• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahap III. Analisis Kualitas Telur

HASIL DAN PEMBAHASAN

4. Warna Yolk Telur

Rata-rata warna yolk telur telur ayam ras CV.909 yang diberi pakan konsentrat yang berbeda pada perlakuan P1 memiliki warna telur 6.89, dan perlakuan P2 memiliki warna yolk telur 6.55, dan perlakuan P3 memiliki warna yolk telur 6.85. Skor warna kuning telur yang diperoleh dalam penelitian berkisar antara 6,55 – 6,89. Nilai ini lebih rendah dalam kisaran warna kuning telur yang disukai konsumen. Menurut Stadellman (1995) warna kuning telur yang baik berada pada kisaran 7 – 12.

Dari hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa rata-rata warna yolk telur ayam ras petelur yang diberi pakan konsentrat protein antara perlakuan P1, P2, maupun P3 memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0.05) terhadap warna yolk telur. Tidak nyata pengaruh perlakuan terhadap warna kuning telur disebabkan komposisi jagung kuning dalam ransum relatif sama yaitu 40 %. Warna kuning telur dipengaruhi oleh karoten yang dikonsumsi oleh ayam (Stadellman and Cotteril, 1995) strain, variasi individu, produksi telur dan pakan (North, 1984). Menurut Sahara (2010) warna kuning telur dipengaruhi oleh zat-zat yang terkandung dalam pakan seperti xantofil, beta karoten, klorofil dan cytosan. Pigmen pemberian warna kuning telur yang ada dalam pakan secara fisiologis akan diserap oleh organ pencernaan usus halus dan diedarkan ke organ yang membutuhkan. Kualitas kuning telur dilakukan dengan menentukan skor warna kuning telur dengan menggunakan egg yolk color fan yang terdiri dari 15 seri warna, warna kuning telur merupakan salah satu karakteristik yang sangat penting dalam penentuan kualitas telur oleh konsumen. Menurut Wahju (1988) jagung mengandung vitamin A sebesar 510

S.I, vitamin A bermanfaat sebagai pemberi pigmen warna kuning telur pada unggas.

Menurut North dan Bell (1990) warna kuning telur dipengaruhi oleh pigmen karotenoid yang terkandung dalam jagung kuning bahan pakan. Sebelumnya Romanoff (1963) menjelaskan bahwa unggas yang meng-konsumsi ransum yang mengandung karatenoid tinggi akan menghasilkan telur dengan intensitas warna kuning telur yang lebih tinggi.

Warna atau pigmen yang terdapat dalam kuning telur sangat dipengaruhi oleh jenis pigmen yang terdapat dalam ransum yang dikonsumsi (Winarno, 2002) dan setiap ayam mempunyai kemampuan berbeda untuk merubah pigmen karoten tersebut menjadi warna kuning telur (Romanoff dan Romanoff, 1963). Castellini et al. (2006) menyatakan bahwa jagung kuning dan hijauan seperti rumput dapat menyebabkan warna pekat pada kuning telur. Pigmen kuning telur adalah karoten dan riboflavin yang diklasifikasi sebagai lipokrom dan liokrom (Yamamoto et al, 2007). Romanoff dan Romanoff (1963) menjelaskan bahwa warna kuning telur dipengaruhi oleh karotenoid dalam bentuk karoten dan xantofil. Apabila pakan mengandung lebih banyak karoten, yaitu xantofil, maka warna kuning telur semakin berwarna jingga kemerahan (Yamamoto et al., 2007). Pengaruh pemberian tiga jenis pakan konsentrat protein terhadap berat yolk telur ayam ras petelur dapat dilihat pada gambar 8.

Gambar 8.Grafik batang rata-rata warna yolk telur ayam ras strain CV.909. 5. Nilai Haugh Unit Telur

Rata-rata nilai Haugh unit telur telur ayam ras CV.909 yang diberi pakan konsentrat yang berbeda pada perlakuan P1 memiliki nilai Haugh unit telur 99,84, dan perlakuan P2 memiliki nilai haugh unit telur 93,17, dan perlakuan P3 memiliki nilai Haugh unit telur 92,07. Dari hasil penelitian diperoleh Rerata nilai HU dari ketiga macam perlakuan berkisar antara 92,07 sampai 9,84 atau digolongkan kualitas AA. Menurut sandar United State Department of Agriculture (USDA) nilai HU lebih dari 72 digolongkan kualitas AA (Sudaryani danSantoso, 2000).

