalanyamm sedangkan orang di E melihat bintang tepat di atasnya.17

Berbeda dengan orang yang di A yang melihat Matahari di atasnya, orang yang di H melihat Matahari agak condong di timur ats, sedangkan orang di B melihat Matahari condoong di barat atas. Orang di G melihat matahri terbit di ufuk timur, sebaliknya orang di C melihat matahari terbenam di ufuk barat. Matahari dan bintang yang sama di lihat pada waktu yang sama, tetapi pada waktu setempat yang berbeda, akan tampak berada pada posisi yang berbeda. Matahari berada di atas menurut orang di A, akan tampak masih condong ke timur menurut orang di H, telah condong ke barat oleh orang di B, dan baru terbit menurut orang di G, tetapi tampak mau terbendam menurut orang di C.18

Missal Matahari sedang berada di atas Surabaya, secara geografis Surabaya adalh titik A, pukul 12.00 siang. Di Greenwich pukul 05.00 pagi masih gelap, baru akan melihat Matahari terbit(pada gambar 7, berada di sebelah kiri G). Islamabad di Pakistan adalh H, dan pendudukanya melihat Matahari masih di timur. Port Motesby di Papuan nugini adalah tidik B dan melihat Matahari condong ke barat.

17 Ibid. hal 340

18 Ibid, hal 341 - 342

Uraian dia atas menntun kesimpulan bahwa bumi bundar dan bergerak rotasional.

Simpulan ini menuntun pada peerputaran siang dan malam. Kalua sehari semalam berlangsung 24 jam, ia terbagi 12 jam siang dan 12 jam malam. Namun, terkait dengan ini patut untuk direnungkan firman allah dalam al – Qur’an Surat al Insan ayat 26

ن ِم و ِلْي لا ْدُجْسا ف ه ل ُهْحِ ب س و ًلّْي ل

ًلّْيِو ط

Dan pada sebagian dari malam, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.

Ayat tersebut di atas jika malam disebut malam yang Panjang, maka ada siang yang Panjang. Penerimaan gerak rotasi Bumi memaksa adanya poros rotasi. Kita telah mendapatkan garis garis lingtang yang sejajar. Garis garis ini mewakili posisi Matahari pada hari tertentu, tuntunan adanya poros atau sumbu rotasi Bumi dapat dengan mudah terjawab jika melibatkan garis garis lintang yang membentuk permukaan lingkaran. Titik pusat semua lingkaran garis lintang dilalui oleh poros rotasi Bumi.19

Dalam rentang satu tahun musim mengalami pengulangan, pengamatan harus dilakukan sedikitnya satu tahun, Namun, jika hanya untuk penentuan posisi maksimum lintang utara dan lintang selatan, pengamatan dapat dilakukan pada musim dingin dan musim panas saja. Pengamatan seksama dan berulang menunjukkan posisi maksimum matahari berada di 23,50 lintang utara dan 23,50 lintang selatan. Maksimum pertama sekitar 21 Juni dan maksimum kedua sekitar 21 desember. Berdasarkan pengetahuan ini, kita dapat memperkirakan waktu Matahari berada diantara kedua maksimum, yakni di ekuator sekitar 21 Maret dan 21 september.20

19 Ibid. hal 361 - 362

20 Ibid. hal 362 - 363

Mengingat jarak Matahari Bumi maupun bulan Bumi sangat besar, maka cahaya matahari dan bulan sampai di Bumi dalam arah sejajar, bukan menyebar sebagaimana gambar 4. Ketika posisi Matahari berada di ekuator ini, seluruh permukaan Bumi, keculi daerah kutub, yakni daerah yang dilalui sumbu rotasi, mengalami kurun waktu yang sama dengan kurun waktu malam, 12 jam. Rentang malam dan siang akan berbeda jika Matahri tidak berada di ekuator. Kita lihat kasus ekstrem, yakni ketika matahari berada di lintang maksimum 23,50 lintang utara.21

Gambar 5 menunjukkan bahwa daerah di atas 66,50 lintang utara selalu mendapat sinar matahari, meskipun bumi berotasi. Karena terus mendapat cahaya Matahari, dalam 24 jam wilayah ini akan dalam keadaan siang tanpa malam. Sebaliknya, wilayah dibawah 66,50 lintang selatan tidak pernah mendapatkan cahaya Matahari meski Bumi berotasi. Wilayah ini akan mengalami malam tanpa siang selama 24 jam. Norwegia, Finlandia, dan swedia merupakan contoh tiga negara yang berada di kisaran 600 lintang utara. Alaska, kanada utara, dan rusia utara adalah wilayah di atas 66,50 lintang utara. Untuk wilayah selatan, di bawah 400 lintang selatan tidak terdapat wilayah daratan, hanya Samudra tak berpenghuni.22

Sementara itu, daerah di antara batas dua maksimum siang dan malam mengalami variasi dari 0 sampai 24 jam. Waktu siang di daerah utara lebih dari 12 jam, sedangkan waktu malam lebih pendek dari itu wilayah lintang selatan mengalami situasi sebaliknya, malam berlangsung lebih Panjang dari pada siang. Keadaan berbalik pada waktu sekitar 21 desember.

21 Ibid. hal 363

22 Ibid. hal 364

Negeri negri di lintang utara yang mempunyai empat musim akan mengalami musim dingin, sedangkan negeri serupa di lintang selatan mengalami musim panas.

Arab Saudi adalah negeri dii wilayah ekuator. Secara umum, waktu malamnya lebih panjangdari pada siang, pada saat yang lain terjaid sebaliknya. Indonesia merupakan negri yang dilalui ekuator, karena itu tidak mempunyai perbedaan waktu siang dan malam secara signifikan sepanjang tahun.

Ituah siang dna malam secara alamiah. Kurun waktunya tidak selalu sama. Beikut daftar kurun waktu siang t ketika Matahari berada di posisi maksimum (deklinasi σ) 230 27 lintang utara, yakni 21 juni untuk daerah daerah lintang utara, menggunakan perkiraan tanpa atmosfer.

21 Juni, Matahari di 230 27

No Lintang Utara (daerah)

24 Jam

Siang Malam

1 500 16 Jam 09 Menit 7 Jam 51 Menit

2 550 17 Jam 06 Menit 6 Jam 54 Menit

3 600 18 Jam 30 Menit 5 Jam 30 Menit

4 650 21 Jam 08 Menit 3 Jam 52 Menit

5 660 22 Jam 16 Menit 1 Jam 44 Menit

6 660 30 23 Jam 28 Menit 0 Jam 32 Menit

7 660 30 24 Jam 00 Menit 0 Jam 0 Menit

Daerah dengan lintang lebih besar dari 660 330 sampai kutub utara, mengalami siang 24 jam pada 21 Juni. Bahkan, untuk daerah lebih utara, siang berlangsung terus menerus tanpa malam

selama bebrapa hari. Berikut adalah jumlah hari untuk daerah yangbselalu siang dalam 24 jam.

No Lintang Junlah hari tanpa malam

1 660 35 5

2 660 38 9

3 660 40 11

4 660 45 15

5 660 50 18

6 660 55 20

7 670 00 22

BAB IV DASAR – DASAR MATEMATIKA ASTRONOMI PERHITUNGAN

Dalam dokumen Laporan Penelitian 2021 (Halaman 68-75)

Dokumen terkait