Dari hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa rata-rata nilai Haugh unit telur ayam ras petelur yang diberi pakan konsentrat protein antara perlakuan P1, P2, maupun P3 memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0.05) terhadap nilai haugh unit telur. Haugh Unit (HU) adalah ukuran kualitas telur bagian dalam yang didapat dari hubungan antara tinggi putih telur dengan bobot telur (Ewing, 1963). Semakin tinggi nilai Haugh Unit, maka semakin tinggi kualitas putih telurnya (Stadelman danCotteril,

6.89 6.55 6.85 0 2 4 6 8 P1 P2 P3 W ar n a Y o lk Perlakuan

Nilai Haugh Unit dipengaruhi genetik, umur ayam, musim, kondisi penyimpanan dan makanan (Dawan Sugandi,1975, Budiman, 1991). Kualitas telur dapat ditentukan melalui penetapan nilai Haugh unit. Menurut Buckle et al. (1986), bahwa penetapan kualitas interior telur dengan pengukuran Haugh unit merupakan cara yang terbaik. Cara penetapan ini berdasarkan tingkat keenceran albumen. Sebagaimana pernyataan Benyamin et al. (1960) bahwa keenceran dari albumen mempunyai korelasi positif dengan nilai Haugh unit.

Menurut Stadelman dan Cotteril (1995) kandungan ovomucin didalam putih telur mempengaruhi nilai Haugh Unit, putih telur yang semakin tinggi, maka nilai Haugh Unit yang diperoleh semakin tinggi. Pengaruh pemberian tiga jenis pakan konsentrat protein terhadap nilai haught unit telur ayam ras petelur dapat dilihat pada gambar 9.

Gambar 9. Grafik batang rata-rata nilai haught unit telur ayam ras strain CV.909. 99.84 93.17 92.07 0 20 40 60 80 100 120 P1 P2 P3 N il ai H au g h t U n it Perlakuan

telur 6,34 g, dan perlakuan P2 memiliki berat kerabang telur 6,32 g, dan perlakuan P3 memiliki berat kerabang telur 6,50 g. Hasil penelitian ini diperoleh berat kerabang telur antara 6,32-6,50 g lebih tinggi dibandingkan hasil penelitian Abdallah et al.,(1993) dengan berat kerabang telur antara 5,50-5,90 g. Sedangkan menurut Amrullah (2004) berat kerabang telur yang baik sekitar 4,55-4,62 g.

Dari hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa rata-rata berat kerabang telur ayam ras petelur yang diberi pakan konsentrat protein antara perlakuan P1, P2, maupun P3 memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0.05) terhadap berat kerabang telur. Hal ini disebabkan karena presentase penggunaan kalsium dalam ransum yang relatif sama berkisar 3.026-3.626 %. Serta penggunaan fosfor dalam ransum berkisar 0.892-1.062 %. Kalsium dibutuhkan untuk proses pembentukan kerabang telur, jika kebutuhan kalsium dalam telur tidak terpenuhi akan menyebabkan kerabang telur menjadi tipis, akibatnya telur akan mudah retak dan pecah. Mineral yang sangat berperan dalam proses pembentukan kerabang telur adalah kalsium dan fosfor. Apabila asupan mineral yang dibutuhkan kurang maka deposisi mineral (kalsium dan fosfor) secara langsung akan mengambil cadangan mineral pada tulang tibia untuk proses pembentukan kerabang telur (Suprapto dkk, 2005).

Sesuai dengan pendapat Amrullah (2003) menyatakan bahwa berat kerabang telur secara kuantitatif adalah 10-13% dari total berat telurnya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa berat kerabang telur sangat dipengaruhi oleh pakan yang dikonsumsi, berat telur, dan umur ternak. Ensminger (1992)

menjelaskan bahwa kandungan kalsium dan fosfor dalam pakan berperan terhadap kualitas kerabang telur, seperti ketebalan, berat dan struktur kerabang telur. Kualitas kerabang telur tergantung dari kemampuan unggas dalam mengabsorbsi kalsium yang ada dalam pakan, kualitas kerabang telur ditentukan oleh tebal, berat dan struktur kerabang telur. Untuk meningkatkan kekuatan kerabang telur dapat dilakukan dengan meningkatkan kadar kalsium dalam pakan (Roland, 1986). Menurut Yuwanta (1992), kualitas telur dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu konsumsi pakan dan pengaturan cahaya. Menurut Clunies et al. (1992) semakin tinggi kalsium semakin tinggi pula berat maupun tebal kerabang telur. Berat dan ketebalan kerabang telur berfungsi agar telur tidak mudah pecah pada saat proses pengiriman. Pengaruh pemberian tiga jenis pakan konsentrat protein terhadap berat kerabang telur ayam ras petelur dapat dilihat pada gambar 10.

6.34 6.32 6.5 0 1 2 3 4 5 6 7 P1 P2 P3 B er at K er ab an g ( g ) Perlakuan

Rata-rata tebal kerabang telur telur ayam ras CV.909 yang diberi pakan konsentrat yang berbeda pada perlakuan P1 memiliki tebal kerabang telur 0.41 mm, dan perlakuan P2 memiliki tebal kerabang telur 0.40 mm, dan perlakuan P3 memiliki tebal kerabang telur 0.42 mm. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini lebih tinggi dibandinkan dengan pendapat (Idris dan Thohari, 1998) yang menyatakan bahwa tebal kerabang telur ayam yang ideal yaitu berkisar antara 0,33-0,36 mm. Sedangkan Menurut Steward dan Abbott (1972) tebal kerabang telur pada umumnya berkisar antara 0,33-0,35 mm.

Dari hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa rata-rata tebal kerabang telur ayam ras petelur yang diberi pakan konsentrat protein antara perlakuan P1, P2, maupun P3 memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0.05) terhadap tebal kerabang telur. Tidak nyata terhadap tebal kerabang pada penelitian ini menunjukan bahwa kandungan kalsium (Ca) pada ransum digunakan dalam pakan ayam ras petelur relatif hampir sama sehingga tidak dapat mempengaruhi tebal kerabang telur. Oleh karena itu, kandungan kalsium (Ca) dan fosfor (P) dalam pakan masih pada standar mutu pakan ayam petelur yang baik dan telah cukup terpenuhi.

Kandungan kalsium (Ca) dan fosfor (P) dalam pakan berperan terhadap kualitas kerabang telur karena dalam pembentukan kerabang telur diperlukan adanya ion-ion karbonat dan ion-ion Ca yang cukup untuk membentuk CaCO3 kerabang telur. semakin tinggi konsumsi kalsium maka kualitas kerabang telur semakin baik (Clunies et al., 1992). Korelasi antara kekuatan kerabang telur tidak begitu baik dengan ketebalan kerabang telur (Meyer et al., 2003). Tebal kerabang dipengaruhi oleh kadar Ca pada ransum,

sedangkan penyerapannya dipengaruhi oleh kadar fosfor, dan keasaman darah (Muharlien, 2010).

Menurut Oguntunji dan Alabi (2010), ketebalan kerabang juga dipengaruhi oleh faktor yang berhubungan dengan sifat genetik, kalsium dalam pakan, dan manajemen seperti temperatur lingkungan, stress, penyakit, dan pakan. Ditambahkan pula oleh Koelkebeck (2003), bahwa ketebalan kerabang ditentukan oleh kecepatan Ca dideposit selama pembentukan kerabang dalam uterus. Jika telur hanya sebentar dalam uterus maka ketebalan kerabang rendah dan sebaliknya.

Sarwono (1994) menyatakan unggas yang diberi pakan dengan kandungan kalsium tinggi, biasanya menghasilkan kerabang telur yang tebal sedangkan ketebalan kerabang telur akan berpengaruh terhadap berat kerabang. Jadi, kualitas kerabang telur ditentukan oleh ketebalan dan struktur kerabang. Pengaruh pemberian tiga jenis pakan konsentrat protein terhadap tebal kerabang telur ayam ras petelur dapat dilihat pada gambar 11.

0.41 0.4 0.42 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 T eb al K er ab an g ( m m )

Dokumen terkait